Informasi lengkap dan berita terkini tentang klub sepakbola Sriwijaya FC Palembang, Sriwijaya Football Club Palembang.

Sriwijaya FC Tim Paling Bersih dari Denda

PALEMBANG - Operator kompetisi Torabika Soccer Championship (TSC) 2016 merilis daftar denda yang diberikan bagi 18 kontestan kompetisi tertinggi di tanah air ini sepanjang paruh pertama kompetisi.
Hasilnya, Sriwijaya FC merupakan salah satu tim yang paling bersih dari sanksi sepanjang kompetisi bergulir. Berbanding terbalik dengan tim ibukota Persija Jakarta yang menjadi salah satu tim tebanyak mendapatkan sanksi denda.

Seperti dikutip dari Sumatera Ekspress (Jawa Pos Group) bahwa menurut perhitungan PT Gelora Trisula Semesta (GTS) berasal dari 81 pertandingan yang sudah digulirkan sejak 29 April 2016 lalu, tercipta 194 gol dan ada sebanyak 357 kartu yang dikeluarkan wasit dengan 15 di antaranya merupakan kartu merah. 
Selain pelanggaran yang terjadi saat pertandingan berlangsung, Komisi Disiplin (Komdis) ISC juga mencatat sejumlah pelanggaran di luar lapangan. 

Pelanggaran-pelanggaran itu ada yang membuahkan sanksi peringatan hingga sanksi berupa denda dengan jumlah beragam hingga larangan bermain atau mendampingi tim bagi pemain maupun ofisial tim. 

Tercatat sudah 13 kali sidang Komdis dilangsungkan hingga kini. Dari total sidang itu, 14 dari 18 kontestan TSC 2016 sudah dijatuhi sanksi denda oleh Komdis ISC. 

Laskar wong kito adalah salah satunya bersama Bhayangkara Surabaya United, Bali United, dan Mitra Kukar.

Manajer Sriwijaya FC, Nasrun Umar sendiri mengaku bahwa pencapaian ini berkat komunikasi yang baik antara pihaknya dengan jajaran suporter serta pecinta Laskar Wong Kito selama ini.

Sriwijaya FC 1-0 PSM Makassar

Sriwijaya FC merampungkan kemenangan ketiga mereka pada pekan ketujuh Indonesia Soccer Championship (ISC) A 2016, dengan membekuk PSM Makassar, di Stadion Gelora Sriwijaya, Sabtu (18/6) malam.

Gol Alberto Goncalves di pengujung laga membuyarkan misi pelatih Robert Rene Albert untuk mencuri poin dari Palembang. Ini merupakan kekalahan kedua bagi pelatih asal Belanda itu sejak membesut Juku Eja.

Babak Pertama

PSM Makassar cukup kesulitan untuk mengimbangi permainan dari kubu tuan rumah, Sriwijaya FC. Tapi sesekali serangan mampu dilancarkan tim Ayam Jantan Dari Timur melalui aksi Basri Lohy dan Maldini Pali.

Walau bisa menguasai lini tengah, bukan berarti Sriwijaya bisa mudah menembus ke lini pertahanan dari PSM. Tipikal gelandang bertahan di lini tengah PSM yakni Rasyid Bakri dan Rizky Pellu cukup baik menjadi filter serangan.

Sriwijaya sempat mengancam lewat sepakan jarak jauh Eka Ramdani di menit 8', tapi masih melambung di atas gawang kawalan Dimas Galih. Pun dengan usaha dari bomber asal Brasil, Hilton Moreira, yang belum mampu menemui sasaran.

Hingga paruh pertama usai, kedua tim harus puas bermain imbang tanpa gol. Serangan Sriwijaya yang makin nampak pada pengujung paruh pertama belum mempan ke jantung pertahanan dari PSM.


Babak Kedua

Tuan rumah kembali memegang kendali permainan begitu babak kedua dimulai. Hilton terus jadi andalan lini serang dari Laskar Wong Kito. Tapi eks Persib Bandung itu tak mudah menaklukkan Dimas Galih, seperti usahanya di menit 57'.

Sadar mulai kesulitan di lini tengah, Rene Albert pun menambah porsi gelandang tengah dengan memasukkan Ridwan Tawainella pada menit 60' untuk menggantikan Maldini yang sudah mulai kehabisan daya gedor. Lima menit berselang, Ridwan dikartu kuning.

Widodo C Putro coba menguras tenaga pemain PSM dengan menambah pemain cepat di lini serang, Yohanis Nabar masuk gantikan Ridwan dan nampak jadi ancaman tersendiri bagi PSM. Meski gol masih sulit dihasilkan.

Firman Utina akhirnya masuk untuk menambah kreativitas serangan dari tuan rumah di menit 72' menggantikan Eka Ramdani. Hingga akhirnya Beto Goncalves -- yang sepanjang laga tak nampak perannya --- jadi jawaban dari gol yang dibutuhkan Sriwijaya pada menit 89'.

