Informasi lengkap dan berita terkini tentang klub sepakbola Sriwijaya FC Palembang, Sriwijaya Football Club Palembang.

Sriwijaya FC Gaet Amirul Mukminin

Sriwijaya FC kembali menambah amunisi baru untuk mengarungi tahun 2016 ini. Adalah mantan gelandang andalan Barito Putera, Amirul Mukminin, yang telah resmi menjadi bagian dari skuat asuhan Benny Dollo. Lantas, apa alasan Sriwijaya FC menggaet Amirul Mukminin?
“Alasan kami merekrut Amirul Mukminin adalah dia putra daerah Sumatera Selatan dan selama ini sangat mengenal Sriwijaya FC,” ujar Ahmad Haris selaku Sekretaris Tim Sriwijaya FC, beberapa waktu lalu.
“Selain itu, faktor pengalaman juga membuat kami setuju merekrut dia kembali,” lanjutnya.
Amirul Mukminin merasa sangat senang bisa kembali ke kampung halamannya. Pemain yang mengemas beberapa caps bersama Timnas Indonesia ini menegaskan akan memberikan yang terbaik untuk Sriwijaya FC.
“Bahagia rasanya, saya sudah lama tidak main di Palembang dan sekarang kembali setelah status saya bebas transfer. Kesempatan ini akan saya manfaatkan dengan baik,” tandas gelandang berusia 29 tahun ini.
Selain Amirul Mukminin, Sriwijaya FC sebelumnya juga telah merekrut sejumlah pemain top, sebut saja Firman Utina, M. Ridwan, Supardi Nasir, Alberto Goncalves, Bayu Gatra, Achmad Jufriyanto, Airlangga Sucipto, Thierry Gathuessi, dan lainnya.
Pelatih Benny Dollo pun menyambut gembira kehadiran para pemain baru di skuatnya di mana beberapa di antaranya adalah pemain yang sebelumnya pernah merumput di Sriwijaya FC.
“Ini kesempatan bagus buat pemain muda saat banyak pemain senior berkumpul di Sriwijaya FC. Mereka tidak boleh minder, justru harus mencontoh bagaimana seniornya itu berlatih,” ujar Benny Dollo.

Laskar Wong Kito menggilas PS Pertamina 9 - 0

PALEMBANG - Delapan pemain anyar Sriwijaya FC (SFC) langsung nyetel dengan pola permainan selama sepekan bergabung. Mereka adalah Firman Utina, Supardi Nasir, M Ridwan, Ahmad Jufrianto, Alberto 'Beto' Goncalves, Thierry Ghatuessi, Bayu Gatra dan Airlangga Sucipto.

Tanda kekompakan itu terbentuk saat Laskar Wong Kito menggilas PS Pertamina, 9-0, dalam uji coba di Stadion Gelora Sriwijaya (GSJ). Gol dicetak oleh Firman Utina, Hapit Ibrahim, Ngurah Nanak dan hat-trick yang masing-masing dicetak oleh Beto dan Bayu Gatra.

"Sudah ada peningkatan sekarang dari latihan perdana. Mereka semua khususnya pemain yang baru bergabung (pemain baru) telah memahami apa yang kita harapkan,"kata Bendol.

Pelatih Sriwijaya FC Benny ''Bendol'' Dollo mengatakan, peningkatan yang signifikan dari sisi endurance. Fisik anak asuhnya sangat stabil kendali berlaga dalam 2x60 menit. Hal itu menjadi progress cukup menyenangkan bagi Bendol melihat anak asuhnya mengalami kemajuan. "Khusus di endurance, mereka sangat baik,"puji Bendol.

Babak pertama, pemain yang diturunkan adalah Yogi Triana; Syaiful Indra Cahya, Thierry Ghatuessi, Fachrudin Ariyanto, Supardi Nasir, Asri Akbar, Ichsan Kurniawan, M.Ridwan, Firman Utina, Bayu Gatra, dan Alberto ''Beto'' Goncalves.

Babak kedua, pemain yang diturunkan adalah Teja Paku Alam; Ngurah Nanak, Ahmad Jufrianto, Wildansyah, Zalnando, Achmad Hisyam Tole, Yohanis Nabar, Amirul Mukminin, Hapit Ibrahim, Rizky Dwi Ramadhana, dan T.A. Musafri.

