Follow Us:

RSS

We Are Sriwijaya FC

Launching
comeback
launchpad

Minggu, 30 Mei 2010

Super Kayamba Gums

SETELAH tembakan keras Sultan Sama bersarang di jalan gawang Ferry Rotinsulu di menit ke-43, pertandingan penutup Liga Super Indonesia (ISL) di Stadion Gelora Jakabaring, Minggu (30/5), sepertinya akan menutup pertandingan musim ini dengan kekalahan sfc dengan skor 2-3.Beruntung Laskar Wong Kito memiliki Keith Kayamba Gumbs. Spirit juangnya menyelamatkan muKa SFC di hadapan pendukungnya. Sebab Kayamba mampu menciptakan gol di menit 78 penyama skor.

Padahal, ada beberapa pemain sempat drop karena putus asa. Maklum tiga kali mencetak gol tiga kali pula dibalas Persiba dengan gol yang jaraknya sangat berdekatan.

“Kayamba pemain yang serba bisa. Dia mampu bertahan dan menyerang dengan baik. Dalam pertandingan ini dia memang saya minta untuk mengisi beberapa posisi untuk keseimbangan tim,” kata pelatih Rahmad Darmawan usai pertandingan.

Namun menurut RD, sapaannya, Kayamba memang lebih cocok berposisi di ini depan. Posisi aslinya memang sebagai striker.

“Maka menghadapi PSMP Mojokerto nanti, saya rasa tim yang kita gunakan tetap yang sama. Kayamba lebih cocok di depan,” ujar RD.

Dalam pertandingan kemarin, Kayamba tanpak menjelajah lapangan. Ia naik turun membantu pertahanan. Kemudian mengisi sisi kiri ataupun kanan lapangan. Bahkan berada di tengah bertukar posisi dengan Ponaryo atau Zah.

Gol ketiga SFC itu bermula dari kecerobohan kiper Persiba I Made Wirawan yang kurang sempurna memblok krossing M Nasuha. Akibatnya bola terlepas dan Kayamba dengan cepat mengambil bola rebound untuk diceploskan di gawang Persiba.

Kayamba tampil total dari pertandingan terakhir. Selain menciptakan gol ketiga SFC, ia juga memberikan assist kepada rekannya Zah Rahan yang mencetak gol kedua SFC.

Seperti diketahui dalam pertandingan ini, SFC dipaksa bermain imbang dengan skor 3-3. Gol SFC dilesakkan Arif Suyono menit 27 dan Zah Rahan menit 41, Kayamba menit 85. Sementara Gol Persiba diceploskan Mijo Dadic menit 19, dan Lopez menit 43, serta Sultan Samma menit 52.

Zah Rahan memuji spirit dan kemampuan Kayamba. Baginya sikap Kayamba yang tidak menyerah mampu membangkitkan semangat rekan-rekannya. Dengan gol ini Kayamba mencetak 14 gol di ajang ISL. Suami Laurecia ini menjadi top skorer klub asal Sumsel.

Pemain Sempat Lengah

Rahmad Darmawan
Pelatih Sriwijaya FC

PERTANDINGAN hari ini berjalan dengan baik. Anak-anak mampu bermain kompak dan penuh motivasi. Kami bermain agresif dan saling menyerang. Permainan sangat bagus baik di babak pertama dan kedua.Namun sangat disayangkan tim kami gampang kebobolan. Terutama bola-bola mati, seperti gol kedua yang berasal dari sepak pojok. Pemain kerap lengah, tidak melakukan marking kepada pemain-pemain yang perlu dijaga.
Padahal sebelum pertandingan sudah mendapatkan tugas masing-masing siapa yang harus dijaga. Namun saya tetap memberikan apresiasi kepada pemain karena bermain baik dalam pertandingan ini.

Kami Lebih Beruntung

Hariyadi
Pelatih Persiba

DALAM pertandingan ini ada 6 gol tercipta, itu menunjukkan jika kedua tim bermain terbuka dan saling menyerang. Kami akui anak-anak tertekan di menit-menit awal. Sriwijaya FC bermain bagus dan agresif. Semua pemainnya bugar dan cepat. Kami kalah dalam melakukan serangan.
Tetapi kami lebih beruntung karena pemain kami mampu menyelesaikan sedikit peluang dengan baik. Pada menit awal babak pertama, kami bahkan sangat tertekan, tetapi di babak kedua kami mampu bermain aman.
Inilah pertandingan sepakbola kadang-kadang tidak dapat diprediksi. Hasil seri patut kami syukuri dan pantas didapatkan.

Imbang 3 - 3, SFC Gagal Tuntaskan Dendam

Pertandingan Sriwijaya FC versus Persiba Balik Papan ajang akhir Liga Super Indonesia (ISL) di Stadion Gelora Sriwijaya, Jakabaring, berakhir dengan skor 3-3. Dengan hasil ini Gumbs cs gagal membalas dendam atas kekalahan mereka dari Persiba dengan skor 4-0 dalam pertemuan pertama Oktober 2009 lalu.

Gol SFC dilesakkan Arif Suyono menit 27 dan Zah Rahan menit 41, Kayamba menit 78. Sementara Gol Persiba diceploskan Mijo Dadic menit 19 dan Lopez menit 44, Sultan Samma menit 43.

Sejak kick off, kedua saling menyerang. Persiba menunjukkan agresivitasnya melalui pergerakan Julio Lopez dan Robertino Pugliara. Tidak mau kalah, suporter dan pendukung SFC yang memadati Stadion Gelora Jakabaring menyemangati tim Sriwijaya FC.

Selama pertandingan, kedua tim bermain agresif. Beberapa pelanggaran terjadi. Ferry Sempat terkapar ditendang striker Persiba Sultan Samma. Begitu juga Obiora mengerang kesakitan. Sementara SFC juga bermain tak kalah keras. Cristian Worabay melakukan tekel keras terhadap Edy Gunawan.

Serangan yangn dibangun SFC menghasilkan peluang. Peluang didapatkan SFC, namun Arif dan Obiora gagal menuntaskannya. Selanjutnya gantian Persiba melakukan tekanan. Namun berhasil digagalkan Isnan cs.

Serangan kembali dibangun Persiba pergerakan Julio Lopez kembali membahayakan gawang Ferry menit 18. Memasuki menit 19 assist Julio Lopez mampu dituntaskan Mijo Dadic dengan heading keras menundukkan Ferry.

Ketinggalan 1-0, Sriwijaya FC kembali membangun serangan. Setelah gagal menuntaskan peluang. Gelandang serang Arif Suyono memecahkan kebuntuan SFC sekaligus menyamakan kedudukan di menit 27. Bermula dari pergerakan Ponaryo dan Kayamba. Bola yang dibawa Ponaryo kemudian disodarkan kepada Obiora diteruskan ke Zah Ragan. Dengan skill-nya pemain asal Liberia ini memberikan assist kepada Arif dan dituntaskan dengan menjebol gawang I Made Wirawan.

Memasuki menit 36, Persiba melakukan pergantian pemain. Pemain asing Kim Young Hee yang cedera ditarik keluar. Posisinya digantikan Fery Ariawan.

Sementara itu permainan berlangsung tetap keras. Kiper Ferry Rotinsulu kembali terkapar akibat dilanggar pemain depan lawan. Menit ke 41, SFC unggul 2-1 atas tamunya Persiba di menit 41. Gol diciptakan Zah Rahan usai meneruskan umpan krosing Kayamba dari sisi kiri gawang Persiba. Dengan tenang pemain asal Liberia melakukan sontekan yang tidak dapat dihalau Kiper Persiba Wirawan.

Namun satu menit berselang Persiba justru menyamakan kedudukan. Bermula dari dari sepak pojok Ferry Irawan di sudut kanan lapangan. Bola meluncur ke arah Lopez yang dituntaskan dengan sundulan menundukkan Ferry menit 43.

Pertandingan babak kedua, SFC dan Persiba kembali saling menyerang. Permainan keras diperagakan Persiba. Zah Rahan terkapar di tekel pemain belakang Persiba M Sobran. Begitu juga Obiora bertabrakan dengan Muhammadan. Sementara Aang Suparman pemain belakang tim tamu menerima kartu kuning dari wasit Mardi di menit 52. Ia dengan sengaja menekel keras Ponaryo.

Memasuki 53 SFC ketinggalan dengan skor 2-3 dari tamunya Persiba. Tendangan keras Sultan Samma dari luar kotak penalti mampu mengecoh Ferry Rotinsulu. SFC berusaha mengejar ketertinggalan. Arif mendapatkan peluang, sayang sundulannya gagal. Selalu membantu melakukan penyerangan, pergantian pemain dilakukan Rahmad Darmawan di menit 60.

Arif Suyono ditarik keluar digantikan M Nasuha. Sementara Alamsyah digantikan Rahmat Rivai. Persiba melakukan pergantian pemain di menit 71. Pelatih Hariyadi menarik keluar M Sobran yang kelelahan digantikan Dwi Joko agar lini belakang lebih bugar.

Sementara itu menit 74 Worabay dan Dwi Joko menerima kartu kuning dari wasit.

Memasuki menit 85, Sriwijaya FC menyamakan kedudukan. Striker Keith Kayamba Gumbs mencetak gol setelah memanfaatkan kecerobohan kiper I Made Wirawan. Bola sempat ditangkap kiper Persiba itu, tetapi terlepas. Gumbs dengan cepat menyambar bola. Kedudukan SFC vs Persiba sementara 3-3.

Dalam pertandingan, Ponaryo Astaman menerima kartu kuning setelah menabrak Sultan Samma. Akibatnya sempat terjadi keributan. Bermula dari akting Sultan Samma yang berpura-pura kesakitan. Zah Rahan pun marah. Sultan Samma tiba-tiba bangun dan mendorong Zah Rahan. Beruntung wasit mampu menenangkan keadaan. Serangan bertubi-tubi dilakukan SFC. Sebanyak 3 peluang didapatkan Laskar Wong Kito, namun gagal diselesaikan dengan baik.

Hingga pertandingan berakhir kedudukan bertahan 3-3 untuk kedua tim.

Menit 89, Ponaryo Terima Kartu Kuning

Memasuki menit 89, Ponaryo Astaman menerima kartu kuning setelah menabrak Sultan Samma. Akibatnya sempat terjadi keributan.

Hal tersebut bermula dari akting Sultan Samma yang berpura-pura kesakitan. Zah Rahan pun marah. Sultan Samma tiba-tiba bangun dan mendorong Zah Rahan. Beruntung wasit yang memimpin pertandingan mampu menenangkan keadaan.

Menit 85, Kayamba Samakan Kedudukan 3 - 3

Memasuki menit 85, Sriwijaya FC menyamakan kedudukan. Striker Keith Kayamba Gumbs mencetak gol setelah memanfaatkan kecerobohan kiper I Made Wirawan.

Bola sempat ditangkap kiper Persiba itu, tetapi terlepas. Gumbs dengan cepat menyambar bola. Kedudukan SFC vs Persiba sementara 3-3.

Menit 71 Persiba Perkuat Pertahanan

Persiba melakukan pergantian pemain di menit 71. Pelatih Hariyadi memperkuat lini pertahanan timnya dengan menarik keluar M Sobran yang kelelahan. Ia digantikan Dwi Joko agar lini belakang lebih bugar.

Menit 60 RD Ganti Alamsyah-Arif

SFC berusaha mengejar ketertinggalan. Arif mendapatkan peluang, sayang sundulannya gagal.

Pergantian pemain dilakukan Rahmad Darmawan di menit 60. Arif Suyono ditarik keluar digantikan M Nasuha. Sementara Alamsyah digantikan Rahmat Rivai.

Bek Aang Terima Kartu Kuning

Permainan keras diperagakan Persiba. Zah Rahan terkapar di tekel pemain belakang Persiba M Sobran. Begitu juga Obiora bertabrakan dengan Muhammadan.

Sementara Aang Suparman pemain belakang tim tamu, menerima kartu kuning dari wasit Mardi di menit 52. Ia dengan sengaja menekel keras Ponaryo dalam pertandingan yang berlangsung di Stadion Gelora Sriwijaya, Jakabaring, Palembang, Minggu (30/5).

Menit 53, Persiba Unggul 3 - 2 Atas SFC

Serangan cepat kembali dibangun Persiba Balikpapan. Memasuki menit 53 SFC ketinggalan dengan skor 2-3 dari tamunya Persiba.

Tendangan keras Sultan Samma dari luar kotak penalti mampu mengecoh Ferry Rotinsulu. Kedudukan sementara 2-3 untuk Persiba Balikpapan.

Babak Kedua SFC vs Persiba Dimulai

Pertandingan babak kedua Sriwijaya FC vs Persiba di Stadion Gelora Sriwijaya, Minggu (30/5) dimulai. Kedua tim kembali saling menyerang.

Permainan keras diperagakan Persiba dalam awal babak kedua. Zah Rahan terkapar di tekel pemain belakang Persiba M Sobran. Begitu juga Obiora bertabrakan dengan Muhammadan.

Babak Pertama, SFC vs Persiba Sementara 2 - 2

Babak pertama usai. Kedudukan sementara pertandingan Sriwijaya FC versus Persiba Balikpapan pada ajang akhir Liga Super Indonesia, 2-2.Gol SFC dilesakkan Arif Suyono menit 27 dan Zah Rahan menit 41. Sementara Gol Persiba diceploskan Mijo Dadic menit 19 dan Lopez menit 44. Sejak kick off, kedua saling menyerang.

