Februari 2010

Selasa, 23 Februari 2010

SFC Tahan Victory 0-0 di AFC


PALEMBANG - Sriwijaya FC berhasil menahan imbang tuan rumah Victory SC dengan skor 0-0 di National Stadium Maldives Selasa (23/2). Keith Kayamba Gumbs cs membawa pulang satu poin. Hasil ini menjadi modal penting bagi Laskar Wong Kito yang akan menghadapi Selangor FC, 16 Maret mendatang.

Keith Kayamba tampil mendominasi sepanjang pertandingan. Beberapa peluang mampu diciptakan, namun gagal membuahkan gol. Barisan penyerang SFC gagal memanfaatkan peluang karena tuan rumah memilih bertahan. Sementara Victory hanya sesekali melakukan serangan tetapi selalu kandas di kaki Charis cs.

Pelatih Rahmad Darmawan mengaku kurang puas dengan hasil yang diraih anak asuhnya. Apalagi Obiora cs mampu menciptakan banyak peluang. Namun pelatih kelahiran Metro Lampung ini tetap bersyukur mampu mendapatkan poin di laga away.

"Pemain sangat lelah, tetapi tetap mampu memberikan kontrol pertandingan. Kita kurang beruntung. Apresiasi saya berikan kepada para pemain yang berjuang tidak kenal lelah," ujar RD.

Cekmad sapaannya mengatakan, dengan raihan satu poin membuat SFC semakin percaya diri. Kesempatan untuk meraih 3 poin akan diperoleh Laskar Wong Kito saat melakoni pertandingan kandang yakni, menghadapi Selangor FC di Stadion Gelora Jakabaring, 16 Maret mendatang.

"Kita akan memaksimalkan laga kandang di Gelora Jakabaring," ujar RD.

Sementara Manajer SFC Hendri Zainuddin mengatakan dengan hasil ini pihaknya akan memberikan bonus Rp 2 juta kepada masing-masing pemain. Bonus ini bisa saja bertambah. Menurut Hendri hasil ini menjadi modal penting bagi Ketih Kayamba cs untuk melakoni pertandingan berikutnya dalam fase grup AFC.

"Ini menjadi modal penting. Kami memberikan bonus atas keberhasilan para pemain. Satu poin sangat penting," kata Manajer SFC Hendri Zainuddin.

Hendri yang juga menjabat Direktur Teknik PT SOM ini mengatakan, permainan SFC terus mengalami peningkatan. Meski kondisi mereka sedang mengalami kelelahan hebat sehabis melakoni perjalanan jauh dan tampil habis-habisan.

"Kami berikan apresiasi kepada pemain yang tidak kenal lelah selalu bergerak sepanjang pertandingan. Ini pertandingan melelahkan," ujar Hendri.

Mendominasi
Sejak kick off Maladewa berusaha menekan, tetapi serangan Victory yang dibangun Ibrahim Fazeel cs berhasil diredam lini belakang yang dikawal Charis Yulianto cs. Setelah keluar dari tekanan beberapa menit awal, SFC yang memperagakan permainan bertahan, langsung melakukan perubahan strategi. Kayamba cs langsung keluar menyerang.

Kombinasi tiga striker Gumbs, Rahmat Rivai, dan Obiora langsung membuat panik lini depan Victory. Dua peluang di babak pertama di dapatkan Obiora dan Kayamba, tetapi tendangan kedua pemain ini masih masih melenceng. Kedudukan babak pertama berakhir, kedudukan tetap bertahan 0-0.

Memasuki babak kedua, permainan berlangsung cepat. Sempat mendapatkan serangan mengejutkan di menit awal. SFC secara perlahan kembali mengendalikan permainan.

Duet Zah Rahan-Ponaryo di lini tengah sukses mematikan kinerja gelandang-gelandang anak asuh Ali Suzien. Bahkan beberapa kali Zah menusuk langsung ke kotak Penalti. Namun tendangannya masih diblok kiper Victory. Memasuki menit 72, Rahmat Rivai mendapatkan peluang matang. Tetapi tendangannya masih membentur pemain belakang tim lawan. Hingga babak kedua berakhir kedudukan tetap bertahan 0-0

ITC Solomin Diproses UFF Uzbekistan


PALEMBANG - Internasional Transfer Certificate (ITC) striker anyar Sriwijaya FC Pavel Solomin, kini sudah diproses UFF (Uzbekistan Football Faderation) atau PSSI-nya Uzbekistan. Jika tidak ada aral melintang, ITC yang menjadi persyaratan utama seorang pemain asing bisa bermain di klub profesional Indonesia akan kelar dalam waktu dua atau tiga hari.

"Kini surat keterangan dari klub lamanya Lokomotive Tashkent Uzbekistan sudah keluar dan sudah dikirim ke UFF (PSSI) Uzbekistan," ujar Sekretaris PT Sriwijaya Optimis Mandiri (SOM), Faisal Mursyid Selasa (23/2).

Dijelaskan Faisal, proses ITC memang agak panjang dibandingkan hal lainnya. Adapun proses sebagai berikut, setelah mendapatkan keterangan pindah dari Pavel Solomin, pihak klub yang mengontraknya SFC langsung mengusulkan surat keterangan dari klub lamannya Lokomotive Taskhent. Selanjutnya klub lama si pemain mengusulkan surat kepada badan sepakbola Uzbekistan untuk diproses. Diterangkan bahwa pemain yang bersangkutan sudah pihak klub dan atas izin klub lamanya.

"Setelah urusan di UFF selesai, maka diusulkan kepada PSSI Indonesia untuk kemudian proses. Jika tidak persoalan mendasarkan ITC langsung kita terima. Sementara itu Visa Berdiam Sementara (VBS) sudah selesai," ujar Faisal.

Minggu, 21 Februari 2010

Hari ini Pavel Teken Kontrak


SETELAH delapan hari berada di Palembang tanpa bertandingan bersama Sriwijaya FC, kekecewaan striker anyar Pavel Solomin sedikit terobati. Maklum pemain Timnas Uzbekistan ini akan resmi dikontrak manajemen Sriwijaya FC, Minggu (21/2) hari ini.
Kontrak striker Pavel Solomin akan dilangsungkan di sekretariat SFC kompleks Palembang Square (PS), dia akan diikat untuk setengah musim 2009/2010 ini” kata manajer SFC Hendri Zainuddin, Sabtu (20/2).

Menurut anggota DPRD Banyuasin ini, kontrak mantan top skorer Liga Utama Uzbekistan ini akan dihadiri langsung Presiden Klub H Dodi Reza Alex Noerdin.”Usai lawan Persija, Solomin langsung dipulangkan ke Palembang untuk urusan kontrak,” ujar Hendri.

Ditambahkan Direktur Teknik SFC ini, kontraknya memang untuk setengah musim, tetapi jika nantinya Solomin memberikan penampilan terbaiknya bisa saja kita perpanjang untuk satu musim mendatang. Namun agenda terdekat adalah meraih juara di musim ini. Disebut-sebut Solomin dikontrak Rp 400 juta hingga akhir musim. Namun manajemen tidak mau menyebutkannya lantaran tidak etis.

Dengan demikian Solomin resmi menjadi milik SFC. Saat ini kita berusaha keras agar ia segera bisa dimainkan saat menghadapi Bontang FC di laga kandang Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring, 7 Maret mendatang,” tandas mantan Ketua PS Banyuasin ini.

Waspadai Duo Timnas Maladewa


PALEMBANG -Jangan remehkan kekuatan Victory SC. Meski tanpa pemain asing, calon lawan Sriwijaya FC di fase grup H AFC (Asian Football Confederation) Cup ini memiliki kekuatan merata di semua lini. Khususnya lini depan patut diwapadai karena diperkuat duo striker timnas Maladewa, Ibrahim Fazeel dan Shad Ali.

Saya mempunyai beberapa rekaman pertandingan Maladewa, yang menjadi referensi untuk menentukan strategi yang dipakai nanti. Saya telah menontonnya beberapa kali,” kata Rahmad, Sabtu (20/2).
Duet Fazeel-Ali patut diwaspadai Charis Cs saat menghadapi Victory di Stadion Nasional Maladewa, Selasa (23/2) nanti. Ibrahim Fazel merupakan striker berteknik tinggi dan memiliki kecepatan. Ia berpengalaman dan sudah bermain di beberapa negara di antaranya Liga Brunei. Pengalaman Fazeel di AFC terbilang lumayan karena sudah dua kali memperkuat Victory, namun selalu gagal di fase grup.

Produktivitas Fazeel pun tidak perlu diragukan. Bersama Victroy ia mencetak 20 gol dari 45 penampilannya. Sementara bersama Timnas Maladewa, mencetak 14 gol dari 31 kali penampilan. Begitu juga rekan satu timnya Ashad Ali yang juga pemain Timnas Maladewa. Pemain ini merupakan duet sehati Fazeel.

Pelatih Rahmad Darmawan juga mengatakan, Maladewa tim yang solid dengan mengandalkan kolektivitas permainan. Juara Liga Maladewa ini memiliki striker bagus dan senantiasa menerapkan strategi permainan yang sederhana.”Victory memiliki striker bagus. Jika mendapatkan bola langsung diberikan ke striker dengan strategi “direct play”. Sederhana tetapi efektif sekali. Sebab mereka hanya memakai satu atau dua striker saja,” katanya.

RD sapaannya mengaku akan meningkatkan kewaspadaan lini belakang SFC untuk mengantisipasi pergerakan striker Maldives Victory SC yang memiliki skill dan kecepatan. Kekuatan SFC dan Victory cukup berimbang. Belajar dari kekalahan di laga terakhir usai ditekuk 1-0 oleh Persija Jakarta, Rahmad menekankan agar Kayamba cs bermain lepas. “Kemarin anak-anak terlalu berhati-hati, sehingga melupakan improvisasi, padahal penting untuk memecah kebuntuan strategi. Maka saya mengarahkan mereka bebas untuk mengembangkan permainan tapi harus tetap dalam skema yang diintruksikan,” ujarnya.
Minus Precious-Worabay

Dalam lawatan ke Maladewa ini, Cekmad sapaanya menentukan 18 pemain, namun minus Precious Emuejeraye dan Christian Worabay. Adapun pemain yang dibawa yakni Ferry Rotinsulu, Hendro Kartiko, Bobby Satria, Charis Yulianto, AA Ngurah Wahyu Trisnajaya, Ambrizal, Isnan Ali, Slamet Riyadi, M Nasuha, Ponaryo, Zah Rahan, Tony Sucipto, Arif Suyono, Rahmat Rivai, Kayamba, Obiora, Alamsyah Nasutian, dan Mustafa Aji.

Christian Worabay ditinggalkan kerena akumulasi kartu saat bermain di LCA yang berlaku juga di AFC. Sementara Precious ditinggalkan untuk rotasi pemain. Selain itu kuota pemain asing hanya tiga orang. “Sejak awal kita memilih Obiora, Kayamba, dan Zah Rahan karena kekurangan stok penyerang, sementara pemain belakang melimpah dan banyak pilihan,” ujar RD.

Boyong 18 Pemain ke Maladewa


PALEMBANG -Usai tampil habis-habisan melawan Persija Jakarta, Jumat (19/2), Sriwijaya FC harus terbang ke Maladewa Sabtu (20/2) pagi. Sebab Kayamba cs harus mempersiapkan diri menghadapi Victory SC di Stadion Nasional Maladewa, Selasa (23/2) mendatang. Pelatih Rahmad Darmawan membawa 18 pemain pilihan untuk menghadapi fase grup F Piala AFC (Asian Football Confederation).

Saya membawa 18 pemain dan berangkat Sabtu. Kita harus melakukan adaptasi dan menjajal stadion tempat dilangsungkannya pertandingan,” kata Rahmad Darmawan, Jumat (19/2).
Laskar Wong Kito akan tampil minus defender asing Prescious Emuejeraye. Pemain timnas

Singapura itu ditinggalkan karena kuota di AFC hanya membolehkan klub memainkan 3 pemain asing. Setelah melalui pertimbangan karena SFC kekurangan stok penyerang, maka RD memilih Anoure Obiora Richard dibandingkan Precious, plus Zah Rahan dan Keith Kayamba Gumbs. Sebab SFC memiliki banyak pemain belakang. Kemudian meninggalkan Worabay yang terkena akumulasi kartu, Octavianus yang masih cedera, dan kiper Andritany.