Beto yang luput dari kawalan bek asing Boman Aime tak menyia-nyiakan kesempatan ketika bola menghampiri dan meneruskan dengan eksekusi jarak dekat yang tak kuasa dibendung Dimas. Skor 1-0 itu pun tak berubah hingga laga usai.

Susunan Pemain

Sriwijaya: Teja Paku; Supardi, Fachruddin, Ngurah Wahyu, Zalnando; Ichsan Kurniawan, Yu Hyun-koo, Eka Ramdani; Ridwan, Hilton Moreira, Beto Goncalves.

PSM: Dimas Galih; Erik Setiawan, Boman Aime, Hendra Wijaya, Ardan Aras; Maldini Pali, Rasyid Bakri, Rizky Pellu, Basri Lohy; Muchlis Hadi, Ferdinand Sinaga.

Persegres Gresik United 2–1 Sriwijaya FC

Sempat tertinggal lebih dulu, Persegres Gresik United akhirnya berhasil mendulang angka penuh usai memaksa Sriwijaya FC menelan kekalahan 2-1 di Stadion Petrokimia, Minggu (12/6) malam WIB, pada pekan keenam Indonesia Soccer Championship (ISC) 2016.

Kemenangan membuat posisi Gresik United naik ke peringkat sembilan klasemen sementara usai mengumpulkan delapan poin. Sebaliknya, hasil itu membuat Sriwijaya FC menelan kekalahan pertama.

Babak pertama

Gresik United memeragakan permainan terbuka demi memburu gol cepat di laga ini. Sedangkan Sriwijaya FC lebih banyak menunggu di pertahanan sambil mencari celah melakukan serangan balik.

Namun selepas laga berjalan sepuluh menit, Sriwijaya FC mulai bermain terbuka, dan menghadirkan ancaman di menit ke-15. Alberto Goncalves memperdayai kiper Sandy Firmansyah dengan tendangan tumit membelakangi gawang, namun membentur tiang.

Pendukung Gresik United terbungkam di menit ke-21 ketika Hilton Moreira menjebol gawang Sandy. Gol bermula ketika tendangan M Ridwan ditepis Sandy, dan bola muntah disambar Hilton untuk membuka keunggulan Sriwijaya FC.

Pertandingan menjadi sengit kala Gresik United merespons gol tersebut. Namun gawang Laskar Joko Samudro nyaris kebobolan pada menit ke-35. Hilton melepaskan tendangan setelah melihat gawang kosong ditinggal Sandy. Beruntung sundulan FX Yanuar mampu menghalau bola yang mengarah ke gawang.

Kans diperoleh Gresik United menjelang babak pertama berakhir. Tapi Teja Paku Alam sambil terbang berhasil menepis tendangan bebas Oh In Kyun yang mengarah ke sudut kiri gawang. Skor 1-0 bertahan hingga babak pertama berakhir.

Babak kedua

Gresik United yang tertinggal satu gol di babak pertama meningkatkan intensitas serangan mereka di paruh kedua. Sedangkan permainan Sriwijaya FC tidak mengalami perubahan signifikan.

Permainan agresif Gresik United membuahkan hasil ketika babak kedua berjalan tiga menit. Patrick da Silva sukses menyambar bola muntah hasil tendangan bebas Oh In Kyun yang ditinju Teja.

Gol tersebut membuat motivasi Gresik United makin meninggi. Hasilnya, tuan rumah sukses membalikkan keadaan di menit ke-61. Eduardo Maceil melepaskan umpan tarik yang disambar Patrick, sehingga memaksa Teja memungut bola dari jalanya untuk kali kedua.

Sriwijaya FC yang berbalik tertinggal langsung meningkatkan irama permainan. Tekanan bertubi-tubi dilancarkan tim tamu. Kans emas diperoleh M Ridwan ketika ia menerima umpan matang dari Beto di menit ke-70. Walau berdiri bebas, tendangan Ridwan menyamping di sisi kiri gawang Sandy.

Menjelang laga berakhir, Gresik United memilih mempertahankan keunggulan dengan permainan bertahan. Skema ini membuat Sriwijaya FC menemui kesulitan menembus lini pertahanan. Skor 2-1 untuk kemenangan Gresik United tidak mengalami perubahan hingga peluit panjang ditiupkan wasit.

Berikut susunan pemain kedua tim:

Gresik United: Sandy Firmansyah; Daniel Junaedi (Kamri 79'), Riyandi Ramadhana, Romy Agustiawan, FX Yanuar (Rifqi 72'), Faris Ardiansyah, Oh Inkyun, Reza Mustofa (Eduardo 31'), Agus Indra Kurniawan, Ghozali Siregar, Patrick Da Silva.
Cadangan: Satria Tama; Muhammad Rifqi, Stevanus Bungaran, Yusuf Effendi, Muhamad Kamri, Hendri Satriadi, Eduardo Maceil.

