Next Match:

Next Match:

Jamu Barito Putera, Sriwijaya FC Pakai Jersey Baru

Sriwijaya FC direncakan bakal memakai jersey terbaru mereka untuk musim ini saat menjamu Barito Putera dalam lanjutan Indonesia Super League (ISL) 2014 di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring pada 13 April.

Direktur keuangan PT Sriwijaya Optimis Mandiri (SOM) yang menaungi Laskar Wong Kito, Augie Yahya Bunyamin, mengatakan, selama ini Lancine Kone dan kawan-kawan masih menggunakan jersey tim U-21 musim lalu.

“Sekarang jerseynya sedang kita kerjakan, tinggal dikasih nama pemain, dan nomor punggung. Pastinya lawan Barito nanti, pemain akan memakai jersey anyar,” kata pria yang juga manajer Srwijaya FC U-21 itu.

Augie menambahkan, jersey baru ini tidak terlalu banyak mengalami perubahan motif dari musim lalu. Kalaupun ada, tidaklah menghilangkan ciri khas tim asal Bumi Sriwijaya dengan lambang kepala burung yang tetap dipertahankan. Sedikit perubahan hanya pada letak sponsor, serta di sekelling kerah baju, dan lingkaran kaos bawah akan dipenuhi merek Sriwijaya FC.

“Jadi yang jelas bahan kaosnya lebih bagus dari musim lalu. Tapi saya tidak tahu apa nama bahannya. Apparelnya tetap Jomma. Jadi kalau ditanya kenapa baru sekarang kita memakai jersey anyar, ya karena ada beberapa perubahan ini. Karena logo SFC di jersey ini juga bukan bahan yang dipakai musim lalu,” jelasnya.

Selain itu, manajemen juga sedang mendesain jersey satu dasawarsa Sriwijaya FC yang akan dipasarkan pada 23 Oktober 2014, bertepatan dengan hari ulang tahun klub yang kesepuluh.

Menurut Augie, jumlah jersey akan diproduksi sekitar 150 kaos, dan hanya akan dijual dalam waktu sehari. Untuk harga tentunya sangat berbeda jauh dengan jersey original yang dibanderol sekitar Rp300 ribu-an. Jersey satu dasawarsa Sriwijaya FC ini dibanderol dengan harga Rp800 ribu per buah.

“Nanti kita akan jual jersey tersebut di atas mobil dengan berkelilling di kota Palembang. Pak Dodi sendiri akan bersama-sama di dalam mobil itu,” kata Augie.

“Ini jersey special yang dibuat khusus perayaan ulang tahun SFC kesepuluh. Jadi, berapa pun harganya, saya rasa masyarakat mau membelinya untuk diabadikan sebagai kenang-kenangan. Apalagi jumlahnya cuma sedikit.”

Sriwijaya FC Boyong 21 Pemain Melawan Persija Dan Semen Padang

Sebanyak 21 pemain disiapkan manajemen Sriwijaya FC untuk menghadapi laga away melawan Persija Jakarta (9/3) dan Semen Padang (13/3). Skuad laskar wong kito sendiri akan bertolak meninggalkan Palembang pada Jumat (7/3) dengan menggunakan penerbangan pertama menuju ibukota Jakarta.

Sebanyak 19 pemain akan berangkat secara bersama-sama pada Jumat (7/3) tersebut, sementara 2 lagi akan menyusul bergabung. “Dua pemain yakni Rizki Dwi Ramadhana dan Hafit Ibrahim sudah terlebih dulu berada di Jakarta pada Kamis (6/3) siang, sementara itu ada 5 pemain yang tidak kita bawa dalam laga melawan Persija,” ujar pelatih SFC, Subangkit.

Beberapa nama pemain yang tidak dibawa dalam laga melawan Persija Jakarta seperti Rivan Nahumarury, Syamsir Alam dan Maman Abdulrahman diakuinya tidak berada dalam kondisi terbaiknya. “Syamsir, Rivan dan Maman masih dalam proses pemulihan cederanya, namun kondisinya akan terus kita pantau,” tambahnya.

Berikut nama-nama pemain yang dibawa saat melawan Persija Jakarta (9/3) dan Semen Padang (13/3) : Fauzi Toldo, Teja Paku Alam, Selzius Gebze, M Hamzah, Ahmad Sumardi, Erol Iba, Jeki Arisandi, Firdaus Ramadhan, Abdoulaiye Maiga, Vali Khorsandi, Asri Akbar, Ongfiang Frank Oliver, Vendry Mofu, Hafit Ibrahim, Syakir Sulaiman, Siswanto, Anis Nabar, Alan Martha, Rizki Dwi Ramadhana, Lancine Kone, Rishadi Fauzi

Pemain yang ditinggal : Tri Hamdani, Rivan Nahumarury, Maman Abdulrahman, Syamsir Alam, Septa Riyanto

Sriwijaya FC Seperti Terlahir Kembali

Sempat mengalami krisis pemain di awal-awal musim akibat banyaknya pemain yang cedera, kini Sriwijaya FC ibarat terlahir kembali setelah keadaan itu semakin membaik. Terlebih, Laskar Wong Kito ibarat mendapatkan berkah tersendiri setelah PT Liga Indonesia meliburkan kompetisi Indonesia Super League selama dua pekan, guna mendukung jadwal pelatnas yang tengah dilakukan Timnas Senior dan Timnas U-23.