Tentunya berat memilih pemain mana saja yang dibawa, sebab mereka berkualitas. Tetapi saya harus prioritas, sebab laga kita tidak hanya di AFC, tetapi juga akan ada ISL dan Piala Indonesia,” ujar RD.

Tentang calon lawan, RD mengaku banyak mengetahui kekuatan Victory SC. Tim ini merupakan langganan Juara Liga dan kompetisi domestik. Tetapi masih minim soal pengalaman di ajang AFC. Tahun 2009 lalu, klub ini hanya beredar di fase grup. “Mereka juga dihuni pemain-pemain Timnas berkualitas, tentunya saya menyiapkan strategi khusus menghadapi klub Maladewa itu,” ujar penyandang tiga gelar juara bersama SFC .sripo

18 Pemain ke Maladewa
Ferry Rotinsulu, Hendro Kartiko, Bobby Satria, Charis Yulianto, AA Ngurah Wahyu Trisnajaya, Ambrizal, Isnan Ali, Slamet Riyadi, M Nasuha, Ponaryo, Zah Rahan, Tony Sucipto, Arif Suyono, Rahmat Rivai, Kayamba, Obiora, Alamsyah Nasutian, dan Mustafa Aji.

Pemain ditinggal
Precious, Worabay, Oktavianus, Amirul Mukminin, Andritany

Sabtu, 20 Februari 2010

Sriwijaya FC Optimis Rebut Poin Di Maladewa


Pelatih Sriwijaya FC Rahmad Darmawan menegaskan, dirinya cukup optimis bisa membawa pulang poin dari kandang Victory SC Maladewa, saat bentrok di babak 32 besar Piala AFC, Selasa (23/2).

Ditemui usai memimpin skuad timnya bentrok dengan Persija Jakarta dalam laga lanjutan putaran kedua Superliga 2009/10 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Jumat (18/2), Rahmad membeberkan optimisme dirinya itu.

"Insya Allah kami bisa membawa pulang poin dari Maladewa. Sebab dari video rekaman pertandingan Victory, saya sangat optimis anak-anak bisa mengatasi tim tersebut," katanya.

Ditambahkan, dari evaluasi rekaman tim lawan, pihaknya mengambil kesimpulan harus lebih dahulu mengambil inisiatif menyerang. Maklum saja karena tim yang akan dihadapi memiliki penyerang yang cukup berbahaya dan patut diwaspadai.

Masih kata Rahmad, meski timnya cukup kelelahan usai melakoni jadwal padat di kompetisi reguler, hal itu dipastikan tidak akan memengaruhi penampilan mereka. Sebab rotasi tetap ia lakukan untuk menjaga agar pemain yang tampil tetap fresh.

"Seperti pada laga melawan Persija hari ini, kami sengaja memainkan enam pemain yang absen di laga sebelumnya. Kami bersyukur karena materi pemain yang merata, sehingga rotasi bisa dilakukan dengan baik," pungkas Rahmad.

Seperti diketahui, pada babak 32 besar, "Laskar Wong Kito" berada di Grup F bersama Victory SC (Maladewa), Binh Doung (Vietnam), dan Selangor FC (Malaysia).

Pada laga perdana kejuaraan sepakbola kasta kedua di Asia ini, Sriwijaya yang di atas kertas masih diunggulkan dari rumah Victory SC akan memulai debutnya dalam upaya membuktikan diri masih yang terbaik.

Hentikan Perlawanan Sriwijaya FC, Persija Puas


Pelatih Persija Jakarta Benny Dolo mengaku cukup puas atas sukses timnya menghentikan perlawanan Sriwijaya FC dengan skor tipis 1-0, pada laga lanjutan putaran kedua Superliga di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Jumat (19/2).

Menurut pelatih bertubuh tambun yang akrab disapa Bendol ini, raihan tiga poin yang baru saja diperoleh timnya cukup menggembirakan, karena yang dikalahkan adalah tim hebat penghuni papan atas Sriwijaya FC.

“Hasil yang sangat memuaskan karena kami bisa mengalahkan Sriwijaya FC. Seperti kita tahu, mereka adalah tim bagus dan penghuni papan atas,” ujar Bendol dengan wajah sumringah dalam keterangan persnya usai laga.

Ditambahkan, pada laga yang berlangsung cukup ketat tersebut, pemainnya sempat lengah di babak kedua yang membuat lawan leluasa melancarkan tekanan dan menciptakan banyak peluang.

Beruntung karena barisan belakang timnya masih bisa mengantisipasi serangan yang dilancarkan tim lawan, sehingga tidak ada yang berbuah gol, meski harus jatuh bangun menahan gempuran.

Seperti diketahui, pada laga yang disaksikan puluhan ribu Jakmania, pendukung setia tuan rumah Persija, gelandang Firman Utina mampu mencetak gol semata wayang di laga itu pada menit ke-33, yang membuat "Macan Kemayoran" memastikan poin sempurna di kandang.

Rabu, 17 Februari 2010

Pavel Solomin Dibawa Lawan Persija


Striker anyar Sriwijaya FC Pavel Solomin akan dibawa pelatih Ramad Darmawan dalam lawatan menghadapi Persija Jakarta, 19 Februari mendatang. Keputusan ini dibuat karena ada peluang atau sinyalmen jika striker Timnas Uzbekistan itu bisa dimainkan saat Kayamba Cs menghadapi Macan Kemayoran julukan Persija. "Solomin akan kita bawa ke Jakarta nanti, sebab ada peluang bagi kita untuk memainkannya dalam pertandingan tandang lawan Persija," ujar manajer SFC Hendrai Zainuddin, Selasa (16/2). Menurut Hendri, syarat seorang pemain asing bisa bermain di Liga Super Indonesia (ISL) adalah persoalan Kitas (Kartu Izin Tinggal Sementara) dan (ITC) Internasional Transfer Certifikat) sudah rampung. "Sejauh ini perkembangan untuk urusan administrasinya sudah hampir rampung. Kita terus bergerak cepat menyelesaikan persoalan ini,"kata Hendri.

Selasa, 16 Februari 2010

Sriwijaya FC Kalahkan Persisam 3-0


Palembang (ANTARA News) - Sriwijaya FC (SFC) berhasil menang 3-0 tanpa balas menghadapi Persisam Putra Samarinda pada laga lanjutan putaran kedua Liga Super Indonesia 2009-2010, di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring, Palembang, Sumatra Selatan, Selasa sore.

Pada babak pertama, SFC yang didukung penuh para penonton di kandangnya sendiri berhasil membukukan kemenangan 1-0, dalam pertandingan yang cukup menarik dan saling serang di antara kedua kesebelasan itu.

Menit ke-6 pemain Persisam Irsyad Aras diganjal kartu kuning karena menjegal striker SFC Anoure Obiora Richard.

Menit berikutnya, kedua tim bermain sporadis, sehingga banyak membuang peluang gol.

Akhirnya, gol pembuka berhasil diciptakan tuan rumah Sriwijaya FC, memanfaatkan hadiah tendangan bebas yang diberikan wasit karena Obiora dijatuhkan di areal kotak penalti oleh Tsimi J Joel di menit 18.

Satu menit kemudian, Keith Kayamba Gumbs yang dipercaya mengeksekusi bola, berhasil melepaskan tendangan tepat dibawah mistar gawang dan tidak mampu dijangkau oleh kiper Persisam Wawan Hendrawan.

Kedudukan 1-0 untuk SFC.

Tertinggal satu gol membuat Persisam bersemangat menyamakan kedudukan, melalui Choi Doong Soo di menit 25.

Beruntung penyelamatan Precious yang sigap menendang bola, karena gawang telah ditinggalkan Ferry Rotinsulu, tetap membuat gawang SFC aman.

Menit 29, peluang pertama dari striker Persisam Ronald Fagundez, namum bola masih melebar dari sisi kiri gawang.

Menit 33, giliran striker SFC Rahmat Rivai mencoba mengancam gawang Pesisam, namun pergerakannya masih dijegal oleh Tsimi.

Menjelang akhir babak kedua Precious diganjar kartu kuning karena mengangkat kaki terlalu tinggi saat beradu duel dengan Choi Doong Soo.

Meskipun terjadi penambahan waktu dua menit, kedudukan 1-0 untuk SFC ini bertahan hingga turun minum.

Pada babak pertama ini, pelatih SFC Rahmad Darmawan menurunkan, penjaga gawang Ferry Rotinsulu, pemain belakang yakni, Bobby Satria, Precious Emuerejaye, Cristian Warobay, Isnan Ali.

Empat pemain belakang, Arief Suyono, Ponaryo Astaman, Alamsyah Nasution, pemain depan yakni Rahmat Rivai, Anoure Obiora dan Keith Kayamba Gumbs (kapten).

Sementara, pelatih Persisam Putra Samarinda AJi Santoso menurunkan, penjaga gawang, Wawan Hendrawan, pemain belakang yakni Usep Munandar, Tsimi Joel (kapten), Sonny Kurniawan, Syaiful.

Kemudian, empat pemain tengah, Fandi Muchtarm Akbar Rasyid, Ronald Fagundez, Irsyad Arsad, dan dua pemain depan Choi Doong Soo dan Zaenal Arif.

Pada babak kedua, permainan semakin menarik, namun SFC terus mendominasi sehingga berhasil menambah dua gol, masing-masing dari Keith Kayamba Gumbs, dan gol ketiga berupa hadiah tendangan penalti yang dieksekusi dengan baik oleh Rahmat Rivai (Poci).

Kendati pemain Persisam berusaha memperkecil kekalahan, namun hingga pertandingan berakhir, kedudukan tetap 3-0 untuk SFC.

Sriwijaya FC Targetkan Menang Hadapi Persisam


Sriwijaya Football Club (SFC) manargetkan tampil menjadi pemenang dalam menjamu Persisam pada pertandingan Liga Super Indonesia putaran kedua di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring Palembang, Selasa petang.

Target bisa tampil menjadi pemenang itu karena pihaknya telah mempersiapkan para pemain secara maksimal, kata pelatih SFC, Rahmad Darmawan di Palembang, Senin.

Menurut dia, selain itu pemain sekarang ini sedang bersemangat karena pada pertandingan tandang melawan Persebaya dan Persik Kendiri lalu, kesebelasan "Laskar Wong Kito" itu bisa meraih poin penuh.

Semangat kemenangan itu yang menjadi modal dalam menjamu kesebelasan dari Samarinda, Kalimantan Timur (Kaltim) itu, kata dia pula.

Dia mengatakan, selain itu kesebelasan milik masyarakat Sumsel itu bermain dikandang sehingga dukungan penonton cukup besar.

Melihat pertimbangan itu pihaknya merasa yakin pada pertandingan nanti kesebelasan SFC dapat menjadi pemenang, kata dia pula.

Memang, lanjut dia, pemain masih dalam kondisi kelelahan usai main tandang melawan Persebaya dan Persil Kediri lalu.

Hal ini karena kesebelasan tersebut hanya isterahat tiga hari dan setelah itu main kembali sehingga kondisi pemaian masih sedikit kelelahan, ujar dia pula.

Namun, lanjut dia, kesemuanya itu tidak terlalu menjadi masalah karena pemain menyatalam siap bermain maksimal dalam laga kandang nanti.

SFC dalam menghadapi Persisam dua pemain tidak bisa turun masing-masing Zah Rahan dan Charis Yulianto karena akumulasi kartu ketika bertanding melawan Persik Kendiri lalu.

Senin, 15 Februari 2010

Kayamba Siap Bombardir Gawang Persisam


PALEMBANG - Jika dilayani dengan baik dan diberikan umpan-umpan matang striker Keith Kayamba Gumbs bisa tampil menggila. Ia akan mampu mencetak banyak gol dalam satu laga. Buktinya pemain asal Kitt N Nevis ini mampu menciptakan hattrick saat SFC menggilas Persijap Jepara, 6 Desember lalu.

Total tujuh gol sudah disumbangkan striker gaek ini kepada Sriwijaya FC. Gol terakhirnya untuk Laskar Wong Kito saat menghadapi Persebaya, Surabaya di Gelora Sriwijaya Jakabaring, 26 Januari lalu. Namun, dalam dua laga perdana SFC di putaran kedua ini, Gumbs sapannya belum mencetak gol.

