Informasi lengkap dan berita terkini tentang klub sepakbola Sriwijaya FC Palembang, Sriwijaya Football Club Palembang.

Dian Agus Prasetyo Tetap Dipercaya Benny Dolo

Pelatih Sriwijaya FC Benny Dolo mengungkapkan, ia tetap menaruh kepercayaan kepada Dian Agus Prasetyo untuk berdiri di bawah mistar Laskar Wong Kito pada Indonesia Super League (ISL) 2015.

Dari tiga laga yang sudah dijalani, gawang Sriwijaya FC sudah kebobolan enam kali. Walau begitu, Bendol, sapaan Benny, menilai performa Dian Agus sejauh ini tetap stabil, meski pun gagal menciptakan clean seat di tiga laga tersebut.

“Kebobolan yang terjadi itu tidak bisa disalahkan dari per lini saja, karena sepakbola itu bermain dengan kolektivitas tim. Untuk penampilan Dian sendiri masih tetap stabil. Kalau dilihat dari proses golnya, itu sudah sewajarnya menjadi gol,” urai Bendol.

Sementara itu, pelatih kiper Haryono tengah fokus meningkatkan ball feeling ketiga penjaga gawang Sriwijaya FC. Haryono mengaku tidak mengetahui proses enam gol yang bersarang di gawang Dian Agus, lantaran sedang mengikuti kursus pelatih C AFC.

“Saya tidak lihat siarannya, karena waktu itu saya lagi ikut pelatihan C AFC, dan baru selesai setelah SFC lawan PSM,” kata Haryono.

“Sekarang saya maksimalkan latihan di situasional shooting dan croosing ball. Untuk fisik, semuanya bagus.”
Di sisi lain, Dian Agus tidak menyalahkan rekan satu timnya, dan menilai kebobolan sebanyak enam kali itu akibat kesalahan kolektif.

“Kalau saya melihat, kurangnya kesiapan pemain belakang, terlalu gugup ketika ada serangan balik, mudah kehilangan bola, kurang konsentrasi, komunikasi juga harus ditingkatkan. Tapi mudah-mudahan ke depan bisa lebih baik lagi,” imbuhnya.

Polda Sumsel tak Izinkan Pertandingan Sriwijaya FC vs Persib Bandung

 
Seperti halnya dengan sejumlah kota lain, Polda Sumsel juga menerima perintah Mabes Polri untuk tidak mengizinkan kompetisi QNB sampai batas waktu yang belum ditentukan.

Mengacu hal ini, pertandingan antara Sriwijaya FC (SFC) melawan Persib Bandung di Gelora Jakabaring Palembang Minggu (3/5/2015) nanti terancam batal.

Dikatakan Kabid Humas Polda Sumsel, Kombes Pol Djarod Padakova, Polda Sumsel sudah menerima perintah Mabes Polri terkait larangan pemberian izin untuk pertandingan sepakbola, termasuk lanjutan kompetisi QNB.

Perintah itu disampaikan melalui Telegram Rahasia Mabes Polri yang diterima Polda Sumsel belum lama ini.
"Karena itu perintah atasan, harus dilaksanakan Polda Sumsel. Jadi, kita tidak memberikan izin digelarnya pertandingan sampai ada koordinasi lanjutan," kata Djarod, Jumat (24/4/2015).

‪Dasar surat ini, dikatakan Djarod, memang ada permintaan dari pihak Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) untuk tidak memberikan izin pertandingan QNB League di setiap daerah yang akan menggelar pertandingan ini.‬

Djarod pun mengaku belum tahu persis isi perintah tersebut. Hanya saja, isinya berintikan larangan pemberian izin untuk pertandingan sepakbola.

Laporan Pertandingan: PSM Makassar 3-3 Sriwijaya FC

 

PSM Makassar hanya berhasil meraih poin satu pada laga kedua mereka di Indonesia Super League (ISL) 2015. Itu setelah, mereka bermain imbang 3-3 dengan Sriwijaya FC di Stadion Andi Mattalatta Mattoanging, Makassar, Sabtu (11/4) petang.

