Follow Us:

RSS

We Are Sriwijaya FC

Launching
comeback
launchpad

Rabu, 31 Maret 2010

Zah Dukung Duet Gumbs-Pavel

PALEMBANG - Playmaker Zah Rahan Krangar yakin timnya mampu mengimbangi permainan tuan rumah Persijap Jepara di Stadion Gelora Bumi Kartini, Kamis (1/4). Sebab ia yakin rekan-rekannya sudah melupakan kekalahan di PSPS Pekanbaru, 27 Maret lalu.

"Saya yakin kami semua sudah melupakan kekalahan di PSPS Pekanbaru. Sebab kekalahan itu murni bukan karena SFC lemah, tetapi faktor lain yang menyebabkan kami kalah," ujar Zah Rahan, Rabu (31/3).

Sebab menurut Zah, SFC kini tidak ada masalah dengan kondisi fisik pemain ataupun masalah lainnya. Semuanya siap berjuang di Stadion Gelora Bumi Kartini.

"Satu hal kita yakin Persijap tim berkualitas dan menampilkan kualitas timnya. Selain itu kondisi lapangan di sana bagus," ujar Zah.

Menurut dia, SFC memiliki memory bagus menghadapi Persijap terutama soal tiga gol Keith Kayamba Gumbs yang menurutnya sangat luar biasa.

Dia akan berusaha dan membantu rekan-rekannya seperti Kayamba dan Pavel untuk mencetak gol. "SFC bermain tim, makanya saya akan membantu teman-teman termasuk Kayamba dan Pavel untuk cetak gol," ujar Zah.

Optimis Curi Poin di Jepara

PALEMBANG - Selalu tidak mudah meraih poin di laga tandang. Seperti kebiasaan Kompetisi di Indonesia, tuan rumah memiliki peluang untuk menang. Selain faktor motivasi, dukungan penonton dan suporter juga sangat menentukan, kemudian faktor non teknis seperti misalnya kebepihakan sang pengadil lapangan.

Agaknya inilah coba dijelaskan pelatih Sriwijaya FC Rahmad Darmawan. Bahwa sangat sulit bagi timnya meraih poin di laga tandang saat menghadapi Persijap Jepara, Kamis (1/4) nanti.

Namun segala sesuatu yang mustahil bisa dicapai yakni dengan kematangan persiapan, motivasi tinggi, dan kebugaran pemain. Apalagi pertandingan ini akan disiarkan secara langsung di Antv.

"Kita harapkan tidak ada hal-hal nonteknis yang mempengaruhi pertandingan. Apalagi laga ini akan disiarkan secara live," ujar Rahmad Darmawan, Rabu (30/3).

Menurut RD, secara keseluruhan kondisi timnya siap, para pemain pun tidak ada masalah. Sejauh ini kondisi Arif Suyono dan Zah Rahan yang sempat sakit kini sudah bugar. Kemudian Obiora diperkirakan sudah fit. Meski belum tentu diturunkan, tetapi setidaknya sangat menggembirakan.

RD kembali melakukan rotasi pemain termasuk lini belakang, tengah dan depan. Meski melakukan rotasi RD, tetap tidak ingin berspekulasi sehingga mengurani kualitas permainan timnya."Saya pikir kondisi tim bagus dan kita semua siap bertandingan besok. Dengan semuanya kita berkeyakinan mampu mencuri poin di laga tandang lawan Persijap," ujar RD.

Selasa, 30 Maret 2010

Main Keras dan Meyerang

Sriwijaya FC tak mau membawa hasil nol saat tur Pekanbaru, Jepara, Vietnam, dan Lamongan. Ya, paska kalah 0-2 dari PSPS Pekanbaru, (27/3) lalu, Laskar Wong Kito (julukan Sriwijaya FC) langsung fokus mencuri poin di kandang Persijap Jepara.

Persiapan mulai di sajikan oleh coach Sriwijaya FC, Rahmad Darmawan. Bahkan, pelatih asal Metro Lampung ini berharap anak asuhnya bisa bermain keras dan menyerang. “Kami harus bisa memetik poin di laga sisa ini. Sehingga, kami tidak boleh bermain asal-asalan. Kami akan bermain normal dan berharap anak-anak bisa bermain lebih menyerang di bandingkan saat melawan PSPS Pekanbaru lalu,” kata coach Rahmad Darmawan.

Ya, saat melawan Askar Betuah (julukan PSPS), Sriwijaya terlihat tertekan. Terbukti, pada babak pertama, Isnan Ali dan kawan-kawan harus kebobolan dua gol. Semuanya di ciptakan striker PSPS, Isnaini pada menit ke-11 dan menit ke-19.

Praktis, hal ini menjadi pekerjaan rumah tersendiri bagi coach Rahmad Darmawan. Berbagai racikan dan simulasi mulai diterapkan kepada Charis Yulianto dan kawan-kawan. “Pasti, kami sudah mempersiapkan strategi khusus untuk menghadapi Persijap. Kami juga akan melakukan berbagai simulasi untuk menagkal serangan dari Persijap,” lanjut pelatih berpangkat kapten marinir.

RD sapaan Rahmad Darmawan menambahkan, bukan hanya fokus pada penyerangan, Sriwijaya juga harus fokus pada pertahanan dan pengaturan tempo serangan. Sebab, dari beberapa pertandingan, Boby Satria dan kawan-kawan sering kecolongan di menit-menit akhir dan sering keteteran saat menghadapi serangan balik dari lawan. Terbukti, saat mengahadapi PSPS (27/3) lalu, sedikitnya 5 serangan balik Dzumafo dan kawan-kawan sering membuat kelabakan Laskar Sriwijaya.

“Kami juga tidak menyampingkan pertahanan kami. Sebab, bila kami lengah sedikit saja, kami bisa berbalik kebobolan. Apalagi, mereka bermain di kandang sendiri, pasti motivasi mereka berlipat ganda untuk mendapatkan poin,” pungkas mantan pelatih Persija Jakarta ini.

Senin, 29 Maret 2010

Obiora Gabung SFC di Semarang

PALEMBANG - Penyembuhan cedera yang dialami striker Sriwijaya FC Anuore Obiora Richard terus mengalami perkembangan menggembirakan. Cedera lutut yang dialaminya pasca menghadap Persema Malang, Minggu (14/3) lalu memaksanya istirahat saat menghadapi Binh Duong, Rabu (24/3) dan PSPS Pekan Baru, Sabtu (27/3).

"Obiora sudah bergabung latihan sore ini, hal ini sangat menggembirakan bagi saya," ujar Rahmad Darmawan, pelatih SFC, Senin (29/3).

Menurut RD, tenaga Obiora sangat dibutuhkan saat timnya menghadapi Binh Duong FC di ajang Asian Football Confederation, di Vietnam, 6 April mendatang. Namun tidak menutup kemunginan pemain berjuluk Obigol ini juga akan diturunkan saat timnya menghadapi Persijap Jepara nanti.

"Jelas hasil perkembangan kesembuhan Obiora sangat menggembirakan. Kita lihat nanti, jika dia fit maka akan diturunkan saat menghadapi Persijap. Tetapi jika kondisinya masih perlu istirahat maka kita turunkan dia di AFC," pungkas RD.

Keberadaan Obi memang sangat dibutuhkan RD sebagai alternatif serangan jika Kayamba, Rahmat Rivai dan Pavel Solomin di jaga ketat bek lawan. Sebab striker asal Nigeria ini sangat rajin membuat asissit dan melakukan variasi serangan. Obiora ibarat pelayan bagi para striker SFC. Meski sejatinya suami Saimaka ini juga seorang penyerang.

"Ia juga pandai bertahan dan membuat keseimbangan bagi. Dia pemain penting SFC," ujar RD

Minggu, 28 Maret 2010

RD Fokus Benahi Finishing Touch

PALEMBANG - Usai mengalami kekalahan dari PSPS Pekanbaru di Stadion Kaharudin Nasution, Sabtu (27/3), pelatih Rahmad Darmawan melakukan evaluasi secara keseluruhan. Salah salah satu penyebabnya adalah lemahnya finishing touch (penyelesaian akhir).

"Saya akan melihat kondisi para pemain. Bagaimana kondisi fisik dan kebugaran mereka usai menghadapi PSPS Pekanbaru," kata Rahmad Darmawan, Minggu (28/3).

Persoalan ini kembali dihadapi anak-anak asuh RD. Padahal masalah itu sepertinya sudah teratasi dengan kehadiran Pavel Solomin. Tetapi saat menghadapi PSPS Pekanbaru kemarin, ketajaman Kayamba dan gerakan cantik Pavel Solomin tidak mampu mengubah keadaaan.

“Kami akui, anak-anak banyak menciptakan peluang. Tetapi inilah hasilnya, kami tidak bisa menciptakan gol. Ke depan kami akan mencoba memperbaiki dari hasil ini,” kata Rahmad Darmawan.

Menghadapi PSPS kemarin, masalah klasik kembali mendera SFC, yakni kesulitan dalam menyelesaikan sejumlah peluang. Padahal di empat laga home, Laskar Wong Kito mulai menunjukkan ketajaman dengan produktivitas 10 gol dari 4 pertandingan.

SFC mampu mengalahkan Persema Malang 3-0, (13/3), menundukkan Selangor FA 6-1 (16/3), kemudian mengamahkan Arema (20/3) dan terakhir menundukkan tim kuat dari Vietnam, Becamex Binh Duong (24/3) masing-masing dengan skor 1-0.

Diungkapkan RD sapaannya, pada babak pertama SFC memang bermain bertahan dan mengandalkan serangan balik. Namun di babak kedua SFC justru mengendalikan permainan. Banyak peluang mampu diciptakan.

Berdasarkan statistik pertandingan, SFC melakukan 9 tendangan ke gawang yang dijaga Dede Sulaiman, 4 tendangan bebas, 7 tendangan melenceng, dan 6 tendangan sudut. Dari semua tercata ada 3 peluang matang."Tetapi inilah sepak bola. Kadang kami prediksi banyak gol malah tidak bisa, begitu juga sebaliknya,” ujar RD.

Sabtu, 27 Maret 2010

Hingga Peluit Akhir, SFC Kalah 0 - 2 atas PSPS

PALEMBANG - Babak kedua berakhir, Sriwijaya FC harus mengakui ketangguhan tim tuan rumah PSPS Pekanbaru. Kieth Kayamba harus tunduk dengan skor 0-2 di Stadion Kaharudin Nasution, Sabtu (27/3).

Dua gol kemenangan PSPS dileksakkan M Isnani di menit ke-11 dan menit 19. Sementara SFC memiliki banyak peluang, tetapi tidak satupun dikonversi menjadi gol. Hingga babak kedua berakhir kedudukan tetap bertahan 0-2 untuk PSPS Pekanbaru

live Update PSPS VS SFC , 15 : 30

PSPS VS SFC
Derbi Sumatra jam 15 : 30
simak update skor dan ulasannya hanya di Sfc Mania

Sriwijaya FC Andalkan Ketajaman Duet Kayamba-Pavel

Sriwijaya FC (SFC) akan mengandalkan duet lini depan, Keith Kayamba Gumbs-Pavel Solomin, untuk mendobrak pertahanan PSPS Pekan Baru saat tandang ke Stadion Rumbai, Pekan Baru, Sabtu (27/3).

Pelatih SFC, Rahmad Darmawan, saat dihubungi dari Palembang, Jumat, mengatakan, meskipun kedua pemain ini belum lama ditandemkan, tapi telah terbukti memiliki ketajaman.

"Laga ini menjadi laga keempat Pavel. Tentunya, dengan banyak waktu kebersamaan dengan Kayamba, dia akan semakin terasah bersama tim ini," kata Rahmad.

Menurut Rahmad, semakin hari pasangan Kayamba-Pavel kian berkembang, karena Pavel yang baru bergabung pada pertengahan Februari lalu makin mengerti akan karakter permainan "Laskar Wong Kito" ini.

"Tidak menutup kemungkinan, saat berlaga melawan PSPS nanti, Pavel dapat menemukan top performa saat dipasangkan dengan Kayamba," kata pelatih asal Metro, Lampung ini pula.

Kecocokan kedua pemain ini sebenarnya telah teruji saat SFC menggulung Arema Malang 1-0 di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring, Palembang, 20 Maret lalu.

Gol kemenangan "Laskar Wong Kito" yang menjadi kebanggaan masyarakat Sumsel itu, tercipta berkat kerja sama apik antara keduanya.

Pavel Solomin memberikan sebuah umpan matang di areal kotak penalti, dapat dikonversikan Kayamba menjadi sebuah gol melalui strategi "one two play".