"Karena Kayamba merupakan pemain penting. Dia mampu membuka ruang, membawa bola dan sekaligus membuka ruang bagi pemain lainnya untuk mencetak gol," ujar pelatih Rahmad Darmawan, Senin (15/2).

Secara terpisah Kayamba mengatakan, mencetak gol sifatnya dilakukan secara situasional. Tetapi jika pemain lain lebih berpeluang, maka dia lebih suka memberikan asist atau membuka ruang bagi pemain lainnya."Tetapi intinya kita bombardir gawang Persisam nanti," ujarnya.

Panggil Saya Pavel


SETELAH tiga hari tidak menyentuh bola, striker anyar Sriwijaya FC Pavel Solimin akhirnya memuaskan diri dalam latihan perdana bersama rekan satunya timnya di Stadion Gelora Jakabaring, Senin (15/2).

Pemain Uzbekistan ini tampak begitu antusias mengikuti latihan. Ia pun menunjukkan kebolahannya dalam melakukan dribel dan melakukan tembakan jarak jauh terukur ke gawang yang dijaga kiper andalan SFC Ferry Rotinsulu.

Selain memiliki tembakan keras, dribel dan kecepatan di atas rata-rata pemain bertinggi 174 cm ini pandai membuat gol dari tendangan bebes atau bola-bola mati. Dalam pertandingan kemarin ia berhasil mencetak 3 gol.

Pelatih Rahmad "RD" Darmawan menyabut gembira kedatangan striker yang selama ini dicarinya. Ia berharap pemain timnas Uzbekistan itu mampu menutupi kelemahan lini depan yang selama ini menjadi masalah SFC sepanjang putaran pertama musim kompetisi 2009/2010 lalu.

"Semoga dengan kehadiran Solomin mampu menutupi kekurangan SFC selama ini. Permasalahannya memang disebabkan kita tidak memiliki striker murni," ujar RD.

Sementara Solomin mengaku gembira latihan bersama rekan-rekannya. Sebab akan membuatnya cepat beradaptasi bersama tim. Namun ketika dipanggil Solomin dengan cepat pemain yang mengenakan nomor punggu 23 meminta dipanggil Pavel."Panggil saya Pavel," ujarnya memperkenalkan diri.

Jaga Rekor Menang!


Sriwijaya FC akan mengawali pertandingan perdana di laga home pada putaran ke-2 Indonesia Super League (ISL) 2009-2010 ini. Laskar Wong Kito (julukan Sriwijaya FC) akan menjamu Persisam Samarinda besok, (16/2).

Pada debut pertama ini, tim besutan Rahmad Darmawan ini tak mau tinggal diam. Pasalnya, tim juara double winner 2007 ini akan berusaha keras menjaga tren belum terkalahkan di putaran ke-2 ISL musim ini.

"Kami akan bermain sebaik mungkin. Yang pasti kami akan memberikan yang terbaik bagi Sriwijaya. Target kami pada pertandingan nanti tetap meraih poin penuh," kata pelatih Sriwijaya FC, Rahmad Darmawan, kemarin (14/2).

Tekad Sriwijaya untuk menjaga tren tidak terkalahkan cukup beralasan. Sebab, dari dua laga awal putaran ke-2 ISL musim ini, Laskar Sriwijaya mengawali dengan rekor manis. Precious Emuejeraye dan kawan-kawan mampu memetik 6 poin dalam tur Jatim.
Yakni membungkam 2-0 atas Persebaya, Surabaya (10/2) lalu. Di lanjutkan dengan hasil manis setelah mengalahkan Persik Kediri dengan skor 1-0 pada 13 Februari lalu. "Mudah-mudahan kemenangan dua laga terakhir menjadi motivasi tersendiri bagi anak-anak," lanjut mantan pelatih Persija ini.

Bukan hanya itu, Laskar Sriwijaya juga akan bermain di hadapan ribuan Sriwijaya Mania (julukan suporter Sriwijaya). Ini menjadi motivasi tersendiri bagi Keith Kayamba Gumbs dan kawan-kawan.

Pertandingan yang akan digelar di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring ini juga kental dengan aroma balas dendam. Ya, pada putaran pertama, Laskar Sriwijaya harus tunduk 0-1 dari Elang Borneo (julukan Persisam), (16/1) lalu. Kekalahan Sriwijaya sendiri setelah kecolongan pada menit ke-76 lewat tendangan Danilo Fernando. Praktis, Christian Worabay dan kawan-kawan akan bermain mati-matian untuk membalas dendam.

Kans menang Laskar Wong Kito juga didukung dari hasil laga away Persisam yang kurang baik. Sebab, dari lima laga away terakhir, skuadra Aji Santoso memetik hasil tragis. Yakni, kalah 1-2 dari Bontang FC (5/12/09), kalah 0-1 dari Pelita Jaya (13/12/09), kalah 0-1 dari Persitara Jakarta Utara (16/12/09), kalah 0-1 dari Persija Jakarta (24/1/09) dan terakhir kalah 0-2 dari PSPS Pekanbaru (27/12/09) lalu.
Tapi, Coach Sriwijaya FC, Rahmad Darmawan, tetap menginstruksikan anak asuhnya untuk bermain hati-hati. Sebab, pelatih asal Metro Lampung ini tidak mau Sriwijaya kembali kecolongan poin di laga home.

Ya, putaran pertama ISL musim ini, hasil Sriwijaya di laga home kurang maksimal. Terbukti, tiga pertandingan Laskar Sriwijaya harus berbagi angka. Yakni setelah di tahan imbang 1-1 oleh Persib (12/12/09), ditahan 1-1 oleh Persija (13/1) dan terakhir berbagi poin setelah ditahan 1-1 oleh Persik Kediri (23/1).

Meski mampu ditutup dengan kemenangan 2-1 atas Persebaya Surabaya (26/1), ini tetap menjadi pekerjaan rumah tersendiri bagi Coach Rahmad Darmawan. Apalagi dari tiga pertandingan itu, dua laga Sriwijaya kecolongan di menit akhir.

Yakni, kebobolan pada menit ke-90 lewat via gol Rene Martines. Padahal Laskar Sriwijaya unggul lebih dulu lewat gol Keith Kayamba Gumbs. Begitu juga saat melawan Persik (23/1) lalu. Sriwijaya harus kebobolan pada menit ke-39 lewat gol Patricio Morales. Sebelumnya, Sriwijaya unggul lebih dulu lewat gol Rachmat "Poci" Rivai pada menit ke-10.

Pada laga terakhir, finishing touch juga masih menjadi momok tersendiri bagi Obiora Richard dan kawan-kawan. Meski menang 1-0 saat melawat ke Persik Kediri (13/2) lalu, sedikitnya tujuh peluang belum diselesaikan dengan baik. "Ya, kami masih sedikit bermasalah dengan penyelesaian akhir. Kami akan terus memperbaiki hal itu. Mudah-mudahan pemain bisa menyelesaikan dengan baik," tambah mantan pelatih Persipura ini.

Sementara itu, melawat ke Sriwijaya, skuadra Aji Santoso membawa misi besar. Hamka Hamzah dan kawan-kawan tetap optimis bisa meraih poin penuh. Tapi, tim berjuluk Elang Borneo ini tidak menganggap remeh permainan Sriwijaya.
"Kami tetap optimis bisa meraih poin penuh pada pertandingan nanti. Kami akan berusaha keras untuk mencuri poin saat bertemu Sriwijaya nanti. Tapi, kami juga harus waspada meski mereka tanpa diperkuat Zah Rahan dan Charis Yulianto. Sebab, mereka masih mempunyai banyak pemain berkualitas," timpal Aji Santoso. (mg43/mg42)

Hasil Lima laga terakhir ke-2 tim
Sriwijaya FC V Persija 1-1 (13/1)
Sriwijaya FC V Persik 1-1 (23/1)
Sriwijaya FC V Persebaya 1-2 (26/1)
Persebaya V Sriwijaya FC 0-2 (10/2)
Persik V Sriwijaya FC 0-1 (13/2)


Persisam V Persib 2-1 (19/1)
Persija V Persisam 1-0 (24/1)
PSPS V Persisam 2-0 (27/1)
Persisam V PSPS 2-0 (10/2)
Persisam V Persija 0-0 (13/2)

Tanpa Zah-Charis


Sriwijaya FC (SFC) dipastikan pincang saat menjamu Persisam Putra Samarinda di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring besok (16/2). Dua pilar utama tim berjuluk Laskar Wong Kito playmaker Zah Rahan Krangar dan defender Charis Yulianto tak dapat merumput akibat akumulasi kartu.
Meskipuan tanpa Zah dan Charis tapi coach Rahmad Darmawan tetap optimis memetik tiga poin pada laga ketiga putaran 2 Djarum Indonesia Super League (DISL) musim ini. Pasalnya, Keith “Kayamba” Gumbs dan kawan-kawan memiliki modal cukup besar. Yakni dua kemenangan away 2-0 (1-0) atas Persebaya Surabaya (10/2) dan 1-0 (0-0) atas Persik Kediri (13/2) lalu.
“Kondisi ini memang tidak menguntungkan kami. Tapi kami masih memiliki stok pemain berkualitas. Kami yakin kali ini pun bisa meraih angka penuh,” kata Rahmad sapaan akrabnya kepada wartawan kemarin, (14/2).
Lalu siapa pemain yang akan mengantikan posisi yang ditingalkan Zah Rahan dan Charis? Lanjut pelatih kelahiran Metro, Lampung 28 November 1966 itu, Sriwijaya memiliki banyak pilihan untuk pemain belakang tentunya dengan kualitas yang tidak jauh berbeda. Seperti Precious Emuejeraye, Ambrizal dan Bobby Satria yang bermain cukup taktis saat bermain sebagai starter ketika menaklukkan Persebaya.
“Kemungkinan kami akan memasang Bobby dan Precious dilini pertahanan. Keduanya juga lebih fresh. Sebab, sengaja kami istirahatkan saat melawan Persik. Apalagi saat meladeni Persebaya Bobby dan Precious juga tampil kompak,” jelas anggota TNI yang berpangkat kapten Marinir itu.
Untuk mengantikan Zah Rahan mantan pelatih Persipura Jayapura itu, menyiapklan Anoure Obiora Ricard. Mengigat saat menghadapi Persik Kediri, pemain timnas Liberia itu, diplot sebagai wing kiri. Sedangkan untuk posisi lini tengah dihuni oleh Ponaryo Astaman dan Tony Sucipto.
”Obiora akan kami tarik sedikit kebelakang. Sedangkan Rahmat ”Poci” Rivai kemungkinan akan kami mainkan untuk mengisi posisi targetman untuk mengantikan posisi Obiora sebelumnya,” pungkas pelatih yang sudah kenyang gelar itu. (mg42/mg43)

Minggu, 14 Februari 2010

Zah Pilih Jadi Suporter


TAMPIL gemilang dalam dua laga terakhir melawan Persebaya dan Persik Kediri, playmaker Sriwijaya FC Zah Rahan mampu mengangkat SFC kembali ke papan atas klasemen sementara Liga Super Indonesia (ISL). Namun sayang, gelandang asal Liberia itu harus absen akibat akumulasi kartu, saat timnya menjamu Persisam Samarinda di Stadion Gelora Jakabaring, Selasa (16/2).

Kondisi ini membuat Zah kecewa. Baginya sangat tidak mengenakkan ketika menyaksikan rekan-rekannya berjuang penuh keringat di lapangan, sementara ia hanya dapat menyaksikan dari tribun penonton.

Sangat tidak mengenakan memang, hanya menonton saja, tanpa bisa berbuat banyak,” ungkap Zah tak lama setelah timnya tiba di Palembang, Minggu (14/2).

Pemilik tinggi 166 cm ini absen setelah menerima kartu kuning keduanya saat menghadapi Persik Kediri, di Brawijaya Sabtu (13/2). Sebelumnya, dalam pertandingan lawan Persib di putaran pertama lalu, ia juga menerima kartu kuning.