Manajer Tim SFC, Robert Heri, Sabtu (22/2/2014) mengungkapkan, dengan jeda liburan dua pekan itu maka beberapa pemainnya yang cedera, seperti Maman Abdulrahman dan Ahmad Sumardi dipastikan bisa memiliki waktu lebih banyak untuk pemulihan.

Dia yakin sebelum SFC melakoni pertandingan berikutnya ke markas Persija Jakarta, 9 Maret nanti, baik Maman maupun Sumardi sembuh total dan siap dimainkan dalam laga krusial itu.

“Masih ada waktu sekitar dua pekan lebih bagi pemain kita untuk memulihkan cederanya,” kata Robert.

Profil Klub Indonesia Super League 2014: Sriwijaya FC

Perombakan tim secara besar-besaran yang dilakukan manajemen Sriwijaya FC (SFC) terhadap pemain musim lalu, tak membuat Laskar Wong Kito menghilangkan tradisi sebagai klub yang mengusung target juara setiap tahun. Ya, bermaterikan pemain muda dan senior yang telah terbentuk sejak 1 Desember 2013, tim yang dilatih Subangkit ini tak merasa gentar untuk bersaing dalam memburu trofi juara Indonesia Super League (ISL) 2014.

Menilik skuat musim ini, hanya M. Sobran dan Rizki Dwi Ramdhan pemain musim lalu yang masih bertahan. Bahkan, untuk level manajemen dan pelatih juga mengalami perombakan besar-besaran. Namun begitu, persiapan tim yang sudah digelar sejak tiga bulan lalu dinilai cukup untuk mengarungi ketatnya persaingan di ISL nanti.

"Tim ini 98 persen tim baru, yang diperkuat oleh pemain muda dan pemain senior. Kita punya tradisi menjadi juara setiap tahunnya. Alhamdulillah sekarang komunikasi antarpemain sudah terlihat  kompak, dan pemain hampir dikatakan komplet. Kita hanya tinggal mencari satu pemain asing Asia lagi untuk mengganti Diogo," kata Robert Heri, manajer SFC.

SFC pun semakin optimistis dengan format kompetisi dua wilayah. Meski mereka menyadari peluang untuk melaju ke final ISL akan sulit, karena klub-klub papan atas musim lalu banyak berada di wilayah barat. Namun begitu, Robert mengakui tetap yakin timnya bisa bersaing untuk mencapai target juara.

"Tim musim ini lebih baik dari musim lalu, tinggal kerja sama saja yang harus terus diasah karena kita tim baru. Mudah-mudahan ke depan SFC kembali pada masa kejayaannya merebut trofi ISL," papar Robert.
 

STATISTIK MUSIM LALU
Divisi Utama PT Liga Indonesia 2013
Main Menang Seri Kalah Gol
34 17 6 11 56-61

PELATIH: Subangkit

PROFIL SINGKAT
Nama lengkap: Subangkit
Lahir: Pasuruan, 29 November 1959
Tinggi/berat: 172 cm/80 kg
Karier pelatih : Persekabpas Pasuruan (2003-2007), timnas U-16 (2007), timnas U-20 (2008), Persema Malang (2009-2011), Persela Lamongan (2011-2012), Persiwa Wamena (2012-2013), Sriwijaya FC U-21 (2013), Sriwijaya FC (2014-sekarang)
Sukes membawa Sriwijaya FC U-21 menjadi juara Indonesia Super League (ISL) 2012/13, membuat Subangkit langsung dipercaya manajemen untuk menukangi tim senior pada ISL 2014. Dalam pembentukan tim yang hampir 100 persen dihuni muka baru, Subangkit awalnya cukup kesulitan karena harus memadukan permainan para pemain yang sama-sama baru bergabung dalam satu tim.

Kendati harus meracik mulai dari nol, pelatih kelahiran Pasuruan, 29 November 1959 ini akhirnya hampir merampungkan tugasnya membentuk sebuah tim yang siap bersaing untuk merebut trofi ISL musim ini. Diakuinya, dengan pemain yang hampir 100 persen muka baru, terlebih dahulu ia harus memahami karakter setiap pemainnya.

Subangkit menginginkan tim yang memiliki pemain kompetitif untuk selalu siap diturunkan. Mantan pelatih Persela Lamongan itu tak memandang perbedaan antara junior maupun senior untuk menjadi skuat inti. Siapa yang siap, maka itu yang akan diturunkan mulai menit awal dalam setiap pertandingan.