"Lambat laun, akhirnya Pavel bisa mengerti pergerakan Kayamba dan begitu pula sebaliknya. Jika pada saat pertama lalu, Kayamba masih sedikit kebingungan, namun saat ini, dia telah memahami pola-pola mobilitas Pavel di kotak penalti," ujar pelatih yang memberikan dua gelar kepada SFC di musim kompetisi 2007-2008 ini.

Meskipun, belum bisa digolongkan super tajam di Super Liga, tapi setidaknya kehadiran Pavel dapat mengatasi permasalahan klasik SFC sepanjang putaran pertama yang buruk dalam `finishing touch` (penyelesaian akhir).

"Pavel menjadi kekuatan baru kami di putaran kedua ini. Dia sosok pemain yang cerdas dan pintar menempatkan posisi, sehingga bukan hal yang sulit bagi Pavel untuk menjadi seorang `target man`," kata Rahmad lagi.

Jumat, 26 Maret 2010

BERITA FOTO: SFC Ujicoba Lapangan Hadapi PSPS

Coach Sriwijaya FC, Rahmad Darmawan (tengah), mendampingi anak asuhnya melakukan ujicoba lapangan di Stadion Kaharuddin Nasution, Pekanbaru, Jumat (26/3). Sriwijaya FC akan menantang PSPS Pekanbaru pada Sabtu (27/3), dalam pertandingan lanjutan Indonesia Super League 2009/2010.

Precious "Si Penjagal" Penyerang PSPS

PALEMBANG - Diistirahatkan saat menghadapi Binh Doung FC di Gelora Jakabaring, Rabu (24/3) lalu, membuat Precious Emuejeraye merasa tak sabar membela Sriwijaya FC saat menghadapi PSPS Pekanbaru, Sabtu (27/3) besok.
Pemain asal Nigeria ini menjadi andalan untuk menjegal kecepatan pemain asing PSPS Pekanbaru diantaranya Dzumafo Herman Epandi yang terkenal kuat di kotak penalti.

"Kita melakukan sistem rotasi, beberapa pemain yang kemarin turun full time akan diistirahatkan. Termasuk Precious Emuejaraye yang kita istirahatkan kemarin akan diandalkan dalam pertandingan lawan PSPS Pekanbaru," kata Rahmad Darmawan, Jumat (26/3).

Namun belum diketahui pemain yang akan tandem dengan pemain timnas Singapura ini karena RD belum menentukannya. Menurut kebiasaan, biasa pelatih asal Metro Lampung ini akan menurunkan bek Bobby Satria yang diistirahatkan penuh dalam laga lawan Binh Duong.

"Tetapi kita lihat nanti. Sebab saya menentukan pemain satu jam sebelum pertandingan," ujar RD.
Secara terpisah, Precious mengatakan tidak sabar ingin bermain. Sebab istirahat selama beberapa hari membuatnya bugar dan siap dimainkan full time."Kita ingin meraih kemenangan di sisa laga," ujarnya.

Masih Cedera Obiora Tetap Berangkat ke Pekanbaru

PALEMBANG - Harapan turunkan Anoure Obiora Richard saat Sriwijaya FC menghadapi PSPS Pekanbaru, Sabtu (27/3) nanti memang sangat kecil kemungkinannya.

Sebab berdasarkan keterangan manajemen SFC, kondisi striker asal Nigeria itu masih cedera dan dalam masa pemulihan. Namun, faktanya pemain dengan tinggi 183 cm itu tetap berangkat ke Pekanbaru.
Padahal seharusnya sang pemain dijadwalkan menjalani pengobatan khusus di Jakarta, agar kesembuhannya berlangsung cepat.

"Seharusnya dia menjalani perawatan di Jakarta untuk perawatan cederanya, tetapi dia tetap dibawa Pekanbaru," ujar Manajer SFC Hendri Zainudin.

Hampir dipastikan Obiora diistirahatkan saat menghadapi PSPS nanti, sebab kondisinya masih dalam pemulihan. Meski menunjukkan kemajuan atas kesembuhannya tetapi RD belum berani menurunkannya sejak menit awal. Bisa jadi pemain ini tetap diturunkan mengingat SFC tidak mempunyai pilihan penyerang.

"Kita lihat nanti. Tetapi kita masih memiliki Pavel Solomin, Kayamba atau Octavinus," tandas RD.

Kamis, 25 Maret 2010

Pavel - Precious Diandalkan Lawan PSPS Pekan Baru

PALEMBANG - Setidaknya lima pemain selalu menjalani rotasi dalam setiap laga yang dilakoni Sriwijaya FC baik di Liga Super Indonesia (ISL) maupun di ajang Asian Football Confederation Cup (AFC). Rotasi sangat penting mengingat padatnya jadwal yang dijalani Gumbs cs. Sistem yang dijalankan Rahmad Darmawan ini memang terbukti efektif.

"Saya tetap melakukan rotasi pemain untuk menghadapi ketatnya jadwal kompetisi. Rotasi ini sangat berguna. Maka dalam laga menghadapi PSPS Pekan Baru Sabtu, 27 Maret nanti, pemain yang saya istirahatkan sewaktu menghadapi Binh Duong akan saya turunkan," ujar pelatih SFC Rahmad Darmawan, Kamis (25/3).

Dalam laga kemarin, RD menyimpan Octavianus yang sudah fit, Alamsyah Nasution, Slamet Riyadi, Isnan Ali. Kemudian ada pemain asing Precious Emuegeraye dan Pavel Solomin yang tidak terdaftar di AFC. Keduanya diharapkan menjadi andalan saat menghadapi PSPS Pekanbaru nanti. Sedangkan Obiora masih cedera dan dalam masa pemulihan."Mudah-mudahan saat menghadapi PSPS nanti Obi sudah siap dimainkan," ujar RD.

SFC berangkat dari Palembang sekitar pukul 09.00 dan tiba PSPS Pekan Baru pada sore hari. Kini anak asuh RD sedang beristirahat untuk mempersiapkan latihan besok.
Asisten Manajer Jamaludin mengatakan, SFC berangkat membawa 23 pemain andalannya minus kiper Andritany dan Andi Irawan.

"Kita membawa 23 pemain, karena akan menjalani 4 laga home," ujar Jamal

Berkat Dukungan Annisa

KIPER andalan Ferry Rotinsulu dinobatkan sebagai Man of the Match saat Sriwijaya FC mengalahkan Becamex Binh Doung FC dengan skor 1-0 dalam lanjutan Asian Football Confederation (AFC) di Stadion Gelora Jakabaring, Rabu (24/3).

Ferry tampil gemilang dan berhasil menjaga gawangnya dari kebobolan. Setidaknya tiga kali ia mementahkan peluang matang striker tim asal Vietnam yang bisa berbuah gol. Dua hasil tendangan keras Philani dan Alves di babak kedua. Kiper tampan itu juga berhasil menepis sundulan terarah Vu Phong di menit 75.

Alhamdulillah kita berhasil memenangkan pertandingan. Saya tidak menyangka mendapatkan penghargaan sebagai pemain terbaik dalam pertandingan ini,” ungkap Ferry usai pertandingan.
Penghargaan ini, menurut pemain asal Palu ini, untuk semua pendukung SFC, pelatih dan rekan-rekannya yang berjuang keras dan tidak kenal lelah sepanjang pertandingan.

Berkat perjuangan teman-teman dan tidak kenal lelah dan dukungan semuanya, membuat kita berhasil meraih kemenangan hari ini,” tegas kiper terbaik Copa Indonesia 2007-2008.
Menurut kiper bertinggi 182 cm ini, pertandingan begitu keras dan melelahkan, tetapi berkat perjuangan sepanjang pertandingan, bermain disiplin dan kompak, membuat kemenangan bisa mereka raih.

Kami bermain kompak dan disiplin juga terus berjuang sepanjang pertandingan,” tandas kiper Timnas ini.

Namun penjaga gawang yang setia bersama SFC sejak 2005 itu mengakui tampil begitu bersemangat. Ia berani keluar dan berduel satu lawan satu dengan pemain depan lawan. Bahkan, dia harus jatuh bangun dan tidak peduli jika mengalami cedera asalkan SFC mampu meraih kemenangan. “Memang jari saya sempat cedera, tetapi selagi mampu, saya tak akan menyerah,” sergah kiper andalan timnas U-23 sejak 2003-2006.

Ketika ditanya apa motivasi lain dari perjuangan tanpa kenal lelahnya hingga akhir pertandingan, dengan senyuman lebarnya ia mengaku, semangat lain adalah dukungan sang istri tercinta dan calon anaknya. Motivasinya menjadi berlipat ganda ketika sang istri Annisa Katarima memberikan semangat dan selalu berteriak mendukungnya.

Penghargaan ini (man of the match) buat istri saya dan anak saya. Kebetulan saya lihat dia nonton di atas dan memberikan dukungan, saya terus bersemangat hingga akhir pertandingan,” tandasnya. .sripo



Nama:Ferry Rotinsulu
TTL:Palu Sulawesi Selatan, 28 Desember
Posisi:Kiper
Klub:Sriwijaya FC
Istri:Annisa Katarima
Karir
2003-2005 Persijatim FC
2005-Sekarang Sriwijaya FC
Timnas
U-23 2003-2006
Timnas Senior 2006-Sekarang
Penghargaan
Kiper Terbaik Copa Dji Sam Soe 2007-2008

Rabu, 24 Maret 2010

Kemenangan Ke 2 Sriwijaya Fc

Sriwijaya Fc berhasil meraih mendapat poi krusial di afc cup setelah menundukan juara vietnam 1-0. dengan hasil ini sriwijaya sementara memuncaki klasemen grup f

di babak pertama sriwijaya unggul dengan skor 1-0, di Stadion Gelora Jakabaring, Rabu (24/3). Gol SFC dilesakkan Kayamba di menit 1. Mendapatkan umpan panjang dari zah Rahan di sudut kiri lapangan, sedikit menyentuh bola ke depan Gumbs adu sprint dengan pemain belakang Binh Duong dan memenangkannya untuk kemudian menundukkan kiper Binh Doung The Anh.

Sriwijaya FC terus mengendalikan permainan, serangan bergelombang dilakukan Keith Kayamba Gums cs. Memasuki menit 11 Gumbs kembali mendapatkan peluang. Namun sundulannya masih melambung ke atas mistar. Sementara Binh Doung sesekali melakukan serangan balasan. Namun tendangan Philani masih melenceng di kanan mistar gawang. Peluang kembali didapatkan Binh Doung, tetapi tendangan Alves digagalkan kiper Ferry Rotinsulu. Permainan berlangsung keras, pemain Binh Doung Chau Phong Hoa mendapatkan kartu kuning karena menekel Ponaryo. Peluang kembali didapatkan Poci, namun Kayamba dinyatakan wasit Lee Min Hu terperangkap offside.

Memasuki menit ke-24 Kayamba kembali mendapatkan umpan dari Poci. Namun tendangannya masih digagalkan kiper The Anh. Namun serangan balik Binh Doung namun tendangan Philani masih melambung di atas mistar gawang Ferry. Memasuki menit ke 35 Binh Doung mengendalikan permainan. Peluang didapatkan Huu Thang, namun tendangan volinya berhasil digagalkan Ferry. Binh Doung terus menekan, peluang kembali dapatkan Philani namun sudulannya gagal. Hingga babak pertama usai kedudukan bertahan 1-0 untuk SFC.

Memasuki babak kedua, pelatih Mau Duc Chung mengganti pemainnya, menarik Chau Phong Hoa, memasukkan Nguyen Minh Chuyen.

Menit 55 Kayamba membawa bola umpan dan menerobos Poci. Dikotak penalti dia jatuh didorong tetapi bukan pelanggaran.

Memasuki Menir 70 babak kedua Pelatih Mai Duc Chung kembali mengganti pemainnya, Elenildo asal Brazil dengan memasukkan Anh Duc. Sementara Rahmad Darmawan pelatih SFC menarik Rahmat Rivai memasukkan Alamsyah. Sementara wasit Lee Miny Hu kembali memberi kartu kuning kapten tim Binh Doung, Qiang Thanh yang melanggar Nasuha. dengan memasukkan Chuyen menggantikan Phong Hoa yang kurang maksimal. Chuyen merupakan pencetak gol saat Binh Doung menang atas Victory SC 3-0 pada 16 Maret lalu.

Kayamba sempat bersitegang dengan Kapten Binh Duong yang meneruskan permainan meski Arif terkapar terkena sikut.

SFC yang sudah unggul kehilangan Arif Suyono yang menerima kartu merah, menit ke-78.