Dengan demikian, PSM saat ini meraih poin empat dari dua laga. Sedangkan Sriwijaya FC baru mengoleksi tiga poin dari tiga pertandingan yang telah dilakoni.

Babak pertama

Tampil di depan pendukung sendiri, PSM langsung menggebrak. Tendangan Muhammad Rahmat masih bisa ditangkap dengan baik oleh kiper Sriwijaya FC, Dian Agus Prasetyo. Tekanan tak berhenti sampai di situ. 

Namun, para penggawa Laskar Wong Kito masih mampu untuk meredam alur serangan yang dibangun Ponaryo Astaman dan kawan-kawan hingga pertandingan berjalan sepuluh menit.

Sriwijaya sendiri sempat mendapatkan peluang emas melalui Ferdinand Sinaga. Namun, bola hasil sepakan kaki kirinya masih bisa ditepis Markus Haris Maulana. PSM membalas lewat tendangan Kurniawan Karman. Tapi juga masih bisa ditepis Dian Agus.

PSM terlihat mendominasi jalannya pertandingan, sementara Sriwijaya FC mengandalkan serangan balik cepat. Serangan balik cepat tersebut nyaris membuahkan gol, jika tendangan mendatar Goran Ljubojevic di dalam kotak penalti tidak berhasil ditepis Markus.

Hingga akhirnya, umpan sodoran Nemanja Vucicevic berhasil diteruskan Syamsul Chaeruddin menjadi gol pada menit ke-28. Papan skor pun berubah 1-0 untuk keunggulan tim tuan rumah.

PSM masih terus melakukan tekanan. Vucicevic kembali memberikan sodoran yang memanjakan untuk Aditya Putra Dewa. Namun kali ini sepakan Aditya masih bisa diblok Dian Agus.

Sriwijaya sebenarnya mampu mencetak gol pada menit ke-33 melalui aksi Ferdinand Sinaga. Namun gol tersebut dianulir wasit lantaran Ferdinand dinilai sudah terjebak off-side lebih dulu.

PSM kembali melanjutkan tekanan mereka ke lini pertahanan tim tamu. Tendangan kaki kiri Aditya kembali bisa ditepis Dian Agus.

Sriwijaya akhirnya berhasil menyamakan kedudukan pada menit ke-45 melalui sundulan Goran Ljubojevic. Ljubojevic berhasil memanfaatkan umpan tendangan bebas dari Ferdinand untuk menjadi gol. Skor 1-1 bertahan hingga babak pertama usai.

Babak kedua

Memasuki babak kedua, PSM kembali mengambil inisiatif serangan lebih dulu. Namun upaya mereka masih bisa diantisipasi dengan baik oleh Titus Bonai dan kawan-kawan. Bahkan, Sriwijaya FC mampu mengancam gawang PSM lebih dulu.

Tapi kali ini sundulan Ljubojevic masih bisa ditangkap dengan baik oleh Markus.

PSM akhirnya kembali unggul pada menit ke-54 melalui sepakan penalti Vucicevic. Tendangan Vucicevic yang mengarah keras ke pojok kanan atas gawang Sriwijaya tak bisa dijangkau Dian Agus. Skor berubah 2-1 untuk PSM.

Unggul satu gol, membuat para penggawa tim Juku Eja kian bersemangat. Benny Dolo pun mencoba menangkal dengan memasukkan Morimakan Koita untuk menggantikan Asri Akbar pada menit ke-65, guna meningkatkan daya kreativitas timnya.

Hasilnya, Koita berhasil menyamakan kedudukan menjadi 2-2 lima menit berselang. Koita berhasil menyundul dengan baik umpan dari Patrich Wanggai di depan gawang PSM.

Tak ayal, pertandingan pun semakin berjalan menarik. Kedua tim saling bergantian melakukan serangan. 

PSM kembali unggul setelah Aditya berhasil mencetak gol pada menit ke-77. Aditya berhasil memanfaatkan umpan sodoran Muchlis Hadi Ning Syaifulloh di depan gawang Sriwijaya. Skor 3-2 untuk PSM.

Kembali tertinggal, Sriwijaya mencoba tampil lebih menekan. Mereka pun berhasil menyamakan kedudukan menjadi 3-3 lewat sundulan Ljubojevic, dengan memanfaatkan umpan Ferdinand. 

