Oktober 2010

Minggu, 31 Oktober 2010

RD Siapkan Taktik Jitu


Pelatih Persija Rahmad Darmawan memuji kemampuan pelatih Sriwijaya FC Ivan Kolev dalam meramu strategi. Pelatih peraih double winner ini pun tahu betul karakter Kolev yang ia sebut-sebut sangat disiplin dan profesional.RD sedang mempersiapkan taktik jitu untuk meredam kekuatan SFC saat berlaga di Stadion Gelora Bung Karno, Selasa (2/11) besok. Baginya, menghadapi SFC yang merupakan mantan timnya itu adalah laga berat.

“Dia (Kolev) pelatih berpengalaman, seperti kita lihat bagaimana SFC saat ini sedang onfire,” puji mantan pelatih Persipura itu, Minggu (30/10).

Makanya RD tidak berani memasang target apapun saat menjamu lawannya. Meski Persija menang dan onfire usai mengalahkan Persib 3-0, Sabtu (30/10) kemarin, namun ia tidak tidak mau sesumbar sebab SFC adalah tim berkualitas.

“Saya meminta pemain disiplin dan tidak melakukan kesalahan. Saya bersyukur tim dan pemain dalam kondisi bagus dan siap bermain full team menghadapi SFC,” urai RD.

Menurut Rahmad, meski banyak melakukan perombakan, SFC masih memiliki Kayamba, Ponaryo dan beberapa pemain baru berkualitas. Pria dua anak ini akan berusaha mempersiapkan timnya bagaimana cara meredam kecepatan dan agresivitas SFC.

“Lawan SFC merupakan laga berat, tetapi kami akan berusaha keras bagaimana menerapkan taktik meredam kualitas para pemain SFC,” tandasnya.

Siap Kalahkan RD


SELAIN pelatih Ivan Kolev dan Rahmad Darmawan, sosok sentral yang patut menjadi perhatian dalam laga nanti adalah kapten Sriwijaya FC, Keith Kayamba Gumbs.Apresiasi patut diberikan kepada pria asal St Kitts-Nevis ini, karena mencetak gol kemenangan tim atas PSPS Pekanbaru, di Stadion Kaharudin Nasution Rumbay Pekanbaru, Sabtu (30/10).

Gumbs, sapaannya, kini sedang onfire. Kemampuannya sangat diandalkan saat bertandang ke Gelora Bung Karno menghadapi Persija, Selasa (2/11) nanti.

Pemilik tinggi 178 cm ini, bersama Arif Suyono, Ponaryo Astaman, dan Bobby Satria menjadi kartu as atau andalan Ivan Kolev dalam menjalankan strateginya meredam kecerdasan pelatih Rahmad Darmawan.

Maklum, selama 3 musim, Kayamba berada di bawah pengarahan RD dan ia tahu betul kemampuan pelatih yang hingga kini sangat diharmatinya itu.

“Saya tidak tahu seperti apa saat menghadapi Persija. Saya seperti menghadapi SFC, karena banyak rekan saya bermain di sana,” ujar Gumbs saat dimintai komentarnya, Minggu (31/10).

Kapten timnas ST Kitts Nevis ini menuturkan, bersama RD dan 7 rekannya yang kini bergabung di Persija, ia memiliki kenangan manis saat mengangkat piala double winner musim 2007/2008 dan dua tropi Piala Indonesia 2009 dan 2010.

Namun, semua itu adalah kenangan manis yang pantas diingat untuk mempererat rasa persahabatan dan silaturahmi.

Tetapi ketika di lapangan kondisinya akan sangat berbeda. Sebagai pemain profesional, ia siap berjibaku hidup mati demi mendapatkan kemenangan untuk Laskar Wong Kito.

“Kalau bicara soal teman, saya tidak mungkin melupakan mereka yang ada di Persija. Tapi saya seorang professional, jadi saya berjuang dengan SFC mengalahkan mereka,” urainnya.

Gumbs pun mengaku akan merasakan menjadi bagian dari pertandingan, bagaimana harus melawan strategi RD dan mengalahkannya.

Ia pun siap menjalankan instruksi pelatih Ivan Kolev demi meraih tiga poin penting di kandang Persija. “Saya siap memberikan yang terbaik untuk SFC,” tegas Gumbs.

Kayamba On Fire


Striker senior Keith Kayamba Gumbs sedang onfire. Ia baru saja mencetak satu gol penentu kemenangan Sriwijaya FC ketika melawat ke kandang PSPS Pekanbaru di Stadion Kaharudin Rumbay, Sabtu (30/10). Tentunya gol itu akan membawa Kayamba dalam motivasi tinggi kala melawan ke kandang Persija Jakarta, Selasa (2/10).

Namun Kayamba mengaku Persija adalah tim terbaik di ISL. Apalagi tim asuhan Rahmad Darmawan itu sedang onfire usai menekuk tamunya Persib Bandung dengan skor 3-0 di hari yang sama.

"Persija tim yang baik, kalau saya bicara masalah pemain di sana, mereka adalah teman-temanku dan aku tidak pernah melupakan mereka," ujar Kayamba.

Namun lanjut dia, kini dia membawa nama SFC kala bertandang ke Lebak Bulus dan mengikuti apapun instruksi pelatih Ivan Kolev selaku pemain tim yang menjadi harga mati harus dibela dan dimenangkan pada setiap laga.

"Saya seorang profesional dan berjuang untuk SFC. Kami harus menang," tegasnya.

SFC Bisa Turun Full Team Lawan Persija


Sriwijaya FC baru saja mengalahkan PSPS Pekanbaru di Stadion Kaharudin Nasution Rumbay, Sabtu (30/10). Kemenangan ini modal berharga kami Keith Kayamba Gumbs cs menghadapi Persija Jakarta, Selasa (2/11) mendatang.

Apalagi pelatih Ivan Kolev bisa menurunkan tim terbaiknya kalah bertandang ke Lebak Bulus.

"Seluruh pemain bisa diturunkan, sementara kondisi Budi akan lihat nanti," ujar Kolev.

Laga ini akan sarat emosional, mengingat sejarah kedua pelatih. Rahmad Darmawan yang kini menangani Persija adalah mantan pelatih SFC. Dia memberikan double winner dan sukses mempersembahkan 3 Piala Indonesia selama 3 musim bersama SFC.

Namun masa bulan madunya berakhir ketika manajemen memutuskan untuk mengambil Ivan Kolev sebagai pelatih. Kini keduanya akan bertemu.

Kolev dalam laga ini kembali bisa menurunkan bek anyar Thierry Gathuessi yang tampil taktis bersama SFC, pemain muda Dirga Lasut dan Mahyadi Pangabean. Sebenarnya kondisi Budi Sudarsono juga sudah membai, namun Kolev akan kembali melihat kondisi penyerang asal Kediri itu.

FR 12 Pun Jadi Penentu


Tak hanya Keith Kayamba, kiper Sriwijaya FC Ferry Rotinsulu juga patut diacungi dua jempol. Pria kelahiran Palu, Sulawesi Tengah, 28 Desember 1982 juga kerap menjadi penentu. Dia juga menjadi aktor kemenangan Laskar Wong Kito (julukan Sriwijaya) atas PSPS Pekan Baru.

Sebab, The Spider, julukan yang diberikan pelatih kiper Sriwijaya FC musim 2006 Arjuna Rinaldi kepadanya, tampil brilian dengan menggagalkan tendangan penalti striker PSPS, Dzumafo Herman Efandi menit ke-23. Diluar penalti, Ferry juga sukses memenangkan 7 kali duel one to one dengan trio Asykar teking (julukan PSPS), Putut waringin Jati, tiga kali one to one dengan Dzumafo Herman, dan dua kali one to one dengan Bennaken Basoken.

Kiprah Ferry sebagai penentu tidak disangsikan lagi. Setidaknya, ternyata ada 4 moment (termasuk lawan PSPS) dirinya menjadi penentu. Terutama drama adu penalti. Yaitu Final Copa Indonesia 2007 di Jakarta (13/1/2008). Dia menggagalkan tiga eksekusi algojo Persipura, Edward Ivakdalam, David da Roca, dan Alberto Goncalves. Sriwijaya menang 4-1 saat itu.

Sebelumnya disemifinal Piala Indonesia 2007, dia juga menjadi penentu kemenangan atas Pelita Jaya (10/1/2008). Sriwijaya pun menang tipis 6-5. Berlanjut di semifinal Piala Indonesia , Selasa, 27 Juli lalu di Gelora Delta Sidoarjo saat lawan Persipura.

Saat itu, Ferry menggagalkan tiga eksekutor Persipura, Victor Igbonefo, Emanuel Wanggai, dan Gerrad Pangkali. Sriwijayapun melaju ke final setelah unggul 3-1. “ Kemenangan ini berkat kerja sama tim dan dukungan dari suporter Sriwijaya FC,” kata Ferry.

Kayamba Is The Best


Keith Jerome Gumbs alias Kayamba adalah segalanya bagi Sriwijaya FC. Pria kelahiran St Kitt and St Nevis, 11 September 1972 inilah yang kerap memberi perubahan pada tim berjuluk Laskar Wong Kito.