Sebelumnya, M Nasuha mendapatkan kartu kuning, karena melanggar Vu Phong. Tetapi dua menit kemudian pemain Binh Doung, Egbo mendapatkan kartu kuning karena melanggar Cristian Worabay.

Memasuki menit 75 RD mengganti M Nasuha memasukkan Isnan Ali. Peluang kembali didapatkan SFC, namun sundulan Nasuha melambung. Memasuki menit ke 80 SFC mulai tertekan dan memperagakan permainan bertahan. Permainan keras terjadi. Arif Suyono dikenakan kartu merah karena melanggar pemain Binh Doung Hoang Vuong.

namun becamex gagal memanfaatkan hal tersebut , hingga peluit akhir , sriwijaya menang 1-0

Sriwijaya fc (IDN) Libas Becamex binh dounong fc (VIE) 1 - 0

SRIWIJAYA (IDN) - BECAMEX BINH DUONG FC (VIE)
1 - 0 Sekor Akhir
simak update skor dan ulasannya hanya di Sfc Mania
PALEMBANG - SFC unggul atas Binh Doung FC dengan skor 1-0 di menit 1. Disaksikan sebanyak 15 ribu penonton memadati Stadion Gelora Jakabaring, Rabu (24/3) untuk menyaksikan langsung, pertandingan SFC versus Binh Doung FC. Saat kick off baru saja dimulai. SFC langsung mengambil inisiatif penyerangan peluang didapatkan namun tendangan meleset. SFC kembali menekan. Laskar Wong Kito unggul melalui tendangan Kayamba memanfaatkan umpan Zah Rahan menundukkan kiper Vietnam The And menit 1

Sama-Sama Optimis

Atmosfer di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring bakal memanas. Sebab, sore ini pukul 16.00 WIB (24/3) di stadion yang berkapasitas lebih dari 24 ribu penonton ini akan menghadirkan duel sang pemuncak klasemen dan runner up Asian Football Confederation (AFC) Cup Grup F. Yakni, sang capolista Sriwijaya FC menjamu peringkat kedua, Becamex Binh Duong (Vietnam). Praktis, pertandingan big match ini menjadi ajang pembuktian siapa yang menjadi penguasa Grup F.
“Kami akan memanfaatkan sebaik mungkin pada laga home ini. Sebab, ini kesempatan kami untuk bisa mendapatkan poin maksimal. Dan kami akan berjuang keras bisa menjaga konsistensi tim agar pemain bisa bermain maksimal,” kata pelatih Sriwijaya FC, Rahmad Darmawan, kemarin (23/3) saat konferensi pers.
Tapi, kans Sriwijaya lebih besar dibandingkan Binh Duong. Ya, meski sama-sama mengoleksi 4 poin, Laskar Wong Kito (julukan Sriwijaya FC) lebih unggul 2 gol. Yakni, (6-1) dengan (3-0).
Bukan hanya itu, bermain di hadapan ribuan Singa Mania (suporter Sriwijaya FC) menjadi spirit ganda bagi Keith Kayamba Gumbs dan kawan-kawan untuk memetik poin penuh pada laga ketiga ini.
Dari tiga laga terakhir, kekuatan Sriwijaya juga sedang pada puncaknya. Ini setelah Laskar Sriwijaya sukses membungkam 3-0 atas Persema Malang (13/3) dan menang 1-0 atas Arema Malang (20/3) pada laga Indonesia Super League (ISL), serta menang telak 6-1 atas Selangor FA (16/3) pada laga AFC Cup Grup F.
Sementara Bicamex Binh Duong hanya menorehkan dua kali kemenangan dari tiga laga terakhir. Yakni, menang 1-0 atas Song Lam Nghe An pada laga Vietnam League dan menang 3-0 atas Victory SC (Maldive) pada laga AFC Cup. Sedangkan satu laga terakhir hanya bermain imbang 0-0 dari Hp Ha Noi (12/3) pada laga Vietnam League.
“Bagi seorang pelatih, hal paling sulit adalah mampu mempertahankan eksistensi permainan pemain yang sedang dalam puncaknya. Sehingga, kami terus melakukan support kepada pemain untuk bisa bermain maksimal. Mudah-mudahan anak-anak bisa menerapkan permainan seperti pada pertandingan sebelumnya,” imbuh mantan pelatih Persipura ini.
Kekuatan Sriwijaya semakin menggila. Ini setelah empat pilar terbaiknya yang sebelumnya sempat mengalami cedera saat melawan Arema (20/3) lalu sudah siap tempur. Mereka adalah Ponaryo Astaman, Ambrizal, Obiora Richard, dan Keith Kayamba Gumbs, dan Arif Suyono.
“Kondisi semua pemain tidak ada masalah. Termasuk Obiora yang meski harus dilihat perkembangannya hingga besok pagi (hari ini red). Tapi, secara umum anak-anak sudah siap bertanding dan memberikan yang terbaik bagi Sriwijaya,” lanjut pelatih berpangkat kapten marinir ini.
Tapi, konsentrasi Charis Yulianto dan kawan-kawan sedikit terganggu saat melawan skuadra Mai Duc Chung sore ini. Pasalnya, padatnya jadwal pertandingan sedikit menguras tenaga Laskar Sriwijaya.
“Kami harus bisa mengatur kondisi. Tapi, kami akan berusaha untuk bisa menjadi yang terbaik. Yakni, dengan memberikan perlawanan keras pada menit awal, dan kami harus pintar menghadapi permainan Binh Duong,” koar kapten Sriwijaya FC, Keith Kayamba Gumbs.
Sementara itu, Becamex Binh Duong berusaha keras untuk bisa memberikan perlawanan terhadap Sriwijaya. Meski kelehan karena menjalani perjalanan jauh, skuadra Mai Duc Chung ini tetap optimis bisa mencuri poin di Stadion Gelora Sriwijaya sore nanti (24/3).
“Kami tahu Sriwijaya tim kuat. Terbukti mampu mengalahkan Selangor FA. Tapi, kami akan berusaha keras untuk mencuri poin, agar kami lolos pada babak selanjutnya,” ujar pelatih Becamex Binh Duong, Mai Duc Chung, kemarin (23/3).
Tapi, misi untuk memetik poin sedikit sulit bagi Nguyen Vu Phong dan kawan-kawan. Pasalnya, faktor cuaca sidikit mempengaruhi fisik skuad Binh Duong. “Cuaca di sini sangat panas, hampir sama musim panas di Vietnam. Dan ini sangat mempengaruhi fisik kami dan tentu sangat melelahkan,” tambahnya.
Optimisme tinggi juga dilontarkan Kapten Tim Binh Duong, Huynh Quang Thanh. Menurut pemain Timnas Vietnam ini, dirinya dan tim akan berusaha keras untuk bisa memberikan yang terbaik bagi Binh Duong.
“Kami tahu permainan tim di Indonesia. Mereka selalu memberikan permainan cepat dan selalu tepat dalam menempatkan posisi. Tapi, kami akan berusaha keras untuk memberikan perlawanan yang maksimal,” timpal pemain berjersey nomor 20 ini. (mg43/mg42)

Perkiraan Pemain
Sriwijaya FC (4-4-2)Ferry (K), Ambrizal, Charis, Bobby, Isnan, Arif, Zah, Ponaryo, Obiora, Kayamba, Rivai.
Pelatih: Rahmad Darmawan (Indonesia)

Binh Duong FC (4-3-3)Dinh (K), Thanh, Osita, Cong, Chau, Nguyen, Phong, Minh, Kesley, Thien, Philani.
Pelatih: Mai Duc Chung (Vietnam)

Selasa, 23 Maret 2010

RD Waspadai Reputasi Binh Duong di AFC

PALEMBANG - Secara materi Binh Doung FC memiliki pemain-pemain berkualitas. Tim ini belum sekalipun kebobolan dalam dua laga terakhir. Selain itu memiliki reputasi tokcer di ajang Asian Football Confederation (AFC) Cup.

Tim asuhan Mai Duc Chung ini mampu masuk Semifinal musim 2009. Sebuah pencapaian yang luar biasa untuk tim Asia Tenggara.

"Tim ini memiliki reputasi bagus karena masuk Semifinal tahun lalu, sebuah pencapaian luar biasa bagi tim Asia Tenggara," ujar pelatih SFC Rahmad Darmawan, Selasa (24/3).

Artinya tim ini memiliki reputasi dan mental serta tradisi yang bagus di ajang AFC. Dengan kekuatan merata dan permain kolektiv, Binh Duong bisa saja menjadi batu sandungan bagi SFC yang hendak meraih babak 16 besar.

"Makanya kita tidak boleh lengah. Penting sekali menjaga konsistensi permainan. Saya tahu banyak pemain yang mangalami kelelahan karena panjangnya kompetisi. Namun, penting bagi saya mengatasinya dan inilah tantangannya. Selalu ada rotasi yang saya lakukan dalam setiap pertandingan SFC," tandas RD.

Obiora Diragukan Lawan Binh Doung

Menjelang laga Sriwijaya FC versus Binh Duong FC di Stadion Gelora Jakabaring, Rabu (24/3) besok, striker Anoure Obiora Richard sedikit meragukan untuk diturunkan.

Striker asal Nigeria ini memang dalam kondisi kurang fit, saat menghadapi Arema Malang, Sabtu (20/3) lalu. Namun Pelatih Rahmad Darmawan memaksakannya turun lantaran tidak alternatif pilihan di lini depan.

"Persiapan lawan Binh Duong, ada satu pemain yang meragukan yakni Obiora, tetapi secera keseluruhan pemain lainnya siap untuk diturunkan," kata Rahmad dalam sesi jumpa pers AFC, di Stadion Gelora Jakabaring, Selasa (23/4).

Meski meragukan, diperkirakan RD akan memaksanakan sang pemain turun dalam laga ini, sebab pelatih asal Lampung ini tidak memiliki pilihan di lini depan untuk pemain asing. "Kita tidak memiliki pilihan di lini depan. Kondisi Obiora kita lihat nanti. Sebab saya putuskan menurunkan pemain satu sebelum pertandingan," ujar RD.

Minggu, 21 Maret 2010

Binh Duong Pesaing Terberat Zah cs

PALEMBANG - Usai menekuk Arema 1-0 di ajang Liga Super Indonesia (ISL), Sabtu (20/3), Sriwijaya FC kini fokus menghadapi pertandingan berat di ajang Asian Football Confederation (AFC) Cup.

Zah Rahan cs akan menghadapi pesaing terberatnya yakni, Becamex Binh Duong FC klub asal Vietnam, dalam fase grup F, di Stadion Gelora Jakabaring Rabu (24/3).

"Kami fokus kepada laga menghadapi Binh Duong di AFC Rabu (24/3). Kans kita untuk meraih poin penuh tetap terbuka, karena laga ini kita jalani laga kandang," kata pelatih Rahmad Darmawan, Minggu (21/3).

Bidikan RD untuk meraih kemenangan ketiga kali ini untuk menjaga peluang meraih juara grup F. Alasannya, dengan meraih juara grup, Laskar Wong Kito bisa lolos ke babak 32 besar.

Namun tidak mudah bagi Gumbs cs melewati hadangan Raksasa Vietnam Binh Duong. Klub ini memiliki sederet prestasi di Liga Vietnam yakni, di antaranya juara Vietnam Leauge 2007, juara Vietnam AFC 2008. Sementara musim ini sebagai Runner up V-League. Klub yang bermarkas di Stadion Thu DAU Mot Bihn Duong ini juga memiliki tradisi kuat di AFC yakni, mampu lolos ke semifinal AFC tahun 2009 lalu.

Selain memiliki tradisi kuat, klub asuhan Mai Duc Chung ini, dihuni sederet pemain Timnas dan 5 pemain asing berkualitas. Sama seperti SFC, hanya 3 pemain yang mengikuti AFC. Binh Duong membawa 3 asingnya yakni, Osita Egbo (Nigeria), Elenido de Jesus (Brazil), dan Lancelot Kubheka Philani (South Africa). Ketiga pemain asing ini menjadi tulang punggung tim, juga ditopang beberapa pemain Timnas Vietnam seperti kapten Tim Nguyen Pu Phonh.

"Kita tahu ia memiliki beberapa pemain berkualitas termasuk pemain asing dan satu pemain naturalisasi asal Brazil," kata RD.