Kapten Firman Utina Beber Alasan Balik Ke Sriwijaya FC

 
PALEMBANG - Kembalinya F-15 --julukan Firman Utina-- ke Sriwijaya FC menahbiskannya sebagai kapten tim. Lantaran di masa kepelatihan Kas Hartadi pemain terbaik Copa Dji Sam Soe 2005 dan Pemain Terbaik Piala Suzuki AFF 2010 menyandang ban kapten.

Pelatih Sriwijaya FC (SFC) Benny "Bendol" Dollo menegaskan, meskipun banyak pemain bintang, Firman Utina dinilainya sangat pantas menjadi kapten tim."Saya pilih Firman dia pantas menjadi kapten tim,"jelas Bendol.

Mendapatkan kembali ban kapten di Sriwijaya FC, Firman mengaku sangat senang sekaligus bangga. Sebagai pemain mantan dan sekali lagi bergabung ia tetap diberikan kepercayaan adalah tanggung jawab yang besar baginya.

"Tantangan saya berat di Sriwijaya FC tidak seperti dulu. Apa lagi sekarang saya ditunjuk Om Benny menjadi kapten. Tentunya ini tanggung jawab yang harus saya pegang,"jelasnya.

Namun, baginya semua pemain adalah kapten tim itu sendiri. Ia berharap pemain lama Laskar Wong Kito tidak terlalu sungkan alias segan kepadannya. "Kita semua tim sekarang dan semua bagi saya adalah kapten,"ucapnya.

Saat ditanya alasannya kembali berseragam Laskar Wong Kita, Firman menuturkan ia ingin bersama tim yang memiliki target jelas. Baginya SFC adalah tim yang sangat konsisten mematok target juara dan selalu bersungguh-sungguh.

"Walaupun hanya berlaga di turnamen, SFC klub yang memiliki target jelas. Itu alasan saya kembali ke sini dan itu harus kita wujudkan,"pungkasnya.

Sementara itu, Titus "Tibo" Bonai memilih hengkang dari tim. Padahal Tibo masih dipertahankan jajaran manajemen. Namun, pemain asal Papua itu memilih kabur tanpa kejelasan. Dikabarkan Tibo berlabuh ke Deli FC klub asal Timur Leste menyusul Patrich Wanggai

Kembali ke SFC, Tampang Supardi Lebih Alim

PALEMBANG -- Ada yang berbeda dengan penampilan Supardi Nasir Bujang. Pemain berposisi bek kanan kelahiran Bangka Belitung 9 April 1983 ini, kini tampak lebih sejuk dan religius dengan tampilan jenggot panjang yang menghiasi dagunya. Bahkan, dalam latihan perdananya bersama Sriwijaya FC (SFC) ia sempat meminta izin untuk menunaikan shalat Asar di ruang ganti.

"Yah ini kewajiban kita yah. Gak juga gimana, tapi cuma ingin mentaati perintah Nya," ucap Supardi sambil sesekali memegangi janggut, Selasa (12/1/2016).

Ditanyai apa alasanya turut hijrah ke Laskar Wong Kito bersama Jufrianto, Ridwan dan Firman Utina. Mantan pemain PS Palembang ini mengakui jika ia memiliki jiwa petualang dan menyukai tantangan.

"Disini saya melihat sebuah keseriusan untuk meraih gelar. Manajemen memaparkan arah tim yang baik. Karena itu, saya tertantang untuk mewakili klub ini meraih gelar. Saya sangat suka klub yang punya tujuan," tuturnya

Menurut Supardi, selain mengikuti nalurinya ingin menuntaskan tantangan. Memilih SFC sebagai klub setelah hengkang dari Persib bukanlah satu hal yang asing bagi Supardi. Lantaran, ia yang asli Bangka menganggap SFC seperti kampung halamanya.

"Tidak jauh beda pulang kampung yah. Saya merasa nyaman disini. Ini seperti kampung halaman," ucapnya

Memang terlihat, bergabung bersama SFC Supardi tidak terlihat canggung. Ia yang pernah menjadi penggawa SFC ditahun 2012, cukup mengenal Manajemen SFC.