Kedudukan kembali seimbang, jual-beli serangan pun terjadi lagi. Hingga pertandingan usai, skor tetap 3-3. 

Susunan pemain:

PSM Makassar: 28 Markus H.; 2 Hendra Wijaya, 3 Rasul, 5 Boman Bi Aime, 18 A Maulana; 11 Ponaryo Astaman, 8 Syamsul, 25 A.P Dewa, 13 Kurniawan Karman; 7 M. Rahmat, 9 Nemanja Vucicevic
Cadangan: 92 Dimas G, 19 Iqbal Samad, 22 Ardan Aras, 17 Rasyid, 27 Maldini Pali, 37 Muchlis Hadi, 26 Johan Y
Pelatih: Hans Peter Schaller

Sriwijaya FC: 33 Dian Agus; 5 A. Maiga, 22 Wildansyah, 26 Fachruddin, 14 Fathul Rahman; 6 Asri Akbar, 8 Raphael Maitimo, 17 Ferdinand Sinaga; 25 Titus Bonai, 88 Patrich Wanggai, 9 Goran Ljubojevic
Cadangan: 1 Yogi Triana, 10 Morimakan Koita, 24 Ichsan Kurniawan, 28 Nanak, 30 Jecky Arisandi, 37 Rizky Dwi, 91 Yohanis Nabar
Pelatih: Benny Dolo

PREDIKSI SRIWIJAYA FC VS SEMEN PADANG

Tim pelatih Sriwijaya FC (SFC) telah meminta seluruh pemain melupakan hasil pertandingan pertama dan harus move on saat menjamu Semen Padang di Stadion Gelora Sriwijaya, Palembang, Selasa (7/4).

Karena Laskar Wong Kito wajib membayar kepercayaan publik sepakbola Sumsel, pasca ditahan imbang Pelita Bandung Raya (PBR), akhir pekan kemarin. Apalagi, Kabau Sirah, julukan Semen Padang, juga pernah menahan imbang SFC di Gelora Sriwijaya, pada even pra musim sebelumnya. Jadi, pada laga kedua besok, Ferdinand Sinaga dkk mutlak harus memberi kemenangan pertama, demi menjaga kepercayaan pendukung setianya.

Asisten Pelatih SFC, Hendri Susilo menuturkan, mereka tidak ingin lagi membuat raut kekecewaan pendukung SFC kecewa di markas sendiri. Berkaca dari itulah, pihaknya langsung melakukan beberapa pembenahan cepat, khususnya penyelesaian akhir.

“Lawan (Semen Padang) sudah tiba di Palembang. Jadi kami harus melupakan pertandingan kemarin dan menyiapkan strategi untuk mendapat kemenangan,” tuturnya.

Hendri mengungkapkan, kurangnya organisasi tim mengharuskan jajaran pelatih berfikir keras, untuk menyeimbangkan dengan skema yang disiapkan head coach Benny “Bendol”Dollo. "Bukan persoalan penyelesaian akhir. Tapi organisasi tim kita sedikit kacau. Makanya kita behani persoalan tersebut," ungkapnya.

Dilanjutkannya, walau pernah merasakan kekuatan Kabau Sirah pada Gubernur Sumsel Cup 2015 Maret lalu, namun SFC tetap mengusung target menang. "Ini kompetisi resmi, kami tidak mau bermain imbang. Target menang dan tiga poin harus kami dapat," tandasnya.

Sementara itu, Pelatih Semen Padang Nil Maizar telah menyiapkan 19 pemain dari Padang ke Palembang. Nil menjelaskan, kekalahan tipis dari Persib Bandung pada laga away pertama mereka, cukup memberi motivasi besar. Tanpa mengundur-undur waktu, mereka sudah berada di Palembang hari ini, demi menyiapkan tim menghadapi tuan rumah.

"Target kami mencuri poin, karena di laga perdana kita gagal. Kami yakin, bisa menang di sini. Melawan SFC bukan lagi hal baru, tim juga baru-baru ini bertemu dengan mereka di laga pra musim," pungkasnya.