Klasemen Grup F AFC
1 Sriwijaya FC 2 1 1 0 6 1 +5 4
2 Binh Duong 2 1 1 0 3 0 +3 4
3 Victory 2 0 1 1 0 3 -3 1
4 Selangor 2 0 1 1 1 6 -5 1

Gumbs-Pavel Makin Padu

KEMENANGAN Sriwijaya FC atas Arema Malang dengan skor 1-0, di Stadion Gelora Jakabaring, Sabtu (20/3) petang berkat perjuangan tak kenal lelah para pemain. Namun ada dua pemain yang sangat berperan mengantarkan kemenangan Laskar Wong Kito yakni, Keith Kayamba Gumbs-Pavel Solomin.

Duet keduanya semakin padu di lini depan. Dengan tidak bermaksud menyampingkan peranan para pemain lainnya, andil kedua striker andalan SFC ini, mampu membuat Arema, penguasaha klasemen sementara Liga Super Indonesia (ISL) bertekuk lutut.

Hari ini semua pemain berjuang keras untuk memenangkan pertandingan. Bahkan mereka rela berkelahi dan body contact. Lini pertahanan dan lini depan sangat konsisten. Selain itu saya juga memberikan pujian kepada Kayamba dan Pavel Solomin berkat keduanya gol tercipta,” kata pelatih Rahmad Darmawan, Sabtu (20/3).

Menurut RD pada babak pertama SFC bermain sedikit tertekan terutama di lini depan. Tetapi mampu diimbangi lini belakang SFC yang bermain apik dan disiplin. Memasuki babak kedua, permainan Zah Rahan cs semakin meningkat, terutama sejak masuknya Pavel Solomin.
Dia (Pavel) banyak melakukan pergerakan, mampu berduel dengan bek lawan yang bertubuh besar dan ia mampu mengatasinya. Gol Kayamba pun terjadi berkat kejeliannya memberikan asisst,” kata RD.
Dalam pertandingan kemarin, kapten Tim Kayamba yang dipasang di sisi kiri bermain apik. Ia tampak naik turun membantu serangan sekaligus membantu pertahanan. Dengan kecepatannya, pemain asal St Kitt N Nevis ini turut membantu menjaga M Riduan yang kerap menusuk ke sisi kiri kotak penalti.

Gerakan-gerakannya pun sangat membantu serangan dan pergerakan lini tengah. Tentunya yang menggebirakan RD adalah satu peluang matang SFC dapatkan diselesikan Kayamba dengan maksimal.
Dalam pertandigan kemarin, ketika mendapatkan asisst Pavel Solomin, dengan kecepatannya, pemain yang sudah memasuki usia 37 tahun ini adu sprint dengan Zulkifli yang membayanginya disisi kiri lapangan. Meski sempat dihalangi suami Laurensia ini, justru dengan tenang menggiring bola ke sisi kiri untuk kemudian melakukan tendangan menyilang menundukkan kiper Arema, Kurnia Mega.
Usai pertandingan Pavel tidak lupa memuji kecepatan Kayamba, sebab satu peluang itu mampu dijadikan gol untuk kemenangan SFC.”Bagi saya sangat menyenangkan bisa mencetak gol. Tetapi memberikan asist dan membawa tim ini menang saya sangat bahagia,” ujar Pavel.

Sabtu, 20 Maret 2010

Sriwijaya Fc VS Arema ( Live Update ) 1 - 0


Sriwijaya Fc VS Arema ( Live Update )
simak update skor dan ulasannya hanya di Sfc Mania



Sriwijaya FC akhirnya berhasil menuntaskan dendamnnya saat bertemu dengan Arema Indonesia, Sabtu, 20 Maret 2010. Laskar Wong Kito berhasil menaklukkan Singo Edan lewat gol tunggal Keith Kayamba Gumbs.

Gol tunggal Gumbs tercipta di menit ke-65 lewat aksi individunya. Gumbs mampu melesakkan golnya dari sisi kiri lapangan meski mendapatkan pengawalan ketat dari Zulkifli. 1-0 untuk SFC.

SFC sebelumnya harus menelan kekalahan 0-3 saat bertandang ke markas Arema Indonesia pada putaran pertama Liga Super Indonesia (ISL) 2009/2010 lalu.

Bertandang ke markas SFC, Stadion Jakabaring, Palembang, pada babak pertama Arema mendapat tekanan dari tuan rumah sejak menit- menit awal pertandingan. Namun sayang, upaya yang dilakukan oleh Ambrizal dan Keith Kayamba belum menuai hasil.

Ambrizal gagal memanfaatkan kesempatan setelah tendangannya mampu ditangkap sempurna oleh Kurnia Meiga pada menit ke-2. Tiga menit kemudian, giliran Kayamba yang mencoba melakukan tekanan dengan aksi individunya.

Namun upaya ini lagi-lagi menemui jalan buntu karena rapatnya barisan pertahanan Arema.

Arema mencoba melepaskan diri dari tekanan lewat kerjasama apik antara M Ridhuan dan Ahmad Bustomo. Namun upaya ini juga belum mampu membuahkan hasil.

Aksi Ridhuan terus berlanjut. Dimenit ke-20 pemain Singapura itu menerima umpan silang dari Zulkifli dari sisi kanan lapangan, namun gagal berbuah gol.

Permainan kedua tim sempat terhenti saat seekor anjing memasuki lapangan pada menit ke-43. Anjing berwarna coklat itu tiba-tiba berlari ke dalam lapangan dan membuat para pemain menghentikan permainannya.

Beruntung aksi hewan berkaki empat itu tak membuat laga terhenti lama karena panitia segera mengusirnya. Namun hingga turun minum, skor imbang 0-0 tak juga berubah.

Memasuki bakak kedua, kedua tim lebih bermain terbuka. SFC mencoba mengubah strategi dengan memasukkan Pavel Solomin dan menarik keluar Anaore Obiora pada menit ke-49.

Terbukti, masuknya Pavel serangan SFC lebih bervariasi. Puncaknya, lewat aksi individu Kayamba dimenit ke-65, SFC berhasil mencuri gol setelah bek Arema Zulkifli gagal mengawal Kayamba. 1-0 untuk SFC.

Unggul 1-0 membuat anak asuh Rahmad Darmawan semakin bersemangat. Pada menit ke-78 mantan pemain Arema Arif Suyono nyaris menggandakan kemenangan SFC. Sayang, tendangan kerasnya masih membentur mistar gawang. Hingga peluit panjang dibunyikan, kedudukan 1-0 tidak berubah.

Meski kalah, posisi Arema tetap bertahan dipuncak klesemen sementara ISL 2009/2010 dengan 48 poin dari 24 laga. Sedangkan SFC juga tak bernjak dari peringkat ke-5 dengan 40 poin dari 24 laga.

Sususan para pemain:
Sriwijaya FC: Hendro Kartiko, Charis Yulianto, Precious Emuejeraye, Isnan Ali, Ambrizal, Zah Rahan, Alamsyah Nasution, Arif Suyono, Rahmat Rivai (Ponaryo Astaman 75), Anaore Obiora (Pavel Solomin 49), Keith Kayamba.

Arema Indonesia: Kurnia Meiga, Zulkifli, Pierre Njanka, Irfan Raditya, Benny Wahyudi, Esteban Guillen, Ahmad Bustomi, M. Ridhuan, Roman Chmelo, M Fakhrudin, Noh Alam Shah.

Obiora Kembali Cedera

PALEMBANG - Peluang turunnya Anoure Obiora Richard dalam laga Sriwijaya FC versus Arema Indonesia di Stadion Gelora Jakabaring, Sabtu (20/3) nanti kemunginan sangat kecil. Sebab pemain asal Nigeria itu kembali mengalami cedera pada lutut kanannya.

"Kali ini cederanya cukup besar sehingga membuat tidak memungkinkan untuk diturunkan, tetapi kita lihat saja nanti kondisi terakhirnya jelang pertandingan," kata Rahmad Darmawan, Jumat (19/3).

Menurut RD, anak asuhnya itu sudah cedera saat menghadapi Selangor FA, 16 Maret lalu. Tetapi dipaksakan turun karena tidak penyerang lain."Dia mengatakan waktu dia sanggup dimainkan diAFC. Saya lihat dia memberikan kontribusi dengan baik, namun cedera samkin parah. Sehingga selama dua hari ini dia saya istirahatkan untuk bermain terpisah," kata RD.

Dalam latihan terakhir jelang lawan lawan Arema kemarin, tampak Obiora latihan secara terpisah. Ia berada dalam pengawasan tenaga Terapi Encu Wijaya.

"Dia kita istirahatkan total, kita masih memiliki Rahmat Rivai sebagai pengganti," kata Rahmad.

Jumat, 19 Maret 2010

Mari Kuningkan Stadion

PALEMBANG -Upaya menguningkan stadion menjelang pertandingan Sriwijaya FC versus Arema di Stadion Gelora Jakabaring, Sabtu (20/3) menjadi persoalan. Sebab penonton kerap menggunakan warna lain. Padahal menurut informasi, Palembang akan kedatangan 400 lebih anggota Aremania.

Kita akan kedatangan 300 hingga 400 lebih Aremania. Hal ini perlu diwaspadai, sebab mereka kompak dalam memberikan dukungan. Apalagi pertandingan disiarkan secara langsung. Maka perlu kiranya warga kota Palembang datang mengenakan baju kuning untuk menandingi mereka,” kata Ketua Suporter Simanis Qusoy, Kamis (18/3).

Menurut Qusoy, siaran langsung kerap membuat sepi stadion, karena warga lebih memilih menonton di rumah. Padahal siaran langsung hendaknya menjadi motivasi untuk memenuhi Stadion.

Sebab aksi kita baik suporter dan warga Palembang serta pendukung SFC seperti kekompakan, dan militansi akan dilihat secara langsung di seluruh tanah air. Makanya kami himbau penuhi dan kuningkan Stadion,” ujar Qusoy.

Hal serupa juga dihimbau striker SFC Anoure Obiora Richard yang mengharapkan masyarakat kota Palembang dan sekitarnya nonton secara langsung memenuhi stadion. Sebab disiarkan secara langsung justru menjadi kesempatan bagi pendukung dan suporter untuk memperlihatkan kepada publik bahwa kita kompak. “Kami juga akan lebih termotivasi dari teriakan dan dukungan secara langsung dari pemain ke-12,” kata Obiora.

Himbauan yang sama juga disampaikan Direktris CV Yulimas, Yuliana ST selaku pengelola tiket untuk meramaikan stadion. Pihaknya menyediakan 24 ribu tiket dan doorprize seperti lemari es, televisi, dan hadiah menarik lainnya. Hingga saat ini sudah 8.000 lebih tiket terjual.”Tetapi yang paling penting ramaikan stadion,” kata Yuliana.

Menurut Yuli, penjualan tiket bisa dapatkan di Ali Minimarket di Jakabaring dan Sekretariat SFC di kompleks Palembang Square (PS). “Kita berikan diskon 10 persen bagi yang membeli tiket di Ali Minimarket Jakabaring, berlaku berlaku mulai 19-20 pagi hingga jam 12.00 siang,” ujar Yulimas.sripo

Harga Tiket:
VVIP: Rp 75 ribu
VIP : Rp 50 ribu
Tribun Barat atas: Rp 40 Ribu
Tribun Timur: Rp 30 ribu
Tribun Utara-Selatan:Rp 20 ribu
Doorprize:Kulkas, Televisi dan hadiah menarik lainnya.

Dendam Obiora

PENYERANG andalan Sriwijaya FC, Anoure Obiora Richard menyimpan mendendam dengan kiper Arema Malang Hermansyah. Sebab kiper andalan Singo Edan itu, mampu menggagalkan sejumlah peluang matangnya saat SFC dikalahkan tim asal Malang itu, dengan skor 0-3 dalam pertemuan pertama Indonesia Super Liga, di Stadion Kanjuruan 13 Desember lalu.

Penasaran dan dendam karena peluang kami selalu digagalkan penjaga gawangnya,” ujar Obiora, Rabu (17/3).
Seperti diketahui Obi, sapaannya, memang memiliki banyak peluang, namun tendangannya selalu digagalkan penjaga gawang Arema itu. Makanya dalam pertandingan di kandang Stadion Gelora Jakabaring, Sabtu besok, pemain asal Nigeria ini bertekad menuntaskan dendamnya.

Meski demikian pemain berjuluk Obigol ini, mengaku tidak akan egois untuk memaksakan diri mencetak gol. Baginya membawa SFC meraih kemenangan adalah segalanya. Sangat senang jika mampu membuat assisst dan membantu rekannya mencetak gol.
Tetapi lebih baik dan bahagia jika saya bisa membuat gol dan membuat asisst sangat menyenangkan,” ujarnya.