Meski harus kecewa, pemain usia 24 tahun ini akan memberikan dukungan kepada rekan-rekannya. “Saya akan support dan jadi suporter teman-teman saat bertanding nanti. Saya yakin kita terus meraih hasil bagus lawan Persisam, sebab ini pertandingan kandang,” harap pemain yang dikenal lincah dan piawai mengocek bola.

Zah menjadi inspirator kemenangan SFC dalam dua laga terakhir. Dalam pertandingan lawan Persebaya dan Persik, ia mencetak 1 gol. Seperti diketahui perannya di lini tengah nyaris tidak tergantikan. Selama putaran pertama lalu, hanya satu kali Zah diistirahatkan 17 pertandingan yakni saat menghadapi Persiwa Wamena.

Absennya Zah kerugikan bagi SFC, mengingat Obiora cs menghadapi Persisam yang memiliki pemain merata di semua lini.Namun pelatih Rahmad Darmawan sudah menyiapkan penggantinya.

Kita sudah menyiapkan beberapa alternatif pemain yang bisa menggantikan peran Zah seperti Tony, Alamsyah atau Arif,” ujar RD.

Tak Sabar Jajal Jakabaring


SEJAK menjejakkan kaki di Palembang, Kamis (11/2), striker Pavel Solomin tidak sabar bermain besar Sriwijaya FC dalam laga resmi. Namun permain Timnas Uzbekistan ini harus bersabar menunggu. Selama itu pula dia harus mampu menjaga kondisi fisiknya agar tetap bugar.

Suami Anastasya ini aktif melakukan fitnes di Sriwijaya Sport Center setiap hari, pagi dan sore. Kegiatan ini rutin dilakukan sembari menunggu timnya pulang dari laga tandang. “Saya sangat termotivasi untuk segera memperkuat SFC,” ujar Solomin, Minggu (14/11).

Kedatangan Solomin memang menjadi harapan publik SFC. Makanya striker Timnas Uzbkistan ini, tidak ingin berpangku tangan. Baginya dengan fitnes akan membuatnya bugar dan siap dimainkan kapan pun. “Saya ingin segera bergabung latihan. Mudah-mudah saya cepat beradaptasi bersama rekan-rekan,” ujar pemain berusia 27 tahun ini.

Pavel merupakan pemain berbakat yang dimiliki Uzbekistan. Ia memiliki kecepatan di atas rata-rata. Mantan pemain Traktor Tashkent ini dikenal kuat dalam mendribel bola, ketajamannya di kotak penalti pun tak perlu diragukan.

Klub pertamanya di Liga Uzbekistan adalah Traktor Tashkent 2003-2005 53. Ia mencetak 21 gol dari 53 kali bermain. Sukses di klub yang telah membesarkannya, Solomin mencoba peruntungan di klub Uzbekistan lainnya Pakhtakor Taskent. Namun hanya bertahan satu musim bermain 12 kali

dan mencetak gol 6 kali. Merasa tidak betah karena dicadangkan, pemain bertinggi 173 cm ini kembali lagi ke klub lamanya Traktor Tashkent musim 2006/2007. Ia tampil gemilang dan menjadi top skor Liga mencetak 21 gol dari 30 kali penampilan.

Sukses ini melambungkan namanya. Klub Rusia FC Saturn Moscom Oblast mengambilnya, Namun ia tidak berkembang dan hanya mencetak 2 gol. Ia balik lagi Uzbekistan memperkuat Nagbahor Namangan dan Lokomotiv Tashkent. Musim ini SFC mengajaknya bergabung. Disebut-sebut

manajemen menawarkannya nilai kontrak sebesar Rp 650 juta selama setengah musim. “Kini saya mencoba bermain bersama SFC dan berharap terus dimainkan serta mencetak banyak gol,”

Pilih Nomor 23


Pemain anyar Sriwijaya FC, Pavel Solomin sudah hampir 100 persen bergabung bersama Sriwijaya FC. Bahkan, mantan pemain Lokomotiv Tashkent ini sudah memesan jersey nomor 23.
Menurut pemain kelahiran Uzbekistan, 15 Juni 1982 ini dirinya memilih nomor 23 karena terinspirasi ingin seperti pemain favoritnya, David Beckham semasa masih memperkuat Real Madrid.
“Meski di klub lama yakni Lokomotiv Tashkent saya memakai nomor 11, tapi di Sriwijaya saya akan memakai nomor 23. Karena saya ingin seperti David Beckham yang menjadi bintang dan sering mencetak gol,” kata Solomin, kemarin (11/2).
Mantan pemain Navbahor Namangan ini menambahkan, sesuai dengan tugasnya sebagai striker, dirinya akan berusaha keras untuk bisa menciptakan gol dan akan bermain maksimal dan memberikan yang terbaik bagi Sriwijaya.
“Secara fisik saya sudah siap untuk bermain bersama Sriwijaya. Saya akan berusaha keras untuk bisa membantu Sriwijaya menjadi yang terbaik. Terpenting saya akan bekerja maksimal,” lanjutnya.

Ya, di lihat dari perjalanan karirnya, Solomin merupakan pemain yang mempunyai naluri mencetak gol. Terbukti, saat memperkuat Traktor Tashkent, pemain berpostur 176 cm ini telah mencetak 23 gol dari 53 laga, begitu juga masih bersama Pakhtaor Taskent telah mencetak 6 gol dari 12 laga. Terakhir mencetak 21 gol dari 30 laga.
Begitu juga saat bermain di Timnas, saat Uzbekistan melawan Arab Saudi pada laga piala Asia di Stadion Gelora Bung Karno, Jakarta (22/7/07) dengan skor 1-2. gol satu-satunya Uzbekistan tercipta dari tandukan kakinya pada menit ke-81.
Pavel Solomin menambahkan, bukan hanya siap di tempatkan sebagai striker, dirinya juga siap di tempatkan di mana saja. Seperti playmaker atau sayap. “Bila ada pemain ada yang cedera atau tidak bisa diturunkan, saya siap untuk mengisi posisi itu,” lanjutnya.
Mengapa Anda memilih Sriwijaya? “Sebenarnya saya ingin dikontrak lagi dengan Lokomotiv Tashkent. Tapi, setelah saya banyak tahu tentang Sriwijaya lewat agen maupun internet, saya lebih memilih Sriwijaya,” pungkasnya. (mg43)

Nama: Pavel Solomin
TTL: Uzbekistan, 15 Juni 1982
Tinggi Badan: 176 cm
Karir klub: Laga (Gol)
2003-2005Traktor Tashkent 53 (23)
2005FC Pakhtakor Tashkent 12 0(6)
2006Traktor Tashkent 30 (21)
2007FC Saturn Moscow Oblast 02 0(0)
2008 Navbahor Namangan 0 (0)
2009- Lokomotiv Tashkent
2006 Timnas Uzekinstan sejak 12 (2)

Sabtu, 13 Februari 2010

Zahrahan Beri Sriwijaya Kemenangan


Persik Kediri kembali memainkan partai kandang pada lanjutan kompetisi Liga Super Indonesia, Sabtu, 13 Februari 2010. Tim Macan Putih menjamu Sriwijaya FC di Stadion Brawijaya.

Pada 45 menit pertama, belum ada serangan dari kedua tim yang benar-benar mengancam tim lawan. Buruknya penyelesaian akhir menjadikan skor saat turun minum pada laga yang disiarkan langsung oleh antv ini masih 0-0.

Sriwijaya sempat dirugikan oleh keputusan kontroversial wasit Oki Dwi Putra. Di menit 19, Oki memutuskan tidak memberikan hadiah tendangan penalti walau kapten Sriwijaya Keith Kayamba dijatuhkan di kotak penalti.

Kejadiannya berawal dari akselerasi Kayamba di sayap kanan Persik. Ia bisa menggiring bola dan tinggal berhadapan dengan kiper Fauzi Toldo. Tanpa ampun, Toldo menerkam kaki Kayamba walau bola telah lewat.

Wasit Oki sama sekali menilai apa yang dilakukan Toldo bukan merupakan pelanggaran. Kayamba pun hanya bisa terheran-heran menerima keputusan sang pengadil.

Babak kedua
Sriwijaya akhirnya bisa menjebol gawang tuan rumah sembilan menit memasuki babak kedua. Gol yang disambut dengan loncatan kegembiraan sang pelatih, Rahmad Darmawan.

Adalah pemain Persik Tito Purnomo yang melakukan kesalahan fatal. Ia luput menendang bola dan langsung dimanfaatkan oleh Zahrahan yang kemudian mencuri bola dan melakukan solo run.

Beberapa meter di luar kotak penalti, Zahrahan melepaskan tendangan ke pojok kanan gawang Toldo. Satu gol yang cukup memberikan tiga poin bagi Sriwijaya yang akhirnya menang 1-0.

Bagi Persik, ini adalah kekalahan ketujuh mereka musim ini dari 19 partai. Sriwijaya sendiri kini punya 31 poin dari 19 partai dan naik ke posisi keempat menggeser Persib dan Persija.

Menang Lagi Gumbs!


PALEMBANG -Kendati bermodal kemenangan 2-0 atas Persebaya, namun tak mudah bagi Sriwijaya FC meraih poin penuh di kandang Persik Kediri, Sabtu (13/2) malam ini. Pasalnya, Macan Putih baru saja terluka sehabis dipermalukan Persib Bandung 1-3 di Stadion Brawijaya, Selasa (9/2) lalu. Yongki Aribowo cs akan melampiaskan kekecewaan mereka kepada Laskar Wong Kito.

Dengan kondisi ini, sepatutnya pelatih Rahmad “RD” Darmawan waspada. Bukan tidak mungkin Kayamba cs mengalami kekalahan pertama di kandang Persik pada putaran kedua musim kompetisi Liga Super Indonesia (ISL).

Apalagi pasukan Qusnul Yakin mampu menahan imbang SFC dalam pertemuan pertama musim kompetisi 2009/2010 dengan skor 1-1 di Gelora Jakabaring, 23 Januari lalu. Patricio Morales cs akan memanfatkan peluang untuk memetik kemenangan.
Berdasarkan 5 kali rekor pertemuan atas Persik, SFC dua kali menang, dua kali seri, dan satu kali kalah. Sejauh ini Obiora cs mengemas 28 poin dari 18 kali pertandingan. Jika menang lawan Persik

akan membuka kans SFC masuk 4 besar Klasemen Liga Super.
Pertandingan ini cukup berat, sebab tuan rumah pasti diuntungkan karena mendapat dukungan penonton. Tetapi saya yakin memiliki peluang meraih hasil maksimal,” tegas Rahmad Darmawan, Jumat (12/2)

Menghadapi Persik Kediri di Stadion Brawijaya Kediri nanti, RD kembali mengandalkan duet legium asingnya Kayamba dan Obiora dengan dukungan sang kreator serangan, Zah Rahan.
Saya ingin memaksimalkan peluang meraih poin dalam pertandingan nanti,” kata Rahmad.
Meski keduanya tidak mencetak gol dalam pertandingan lawan Persebaya Surabaya Kamis (10/2) kemarin, namun keduanya berhasil membuka ruang dan memberikan kesempatan kepada seluruh rekan-rekannya agar bisa mencetak gol.

Kayamba mampu mengobrak-abrik pertahanan Persebaya bersama Obiora yang bermain taktis. Bahkan pemain berjuluk Obigol itu, menyumbang satu assist matang yang diselesaikan Zah Rahan di masa injurytime.
Poci tak Sabar

Bagaimana dengan Rahmat “Poci” Rivai? RD mengatakan, masih mempertimbangkan dan melihat kondisi para pemainnya, apakah siap diturunkan atau tidak. Namun sejauh ini Poci sangat bugar dan siap diturunkan. “Semua pemain dalam kondisi fit termasuk Poci, jadi tidak alasan bagi saya untuk tidak menurunkan mereka karena kondisi pemain dalam keadaan bugar,” ujar pelatih asal Metro Lampung ini.

Lini tengah kembali diperkuat Ponaryo Astaman usai menjalani larangan satu kali tampil. Begitu juga Charis Yulianto yang diistirahatkan dalam pertandingan Persebaya lalu kembali diturunkan. Arif Suyono, Isnan Ali, dan Worabay juga siap tampil. Diperkirakan, RD kembali menggunakan pola bertahan dan mengandalkan serangan balik. Sementara kiper Ferry Rotinsulu yang tampil

gemilang diperkirakan masih diturunkan lawan Persik Kediri nanti.
Dari kubu Persik, akan tampil full team. Pelatih Qusnul Yakin kembali mengandalkan striker muda Yongki Aribowo mendukung duet Johan Prasetyo dan Patricio Morales. Belakangan Yongki terus menunjukkan permainan terbaiknya.

