Informasi lengkap dan berita terkini tentang klub sepakbola Sriwijaya FC Palembang, Sriwijaya Football Club Palembang.

Capai Rp 650 Ribu, Fans Keberatan Dengan Harga Jersey SFC

PALEMBANG - Meski belum dirilis secara resmi oleh manajemen Sriwijaya FC, namun rencana kenaikan harga jersey original klub laskar wong kito mendapat tanggapan dari para fans. Hampir semuanya menilai harga Rp 399 ribu per jersey tergolong mahal untuk ukuran klub di Indonesia. 

“Harga Rp 399 ribu itu hanya untuk yng polos, jika mau menambah nama sendiri maka dikenakan biaya tambahan Rp 100 ribu, lalu jika mau memakai full sponsor dikenakan biaya lagi sebesar Rp 150 ribu, maka total Rp 650 ribu. Mungkin SFC adalah klub yang jerseynya paling mahal di Indonesian Super League (ISL) musim ini,” keluh Riksha Lenggana, kolektor jersey SFC sejak musim pertama.

Menurutnya, kenaikan sebesar Rp 200 ribu dari musim lalu yang hanya sebesar Rp 450 ribu cukup memberatkan bagi fans SFC yang ingin membeli produk resmi tersebut. Hal serupa juga sempat menjadi perbincangan pecinta SFC di berbagai sosial media.

“Kacau, paling mahal dari seluruh tim,” ungkap Dimas Ramadhan melalui twitter. Fans yang masih berstatus pelajar pun pasrah dan pesimis dapat membeli jersey tersebut. “Pelajar yang masih sekolah tidak akan mampu membelinya,” kicau admin twitter @singamania_sfc.

LIGA Pastikan Kick Off ISL Tetap 20 Februari 2015

LIGA Indonesia memastikan kick off kompetisi Indonesia Super League (ISL) 2015 tetap sesuai jadwal yakni 20 Februari 2015 yang mempertemukan tuan rumah Persib Bandung melawan Persipura Jayapura.

Hal ini disepakati LIGA bersama 18 klub peserta ISL 2015 usai menggelar emergency meeting di Hotel Parklane, Jakarta, Senin (16/2) malam.

Seperti diketahui rapat ini digelar untuk membahas pernyataan Badan Olahraga Profesional Indonesia (BOPI) yang ingin menunda kick off ISL 2015 karena tim-tim belum memenuhi persyaratan dan poin yang diinginkan BOPI maupun Tim Sembilan.

"Klub ingin mendapatkan garansi dari PT Liga dan PSSI tentang jadwal kompetisi. Statement PT Liga dan PSSI malam ini, Senin (16/2), bahwa PT Liga menetapkan jadwal tetap tidak berubah kick-off 20 Februari dan jadwal-jadwal lainnya," kata CEO LIGA, Joko Driyono usai emergency meeting.

Joko menambahkan persyaratan yang diminta BOPI seperti NPWP, SIUPP, legalitas klub hingga laporan audit sulit dipenuhi dalam waktu singkat meski klub ISL punya semua.
"Klub-klub tidak dalam mood untuk mengurusi menyebarkan kopian untuk birokrasi lainnya saat ini dalam waktu yang pendek," ungkap pria yang juga Sekjen PSSI ini.

"Saat ini juga klub tengah sibuk persiapan jelang kick off ISL. Semua klub legalnya ada, dan interaksi dengan Liga Indonesia, NPWP itu harus ada. Saat memberikan kontribusi komersial saja, kami harus memotong pajak dan itu harus memiliki NPWP," tukas Joko.

Laga Persahabatan Sriwijaya FC VS Persiram Rajaampat



Sriwijaya FC menang 2-0 atas tamu Persiram Rajaampat, dalam laga persahabatan di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring, Minggu (15/2/2015).

Keunggulan Laskar Wong Kito, lewat gol Asri Akbar di menit ke-12, dan Goran Ljubojevic di menit ke-49.
 
Sejak kick off, Sriwijaya FC langsung melakukan tekanan. Tepat di menit ke-12, gol tericpta lewat tendangan jarak jauh dari luar kotak penalti lewat Asri Akbar. 
 