Persiba dalam pertandaingan di Stadion Gelora Sriwijaya, Minggu (30/5), menunjukkan agresivitasnya melalui pergerakan Julio Lopez dan Robertino Pugliara.

Namun tuan rumah tidak kalah. Suporter dan pendukung SFC mulai memadati Stadion Gelora Jakabaring untuk menyemangati tim Sriwijaya FC.

Kedua tim bermain agresif sepanjang pertandingan. Beberapa pelanggaran terjadi. Ferry Sempat terkapar ditendang striker Persiba Sultan Samma. Begitu juga Obiora mengerang kesakitan. Sementara SFC juga bermain keras, Cristian Worabay melakukan tekel keras terhadap Edy Gunawan.

Dalam pertandingan tersebut, dari serangan yang dibangun SFC peluang didapatkan. Namun Arif dan Obiora gagal menuntaskannya. Selanjutnya gantian Persiba melakukan tekanan. Namun berhasil digagalkan Isnan cs.

Serangan kembali dibangun Persiba pergerakan Julio Lopez kembali membahayakan gawang Ferry menit 18. Memasuki menit 19 assist Julio Lopez mampu dituntaskan Mijo Dadic dengan heading keras menundukkan Ferry. Ketinggalan 1-0, Sriwijaya FC kembali membangun serangan.

Setelah gagal menuntaskan peluang, gelandang serang Arif Suyono memecahkan kebuntuan SFC sekaligus menyamakan kedudukan di menit 27. Itu bermula dari pergerakan Ponaryo dan Kayamba. Bola yang dibawa Ponaryo kemudian disodarkan kepada Obiora diteruskan ke Zah Ragan. Dengan skill-nya pemain asal Liberia ini memberikan assist kepada Arif dan dituntaskan dengan menjebol gawang I Made Wirawan.

Memasuki menit 36, Persiba melakukan pergantian pemain. Pemain asing Kim Young Hee yang cedera ditarik keluar. Posisinya digantikan Fery Ariawan. Sementara permainan berlangsung keras, kiper Ferry Rotinsulu kembali terkapar akibat dilanggar pemain depan lawan.

Menit ke 41, SFC unggul 2-1 atas tamunya Persiba di menit 41. Gol diciptakan Zah Rahan usai meneruskan umpan krosing Kayamba dari sisi kiri gawang Persiba. Dengan tenang pemain asal Liberia melakukan sontekan yang tidak dapat dihalau Kiper Persiba Wirawan.

Namun satu menit berselang Persiba justru menyamakan kedudukan. Bermula dari dari sepak pojok Ferry Irawan di sudut kanan lapangan. Bola meluncur ke arah Lopez yang dituntaskan dengan sundulan menundukkan Ferry menit 43.

Satu Menit Kemudian Lopez Samakan Kedudukan

Setelah sempat memimpin kedudukan skor, 2-1 untuk SFC, satu menit berselang Persiba justru menyamakan kedudukan.

Bermula dari dari sepak pojok Ferry Irawan di sudut kanan lapangan. Bola meluncur ke arah Lopez yang dituntaskan dengan sundulan menundukkan Ferry. Kedudukan pun berubah menjadi imbang, 2-2.

Zah Rahan Bawa SFC Unggul 2 - 1

Sriwijaya FC unggul 2-1 atas tamunya Persiba di menit 41. Gol diciptakan Zah Rahan usai meneruskan umpan krosing Kayamba dari sisi kiri gawang Persiba.

Dengan tenang pemain asal Liberia melakukan sontekan yang tidak dapat dihalau Kiper Persiba Wirawan.

Menit 36 Persiba Ganti Kim Masukkan Fery

Memasuki menit 36, Persiba melakukan pergantian pemain. Pemain asing Kim Young Hee yang cedera ditarik keluar. Posisinya digantikan Fery Ariawan.

Sementara permainan antara SFC dengan Persiba berlangsung dengan keras. Kiper SFC, Ferry Rotinsulu kembali terkapar akibat dilanggar pemain depan lawan.

Gol Arif Menit 27 Samakan Kedudukan, 1 - 1

KETINGGALAN 1-0, Sriwijaya FC kembali membangun serangan. Setelah gagal menuntaskan peluang. Gelandang serang Arif Suyono memecahkan kebuntuan SFC sekaligus menyamakan kedudukan di menit 27. Bermula dari pergerakan Ponaryo dan Kayamba. Bola yang dibawa Ponaryo kemudian disodarkan kepada Obiora diteruskan ke Zah Ragan. Dengan skill-nya pemain asal Liberia ini memberikan assist kepada Arif dan dituntaskan dengan baik.

SFC Ketinggalan 0 - 1 dari Persiba

Sriwijaya FC ketinggalan dari Persiba 0-1 dalam pertandingan yang berlangsung di Stadion Gelora Sriwijaya, Minggu (30/5). Gol Persiba Balikpapan itu diciptakan melalui Gol Mijo Dadic menit 19.

Setelah kebobolan, serangan kembali dibangun SFC. Peluang didapatkan, namun Arif dan Obiora gagal menuntaskannya. Selanjutnya Persiba melakukan tekanan. Namun berhasil digagalkan Isnan cs.

Serangan kembali dibangun Persiba dengan pergerakan Julio Lopez kembali membahayakan gawang Ferry menit 18. Memasuki menit 19 assit Julio Lopez mampu dituntaskan Mijo Dadic dengan heading keras menundukkan kiper SFC, Ferry.

Diganjal Sultan Samma Ferry Terkapar

Pertandingan Sriwijaya FC vs Persiba dimulai. Kedua tim bermain agresif, beberapa pelanggaran terjadi. Ferry Sempat terkapar ditendang striker Persiba, Sultan Samma.

Beruntung Ferry masih bangkit dan tidak mengalami cedera serius. Begitu juga Obiora mengerang kesakitan.
Sementara SFC itu juga bermain keras. Pemain SFC, Cristian Worabay melakukan tekel keras terhadap Edy Gunawan.

SFC vs Persiba Dimulai, Penonton Padati Stadion

Pertandingan Sriwijaya FC versus Persiba Balikpapan diajang akhir Liga Super Indonesia, di Stadion Gelora Jakabaring, Minggu (30/5), dimulai. Kedua saling menyerang.

Persiba menunjukkan agresivitasnya melalui pergerakan Julio Lopez dan Robertino Pugliara. Suporter dan pendukung SFC mulai memadati Stadion Gelora Jakabaring untuk menyemangati tim Sriwijaya FC.

RD Istirahatkan Charis Turunkan Precious

Pelatih Rahmad Darmawan tetap menggunakan 4 bek sejajar dalam formasi 4-3, tetapi kembali melakukan rotasi dalam Pertandingan Sriwijaya FC versus Persiba Balik Papan ajang akhir Liga Super Indonesia, di Stadion Gelora Jakabaring, Minggu (30/5).

Bek senior Charis Yulianto diistirahatkan. Posisinya digantikan Bobby Satria berduet dengan Precious Emuejeraye. Total Bobby sudah tampil dua kali berturut-turut sebelumnya, pemain asal Padang ini turun sebagai starter dalam laga SFC kontra PSM, Rabu (26/5).

Kedua tim telah selesaikan melakukan pemanasan. Pelatih Rahmad Darmawan menggunakan formasi 4-3-3. Pola offensive sejati. Begitu juga Persiba menggunakan formasi menyerang.

Inilah Line up Kedua Tim. Line up SFC: Ferry Rotinsulu, Bobby Satria, Precious Emuejeraye, Cristian Worabay, Isnan Ali, Ponaryo Astaman, Alamsyah, Zah Rahan, Arif Suyono, Keith Kayamba, Obiora. Pelatih: Rahmad Darmawan (4-3-3).

Line up Persiba Balikpapan: I Made Wirawan, Muhammadan, Mijo Dadic, Aang Suparman, M Sobran, Kim Young Hee, Robertino, Sultan Samma, Hendro Siswanto, Julio Lopez, Edu Gunawan. Pelatih: Hariyadi (4-3-3)

SFC - Persiba Gunakan Formasi Offensive

Pertandingan Sriwijaya FC versus Persiba Balikpapan ajang akhir Liga Super Indonesia, di Stadion Gelora Jakabaring, Minggu (30/5), segera dimulai.

Kedua telah selesaikan melakukan pemanasan. Pelatih Rahmad Darmawan menggunakan formasi 4-3-3 sebagai pola offensive sejati. Begitu juga Persiba menggunakan formasi menyerang.

Live Update SFC VS PERSIBA ( 16:00 WIB )


SFC VS PERSIBA

Live update pertandingan hanya di SFC Mania Pukul 16:00

Jumat, 28 Mei 2010

Magic Zah Rahan Dibutuhkan Lawan Persiba

Setelah menjalani hukuman tidak bermain satu kali pertandingan, playmaker Zah Rahan Krangan akan diturunkan saat Sriwijaya FC menghadapi Persiba Balik Papan, di Stadion Gelora Jakabaring, Jumat (28/5).Sentuhan magis Zah sangat dibutuhkan untuk menandingi kekuatan lini tengah Persiba yang dikenal tangguh. Zah sapaannya akan mendapatkan sokongan dari gelandang bertahan Ponaryo Astaman dan gelandang serang Arif Suyono.

"Saya akan tampil all out menghadapi Persiba. Sebab merupakan pertandingan terakhir kami di ISL dan kami menginginkan kememangan," jelas Zah.

Diakui Zah, Persiba bukanlah lawan enteng. Sebagai bukti mereka pernah mengalami kekalahan hingga 0-4 dalam pertama di Balik Papan 14 Oktober 2009 lalu."Kami harus bermain disiplin, menyerang dan bertahan dengan baik," tegas Zah.

RD Minta Gumbs cs Bermain Enjoy Lawan Persiba

Sriwijaya FC menginginkan pertandingan terakhir mereka lawan Pesiba Balik Papan lanjutan Liga Super Indonesia (ISL) di Stadion Gelora Jakabaring, Minggu (30/5) dengan hasil manis.
Maka pelatih Rahmad Darmawan meminta timnya bermain disiplin, konsentrasi, dan menikmati permainan. Keith

Kayamba Gumbs cs harus bermain enjoy seperti ketika mereka menghadapi PSM Makasar Rabu (26/5) lalu."Saya meminta anak-anak untuk bermain enjoy dan menikmati permainan," kata Rahmad Jumat (28/5).

Namun anak asuh Rahmad Darmawan pantas untuk ekstra waspada. Sebab PSM bukan tidak sama seperti Persiba. Tim berjuluk Beruang Madu itu baru saja menghempaskan Persib Bandung dengan 2-1. Mereka memiliki kepercayaan diri belipat ganda. Selain itu menurut RD, Persiba juga memiliki pemain-pemain yang berkecepatan tinggi.

Di sana ada lima pemain asing yang sangat berbahaya, terutama keberadaan Robertino Pugliara dan Julio Lopez serta Mijo Dadic. Ketiganya adalah palang pintu yang sangat berbahaya terhadap pertahanan SFC.

"Kelima pemain asing mereka sangat berbahaya. Begitu juga kekuatan pemain di sayap kiri-kanan. Tentunya kami harus berkonsentrasi menghadapi Persiba," ujar RD.

Kamis, 27 Mei 2010

Ambrizal - Pavel Mulai Membaik Octa Meragukan

Pelatih Rahmad Darmawan memastikan cedera yang dialami Ambrizal dan Pavel Solomin akan segera sembuh dalam waktu tiga hari ke depan. Namun tidak bagi Octavianus. Pemain yang dipanggil untuk mengikuti seleksi Timnas ini justru diragukan bisa sembuh dalam waktu cepat.

"Untuk Ambrizal dan Pavel kemungkinan sembuh dalam waktu dua tiga hari ini. Kemungkinan keduanya sudah bisa dimainkan saat menghadapi Persiba Balik Papan 30 Juni mendatang," ujar RD, Kamis (27/5).

Menurut RD, khusus untuk Octavianus mengalami cedera hamstring yang sedikit parah. Butuh waktu lebih lama untuk menyembuhkan cedera itu. "Untuk Octa dia memerlukan waktu lebih lama. Perlu disiplin dan kemauan keras agar dia sembuh lebih cepat," tegas RD.

Secara terpisah, Octavianus mengaku mengalami sedikit nyeri di paha kirinya. Namun ia berjanji akan lebih disiplin dan berusaha keras untuk menyembuhkan cederanya."Saya akan berusaha keras untuk menyembuhkan cedera," ujarnya.

7 Punggawa SFC masuk Timnas

Ada kejutan dari Timnas, tujuh pemain pilar Sriwijaya FC dipanggil untuk mengikuti seleksi menjad skuadi tetap Tim Merah Putih.
Menjadi kejutan karena ada nama baru seperti Ambrizal dan Octavianus. Sementara 5 nama lainnya sudah menjadi langganan seperti Ferry Rotinsulu, Arif Suyono, M Nasuha, Ponaryo Astaman, dan Tony Sucipto.
"Ada tujuh pemain Timnas yang dipanggil untuk mengikuti seleksi Timnas pada 6 Juni mendatang di Jakarta," kata Manajer SFC Hendri Zainudin, Kamis (27/5).