Gusnul tidak ingin membawa anak asuhnya larut dalam keterpurukan dan siap mengambil poin penuh dalam partai kandang yang akan digelar di Stadion Brawijaya. “Saya melihat permainan SFC ketika mengalahkan Persebaya. Tim Sumsel itu sudah menemukan permainan terbaiknya. Saya harus mewaspadai striker asingnya,” ujar Qusnul.

Jumat, 12 Februari 2010

RD Andalkan Duet Kayamba-Obiora


PALEMBANG - Menghadapi Persik Kediri di Stadion Brawijaya Kediri, Sabtu (13/2), Sriwijaya FC kembali mengandalkan duet legium asingnya Kayamba dan Obiora. Sebab kemampuan dua pemain menunjukkan peningkatan permainan.

"Saya kembali mengandalkan keduanya menghadapi Persik Kediri. Sebab saya ingin memaksimalkan peluang meraih poin dalam perandingan nanti," ujar RD, Jumat (12/2).

Meski keduanya tidak mencetak gol dalam pertandingan lawan Persebaya Surabaya Kamis (10/2) kemarin tetapi berhasil membuka ruang dan memberikan kesempatan kepada seluruh rekan-rekannya agar bisa mencetak gol.

Kayamba mampu mengobrak-abrik pertahanan Persebaya bersama Obiora yang bermain taktis. Bahkan pemain berjuluk Obigol itu menyumbang satu asist matang yang diselesaikan Zah Rahan di masa injurytime.

Saat ditanya apakah Rahmat "Poci" Rivai akan diturunkan dalam laga kali ini, RD mengatakan, masih mempertimbangkan dan melihat kondisi para pemainnya apakah siap diturunkan atau tidak. Namun, sejauh ini Poci sangat bugar dan siap diturunkan. "Semua pemain dalam kondisi fit termasuk Poci, jadi tidak alasan bagi saya untuk tidak menurunkan mereka karena kondisi pemain dalam keadaan bugar," ujar RD.

Kayamba Tetap Konsentrasi Lawan Persik



PALEMBANG - Menjelang laga Sriwijaya FC versus Persik Kediri, Sabtu (13/2) besok, Keith Kayamba Gumbs menerima kabar tidak mengenakkan, sebab sang istri tercinta nyaris menjadi aksi pelaku kejahatan. Namun ia berjanji tetap profesional dan konsentrasi membela timnya.

"Benar kabar ini diterima Kayamba dari istrinya. Kita sudah meminta bantuan kepada staf SFC yang ada di Palembang dan masalahnya sudah diatasi," ujar Manajer SFC, Hendri Zainuddin, Jumat (12/2).

Menurut Hendri, meski sempat was-was, tetapi Kayamba seorang profesional, sehingga dalam kondisi apa pun pemain asal Keith N Nevis itu tetap profesional.

"Dia mengatakan sudah lega lantaran tahu kondisi yang sebenarnya," ujar Hendri.

Secara terpisah Keith Kayamba Gumbs mengaku sudah berkomunikasi dengan dua staf umum SFC Ridwan Wancik dan Hendra AB. Ia mengaku tidak masalah dan siap tampil habis-habisan membela SFC menghadapi Macan Putih julukan Persik. "Target kami kembali mendapatkan poin dalam laga kedua ini," ujar kapten Laskar Wong Kito ini.

RD Mainkan Strategi Offensive Lawan Persik


PALEMBANG - Rahmad "RD" Darmawan menemukan formula alternatif dalam skema bertahan kala melakoni laga tandang. Dengan formasi 3-4-3 dan 4-3-3, skuadnya sukses menggilas Persebaya Surabaya, di Stadion 10 November, Rabu (10/2) kemarin. Keberhasilan ini membuatnya berjanji untuk melajutkan tren positif kala menghadapi Persik Kediri di Kediri, Kamis (11/2) nanti.

"Ternyata Tony Sucipto dan Alamsyah bisa diandalkan di lini tengah. Dalam pertandingan kemarin saya mengembangkan strategi dengan menurunkan beberapa pemain bertahan dan menyerang," ujar RD, Kamis (11/2).

Tetapi menurut RD, semua strategi akan mengalami perubahan tergantung dengan permainan tim lawan. Tetapi formasi bertahan dan mengandalkan serangan balik akan digunakannya menghadapi Persik Kediri nanti.

"Pemain kita pastinya mengalami kelelahan, sehingga ada beberapa pemain yang tampil habis-habisan lawan Persebaya akan diistirahatkan. Tetapi kita lihat nanti, intinya pemain yang paling siap akan diturunkan," ujar RD.

Seperti diketahui saat menghadapi Persebaya kemarin, RD sengaja memasanga Tony dan Alamsyah dilni tengah. Sementara pemain belakang ia percayakan kepada Precious Emeujeraye, Ambrizal, dan Bobby Satria. Sedangkan Zah Rahan diletakan di sisi berlian menopang kinerja Kayamba-Obi.

"Persik Kediri tim yang solid bahkan kita pernah ditahan di kandang. Tetapi mudah-mudahan kita bisa membalasnya dalam pahal berlipat-lipat,"

Obigol Lebih Senang Bikin Assist


PALEMBANG - Penyerang Sriwijaya FC Anoure Obiora Richard mengaku mengalami kesialan dalam beberapa pertandingan terakhir besama Sriwijaya FC. Sebab selalu gagal mencetak gol, ia merasa tidak ada yang salah dengan permainannya.

"Saya selalu sial mencetak gol padahal peluang selalu ada," kata Obiora, Kamis (11/2).

Karena selalu gagal mencetak gol, Obiora selalu berusaha mencari penyebab kesialannya. Tetapi tidak pernah diketemukan. Ia pun mengaku sudah sangat senang jika memberikan assist yang berbuah gol.

"Saya lebih suka memberikan asist untuk saat ini," ujarnya.

Meski demikian pemain berdarah Nigeria ini mengaku tidak trauma mencetak gol. Sebab jika peluang ada dia tidak akan menunggu lama dan menuntaskannya. Tetapi jika ada rekannya yang lebih maka dia akan lebih senang memberikan umpan kepada rekannya.

Seperti diketahui saat Sriwijaya FC mengalahkan Persebaya dengan skor 2-0 kemarin, gol kedua Zah Rahan adalah asist matangnya. Bahkan satu asistnya yang sebebarnya bisa saja menjadi gol lantaran kiper Persebaya Endra sudah terjebak. Sayang tembakan Worabay yang menyambut umpan itu gagal. Tendangan pemain asal Papua itu melenceng jauh.

Utang SFC Tinggal Rp 1 M


PALEMBANG - PT Sriwijaya Optimis Mandiri (SOM) selaku manajemen Sriwijaya FC (SFC) menyatakan, terhitung Februari 2010, telah berhasil mengangsur utang manajemen lama (Yayasan SFC) dari semula sebesar Rp9 miliar tinggal menjadi Rp 1 miliar.

Pernyataan tersebut disampaikan Direktur Utama PT SOM Dodi Reza Alex, Kamis (11/2). Dodi mengatakan, ketika PT SOM mengambil alih manajemen SFC dari Yayasan SFC pada pertengahan tahun 2008, Yayasan SFC telah meninggalkan utang lebih kurang Rp 9 miliar.

Setelah kami angsur sedikit demi sedikit, Alhamdullillah sekarang tinggal Rp1 miliar. Semua ini berkat kerja keras manajemen yang berkomitmen untuk membayar cicilan utang setiap bulan,” ujar putra sulung Alex Noerdin itu.

Utang manajemen lama yang dialihkan ke PT SOM ini, urai Dodi, meliputi pembayaran katering, sewa penginapan, tiket perjalanan, dan jasa pencucian pakaian serta gaji pegawai.

Memang berat bagi kami, tapi sebenarnya kami tidak menyangka juga akhirnya dapat berangsur-angsur mencicil utang itu, sembari membawa tim mengarungi kompetisi,” ujar anggota DPR RI asal Sumsel.

Menurutnya, pekerjaan yang berat membawa tim mengarungi tiga kompetisi sekaligus, yakni Liga Super Indonesia, Copa, dan Liga Champions Asia (LCA), di saat klub masih harus melunasi hutang dan dana bantuan APBD yang semakin sedikit.

Sebelum diambil alih PT SOM, SFC pada musim sebelumnya mendapat suntikan Rp14 miliar dari dana APBD. Tapi, sejak diambil alih PT SOM, SFC hanya mendapatkan separuhnya yakni Rp7 miliar,” ujar dia pula.

Persoalannya adalah dari mana SFC mendapatkan pemasukan dana untuk mengarungi satu musim kompetisi, paling tidak membutuhkan dana lebih kurang Rp30 miliar.

Dana bantuan APBD memang jauh dari mencukupi, tapi kami akan mencari sumber dana lain, seperti dari sponsor, sehingga dapat memaksimalkan kinerja perusahaan untuk menjual SFC melalui tiket pertandingan dan souvenir,” ujar dia pula.

Sejauh ini, sejumlah sponsor, seperti PTBA sudah mengucurkan Rp 1,5 miliar, kemudian PT Bank Sumsel Babel membantu Rp 3 miliar.

PT SOM juga akan menggalang dana dari pemerintah kabupaten/kota se-Sumsel serta beberapa BUMD dan BUMN yang ada di Sumsel.

Dodi mengaku siap memenuhi panggilan dari DPRD yang berencana menanyakan penyebab kegagalan SFC di putaran pertama musim ini yang finish hanya di peringkat 10. “Ini adalah bentuk perhatian kepada SFC, dan kami siap memberikan penjelasan tentang kondisi tim ini terutama sepanjang musim 2008/2009 dan 2009/2010,” kata anak Gubernur Sumsel.

Belajar Sekaligus Bersaing


MESKI akrab di bangku cadangan, defender Sriwijaya FC Bobby Satria tidak kehilangan kemampuan terbaiknya. Ia menjadi bagian penting mengamankan lini belakang Laskar Wong Kito saat mengalahkan tuan rumah Persebaya Surabaya 2-0, Rabu (10/2).

Bobby menunjukkan kemampuan konsistennya sepanjang pertandingan. Dipasangan menggantikan Charis Yulianto untuk mendampingi Ambrizal, Precious dan Isnan Ali, ia memperlihatkan ketenangannya, bermain taktis, dan sukses mematikan

striker lawan, Korinus Pingkrew serta Andi Oddang. Beberapa kali pemain kelahiran Padang ini membuat frustasi Korinus dan Taufik. Kecepatannya pun patut diacungi jempol, karena sanggup adu sprint dengan pemain lawan yang memiliki kecepatan.

Dia adalah pemain potensial dan pemain penting bagi SFC,” puji pelatih Rahmad Darmawan, Kamis (11/2).
RD mengaku tidak pernah membedakan pemain. Di matanya semua pemain baik cadangan maupun starter sama. Apalagi musim ini dia menerapkan sistem rotasi untuk seluruh pemain mengingat padatnya jadwal kompetisi Liga Super Indonesia (ISL) 2009/2010.

Saya mengatakan ini merupakan sistem rotasi dan tergantung dalam standar latihan sejauhmana dia menunjukkan kemampuannya,” ujar RD.

Bobby mengaku senang diturunkan. Sejak awal kedatangannya bersama Sriwijaya FC, ia memang siap bersaing dengan bek-bek terbaik SFC. Makanya, ketika diajak bergabung dia memilih meninggalkan Persebaya, tim yang selalu menjadikannya starter. “Intinya saya siap bersaing. Tetapi semuanya berlangsung secara sehat. Sebab saya juga belajar dari para senior saya dan menghormati mereka,” ujar Bobby

Honey Moon Solomin di Palembang


PALEMBANG — Pavel Solomin memastikan diri menetap di Palembang dan memperkuat Sriwijaya FC hingga akhir putaran kedua 2009/20010. Komitmen striker berdarah Uzbekistan ini, ditunjukkan dengan membawa istrinya Anastasya yang baru dinikahi 3 bulan lalu. Ia mengaku kedatangannya ke Palembang sekaligus berbulan madu.