Tendangan indah Asri itu mampu mengecoh kiper Persiram dan membawa Sriwijaya FC untuk sementara unggul 1-0 di menit ke-12.
 
Usai gol itu, Sriwijaya FC terus menunjukkan dominasi, namun peluang masih gagal diselesaikan dengan baik. Tendangan Goran di kotak penalti masih gagal menemui sasaran.
 
Sementara itu, Persiram juga mendapatkan beberapa peluang baik itu lewat posisi on play (permainan) maupun bola-bola mati, tetapi hingga akhir babak pertama, Sriwijaya FC untuk sementara masih unggul 1-0.
Memasuki babak kedua, Sriwijaya FC tetap mempertahankan dominasinya atas Persiram Rajaampat. Baru empat menit laga berjalan, Laskar Wong Kito menggandakan keunggulan.
 
Kali ini Goran Ljubojevic membuktikan bahwa dia memang layak memperkuat Sriwijaya FC setelah memaksimalkan umpan matang dari Ferdinand Sinaga.
 
Tandukannya menjebol gawang Persiram Rajampat.
 
Sementara itu, Persiram berusaha membalas, peluang didapatkan namun masih digagalkan bek Sriwijaya FC.
 
Ketinggalan 2-0, Persiram berusaha melakukan gol balasan. Namun, pergerakan Thierry maupun Denny Marcel masih gagal, sementara itu pergantian pemain dilakukan, namun hingga menit 80 belum ada gol tercipta.
 
Sriwijaya FC sendiri untuk sementara masih memimpin dengan skor 2-0, Ferdinand dkk terus melakukan tekanan demi tekanan untuk menambah gol hingga menit ke-80 berlangsungnya pertandingan.
Hingga akhir laga kedudukan tetap bertahan 2-0 untuk SFC.

Sriwijaya FC resmi miliki penyerang Goran Ljubojevic

Sriwijaya Football Club resmi memiliki penyerang asal Kroasia Goran Ljubojevic dengan dilakukan penandatanganan kontrak antara kedua belah pihak di Palembang, Minggu.

Presiden Klub Sriwijaya FC Dodi Reza Alex mengatakan setelah bergabungnya Goran ini maka kuota tiga pemain asing "Laskar Wong Kito" telah terpenuhi.

"Sriwijaya FC telah memiliki gelandang Morimakan Koita dan pemain belakang Abdoulaye Maiga, artinya setelah ini tim menjadi benar-benar fokus karena tiga pemain asing sudah didapatkan semua," ujar anggota DPR RI ini.

Ia mengemukakan, striker jangkung dengan tinggi badan 190 cm ini diharapkan menjadi solusi tim atas kekurangan pemain dengan kemampuan duel bola atas di atas rata-rata.

"Dalam beberapa kali uji coba di turnamen pra musim, baik di Trofeo Jakarta atau SCM Cup bisa dikatakan permainan sudah bagus tapi belum ada pemain yang menyambut bola-bola atas supaya jadi gol," kata dia.

Ia mengemukakan, manajemen klub merasa Goran sangat mumpuni untuk memenuhi kebutuhan pemain "Laskar Wong Kito" apalagi terbilang cukup produktif ketika bermain di Blastier Khalsa, Liga Singapura pada musim lalu, dengan mencetak 27 gol.

"Harapannya Goran bisa mencetak sukses yang sama ketika bermain di Liga Indonesia," kata dia.

Sementara Goran menyatakan sangat senang bisa bergabung dengan Liga Indonesia serta langsung menjadi pemain klub besar seperti Sriwijaya FC.

"Saya tidak terlalu berambisi mencetak banyak gol, sebab terpenting baginya adalah kemenangan tim. Percuma saya cetak banyak gol, tapi tim kalah. Lebih baik saya cetak sedikit gol tapi tim bisa jadi juara," kata dia.

Pada musim kompetisi 2015, Sriwijaya FC menargetkan gelar juara dengan merekrut sejumlah pemain nasional kelas wahid, di antaranya, Ferdinand Sinaga (pemain terbaik 2014), Titus Bonay, Patric Wanggai, dan Raphael Maittimo.

Total Pageviews