"Tapi yang paling penting saya menginginkan tim yang fisiknya bagus. Selain kompetitif menjadi yang terbaik, pemain harus punya fisik bagus. Di saat kehilangan bola, dia mampu kembali merebut bola. Syukurlah sekarang tim ini sudah hampir terbentuk walau ada beberapa pemain yang masih harus beradaptasi," kata Subangkit.

Dengan format kompetisi dipecah dua wilayah, Subangkit mengatakan memang sedikit mengurangi persaingan untuk merebut juara musim ini. Setidaknya, keputusan dari PT Liga Indonesia membagi kompetisi menjadi dua wilayah meringankan beban finansial klub untuk melakoni partai tandang.

Subangkit mengakui kalau kompetitor Laskar Wong Kito di wilayah barat lebih berat dibandingkan wilayah timur. "Pada dasarnya persaingan itu sama tinggi. Tapi kalau melihat hasil musim lalu, memang persaingan wilayah barat lebih berat, ada Persib, Arema, Barito, Persija, Gresik. Tapi kita  kita tidak tahu mungkin saja banyak kejutan pada musim ini," pungkasnya.
PEMAIN ANDALAN: Lancine Kone

PROFIL SINGKAT
Nama lengkap: Lancine Sanogo Kone
Lahir: Pantai Gading, 16 Juni 1979
Tinggi/berat: 179 cm/70 kg
Posisi: Gelandang/striker
Karier klub: Africa Sports National (2005-2006), KAC Marrakech (2006-2008), Emirates Club (2008-2009), KAC Marrakech (2009-2010), Raja Casablanca (2010-2011), Deltras Sidoarjo (2011-2012), Putra Samarinda (2012-2013), Sriwijaya FC (2013-sekarang)
Sriwijaya FC tak kehilangan sosok pemain andalan sekaligus panutan untuk mengarungi kompetisi Indonesia Super League (ISL) musim ini, meski melakukan perombakan tim besar-besaran. Setelah musim lalu ada Ponaryo Astaman, sosok itu kini berpindah kepada pemain asing Lancine Kone.

Ban kapten SFC pun disematkan di lengannya untuk musim ini. Menyusul, sebagai pemain senior sosoknya disegani baik di dalam maupun diluar lapangan. Selain itu, pemain asal Pantai Gading ini pun layak dikatakan sebagai "jelmaan" Keith Kayamba Gumbs, pemain asing yang berperan sebagai kapten SFC musim 2011/12.

Mengingat usianya yang sudah menginjak 34 tahun, Kone masih memiliki kecepatan, fisik, serta naluri yang baik dalam mencetak gol. Itu bisa dilihat pada torehan tujuh golnya di ajang Inter Island Cup 2014.

"Kone punya kualitas yang mumpuni, dan sebagai pemain bola dia punya segalanya," ucap Subangkit, memuji.

"Dia (Kone) merupakan pemain luar biasa, pengalamannya harus dijadikan teladan bagi pemain lokal kita," kata Robert Heri, manajer SFC, menimpali.

Namun sayang, jelang bergulirnya ISL, Kone harus keluar masuk rumah sakit lantaran pembengkakan pada telapak tangan kanannya. Dia pun dipastikan bakal absen saat SFC bertandang ke markas Persib Bandung, 2 Februari nanti. (gk-55)


Sriwijaya FC Kebut Penyelesaian ITC Legiun Asing

Jelang laga perdana melawan Persib Bandung, Minggu (2/2/2014) di Stadion Jalak Harupat Kabupaten Bandung, manajemen Sriwijaya FC mengaku terus menyelesaikan proses International Transfer Certificate (ITC) bagi 4 pemain asing sebagai syarat untuk dapat turun dalam pelaksanaan kompetisi Indonesia Super League (ISL) 2014.

Meskipun masih dalam proses administrasi, namun manajemen laskar wong kito tetap memendam optimisme ITC tersebut sudah akan keluar sebelum laga perdana tersebut. Hal tersebut disampaikan manajer SFC, Robert Heri saat acara jamuan makan siang untuk melepas keberangkatan tim menuju Bandung, Rabu (29/1/2014) siang.

“Perlu kita jelaskan bahwa manajemen kita sudah mengurus proses ITC bagi 3 pemain asing kita, yakni Abdoulaiye Maiga, Lancine Kone dan terakhir Ongfiang Frank Oliver. Siang ini proses sudah berjalan dan semoga tidak ada halanga karena kita sudah berkoordinasi dengan agen mereka termasuk federasi sepakbola negara asal mereka,” ujarnya.

Namun dirinya mengakui memang untuk pemain asing asal Iran, Vali Khorsandipish Kenari pihaknya sedikit memerlukan waktu untuk penyelesaian ITC tersebut. “Kendalanya bukan dari kita, namun karena PSSI-nya Iran libur setiap Kamis dan Jumat sehingga kita baru bisa mengurus ITC-nya, tapi staf PT SOM sudah kita tugaskan untuk terus memantau perkembangannya. Kami tetap optimis semua akan selesai sebelum kick off laga melawan Persib,” tambahnya.

Copyright © 2012 Sriwijaya FC Palembang. All rights reserved.