Solomin tiba di Hotel Swarna Dwipa Palembang, Kamis (11/2) pukul 18.00. Ia ditemani agennya Abdul Salam, Sekretaris PT Sriwijaya Optimis Mandiri (SOM), Faisal Mursyid dan offisial tim, Amir.

Alhamdulillah ia sudah datang dan kita secepatnya mengurus persyaratannya termasuk soal Kitas (Kartu Izin Tinggal Sementara) dan ITC (Internasional Transfer Certifikat). Besok (Jumat) kami akan menyelesaikan semuanya dan langsung ke Jakarta,” ujar Faisal Mursyid.

Hal yang sama juga diungkapkan Manajer SFC Hendri Zainuddin. Manajemen sempat membuat was-was, karena sudah memasuki tahap akhir transfer pemain. Beruntung semuanya sudah ada

kemajuan dengan kedatangan sang penyerang. “Kita bergerak cepat untuk menyelesaikan semua proses yang diperlukan agar dia segera memperkuat tim,” ujar Hendri.

Faisal menambahkan, khusus untuk proses pengurus ITC dan KITAS paling lama memakan waktu sekitar 2 hingga 3 minggu. Tetapi karena yang bersangkutan pemain Asia, maka prosesnya bisa lebih cepat. “Mudah-mudahan tidak ada halangan dan prosesnya cepat selesai,” ujar Faisal.

Bagaimana dengan Solomin? Ia mengaku tidak ada masalah dengan kondisi cuaca di Indonesia, sebab hampir memiliki kemiripan dengan Uzbekistan. Bahkan suhunya mencapai 47 derajat. Ia sangat antusias bergabung dan bermain bersama Laskar Wong Kito, setelah melihat referensi dan

keterangan agennya tentang SFC. “Saya pikir SFC merupakan klub bagus, sehingga saya tertarik bermain di sini. Selain itu kesempatan untuk bermain lebih besar untuk menjaga penampilan saya,” ujarnya.

Namun saat ditanya tentang atmosfir pemain Liga Super Indonesia, Pavel mengaku tidak begitu tahu. Namun ia yakin mampu beradaptasi meski belum bisa berbahasa Indonesia. “Saya bisa menggunakan bahasa tubuh baik meminta bola maupun bermain secara tim,” ujarnya.

Disoal tentang rumah tangganya, Solomin mengaku baru saja menikahi istrinya Anastasya 3 bulan lalu. Pemain Timnas Uzbekistan ini masih menikmati kebersamaan dengan sang istri. Pernikahan membuatnya lebih bersemangat lagi untuk terus bermain. Solomin menganggap kontraknya

bersama SFC adalah bulan madu gratis baginya. “Sehingga saya lebih termotivasi untuk bermain bagus dan mencetak gol untuk klub,” ujarnya.

Menurut agennya Abdul Salam sesuai kesepakatan pemain usia 27 tahun ini menandatangani sejumlah kesepakatan kontrak setengah musim bersama SFC di Sekretarit SFC Kompleks Pelembang Square (PS), Jumat (12/2) pagi.

Rencananya hari ini, tetapi datangnya sore, maka kita jadwalkan besok. Segera mengurus keperluan lainnya mulai dari KITAS dan ITC-nya agar segera bermain bersama SFC,” tegasnya.

Kamis, 11 Februari 2010

Solomin Dijadwalkan Tiba Sore


PALEMBANG -Jika tidak ada aral melintang, striker asal Uzbekistan, Pavel Solomin dijadwalkan tiba di Palembang, Kamis (11/2) petang. Ia diminta datang menemui pihak PT Sriwijaya Optimis Mandiri (SOM) di Sekretariat SFC Kompleks Palembang Square (PS).

Berdasarkan informasi dari agennya Abdul Salam, Solomin berangkat Rabu malam dari negaranya Uzbekistan dan pagi besok (hari ini) tiba di Malaysia. Selanjutnya dari Malaysia, menuju Palembang,” ujar Manajer SFC, Hendri Zainuddin.

Anggota DPRD Banyuasin ini mengatakan, terus menjalin komunikasi dengan Abdul Salam dan pemain yang bersangkutan. Mereka terus memantau detik per detik kondisi sang pemain. Sebab mereka tidak ingin gagal untuk yang kedua kalinya.

Solomin pemain berkualitas, sebab dia memiliki rekam jejak dan data lengkap. Kita tidak ingin gagal dalam rekrutmen pemain kali ini,” tegas Hendri.

Meski ada titik terang, tetap saja Direktur Teknik SFC ini mengaku risau lantaran sang pemain belum bergabung bersama tim. Ia pun sempat keberatan memberikan kabar ini, lantaran tidak ingin gagal dan mengecewakan publik.

Menurutnya, manajemen bergerak cepat mengurus sang pemain, mulai dari persoalan Kartu Izin Tinggal Sementara (Kitas), dan persoalan sejumlah administrasi agar segera bisa bermain. Target manajemen pemain bertinggi 176 cm itu, sudah bisa bergabung dengan Kayamba cs saat menghadapi Persija Jakarta, 20 Februari nanti.

Rabu, 10 Februari 2010

Tekuk Persebaya, Sriwijaya Merangsek


Persebaya Surabaya harus menerima kekalahan sekaligus gagal balas dendam kepada Sriwijaya FC. Pada putaran kedua ISL, Persebaya harus menelan kekalahan 0-2 dari Sriwijaya.

Gol kemenangan Sriwijaya dicetak bek Ambrizal di menit ke-37 dan gol tambahan dari Zah Rahan di masa injury time. Pada pertemuan pertama di Stadion Jakabaring, Persebaya juga menelan kekalahan 2-1.

Bagi tim Bajul Ijo, kekalahan ini membuat posisi mereka tak beranjak diperingkat 11 klasemen dengan perolehan poin 22 dari 18 laga.

Sedangkan buat Laskar Wong Kito, tambahan tiga poin ini membuat tim besutan Rahmad Darmawan berhasil merangsek ke peringkat lima klasemen dengan torehan 28 poin dari 18 laga yang telah dilakoni.

Bertanding di Stadion 10 Nopember, Rabu 10 Februari 2010, pertandingan berjalan sedikit tanpa greget di awal pertandingan dampak dari sanksi larangan tanpa penonton yang harus diterima Persebaya.

Bahkan peluang baru tercipta di menit ke-25 lewat sepakan dari luar kotak penalti playmaker Persebaya John Tarkpor. Sayang tendangan keras Tarkpor masih bisa ditepis kiper Sriwijaya Ferry Rotinsulu.

Sriwijaya langsung tersuntik untuk merespon. Arif Suyono berhasil melepaskan tembakan dari luar kotak penalti di menit ke-28. Sayang sepakan Arif justru mendarat tepat dipelukan Endra Prasetya.

Meski Persebaya beberapa kali mengancam lewat tendangan bebas John Tarkpor dan sepakan berbau spekulatif dari Mat Halil, namun justru Sriwijaya yang mampu memanfaatkan peluang dengan baik.

Ambrizal menjadi mimpi buruk bagi pertahanan Persebaya setelah tandukan kerasnya memanfaatkan sepak pojok Isnan Ali berhasil menjebol gawang Bajul Ijo di menit ke-37. Sriwijaya sementara unggul 1-0.

Persebaya mempunyai peluang empat menit sebelum turun minum. Bek Anderson berhasil melakukan tendangan bebas yang mampu melewati pagar yang digalang Precious Jeraye cs. Namun lagi-lagi Ferry tampil gemilang dengan aksi penyelamatannya. Skor 0-1 buat keunggulan Sriwijaya bertahan hingga babak pertama usai.

Pada babak kedua, kendali permainan tetap dipegang tim tuan rumah. Namun peluang demi peluang selalu gagal dimanfaatkan tim Bajul Ijo, meski Danurwindo menurunkan hampir semua penyerangnya di babak kedua.

Andik Firmansyah menjadi pemain yang paling sering gagal memanfaatkan peluang yang ada. Tembakan jebolan pemain PON Jawa Timur ini berhasil melepaskan tembakan keras di menit ke-73. Sayang Ferry masih terlalu tangguh.

Dan peluang terbaik datang di menit ke-88, saat Andik berdiri bebas di mulut gawang. Sayangnya Andik gagal menyambar bola liar setelah kehilangan keseimbangan.

Sriwijaya sendiri hanya mengandalkan serangan balik. Namun efektifitas permainan Sriwijaya ternyata kembali memberikan hasil di masa injury time. Berawal dari kemelut di mulut gawang Persebaya, Zah Rahan berhasil menyambar bola sekaligus merubah kedudukan menjadi 0-2. Skor ini bertahan hingga pertandingan usai.

Susunan pemain:

Persebaya: Endra Prasetya, Anang Ma'ruf (Ngon A Djam, 60'), Mat Halil, Djayusman Triasdi, Anderson da Silva, Takatoshi Uchida, Taufiq, Lucky Wahyu (Andik Firmansyah, 72'), John Tarkpor, Andy Odang, Josh Maguire (Korinus Fingkrew, 46')

Sriwijaya: Ferry Rotinsulu, Bobby Satria, Precious Jeraye, Ambrizal, Isnan Ali (M Nasuha, 81'), Toni Sucipto, Alamsyah Nasution (Slamet Riyadi, 90'), Zah Rahan, Arif Suyono (Warobay, 68'), Anaore Obiora, Keith Kayamba

Sriwijaya Sementara Ungguli Persebaya


Persebaya Surabaya untuk sementara tertinggal 0-1 dari tamunya Sriwijaya FC. Gol keunggulan Sriwijaya di babak pertama dicetak bek Ambrizal di menit ke-37.

Bertanding di Stadion 10 Nopember, Rabu 10 Februari 2010, duel ini memang tak berjalan dengan tempo tinggi. Pada pertandingan yang disiarkan antv, laga ini memang tanpa penonton buntut dari sanksi PSSI pada Persebaya. Alhasil pertandingan berjalan sedikit tanpa greget di awal pertandingan.

Bahkan peluang baru tercipta di menit ke-25 lewat sepakan dari luar kotak penalti playmaker Persebaya John Tarkpor. Sayang tendangan keras Tarkpor masih bisa ditepis kiper Sriwijaya Fery Rotinsulu.

Sriwijaya langsung tersuntik untuk merespon. Arif Suyono berhasil melepaskan tembakan dari luar kotak penalti di menit ke-28. Sayang sepakan Arif justru mendarat tepat dipelukan Endra Prasetya.

Meski Persebaya beberapa kali mengancam lewat tendangan bebas John Tapkor dan sepakan berbau spekulatif dari Mat Halil, namun justru Sriwijaya yang mampu memanfaatkan peluang dengan baik.

Ambrizal menjadi mimpi buruk bagi pertahanan Persebaya setelah tandukan kerasnya memanfaatkan sepakpojok Isnan Ali berhasil menjebol gawang Bajul Ijo di menit ke-37. Sriwijaya sementara unggul 1-0.

Persebaya mempunyai peluang empat menit sebelum turun minum. Bek Anderson berhasil melakukan tendangan bebas yang melewati pagar yang galang Precious cs. Namun lagi-lagi Ferry tampil gemilang dengan aksi penyelamatannya. Skor 0-1 buat keunggulan Sriwijaya bertahan hingga babak pertama usai.