Terkini, Kayamba menjadi aktor utama kemenangan Sriwijaya FC atas PSPS Pekan Baru di Kaharudin Nasution, Rumbai (30/10) via satu golnya menit ke-53. Diusianya yang ke-38 tahun, the best player Piala Indonesia V tetap konsisten dengan performanya. “Itu gol untuk semua fans Sriwijaya FC,’ kata Keith Kayamba.

Soal gol penentu, Kayamba sudah beberapa kali melakukannya. Saat mengalahkan Arema pada final Piala Indonesia V di Kanjuruhan, Malang, Minggu (1/8) lalu, dia juga mencetak gol penentu menit ke-48. Sriwijaya saat itu menang 2-1.

Kemudian, saat menang 1-0 atas Binh Duong pada AFC cup, Kamis (24/3) lalu, dia juga mencetak satu gol penentu menit ke-2. Sebelumnya, mencetak satu gol menit ke-63, saat mengalahkan Arema FC 1-0 pada Sabtu (20/3) lalu.

Lalu, saat menang 2-1 atas Persela, Kamis (9/12/2009) dia memborong dua gol masing-masing menit ke-52 dan ke-89. Dia juga mencetak hatrrick saat menghajar Persijap 4-1 pada Senin (6/12/2009).

Pada semifinal divisi utama 2007 di Gelora Bung Karno (6/2/2008), Kayamba juga menjadi penentu via satu golnya ke gawang Persija. Sriwijaya sendiri saat itu menang 1-0. Dua golnya ke gawang Persela di Lamongan (7/8/2007), juga menyelamatkan Sriwijaya dari kekalahan. Saat itu skor imbang 2-2.

Jelasnya, Kayamba selalu ada dibeberapa moment yang tepat. Dan, saat lawan PSPS kemarin (30/10), pemain Hull City (Liga Primer Inggris) musim 2002 lalu, berada dalam moment yang tepat. Sebab, Sriwijaya dalam status dahaga poin away.Lalu, mengapa Kayamba menjadi pemain terbaik Piala Indonesia V, tentu semua statistika ini menjadi jawabannya. Tak dipungkiri, dia adalah legenda Sriwijaya FC. Dan, siapapun yang mengatakan Kayamba terlalu tua untuk bermain di ISL, sepertinya mereka-mereka itu akan menjilat ludahnya sendiri. “Semoga tiga poin yang kami raih akan terus berlanjut di kandang Persija,” tandasnya.

Sabtu, 30 Oktober 2010

SFC Menang 1- 0, Pemain Dievakuasi


Panitia Pelaksana Pertandingan harus bekerja keras mengamankan situasi stadion Kaharudin Nasution Rumbay, Sabtu (30/10). Penonton sediit memanas menyusul kemenangan SFC atas tuan rumah PSPS dengan skor 1-0.

"Situasi agak panas, tetapi pemain dan suporter SFC sudah diamankan, mereka sudah kelaur dari stadion dan kita siapkan pengawalan khusus," kata Sekretaris Pertandingan PSPS vs SFC, Sarli Susanto. Dengan demikian SFC berhasil mengamankan 3 anggka dengan gol Kayamba di menit 53.

Firman Utina Dilempari Laga Terhenti


Sriwijaya FC untuk sementara masih unggul 1-0 atas tuan rumah PSPS Pekanbaru. Namun aksi penonton membuat pertandingan ditunda untuk beberapa waktu. Bermula dari aksi lempar batu dan botol oleh penonton. Lemparan itu mengenai Firman Utina sehingga sang playmaker sempat ditarik keluar. Suasana Stadion tampak memanas karena penonton PSPS marah karena tim kesayangan meraka tak kunjung mencetak gol

Goollllllll Kayamba Tebol Gawang PSPS


Meski kalah jumlah pemain Sriwijaya FC unggul 1-0 atas tuan rumah PSPS Pekanbaru. Gol dicetak Keith Kayamba Gumbs memanfaatkan kelengahan lini belakang PSPS dan menjebol gawang Dede Sulaiman di menit ke-53. Ini gol pertama SFC di kandang PSPS dalam dua tahun terakhir berlaga resmi.

Menit 30 SFC Masih mampu Tahan PSPS


Hilang satu pemain membuat Sriwijaya FC diserang terus menerus, namun penampilan Ferry Rotinsulu berhasil mengamankan gawang dari kebobolan. Dalam laga ini pelatih Ivan Kolev menarik keluar M Rifky dan memasukkan Oktovianus Maniani untuk meningkatkan daya serangan Laskar Wong Kito.PSPS terus melakukan tekanan dan memanfaatkan keunggulan jumlah pemain, namun 30 menit pertandingan berjalan, kedudukan SFC vs PSPS masih bertahan 0-0.

Ferry Gagalkan Penalti Dzumafo


Memasuki menit ke-20, PSPS Pekanbaru terus menekan. Pergerakan Dzumafo Herman Epandi dihentikan oleh Claudino Alves dos Santos, sehingga penyerang andalan tuan rumah itu terjatuh di kotak penalti.Wasit pun menunjuk titik putih. Beruntung Dzumafo yang bertugas menjadi algojo penalti gagal menunaikan tugasnya. Ferry berhasil menggagalkan penalti penyerang andalan PSPS. Sejauh ini kedudukan masih 0-0.

Supardi Dikartu Merah


Pertandingan memasuki menit ke-10, bek sayap andalan Sriwijaya FC, Supardi harus menerima kartu merah karena wasit menilainya telah melanggar Dzumafo Herman Efandi. Akibatnya Laskar Wong Kito kini bermain dengan sepuluh pemain. Sementara PSPS Semakin leluasa melakukan tekanan. Sejauh ini pertandingan masih berjalan dengan skor 0-0.

Ferry Cs Waspadai Dzumafo - Isnani


Sriwijaya FC tampak lebih memilih memperkuat lini pertahanan dan lini tengah menghadapi PSPS Pekanbaru, Sabtu (30/10). Namun pelatih Ivan Kolev tetap menurunkan formasi idealnya 4-3-3. Kiper Ferry Rotinsulu yang istirahat selama 4 pertandingan, kini dipercaya mengawal gawang Laskar Wong Kito.

Sementara lini belakang, Kolev mengandalkan Supardi sebagai sayap kanan dan M Ridwan di sayap kiri. Sementara center bak ada Cluadiano Alves dos Santos dan Ahmad Jufriyanto yang dipercayakan mengganti posisi Thierry Gathuessi yang absen karena akumulasi kartu. Sedangkan lini tengah ada Ponaryo Astaman, Ade Suhendra, dan Firman Utina. Semenatara lini depan Kolev memasang Arif Suyono, Kayamba dan M Rifky.

Tim lawan, PSPS menurunkan Dede Sulaiman (kiper), belakang:Banneken, Agus Cima, Daniel. Tengah ada nama Septiahadi, Shin Hyu Joon, Alamsyah Nasution dan April Hadi. Kemudian lini depan Abdurrahman Gurning memasang duet Dzumafo dan M Isnaini. Pelatih Ivan Kolev pun mewanti-wanti pemainnya untuk mewaspadai kedua striker tuan rumah ini, karena kerap merepotkan pertahanan SFC bahkan kedua selalu berhasil menjebol gawang Ferry Rotinsulu.

Rifky Dipercaya Gempur Dede


Meski tetap mengandalkan formasi ideal 4-3-3, pelatih Ivan Kolev sedikit membuat kejutan dalam laga lanjutan Liga Super Indonesia (ISL) menghadapi PSPS Pekanbaru di Stadion Kaharudin Nasution Rumbay, Sabtu (30/10). Dua pemain yang kerap menjadi pengganti Ade Suhendar dan M Rifky menjadi startet.

Kolev memilih menyimpai Park Jung Hwan dan Yong Jie Mu. Diprediksikan tenaga keduanya akan disimpan untuk persiapan menghadapi Persija Jakarta 2 November mendatang. Sejauh ini pemain kedua tim sudah melakukan pemanasan. Sementara penonton PSPS Pekanbaru sudah memadati stadion dan tampak sangat antusias memberikan dukungan kepada M Isnani cs.

Dalam laga ini, Kolev memilih menduetkan M Rifky bersama Kayamba di lini depan. Sementara Ade Suhendra bermain bersama Ponaryo di lini tengah. Ade yang mantan gelandang PSPS itu, diturunkan menjadi gelandang bertahan sekaligus mengatur serangan.

Ribuan Pendukung PSPS Padati Stadion Rumbay


Meski laga masih sekitar 45 menit lagi, ternyata penonton dan pendukung PSPS Pekanbaru sudah memadati stadion Kaharudin Nasution Rumbay Pekanbaru, Sabtu (30/10). Mereka sudah bersiap-siap memberikan dukungan kepada tim kesayangan mereka saat menghadapi tim tamu Sriwijaya FC.

"Sejauh ini penonton sudah memadati stadion, mereka sudah siap memberikan dukungan," urai Sekretaris Panitia, Sarli Susanto.

Menurut dia, pihak penyelenggara berusaha keras untuk mengamankan jalannya pertandingan dengan penambahan jumlah personel keamanan. Sementara itu tim Sriwijaya FC sudah tiba di Stadion. Cuaca di Stadion memang sangat panas, namun SFC sudah siap bertanding menghadapi PSPS.