Obira merupakan pemain penting bagi SFC sejak dua musim terakhir. Meski kerap membuat pendukung dan penonton kesal karena ia kerap menahan bola terlalu lama dan dianggap membuang banyak peluang. Tetapi pergerakan dan dribelnya saat berduel dengan bek-bek belakang lawan sangat berguna mendobrak lini pertahanan lawan.

Meski tidak mencetak gol, suami Saimaka ini, tetap rutin menyumbangkan assisst matang bagi rekannya seperti saat SFC mengalahkan Selangor FA di Stadion Gelora Jakabaring, Selasa (16/3) lalu.

Sementara dalam laga ISL saat ketika SFC mengalahkan Persema Sabtu (13/3) lalu, ia mencetak gol dari jarak jauh. Pelatih Rahmad Darmawan mengatakan, baginya Obiora merupakan penting ekalipun meragukan kemampuan anak asuhnya.”aya tidak meragukan kemampuannya, dia pemain penting bagi tim dan lini depan,” ujarnya.

Nama: Anoure Obiora Richard
TTL:Nigeria, 4 April 1986
Posisi: Striker/gelandang
Tinggi:183 cm
Istri:Saimaka

Karir Klub:
PSDS Deli Serang 2006-2007
Sriwijaya FC 2007-Sekarang

Selasa, 16 Maret 2010

Sriwijaya vs Selangor = 6 - 1 (LIVE UPDATE)


Sriwijaya vs Selangor = 6 - 1 (LIVE UPDATE)
simak update skor dan ulasannya hanya di Sfc Mania

Sriwijaya FC berhasil memberikan setitik air pemuas dahaga kemenangan para pencinta sepakbola Indonesia. Dalam lanjutan event AFC Cup 2010 (Piala AFC 2010), Sriwijaya berhasil menaklukkan tamunya Selangor FC 6-1. Kemenangan ini membawa Sriwijaya ke puncak klasemen grup F Piala AFC 2010 dengan memperoleh 4 poin dari dua pertandingan. Namun posisi Sriwijaya ini bisa digeser oleh dua tim lainnya, Becamex Binh Duong dan Victory SC, yang baru bermain malam nanti.

Sriwijaya FC sempat tertinggal lebih dahulu di awal babak pertama. Pada menit ke 18, gol yang diciptakan pemain Selangor berhasil mengejutkan para pendukung Sriwijaya FC. Tertinggal 0-1, para pemain Sriwijaya mulai terlecut semangatnya dan terus meningkatkan serangan. Hasilnya di menit 40, Sriwijaya FC berhasil menyamakan kedudukan menjadi 1-1 dan satu menit kemudian Sriwijaya FC membalikkan keadaan menjadi unggul 2-1. Babak pertama kedudukan 2-1 untuk kemenangan Sriwijaya.

Di babak kedua Laskar Wong Kito mendapatkan keuntungan setelah pemain Selangor di ganjar kartu merah ketika babak kedua baru berjalan empat menit. Unggul jumlah pemain membuat pemain Sriwijaya FC lebih mengendalikan permainan dan selalu menekan pertahanan Selangor. Di menit 60, Sriwijaya FC menambah keunggulan menjadi 3-1. Merasa mendapat angin, para pemain Sriwijaya FC kembali menambah keunggulan menjadi 4-1 di menit 71.

Ingin mengamankan tiket ke babak 16 besar membuat para pemain Sriwijaya FC terus menekan pertahanan Selangor FC. Di menit-menit akhir babak kedua, Sriwijaya FC berhasil menambah dua gol di menit 87 dan 89. Pertandingan berakhir dengan skor 6-1 untuk kemenangan Sriwijaya FC.


Senin, 15 Maret 2010

Sriwijaya Fc vs Selangor Fc : Laskar Wong Kito Krisis Striker

Richard Anoure Obiora cedera. Sriwijaya FC (SFC) pun dilanda krisis striker jelang menjamu wakil Malaysia Selangor FC di AFC Cup, Selasa (16/3).

Pertandingan kedua pada Grup F AFC Cup di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring (SGSJ) nanti memiliki arti penting bagi kedua tim. Pasalnya, siapa yang memenangkan laga ini berpeluang menduduki puncak klasemen grup. Laskar Wong Kito mengantongi modal penting seusai menekuk Persema Malang 3-0 di Djarum Indonesia Super League, Sabtu (13/3).

Kemenangan tersebut menjadi suntikan moral tersendiri untuk Keith Kayamba Gumbs dkk ketika harus menjalani kompetisi antarklub Asia ini. Pelatih SFC Rahmad ’RD’ Darmawan mengatakan timnya tidak akan diliburkan seusai pertandingan kontra Persema. Pasalnya, SFC hanya memiliki waktu persiapan dua hari sebelum menghadapi jawara Liga Super Malaysia 2009 itu.

Karena itu, Minggu (14/3) pagi,RD langsung menggelar latihan ringan sekaligus mencoba strategi yang akan dipakai pada pertandingan nanti. Hal itu penting dilakukan karena RD tidak bisa memainkan beberapa pemain pilar,seperti Pavel Solomin dan Precious Emuejeraye,yangtidak didaftarkan di AFC Cup karena kuota pemain asing yang diperbolehkan sudah terisi.

’’Tidak mainnya Pavel dan Precious memang suatu kerugian.Namun, saya tetap yakin siapa saja pemain yang diturunkan akan berbuat yang terbaik,”ujar RD kemarin. Masalah yang dihadapi SFC bukan hanya sebatas tak bisa menurunkan pemain yang tengah bersinar seperti Pavel dan Precious. Lebih jauh, kondisi beberapa pemain yang masuk pilihan utama pun masih dalam masalah. RD menyatakan, hingga kini kondisi Ponaryo Astaman,Slamet Riyadi, Ambrizal,dan Oktavianus belum kunjung pulih dari cedera hamstring masing-masing.

Hal itu diperparah dengan kondisi penyerang asal Nigeria Obiora yang terpaksa ditarik keluar pada menit ke-66 saat bentrok dengan Persema. ’’Obiora terpaksa saya tarik keluar karena otot kakinya tertarik. Saya belum tahu pasti seberapaseriuscederanya,” tuturpelatih kelahiran Metro,Lampung ini.

Jika Obiora tidak bisa bermain saat bertemu Selangor nanti,praktis Laskar Wong Kito tinggal memiliki Rahmat Rivai dan Kayamba di lini depan. Jelas kondisi ini merupakan kerugian besar bagi klub kebanggaan masyarakat Sumatera Selatan (Sumsel) ini

Minggu, 14 Maret 2010

Sriwijaya FC yakin mampu menjegal Selangor FC


Sriwijaya FC yakin mampu menjegal Selangor FC yang akan bertandang ke Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring, Palembang, Selasa (16/3), untuk melakoni laga babak penyisian grup F Piala AFC 2010.

Kenyakinan ini didasari keberhasilan meraup poin sempurna pada laga terakhir dengan menaklukan Persema Malang 3-0, Sabtu (13/3).

Selain itu, hasil imbang tanpa gol saat melawat Victory SC di Stadion Nasional Maldives, Maladewa, 23 Februari 2010, dipandang juga sebagai suatu modal positif.

"Kemenangan atas Persema kemarin menjadi modal positif buat kami untuk menghadapi Selangor FC. Kondisi ini cukup mengembirakan saya, karena anak-anak telah berhasil melupakan kekalahan dari Bontang FC," kata pelatih Sriwijaya FC Rahmad Darmawan.

Seperti diketahui, sebelum meraup poin sempurna dari Persema Malang, Laskar Wong Kito terlebih dahulu dipermalukan di hadapan publik sendiri oleh tim papan bawah, Bontang FC dengan skor 2-1, 7 Maret 2010.

Meskipun, diprediksi bisa meraih poin sempurna di kandang, tapi Rahmad tak mau jumawa. Mantan pelatih Persija ini, tetap mewaspadai Selangor FC yang pada laga perdana juga mampu menahan tim kuat asal Vietnam Becamek Binh Dhoung FC.

"Saya sangat respek dengan tim ini penuh dengan bintang dan berkualitas. Ada enam pemain timnas Malaysia yang berhasil meraih medali emas SEA Games lalu,” ujar RD, panggilan akrabnya.

Selangor FC telah banyak mengukir prestasi di liga domestik Malaysia, seperti, juara Liga Super Malaysia lima kali, Piala FA tujuh kali, Juara Piala Malaysia 12 kali, serta bermain di Piala AFC sebanyak 20 kali

SFC Kedatangan Raksasa Negeri Jiran

Setelah bertempur habis-habisan lawan Persema, di Gelora Jakabaring, Sabtu (13/3), Sriwijaya FC tidak bisa bersantai dalam waktu lama, sebab kedatangan tamu Selangor FC, raksana sepakbola dari Negeri Jiran.
Kita akan berlaga di AFC (Asia Football Confederation) Cup menghadapi Selangor FC. Tim ini merupakan tim kuat dan juara di Liga Malaysia,” kata Rahamd Darmawan, Sabtu (13/3).
Berdasarkan jadwal, Selangor FC akan tiba di Palembang pada, Minggu (14/3) pukul 15.10 sore ini. Tim besutan Encik K Devan ini membawa 25 rombongan dengan rincian 18 pemain serta 7 official team. Mereka akan menginap di Hotel Arya Duta selama empat hari dan akan balik ke Malaysia pada, Rabu (17/3) sore.

Jika berbicara masalah peluang, SFC diprediksi bisa meraih poin sempurna di kandang. Rekor pertemuan anak asuh Rahmad Darmawan terhadap tim-tim asal Malaysia sedikit melempangkan jalan. Rahmat Rivai cs pernah menaklukkan Perlis FA di ajang ujicoba (18/8) lalu dengan skor 3-0. Kemudian pernah mengalahkan tim lainnya asal Malaysia Negeri Sembilan FA di ajang yang sama. Skornya pun fantastis dimana SFC menang telak 5-1.


Namun RD tetap mengingatkan anak asuhnya untuk tetap waspada, karena Selangor FC bukanlah tim kemarin sore. Pasalnya, Selangor adalah tim kuat dan di laga perdana AFC mampu menahan tim kuat asal Vietnam Becamek Binh Dhoung FC.

Selain itu, Selangor telah banyak mengukir prestasi seperti, juara Liga Super Malaysia 5 kali, Piala FA 7 kali, Juara Piala Malaysia 12 kali, serta bermain di AFC Cup sebanyak 20 kali. Mereka juga akan tampil full team saat menghadapi SFC.”Saya sangat respek, sebab tim ini penuh dengan bintang dan berkualitas,” ujar RD.

Secara terpisah Manager SFC H Hendri Zainuddin memasang target menang melawan Selangor. Menurut dia, jika SFC mampu meraih poin tiga maka SFC akan bertengger di puncak klasemen grup F. Dia menilai SFC harus mengukir prestasi di ajang AFC Cup.

Kekuataan berimbang, tetapi kita memiliki pendukung dan harapan kita memetik poin penuh lawan Selangor nanti,” ujar Hendri.

Sabtu, 13 Maret 2010

Sriwijaya Menang Telak atas Persema

Sriwijaya FC tampil dominan di kandang sendiri saat kedatangan Persema Malang, Sabtu, 13 Maret 2010. Anak asuh Rahmad Darmawan bisa dengan leluasa mengobrak-abrik pertahanan lawan.

Laskar Wong Kito sudah bisa unggul saat pertandingan baru berusia dua menit. Pavel Solomin melepaskan umpan yang dengan sekali kontrol langsung ditendang Keith Kayamba dan memperdaya kiper Persema I Komang Putra.

Delapan menit kemudian Solomin nyaris mencatatkan diri di daftar pencetak gol. Sayang walau sudah berhadapan langsung dengan Komang, tendangannya masih mampu diblok sang kiper.

Pada menit ke-27, Persema punya peluang emas untuk menyamakan kedudukan. Jaenal Ichwan menusuk di sisi kiri pertahanan Sriwijaya hingga masuk kotak penalti. Ia lalu melepaskan umpan kepada Jairon Feliciano yang sudah berdiri bebas. Namun sayang tendangan Jairon melambung menuju langit, padahal gawang Ferry Rotinsulu sudah terbuka lebar.

Sriwijaya lantas mampu menggandakan keunggulan pada menit 30. Tendangan keras melengkung Anoure Obiora menembus gawang Komang yang sudah terbang untuk menghadang namun tetap saja gagal. Skor 2-0.

Pada menit 40, Sriwijaya mencetak gol ketiganya. Umpan Zah Rahan berhasil mematahkan jebakan off side Persema. Bola jatuh ke kaki Kayamba yang kemudian rela memberikan assist kepada Arif Suyono. Hingga turun minum skor 3-0 untuk Sriwijaya.