Tony Gantikan Ponaryo


Rabu, 10 Februari 2010 03:01 Absennya playmaker Sriwijaya FC Ponaryo Astaman tak membuat coach Rahmad Darmawan panik. Pasalnya, pelatih kelahiran Metro, Lampung, 28 November 1966 masih memiliki beberapa stok pemain yang bisa diplot pada posisi pengantur serangan. Di antaranya Tony Sucipto, Alamsyah Nasution dan AA Ngurah Wahyu.
Namun, Tony lebih berpeluang untuk masuk starting eleven saat menghadapi Persebaya Surabaya di Stadion Gelora 10 November Surabaya, hari ini (9/2), pukul 15.30 WIB. Sebab, pemain kelahiran Surabaya, 12 Februari 1986 itu, memiliki tipikal permainan yang hampir mirip dengan Ponaryo. Selain itu, pada musim kompetisi 2008-2009, Tony selalu menjadi pilihan utama tim berjuluk Laskar Wong Kito itu, untuk posisi lini tengah.
”Kami sudah siapkan Tony untuk menggantikan Ponaryo. Kondisi Tony sendiri 100 persen fit. Namun, masih harus kami pantau hingga besok pagi (hari ini, red) menjelang meeting sebelum pertandingan,” kata RD, sapaan akrabnya kepada wartawan kemarin (9/2).
Mantan pelatih Persipura Jayapura itu, berharap Tony dapat bermain maksimal dan membuat lini tengah lebih solit. Mengingat tim Bajol Ijo (julukan Persebaya) memiliki beberapa pemain tengah yang cukup potensional dengan mobilitas tinggi. Seperti Josh Maguire, Taufiq, Lucky Wahyu dan Andik Firmansyah.
“Kemampuan lini tengah sangat mempengaruhi kinerja suatu tim. Bisa jadi tim yang bisa mendominasi lini tengah dapat memenangkan pertandingan. Namun tetap koordinasi tim menjadi prioritas utama,” pungkas RD.
Sementara Tony merasa bangga, karena bisa kembali bermain pada posisi semula. Oleh karena itu, pemilik tinggi 166 cm dan berat 56 itu bertekad untuk bermain maksimal. Sekaligus menjawab semua keraguan RD sehingga dapat terus dimainkan pada pertandingan berikutnya.
“Ya, semua tergantung sama Pak Rahmad. Kami sebagai pemain hanya berkewajiban untuk berlatih dan bermain dengan maksimal. Toh kalau harus kembali menjadi pemain cadangan harus bisa diterima dengan lapang dada. Semua sudah menjadi konsekuensi pemain,” timpal Tony.
Tony sendiri, sudah tak asing dengan persepakbolaan di Surabaya. Sebab, kapten timnas U-23 itu merupakan pemain produk asli Surabaya. Meskipun dalam karier profesionalnya belum sempat membela klub asal Jatim atau Surabaya.
“Senang saja mas bisa pulang kampung. Namun, saya harus tetap bermain profesional. Yang jelas saya bertekad untuk mengantarkan Sriwijaya meraih poin maksimal atas Persebaya,” tukas Tony.
Di lain pihak defender anyar Sriwijaya FC Bobby Satria tak merasa menyesal meninggalkan Persebaya. Kendati The Green Force (julukan Persebaya) merupakan salah satu klub yang turut meroketkan kariernya. Meskipun bersama Sriwijaya saat ini, Bobby belum mendapatkan tempat utama di hati RD. Sebab, pemain asal Padang (Sumbar) itu hanya diturunkan bila pemain belakang lainnya absen. “Ya, mungkin itu sudah menjadi bagian dari strategi pelatih (RD, red). Yang jelas main ke Sriwijaya sudah menjadi keputusan saya sendiri dan itu tidak salah,” jelas Bobby. (mg42)

Selasa, 09 Februari 2010

Tembakan Luar Kotak Penalti


PENYERANG Sriwijaya FC Rahmat Rivai menjadi tumpuan kala timnya menghadapi Persebaya Surabaya di Stadion 11 November Surabaya, Rabu (10/1) petang. Ia berjanji kembali menjalankan saran rekan-rekannya agar memperbanyak tembakan keras di luar kotak penalti.

Terutama saran teman-teman wartawan agar saya memperbanyak tembakan jarak jauh, dan itu menjadi menu latihan kami setiap hari,” ujar Rahmat Rivai, Selasa (9/1) kemarin.

Poci, sapaannya, mengakui sangat jarang melakukan tembakan jarak jauh terutama ketika bola masih di luar kotak penalti. Pemain bertubuh mungil ini, lebih senang membawa atau mengumpankan kepada rekannya. Padahal kesempatan untuk melakukan tembakan sangat terbuka bahkan bisa saja menjadi gol.

Gaya permainannya ini mendapatkan kritik dari rekan satu tim dan penonton, terutama rekan pers baik melalui berita ataupun chatting via facebook. “Saya kerap mendapatkan kritikan dari kawan wartawan saat facebook-an. Kata mereka saya takut melakukan shooting,” ujarnya.

Kritikan ini rupanya diterima Poci kala menghadapi Persebaya pada putaran pertama Liga Super Indonesia di Stadion Gelora Jakabaring, 26 Januari lalu. Ketika diturunkan pada menit 76, Poci memilih bermain taktis. Tanpa ragu dengan satu dua sentuhan ia langsung melakukan tembakan keras terarah hingga beberapa kali ke gawang lawan.

Saya banyak melakukan tendangan, ternyata tembakan ketiga mampu membobol gawang lawan,” ujarnya bangga.

Karena saran itu cukup manjur, maka striker asal Ternate ini berhasrat mengulangi keberuntungannya dengan berjanji banyak melakukan tembakan-tembakan keras ke gawang Persebaya nanti. Pria dua anak ini pun berlatih keras selama beberapa hari. Tidaknya hanya Poci, seluruh pemain juga dianjurkan melakukan tembakan keras plus tembakan dari bola-bola mati.

Poci merupakan pemain andalan SFC musim ini, kehadirannya berama tim cukup memberikan warna permainan SFC. Namun pria kelahiran 11 Desember 1977 ini, kerap mati kutu jika dijaga bek-bek lawan bertubuh besar. Ia pun mengaku trauma melakukan heading, sehingga umpan-

umpan crossing kerap ia lepas. Tetapi untuk urusan bola bawah, Poci memang sangat jago. Sebab 5 dari golnya lahir dari kaki dan hanya satu melalui heading. “Saya dan tim berdoa semoga kami sukses dalam laga ini,” ungkap mantan striker Persitara Jakarta ini.

Sriwijaya FC Tak Perlu Tes Pemain Uzbekistan


Pemain incaran Sriwijaya FC, Pavel Solomin belum juga tiba di Palembang. Meski demikian, Laskar Wong Kito sudah menyediakan tempat bagi pemain asal Uzbekistan tersebut.

"Solomin kemungkinan besar tiba di Palembang, besok 10 Februari dan langsung tanda tangan kontrak," kata Hendri Zaenudin, Manajer SFC kepada wartawan di Hotel Sultan, Senayan Jakarta, Selasa 9 Februari 2010.

Menurut Hendri, pihaknya tidak akan melakukan tes kepada Solomin. Pasalnya, SFC sudah menerima data lengkap terkait penampilan pemain berusia 27 tahun itu.

"Dia direkomendasikan oleh agen Jules Onana. Dan kami sudah lihat data-datanya," ujar Hendri.

"Solomin akan dikontrak hingga 7 bulan untuk putaran kedua ISL dan Copa Indonesia," pungkas Hendri.

Jelang putaran kedua ISL 2009/2010, SFC memilih untuk tidak mencoret satu pun pemainnya. Sebaliknya, Laskar Wong Kito justru mencari satu pemain asing lagi untuk memenuhi kuota yang diizinkan oleh PT Liga Indonesia.

Saat ini, SFC masih memiliki empat pemain asing. Masing-masing adalah Zah Rahan, Anoure Obiora, Keith Kayamba Gumbs dan Emuejeraye Precious.

Waspadai Striker Mungil


PALEMBANG -Sriwijaya masih belum mampu menuntaskan kekurangan striker yang menjadi finisher sejati, saat memulai pertandingan perdana putaran kedua Liga Super Indonesia menghadapi Persebaya di Stadion 10 November, Surabaya, Rabu (10/2).
Jeon-Jin Jeon dari Korsel langsung dipulangkan manajemen SFC karena tak layak setelah mengikuti latihan bersama skuad SFC tiga hari sebelumnya. Sedangkan Pavel Solomin yang asal

Uzbekistan, justru belum ada kepastian karena kemungkinan baru datang ke Palembang besok.
Persoalan klasik lini belakang justru menjadi masalah serius skuad Rahmad Darmawan karena Precious dan kawan-kawan kerap kesulitan menghadapi striker kecil, tetapi gesit dan memiliki kecepatan. Dan dua striker lincah seperti Korinus Pinkrew, dan Andi Odang, benar-benar menjadi momok yang membahayakan gawang Ferry Rotinsulu.

Meski tanpa penonton, Persebaya tetap merupakan tim bagus. Lini depannya sangat berbahaya karena dihuni barisan penyerang yang memiliki kecepatan,” ujar Rahmad Darmawan, Senin (8/1).
Menurut RD, Persebaya punya kekuatan seimbang antara lini depan dan tengah. Tim Bajul Ijo itu mengandalkan penyerang mungil berbahaya dengan kecepatan di atas rata-rata.

Lini belakang menjadi fokus perhatian saya. Harus ada keseimbangan menghadapi tim sekelas Persebaya. Baik dalam menyerang dan bertahan. Artinya ketika menyerang lini belakang turut memberika support sementara ketika diserang lini depan membantu pertahanan,” urai RD tentang formasi timnya.

Pelatih asal Metro Lampung ini menegaskan, Persebaya memiliki striker Andi, Korinus, Ngon A Djam. Kemudian didukung pemain tengah yang juga memiliki kecepatan seperti Andik Firmansyah dan Taufik.
Sudah Terbaca

Kelemahan lini belakang SFC ini sudah terbaca oleh pelatih Persebaya, Danurwindo, kala SFC menang 2-1 di Stadion Gelora Sriwijaya 26 Januari lalu. Bagaimana dengan mudahnya Andik, Taufik dan Korinus menjajal kotak penalti. Bahkan proses gol Korinus lantaran Charis dan Precious kecolongan dengan gerakan gesit mantan striker buangan SFC itu.

Kecepatan barisan belakang mereka terutama jika Andi Oddang bersama Korinus atau Ngon diturunkan akan sangat berbahaya. Kita harus konsentrasi penuh mengawal pemain depan Persebaya,” tegas penyandang empat gelar juara itu.

Cekmad kemungkinan akan menurunkan formasi idealnya dengan Charis Yulinto, Ambrizal, dan Precious sebagai benteng pertahanan dalam skema 3-5-2. Sementara lini tengah, RD menurunkan Ponaryo Astaman, Zah Rahan, Arif Suyono, Cristian Worabay, dan Isnan Ali. Sedangkan lini depan, Rahmad kembali mempercayakan kepada duet asingnya Obiora dan Kayamba.

Terlepas dari masalah apapun, menurut RD, semua pihak harus mempercayai dan memberikan kepercayaan kepada para pemain dalam laga menghadapi Persebaya nanti. “Sebab, kepercayaan diri dan kenyamanan sangat menentukan permainan,” tandasnya.

Senin, 08 Februari 2010

Precious Kawal Ketat Ngon



DEFENDER asing Precious Emuegeraye mengaku mendapatkan tugas khusus dari pelatih Rahmad "RD" Darmawan untuk mengawal eks striker Sriwijaya FC Ngon A Djam saat menghadapi Persebaya Surabaya, 10 Februari nanti.

"Prinsipnya saya menerapkan zona marking. Jadi siapa saja yang masih aral pertahanan harus dijaga. Tetapi saya ditugaskan mengawasi khusus Ngon," ujar Precious, Senin (8/1).

Menurut Precious, Ngon sosok striker yang sulit dihentikan dan mematikan di kotak penalti. Ia mengaku baru satu kali bertemu saat menghadapi Persebaya di laga home 26 Januari lalu. Meski demikian Precious paham akan kualitas pemain asal Kamerun itu. Menurut dia Ngon saat itu dalam kondisi cedera dan kurang fit. Sehingga begitu mudah dihentikan. Namun, pergerakannya tetap saja merepotkan.

"Dalam laga nanti dia akan fit dan permainannya pasti meningkat, makanya kami harus waspadai dengan kecepatan dan pergerakannya," ujar Precious.

Berharap Diturunkan Lawan Persebaya



DITURUNKAN secara reguler dan menjadi andalan tim merupakan impian setiap pemain profesional. Tetapi akan menjadi masalah jika kerap dicadangkan. Hal inilah dirasakan bek muda Sriwijaya Bobby Satria. Ia mengaku rindu teriakan suporter dan kangen menjadi starter.