Ditambahkan Sekretaris PT Sriwijaya Optimis Mandiri, Faisal Mursyid, Ferry Rotinsulu cs dipanggil berdasarkan surat dari PSSI Pusat dengan nomor 1440/AGB/92/V-1 ditandatangani langsung Sekjen PSSI Nugraha Besoes. Mereka dipanggil dalam rangka pembentukan Timnas Senior berdasarkan permintaan Badan Timnas Nasional (BTN). Untuk wilayah Timur Selasa (1/6) dilaksanakan di Makasar dan Barat di Jakata Minggu (6/6). "Itu artinya Ambrizal cs akan mengikuti seleksi di Jakarta pada Minggu (6/6) mendatang," ujar Faisal.

Secara terpisah pelatih Rahmad Darmawan membenarkan tentang pemanggilan 7 anak asuhnya itu. Menurut RD itu merupakan kebanggaan bagi Laksar Wong Kito. Sayang Ambrizal dan Octavianus masih berkutat dengan cedera."Saya berharap cedera keduanya segera sembuh," ujar RD

Meski secara tidak langsung akan mempengaruhi kondisi tim, pelatih Rahmad Darmawan mengaku bangga dengan dipanggil tujuh anak asuhnya mengikuti seleksi Timnas.

"Tentunya saya bangga dengan masuknya anak asuh saya di Timnas," kata Rahmad Darmawan, Kamis (27/6).
Meski diakui RD memang dengan adanya program ini memang sedikit mengganggu kondisi klub. Tetapi itu sudah menjadi resiko klub.

"Memang menggangu tetapi inikan sisten jangka panjang tetap menggunakan sistem on off (buka tutup). Jadi masih dilihat di bagian depan. Yang dipanggil bisa saja tidak masuk. Sebaliknya yang tidak dipanggil bisa saja akan dipanggil. Itu merupakan resiko klub," ujar Rahmad.

Seperti diketahui ada dua klub yang menyumbang banyak pemain yakni, SFC dan Arema 7 pemain disusul, Persib dan dan Persipura yang menyumbang 6 pemain. Keempat klub ini menjadi penyumbang pemain terbesar bersama Timnas.

Pemain yang dipanggil Timnas:
- SFC 7 Pemain: Ambrizal, Arif Suyono, Ferry Rotinsulu, M Nasuha, Ponaryo Astaman, Tony Sucipto, Octavianus.
- Arema 7 pemain:Zulkifli, A Bustomi, Beny Wahyu, Kurnia Mega, M Fakhrudin, Purwoko Yudhi Pratomo, dan Irfan Raditya.
- Persib 6 pemain:Atep, Eka Ramdani, Hariono, Maman Abdurahman, Markus Horison, Nova Arianto.
- Persipura 6 pemain:Boaz Salossa, Ian Louis Kabes, Imanuel Wanggai, Jendry Pitoy, Ricardo Salampessy, Stevie Bonsopia.
- Pelita Jaya 4 pemain:Dian Agus Prsetyo, Jajang Mulyana, M Ridwan, dan Supardi.
- Persija 3 pemain:Firman Utina, Bambang Pamungkas, M Ilham.
- Persisam 3 pemain: Ahmad Sembiring, Hamka Hamzah, dan M Roby.
- Persitara 2 pemain:Tantan, Octavianus Maniani.
- Persijap 2 pemain:Danang Wihatmoko,
- Persik 2 pemain:Saktiawan Sinaga dan Yongki Aribowo.
- Persebaya 2 pemain:Andik Firmansyah, Djayusman Triyadi.
- Persiba 2 pemain;Edy Gunawan dan Ferry Ariawan
- PSPS 1 pemain:M Isnaini
- Persela 1 pemain:Syamsul Arif.
- PSM Makasar 1 pemain:Diva Tarkas

Tribun SFC Mania

Tribun SFC Mania adalah WEBSITE Pendukung baru dari SFC MANIA berupa blog artikel, kiriman artikel maupun kabar terkini dari SFC Mania dan pengunjung Official website supporter SFC Mania ( SFC Mania )

Di Tribun SFC Mania, Dulur – dulur bisa mengirimkan artikel dan kabar seputar SFC Mania, analisa pertandingan Sriwijaya FC. juga bisa mengirim liputan dan foto - foto pertandingan tandang Sriwijaya FC yang tentunya sangat ditunggu informasinya tidak hanya oleh Dulur – dulur SFC Mania di Palembang, tetapi juga di seluruh Indonesia dan luar negeri.

Tribun SFC Mania hadir sebagai wadah ekspresi, kreativitas, dan Kejayaan SFC Mania dalam setiap pertandingan.
Update terus kabar terbaru SFC Mania hanya di Tribun SFC Mania.

Kirimkan kabar SFC dan foto yang ada kaitanya dengan SFC Mania untuk dimuat di Tribun SFC Mania.

Kirim Artikel
Kriteria artikel untuk dimuat di Tribun SFC Mania:
  1. Artikel hasil tulisan sendiri, bukan copy - paste dari media atau orang lain
  2. Artikel dalam bahasa Indonesia
  3. Sertakan nama lengkap dulur dan profesinya

Kirimkan artikel anda via email ke redaksi@sfc-mania.net

Pavel - Okta Cedara Parah

Badai cedera kembali menerpa Sriwijaya FC. Kini giliran bomber Pavel Solomin dan winger Oktavianus yang harus merasakannya. Keduanya harus ditandu keluar lapangan saat Sriwijaya mengalahkan PSM Makassar 2-0 (1-0) di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring kemarin (26/5). Oktavianus digantikan Obiora menit ke-15 dan Pavel Solomin diganti Rahmat Rivai pada menit 19.

Menurut dokter tim Sriwijaya FC, Dr Feriyanto cedera yang dialami Pavel Solomin lumayan parah. Karena, masih kata Feri, sapaan akrabnya terjadi pembengkakan di engkel pemain timnas Uzbekistan ini.

”Kami belum bisa pastikan kondisinya Pavel. Sebab, masih harus dirontgen terlebih dahulu. Yang jelas, tadi engkelnya bengkak takutnya tulangnya robek,” kata Feri kepada wartawan kemarin.

Ditambahkan pria berkacamata ini, untuk Oktavianus lebih gawat lagi. Pemain yang lebih beken disapa si Belut ini, kembali bermasalah dengan Otot paha (hamstring)-nya yang robek. Untuk itu, lanjut Feri dibutuhkan waktu pemulihan yang relatif cukup lama.

“Bisa bisa lebih dari seminggu. Mudah-mudahan ada progress yang cukup baik. Sebab, cedera yang didapat (13/1) lalu, membuat Okta harus istirahat full lebih kurang satu bulan. Namun, kami berharap tidak sedemikian rupa. Oleh karena itu, kami akan bekerja keras untuk memberikan pengobatan,” imbuh dokter yang dinas di RS Muhammadiyah Palembang ini.
Sekadar informasi kala Sriwijaya ditekuk Pelita Jaya 2-3 di Stadion Singaperbangsa Kerawang (20/5) lalu, Wong Kito juga harus kehilangan defender Ambrizal Ammar akibat cedara engkel kanan akibat salah pendaratan. Bahkan, sampai saat ini, kondisinya belum pulih 100 persen. “Kalau kondisi Ambrizal sudah berangsur-angsur membaik. Mungkin dalam waktu lebih kurang satu minggu kedepan dia sudah bisa bermain kembali,” tambah Feri.

Menanggapi hal ini coach Rahmad Darmawan sedikit gelisah. Pasalnya saat akan menghadapi Persiba Balikpapan pada laga pamungkas Djarum Indonesia Super League (30/5) nanti. Selain itu, RD sapaan akrabnya juga sangat menyayangkan cedera Ambrizal dan Oktavianus. Karena keduanya bakal menjalani seleksi timnas Senior Juni mendatang.
”Pavel dan Okta kemungkinan absen pada dua laga berikut. Untuk Ambrizal bisa absen lawan Persiba namun main saat menghadapi PSMP pada laga terakhir babak 16 besar Piala Indonesia (PI) V/2010 di Stadion Gelora Sriwijaya (3/6) nanti,” timpal RD

Menang karena Main dengan Gembira

Sriwijaya FC kembali tersenyum. Kemenangan 2-0 (1-0) atas PSM Makasar di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring kemarin, (26/5), sudah cukup untuk mengembalikan kepercayaan diri pemain. Mengingat pada enam laga terakhir tak satu kemenangan pun diraih oleh tim Laskar Wong Kito (julukan Sriwijaya FC).

Dikatakan tactitian Rahmad Darmawan, semua pemain bermain pada peforma terbaik. Masih kata pelatih yang kerab disapa RD ini, mungkin karena motivasi dan kerja keras para pemain yang cukup makasimal. Selain itu, konsentrasi dan komunikasi pemain di lapangan berjalan dengan baik disepanjang pertandingan.

Itu terbukti pada akhir babak kedua tidak terlihat satu pemain pun yang mengalami penurunan stamina. Ditambahkan pelatih asal Metro, Lampung ini, seperti Isnan Ali yang biasanya selalu mengalami penurunan pada menit-menit akhir, kali ini sama sekali tidak kelihatan.
“Anak-anak hari ini, (kemarin, red) bermain dengan gembira mungkin itu yang menjadi kunci kemenangan kami. Dengan kondisi seperti ini kepercayaan diri anak-anak bakal terus meningkat,” ujar RD kepada Wartawan.

Meskipun demikian kemenangan tim Bumi Sriwijaya tidak terlepas dari kontribusi dua striker kaith “Kayamba” Gumbs dan Obiora Richards yang masing-masing mempersembahkan sebuah gol. Bagi Kayamba gol ini cukup berarti. Mengingat saat ini sedang mengalami paceklik gol. Ya, pemain yang telah megoleksi 13 gol di pentas DISL ini , terakhir menciptakan gol ke gawang Selangor FA pada laga AFC Cup (28/4) lalu.

“Buat saya yang paling penting Sriwijaya menang. Kalau menciptakan gol bukan ambisi saya. Namun saya tetap bersyukur bisa menciptakan gol,” timpal Kayamba sembari dikerumuni anak-anak yang ingin minta tanda tangan dan foto-foto.

Sementara itu Obiora juga tak kalah gembira. Diakui Obigol (julukan Obiora) gol ini khusus dipersembahkan bagi supporter Sriwijaya yang lagi mendambakan kemenangan. Sekaligus menjawab produktivitas gol-nya yang baru menciptakan 6 gol di ajang DISL dan 4 gol di AFC Cup. Namun hebatnya Obiora mampu menciptakan enam gol pada enam laga terakhir baik di AFC Cup maupun di DISL.

”Gol ini akan menjadi motifasi saya untuk pertandingan berikutnya. Bila kembali dipercaya saya akan berusaha untuk menciptakan gol kembali,” tukas Obiora.

Rabu, 26 Mei 2010

SFC Bungkam PSM 2 - 0 tanpa balas

Sriwijaya FC sukses memertahankan rekor tak pernah kalah, setelah menundukkan tamunya PSM Makasar dengan skor 2-0 dalam lanjutan Indonesia Super Liga (ISL), di Stadion Gelora Jakabaring, Rabu (26/5). Sejak kick off, SFC terus melakukan tekanan ke pertahanan PSM.Namun memasuki 11 wasit Oky Dwiputra mengganjar Ponaryo dengan kartu kuning karena sengaja menekel gelanfang PSM Shin Hyu Joon. Pada menit ke-12 SFC mendapatkan peluang, tetapi tendangan Kayamba digagalkan kiper Samsidar.

Selanjutnya permainan berlangsung keras, di menit 15 SFC harus melakukan pergantian pemain. Pelatih Rahmad Darmawan mengganti Oktavianus yang cedera sejak menit awal dan harus digantikan dengan Obiora. Namun 5 menit berselang giliran Pavel Solomin yang ditarik keluar karena cedera. Posisinya digantikan Rahmat Rivai. Masuknya dua pemain ini mampu menjaga permainan SFC. Serangan terus dilakukan Kayamba cs, namun selalu kandas di pertahanan PSM.

Sebaliknya serangan balik PSM juga merepotkan Charis cs. Di menit 20 SFC kembali membangun serangan dan mendapatkan peluang. Tetapi tendangan Kayamba yang sudah berhadapan dengan Samsidar melenceng ke kiri gawang PSM. Permainan berlangsung keras, giliran Shin menerima kartu kuning di menit ke-36. Pemain asal Korea ini melakukan tekel kepada Ponaryo. Kedua pemain ini memang selalu berbenturan karena sama-sama berposisi sebagai gelandang bertahan. Tekanan kembali dilakukan Obiora kembali mendapatkan peluang, tetapi tendangannya digagalkan Samsidar.

Sebaliknya serangan balik PSM kerap merepotkan Charis Yulianto cs. SFC akhirnya unggul 1-0 di menit 43 setelah mampu menyelesaikan peluang. Kapten tim Keith Kayamba Gumbs akhirnya memeacahkan kebuntuan. Menyambut umpan terobosan Arif dari sisi kiri gawang PSM, Kayamba dengan tenang menendang bola menundukkan Samsidar.