Pada babak kedua Sriwijaya punya beberapa peluang untuk menambah keunggulan. Solomin setidaknya punya dua peluang emas namun gagal berujung gol.

Kayamba pada menit ke-55 juga nyaris mencetak gol keduanya. Mengambil tendangan bebas dari luar kotak penalti, bola masih membentur gawang Komang. Skor 3-0 bertahan sampai pertandingan usai.

Babak 1 Sfc Unggul 3 - 0 atas persema

Sriwijaya FC tampil dominan di kandang sendiri saat kedatangan Persema Malang, Sabtu, 13 Maret 2010. Anak asuh Rahmad Darmawan bisa dengan leluasa mengobark-abrik pertahanan lawan.

Laskar Wong Kito sudah bisa unggul saat pertandingan baru berusia dua menit. Pavel Solomin melepaskan umpan yang dengan sekali kontrol langsung ditendang Keith Kayamba dan memperdaya kiper Persema I Komang Putra.

Delapan menit kemudian Solomin nyaris mencatatkan diri di daftar pencetak gol. Sayang walau sudah berhadapan langsung dengan Komang, tendangannya masih mampu diblok sang kiper.

Pada menit ke-27, Persema punya peluang emas untuk menyamakan kedudukan. Jaenal Ichwan menusuk di sisi kiri pertahanan Sriwijaya hingga masuk kotak penalti. Ia lalu melepaskan umpan kepada Jairon Feliciano yang sudah berdiri bebas. Namun sayang tendangan Jairon melambung menuju langit, padahal gawang Ferry Rotinsulu sudah terbuka lebar.

Sriwijaya lantas mampu menggandakan keunggulan pada menit 30. Tendangan keras melengkung Anoure Obiora menembus gawang Komang yang sudah terbang untuk menghadang namun tetap saja gagal. Skor 2-0.

Pada menit 40, Sriwijaya mencetak gol ketiganya. Umpan Zah Rahan berhasil mematahkan jebakan off side Persema. Bola jatuh ke kaki Kayamba yang kemudian rela memberikan assist kepada Arif Suyono. Hingga turun minum skor 3-0 untuk Sriwijaya.

Jumat, 12 Maret 2010

Harus Konsentrasi

INI pertandingan kandang, tentunya kami harus mendapatkan 3 poin.
PRECIOUS
BEK SFC

MESKI tanpa dua pemain kunci Siswanto dan Bima Saksi, Persema Malang tetaplah tim solid dan penuh kejutan-kejuatan di akhir pertandingan. Hal ini menjadi perhatian serius para pemain belakang Sriwijaya FC, terutama bek asing Precious Emuegeraye.

Pemain tinggi besar ini sudah maklum, senjata Persema terletak pada kecepatan pemain, mengandalkan bola-bola mati, serangan balik dari sayap kiri dan kanan, serta umpan-umpan

panjang terukur yang langsung menusuk ke kotak penalti. “Terutama bola-bola krossing terarah. Kami harus konsentrasi dan mewaspadai permainan mereka,” ujar Precious, Kamis (11/3).

Wajar saja pemain Timnas Singapura ini harus berhati-hati. Sebab lawan Persema di putaran pertama lanjutan Liga Super Indonesia (ISL) di Stadion Gajayana 20 Desember lalu, mereka kalah 0-1. Kekalahan yang menyakitkan mengingat gol M Kamri yang menyambut krossing Siswanto

terjadi di menit 89. Gol itu, membuat SFC terperangah dan tidak mampu memberikan gol balasan. Padahal selama 88 menit Laskar Wong Kito mempertahankan hasil imbang 0-0.

Maka, meledeni Persema di Stadion Gelora Jakabaring, Sabtu (13/3) besok, Precious mengaku mereka harus berkonsentrasi penuh hingga menit-menit akhir. Apalagi permainan SFC cenderung mengalami pasang surut.

Khususnya lini belakang memang kerap kecolongan. Kebobolan dua gol saat menghadapi Bontang FC Minggu (7/3) lalu menjadi bukti bahwa lini belakang SFC rapuh. Hal inilah yang harus segera diantisipasi Precious cs.

Ini pertandingan kandang, tentunya kami harus mendapatkan 3 poin,” tegas pemilik postur tubuh 186 cm/80 kg.

Seperti diketahui Precious tidak diturunkan saat SFC dikalahkan Bontang FC di Gelora Jakabaring, Minggu lalu. Saat itu, pemain naturalisasi asal Nigeria berkebangsaan Singapura ini, baru saja

tampil habis-habisan membela Timnas Singapura. Kini kondisinya sudah bugar dan siap diturunkan. Ia bertekad membawa SFC kembali masuk 4 besar. “Mohon dukungan semuanya,” tandas Precious yang memiliki kecepatan, dan jago bola-bola atas.

Kamis, 11 Maret 2010

Sriwijaya FC Incar Kemenangan Besar Dari Persema

Sriwijaya FC membutuhkan kemenangan besar dari Persema Malang yang dijadwalkan bertandang ke Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring, Palembang, 13 Maret 2010, untuk melakoni laga lanjutan Superliga Indonesia 2009/10.

Maklum saja karena hanya sebuah kemenanganlah yang diyakini dapat mengembalikan kepercayaan diri "Laskar Wong Kito", pasca dipermalukan Bontang FC 2-1 di hadapan publiknya, 7 Maret lalu.

"Kami sangat butuh sebuah kemenangan besar, untuk mendongkrak mental tim setelah mengalami sebuah kekalahan menyakitkan," kata pelatih Sriwijaya FC Rahmad Darmawan, kepada GOAL.com di Palembang, Rabu (10/3).

Namun, untuk meraup poin penuh dari Persema bukan perkara mudah bagi Sriwijaya FC. Maklum saja, tim besutan Subangkit ini, juga berharap hasil serupa guna mengamankan posisi di papan atas.

Terlebih, pada laga sebelumnya mengalami nasib yang sama dengan Sriwijaya FC dengan menelan kekalahan dari saudara sekota, Arema Indonesia dengan skor telak 3-1.

Selain itu, Persema saat ini menjadi pesaing utama Sriwijaya FC di jalur juara, karena berada di peringkat empat dengan raihan 34 poin, hanya unggul selisih gol dari Sriwijaya FC yang berada di peringkat lima.

"Laga kandang dengan Persema ini, menjadi perhatian serius kami. Saya berharap anak-anak segera melupakan kekalahan kemarin agar dapat tampil maksimal," pungkas pelatih yang telah memberikan tiga gelar ke Sriwijaya FC ini.

Pavel Butuh Adaptasi

MENCETAK satu gol ke gawang Bontang FC di laga perdana Sabtu (7/3) lalu, merupakan capaian yang menggembirakan bagi Pavel Solomin. Maklum saja, itu adalah debut awalnya bersama Sriwijaya FC. Hanya saja, striker asal Uzbekistan ini tetap memendam kecewa lantaran timnya, SFC harus menanggung malu akibat dikalahkan tamunya itu 1-2.

Olh karena itu, aksi-aksi brillian harus kembali dipertontonkan Pavel saat SFC menjamu Persema Malang, Sabtu (13/3) nanti di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring. Inilah salah satu ujian berat bagi Pavel yang menyandang pemain timnas Uzbekistan.

Penampilan Pavel memang menjadi pusat perhatian fans dan publik Sumsel lantaran tim asuhan Rahmad Darmawan itu sangat membutuhkan seorang striker murni. Karakter permainan yang diperlihatkan Pavel tidak mengecewakan. Pergerakannya dalam mengocek bola maupun tanpa bola sangat merepotkan lawan-lawannya.

Walaupun hanya mencetak gol tunggal Laskar Wong Kito, namun bola tandukannya sangat berkelas. Menyambut umpan rekannya, Obiora Richard dari sisi kanan gawang, Pavel yang berdiri bebas di kotak penalti, menghunjamkan heading sangat bertenaga dan sangat akurat sehingga menjebol gawang Ade Muchtar.

Meski bertipe striker murni, mantan pemain Lokomotiv Taskhent ini, juga selalu aktif mencari bola. Dia pun terlihat rajin menyisir sisi kiri atau kanan lapangan untuk merebut bola atau mengambil umpan-umpan yang disodorkan rekan-rekannya. Bahkan beberapa kali Pavel menjemput bola untuk kemudian memberikan umpan kepada rekannya di barisan depan.

Hanya saja, Pavel memang sangat membutuhkan adaptasi yang cepat bersama rekan-rekan setimnya. Maklum saja, sebagai pemain baru, tentu karakter permainan rekan setimnya belum banyak ia ketahui. Apalagi, Pavel sangat aktif bergerak, sehingga jika permainan yang dikembangkan melalui passing satu dua, maka Pavel dan rekan-rekan nya juga harus bisa membaca pergerakan itu sehingga serangan yang mereka bangun tak berakhir dengan sia-sia.
Pelatih Rahmad Darmawan menilai ada beberapa gerakan menarik dari Pavel Solomin. Dia sangat

aktif bergerak sehingga lawan akan kesulitan menjaganya. Bahkan Pavel mampu memberikan asisst kepada rekannya yang memiliki peluang lebih besar mencetak gol ketimbang dirinya.
Untuk itu saya akan memberikan perhatian khusus mengenai skema latihannya nanti. Karena dia kerap bergerak, bahkan usai memberikan umpan pun dia selalu bergerak. Pavel bermain cukup baik,” tegas RD beberapa hari lalu.

Minggu, 07 Maret 2010

Menanti Gol Pavel Solomin

PALEMBANG -Pertandingan Sriwijaya FC versus Bontang FC di Gelora Jakabaring, Minggu (7/3), menjadi debut Pavel Solomin di Liga Super Indonesia (ISL). Striker asal Uzbekistan yang baru saja memperkuat SFC ini, diharapkan fans dan publik Laskar Wong Kito sebagai goal getter mendampingi kapten tim Keith Kayamba Gumbs.

Untuk Pavel Solomin kita lihat saja nanti. Dia bisa masuk starting eleven, bisa diturunkan pada pertama atau kedua. Namun bisa saja diturunkan di awal babak, kesempatan itu ada,” ujar Rahmad Darmawan usai latihan, Sabtu (6/3) pagi.

Sementara pemain lainnya juga dalam kondisi bugar seperti, bek Ambrizal dan Bobby Satria. Begitu juga kondisi pemain Timnas seperti Cristian Worabay, kiper Ferry Rotinsulu dan Isnan Ali serta Arif Suyono.

Sementara kondisi dua pemain lainnya bek Charis Yulianto dan Ponaryo yang diturunkan full time dalam pertandingan Timnas versus Australia, Rabu (3/3) lalu, juga dalam kondisi bugar dan siap diturunkan.

Untuk Ponaryo bisa diturunkan setengah babak karena dia baru bergabung. Sementara Charis sudah bergabung lebih awal. Khusus untuk keduanya saya akan menurunkan salah satu diantaranya sejak awal,” ujar Rahmad.

Diperkirakan Cekmad sapaannya akan menurunkan Ambrizal, Charis Yulianto, dan Bobby di lini belakang. Khusus Ambrizal akan digeser ke sisi kanan mengingat kemampuannya yang kerap menyerang ke depan. Sementara di kiri ada Isnan Ali atau Slamet Riyadi yang dipasang sejak menit awal.

Untuk lapangan tengah, satu tempat sudah pasti menjadi milik gelandang pengatur serangan Zah Rahan Krangar. Jika Ponaryo tidak dalam kondisi prima, RD akan memasang dua gelandang bertahan, tetapi memiliki naluri menyerang Tony Sucipto dan Alamsyah Nasution.

Sementara untuk lini depan RD akan memasang tiga penyerang sekaligus yakni, Obiora yang menjadi pendobrak dan pelayan bagi dua striker Keith Kayamba Gumbs dan Pavel Solomin. Khususnya peranan Obiora memang tidak tergantikan, striker yang bisa menjadi galandang sayap ini, memiliki power (kekuatan) beradu tenaga dengan bek-bek bertubuh besar dan membuka ruang. Ia pun pandai memberikan asisst matang.

Memang ada beberapa perubahan, seperti Obiora yang kembali gelandang sayap. Tetapi ini merupakan pertandingan kandang dan kita bermain menyerang,” kata RD.
Siap Curi Poin

Sementara itu berbicara masalah kekuatan Bontang FC, pelatih kelahiran Metro Lampung ini menegaskan, Laskar Khatulistiwa julukan Bontang FC, mampu bermain lepas ketika bertandang. Selain mengandalkan kolektivitas, juga memiliki pemain yang memiliki skill seperti Ali Khadaffi, Aldo Baretto, dan Geddy.”Mereka pemain-pemain yang memiliki skill,” ujar RD.