Pelatih Ivan Kolev pun yakin timnya siap tempur, meskipun ia sempat khawatir dengan kondisi lapangan yang buruk dan keras. Beruntung Jumat malam hujan turun dengan derasnya. Namun Kolev tetap khawatir. "Sebab kondisi lapangan cukup buruk untuk ukuran stadion ISL," urainya.

PREVIEW & PREDIKSI Superliga Indonesia 2010/11: PSPS Pekanbaru - Sriwijaya FC


Sukses meraih tiga poin saat mengalahkan Pelita Jaya 3-2, Selasa (26/10), membuat keyakinan PSPS Pekanbaru bertambah. Tim berjulukan Askar Bertuah ini pun optimistis bisa meraih kemenangan saat menjamu Sriwijaya FC di Stadion Kaharuddin Nasution, Rumbai, Pekanbaru, Sabtu (30/10).

Duel tim terbaik di Pulau Sumatera ini diperkirakan bakal berlangsung seru dan menarik. Tidak saja, kemenangan yang menjadi target utama, gengsi dan harga diri dipastikan akan dipertaruhkan dalam laga tersebut.

Sayang, kedua tim tidak turun dalam formasi terbaiknya. PSPS Pekanbaru dipastikan tidak bisa menurunkan Dedi Gusmawan. Pemain asal Medan ini absen karena akumulasi kartu kuning.

Nasib parah justru dialami Sriwijaya FC. Laskar Wong Kito ini tidak bisa diperkuat empat pemain intinya. Mahyadi Pangabeen, Mahardirga Lasut, dan Therry Gathuessy tidak bisa turun karena akumulasi kartu kuning. Sementara, Budi Sudarsono masih berkutat dengan cedera.

"Kondisi kita kurang menguntungkan. Kita tidak bisa diperkuat beberapa pemain inti karena akumulasi kartu kuning dan cedera," kata Ivan Kolev, pelatih Sriwijaya FC kepada GOAL.com Indonesia, usai ujicoba lapangan, Jumat (29/10).

Untungnya bagi Kolev, pemain yang sebelumnya diragukan tidak bisa tampil kemungkinan bisa turun. Penjaga gawang Ferry Rotinsulu, Arif Suyono, Oktavianus Maniani, Ponaryo Astaman kemungkinan sudah bisa tampil. Pastinya, hal itu membuat Kolev sangat lega.

Selain itu, Kolev juga bertekad ingin merubah rekor buruk yang dialami SFC setiap bertanding di Stadion Rumbai. Menurut dia, hasil yang didapat Sriwijaya musim lalu tidak dapat serta merta dipastikan akan terjadi juga pada musim ini.

"Musim lalu, pemainnya berbeda dengan musim ini. Demikian juga pelatihnya. Saya tidak terlalu memusingkan catatan buruk SFC dengan PSPS, karena setiap pertandingan itu berbeda," ujar dia.

Meski kondisi lawan yang akan dihadapi tidak dalam kondisi terbaik namun PSPS Pekanbaru tetap mewaspadi. Dzumafo Effendi Herman cs ini tetap menganggap Sriwijaya FC tim yang sangat sulit untuk dikalahkan.

"Sriwijaya punya pemain hebat. Tidak itu saja, kualitas pemain inti dengan cadangan hampir berimbang. Jadi saya meminta kepada anak-anak untuk tampil maksimal agar bisa meraih kemenangan," kata Abdulrahman Gurning, pelatih PSPS Pekanbaru.

Meski para pemainnya masih dalam kondisi yang tidak begitu prima akibat padatnya jadwal, akan tetapi apabila seluruh intruksi dan strategi bisa dijalankan dengan baik, peluang untuk bisa memenangkan pertandingan akan terbuka lebar.

Ada beberapa pemain yang menjadi sorotan Gurning yang meski diwaspadai. Oktomaniani, Park, dan Keith Kayamba merupakan nama-nama yang disebut Gurning sebagai ancaman.

"Okto adalah pemain lincah, liar, dan cerdik, oleh sebab itu pergerakannya harus bisa dimentahkan, strategi untuk itu sudah kita siapkan," ujarnya.

Jumat, 29 Oktober 2010

Kolev Berharap Hapus Rekor Buruk


Tidak pernah memetik kemenangan setiap bertandang ke Pekanbaru, menjadi motivasi tersendiri bagi pelatih Sriwijaya FC Ivan Kolev saat mengawal tim menghadapi PSPS,"Setiap bertandang ke Pekanbaru, Sriwijaya FC selalu kalah. Saya berharap dapat menghapus rekor buruk itu.

Menurut Kolev, hasil yang didapat Sriwijaya Football Club (SFC) pada musim lalu tidak dapat serta merta dipastikan akan terjadi juga pada musim ini.

"Musim lalu, pemainnya berbeda dengan musim ini. Demikian juga pelatihnya. Saya tidak terlalu memusingkan catatan buruk SFC dengan PSPS, karena setiap pertandingan itu berbeda," ujar dia.

Terkait dengan permainan kasar yang kerap kali terjadi antara kedua tim jika bertemu dalam setiap pertandingan, Kolev hanya bisa berharap hal itu tidak terjadi lagi.

"Apa yang sudah terjadi sebelumnya tidak perlu dibahas lagi. Memang kita takut permain kasar akan mencederai pemain kita. Tapi saya pikir semua pemain mereka (PSPS) profesional dan tak mungkin melakukan itu," kata pelatih asal Bulgaria itu.

Dia mengaku lebih memikirkan kesiapan dari timnya menghadapi "Askar Bertuah", julukan PSPS.

"Saya lebih memikirkan kesiapan pemain saya. Siapa yang bakal saya mainkan dan siapa pemain yang kondisinya siap diturunkan. Itu yang terus jadi pikiran saya," ujar dia.

Mantan pelatih Timnas Indonesia ini juga enggan disamakan seperti Persipura yang bisa mencuri tiga poin dari PSPS dan Persija dan mampu menahan imbang PSPS.

"Persipura dan Persija semua sudah tahu, mereka adalah tim yang diperkuat oleh pemain berkwalitas. Sementara, SFC tidak akan diperkuat beberapa pemain inti karena ada yang terkena hukuman kartu dan cedera," kata dia.

Dia pun mengakui, hingga kini belum bisa memaksimalkan kerja sama tim.

"Tim bagus sangat tergantung dengan kerja sama antarpemain. Hal ini belum bisa diwujudkan karena di beberapa laga terakhir karena SFC dilanda krisis pemain," ujar pelatih kelahiran Sofia, Bulgaria, 14 Juli 1957 ini.

Skuad Timnas di Piala AFF 2010


Badan Tim Nasional (BTN) resmi mengumumkan skuad "Merah Putih" yang akan berlaga di Piala AFF 2010 Desember mendatang. Salah satu nama dari 30 nama pemain yang ada adalah Cristian Gonzales yang baru saja menyelesaikan proses naturalisasinya.

"30 nama pemain itu merupakan keputusan final dari pelatih Alfred Riedl. Nama-nama tersebut akan kita registrasikan ke AFF. Sekarang kami sedang mengirim paspor dan hal yang lainnya ke panitia AFF," jelas Ketua BTN, Iman Arif, kepada Kompas.com, Jumat (29/10/2010).

Dari 30 nama pemain, ada beberapa muka baru yang sebelumnya tidak dipanggil dalam pelatnas. Mereka adalah Irfan Bachdim, Octavianus, M. Roby, Hariono, Johan Juansah, Hamka Hamzah, dan Cristian Gonzales.

Sebelum berlaga di Piala AFF, timnas akan kembali menggelar pemusatan latihan (pelatnas) terakhir dan beberapa laga uji coba. Bambang Pamungkas dkk direncanakan akan beruji coba melawan Timor Leste, Hongkong, dan China Taipe.

Di Piala AFF, "Merah Putih" berada di grup A. Grup tersebut bisa dibilang grup neraka karena dihuni oleh tim-tim kuat seperti Thailand, Malaysia, dan Laos.

Berikut skuad timnas yang akan berlaga di Piala AFF:
Kiper: Markus Horison, Ferry Rotinsulu, Kurnia Meiga, Made Wirawan
Bek: Zulkifli, Benny Wahyudi, Ricardo Salampessy, Nova Arianto, Maman Abdulrahman, Hamka Hamzah, Yesaya Desnam, M. Roby, M. Nasuha, Slamet Riyadi
Gelandang: M. Ridwan, Arif Suyono, Toni Sucipto, Firman Utina, Eka Ramdani, Ahmad Bustomi, Hariono, Johan Juansyah, Oktovianus Maniani, Octavianus
Penyerang: Christian Gonzales, Irfan Bachdim, Boas Salossa, Bambang Pamungkas, Yongky Aribowo, Budi Sudarsono

Dua Pemain SFC Masuk Timnas Pra-Olimpiade


Dua pemain Sriwijaya Football Club Oktavianus Maniani dan Gunawan Dwi Cahyo terpilih memperkuat Timnas Pra-Olimpiade, kata Direktur Teknik PT Sriwijaya Optimis Mandiri Hendri Zainuddin di Palembang, Jumat (29/10/2010)."Kami sudah mendapatkan informasi secara lisan dari salah seorang petinggi PSSI bahwa Oktavianus dan Gunawan masuk timnas, dan surat resmi penunjukan menyusul," kata Hendri.