Pelatih: Liestiadi

Sriwijaya FC: Teja Paku Alam; Zalnando, Mauricio Leal, Achmad Jufriyanto, Fachruddin Wahyudi, Supardi, Ichsan Kurniawan, Firman Utina (Yohanis 62'), Muhammad Ridwan (Mushafry 77'), Alberto Goncalves, Hilton Moreira (Airlangga 87').
Cadangan: Yogi Triana; AA Ngurah Wahyu, Wildansyah, Yoo Hyun Koo, Yohanis Nabar, Talaohu Abdul Mushafry, Airlangga Sucipto.

Pelatih: Widodo Cahyono Putro

Mitra Kukar Gagalkan Sriwijaya FC Kuasai Klasemen

PALEMBANG - Mitra Kukar menjadi mimpi buruk Sriwijaya FC (SFC) pada pekan kelima Indonesia Soccer Championship (ISC) A 2016. Bertarung di depan publik sendiri, SFC tak mampu menjebol gawang Naga Mekes -julukan Mitra Kukar- dan harus puas dengan satu angka setelah pertandingan berakhir 0-0.

Sriwijaya FC menjamu Mitra Kukar dengan rekor dua kemenangan beruntun di ISC A 2016. Setelah mencukur Madura United 5-0, SFC melibas Bhayangkara Surabaya United 1-0. Namun, Berlaga di Gelora Sriwijaya Jakabaring, Palembang, Minggu (29/5/2016) sore, Pelatih Widodo C Putro justru tak mampu memanfaatkan peluang untuk memetik kemenangan atas Mitra Kukar.

Statistik pertemuan memang berpihak pada Mitra Kukar dari tiga pertemuan sebelumnya, Pasukan Subangkit memetik satu kemenangan dan dua imbang.  Dengan hasil ini, Mitra Kukar memperpanjang rekor tidak terkalahkan.

Hanya menambah satu angka, menggagalkan upaya Laskar Wong Kito mengudeta Arema Cronus di papan klasemen ISC A. SFC berada di peringkat 2 dengan sembilan poin, sedangkan Arema Cronus meraup 10 angka. SFC hanya menggusur  Semen Padang ke peringkat 3 dengan 9 angka karena kalah produktivitas gol. Sementara Mitra Kukar yang juga mengemas sembilan poin naik ke peringkat 4.

Bagi Mitra Kukar raihan satu angka sudah memenuhi target. Sebelum laga, Pelatih Subangkit yakin timnya bisa mendapat poin di kandang SFC. "Kami harus realistis, tapi target kami mendapat poin di kandang SFC," katanya.

PREVIEW Sriwijaya FC - Mitra Kukar

Sriwijaya FC tak ingin terlalu percaya diri saat menjamu Mitra Kukar dalam lanjutan Torabika Soccer Championship (TSC) 2016 di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring, Palembang, Minggu (29/5). Pasalnya, Mitra Kukar bukanlah tim yang bisa dianggap remeh.

Setidaknya, itu melihat dari tiga pertemuan kedua tim sebelumnya di mana tim Laskar Wong Kito belum pernah mengalahkan tim Naga Mekes. Terakhir, SFC hanya mampu bermain imbang 2-2 dengan Mitra Kukar di turnamen Piala Bhayangkara, 22 Maret 2016.

Belum lagi, jika melihat tren positif tim yang dilatih Subangkit itu dalam empat laga mereka di TSC. Secara peringkat, SFC yang berada di peringkat ketiga atau satu setrip di atas Mitra Kukar, hanya menang selisih gol. Sementara poin yang dikumpulkan kedua tim saat ini sama-sama delapan.

"Kami sudah mempersiapkan tim, mulai dari persiapan fisik dan  mental. Sejauh ini tidak ada pemain yang cedera, semua siap dimainkan. Semoga besok (hari ini) apa yang dicita-citakan akan terkabul," kata Widodo Cahyono Putro, pelatih SFC.

"Prinsip saya dalam melatih tidak melihat ke belakang. Saya juga bilang ke pemain untuk tidak terlalu percaya diri. Sebab terlalu percaya diri bisa melemahkan segalanya. Mulai dari fisik, hingga kemampuan konsentrasi," tambahnya.

Mantan striker timnas Indonesia itu juga tak begitu khawatir, bila nanti Cak Su, sapaan Subangkit, menurunkan winger lincahnya Hendra Adi Bayauw. Mantan winger Semen Padang itu, memang selalu jadi momok SFC, dengan penampilannya yang selalu bisa merobek jala tim asal Palembang itu setiap kali dia turun.