Pada babak kedua PSM tetap mengandalkan serangan balik dan mampu merepotkan lini belakang SFC. Memasuki menit 49 tendangan penyerang PSM Rahmat mengejutkan kiper Hendro namun masih gagal. Begitu juga tendangan Rahmat di menit 62 membentur kaki Arif. SFC kemudian balik menekan, M Nasuha mendapatkan peluang, sayang tendangannya masih melebar ke sisi kanan gawang. Kerap kalah di lini tengah pelatih PSM Tumpak Sihite menarik dua pemainnya sekaligus. Yakni menarik Diva Tarkas dan memasukkan gelandang bertahan Samsul Chaerudin dan mengganti Rendi Siregar memasukkan Fandi. Memasuki menit 71 tuan rumah 2-0.Gol dicetak Obiora memanfaatkan bola rebound setelah sempat terjadi kemelut di depan gawang PSM yang dijaga Samsidar. Tendangan Obi tak mampu dihalau Samsidar.

SFC dapatkan peluang melalui Keith Kayamba Gumbs menit 79. Sayang keburu diganjal Fandi Edi dari belakang sehingga bisa melepaskan tembakan. Akibat pelanggaran itu Fandi menerima kartu kuning. Memasuki menit 83, PSM melakukan pergantian pemain gelandang, Shin Hyu Jun diganti Padly M. Sementara pelatih SFC Rahmad Darmawan menarik Arif Suyono dengan memasukkan Amirul Mukminin. Hingga pertandingan berakhir kedudukan tetap 2-0 untuk SFC.

Gantikan Arif, Gelandang Amirul Dapatkan Applaus

Memasuki menit 83, PSM melakukan pergantian pemain gelandang, Shin Hyu Jun diganti Padly M. Sementara pelatih SFC Rahmad Darmawan menarik Arif Suyono dengan memasukkan Amirul Mukminin. Masuknya pemain binaan Palembang ini mendapatkan applaus.

Fandi Edi Terima Kartu Kuning Menit 79

Memasuki menit 79, Keith Kayamba Gumbs mendapatkan peluang. Ia terlepas dari kawalan dan tinggal berhadapan satu lawan satu dengan Samsidar. Sayang Gumbs diganjal Fandi Edi dari belakang sehingga bisa melepaskan tembakan. Akibat pelanggaran itu Fandi menerima kartu kuning.

Obiora Bawa SFC Unggul 2 - 0 Atas PSM

Memasuki menit 71 Sriwijaya FC unggul sementara 2-0 atas PSM Makasar Rabu (26/5). Setelah di babak pertama Kayamba mencetak gol. Kini giliran Obiora menambah keunggulan.

Gol dicetak pemain SFC asal Nigeria ini memanfaatkan bola rebound setelah sempat terjadi kemelut di depan gawang PSM yang dijaga Samsidar. Tendangannya berhasil membobol gawang PSM.

Peluang Nasuha Gagal

Terus tertekan, Sriwijaya FC kemudian balik menekan, M Nasuha mendapatkan peluang, sayang tendangannya masih melebar ke sisi kanan gawang di menit ke 70. SFC terus melakukan tekanan. Namun selalu kandas di kaki bek lawan

Tendangan Rahmat Kejutkan Kiper Hendro

Memasuki menit ke 50 babak kedua, SFC vs PSM Makasar berusaha saling menekan. Namun PSM bermain efektif. Dengan serangan baliknya mampu merepotkan lini belakang SFC. Memasuki menit 49 tendangan penyerang PSM Rahmat mengejutkan kiper Hendro namun masih gagal.

Babak Kedua SFC vs PSM Dimulai

Babak kedua Sriwijaya FC versus PSM Makasar di Stadion Gelora Jakabaring, Rabu (26/5) dimulai. PSM Makasar belum melakukan pergantian pemain, formasi tetap seperti babak pertama. Sementara SFC sudah melakukan dua kali pergantian menyusul Octavianus dan Pavel yang cedera.

Babak Pertama Berakhir SFC Unggul Atas PSM 1 - 0

Sriwijaya FC untuk sementara unggul 1-0 atas tamunya PSM Makasar pada babak pertama dalam lanjutan Indonesia Super Liga (ISL), di Stadion Gelora Jakabaring, Rabu (26/5). Sejak kick off, SFC terus melakukan tekanan ke pertahanan PSM.Namun memasuki 11 wasit Oky Dwiputra mengganjar Ponaryo dengan kartu kuning karena sengaja menekel gelanfang PSM Shin Hyu Joon. Pada menit ke-12 SFC mendapatkan peluang, tetapi tendangan Kayamba digagalkan kiper Samsidar.

Selanjutnya permainan berlangsung keras, di menit 15 SFC harus melakukan pergantian pemain. Pelatih Rahmad Darmawan mengganti Oktavianus yang cedera sejak menit awal dan harus digantikan dengan Obiora. Namun 5 menit berselang giliran Pavel Solomin yang ditarik keluar karena cedera. Posisinya digantikan Rahmat Rivai. Masuknya dua pemain ini mampu menjaga permainan SFC.

Serangan terus dilakukan Kayamba cs, namun selalu kandas di pertahanan PSM. Sebaliknya serangan balik PSM juga merepotkan Charis cs. Memasuki menit 20 SFC kembali membangun serangan dan mendapatkan peluang. Tetapi tendangan Kayamba yang sudah berhadapan dengan Samsidar melenceng ke kiri gawang PSM.

Permainan berlangsung keras, giliran Shin menerima kartu kuning di menit ke-36. Pemain asal Korea ini melakukan tekel kepada Ponaryo. Kedua pemain ini memang selalu berbenturan karena sama-sama berposisi sebagai gelandang bertahan. Tekanan kembali dilakukan Obiora kembali mendapatkan peluang, tetapi tendangannya digagalkan Samsidar.Sebaliknya serangan balik PSM kerap merepotkan Charis Yulianto cs. Memasuki menit 43 SFC akhirnya unggul 1-0 setelah mampu menyelesaikan peluang. Kapten tim Keith Kayamba Gumbs akhirnya memeacahkan kebuntuan. Menyambut umpan terobosan Arif dari sisi kiri gawang PSM, Kayamba dengan tenang menendang bola menundukkan Samsidar.

Kedudukan untuk sementara 1-0 untuk keunggulan tuan rumah hingga babak pertama berakhir.

Kayamba Cetak Gol SFC

Sriwijaya FC untuk sementara unggul atas PSM Makasar di Stadion Gelora Jakabaring Rabu (26/5) melalui gol Kayamba di menit ke-43. Memasuki menit 43 SFC akhirnya mampu menyelesaikan peluang. Kapten tim Keith Kayamba Gumbs akhirnya memeacahkan kebuntuan. Menyambut umpan terobosan Arif dari sisi kiri gawang PSM, Kayamba dengan tenang menendang bola menundukkan Samsidar. Kedudukan untuk sementara 1-0 untuk keunggulan tuan rumah.

Giliran Shin Hyu Joon Terima Kartu Kuning

Gawat bagi kubu Sriwijaya FC, setelah Oktavianus ditarik keluar kini giliran Pavel Solomin yang ditarik keluar karena cedera. Posisinya digantikan Rahmat Rivai. Serangan terus dilakukan Kayamba cs, namun selalu kandas di pertahanan PSM. Sebaliknya serangan balik PSM juga merepotkan Charis cs.

Giliran Shin menerima kartu kuning di menit ke-36. Pemain asal Korea ini melakukan tekel kepada Ponaryo. Kedua pemain ini memang selalu berbenturan karena sama-sama berposisi sebagai gelandang bertahan.

Poci Masuk Gantikan Pavel

Tendangan bebas Kayamba masih ditepis kiper PSM. Pavel cedera diganti Poci. Meski sepi penonton, jeritan histeria penonton perempuan dan tabuhan drum suporter tetap meramaikan stadion. PSM sekarang menyerang balik. Tiga pemain PSM lawan tiga bek SFC.

Cedera Oktavianus Digantikan Obiora

PALEMBANG - Memasuki menit 15, Sriwijaya FC harus melakukan pergantian pemain. Pelatih Rahmad Darmawan mengganti Oktavianus yang cedera sejak menit awal dan harus digantikan dengan Obiora.

RD Andalkan Formasi 4 - 3 - 3

PALEMBANG - Pelatih Rahmad Darmawan mengandalkan formasi 4-3-3 atau offensive dalam laga Sriwijaya FC versus PSM Makasar lanjutan Indonesia Super Liga (ISL) di Stadion Gelora Jakabaring Rabu (26/5). Dua pemain asing Laskar Wong Kito Precious Emuejaraye dan Obiora dipasrkirkan.

Penggantinya adalah Bobby Satria yang dipasangkan dengan Charis dan Oktavianus di lini depan mendukung duet Pavel-Kayamba.

Sementara pihak PSM Makasar tetap dengan pola pakemnya 4-4-2. Pelatih Tumpak Sihite mengandalkan dua penyerang Rahmat dan Moreno didukung Shin Hyu Joon yang sedikit ditarik ke belakang.

Inilah line up kedua tim Sriwijaya FC versus PSM Makasar dalam lanjutan IsL di Stadion Gelora Jakabaring, Rabu (26/5). Pelatih RD tampil dengan formasi 4-3-3 sementara pelatih PSM Tumpak Sihite menurunkan formasi 4-4-2. Line up SFC:Hendro, Charis, Bobby, Isnan, Nasuha Toni, Ponaryo, Arif, Kayamba, Pavel, Oktavianus. Pelatih Rahmad Darmawan (4-3-3) Cadangan:Ferry, Precious, Slamet, Amirul, Rahcmat Rivai, Obiora. PSM:Samsidar, Rendi, Faturahman, Handi, Hwan, Luis Pena, Heru, Tarkas, Hyu Joon, Moreno, Rahmat. Pelatih: Tumpak Sihite (4-4-2). Cadangan:M Rahman, Adnan Buyung, Simon. Fandi Edi, Asri Akbar, Syamsul Haerudin, Fadly.

Presicous - Obiora Dicadangkan


PALEMBANG - Laga Sriwijaya FC versus PSM Makasar lanjutan Indonesia Super Liga (ISL) di Stadion Gelora Jakabaring Rabu (26/5) dimulai. Dua pemain asing Laskar Wong Kito Precious Emuejaraye dan Obiora diparkirkan. Penggantinya adalah Bobby Satria yang dipasangkan dengan Charis dan Oktavianus di lini depan mendukung duet Pavel-Kayamba.

Live Update SFC VS PSM ( 16:00 WIB )



SFC VS PSM

Live update pertandingan hanya di SFC Mania Pukul 16:00

Senin, 24 Mei 2010

RD Waspadai Pergerakan Nerli - Pena - Shin

PALEMBANG - Jelang laga menghadapi PSM Makasar dalam lanjutan Indonesia Super Liga (ISL) di Stadion Gelora Jakabaring, Rabu (26/5) nanti, pelatih Rahmad Darmawan memantapkan persiapan tim.
Menurut pelatih asal Metro Lampung ini, PSM sudah banyak mengalami perubahan di putaran kedua. Pembelian dan perombakan pemain pemain asing di tubuh PSM memberikan banyak perubahan permainan. Terutama kekuatan lapangan tengah dan depan.

"Makasar banyak melakukan perombakan pemain. Mereka memiliki 4 pemain asing bagus. Dengan perubahan itu terlihat kekuatan mereka dari lini tengah. Mereka memiliki Luis Alejandro Pena dan pemain lokal Heru Nerli. Keberadaan dua pemain ini membawa perubahan permainan PSM," kata pelatih Rahmad Darmawan, Senin (24/5).

Menurut RD, khususnya Nerli sangat klop dengan dua striker asing PSM yakni, Hwan Park dan Shin Hyu Joon. Namun Hwan Park absen karena akumulasi kartu kuning.

"Namun absennya Hwan Park tidak mengurangi kekuatan PSM," ujar RD.

Maka menghadapi PSM, RD sapaannya akan memaksimal jedah 5 hari jelang PSM. Anak asunya harus kerja ekstra waspada. Sebab dia tidak akan menyia-nyiakan dua laga home.

"Ini laga kandang, tentunya kami inginkan kemenangan," tegas RD.

Minggu, 23 Mei 2010

Obiora Inginkan SFC Hattrick di Piala Indonesia

Sisa laga di Indonesia Super Liga (ISL) masih menyisakan dua pertandingan. Harapan untuk masuk 4 besar sudah melayang. Begitu juga di ajang Asian Football Confederation (AFC) Sriwijaya FC sudah tersingkir.

Kini harapan masih tersisa pada Piala Indonesia. Laskar Wong Kito masih memiliki peluang untuk lolos. Namun untuk mendapatkan tiket menuju 8 besar tidak lah mudah. Semuanya harus bekerja keras.

Demikian diungkapkan striker Anoure Obiora Richard. Pemain terbaik Copa Dji Sam Soe (sekarang Piala Indonesia) edisi 2008/2009 ini memiliki memory indah di ajang Piala Indonesia. Spirit dan pengalaman Obiora yang lebih tepat dikatakan keberuntungan itu telah membawa SFC memertahankan gelar juara untuk yang kedua kalinya. Kini Obiora dkk tengah meretas sejarah dan bertekad memertahankan gelar untuk yang ketiga kalinya.

"Kami yakin dan harus bekerja keras. Karena tidak mudah untuk mencapai sejarah," kata Obiora.