Menurut dia, kedua pemain itu terpilih setelah menunjukkan performa baik dalam beberapa laga terakhir.

"Oktavianus bahkan memperkuat telah timnas senior, sementara bagi Gunawan, pemanggilan ini tercatat untuk kali pertama," ujar dia.

Dia menerangkan, kedua pemain itu diproyeksi memperkuat Timnas Pra-Olimpiade karena tercatat kelahiran 1989 dan 1988.

"Khusus Timnas Pra-Olimpiade harus kelahiran maksimal 1989, sementara untuk SEA Games 2011 harus berusia di bawah 23 tahun. Oleh karena itu Badan Tim Nasional mengadakan perekrutan lagi," kata dia.

Dia mengatakan, pemain Timnas SEA Games (U-23) tidak semuanya dapat diturunkan di ajang Pra-Olimpiade karena telah melawati batas usia.

"Rencananya, Tim Pra-Olimpiade ini akan melakukan uji coba internasional melawan Turkmenistan pada 23 Februari dan 3 Maret mendatang," ujar dia.

Terkait dengan terpilihnya skuat SFC memperkuat Timnas, Hendri menyatakan manajemen klub sama sekali tidak mempermasalahkan kendati akan berimbas kepada kekuatan tim.

"Bagi kami klub tidak ada permasalahan atas pemanggilan kedua pemain itu, karena memang sejak awal SFC mendukung kepentingan negara," ujar dia.

Dirga Cs Tetap Latihan


Jika 19 pemain SFC kini mengikuti latihan persiapan di Stadion Kaharudin Nasution Rumbay, Jumat (29/10) untuk menghadapi PSPS Pekanbaru, Sabtu (30/10), maka Dirga Lasut bersama 6 rekannya yang ditinggalkan, tetap melahap latihan fisik dan teknik di Stadion Bumi Sriwijaya Palembang.

Dirga, Mahyadi Pangabean, Alfan, Jeki, Bobby Satria dan Andi Irawan latihan keras di bawah arahan asisten pelatih SFC Kas Hartadi, mereka terlihat asyik mengikuti latihan fisik dan teknik. Para pemain ini ditinggalkan Kolev dalam lawatan ke Pakanbaru, mereka akan dibawa saat menghadapi Persija Jakarta 2 November mendatang.

"Hari ini latihan fisik dan teknik pagi dan sore untuk pemain yang ditinggalkan di Palembang," urai Kas.

Menurut Kas, ada 8 pemain yang ditinggalkan yakni, Budi, Therry, Dirga, Mahyadi Pangabean, Alfan, Jeki, Bobby Staria dan Andi Irawan. Khususnya Budi diarahkan untuk fitnes karena masih dalam penyembuhan luka operasi di kaki kanannya sementara Thierry sedang di Singapura untuk pengurusan visa tinggal di Indonesia.

Adu Cerdas Okto Vs Dzumafo


Bukan hanya rivalitas dua tim terbaik Sumatera dalam pertemuan Sriwijaya FC versus PSPS Pekanbaru di Stadion Kaharudin Nasution Rumbay, Sabtu (30/10). Tetapi adu cerdas dua penyerang beda generasi dan kewarganegaraan, striker SFC Oktovianus Maniani versus Dzumafo Herman Epandi, striker sekaligus kapten PSPS.

Jika melihat dari kiprah dan reputasi, Okto sapaannya masih kalah jauh dibandingkan Dzumafo yang mampu mencetak 5 gol dalam 5 kali penampilannya bersama PSPS musim 2010/2011. Musim lalu, ia melesakkan 17 gol dan masuk dalam jajaran top skorer. Bahkan jika dihitung total gol Dzumafo dalam 2 musim terakhir bersama PSPS sudah mencapai 34 gol. Perolehan itu hanya mampu disaingi kapten tim SFC, Keith Kayamba Gumbs.

Meski kalah dari segi pengalaman, produktivitas, bahkan postur tubuh, namun aksi Okto layak dapat perhatian, karena dia adalah bintang muda yang sedang bersinar. Torehan 1 golnya bersama Timnas saat mengalahkan Maladewa awal bulan lalu, dan peran aktifnya ketika membawa Laskar Wong Kito meraih gelar double winner pra musim layak diperhitungkan.

Okto pun sudah tidak sabar untuk membela SFC. Namun sebagai pemain ia menuruti apapun instruksi pelatih Ivan Kolev. Sebab sang pelatih lebih tahu kebutuhan tim.

“Jika dipercayakan pelatih, saya ingin mencetak gol dalam laga nanti, namun saya berharap tidak ada kecurangan dari tuan rumah dan wasit lebih adil,” ujar Okto, Kamis (28/10).

Adu Tangguh Kiper Selain menjadi pertarungan Okto dan Dzumafo. Adu tangkas dua kiper tangguh Ferry Rotinsulu versus Dede Sulaiman pantas untuk disimak. Aksi keduanya akan menjadi sajian khusus derby dua tim Sumatera ini. Ferry adalah kiper utama SFC dan selalu menjadi andalan lini pertahanan terakhir SFC.

Reputasinya pun sangat diperhitungkan karena menjadi langganan timnas sejak di U-23 maupun senior. Sementara Dede Sulaiman adalah mantan pemain SFC musim 2007/2008 dan 2009/2010. Namun, semasa SFC ditukangi Rahmad Darmawan, ia hanya menjadi ban serep Ferry. Bahkan selama dua musim bersama SFC, Dede kerap menjadi bulan-bulanan dan cemooh suporter SFC. Kerap melakukan blunder dan tidak memenuhi harapan ketika sang kiper utama Ferry mengalami cedera atau sedang absen memperkuat Timnas.

Dede sudah berbaju PSPS sejak dua musim lalu. Tampil tenang dan mendapatkan kepercayaan penuh dari pelatih Abdurahman Gurning, membuat Dede tangguh di bawah mistar PSPS. Bahkan, pemain berusia 24 tahun ini, sudah 5 kali tampil dan mampu memenuhi harapan publik PSPS. Dede sejauh ini, baru kebobolan 6 gol dari lima kali penampilannya. Sementara Ferry baru sembuh dari cedera pungung dan lutut yang memaksanya absen di empat pertandingan SFC.

Pelatih Ivan Kolev memberikan isyarat akan menurunkan kiper yang sudah 5 musim memperkuat SFC. Tenaga Ferry sangat dibutuhkan untuk menghadapi tim sekelas PSPS di hadapan pendukungnnya sendiri.

Dalam laga ini, Pelatih Ivan Kolev pun memasang Kayamba menjadi target man. Ia ditugaskan menjadi pencetak gol dengan mendapatkan pelayanan dari Park Jung Hwan yang bermain agak ke belakang serta Firman Utina yang didorong lebih ke depan ataupun Okto di sisi kanan ataupun kiri. “Kami harus bekerja keras melawan tuan rumah, kondisi pemain saat ini lebih baik dan beberapa pemain sudah bisa diturunkan termasuk Kayamba,” urai Kolev.

Sementara Kayamba mengatakan, kondisi timnya sedang onfire, namun mereka tetap akan bekerja keras mengingat tuan rumah tim yang bagus. Meski musim ini dia tidak begitu tahu dengan komposisi PSPS, tetapi sebagai tuan rumah patut diwaspadai. “Kerja keras dan disiplin adalah kunci menghadapi tuan rumah,” kata Gumbs.

Gumbs Siap Seratus Persen


JIKA tidak mengalami cedera ataupun tugas negaranya, penyerang Sriwijaya FC Keith Kayamba Gumbs akan selalu menjadi starter. Pelatih Ivan Kolev membutuhkan ketenangan dan pengalamannya di lapangan. Semangat Kayamba sepanjang pertandingan adalah sesuatu keistimewaan bagi tim karena mampu mengangkat moral rekan-rekannya.

Gumbs pun menyatakan siap seratus persen untuk menghadapi Persatuan Sepak Bola Pekan Baru dan Sekitarnya (PSPS) di Pekan Baru, Sabtu (30/10). Ia menegaskan, bahwa ia berada dalam kondisi fit meskipun pada laga melawan Persiba Balikpapan (21/10) sempat mengalami cedera otot paha."Saya sudah siap seratus persen lawan PSPS nanti. Sudah tidak ada masalah lagi dengan kaki saya," kata Kayamba, Jumat (29/10)
Kesiapannya karena kebersamaan bersama tim sejak sepekan terakhir, diakui Kayamba semakin membuatnya siap berlaga melawan "Askar Betuah", julukan PSPS. Sebab beberapa waktu lalu, ia baru saja memperkuat Timnas St Kitts dan Nevis, dan setelah kembali ke SFC tentunya membutuhkan adaptasi. Kini penyerang usia 38 tahun ini telah menemukan irama dan sentuhannya bersama tim dalam latihan sepekan terakhir.
Gumbs sapaannya juga menegaskan tidak halangan baginya untuk melanjutkan trend positif bersama tim. Ia berharap pertandingan melawan PSPS nanti dapat berjalan dengan baik dan jauh dari permainan yang menjurus kasar.