"Tidak ada masalah, Bayauw permainannya hebat. Akselarasi dan tendangannya memang bagus. Namun itu sudah kami antisipasi dengan simulasi dan latihan. Dengan dedikasi dan disiplin, saya yakin pemain bisa meredam semua itu," tegasnya.

Rasa optimistis juga disampaikan bek muda SFC, Zalnando. Apalagi, pada laga ini dia ingin memberikan pembuktian kepada Subangkit, yang merupakan mantan pelatihnya ketika masih di level SFC U-21.

"Ini menjadi motivasi bagi saya untuk kasih lihat kepada pelatih Subangkit, bahwa saya sudah banyak berubah. Insya Allah kami siap untuk meraih tiga poin di laga nanti," tegas Zalnando.

Sementara itu, Subangkit menegaskan kondisi pasukannya saat ini sudah siap tempur. Meski ada dua pemain andalannya, yakni Asri Akbar dan Michael Orah yang harus absen di laga ini. Asri tak bisa bermain lantaran sedang sakit, sementara Orah terkena akumulasi kartu kuning.

Selain itu, kondisi Bayauw juga belum terlalu bugar karena baru sembuh dari cedera. "Kami tetap optimistis bisa mencuri poin. Meski memang tak mudah melawan SFC yang kuat di semua lini," ujar Subangkit.

"Saya berpikir realistis saja, kami tidak kehilangan angka saja sudah bagus. Saya rasa, dari komposisi pemain antara kami dan SFC tak banyak yang berubah sejak pertemuan di Piala Bhayangkara lalu," ujarnya.(gk-70)

Prakiraan susunan pemain kedua tim:

Sriwijaya FC: Teja Paku Alam; Fachrudin Aryanto, Mauricio Leal, Supardi, Zalnando; Eka Ramdani, Ichsan Kurniawan, Yu Hyun Koo; Hilton Moreira, TA Mushafry, Alberto Goncalves.

Mitra Kukar: Shahar Ginanjar; Zikri Akbar, Saepuloh Maulana, Arthur Da Rocha, Abdul Gamal; Bayu Pradana, Rodrigo Dos Santos, Septian David Maulana; Hendra Bayauw, Marlon Da Silva, Alan Leandro.

 

Sriwijaya FC Kembali ke Puncak Klasemen TSC

Sriwijaya FC mengalahkan Bhayangkara Surabaya United dengan skor 1-0 pada lanjutan TSC di Stadion Gelora Bung Tomo, Muinggu (22/5/2016). Gol tunggal Sriwijaya dicetak oleh Mauricio Aparecido Maciel Leal pada menit ke-25.
Berkat hasil ini, Sriwijaya memuncaki klasemen sementara dengan perolehan delapan poin dari empat pertandingan. Mitra Kukar dan Persija Jakarta mengoleksi poin serupa, tetapi kalah selisih gol.
Meski berstatus sebagai tim tamu, Sriwijaya memeragakan permainan agresif. Hasilnya, tim berjulukan Las Wong Kito itu membuka keunggulan pada menit ke-25.
Berawal dari sepak pojok Talaohu Abdul Musafri, Mauricio Aparecido Maciel Leal menanduk bola ke gawang Wahyu Tri Nugroho. Gol ini sekaligus menutup paruh pertama.
Ancaman Sriwijaya berlanjut setelah jeda. Pada menit ke-53, Beto Goncalves sempat melepaskan tembakan yang belum menemui sasaran.
Di sisi lain, Rudi Widodo memberikan sedikit penyegaran kepada Surabaya setelah masuk pada menit ke-62. Eks pemain Persela Lamongan itu mengancam gawang Sriwijaya sebanyak dua kali.
Akan tetapi, tidak satu pun usaha tuan rumah membuahkan hasil. Sriwijaya akhirnya berhak membawa pulang tiga poin.
Sriwijaya juga menjadi satu-satunya tim yang meraih kemenangan pada Minggu. Perseru Serui bermain imbang tanpa gol dengan Persija Jakarta. Skor serupa menutup duel antara Persegres Gresik United dan PS TNI.
Bhayangkara Surabaya United 0-1 Sriwiajaya FC (Mauricio Aparecido Maciel 25')
Bhayangkara Surabaya United: Wahyu Tri; Putu Gede, Otavio Dutra, Suroso, Fatcurohman; Fandi Eko, Muhammad Hargianto, EvanDimas, KhailAbdelkbir; Ilham Udin, Thiago Furtuoso
Pelatih: Ibnu Grahan
Sriwijaya FC: Teja Paku Alam; Supardi, Fachrudin Aryanto, Maciel Leal, Zalnando; Ichsan Kurniawan, Yu Hyun-koo, Eka Ramdani; T.A Musafry, Beto Goncalves, Hilton Moreira
Pelatih: Widodo. C Putro