Maka laga penentuan lawan PSMP Mojokerto 3 Juni mendatang merupakan puncak dari perjuangan SFC. Bagi Obi sapaannya, musim lalu SFC juga mengalami masa sulit, tetapi berhasil melewatinya dengan gemilang. Namun langkah SFC memang tidak mudah, SFC kini mengantongi nilai 2, sedangkan nilai Persija dan Persisam yang juga memiliki peluang untuk lolos sama-sama mengemas nilai 4.

Sayang Persija dan Persisam harus saling membunuh di laga ketiga, sementara SFC harus menghadapi PSMP Mojokerta yang dipastikan sudah tersingkir. Meski di atas angin SFC harus waspada, bagaimana jika Persija dan Persisam bermain aman.

Meski SFC menang dan kedua tim bermain imbang, sehingga sama-sama mengantongi nilai 5. Tetapi Persija dan Persisam memiliki selisih gol di atas angka 4. Maka untuk menjaga posisi aman, SFC harus menang lawan PSMP minimal dengan 5 selisih gol.

Mampukah Obi mencetak banyak gol? "Saya dukungan dan doa masyarakat Sumsel adalah spirit kami dan semoga kami dapat melewati masa sulit ini dengan gemilang," ujarnya.

RD Genjot Fisik Kayamba Cs Hadapi PSM

Latihan persiapan menghadapi dua pertandingan akhir Indonesia Super Liga (ISL) digelar Sriwijaya FC, di Stadion Gelora Jakabaring, Minggu (23/5) sore.

Pelatih Rahmad Darmawan mulai melakukan latihan dan olah fisik terhadap para pemainnya. Keith Kayamba Gumbs cs mendapatkan jeda waktu pertandingan selama 5 hari untuk menghadapi PSM Makasar, Rabu (26/5).

"Jeda waktu selama 5 hari saya pikir cukup untuk mengembalikan kebugaran pemain. Hari ini saya menggelar latihan untuk olah fisik pemain setelah libur satu hari. Saya berusaha membuat suasana latihan sebaik mungkin agar pemain enjoy," kata Rahmad Darmawan.

Menurut RD sapaannya, pemainnya harus segera bangkit dan memulihkan kepecayaan diri pemain. Renteten kejadian atas aksi pemukulan kepada suporter dan proses hukum di Poltabes Palembang cukup mempengaruhi kondisi pemainnya.

"Saya, kami harus bangkit dan akan terus memantau perkembangan SFC hingga akhir musim. Sampai dimana peringkat kita di ISL. Saya ingin laga kandang ini kita raih dengan kemenangan. Puncaknya adalah pertandingan di Piala Indonesia pada 3 Juni nanti," tegas RD.

Sabtu, 22 Mei 2010

Cyber SFC Mania,

Target Utama RD Lolos 8 Besar Piala Indonesia

Pelatih Sriwijaya FC, Rahmad Darmawan mengatakan masa recovery selama lima hari cukup mengembalikan kebugaran pemain. Ia optimis Laskar Wong Kita mampu tampil dalam performa terbaik menghadapi tiga pertandingan penting.
Anak-anak asuh RD dijadwalkan melawan PSM Makasar dan Persiba Balikpapan di ajang Indonesia Super Liga (ISL) pada 26 dan 30 Mei, kemudian menghadapi PSMP Mojokerto dalam laga terakhir dan penentuan di Grup J Babak 16 besar Piala Indonesia 3 Mei.

"Recovery selama lima sudah cukup. Fokus kita tiga pertandingan kandang. Namun saya berharap pemain lebih fokus saat menghadapi PSMP Mojokerto nanti. Sebab kita membutuhkan banyak gol untuk lolos ke babak 16 besar Piala Indonesia," ujar RD.

Ia mengharap Charis cs segera bangkit dan kembali menata kekuatan baik teknis dan psikologis. Sebab lima pertandingan terakhir tanpa kemenangan memang sangat memengaruhi kondisi psikologis dan mental bertanding Zah Rahan. Apalagi rentetan kejadian yang menimpa tim selama ini sangat melelahkan kita.

"Makanya tugas saya mengembalikan kepercayaan diri para pemain. Kita akan mulai latihan bersama pada Minggu (23/5) besok," ujar RD.

Recovery Kayamba Cs

Setelah melewati rentetan kejadian yang tidak menguntungkan dan menjalani dua laga tandang melelahkan di ajang Indonesia Super Liga, Sriwijaya FC kini pulang ke Palembang, Jumat (21/5). Keith Kayamba Gumbs memiliki waktu istirahat selama 5 hari sebelum menghadapi dua pertandingan kandang lawan PSM Makasar, Rabu (26/5) dan lawan Persiba Balik Papan Minggu (30/5).

Masa istirahat ini benar-benar dimanfaatkan pelatih Rahmad Darmawan untuk mengembalikan kebugaran anak asuhnya. Sebab faktor kebugaran menjadi momok menakutkan bagi SFC. Zah Rahan cs kerap angin-anginan saat bertanding sepanjang laga.

Setidaknya anak asuh RD tidak mampu meraih kemenangan dalam 5 pertandingan akhir di semua ajang. Yakni imbang lawan Persija 0-0, Sabtu (8/5) dan Persisam 2-2, Senin (10/5) untuk Piala Indonesia. Kemudian kalah 1-4, Rabu (12/5) di ajang Asian Football Confederation (AFC). Selanjutnya kalah dari Persib 0-1, Senin (17/5) dan Pelita 2-3, Kamis (20/5).

Maka dengan masa recovery cukup lama, diharapkan mampu mengembalikan kebugaran Laskar Wong Kito. Ambrizal cs sudah tiba di Palembang sekitar pukul 17.00. Sebab RD menginginkan dua laga akhir diraih dengan manis."Tentunya saya ingin ending di dua laga terakhir ini dengan hasil manis. Sebab ini pertandingan kandang. Makanya kami fokus dan membenahi tim termasuk untuk urusan kebugaran pemain," kata Rahmad Darmawan, Sabtu (21/5).

Menurut RD para pemain akan tiba di Palembang sekitar pukul 17.00 dan langsung beristirahat. Para pemain harus segera menjalani masa pemulihan kondisi fisik yang mengalami kelelahan akibat jadwal padat yang selama ini dijalani. Para pemain akan mengikuti latihan kembali pada Minggu (23/5).

Sementara itu kedatangan mereka disambut dengan antusias Singa Mania Indonesia (Simanis) pimpinan Qusoy di Bandar Sultan Mahmud Badarudin (SMB) II. Dukungan diberikan sebagai bentuk support bagi pemain yang sedang kelelahan. Suporter berharap SFC bangkit dan mampu meraih kemenangan di dua laga akhir.
3 Pilar Absen

Kekalahan lawan Pelita Jaya di Stadion Singa Perbangsa Karawang, Kamis (20/5) tidak hanya membuat Sriwijaya FC tertahan di peringkat 8 klasemen sementara Indonesia Super Liga (ISL), tetapi juga kehilangan tiga pemain pilarnya Cristian Worabay, Ambrizal, dan Zah Rahan Krangar.

Ketiga pemain ini akan absen saat SFC menjamu tamunya PSM Makasar dalam lanjutan ISL di Stadion Gelora Jakabaring, Rabu (26/5) nanti. Khususnya Ambrizal masih mengalami cedera engkel dan diperkirakan harus beristirahat hingga 1 pekan.

Sementara Zah Rahan dan Worabay harus absen karena menjalani larangan satu kali bertandingan setelah terkena akumulasi kartu kuning.
"Berdasarkan keterangan BLI, Worabay dan Zah absen karena akumulasi kartu kuning, sementara Ambrizal cedera dan kondisinya masih dipantau tim medis SFC," kata Manajer SFC Hendri Zainudin.

Secara terpisah Presiden Si Manis Qusoy menyatakan akan tetap memberikan dukungan, meskipun SFC sedang mengalami masa sulit."Walapun SFC kalah, kami tetap memberikan support untuk SFC dan pemain. Sebab kami tetap menyatu dengan tim untuk terus memberikan dukungan,"

Jumat, 21 Mei 2010

RD Fokus 2 Laga Kandang Terakhir ISL

PALEMBANG - Kalah di dua pertandingan awal yakni lawan Persib dan Pelita Jaya 17 dan 20 Mei menjadi catatan kurang memuaskan Sriwijaya FC. Padahal Laskar Wong Kito sangat membutuhkan poin untuk memperbaiki posisi di Klasemen Indonesia Super Liga (ISL).
Kini SFC masih menyisakan dua laga terakhir yakni lawan PSM Makasar dan Bontang FC pada 26 dan 30 Mei di Palembang. Maka menghadapi dua pertandingan kandang (home) ini pelatih Rahmad Darmawan tidak ingin tergelincir. Baginya Kayamba cs harus fokus untuk mendapatkan 6 poin terakhir.

"Tentunya saya ingin happy ending di dua laga terakhir ini. Makanya kami fokus dan membenahi tim termasuk untuk urusan kebugaran pemain," kata Rahmad Darmawan, Jumat (21/5).

Menurut RD hari ini para pemain akan tiba di Palembang sekitar pukul 15.30 dan langsung beristirahat. Para pemain harus segera menjalani masa pemulihan kondisi fisik yang mengalami kelelahan akibat jadwal padat yang selama ini dijalani.

SFC Ditawari Laga Kandang

Setelah sempat menjadi polemik, pihak Badan Liga Indonesia (BLI) menawarkan pertandingan ketiga babak 16 Besar Piala Indonesia antara Sriwijaya FC versus PSMP Mojokerto digelar di Palembang pada 3 Juni mendatang. Namun pihak manajemen SFC masih dilema menerima tawaran dari pihak BLI, sebab jika pertandingan digelar di Palembang, maka SFC selaku tuan rumah akan mengeluarkan biaya yang tidak sedikit.

Total biaya yang dikeluarkan pihak manajemen mencapai Rp 130 juta. Sebab jika pertandingann PSMP vs SFC digelar di Palembang, maka sebagai tuan rumah SFC harus menanggung biaya akomodasi, penginapan, dan transportasi selama tiga hari serta menanggung tiket penerbangan panitia pusat dan PSMP Mojokerto Jakarta Palembang.

"Kepastian itu setelah komunikasi yang kita jalin dengan pihak BLI melalui Manajer Bidang Kompetisi Darwis Satmoko," kata Manajer SFC Hendri Zainudin, Jumat (21/5).

Menurut Hendri, karena sejak awal SFC memang sebagai salah satu tuan rumah babak 16 besar Piala Indonesia. Namun pengeluaran biaya yang tidak sedikit menjadi persoalan. Sebab selama ini manajemen sangat bergantung kepada penjualan tiket untuk menanggung biaya pertandingan. Sementara itu minat masyarakat untuk mendukung langsung pertandingan SFC sudah menurun.

"Kita masih ragu menyambut tawaran ini, sebab kita berharap masyarakat memberikan dukungan kepada SFC. Namun belakangan kondisi stadion terlihat sepi. Apalagi pertandingan ini merupakan laga penentuan untuk lolos ke babak 8 besar," ujar Hendri.

Seperti diketahui babak 16 besar Piala Indonesia khususnya di Grup J masih menyisakan satu pertandingan, ada tiga tim yang memiliki kans lolos yakni SFC, Persisam, dan Persija. Peluang itu sangat bergantung dengan hasil akhir pertandingan SFC versus PSMP Mojokerto dan Persisam vs Persija. Maka diputuskan BLI agar tidak ada kesan main mata demi tegaknya fair play, maka pertandingan digelar dalam waktu bersamaan dan di tempat terpisah yakni, SFC vs PSMP di gelar di Jakarta dan Persisam vs Persija di Surabaya.

Namun belakangan BLI berubah pikiran khusus untuk pertandingan SFC vs PSMP akan digelar di Palembang. Hal ini dibenarkan Sekretaris PT SOM Faisal Mursyid yang telah berkomunikasi dengan Darwis dari BLI.

"Benar kita terus melakukan komunikasi dengan BLI dan kita menyambut baik tawaran itu," ujar Faisal.

Cedera Ical, hingga Akhir Musim

Sriwijaya FC (SFC) sedang berduka. Pasalnya, selain kalah dari Pelita Jaya 2-3 (2-0) di Stadion Singaperbangasa Karawang kemarin, (20/5), tim Laskar Wong Kito (sapaan Sriwijaya) juga harus merelakan defender serba bisa Ambrizal dibekap cedera engkel yang cukup serius hingga digantikan oleh Cristian Worabay pada menit 19.

Bahkan berdasarkan informasi yang berkembang, cedera yang dialami Ical sapaan akrabnya diprediksi lebih kurang dua minggu. Jika benar berarti Ical tidak bisa mengikuti kompetisi hingga akhir musim. Wajar jika tim double winner edisi 2007 itu, sedikit khawatir.

Sebab, Charis Yulianto cs masih mensisakan dua laga di ajang Djarum Indonesia Super League (DISL) melawan PSM Makasar (26/5) serta Persiba Balikpapan (30/5) dan satu laga sisa babak 16 besar Piala Indonesia (PI) V/2010 menghadapi PSMP Mojokerto Putra.
“Kami belum bisa pastikan cedera yang dialami olah Ical. Yang jelas saat ini (semalam, red) engkel Ical sudah membengkak,” ujar coach Rahmad Darmawan kepada Sumatera Ekspres kemarin, (21/5).

Cedera bukan yang pertama kalinya bagi Ical pada musim ini. Sebab, sebelumnya pemilik jersey 19 ini, sempat dibekab cedera hamstring saat Sriwijaya kontra Persija Jakarta (19/2) lalu.
“Kondisinya baru bisa dilihat lagi besok, setelah mendapat keterangan dari hasil pemeriksaan tim medis. Mudah-mudahan tidak begitu parah dan kembali bisa bermain,” tambah RD sapaan akrabnya.

Meskipun demikian mantan pelatih Persija Jakarta ini tetap optimis lini belakang tim Bumi Sriwijaya tetap solid. Terlebih di tim yang ber-home base di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring itu sering dilakukan rotasi pemain tak terkecuali untuk pemain belakang.

Diakui Suami Dinda Eti itu, pihaknya telah menyiapkan skenario jika Ambrizal tetap tidak bisa dimainkan saat menghadapi PSM Makasar nanti. ”Kami belum pastikan siapa yang bakal mengantikan pos Ambrizal. Namun, penampilan Worabay di posisi itu juga cukup baik. Selain itu, masih ada beberapa nama pemain di posisi itu, seperti Slamet Riyadi dan Muhammad Nasuha,” jelas pelatih berpangkat kapten Marinir ini.

Selain Ambrizal, tim asal Palembang itu juga mengalami masalah dengan Arif Suyono dan M Nasuha. Keduanya sama-sama kram. Arif digantikan Tony Sucipto menit 61 sedangkan Nasuha diganti oleh Oktavianus menit 82. ”Keduanya hanya keram biasa mudah-mudahan segera sembuh,” pungkas pria yang gemar memakai topi ini.

Liga Champions Asia

SFC Mania


Liga Champions Asia (bahasa Inggris: AFC Champions League) adalah suatu kejuaraan sepak bola antarklub internasional yang mempertemukan tim-tim dari liga sepak bola terbaik Asia.

Prestasi Sriwijaya FC
  • 2008 - 2009 : Masuk 32 Besar
  • 2009 - 2010 : Play off
  • 2010 - 2011 : Play off Sriwijaya FC VS Al Ain (UEA)

AFC Cup

SFC Mania


Kompetisi Piala AFC (bahasa Inggris:AFC Cup) adalah kompetisi sepak bola internasional tahunan antara klub se-Asia yang diselenggarakan oleh Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC). Kompetisi ini adalah kompetisi antarklub tertinggi kedua di Asia setelah Liga Champions AFC

Prestasi Sriwijaya FC
  • 2010 : Lolos 16 besar
  • 2011 : Lolos 16 besar

Piala Indonesia

SFC Mania


Piala Indonesia merupakan sebuah nama turnamen sepak bola garapan PSSI yang mempertemukan seluruh klub sepak bola dari 4 tingkatan kompetisi Liga Indonesia yakni Liga Super, Divisi Utama, Divisi Satu dan Divisi Dua.

Melalui turnamen Piala Indonesia, klub-klub dari luar Divisi Utama Liga Indonesia memiliki kesempatan untuk menghadapi klub-klub besar yang selalu menghuni Divisi Utama Liga Indonesia. Bagi klub-klub divisi terendah, merupakan kebanggaan dapat mengukur kemampuan melawan klub-klub besar bahkan menjadi motivasi tersendiri untuk menjadi pembunuh raksasa jika mampu mengalahkan klub-klub dari divisi diatasnya.

Prestasi Sriwijaya FC

  • 2006 - 2007 : Peringkat 1 Piala Indonesia + Liga Super Indonesia (Juara + Double Winner )
  • 2007 - 2008 : Peringkat 1 Piala Indonesia ( Juara )
  • 2009 - 2010 : Peringkat 1 Piala Indonesia ( Juara )

Liga Super Indonesia

SFC Mania


Liga Super Indonesia (LSI) atau Indonesia Super League (ISL) adalah kompetisi sepak bola antar klub profesional level tertinggi di Liga Indonesia. LSI diselenggarakan oleh PT Liga Indonesia (dahulu BLI) yang dimiliki oleh PSSI. LSI dikuti 18 tim terbaik yang akan saling bertanding satu putaran penuh kompetisi 34 pertandingan, kandang dan tandang.

Prestasi Sriwijaya FC
  • 2005 - 2006 : Peringkat 6 Liga Super Indonesia + Piala Indonesia ( papan Tengah )
  • 2006 - 2007 : Peringkat 1 Liga Super Indonesia + Piala Indonesia ( Double Winner )
  • 2007 - 2008 : Peringkat 5 Liga Super Indonesia. ( Papan Tengah )
  • 2009 - 2010 : Peringkat 8 Liga Super Indonesia. ( Papan Tengah )

SFC Kehilangan Ambrizal - Zah

Sriwijaya FC tidak hanya mengalami kekalahan menyakitkan dari Pelita Jaya dengan skor tipis 2-3 dalam lanjutan Indonesia Super Liga (ISL), di Stadion Singa Perbangsa, Tetapi terancam kehilangan bek andalannya Ambrizal hingga akhir musim, dan playmaker Zah Rahan Krangar untuk satu pertandingan ke depan.

Laskar Wong Kito dipastikan kehilangan Zah Rahan saat menjamu PSM Makasar 26 Mei mendatang. Sebab gelandang mungil ini terkena akumulasi kartu kuning.

Dalam pertandingan lawan Pelita dia mendapatkan kartu kuning, setelah sebelumnya pemain asal Liberia ini juga sudah mendapatkan kartu kuning pertama saat SFC kalah dari Bontang FC di Stadion Gelora Jakabaring, 7 Maret lalu.

Sedangkan Ambrizal yang berasal dari Teluk Kuantan Riau mengalami cedera engkel kanan cukup parah, akibat ditekel salah satu pemain Pelita. Ambrizal bahkan harus ditandu keluar dan diganti Cristian Worabay di menit 20.

Pelatih Rahmad Darmawan sangat mengkhawatirkan cedera bek andalan SFC itu parah. Sebab dia pun tidak bisa memprediksikan seberapa parah cedera mantan pemain PS Semen Padang itu. “Dia cedera engkel, tampaknya berat,” ujar RD.

Untuk itu RD meminta tim medis dan fisio terapi bergerak cepat memantau dan memeriksa cedera yang dialami Ambrizal. “Hasilnya besok pagi (hari ini) sudah ketahuan,” ujar RD.

Pelatih asal Metro Lampung ini berharap cedera Ambrizal tidak terlalu berat. Sebab tenaga bek bertinggi 182 cm itu sangat dibutuhkan di dua pertandingan kandang terakhir SFC yakni lawan PSM Makasar, dan lawan Persiba Balik Papan pada 30 Mei.

SFC juga masih memiliki pertandingan di Grup J babak 16 besar Piala Indonesia lawan PSMP Mojokerto 3 atau 10 Juni mendatang. Laga itu menjadi penentuan langkah SFC di ajang Piala Indonesia.

Khususnya lawan PSM nanti RD akan mencari alternatif pengganti Ambrizal maupun Zah Rahan. “Saya berharap cederanya tidak parah dan bisa sembuh. Tetapi jika tidak saya akan mencari

alternatif pemain lain untuk mengisi lini belakang SFC. Begitu juga dengan absennya Zah Rahan saat lawan PSM nanti, saya akan carikan alternatif,” jelas RD.

Kami Tidak Beruntung

Rahmad Darmawan
Pelatih Sriwijaya FC
BABAK pertama kami mampu memainkan tempo dan ritme permainan. Kualitas permainan anak-anak terlihat sempurna. Tetapi di babak kedua kebugaran anak-anak mengalami penurunan drastis, akibatnya ritme permainan menurun. Kualitas permainan juga menurun. Hal itu terlihat dari kualitas passing, tendangan, cara bertahan, dan lini tengah kita kepayahan. Hal ini sangat berpengaruh kepada penampilan tim secara keseluruhan. Meski saya mengganti pemain, tetapi hal itu tidak dapat membantu karena pemain pengganti pun mengalami kelelahan.

Kamis, 20 Mei 2010

SFC Bertahan di Peringkat Delapan ISL

Sriwijaya FC menelan kekalahan atas Pelita Jaya dengan skor 2-3 dalam lanjutan Indonesia Super Liga (ISL) di Karawang, Kamis (20/5).
Gol SFC dilesakkan Obiora menit 5 dan Pavel Solomin menit 35. Namun dibalas Pelita melalui gol Superdi menit 62, dan Barkuoi menit 64 dan Marwan menit 73. Kekalahan ini membuat SFC tertahan di peringkat 8 Klasemen sementara Indonesia Super Liga (ISL), sementara Pelita memiliki harapan untuk keluar dari zona degdradasi.

Sejak menit awal, kondisi SFC memang sedikit meragukan menyusul masalah yang menimpa 4 pemain andalan mereka Charis Yulianto, Ambrizal, Cristian Worabay dan Isnan Ali.
Meski sempat diragukan pasca rentetan masalah yang menimpa Charis cs atas aksi pemukulan yang mereka lakukan terhadap suporter, karena dikhawatirkan memengaruhi psikologi, pelatih Rahmad Darmawan justru menurunkan 4 pemain bermasalah yakni Charis Yulianto, Isnan Ali, dan Ambrizal serta Cristian Worabay.

Bahkan Charis, Isnan, Ambrizal diturunkan sejak awal. Sementara Cristian Worabay sempat dicadangkan. peran Worabay di sayap kanan dipercayakan kepada Ambrizal, karena RD mengandalkan formasi 4-3-3. Dalam pertandingan ini Kapten Tim Kayamba harus absen karena akumulasi kartu kuning. RD memercayakan ban kapten kepada Charis Yulianto.

Namun tidak mengurangi spirit Laskar Wong Kito. Meski harus dikejutkan dengan serangan cepat di menit ke 2 oleh anak Pelita Jaya. Namun Ferry cs berhasil menggagalkan peluang anak asuh Dajajang Nurjaman.

Selanjutnya giliran SFC melakukan tekanan. Hasil di menit 5, Anoure Obiora membawa SFC unggul atas Pelita Jaya. Gol Obiora memanfaatkan umpan cantik Zah Rahan dari sisi kanan lapangan. Dengan tenang pemain asal Nigeria ini mencukil bola menundukkan kiper Alo Barkah. Kedudukan 1-0 untuk sementara bagi SFC. Pelita terus berusaha menekan. Namun SFC memilih bermain disiplin menjaga lini belakangnya. Tampak Ferry harus berjibaku mengamankan gawangnya. Memasuki menit 20, defender andalan Sriwijaya FC yang mengalami cedera serius dan harus ditarik keluar. Peranannya digantikan Crisitan Worabay. Keluarnya Ambrizal membuat SFC harus tertekan. Beberapa kali Pelita terus menekan. Bahkan memasuki menit 22, M Ridwan nyaris membobol gawang SFC. Namun gigagalkan kiper andalan Laskar Wong Kito Ferry Rotinsulu.

Namun Worabay mulai klop dan memperbaiki permainannya. Memasuki menit 29 SFC berbalik melakukan tekanan. Beberapa kali kerjasama Zah, Pavel, dan Obiora membahayakan gawang Pelita. Bahkan Obiora mendapatkan peluang matang di menit ke31. Namun tendangannya masih melebar ke sisi gawang SFC. Begitu juga tendangan Nasuha memanfaatkan umpa Pavel masih gagal menemui sasaran.

SFC terus meningkat tekanan. Setelah gagal menuntaskan 2 peluang matang, kali anak asuh Rahmad Darmawan benar-benar menuntaskan peluang matang. Melalui akselerasi Cristian Worabay di sisi kanan lapangan.

Dengan cedik pemain asal Papua yang tengah dirundung masalah ini melepas crossing terarah. Pavel dengan cerdas mengambil umpan itu dengan sudulan terarahnya menundukan kiper Ali Barkah menit 35. Kedudukan 2-0 untuk SFC menjelang akhir babak pertama.

3 Gol
Memasuki babak kedua pelatih Djajang Nurjaman melakukan pergantian pemain dengan memasukkan striker Redouane Barkoui menggantikan Jajang Mulyana. Ia berharap striker asal Marokko ini mampu memberikan tekanan untuk mengejar ketinggalan.
Pelita Jaya kembali menekan dan mendapatkan peluang, namun tendangan keras Khusnul Yakin digagalkan Ferry Rotinsulu. Djajang Nurjaman kembali melakukan pergantian pemain dengan menarik Khusnul dan memasukan Vizkara. Masuknya pemain asing Pelita ini mampu memberikan tekanan kepada lini belakang SFC. Namun digagalkan lini belakang SFC yang tampil disiplin.

Djajang kembali mengganti I Made Wirahadi dan memasukkan S Marwan. Sementara dari Sriwijaya FC, pelatih Rahmad Darmawan melakukan pergantian pemain. Pelatih asal Metro Lampung ini memasukkan Tony Sucipto untuk menggantikan winger Arif Suyono. Namun SFC kebobolan di menit 62 melalui Supardi setelah tendangan mengenai kepala Charis yang tidak mampu diantisifasi kiper Ferry.