"Jika berkaca pada pengalaman musim sebelumnya, memang setiap bertemu PSPS pertandingan akan berlangsung panas dan kasar. Saya berharap, pada laga besok hal itu tidak terjadi, karena takutnya berujung dengan cedera," ucap Kapten SFC ini.
Kayamba pun memasang target menang melawan PSPS. Baginya datangan jauh-jauh dengan persiapan matang, adalah sesuatu yang baik bagi tim dan tidak ada halangan untuk meraih poin sempurna. "Meskipun tim tamu jarang menang, tapi buat saya itu bukan alasan. Setiap pertandingan kita harus berusaha untuk menang," ujarnya.

Kolev Mengaku Lega


Rata PenuhPELATIH kepala Sriwijaya FC (SFC) Ivan Venkov Kolev, mulai bisa sedikit tersenyum setelah empat hari sebelum bermain tandang ke markas PSPS Riau, sang nakhoda sempat dibuat pusing dengan kondisi pemainnya yang cedera. Namun Kolev yang kini berada di Pekanbaru bersama pasukannya, Jumat (29/10) menyatakan, kondisi cidera anak asuhnya, mengalami progres yang signifikan. Kini hanya Budi yang belum bisa dimainkan.

"Semua dalam progres positif dan semuanya sudah siap bertanding,"urai Kolev.

Punggawa Laskar Wong Kito-julukan SFC, yang selama ini menjadi pesakitan, seperti Ferry Rotinsulu, Arif Suyono, Oktovianus Maniani, Ponaryo Astaman dan Kayamba, menunjukkan perkembangan kondisi yang menggembirakan. Kolev pun memastikan mereka sudah siap diturunkan, meski nantinya masuk sebagai stratet ataupun pengganti, sebab para pemainnya dan tim secara keseluruhan memang membutuhkan rotasi untuk pertandingan berikutnya lawan Persija.

Siap Layani Keith Kayamba Gumbs


Skuadra Sriwijaya FC sama-sama membulatkan tekad untuk mencuri poin saat akan melakoni laga away ke PSPS Pekanbaru besok (30/10). Memang tidak mudah apalagi pada dua laga sebelumnya tim Bumi Sriwijaya selalu kalah (0-2 dan 0-3), namun striker Park Jung-Hwan tetap memiliki rasa percaya diri yang cukup tinggi.

“Apa yang tidak mungkin dalam sepak bola. Yang terpenting kami harus kerja keras dan bisa bekerja sama dengan solid,” ujar Park.

Park berjanji akan tampil maksimal. Meski begitu pemain asal Korea Selatan (Korsel) ini tetap tidak berambisi untuk kepentingan pribadi termasuk dengan urusan menciptakan gol. Oleh karena itu, eks pemain PSM dan Persiba ini bersedia menjadi pelayan yang baik bagi Keith Kayamba Gumbs untuk bisa menciptakan gol.

Kalau dilihat performa Park pada laga sebelumnya saat tim kebanggaan masyarakat Sumsel berhasil mengalahkan PSM dengan skor 2-1 bisa jadi dia tetap akan menjadi andalan. Mengingat kunci sukses kemenangan pada laga home kedua itu tak lepas dari aksi brilian pemain yang lebih enjoy berposisi sebagai playmaker.

Untuk itu, dia optimistis pada laga penuh rivalitas di Stadion Kaharudin Nasution, Rumbai, Pekanbaru, itu bisa kembali memberikan yang terbaik. ”Aku yakin kami bisa memetik poin. Yang penting, saya harus optimistis bisa memberikan yang terbaik buat Kayamba," lanjut dia.

Keyakinannya itu bisa saja terwujud. Kerja kerasnya untuk membentuk kerja sama yang apik kerap bersumber dari sosok Park agar bisa mempertontonkan skill-nya kepada publik. “Intinya aku hanya ingin kasih bola untuk Dzumafo. Aku ingin manjakan dia. Kalau memang bisa menciptakan gol kenapa tidak,” tegasnya.

Meski begitu, pemain yang belum bisa berbahsa Indonesia ini menyayangkan absennya beberapa pemain seperti Budi Sudarsono, dan tiga pemain akumulasi kartu kuning sebut saja Claudiano Alves, Mahyadi Pangabean dan Mahardiga Lasut. “Mudah-mudahan saja kami bisa bermain bagus,” pungkas dia.

Kamis, 28 Oktober 2010

Budi Berharap Pulih Saat SFC Lawan Persija


Striker Sriwijaya FC (SFC) Budi Sudarsono berharap segera pulih dari cedera sehingga dapat diturunkan pada laga melawan Persija di Jakarta, 3 November 2010.“Semula saya yakin dapat turun pada laga melawan PSPS Pekanbaru pada akhir bulan ini. Tapi, setelah di cek-up ke dokter memang saya belum bisa main karena luka bekas operasi mata ikan terbuka lagi,” kata Budi di Palembang, Rabu (27/10).

Budi mengaku saat ini ia harus sabar untuk menyembuhkan luka bekas operasi. "Sebenarnya saya sudah tidak tahan lagi diturunkan, karena sudah hampir tiga pekan beristirahat. Semoga lawan Persija nanti saya sudah sembuh total," kata pemain Persib Bandung musim lalu ini.

Budi masih perlu penyembuhan pada luka bekas hasil operasi "mata ikan" pada ibu jari kaki kanan yang dilakukan beberapa waktu lalu. Sementara, luka robek akibat menendang kaca pada paruh babak pertama laga melawan Deltras di Sidoarjo, (29/10), sudah sembuh total.

"Seharusnya luka bekas operasi mata ikan ini sudah sembuh karena operasi telah dilakukan pada awal Oktober lalu. Tapi, gara-gara beberapa hari lalu latihan di saat hujan deras maka bekas jahitannya mengangah kembali," ujar pemain yang dikenal dengan julukan Si Ular Piton ini.

Budi melakukan operasi benjolan pada ibu jari kaki kanan (operasi mata ikan) beberapa waktu lalu, karena merasa terganggu sejak satu tahun terakhir.

"Karena luka robek akibat menendang kaca memerlukan waktu penyembuhan cukup lama, maka saya minta izin sekaligus mengoperasi benjolan di jari kakinya. Dan itu, telah seizin manajemen klub," ujar Budi.

Kolev Siapkan Tim Terbaik Lawan PSPS


Meski tanpa beberapa pemain pilarnya, namun pelatih Ivan Kolev berusaha mempersiapkan tim terbaik menghadapi tuan rumah PSPS Pekanbaru, di Stadion Khaharudin Rumbay, Sabtu (30/10).Sebab menurut Kolev, PSPS adalah tim berkualitas dengan pemain merata di semua lini. Tim inipun tidak pernah terkalahkan dalam laga kandang. Sehingga tim terbaik dan pemain paling siap yang telah menjadi pilihannya akan diturunkan.

"Meski tanpa beberapa pemain, namun saya akan menurunkan pemain terbaik dan siap dimainkan dalam pertandingan ini," jelas Kolev, Kamis (28/10).

Menurut Kolev, tim-tim di ISL saat ini memiliki kekuatan merata. Mungkin hanya beberapa tim yang berada di atas rata-rata seperti Arema, Persija, PSM, dan Persipura."Kekuatan tim merata termasuk PSPS. Kami akan mencoba menghadapi laga ini dengan bekerja keras di lapangan," ujar Kolev.

Seperti diketahui ada pemain yang absen karena akumulasi yakni, Mahyadi Pangabean, Dirga Lasut, dan Thierry Gathuessi serta Budi Sudarsono. Sementara pemain lainnya sempat dikabar cedera seperti Kayamba, Oktovianus Maniani, Fauzal Mubarak, Ponaryo Astaman, Ferry Rotinsulu, Arif Suyono.

Menurut dia, ada 18 pemain yang dibawa ke PSPS dan berangkat Kamis (28/10) pukul 14.00."Sementara delapan pemain yang ditinggalkan akan menyusul ke Jakarta untuk persiapan lawan Persija," urainya.

Tetap Tanpa Beban


Tactitian Sriwijaya FC Ivan Venkov Kolev terus bersikap realistis. Pelatih asal Sofia, Bulgaria ini seperti biasanya tidak pernah berani mengumbar suara sebelum pertandingan. Menghadapi PSPS Pekanbaru misalnya, pelatih yang kerap disapa Kolev ini tetap tidak mau berkomentar banyak.

“Saat ini kami lebih fokus mempersiapkan tim. Kami tidak mau bicara atau menggambarkan kekuatan lawan,” ujarnya kepada wartawan sebelum latihan di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring kemarin (27/10).