Secara terpisah, pelatih Bontang Fachri Husaini mengatakan, SFC memiliki pemain berkulitas dan sangat bagus. Meski mereka kini tidak berada di posisi puncak, tetapi SFC adalah tim kuat sama seperti tim lainnya Persipura atau Arema.

Namun satu keuntungan timnya, kekuatan SFC sedang terpecah karena membagi perhatian di dua kompetisi yakni, ISL dan Asian Football Confederation (AFC) Cup.”SFC tim hebat dan memiliki kolektivitas ditambah dengan kecepatan yang dimiliki pemainnya. Namun dengan kondisi saat ini SFC sedang terpecah perhatiannya karena berlaga dua even besar. Kami bisa memanfaatkan hal itu untuk mencuri poin di Jakabaring,” tegas Fachri.

Jumat, 05 Maret 2010

Ditempatkan Sebagai Gelandang Obiora No Problem

Kehadiran striker anyar Pavel Pavlovich Solomin bersama Sriwijaya FC membuat pelatih Rahmad "RD" Darmawan melakukan beberapa perubahan posisi pemain di lini depan. Salah satu pemain yang merasakan perubahan itu adalah Anoure Obiora Richard. Striker serba bisa ini kembali menempati posisi aslinya sebagai gelandang sayap.

"Dalam latihan ini saya melakukan beberapa simulasi dan membuat beberapa perubahan seperti mengembalikan Obiora ke posisi aslinya sebagai gelandang sayap," kata RD, Kamis (4/3).

Pelatih kelahiran Metro Lampung ini ingin memberikan kesempatan kepada Pavel untuk berduet bersama Kayamba di lini depan. Apalagi dalam ujicoba menghadapi SFC U-21 di Gelora Jakabaring, Rabu (3/3), pemain asal Uzbekistan itu mampu mencetak tiga gol. "Saya akan mencoba Pavel-Kayamba atau Poci (Rahmat Rivai) di lini depan," ujar RD.

Obiora merupakan pemain andalan SFC dan berperan besar mengantarkan tim ini meraih gelar double winner musim 2008/2009. Ia kemudian berperan besar ketika membawa Laskar Wong Kito mempertahakan gelar Copa Dji Sam Soe (saat ini Piala Indonesia).

Obi sapannya adalah pemain serba bisa. Sebagai penyerang ia dibekali kecepatan dan memiliki skill di atas rata-rata. Pandai mendribel dan membawa bola hingga menuju kotak penalti baik dari tengah lapangan atau pinggir lapangan.

Pergerakannya yang luwes kemudian melepas umpan terukur kepada rekannya yang berada di kotak penalti kerap membuat lini pertahanan lawan kebobolan. Belakangan Obigol sangat pandai beroperasi sebagai gelandang sayap, second striker bahkan menjadi tandem Kayamba. RD pun tidak menyia-nyiakan bakatnya dengan menggunakan formasi 4-3-3. Dalam pertandingan menghadapi Bontang nanti, suami Saymaka ini akan menempati gelandang sayap dalam formasi 4-4-2.

Menanggapi tentang posisi barunya ini, Obiora mengaku tidak ada masalah. Bagi diletakkan di posisi manapun ia tetap memiliki peran, baik memberikan assist menjadi gol ataupun langsung menciptakan sendiri peluang yang diciptakan.

"Saya terbiasa menjadi gelandang sayap baik di kiri, kanan atau menjadi second striker. Bagi saya jika saatnya mencatak gol, maka saya cetak
gol. Tetapi jika lebih tepat memberikan assist maka saya akan memberikan kesempatan kepada rekan saya mencetak gol. Paling penting SFC mampu memenangkan pertandingan," ujarnya.

Zah cs Bertekad Patahkan Rekor Bontang

Pertemuan Sriwijaya FC versus Bontang FC diputaran kedua Liga Super Indonesia (ISL), di Stadion Gelora Jakabaring, Kamis (4/3), dipastikan berlangsung panas. Zah Rahan Krangar cs bertekad membalas dendam atas kekalahan mereka 3-1 di Bontang 9 Januari lalu.

Berdasarkan head to head pertemuan, pada musim kompetisi Liga Super Indonesia 2008/2009, Bontang sukses mengalahkan SFC dengan skor 2-1, 15 Agustus 2008, kemudian sukses menahan imbang SFC dengan skor 1-1 dalam pertemuan kedua di Gelora Jakabaring, 28 April 2009.

Musim ini lagi-lagi Bontang melanjutkan rekor dengan melibas Obiora cs di Bontang dengan skor 3-1 pada 9 Januari lalu.

Pelatih Rahmad Darmawan mengatakan, untuk mengantisipasi permainan Bontang dirinya akan menyetarakan keseimbangan antar lini. Ia membuat simulasi formasi tim. Menurutnya ada beberapa perubahan yakni, mengembalikan Obiora di posisi aslinya sebagai gelandang sayap. Memasang Kayamba dan Pavel Solomin di lini depan.

"Bontang merupakan tim yang bagus dan saya fokus kepada beberapa pemain mereka yang patut diwaspadai terutama barisan depan Bontang," ujar RD.

Pelatih kelahiran Metro Lampung ini mempertajam lini depan dan memperkuat lini belakang. Beruntung baginya, Ambrizal kembali fit begitu juga kondisi Bobby Satria yang sudah bisa diturunkan. Sementara gelandang Octavianus terus mengalami peningkatan. "Kita harus fokus menjaga pertahanan dan mempertajam lini depan," tegas RD.

Secara terpisah Manajer Bontang FC, Andi Faisal yang mewakili Fachry Husaini mengatakan, SFC memiliki pemain berkualitas dan merata di semua lini. "Untuk mengatasi kolektivitas SFC kami menurunkan bek terbaik kita termasuk Patricio Jimenez yang menjaga striker SFC. Target kita dalam pertandingan ini mampu menahan imbang SFC," ujar Andi Faisal.

Rabu, 03 Maret 2010

"Gol Saya Gol Teman-teman”

BELUM genap sebulan bergabung bersama Sriwijaya FC, Pavel Solomin mampu beradaptasi dengan cepat. Ia menunjukkan ketajamannya sebagai striker haus gol. Setiap latihan, ia mampu mencetak 4-5 gol per-game. Sementara dalam pertandingan sesungguhnya, pemain kelahiran Timnas Uzbekistan menunjukkan ketajaman.

Ujicoba menghadapi SFC U-21 di Gelora Jakabaring Rabu (3/3), menjadi bukti ketajaman pemilik tinggi 173 cm ini. Pavel Pavlovhic Solomin mampu menjaringkan tiga gol dalam waktu 11 menit saat SFC menang 4-1.

Pavel Solomin sangat cepat beradaptasi dengan permainan. Tentunya saya akan terus mencoba dalam beberapa simulasi termasuk memasangnya bermain bersama Kayamba di lini depan,” kata pelatih Rahmad Darmawan.

Turun di babak kedua dalam ujicoba itu, pemain yang menyandang nomor punggung 23, terlihat mampu menempatkan posisi dan bermain satu dua dengan Kayamba atau Obiora. Sesekali dia bergerak ke sisi kiri atau kanan untuk menjemput bola, memberikan kepada pemain lainnya yang berada di kotak penalti.

Sementara pemain kelahiran 15 Juni 1982 itu bergerak cepat mencari posisi atau ruang kosong. Ketika mendapatkan assist, Pavel mampu menyelesaikan peluang dengan baik. Seperti gol pertamanya di menit 47 merupakan gol berkelas. Mendapat umpan dari Zah Rahan, pemain kelahiran Taskhent Uni Soviet ini dengan cerdik membawa bola ke sisi kanan lapangan untuk kemudian melakukan tembakan dari sudut sempit. Begitu juga gol kedua dan ketiganya. Gerakan tanpa bolanya pun terlihat efektif.

Striker Timnas Uzbekistan ini hanya membutuhkan pelayanan maksimal dari para pemain untuk mencetak banyak gol. Mitranya seperti Kayamba dan Obiora bisa memberikan assist matang dan membuka ruang baginya. “SFC memiliki striker pekerja keras seperti Kayamba dan Obiora yang pandai memberikan assist,” ungkap RD.

Pavel pun mengaku senang bisa memperkuat SFC. Menurutnya, pelatih, manajemen dan terutama rekan-rekannya sangat terbuka dan memberikan kesempatan kepadanya untuk cepat beradaptasi. Begitu juga pendukung dan penduduk kota Palembang terbilang ramah dan bersahabat. “Fans, pelatih, teman-teman dan manajemen terus membantu saya beradaptasi. Terutama teman-teman sangat mendukung saya untuk selalu mencetak gol,” ujarnya dalam bahasa Inggris.

Dengan kondisi ini, Pavel yakin bisa mencetak banyak gol dan memberikan kemenangan dalam setiap permainan SFC. Suami Anastasya ini mengaku tidak sabar untuk bermain menghadapi Bontang FC di Gelora Jakabaring nanti. “Sebagai pemain saya tentunya sangat ingin SFC segera bertanding. Tidak lupa saya minta dukungan kepada fans dan terutama rekan-rekan saya di tim. Sebab gol saya adalah gol teman-teman, kemenangan adalah kemenangan tim dan fans,” ungkap pavel dengan bijak.





biodata
Nama:Pavel Solomin
TTL:Tashkent, Uni Soviet, 15 Juni 1982
Posisi: Penyerang
Klub:
Traktor Taskhent 2003-2005
FC Pakhtakor Taskent 2005
Traktor Tashkent 2006
FC Saturn Moscom Oblast 2007
Navbahor Namangan 2008
Lokomotiv Taskhent 2009
Sriwijaya FC 2010 (sekarang)
Timnas
Uzbeki

Duet Ideal Pavel-Gumbs

Tidak mudah bagi Rahmad “RD” Darmawan menentukan pilihan pemain mana yang cocok dengan strategi idealnya. Namun hasil ujicoba lawan SFC U-21 di Gelora Jakabaring, Rabu (3/3) pagi, sedikit memudahkan Cekmad, sapaannya, melakukan simulasi. Duet Pavel-Gumbs menjadi skema ideal menghadapi Bontang FC, Sabtu (7/3) nanti.

Sebenarnya saya membuat beberapa simulasi tim. Ada beberapa perubahan formasi dengan masuknya Pavel Solomin. Saya mengembalikan Obiora sebagai gelandang sayap. Juga mencoba duet Kayamba dan Pavel, hasilnya cukup bagus. Kondisi ini sangat baik saat menghadapi Bontang FC nanti,” kata RD usai pertandingan di Gelora Jakabaring, Rabu (3/3).

Cekmad berharap, Pavel cepat beradaptasi dengan skema permainan sehingga dapat memberikan warna dan perbedaan dalam setiap permainan SFC. Selain mencoba Pavel-Kayamba, RD juga mencoba Pavel-Rahmad Rivai. Namun kemungkinan semuanya akan diturunkan sesuai dengan sistem rotasi yang diberlakukan menghadapi kompetisi ketat.

Semua pemain akan mendapatkan rotasi mengingat padatnya jadwal kompetisi. Kita tidak hanya konsentrasi Liga Super Indonesia (ISL), tetapi juga piala AFC dan piala Indonesia,” ungkap Pelatih yang sangat paham dengan karakter pemainnya satu persatu.

Mantan pelatih Persija ini mengungkapkan, tim asuhannya akan sibuk selama 7-27 Maret yakni melakoni 6 pertandingan berat. Pavel cs akan menghadapi 3 laga home melawan Bontang FC 7 Maret, lawan Persema 14 Maret, menghadapi Selangor fase grup F AFC 16 Maret, dan lawan Arema 20 Maret. Kemudian melawat ke kandang PSPS di Pekan Baru 27 Maret.