RD memasukkan Tony agar SFC lebih bertahan. SFC kembali kebobolan di menit 64 melalui gol Barkoui usai menyambut umpan Vizkara. Pemain asal Marokko ini menyudul bola yang tidak mampu diamankan Ferry. Tensi permainan berlangsung keras, Worabay terima kartu kuning di depan kotak penalti. Reduane Barkoui mengambil tendangan namun digagalkan Charis. Bola liar diambil Ardan Aras yang memberikan umpan kepada Marwan. Dengan cerdik penyerang Pelita ini menundukkan Ferry Rotinsulu menit Marwan 73. SFC berusaha melakukan tekanan peluang didapatkan Worabay tetapi digagalkan kiper Pelita Ali Barkah.

Sementara pelatih Rahmad Darmawan mengganti M Nasuha dan memasukkan Octavianus untuk menambah daya gedor SFC. Memasuki menit 83 Zah Rahan mendapatkan kartu kuning karena melakukan pelanggaran terhadap pemain belakang Pelita. Hingga pertandingan berakhir kedudukan tetap bertahan 3-2 untuk keunggulan Pelita.

Pelita Berbalik Unggul 3 - 2

PALEMBANG - Tensi permainan berlangsung keras, Worabay terima kartu kuning di depan kotak penalti.
Reduane Barkoui mengambil tendangan namun digagalkan Charis. Bola liar diambil Ardan Aras yang memberikan umpan kepada Marwan. Dengan cerdik penyerang Pelita ini menundukkan Ferry Rotinsulu di menit 73. Gol ini membawa Pelita Jaya unggul 3-2 setelah sebelumnya Barkoui dan Supardi lebih dulu membobol gawang Ferry.

Pelita Samakan Kedudukan 2 - 2

PALEMBANG - Di babak kedua, pertahanan SFC lengah. Setelah gol Suparndi menit 62, Laskar Wong Kito kembali kebobolan di menit 64 melalui gol Barkoui usai menyambut umpan Vizkara. Pemain asal Marokko ini menyudul bola yang tidak mampu diamankan Ferry. Kedudukan untuk sementara bertahan 2-2

Supardi Bobol Gawang SFC

PALEMBANG - Djajang kembali mengganti I Made Wirahadi dan memasukkan S Marwan. Sementara dari Sriwijaya FC, pelatih Rahmad Darmawan melakukan pergantian pemain. Pelatih asal Metro Lampung ini memasukkan Tony Sucipto untuk menggantikan winger Arif Suyono. RD memasukkan Tony agar SFC lebih bertahan. Memasuki menit 60 SFC justru kebobolan melalui tendangan Supardi. Tendangan keras pemain binaan Palembang ini sempat mengenai kepala Charis dan berbelok ke gawang Ferry.

Babak Kedua Dimulai

PALEMBANG - Babak kedua Sriwijaya FC versus Pelita Jaya di Karawang, Kamis (20/5) dimulai. Untuk sementara Laskar Wong Kito unggul 2-0 atas tuan rumah Pelita. Untuk sementara baik Pelatih Rahmad Darmawan belum mengganti pemain.

Sebaliknya pelatih Pelita Jaya Djajang Nurjaman melakukan pergantian pemain dengan memasukkan striker Redouane Barkoui menggantikan Jajang Mulyana. Djajang berharap Bakoui mampu memberikan tekanan kepada lini belakang SFC untuk menyamakan kedudukan. Sebab Pelita kini tertinggal 0-2

Pavel Bawa SFC Unggul 2 - 0

PALEMBANG - Memasuki menit SFC terus meningkat tekanan. Setelah gagal menuntaskan 2 peluang matang, kali anak asuh Rahmad Darmawan benar-benar menuntaskan peluang matang. Melalui akselerasi Cristian Worabay di sisi kanan lapangan.
Dengan cedik pemain asal Papua yang tengah dirundung masalah ini melepas crossing terarah. Pavel dengan cerdas mengambil umpan itu dengan sudulan terarahnya menundukan kiper Wardhana menit 35. Kedudukan 2-0 untuk SFC menjelang akhir babak pertama.

Menit 5 Obiora Bawa SFC Ungguli Pelita 1 - 0

Anoure Obiora membawa SFC unggul atas Pelita Jaya dalam laga lanjutan Indonesia Super Liga (ISL) di Karawang, Kamis (20/5).
Gol Obiora memanfaatkan umpan cantik Zah Rahan dari sisi kanan lapangan. Dengan tenang pemain asal Nigeria ini mencukil bola menundukkan kiper Wadhana. Kedudukan 1-0 untuk sementara bagi SFC. Pelita terus berusaha menekan. Namun SFC memilih bermain disiplin menjaga lini belakangnya. Tampak Ferry harus berjibaku mengamankan gawangnya.

Tensi Tinggi Charis Cs

Persoalan mental dan motivasi para pemain Sriwijaya FC diyakini sudah pulih saat menghadapi tiga laga sisa pertandingan Indonesia Super League (ISL). Ini menyusul dibebaskannya empat pemain, Charis Yulianto, Ambrizal, Cristian Worabay, dan Isnan Ali dari tahanan Poltabes Palembang, Senin (17/5) lalu, menyusul insiden pemukulan terhadap tiga suporter SFC.

Bahkan keempat pilar tersebut kemungkinan akan diturunkan bersamaan oleh pelatih Rahmad Darmawan saat menghadapi tim yang dipastikan terdegradasi, Pelita Jaya FC di Stadion Singa Perbangsa, Karawang, Kamis (20/5). Ini terihat ketika keempatnya menyaksikan langsung saat Sriwijaya ditaklukkan Persib Bandung di Stadion Siliwangi, Senin lalu. Meskipun Zah Rahan dkk hanya memiliki waktu satu jam istirahat sebelum bertanding, namun skuad SFC mampu mengimbangi permainan lawan. Cristian Golzales cs hanya mampu menang 1-0.

Oleh karena itu, waktu istiharat dua hari dirasa cukup bagi Rahmad Darmawan memulihkan stamina anak asuhnya untuk menjajal Pelita Jaya. Membutuhkan angka untuk tetap menjadi tim yang berada di papan atas, SFC harus tampil maksimal. Oleh karena itu, Charis cs memiliki motivasi berlipat dengan tensi tinggi untuk bisa mencetak gol dan mengalahkan lawannya.

Absennya Keith Kayamba Gumbs akibat akumulasi kartu, tidak menjadi preseden buruk. Boleh jadi ban kapten akan disematkan kepada Charis Yulianto. Sedangkan posisinya akan diambil alih oleh Obiora atau Arif Suyono.

SFC sangat membutuhkan poin untuk memperbaiki peringkatnya di klasemen akhir.

Permainan Agresif Untuk mencapai hasil maksimal, selain menurunkan empat pilar sebagai benteng pertahanan mengawal gawang Ferry Rotinsulu, RD kemungkinan akan mengandalkan permainan agresif dengan menempatkan tiga penyerang sekaligus. Tiga striker haus gol itu, Rahmad Rivai, Pavel Solomin, dan Obiora. Mereka akan membelah jantung pertahanan Pelita yang dikawal ketat dua bek Jufrianto, dan Eduawardo.

Kelincahan gerak yang biasa diperagaan Poci dan Pavel akan sangat merusak barisan belakang Pelita. Dengan demikian, diharapkan para algojo SFC bisa menembus gawang Wardhana.

“Dalam pertemuan terakhir, Pelita selalu menyulitkan SFC. Makanya dalam pertandingan kali ini saya tidak memaksakan pemain untuk latihan. Paling terpenting mereka bisa enjoy dan bermain lepas,” tegas RD yang sangat berharap bisa meraih poin maksimal di kandang Pelita.

Rabu, 19 Mei 2010

SFC Vs Pelita Jaya Adu Tajam Predator

Kehadiran Pavel Solomin semakin dibutuhkan Sriwijaya FC saat tim ini menghadapi pertandingan yang melelahkan. Menghadapi Persib Bandung, dua hari lalu, pemain asal Uzbekistan itu sebetulnya tampil prima. Beberapa peluang mampu diciptakannya, sayang tak satu pun yang membuahkan gol.

Namun pemain kelahiran 15 Juni 1982, masih memiliki kesempatan untuk mengambah pundi golnya bersama SFC yang baru 5 biji sejak bergabung pertengahan musim lalu. Sebagai penyerang, Pavel selalu bergerak sehingga kerap kali menyulitkan barisan pertahanan lawan. Selain itu, suami Anastasya itu memiliki kecepatan dan tembakan keras. Pemilik tinggi 174 cm ini pun pandai membuat gol dari tendangan bebas atau bola-bola mati.

Oleh karena itu, kontribusi Pavel sangat dibutuhkan untuk mencuri poin maksimal di kandang Pelita Jaya dalam lanjutan Indonesia Super Liga (ISL) di Stadion Singa Perbangsa, Kamis (20/5).

Maklum, SFC sangat membutuhkan poin untuk memperbaiki peringkat di ISL. Laskar Wong Kito tertahan di peringkat 7 dengan nilai 44 dari 31 pertandingan. Menyisakan 3 pertandingan terakhir, SFC seperti sulit mengejar PSPS Pekanbaru yang kini berada di peringkat 5 dan sudah mengemas 47 poin dan menyisakan 3 pertandingan.

Saat SFC menghadapi Pelita Jaya nanti, Pavel akan beradu tajam dengan predator Pelita Redouane Barkoui, pemain asal Maroko yang kini mengemas 8 gol di ISL. Sebagai striker Barkoui juga memiliki kelengkapan sebagai pemain, bisa berposisi di kanan atau kiri dan tipe penjelajah lapangan. Kemampuan lainnya adalah bertahan dan menjadi pengatur serangan. Dia memiliki pengalaman dan kematangan berlaga di ISL.

Maka tidak heran dalam laga dua tim terluka ini, Pavel dan Barkoui dipastikan akan saling bertarung memperebutkan bola sekaligus mencetak gol.

Jangan Anggap Remeh Jika melihat rekor pertemuan kedua tim, sepertinya SFC lebih diunggulkan. Tim asuhan Rahmad Darmawan ini meraih 3 kemenangan, 1 kali imbang dan 2 kalah. Meski demikian Zah Rahan cs tidak boleh menganggap remeh tim lawan. Pasalnya Pelita Jaya yang terus berusaha keluar dari zona degradasi memiliki motivasi berlipat saat menghadapi tim sekelas SFC.

Apalagi Rahmad mengaku, Pelita tim solid dan memiliki materi pemain yang bagus serta merata di semua lini. SFC harus bermain disiplin baik dalam bertahan maupun menyerang.

“Dalam pertemuan terakhir, Pelita selalu menyulitkan SFC. Makanya dalam pertandingan kali ini saya tidak memaksakan pemain untuk latihan. Paling terpenting mereka bisa enjoy dan bermain lepas,” tegas RD.

RD kemungkinan akan menduetkan Pavel Solomin dan Rahmad Rivai di lini serang dengan sokongan Obiora dan Zah Rahan Krangar di lini kedua. Sedangkan kapten Keit Kayamba Gumbs kemungkinan bakal absen akibat akumulasi kartu yang diterimanya saat bertemu Persib lalu. Sedangkan empat pemain SFC yang sebelumnya bermasalah, Charis, Isnan Ali, Abdrizal dan Worabay, kemungkinan akan diturunkan sebagai starter. Keempatnya absen dan sebagai penonton saat SFC dikalahkan Persib 0-1, Senin (17/5) lalu.

Menurut Cekmad, sapaan Rahmad, anak asuhnya kini memilih menginap di Bandung dan berlatih di salah satu lapangan sepakbola Siliwangi. Ia memilih mengatur strategi di Bandung sebagai persiapan menghadapi Pelita.

“Kita memilih menginap di kawasan Bandung. Sebab jaraknya dekat hanya sekitar dua jam saja. Kemungkinan saat bertanding nanti kita juga berangkat di Bandung,” jelas RD.

Selasa, 18 Mei 2010

RD Akui Pelita Adalah Lawan yang Menyulitkan SFC

Jika melihat rekor pertemuan kedua tim, sepertinya SFC lebih diunggulkan. Tim asuhan Rahmad Darmawan ini meraih 3 kemenangan, 1 kali imbang dan 2 kalah. Meski demikian Zah Rahan cs tidak boleh menganggap remeh tim lawan yang kini berada di dasar klasemen. Pasalnya pelita Jaya yang terus berusaha keluar dari zona degradasi memiliki motivasi berlipat saat menghadapi tim sekelas SFC.

Pelatih Rahmad Darmawan mengatakan, Pelita Jaya adalah solid dan memiliki materi pemain yang bagus serta merata di semua lini. SFC harus bermain disiplin baik dalam bertahan maupun menyerang.

"Dalam pertemuan terakhir, Pelita selalu menyulitkan SFC baik di laga kandang maupun tandang. Makanya dalam pertandingan kali ini saya tidak memaksakan pemain untuk latihan. Paling terpenting mereka bisa enjoy dan bermain lepas," tegas RD.

Memori Indah Kecenk

Gelandang serang Arif Suyono mendapatkan waktu istirahat yang cukup ketika tidak diturunkan saat Sriwijaya FC menghadapi Persib Bandung di Stadion Siliwangi, Senin (17/5). Maka menghadapi Pelita Jaya Kamis (20/7) merupakan jatah Kecenk sapaannya.

RD sengaja menyimpan Kecenk karena berharap pemain asal Malang ini bisa mengulangi berkahnya saat menghadapi Pelita Jaya. Pemain bertinggi 174 cm ini, memiliki memory indah ketika menjamu Pelita Jaya dalam pertemuan pertama ISL, pada 24 November 2009 lalu.