Oleh karena itu, wajar jika eks pelatih tim nasional (timnas) ini mengatakan, pada pertandingan kali ini timnya tidak memiliki target khusus. Mereka hanya akan bermain lepas. Hal itu dikarenakan PSPS memang merupakan klub yang cukup konsisten musim ini dan belum pernah menderita kekalahan. Ditambah lagi mereka bakal kembali bermain di Stadion Kaharudin Nasution Rumbai, Pekanbaru yang terkenal angker. “Kalaupun bisa mencuri poin, itu hal yang sangat luar biasa bagi kami. Namun bukan suatu hal yang mustahil,” lanjut Kolev.

Meski begitu, pelatih asing yang sudah mahir berbahasa Indonesia ini, tetap mempunyai perdiksi. Menurutnya, tim Asykar Bertuah (sebutan PSPS) kemungkinan besar akan bermain habis-habisan. Mengingat pada pertandingan sebelumnya, PSPS bisa menghantam Pelita Jaya 3-2 pada laga away. Itu yang akan menjadi motivasi berlipat Dede Sulaiman dan kawan-kawan.

Untuk melawannya, Kolev akan menyuguhkan permainan kolektivitas yang diharapkan dapat meredam keunggulan semangat tim tamu. “Dengan semangat juang tinggi, kita berharap bisa tampil maksimal. Itu saja modal kami,” tambah dia.

Pada pertandingan nanti, Sriwijaya dipastikan tidak akan diperkuat Thierry Ghatussy, Mahardiga Lasut dan Hamyadi Panggabean akibat akumulasi kartu kuning. Sedangkan, pemain lainnya, Budi Sudarsono, juga masih disangsikan untuk bisa tampil lantaran masih bergulat dengan cedera. “Bagaimanapun kondisi tim kami tetap harus siap. Walaupun tidak bisa kami pungkiri bahwa absennya empat pemain itu secara tidak langsung memengaruhi peforma tim,” pungkas dia.

Ya, meski bakal kehilangan beberapa pemain, Tim juara double winner 2007 ini bakal diperkuat beberapa pemain terbaiknya. Yakni, Keith Kayamba Gumbs, Oktavianus Maniani, Arif Suyono, Ponaryo Astaman, Fery Rotinsullu, dan Fauzal Mubarok.

Praktis, kondisi ini menjadi semangat baru bagi Laskar Sriwijaya. Ya, sebelumnya hanya menyisakan Park Jung-Hwan dan memaksa Rendi Siregar di lini depan Kini Sriwijaya mempunyai empat pilar terbaik yang siap memborbardir gawang yang di jaga Dede Sulaiman. Mereka adalah, Keith Kayamba Gumbs, Arif Suyono, Oktavianus Maniani, dan Park Jung-Hwan.

“Bergabungnya pemain yang cedera jelas menjadi motivasi tersendiri bagi kami. Kekuatan kami bakal semakin komplit dan akan mempu memberikan yang terbaik untuk Sriwijaya,” timpal Jamaluddin asisten manager Sriwijaya FC.

SFC Siapkan Pengawalan Khusus ke Pekanbaru


Laga Sriwijaya FC versus PSPS Pekanbaru merupakan laga panas, karena kerap menimbulkan riak-riak persaingan dua tim terbaik wilayah Sumatera itu. Bahkan tak jarang pula, terjadi bentrok. Musim lalu suporter Singa Mania diganggu pendukung PSPS Pekanbaru. Belajar dari pengalaman tahun lalu, SFC meminta pengawalan khusus saat bertandingan ke markas PSPS Pekanbaru, 30 Oktober mendatang.

"Untuk mencegah hal yang tidak dinginkan kita menyiapkan untuk pengawalan khusus dengan 3 ford raider untuk mobil yang membawa pemain SFC," urai Direktur Teknik dan SDM PT Sriwijaya Optimis Mandiri (SOM), Hendri Zainuidn, Rabu (27/10).

Menurut Hendri, selain itu pihaknya juga menghimbau agar wasit yang memimpin pertandingan bersikap adil kepada SFC dan PSPS agar tidak terjadi bentrok fisik yang merugikan pemain kedua tim."Hal ini sebagai upaya untuk menjaga fair play laga pada 30 Oktober nanti, apalagi laga ini bakal disiarkan secara langsung," jelasnya.

Rabu, 27 Oktober 2010

SFC Ajukan Berkas Pemain ke PT LI


Sriwijaya FC mengajukan berkas 26 pemainnya sebagai kelengkapan syarat mengikuti kompetisi Liga Super Indonesia (LSI) 2010-2011 kepada PT Liga Indonesia (LI). Sebelumnya, SFC melalui otoritas manajemennya, PT Sriwijaya Optimis Mandiri (SOM), telah melengkapi pendaftaran via online sebelum kompetisi LSI berputar.

“Selama ini kita mendaftarkan para pemain melalui jaringan online yang diberlakukan PT LI. Kini tinggal melengkapi berkas persyaratan yang diperlukan,” ujar Direktur Teknik dan SDM PT SOM, Hendri Zainuddin, kepada pers di Palembang, Selasa (26/10/2010).

Diuraikan, tersampaikannya berkas persyaratan bermain bagi seluruh anggota skuad kesebelasan berjuluk Laskar Wong Kito telah berjalan lancar.

“Sejak awal, pemain yang kita miliki musim ini tidak ada yang bermasalah,” imbuhnya.

Pantauan Okezone, di ambang batas waktu bursa transfer awal LSI musim 2010-2011 ini, SFC terakhir mengikat kontrak dua pemain asing, Thierry Gathuessi (Kamerun) dan Yong Jie Mo (China), serta satu penyerang domestik, Muhammad Rifky.

Daftar pemain Sriwijaya FC 2010/2011,
Kiper: Ferry Rotinsulu, Fauzal Mubarak, Andi Irawan.

Belakang: Rendi Siregar, Rahmat Latif, Gunawan, Ahmad Jufrianto, Jackie Arisandi, Claudiano Santos (Brasil), Bobby Satria, Muhammad Ridwan, Supardi, Thierry Gathuessi (Kamerun).
Tengah: Dirga Lasut, Mahyadi Panggabean, Ardiles Rumbiak, Yong Jie Mo (Cina), Ade Suhendra, Ponaryo Astaman, Arif Suyono, Firman Utina.

Depan: Oktavianus Maniani, Budi Sudarsono, Keith Kayamba (St. Keith Nevis), Park Jung Hwan (Korsel), dan Muhammad Rifky.

Bonus SFC Dibayar Pertengahan November


Sriwijaya FC nampaknya harus bersabar terkait pencairan bonus Piala Indonesia. Sebab PT Liga Indonesia (PTLI) memastikan semua hadiah dan pemberian bonus yang berkaitan dengan kompetisi di Indonesia akan dibereskan pertengahan November mendatang."Semua kewajiban akan dibereskan pada pertengahn bulan November," kata CEO PTLI, Joko Driyono, Selasa (27/10).

Menurut Joko, ada tiga kompetisi yang dikelola PTLI yakni, Liga Super Indonesia (ISL), Divisi Utama dan Piala Indonesia. Tetapi yang memberikan keuntungan hanya ISL. Sementara dua lainnya harus disubsidi oleh PTLI yakni, Rp 5 miliar untuk Piala Indonesia dan Rp3 miliar hingga Rp 4 miliar.

"Itulah kendala yang kita hadapi. Tetapi itu sudah kita jelaskan kepada klub dalam rapat Minggu lalu dan November nanti sudah selesai," jelas Joko.

Iklan


SFC MANIA menyediakan banyak pilihan bagi perusahaan atau pemilik produk barang dan jasa, situs portal, website, dll untuk memasang iklan berupa banner, link, advertorial, dan jenis lain sesuai kebutuhan.

Untuk informasi selengkapnya mengenai pemasangan iklan di SFC MANIA, hubungi bagian marketing kami:


email: sriwijayafc123@gmail.com
cp: 085287716541

Cari Pengganti Thierry


Sriwijaya bakal sedikit berat saat menghadapi PSPS Pekanbaru, (30/10) nanti. Sebab, tim berjuluk Laskar Wong Kito ini bakal kehilangan beberapa pilar. Salah satunya defender terbaiknya, Thierry Gathuessi.

Tapi meski demikian, sampai saat ini, pelatih Sriwijaya FC, Ivan Venkov Kolev belum menentukan siapa pengganti pemain kelahiran Bafoussam, Kamerun, 17 April 1982 ini. “Saya belum memfikirkan siapa yang bakal menggantikan Thierry. Nanti, kita lihat siapa yang lebih siap untuk menggantikanya,” kata Ivan Kolev saat di temui di hotel Aryadutha, kemarin (26/10).

Thierry sendiri harus di parkir pada laga bigmatch nanti lantaran harus menerima akumulasi kartu lantaran mendapat dua kartu kuning. Yakni, saat melawan PSM Makassar (17/10) dan melawan Persiba Balikpapan, (21/10) lalu.

Hilangnya mantan pemain Inverness CT ini jelas menjadi momok bagi tim juara double winner 2007 ini. Sebab, Thierry sendiri merupakan benteng kokoh Sriwijaya saat ini. Bersama Claudiano Alves do Santos dan pemain belakang lainya, lini pertahanan Sriwijaya sulit di tembus lawan.

Tapi, Ivan Kolev tak perlu cemas dengan hilangnya mantan pemain Raith Rovers ini. Pasalnya, Laskar Sriwijaya masih mempunyai banyak pengganti meski kualitasnya di bawah Thierry.