Namun beruntung bagi RD, seluruh pemain dalam kondisi baik. Meski ditinggalkan 6 pemain utamanya yang bergabung di timnas yakni, Charis Yulianto, Ferry Rotinsulu, Arif Suyono, Ponaryo Astaman, Charis Yulianto dan Isnan Ali, namun tidak berpengaruh bagi tim. Sebab Ferry cs segera kembali dari Australia Kamis (4/3). Selain itu pemain pelapis tidak kalah kualitas. “Seluruh kondisi

pemain sangat baik. Ambrizal sudah mulai fit, begitu juga kondisi Bobby Satria. Sementara Octavinus menunjukkan peningkatan performa,” ujar Kapten Marinir yang piawai meramu strategi penyerangan.
Diistirahatkan

Khusus mengenai kondisi pemain Timnas, RD akan melihat kondisi mereka yang diturunkan full seperti Ponaryo dan Charis Yulianto. “Nanti kondisi pemain akan saya lihat, terutama pemain yang diturunkan penuh selama pertandingan,” tutur RD.
Disinggung mengenai persiapan lawan Bontang, menurutnya berjalan baik. Para pemain fokus mempertahankan bentuk penampilannya. Namun yang perlu diperhatikan adalah mempertajam lini depan.

Kita fokus menghadapi Bontang, karena tim ini banyak melakukan perubahan. Ada beberapa pemain yang baru bergabung dan berkualitas. Sementara pemain lamanya juga patut diwaspadai seperti Aldo Baretto yang memiliki skill dan pergerakan bagus,” ujar RD.

Pavel Bikin Hattrick, Tundukan SFC U-21 4-1

Penampilan perdana striker anyar Sriwijaya FC Pavel Solomin cukup menjanjikan. Pemain berdarah Uzbekistan ini, mencetak hattrick dalam laga ujicoba SFC versus SFC U-21, di Gelora Jakabaring, Rabu (3/3).

Sebanyak empat gol kemenangan Laskar Wong Kito, dicetak striker Mustafa Aji menit 10 dan Pavel menit 47, 55, dan 59. Sementara itu, gol balasan SFC U-21 dilesakkan striker andalan Tinton Suharto menit 40.

Pelatih Rahmad Darmawan mengaku puas dengan penampilan para pemainnya. Ujicoba menghadapi SFC U-21 ini, bertujuan untuk meningkatkan koordinasi dan penampilan SFC sebelum menghadapi Bontang FC di Gelora Jakabaring, Minggu (7/3).

"Saya ingin melihat komposisi tim dan koordinasi pemain sebagai persiapan menghadapi Bontang FC," ujar RD.

Sejak menit awal, anak asuh RD tampil menekan. Memasuki menit ke 10 Mustafa Aji berhasil menjebol gawang Andi Irawan usai meneruskan umpan matang Zah Rahan. Selanjutnya permainan dikendalikan Zah cs. Namun, memasuki menit ke 40 SFC justru kebobolan. Melalui skema serangan balik yang dirancang Rosi. Pemain bertubuh kecil ini, dengan cedik menyisir sisi kiri SFC untuk kemudian melepas umpan matang kepada Tinton Suharto. Pemain jangkung SFC junior ini dengan cepat membawa bola menusuk kotak penalti dan menundukkan Andi Irawan. Kedudukan berakhir dengan skor 1-1.

Memasuki babak kedua RD memasukkan striker anyar Pavel Solomin dan langsung memberikan perbedaan sejak diturunkan. Variasi serangan pun lebih hidup. Tidak butuh waktu lama, Pavel langsung menjebol gawang Andi Irawan menuntaskan umpan Zah Rahan menit 47. Serangan tetap dikendalikan SFC. Pavel kemudian menggandakan keunggulan menit 55 dan 59. Kedudukan bertahan dengan skor 4-1 hingga babak kedua berakhir.



Simulasi Duet Pavel-Kayamba Cukup Menjanjikan

Pelatih Sriwijaya FC Rahmad Darmawan mengaku puas dengan susunan pemain yang dimilikinya. Masuknya Pavel Solomin di lini depan membuatnya mudah merancang formasi setiap pertandingan. Dalam laga ujicoba menghadapi SFC U-21 di Gelora Jakabaring, Rabu (3/3) pagi, RD sapaannya merancang duet Pavel-Kayamba.

"Sebenarnya saya membuat beberapa simulasi tim. Ada beberapa perubahan formasi dengan masuknya Pavel Solomin. Saya mengembalikan Obiora sebagai gelandang sayap. Juga mencoba duet Kayamba dan Pavel, ternyata hasilnya cukup bagus," kata RD.

Cekmad sapaannya berharap Pavel Solomin cepat beradaptasi dengan skema permainan sehingga dapat memberikan warna dan perbedaan dalam setiap permainan SFC. Dalam pertandingan ujicoba ini Pavel sangan cepat beradaptasi," tutur RD.

Menurut pelatih kelahiran Metro Lampung ini, selain mencoba Pavel-Kayamba, ia juga mencoba Pavel-Rahmad Rivai. Namun kemungkinan semuanya akan diturunkan sesuai dengan sistem rotasi yang diberlakukan menghadapi kompetisi ketat.

Menurut RD seluruh kondisi pemain sangat baik. Ambrizal sudah mulai fit, begitu juga kondisi Bobby Satria. Sementara Octavianus terus menunjukkan peningkatan.

Pavel Janji Tak Mengecewakan Sriwijaya

PALEMBANG--Striker anyar Sriwijaya FC (SFC), Pavel Solomin, berjanji unjuk kebolehan dan tidak akan mengecewakan pada laga perdana timnya melawan Bontang FC di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring, Palembang, Sumatra Selatan, Minggu (7/3).

"Saya tahu, banyak pengharapan dari fans akan penampilan saya nanti. Jelas saya tidak mau tampil mengecewakan mereka," kata Pavel di Palembang, Selasa (2/3).

Pemain asal Uzbekistan ini mengaku menyiapkan fisik dan mental untuk memulai debut pertamanya sebagai skuad "Laskar Wong Kito".

"Saya sangat menanti‑nanti penampilan perdana ini dan berharap mendapatkan dukungan dari tim dan para fans. Yang saya mau, nantinya dapat bermain rileks, sehingga dapat mengeluarkan semua kemampuannya," katanya.

Dia menambahkan, semula sangat berharap dapat memperkuat SFC pada laga melawan Persija Jakarta beberapa waktu lalu. "Asal tahu saja, saya cukup gelisah saat dokumen izin tinggal sementara (ITC, red) saya lambat keluar, sehingga tidak dapat turun saat melawan Persija. Padahal, saat itu saya sangat ingin mencoba Liga Indonesia," kata pesepak bola usia 27 tahun ini lagi.

Berkaitan dengan posisinya yang disiapkan pelatih SFC Rahmad Darmawan sebagai "target man" atau striker yang berperan sebagai penyelesaian akhir, dia mengaku tidak merasa terbebani. "Saat bermain di Liga Uzbekistan, saya menjadi top skor dengan posisi sebagai `target man`. Hal ini bukanlah suatu masalah, tinggal bagaimana berkoordinasi dengan pemain lain saja yang saya rasa memerlukan sedikit waktu," ujar mantan anggota tim nasional Uzbekistan tersebut.

Pavel Solomin adalah pemain asing kelima SFC, setelah hanya diperkuat empat pemain asing selama putaran pertama Liga Super Indonesia 2009‑2010. Pavel terakhir kali tercatat membela klub Lokomotiv Tashkent, anggota divisi utama liga Uzbekistan.

Pavel pernah bermain di Jakarta dan mencetak gol ketika Uzbekistan kalah melawan Arab Saudi 1‑2 di ajang Piala Asia 2007.

Puncak penampilan pemain kelahiran 15 Juni 1982 ini, adalah ketika menjadi top skor Liga Uzbekistan yang kala itu membela Traktor Tashkent, dengan mencetak 21 gol dari 30 penampilan. Sayang sejak itu, Pavel seolah tenggelam.

Jamu Bontang FC, Sriwijaya FC Turunkan Bomber Anyar

Administrasi beres, Sriwijaya FC siap turunkan striker asing anyar saat bentrok dengan tamunya Bontang FC.

Manajer tim Sriwijaya FC Hendri Zainudin mengaku cukup gembira menyambut kepastian beresnya administrasi striker asing barunya Pavel Pavlovitch Solomin, yang selama ini belum bisa diturunkan karena belum mendapat pengesahan dari PT Liga Indonesia (Liga).

Dengan demikian lanjut Hendri, striker asal Uzbekistan tersebut sudah resmi berstatus pilar Sriwijaya FC di putaran kedua Superliga 2009/10, setidaknya selama enam bulan ke depan sesuai durasi kontrak yang telah disepakati dengan manajemen Laskar Wong Kito.

Menurut Hendri, kepastian beresnya kelengkapan administrasi pemain yang diharapkan bisa membantu mengatasi solusi lini depan tim yang memang selama ini menjadi kendala utama, ia peroleh dari Liga, yang mengabarkan pemainnya tersebut sudah disahkan.

Hal itu karena dokumen seperti Visa Bekerja Sementara (VBS) dan International Transfer Certificate (ITC), yang menjadi syarat utama bagi pemain asing baru, telah lengkap dan dinyatakan mantan pemain Lokomotiv Tashkent ini boleh merumput di Liga Indonesia bersama Sriwijaya FC.

"Dengan disahkannya Pavel, berarti yang bersangkutan bisa diturunkan saat kami menjamu Bontang FC nanti. Ini tentu cukup menggembirakan, terutama dalam upaya berburu poin, karena lini depan kami akan semakin baik" tandas Hendri.

Selasa, 02 Maret 2010

Senin, 01 Maret 2010

Sriwijaya FC Isi Kekosongan Jadwal dengan Uji Coba

Libur sementara dari jadwal kompetisi Liga Super Indonesia (LSI) 2009-2010 dimanfaatkan Sriwijaya FC (SFC) untuk melakukan uji coba dengan tim juniornya, SFC Under-21 di Gelora Sriwijaya Jakabaring, Palembang, Sumatra Selatan, 3 Maret.

Pelatih SFC, Rahmad Darmawan, mengatakan di Palembang, Senin, SFC mengalami kekosongan jadwal karena tujuh pilar utamanya memperkuat Indonesia di ajang Pra-Piala Asia 2011 melawan Australia, 3 Maret.

"Tidak baik jika pemain libur cukup lama, nantinya mereka bisa kehilangan `rasa` mengenai aroma suatu kompetisi yang ketat dengan persaingan. Sedapat mungkin saya mengupayakan mereka melakukan uji coba pada saat jadwal kosong," kata Rahmad pula.

Dia menyatakan, meskipun lawan tanding tergolong tidak sepadan, namun setidaknya dapat tetap menjaga fisik dan mental bertanding skuadnya.

"Tidak mudah mencari lawan tanding di masa kompetisi sedang berlangsung seperti saat ini. Karena tidak semua tim mendapat kekosongan jadwal. Hanya tim yang memiliki pemain timnas saja yang jadwalnya disesuaikan," ujar dia.

Rahmad menyatakan, kesempatan uji coba ini juga digunakan untuk memantau perkembangan adaptasi dari striker rekrutan baru SFC, Pavel Solomin.

"Saya ingin melihat hasil latihan Pavel dengan anak-anak yang telah dilakukan dalam beberapa waktu lalu. Tentu yang menjadi perhatian saya adalah koordinasi lini depan dalam melakukan serangan yang telah menjadi permasalahan utama kami selama ini. Uji coba ini besar manfaatnya bagi dia untuk persiapan laga perdananya," ujar Rahmad.

Skuad SFC akan tetap melakukan latihan menjelang pertandingan itu, setelah menjalani libur selama lima hari untuk melawat ke Maladewa menghadapi Victory SC di ajang Asian Football Confederation (AFC) Cup, 23 Maret.

Laga berikutnya pada LSI, "Laskar Wong Kito" akan menjamu Bontang FC di Palembang, 7 Maret.

Menurut Rahmad, kondisi pemainnya dipastikan sangat bugar karena mendapatkan istirahat panjang itu.

Pelatih SFC U-21, Kas Hartadi secara terpisah mengatakan, pertandingan uji coba itu sekaligus akan menguji ketajaman strikernya, Tinton Suharto yang baru saja bergabung di putaran kedua ini.

"Tinton adalah pemain rekrutan baru kami. Meskipun dia memiliki kemampuan bagus karena telah lebih berpengalaman dibandingkan pemain lain, tapi dalam suatu tim membutuhkan suatu kekompakan. Beruntung sekali kami dapat beruji coba dengan SFC senior, sebagai tim yang ada di atas kami untuk mengejar target enam besar," ujar Kas.

Cari Blog Ini

Arsip Blog

Diberdayakan oleh Blogger.

Label

Laporkan Penyalahgunaan

Halaman

Mengenai Saya

Entri yang Diunggulkan

Sriwijaya FC Hadapi Pusamania di Semi Final PGK

Sriwijaya FC akhirnya harus puas sebagai runner up Grup B, dengan koleksi 6 poin dari tiga pertandingan. Setelah dilaga terakhir takluk...

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *