Informasi lengkap dan berita terkini tentang klub sepakbola Sriwijaya FC Palembang, Sriwijaya Football Club Palembang.

Hasil Pertandingan: Indonesia U-23 5 - 0 Timor Leste U-23

Timnas Indonesia U-23 memulai kualifikasi Piala Asia U-23 dengan gemilang. Melawan Timor Leste di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Jumat (27/3) malam, Garuda Muda menang lima gol tanpa balas.

Mengandalkan para pemain alumni timnas Indonesia U-19, Garuda Muda mampu mendominasi permainan sejak menit awal. Dituntut meraih kemenangan, Evan Dimas dkk langsung menggebrak pertahanan Timor Leste.

Hasilnya, pada menit ke-17 Adam Alis Setyano mampu memecahkan kebuntuan. Sebuah tendangan dari jarak jauh yang dilepaskan Adam Alis tak mampu diantisipasi oleh kiper Timor Leste, Ramos Saozinho Riberio Maxanches.

Unggul satu gol, Garuda Muda semakin bersemangat menggempur pertahanan Timor Leste. Beberapa peluang sendiri mampu diciptakan anak asuh Aji Santoso.

Namun baru pada menit ke-45 Garuda Muda mampu menggandakan kedudukan lewat eksekusi penalti Manahati Lestusen. Penalti tersebut diberikan setelah Muchlis Hadi Ning Syaifullo dilanggar pemain belakang Timor Leste di dalam kotak terlarang. Skor 2-0 menutup jalannya babak pertama.

Di babak kedua timnas U-23 tak mengendurkan serangan mereka. Unggul dua gol tak membuat mereka puas. Pada menit ke-52, giliran Evan Dimas yang mencatatkan namanya di papan skor usai memanfaatkan umpan manis Muchlis Hadi.

Namun empat menit berselang, Garuda Muda terpaksa harus bermain dengan 10 pemain di sisa pertandingan. Zulfiandi mendapatkan kartu kuning kedua setelah melakukan pelanggaran kepada pemain Timor Leste.

Kalah jumlah pemain nyatanya tak mengurangi intensitas serangan Garuda Muda. Anak asuh Aji Santoso ini justru mampu menambah dua gol tambahan. Yang pertama lewat aksi Muchlis Hadi pada menit ke-66 dan tendangan bebas Hansamu Yama pada menit ke-85. Skor akhir pun menjadi 5-0 untuk kemenangan Garuda Muda.

Dengan kemenangan lima gol tanpa balas ini, Indonesia menyamai pencapaian Korea Selatan, yang juga menang 5-0 atas Brunei Darusalam di pertandingan sebelumnya.

Susunan pemain Indonesia U-23 vs Timor Leste U-23:

Timnas Indonesia U-23: M. Natsir; Muhammad Abduh Lestaluhu, Manahati Lestusen (C), Putu Gede Juni Antara, Hansamu Yama Pranata; Evan Dimas Darmono, Wawan Pebriyanto, Adam Alis Setyano, Zulfiandi; Ilham Udin Armaiyin, Muchlis Hadi Ning Syaifulloh.

Timor Leste: Ramos Saozinho Ribeiro Maxaches; Raimundo Jose Do Rego Sarmento, Jorge Sabas Victor, Filipe Oliveira, Agostinho; Nidio Octavio Das Dores Neto, Nataniel De Jesus Reis, Juario, Henrique Cruz; Frangcyatma Alves Ima Kefi, Jose Carlos Da Fonseca (C).

Goran Ljubojevic Mulai Terganggu Cedera

Striker Sriwijaya FC (SFC) Goran Ljubojevic mengalami cedera punggung. Kondisi itulah yang menyebabkan bomber asal Kroasia itu tidak maksimal pada turnamen Piala Gubernur Sumsel, akhir pekan lalu.

Gangguan pada punggung Goran berawal saat Laskar Wong Kito menghadapi Martapura FC, Kamis(19/3) lalu. Kemudian cedera itu berlanjut ketika SFC menjalani partai terakhir kontra Semen Padang. "Dia (Goran) baru mengataskan saat latihan pagi tadi (kemarin). Wajar jika dia tidak bisa memberi penampilan terbaik di turnamen kemarin," kata Asisten Pelatih SFC Hartono Ruslan.

Melihat kondisi tersebut, Hartono hanya memberikan materi latihan pagi saja. Karena tim pelatih melihat pemain masih membutuhka recovery setelah menjalani tiga pertandingan dalam tempo enam hari. Mantan asisten Kas Hartadi itu melanjutkan, mereka tak mau mengambil resiko, dengan terus melanjutkan latihan disaat kondisi anak asuhnya lagi didera kelelahan. "Kami lihat kondisi pemain pada latihan pagi ini (kemarin) mereka masih lelah," ungkapnya.