"Bagaimana ya, saya sangat rindu diturunkan. Tetapi semuanya keputusan pelatih. Sebagai pemain profesional saya harus siap menjadi cadangan atau dimainkan," kata Bobby, Senin (8/2).

Seperti diketahui Bobby merupakan salah satu pemain berbakat yang dimiliki SFC. Talentanya sudah terasa sejak usia dini. Kemampuannya sebagai pemain belakang terbilang komplot, memiliki kecepatan, penguasaan bola mumpuni dan bisa membaca serangan lawan. Satu lagi kelebihannya yakni ketenangan dan taktis.

Pemain kelahiran Padang ini merupakan mantan pemain Persebaya dan selama satu musim menjadi langganan skuad utama. Satu tempat di lini belakang menjadi miliknya. Selama satu musim bersama tim berjuluk Bajul Ijo itu, Bobby mendapatkan banyak kenangan dan pengalaman.
Tetapi semuanya berubah ketika ia memutuskan berseragam Laskar Wong Kito. Keberadaan bek senior Charis Yulianto dan bek masa depan Ambrizal serta kedatangan Precious Emuejeraye membuatnya tersisih. Sebab pelatih Rahmad Darmawan selalu memilih ketiganya dibandingkan Bobby.

Pemuda usia 23 tahun ini mengaku akan bertahan bersama SFC sampai kapan pun dan siap bersaing untuk mendapatkan tempat utama. Untuk itu Bobby berharap diturunkan dalam laga SFC versus Persebaya Surabaya 10 Feburari nanti. Sebagai mantan pemain klub Surabaya itu tentunya keberadaan dan pengalaman Bobby sangat dibutuhkan.

"Jika diberikan kepercayaan tentunya saya ingin memberikan yang terbaik bagi SFC. Saya tahu bagaimana menghadapi tim ini (Persebaya)," tandas Bobby.

RD Waspadai Determinasi Andi Oddang


PALEMBANG - Pelatih Rahmad "RD" Darmawan mengatakan Persebaya memiliki kekuatan seimbang antaran lini depan dan tengah. Tim asal Surabaya ini memiliki barisan penyerang berbahaya dengan kecepatan di atas rata-rata.

"Meski tanpa penonton Persebaya tetap merupakan tim bagus. Lini depannya sangat berbahaya karena dihuni barisan penyerang yang memiliki kecepatan," ujar RD.

Pelatih asal Metro Lampung ini menegaskan, Persebaya memiliki striker Andi Oddang, Korinus Pinkrew, Ngon A Djam. Kemudian didukung pemain tengah yang juga memiliki kecepatan seperti Andik Firmansyah dan Taufik.
Hal ini patut diwaspadai lantaran pemain belakang SFC kerap kesulitan menghadapi striker atau penyerang bertubuh mungil, tetapi memiliki kecepatan dan dribling mumpuni.

"Kecepatan barusan belakang mereka terutama jika Andi Oddang diturunkan akan sangat berbahaya. Kita harus konsentrasi penuh mengawal pemain depan Persebaya," tegas RD

Sabtu, 06 Februari 2010

Laga Perdana Harus Berkesan


PLAYMAKER andalan Sriwijaya FC, Zah Rahan Krangar menegaskan, timnya harus meraih tiga poin mengawali laga perdana putaran kedua Liga Super Indonesia (LSI). Sebab kesempatan bagi Laskar Wong Kito sangat besar lantaran meladeni tim tuan rumah Persebaya dalam partai usiran, di Malang 10 Februari nanti.Laga itu merupakan partai usiran. Jadinya tanpa penonton dan tidak bermain di kandang mereka. Makanya, kita harus mampu memaksimalkannya,” kata Zah Rahan, Sabtu (6/2).

Menurut pemain berdarah Liberia ini, sudah sepantasnya SFC mengakhiri masa suram dengan meraih kemenangan demi kemenangan untuk menjaga peluang juara di putaran kedua Liga Super. Sebab, menurut dia, selisih poin antara peringkat satu Arema hanya 11 angka.
Artinya peluang itu terbuka bagi SFC dan semua tim yang berada di 10 besar klasemen Liga Super. Kita juga jika tidak hati-hati bisa tergelincir,” ujar pemain yang disebut-sebut sebagai ruh serangan SFC.

Pemain usia 24 tahun ini menegaskan, persaingan putaran kedua akan sangat ketat mengingat semuanya berpeluang. Khususnya SFC akan menghadapi ujian besar karena melawat ke kandang tim-tim besar yakni, Persija, Persik, Persib, dan beberapa tim kuat lainnya. “Tetapi tim-tim lain juga patut diwaspadai, karena mereka juga memiliki ambisi yang sama,” tegas Zah.

Ketika ditanya apa ambisi pribadinya dalam laga ini, Zah mengaku sangat termotivasi untuk memenangkan laga menghadapi Persebaya dan Persik. Sebab kemenangan ini bukan hanya dari sisi teknis, tetapi juga sisi psikologis atau moral tim.
Memulai start dengan baik adalah modal penting bagi kami. Sebab turut memberikan motivasi dan semangat serta moral tim,” ujarnya.

Seperti diketahui Zah merupakan anggota skuad Timnas Liberia. Talenta pemuda kelahiran Liberia ini ditemukan pertama kali oleh pelatih Subangkit yang merekrutnya bersama Deltras. Setelah dua musim dia memperkuat tim asal Sidoarjo itu, ia kemudian menerima pinangan dari SFC.
Bersama klub asal Sumsel ini, ia sukses mempersembahkan double winner musim pertamanya 2007/2008, mempertahankan piala Copa Dji Sam Soe (sekarang Piala Indonesia). Tetapi musim ini Zah cs mengalami masa suram. Hanya mampu mengumpulkan 25 poin dari 17 kali pertandingan selama putaran pertama.

Permainan anak-anak SFC seperti mudah dibaca lawan. Khususnya Zah kerap mati kutu lantaran di kepung pemain tim lawan berbadan besar. Meski demikian dengan kecerdasannya, Zah kerap keluar dari tekanan dan mampu mengkreasi setiap serangan.

Ketika ditanya apa persiapannya menghadapi Persebaya, pemain terbaik Liga Indonesia musim 2007/2008 ini menegaskan, ia sudah tahu kekuatan tim asuhan Danurwindo itu, baik kelemahan maupun kelebihannya. “Musim putaran pertama kami sudah bertemu, saya dan teman-teman tahu bagaimana cara menghadapi Persebaya,” tandas Zah.

RD Targetkan 16 Besar Piala AFC


Ketika ditemui seusai tersingkir di semi-final play-off Liga Champions Asia 2010, bos Sriwijaya FC Rahmad Darmawan tetap pulang dengan kepala tegak dan berjanji untuk berprestasi tinggi musim ini.

"Ya, kami tetap menargetkan juara Superliga dan juga masuk 16 besar Piala AFC," janji Rahmad saat ditemui Goal.com di stadion Jalan Besar, Singapura.

Ketika ditanya tentang kartu merah dan pengulangan penalti, Rahmad menjawab, "Saya tak berada dalam posisi yang bagus untuk menilai apakah itu layak diberikan penalti. Tetapi seharusnya tak terjadi pengulangan pada penalti kedua, karena ada pemain Singapura yang juga masuk ke kotak penalti terlebih dahulu."

Lalu, mengapa penampilan Sriwijaya cenderung kurang maksimal saat tampil di kandang lawan? "Kami gagal menghasilkan gol dari banyaknya peluang yang ada, hal yang sama juga terjadi di Superliga."

Selain pelatih Sriwijaya, Goal.com juga berhasil meminta pendapat dari kapten SAFFC Wilkinson yang cukup ramah.

Tentang terjadinya penalti dan juga pengulangan dari masing-masing penalti, Wilkinson berpikir, "Wasit lebih tegas terhadap posisi pemain saat terjadi penalti, dan karenanya, pengulangan penalti itu layak dilakukan. Selain itu, kami memang layak mendapatkan penalti. Bahkan Federico seharusnya mendapatkan penalti, bukan diganjar kartu kuning karena diving."

Wilkinson juga setuju dengan anggapan pemain Jepang Akiyoshi Taisuke sebagai bintang pertandingan malam itu. "Ya, ia tampil bersemangat dan sangat bugar dalam pertandingan ini. Ia juga bekerja keras dan hal itu penting untuk sukses sebagai pesepakbola."

"Kami memang agak lengah di babak kedua sehingga Sriwijaya banyak mendapatkan peluang, tetapi kiper kami juga tak terlalu bekerja keras malam ini," jelas Wilkinson tentang lebih banyaknya peluang yang dimiliki Sriwijaya di babak kedua.

Bagaimana dengan prediksi tahun ini? "Kami sedikit kesulitan karena banyak pemain berpengalaman keluar. Tetapi mungkin saja kami akan lebih baik di Liga Champions Asia dibandingkan tahun lalu."

Hari Terakhir Jin


Bisa jadi Minggu (7/10) merupakan hari terakhir Jeong-Jin Joen bersama Sriwijaya FC, jika tidak mampu menunjukkan penampilan terbaiknya. Kondisi fisik menjadi kendala utamanya sehingga kesulitan beradaptasi dalam skema latihan Rahmad Darmawan.

Kalau pun menunjukkan peningkatan, peluangnya untuk diterima Laskar Wong Kito pun sangat kecil, mengingat manajemen dan pelatih, tetap menunggu kedatangan striker lainnya Pavel Solomin. Apalagi sejak awal penyerang berkebangsaan Uzbekistan itu diminati pelatih Rahmad Darmawan.

Kita putuskan bersama pelatih dan manajemen pada Minggu besok (hari ini). Kita ingin memberikannya kesempatan menunjukkan kemampuannya,” kata Manajer SFC Hendri Zainuddin, Sabtu (6/1).

Anggota DPRD Banyuasin ini menegaskan, sejak awal pihaknya menunggu kedatangan Solomin. Namun di tengah perjalan Laskar Wong Kito mendapatkan tawaran dari angen Onana Jules tentang keberadaan striker Jin yang asal Korea. Sehingga apa salahnya manajemen melihat kondisi sang striker. Meski sudah melihat biodata lengkapnya, SFC memang tidak ingin membeli kucing dalam karung sehingga melakukan serangkaian tes terhadap Jin.

Hari pertamanya Jumat (5/2), Jin tampaknya tidak maksimal dan terus menerus mengalami kram otot. Pemain usia 30 tahun itu, hanya sempat bermain selama 10 menit untuk kemudian istirahat. Sementara tes hari keduanya Sabtu (6/1) kemarin, lagi-lagi kondisi fisik mantan penyerang FC Kopenhagen itu menjadi kendala. Meski masih memiliki teknis bagus, tetapi berat tubuhnya sangat mempengaruhi gerakannya. Ia masih kesulitan bergerak mencari ruang sebagaimana seorang striker. Bobot tubuhnya memang menjadi permasalahan.

Pelatih Rahmad Darmawan tampaknya masih memberikan kesempatan terakhir dalam latihan Minggu (7/2). Menurut dia, usai latihan, manajemen dan pelatih akan melakukan rapat.”Teknik tidak diragukan, tetapi fisiknya memang tidak mendukung. Tetapi keberadaannya baru ditentukan Minggu,” tegas RD.

Jin Mulai Latihan Bersama Kayamba Sore Nanti


PALEMBANG - Jeong-Jin Jeon, calon striker anyar Sriwijaya FC datang di Palembang, Jumat (5/2) hari ini. Striker berkebangsaan Korea Selatan itu akan menjajal Stadion Gelora Jakabaring sore. Ia akan latihan bersama-sama Keith Kayamba Gumbs untuk mengikuti tes formal tentang kesehatan fisik.

"Hari ini striker Jin datang di Palembang. Dia akan menjalani tes yang akan dilakukan pelatih Rahmad Darmawan," kata Manajer SFC Hendri Zainuddin.


Menurut anggota DPRD Banyuasin ini, Jin merupakan alternatif jika striker Pavel Solomin gagal didapatkan. Sebab pemain asal Uzbekistan itu belum memastikan diri bergabung bersama Laskar Wong Kito.
"Kita ingin melihat kondisi striker yang bersangkutan, jika kondisinya bagus, maka segera kita kontrak. Namun semuanya tergantung kepada keputusan pelatih Rahmad Darmawan," kata Direktur Teknik SFC.