Ia mencetak satu dari tiga gol kemenangan atas tamunya Pelita. Arif berharap diturunkan menghadapi Pelita.

"Tetapi saya tetap ikuti perintah pelatih. Namun sudah menjadi tugas kami bermain maksimal dan total untuk memenangkan SFC," kata Arif, Selasa (18/5).

Senin, 17 Mei 2010

SFC Takluk 0 - 1 dari Persib

Pertandingan Sriwijaya FC versus Persib Bandung berakhir dengan gol 0-1 melalui gol Cristian Gonzales, di Stadion Siliwangi, Senin (17/5).

Pertandingan kedaua tim berlangsung dalam tempo lambat. Baik SFC maupun Persib tampak sangat sulit mengembangkan permainan akibat kondisi lapangan buruk. Secara bergantian Laskar Wong Kito maupun tuan rumah saling menyerang, namun tidak ada peluang matang yang mampu diciptakan.

Melihat permainan Persib tidak berkembang, pergantian pemain dilakukan pelatih Robby Darwis di menit 33, dengan menarik Satoshi Otomo yang efektif digantikan Cucu Hidayat. Masuknya Cucu Hidayat merubah arah permainan Persib, sebab Gonzales mampu memecah kebuntuan dengan menundukkan kiper Hendro Kartiko menit 37. Bermula dari kemelut di depan gawang SFC, bola jatuh di sudut kanan depan gawang, Gonzales yang tidak terjaga dengan cepat melakukan sontekan yang tidak mampu diantisipasi kiper Hendro.
Ketinggalan 0-1, membuat Gumbs cs berani keluar untuk melakukan tekanan. Namun tidak ada peluang yang mampu diciptakan anak asuh RD. Sementara kapten tim Kayamba mendapatkan kartu kuning setelah menekel Eka Ramdani. Hingga babak pertama usai kedudukan bertahan 0-1.

Memasuki babak kedua, Persib Bandung yang sudah unggul satu gol terus melakukan tekanan terhadap tim tamu. Anak asuh Rahmad Darmawan berjuang keras mempertahankan pertahanan agar tidak kebobolan. Pemain serba bisa Tony Sucipto tampak melakukan tekanan dan bermain sedikit keras dengan melakukan pelanggaran terhadap Airlangga Sucipto. Namun wasit tidak melihat hal itu sebagai pelanggaran. SFC melakukan tekanan, memasuki menit ke 54, SFC mendapatkan peluang. Namun tendangan keras Keith Kayamba Gumbs masih mampu digagalkan Markus Horison. Sementara Airlangga juga membahayakan gawang kiper Hendro Kartiko.

Selanjutnya memasuki menit 64, SFC kembali melakukan tekanan. Pergerakan Obiora mampu mengecoh lini belakang Persib. Selanjutnya dengan cepat striker asal Nigeria ini memberikan umpan sodoran kepada Pavel Solomin yang tidak terjaga. Namun sayang tendangan pemain asal Uzbekistan ini diblok kiper Horison.
Pergantian pemain dilakukan pelatih Rahmad Darmawan di menit 70. Pelatih asal Metro Lampung ini menarik Obiora dan AA Ngurah wahyu Trisnajaya dengan memasukkan Alamsyah Nasution dan Octavianus. RD menginginkan tim asuhannya lebih menyerang menjelang 20 menit bubaran. SFC kini mengandalkan dua center bek Precious dan Bobby Satria. Sementara Roby menarik Gilang Angga Kusuma digantikan Wijasmara. Hingga pertandingan berakhir kedudukan tetap bertahan 0-1 untuk Persib.

RD Susul Gumbs Cs ke Bandung

Keempat pemain SFC yang baru dibebaskan dari tahanan Mapoltabes, Senin (17/5) tadi pagi yakni Charis Yulianto, Ambrizal, Worabay dan Isnan Ali sekitar pukul 10.00 tadi pagi langsung berangkat ke Bandung.

Sewaktu berangkat dari tahanan Mapoltabes, pelatih Rahmad Darmawan dan beberapa ofisial terlihat mendampingi keempat pemain. Sementara itu pemain lainnya sekitar pukul 07.00 telah lebih dulu berangket ke Bandung.

Keberangkatan SFC ke Bandung untuk menjalani laga lanjutan Indonesia Super Liga melawan Persib Bandung, Senin (17/5) sore ini di Stadion Siliwangi, Bandung.

Charis Pemain SFC Dikeluarkan

Empat pemain SFC, Charis Yulianto, Isnan Ali, Worabay, Ambrizal dikeluarkan dari sel Mapoltabes Palembang, Senin(17/5) sekitar pukul 08.00.

Pembebasan keempat pemain SFC ini setelah pihak Poltabes menerima surat penangguhan yang diajukan oleh pihak manajemen SFC. Surat penahanan resmi bagi keempat pemain ini dikeluarkan Poltabes Palembang Sabtu (15/5). Namun, sejak Jumat ((14/5) keempatnya telah ditahan di Mapoltabes Palembang dengan tuduhan menganiaya suporter.

Selama ditahan di sel Mapoltabes keempatnya berada berada di satu ruangan bersama belasan tahanan lain

Gumbs Cs Siap Laga

Sempat mengancam mogok bertanding menyusul penahanan terhadap empat pemain pilarnya, Sriwijaya FC akhirnya memutuskan berangkat menuju Bandung menjalani laga lanjutan Indonesia Super Liga (ISL) melawan Persib Bandung, di Stadion Siliwangi Bandung, Senin (17/5) pukul 15.30.

Kemelut ini berakhir setelah adanya kata perdamaian. Pihak Yopi cs sepakat berdamai dan memaafkan tindakan pemukulan yang dilakukan Charis Yulianto, Ambrizal, Cristian Worabay, dan Isnan Ali di simpang empat Charitas Jl Jenderal Sudirman, 8 Mei lalu. Hal inilah yang membuat pelatih Rahmad Darmawan dan pemain lain sempat memutuskan tidak akan bertanding melawan Persib. Bahkan Keith Kayamba Gumbs cs berangkat dengan spirit perdamaian.

“Setelah berdamai kami memutuskan berangkat. Namun minus pelatih Rahmad Darmawan karena mendampingi 4 pemain kita yang tengah diproses di Poltabes Palembang. Kita memaklumi itu, hal ini tidak akan mengurangi semangat kita untuk bermain bagus,” ungkap Manajer SFC Hendri Zainudin, Minggu (16/5).

Menurut Hendri yang juga menjabat Direktur Teknik ini, SFC membawa 19 pemain andalannya menghadapi Persib. Absennya RD, secara otomatis membuat tim akan didampingi asisten pelatihnya, Setyo Cipto dan manajer SFC Hendri Zainudin.

“Kami berangkat Senin pukul 06.00,” ujar Hendri.

Misi Sulit Secara terpisah pelatih Rahmad Darmawan mengatakan, setelah adanya kata perdamaian antara pihak korban dengan keempat pemain andalannya, mereka memutuskan berangkat dan bertanding. Misi sulit dijalani SFC dalam kondisi yang tidak menguntungkan.

Namun pelatih peraih double winner ini yakin dengan spirit perdamainan yang dibawa, para pemainnya diyakini bermain lepas tanpa beban dan mampu meladeni permainan Persib Bandung.

“Kami berangkat dengan spirit perdamainan antara pemain dan suporter. Itu adalah modal dan motivasi pemain menghadapi Persib Bandung,” kata pelatih Rahmad Darmawan, Minggu (16/5).

Wajar saja RD mengatakan tim asuhannya bermodalkan spirit perdamainan. Sebab Gumbs cs bertolak dari Palembang Senin pukul 06.00 menuju Bandung. Diperkirakan mereka akan tiba sekitar pukul 11.00. Hanya beristirahat 2 jam, para punggawa SFC sudah harus bertanding menghadapi tim berjuluk Maung Bandung itu.

Laskar Wong Kito hanya memiliki waktu istirahat selama dua jam tanpa menjajalkan Stadion Siliwangi tempat pertandingan. Selain itu tanpa 4 pemain bertahannya Charis Yulianto, Ambrizal, Cristian Worabay, dan Isnan Ali lini belakang SFC diyakini sedikit tergerus.

Hal ini menurut RD dapat memengaruhi permainan tim. Tetapi dia yakin Precious, Bobby, dan Nanak mampu bermain dengan baik. “Sebab mereka dapat diandalkan. Anak-anak sangat termotivasi dengan adanya kesepakatan perdamainan itu. Maka saya harapkan anak akan mampu menghadapi permainan cepat Persib Bandung,” tegas RD.

Pola 3-4-3 Tentang kondisi lapangan, pelatih asal Metro Lampung juga menegaskan sudah menyiapkan strategi dan antisipasi. Dengan kondisi lapangan stadion yang buruk, RD memasang 3 center back yakni, memasang bek belia AA Ngurah Wahtu Trisnajaya dan Bobby Satria, serta bek asing Precious.

Ketiganya diharapkan mampu mengatasi permainan Persib yang kerap mengandalkan bola-bola atas dengan umpan-umpan panjangnya.

“Sebab pengalaman lawan Persitara menjadi pelajaran. Kita kesulitan jika bermain dengan center bek, dalam kondisi lapangan buruk. Maka saya pasang tiga bek,” ujar RD.

Menurut dia, SFC mengubah taktik permainan yang kerap menggunakan satu dua sentuhan. Kali ini Gumbs cs akan bermain lebih cepat dengan menggunakan umpan-umpan panjang ke area pertahanan lawan kemudian bermain satu dua di kotak penalti.

“Strategi sudah kita coba di Jakabaring dan berjalan maksimal. Semoga kami berhasil dan doakan agar sukses menghadapi Persib,” ujar RD.

Bobby Siap Beraksi

ABSENNYA Charis Yulianto, Ambrizal, Isnan Ali, dan Crisitian Worabay yang menjalani proses hukum di Poltabes Palembang terkait kasus pemukulan terhadap suporter, memberikan berkah tersendiri bagi bek muda Bobby Satria dan AA Ngurah Wahyu Trisnajaya.

Kedua bek yang kerap mengisi bangku cadangan ini, dipasang sebagai starter untuk mengawal lini belakang SFC. Keduanya diharapkan mampu menutup celah besar yang ditinggalkan Charis cs, karena keempat pemain ini adalah pilar lini belakang Laskar Wong Kito.

Bobby mengaku senang mendapatkan kepercayaan dari pelatih Rahmad Darmawan. Namun pemain asal Padang Sumatera Barat ini mengaku, sangat berduka dengan penahanan rekan satu tim yang juga seniornya Charis cs.

Bagi Bobby, keempat seniornya itu tidak hanya andalan di lini belakang, tetapi juga memberikan semangat, motivasi dan spirit kepada pemain muda saat bertanding.

“Mereka selalu memberikan spirit tim saat bertanding. Makanya kami sangat kehilangan tanpa mereka dalam laga ini. Namun bagi kami meski ini beban besar, tetapi kami yakin mampu

melewati. Justru kejadian ini akan memberikan kami motivasi tingi dan berusaha keras untuk memberikan yang terbaik,” jelas Bobby, Minggu (16/5).

Ia mengaku lega setelah adanya perdamainan. Hal ini membuat mereka semakin bersemangat menghadapi Persib Bandung. Bobby berjanji akan menjalankan tugas dengan baik mengawal lini belakang SFC.

Meski berat, tetapi kekurangan itu justru menjadi pelecut semangat untuk memenangi laga lawan Persib.

Disoal tentang waktu keberangkatanya yang sangat mepet dengan jadwal pertandingan, Bobby secara jujur mengakui baru sekali itu berangkat bertepatan dengan jadwal pertandingan profesional. Tetapi inilah tantangannya.

“Baru sekali ini, tetapi meski berat kami akan tetap berjuang demi SFC,” ujarnya.

Ketika ditanya siapa pemain yang perlu diwaspadai, Bobby menyebut penyerang berkualitas seperti Crisitian Gonzales, Airlangga, Atep, Eka Ramdani.

“Namun Persib bermain kolektif. Kalaupun penyerangnya tidak mencetak gol, kadang-kadang pemain belakangnya justru mencetak gol,” ujar Bobby.

Untuk itu, menjadi tugasnya bersama Nanak, Precuous meredam kecepatan para pemain yang kerap menjadi penentu kemenangan Persib.

“Kami harus disiplin dan kolektif serta meningkatkan koordinasi antar lini untuk meredam kecepatan mereka. Untuk itu mohon kepada masyarakat Sumsel agar terus mendukung dan mendoakan perjuangan kami,” jelas Bobby.

Biodata
Nama:Bobby Satria
Lahir:24 Agustus 1986
Tinggi/BB:178 cm/73kg
Posisi:Defender
Karir:
2003-2008 Persita Tangerang
2008-2009 Persebaya
2009-Sekarang SFC

Cari Blog Ini

Arsip Blog

Diberdayakan oleh Blogger.

Label

Laporkan Penyalahgunaan

Halaman

Mengenai Saya

Entri yang Diunggulkan

Sriwijaya FC Hadapi Pusamania di Semi Final PGK

Sriwijaya FC akhirnya harus puas sebagai runner up Grup B, dengan koleksi 6 poin dari tiga pertandingan. Setelah dilaga terakhir takluk...

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *