Cari Tandem Diano

Kinerja lini belakang Sriwijaya FC lagi dalam sorotan. Bagaimana tidak, pada dua laga terakhir pertahanan tim berjuluk Laskar Wong Kito harus kebobolan empat gol. Satu gol saat menghadapi PS Bangka (24/8) silam dan tiganya atas Persiba Balikpapan (28/8) lalu.

Banyak pihak menuding penyebabnya tidak lain adalah kurangnya koordinsi dan komunikasi antarpemain di lini belakang terutama untuk center defender. Bisa jadi karena kebanyakan dari mereka adalah pemain baru bergabung di tim double winner edisi 2007. Dengan begitu maka mereka belum saling mengenal dan mengetahui karakter satu sama lainnya.

Asisten Pelatih Sriwijaya FC, Kashartadi mengakui hal tersebut. Dikatakan pelatih yang karib disapa Mas Kas itu, butuh waktu untuk bisa mengenal karakter permainan pemain satu sama lain. Semua itu tidak bisa didapat dengan instan atau tiba-tiba.

“Komunikasi di lapangan sangat perlu. Pemain juga harus lebih memahami tipikal permainan satu-sama lain. Dengan begitu maka kerja sama dalam tim bisa berjalan dengan baik,” ujar Kas kepada Sumatera Ekspres semalam (29/8).

Lalu apa yang salah dengan komposisi pemain belakang? Bukannya sudah memiliki Claudiano Alves, Bobby Satria, Gunawan Dwi Cahyo, Ahmad Jufrianto dan Rachmat Latief yang sedang bergabung pada pemusatan latihan (pelatnas) tim nasional (timnas) Senior.

Kalau dilihat dari penampilan pada dua laga tersebut, satu tempat boleh jadi milik Claudiano Alves dos Santos. Defender asal Brasil itu, sudah berhasil menunjukkan kelasnya. Beberapa kali pemain yang akrab disapa Diano itu, sukses membaca dan mematahkan serangan dari penyerang tim lawan termasuk barisan depan skuad tim Beruang Madu (julukan Persiba).

Wajar jika sebelumnya sang arsitek Ivan Kolev menyebut kualitas Diano lebih bagus dari pada Piere Njangka. Bahkan Kolev mengaku tidak menyesal meskipun gagal mendatangkan Njangka ke Palembang. ”Saya sudah tahu persis kualitas Diano. Dia (Diano, red) adalah pemain belakang yang tangguh,” ujar Kolev kepada wartawan.

Lantas siapa tandem yang pas buat Diano? Sambung Mas Kas semua pemain belakang memiliki kans. Gunawan misalnya, bisa bermain taktis dan tidak bersahabat. Meski sedikit lambat dalam menahan pergerakan lawan. Begitu juga dengan Bobby Satria. Dia juga cukup disiplin dan tak kenal kompromi.

Sama halnya dengan Ahmad Jufrianto. Meski masih muda namun sia cukup berpengalaman. Dia biasa menjadi pilihan utama di tim-tim yang telah dibelanya tak terkecuali timnas U-23.

”Mungkin kalau ada Rachmat Latief kami semakin banyak pilihan. Peluangnya juga cukup besar apalagi dia pemain timnas,” pungkas Mas Kas.

Read Also:

Related Posts
Disqus Comments