Hartono menjelaskan, sebenarnya pada pekan-pekan terakhir sebelum kompetisi Indonesia Super League (ISL) berjalan, tim pelatih akan mengevaluasi semua hasil yang dicapai Titus “Tibo” Bonai dkk pada tiga pertandingan pramusim tersebut. “Masih ada waktu untuk mendongkrak performa pemain. Kami juga tak mau memaksa dengan kondisi seperti ini,” pungkasnya.

Kick Off ISL Tetap 4 April

PSSI, PT Liga Indonesia dan beberapa perwakilan klub Indonesia Super League 2015 memenuhi undangan Rapat Dengar Pendapat Umum dengan Komisi X DPR RI di Wisma Nusantara I, Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (26/3). Dalam RDPU tersebut, hadir pula BOPI.

Spirit yang terlihat jelas, khususnya dari tanggapan para anggota Komisi X adalah, kick-off Kompetisi ISL 2015 harus dimulai pada 4 April 2015. Dan, tentu saja dengan 18 peserta yang telah bersiap mengikuti kompetisi strata tertinggi di tanah air ini.

"Hari ini Liga datang ke DPR, bersama-sama perwakilan 5 dari 6 klub yang sebelumnya dinyatakan berada di grade D oleh BOPI. Sejak awal, keinginan kami adalah, agar diujung pertemuan ada terobosan yang diperoleh, sehingga PSSI dan Liga bisa menggelar kompetisi dengan semestinya," kata Joko Driyono, CEO PT Liga Indonesia.

Rapat yang dimulai pukul 16.30 WIB ini sempat mengalami skors pada pukul 18.30. Skors yang awalnya hanya 15 menit, kemudian berkembang menjadi 1,5 jam.

Dan, akhirnya di sesi catatan akhir sidang, Komisi X DPR RI menekankan bahwa kick off ISL 2015 akan digelar pada 4 April 2015, dengan diikuti 18 klub. Namun, ada beberapa catatan, 6 klub yang berada di kategori D, untuk tetap harus memenuhi persyatan yang dimintakan BOPI.

"BOPI memberi toleransi hingga setengah musim. Kepada 6 klub tersebut, membuat komitmen, atau surat pernyataan untuk memenuhi persyaratan, sesuai dengan kekurangannya masing-masing," ungkap pimpinan rapat,  Ir H. M.Ridwan Hisyam.

Seluruh klub yang hadir, dengan disaksikan Pimpinan Komisi X, anggota Komisi X, PSSI, PT Liga dan BOPI, menandatangani surat pernyataan tersebut.

BOPI: Hanya 11 Klub yang Layak Ikuti ISL 2015

Badan Olahraga Profesional Indonesia (BOPI) menyebut sudah ada 11 klub yang layak mengikuti gelaran Indonesia Super League 2015 mendatang. Sementara, tujuh klub lain belum memenuhi syarat.

Menurut Ketua Umum BOPI, Noor Aman, sejauh ini mereka merekomendasikan 11 klub layak mengikuti kompetisi ISL 2015. Ada lima klub yang dinyatakan masuk Kategori A, yaitu Semen Padang, Sriwijaya FC, Persib Bandung, Persija Jakarta, dan Persipura Jayapura.

Selain itu, enam klub lain juga dinyatakan layak dan tinggal melengkapi sejumlah kecil dokumen pendukung, yakni PSM Makassar, Bali United Pusam, Barito Putera, Persiba Balikpapan, Pusamania Borneo FC, dan Persiram Raja Ampat.

"Kami telah laporkan semuanya kepada Menpora. Tentang landasan hukum, proses, maupun hasil verifikasinya," ujar Noor Aman.

"Menpora menyambut baik laporan kami dan meminta BOPI terus bekerja menuntaskan proses verifikasi ini yang sudah dilakukan secara profesional," sambungnya.

Lebih lanjut, BOPI menyatakan masih akan menelusuri tujuh klub yang belum memenuhi syarat. Empat klub sejauh ini belum direkomendasi karena belum menyerahkan laporan pajak tahun 2014 atau tahun-tahun sebelumnya, yaitu Persela Lamongan, Mitra Kukar, Gresik United, dan Perseru Serui.

"Kami akan konsultasikan persoalan ini dengan Direktorat Jenderal Pajak," Sekjen BOPI, Heru Nugroho menjelaskan.

Selain empat klub ini, Pelita Bandung Raya juga belum direkomendasi karena persoalan pajak. Selain itu, PBR pun belum memiliki kontrak dengan stadion di mana mereka akan bermain.

Dua klub lagi yang bermasalah adalah Arema Cronus dan Persebaya Surabaya. Persebaya terkendala dokumen legalitas. Sementara, Arema bermasalah dalam hal legalitas, laporan keuangan, laporan pajak, serta pelunasan gaji pemain musim lalu.

Total Pageviews