Sebut Achmad Jufrianto, Rachmad Latief serta Bobby Satria dan Gunawan. Dari keempat pemain tersebut, semua dalam kondisi siap tempur dan tinggal menunggu komando dari Ivan Kolev. Dari empat pilar muda yang siap tempur itu, kans paling besar akan diturunkan oleh coach Ivan Kolev adalah Ahmad Jufriyanto. Sebab, Jupe sapaannya sering di plot mantan pelatih Persija itu hingga 90 menit.

Hal ini juga lantaran dalam dua laga terakhir, Jupe tidak di turunkan. Yakni saat menang 2-1 atas PSM Makassar, (17/10), dan menang 2-1 atas Persiba Balikpapan, (21/10) lalu. Praktis, waktu recovery Jupe sangat panjang dan siap tempur bila diturunkan saat melawan PSPS Pekanbaru nanti. Sementara itu, Jupe sudah siap bila akan di turunkan pada laga penuh rival itu. ”Kalau saya sih selalu siap, tapi semua tergantung dari pelatih,” ucap Jupe singkat. (mg43)

Nama Lengkap: Thierry Gathuessi
TTL: Bafoussam, Kamerun, 17 April 1982
Tinggi: 187 cm
Posisi: Defender
Karir Klub:
Montpellier (2001–2005)
AS Cannes (2005–2006)
FC S├Ęte (2006–2007)
Hibernian (2007–2009)
Inverness CT (2009)
Raith Rovers (2009–2010)
Sriwijaya FC (2010-sekarang)
Timnas: Kamerun (2004)

Selasa, 26 Oktober 2010

Park Cs Didenda Rp10 Juta


Selain membayar denda sebesar Rp 14 juta dari akumulasi 3 kartu kuning dan satu kartu merah, Sriwijaya FC juga membayar denda sebesar Rp 10 juta atas diterimanya 5 kartu kuning dalam satu pertandingan.

Dalam Surat Keputusan Komisi Disiplin PSSI nomor 03/Kep/KD/ISL-III/X-10, telah mendenda SFC sebesar Rp10 juta karena menerima 5 kartu kuning saat SFC menghadapi Deltras Sidoarjo, 29 September lalu. Komdis menghukum SFC berupa denda sebesar Rp10 juta yang ditransfer langsung ke rekening PSSI dengan nomor rekening 102 000 005 2782 Bank Mandiri Cabang Jakarta Ratu Plaza.

“Denda di bayar paling lambat tanggal 21 November tanggal 21 November 2010 dengan melampirkan bukti pembayaran. Karena melanggar pasat 55 ayat 1 Kode disiplin,” jelas Sekretaris Komdis, Hinca Panjaitan, Senin (25/10).

Apabila tidak dibayar hingga batas waktu, maka Ponaryo Astaman, Keith Kayamba, Dirga Lasut, Gunawan Dwi Cahyo, Park Jung Hwan menjadi pemain yang tidak sah dan diberikan sanksi larangan bermain untuk satu pertandingan terhitung hingga 21 November. “Sehingga mendapatkan larangan bertanding dalam laga selanjutnya,” urainya.

Secara terpisah Hendri Zainudin, Direktur Teknik dan SDM SFC menerima sanksi dari PSSI karena memang sesuai dengan aturan yang berlaku. Pihaknya akan segera membayar denda Rp10 juta tersebut. ”Sebagai klub peserta ISL kita mengikuti aturan yang berlaku dan siap membayar denda kepada PSSI,” urainya.

Catat Rekor Memang, dalam empat laga awal ini, SFC secara keseluruhan menerima 13 kartu kuning dan satu kartu merah. Padahal, pada musim 2009/2010 lalu, SFC meraih predikat tim paling fair play, hanya diganjar dua kartu kuning dan satu kartu merah dari empat laga.

“Musim ini pemain banyak melakukan pelanggaran, tetapi banyak faktor mengapa pelanggaran itu bisa terjadi,” kilah Direktur Teknik dan SDM, Hendri Zainudin.

Rekor 13 kartu kuning dan satu kartu merah merupakan pelanggaran tertinggi sepanjang sejarah SFC selama mentas di Liga Indonesia. Tentang itu, manajemen sudah memiliki aturan sendiri bagi para pemainnya.

Yakni, bagi pemain yang melakukan pelanggaran karena perbuatannya sendiri, maka denda untuk akumulasi dua kartu kuning Rp 3 juta, dan kartu merah Rp 4 juta akan tanggung pemain yang bersangkutan. Tetapi jika pelanggaran itu karena membela tim maka denda di bayar klub.

Senin, 25 Oktober 2010

Budi Dipastikan Absen Lawan PSPS


Meski menunjukkan perkembangan bagus, namun striker Sriwijaya FC Budi Sudarsono dipastikan absen saat Laskar Wong Kito menghadapi PSPS Pekanbaru (30/10) nanti.Sebab bekas luka operasi mata ikan dan luka bekas pecahan kaca di kakinya memang belum sembuh secara total. Sejatinya Budi baru bisa diturunkan saat SFC menghadapi Persija Jakarta.

"Hasil pemeriksaan kondisi Budi sudah menunjukkan kesembuhan, namun ia membutuhkan pemulihan agar fit total. Diperkirakan dia bisa diturunkan saat lawan Persija," ujar pelatih Ivan Kolev, Senin (25/10).

Sementara itu pemain lainnya masih dalam pantauan staf medis dan pelatih SFC. Seperti diketahui ada tujuh pemain yang cedera yakni, Ferry Rotinsulu, Keith Kayamba Gumbs, Oktovianus Maniani, Budi Sudarsono, Arif Suyono, Fauzal Mubarak, Ponaryo Astaman.

Namun yang paling parah adalah Okto, Ferry dan Budi. Khusus untuk Okto hanya membutuhkan istirahat total dari pemulihan cedera retak tulang fibula di kaki kanannya.

"Sejauh ini kita terus melakukan pemantauan terhadap kondisi cedera pemain," urai Kolev.

Park Bertekad Pecahkan Rekor


PARA striker SFC selalu kesulitan membobol gawang PSPS Pekanbaru saat mereka bermain, di kandang sendiri Stadion Kaharudin Rumbay. Makanya striker anyar SFC Park Jung Hwan bertekad memecahkan rekor tidak pernah mencetak gol lawan PSPS di kandang sendiri 30 Oktober mendatang."Jika dipercayakan pelatih, maka saya akan mencoba peruntungan lawan PSPS," urai Park, Senin (25/10).

Seperti diketahui, dalam dua kali pertemuan para penyerang SFC tidak pernah mencetak gol. Yakni, pada 27 Maret 2010 ISL SFC kalah dari PSPS 0-2 dan 18 Mei 2005 Ligina SFC juga kalah dari PSPS Pekanbaru 3-0.

Kolev Coba Taktik Baru Hadapi PSPS


PSPS Pekanbaru adalah tim yang tidak pernah kalah di kandang sendiri. Kekuatan tim berjuluk Lasykar Bertuah itu terletak pada kekompakan dan kegigihan para pemain sepanjang pertandingan.

Hasilnya musim 2009/2010, PSPS mampu finish di urutan 7 atau masuk 10 besar. Sementara Sriwijaya FC berada di bawahnya. Kini kedua tim Sumatera ini bertemua dan SFC sebagai tim tamu akan berusaha sekuat tenaga menahan detreminasi Herman Efandi cs di Stadion Kaharudin Rumbay, 30 Oktober mendatang.

"Kita akan coba menghadapi kekuatan PSPS di kandang," Kolev, Senin (25/10).

Menurut dia, kekuatan tim-tim Liga Super Indonesia (LSI) merata, termasuk juga kekuatan PSPS Pekanbaru. Makanya dia berharap semua pemain dapat bermain utama bisa tampil untuk menghadapi PSPS Pekanbaru.

"Sebab kekuatan tim-tim ISL sekarang ini sangat merata. Paling ada beberapa klub yang kekuatan menonjol seperti Persipura, Arema, Persija, dan PSM. Makanya Saya harapkan semua pemain sudah pulih dan bisa bermain saat melawan PSPS nanti," ujar Kolev.

Secara terpisah Direktur Teknik dan SDM PT SOM juga mengatakan, PSPS adalah lawan berat. Sepanjang musim ISL, SFC tidak pernah menang saat menghadapi PSPS di kandang.

"Makanya kami akan berusaha sekuat tenaga, dengan membuat semua pemain tetap nyaman dan tetap menjaga semangat mereka untuk memenangkan pertandingan di PSPS," urai Hendri.

Tak Sabar Lagi


Absennya Mahardiga Lasut tidak membuat pelatih Sriwijaya FC Ivan Venkov Kolev cemas. Sebab, Kolev sapaan akrabnya sudah punya penggantinya yang tak lain adalah Ponaryo Astaman. Itu seiring dengan kondisi Ponaryo yang kian membaik.

Pemain asal Balikpapan itu, kemungkinan besar sudah bisa dimainkan saat tim double winner edisi 2007 itu, berhadapan dengan PSPS Pekanbaru (30/10) nanti. “Kami beruntung kondisi Ponaryo sudah mengalami progress yang cukup bagus. Ya, mudah-mudahan saja saat menghadapi PSPS dia (Ponaryo, red) bisa kami diturunkan,” ujar Kolev kepada Sumatera Ekspres kemarin (24/10).

Sebenarnya saat menang 2-1 atas Persiba (21/10) lalu, kondisi pemain dengan panggilan karib Popon ini, sudah membaik. Namun, pelatih asal Sofia Bulgaria ini, tidak mau terlalu mengambil risiko. Banyak pertimbangan yang mengharuskan pemilik jersey 11 itu, sengaja diparkir. Salah satunya pemain yang baru pulih rentang akan cedera.

“Semua tahu kalau pemain baru sembuh, dipaksakan main bisa cedera lagi. Oleh karena itu, saya tidak mau menurunkannya. Lagi pula saat itu kami masih memiliki Yong Jie-Mu, Dirga Lasut, Mahyadi Panggabean dan Firman Utina. Jadi kami bisa menghemat tenaga,” sambungnya.

Sementara itu, Ponaryo sendiri mengaku sudah tak sabar lagi untuk kembali merumput. Mengingat kondisinya sudah jauh membaik. Oleh karena itu, bila laga selanjutnya menghadapi tim Askar Bertuah (julukan PSPS) bisa diturunkan Popon berjanji akan bermain sebaik mungkin. ”Semua saya percayakan pada coach Kolev,” timpal pemain yang karib disapa Popon itu singkat.

“Sebenarnya cedera saya ini tidak terlalu parah. Sehari setelah laga melawan PSM Makassar (17/10) lalu, saya sudah bisa ikut latihan dengan tim, walaupun tidak begitu berat,” sambung eks kapten tim nasional (timnas) ini.

Sekadar informasi cedera Ponaryo didapat saat menghadapi PSM Makassar (17/10) lalu. Pemain yang pernah membintangi iklan sebuah produk sepeda motor ini, terpaksa ditarik keluar dari lapangan menit ke-35 karena mengerang kesakitan akibat beradu dengan pemain tengah PSM Makassar. “Saat ini kondisi saya jauh lebih membaik. Saya bersyukur atas ini semua,” tukas dia.

Fokus Pemulihan Fisik


Paska menjalani pertandingan berat. Yakni, melawan PSM Makassar, Minggu (17/10) dan melawan Persiba Balikpapan, Kamis (21/10) lalu, Sriwijaya mulai menjalani latihan perdana. “Latihan ini mulai kami lakukan setelah menjalani libur. Kami perlu persiapan yang matang untuk menghadapi laga selanjutnya,” kata pelatih Sriwijaya FC, Ivan Venkov Kolev usai latihan di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring, kemarin (24/10).

Ya, pascamenang dua laga kandang, yakni menang 2-1 atas PSM dan menang 2-1 atas Persiba, Sriwijaya langsung libur dua hari. Sehingga, latihan ini merupakan yang kali pertama pascalibur.

Menurut Ivan Venkov Kolev, latihan perdana ini Laskar Wong Kito (julukan Sriwijaya FC) masih fokus pada pemulihan kondisi pemain. Maklum, sampai saat ini kondisi Firman Utina dkk belum pada kondisi sebenarnya.

“Masih fokus pada pemulihan. Sebab, selain baru saja melakoni laga berat, pemain juga baru saja libur. Sehingga, hal seperti perlu kami lakukan di latihan pertama,” lanjut mantan pelatih Persija Jakarta ini.

Sementara itu, latihan perdana pascalibur ini, semua pemain sudah mulai bergabung. Termasuk pemain yang sebelumnya mengalami cedera. Seperti, Keith Kayamba Gumbs, Ponaryo Astaman, Arif Suyono, dan Budi Sudarsono.

Terkeculai dua pemain yang masih dibekap cedera. Seperti, kiper Fery Rotinsullu, yang masih didera cedera peregangan otot di bawah lututnya. Serta striker Oktavianus Maniani yang masih menjalani penyembuhan retak tulang kaki kiri di kampung halamannya di Papua. “Semua pemain sudah bergabung. Sedangkan Fery masih menjalani pemulihan cedera. Begitu juga dengan Oktavianus kemungkinan besok pagi (hari ini, Red) baru bertolak ke Palembang,” lanjutnya.

Sriwijaya FC terus mengejar poin penuh di setiap pertandingan. Tak terkecuali saat bertandang ke PSPS Pekanbaru, Sabtu (30/10) nanti. Tim berjuluk Laskar Wong Kito ini akan berusaha keras untuk bisa memetik poin tiga di Stadion Rumbai, nanti.

Menurut mantan pelatih Persija Jakarta ini, persiapan ini dilakukan lantaran tim yang akan dihadapi bukan tim sembarangan. Pasalnya, PSPS merupakan tim kuat terutama saat bermain di hadapan suporternya.

Ini dilihat dari klasemen sementara PSPS menduduki peringkat ke-4 dengan torehan 7 poin dari 3 laga. Yakni dua kali menang dan satu kali kalah. Praktis, kondisi ini menjadi ancaman bagi skuadra Ivan Venkov Kolev. “Memang ada beberapa tim yang kualitasnya di atas tim lain. Seperti, Persija, Arema, Persipura, PSM dan lainnya. Tapi, pada intinya, setiap tim yang bermain di ISL semuanya bagus dan permainannya merata, tak terkecuali PSPS,” imbuhnya.

Bukan hanya itu, persipan matang jelang menghadapi PSPS ini bukan hanya demi mematok taget poin penuh. Tapi, coach Ivan Kolev berharap anak asuhnya mampu memecahkan kebuntuan saat bertandang ke Stadion Kaharuddin Nasution (home base PSPS).

Ya, saat bermain di kandang PSPS musim lalu, Sriwijaya kalah 0-2. Bahkan, pada pertemuan terakhir, Sriwijaya sempat ditahan imbang 1-1 pada laga penyisihan Piala Indonesia, (14/4) lalu. “Kami akan mencoba kebuntuan Sriwijaya yang belum pernah menang saat bermain di kandang PSPS. Kalau bisa mengapa tidak kami lakukan,” pungkas mantan pelatih Persipura Jaya Pura ini.

Sabtu, 23 Oktober 2010

Kolev Beri Kesempatan Ji Mu - Rifky


Meski penampilan Yong Ji Mu dan M Rifky belum memenuhi harapan, namun pelatih Sriwijaya FC Ivan Venkov Kolev masih memberikan kesempatan kepada keduanya untuk lebih berkembang bersama Laskar Wong Kito. Terlebih lagi, keduanya belum genap satu bulan bersama tim.

”Mereka belum sampai dua minggu bersama tim, namun keduanya sudah turun di dua pertandingan. Hal itu tidak mudah bagi seorang pemain apalagi menghadapi kompetisi keras seperti di Indonesia," urai Kolev, Sabtu (23/10).
Khususnya Yong Ji MU, menurut Kolev masih memerlukan waktu karena permasalahan komunikasi dan kondisi cuaca. Makanya dia akan melihat lagi kemampuan dua pemainnya.

SFC baru saja merekrut tiga pemain baru yakni Thierry Gathuesi asal Prancis, Yong Ji Mu asal Cina dan M Rifky mantan striker Persikabo. Hanya Thierry yang tampil memuaskan dalam tiga laga, sementara Ji Mu dan M Rifky belum menunjukkan kemampuannya secara maksimal.

”Kita juga tidak bisa memaksakan mereka cepat tanggap, tapi kita beri mereka kesempatan untuk lebih mengetahui carakter antar pemain,” ujar Kolev.

Drill Khusus Pemain Cedera


Tactitian Sriwijaya FC, Ivan Venkov Kolev menganggap PSPS Pekanbaru bukan lawan yang tidak mudah dikalahkan. Oleh karena itu, Kolev begitu akrab disapa berharap timnya bisa bermain full team saat kedua tim saling berhadapan (30/10) nanti.

Langkah pertama yang dipilih pelatih kelahiran 14 Juli 1957 itu, jelas untuk memulihkan kondisi pemain. Untuk itu, Kolev memberikan latihan khusus kepada beberapa pemain yang sedang dibekap cedera. Sebut saja Keith “Kayamba” Gumbs, Fauzal Mubarak, Arif Suyono dan Budi Sudarsono. “Besok (hari ini, red) kami tetap latihan, namun khusus buat pemain yang cedera. Untuk pemain yang lain kami liburkan hingga Minggu sore nanti,” ujar Kolev kemarin (22/10).

Eks pelatih tim nasional (timnas) senior ini, akan memberikan porsi latihan sesuai dengan cedera yang didapat masing-masing pemain. Artinya pemain yang cedera parah porsi latihannya akan sedikit lebih ringan dan sebaliknya pemain yang cedera ringan akan berlatih sedikit keras.

”Semua harus ke lapangan. Kecuali pemain yang izin macam Ferry Rotinsulu dan Oktavianus Maniani,” lanjut dia.

Adapun sesi latihannya nanti masih kata pelatih asing yang sudah mahir berbahasa Indonesia itu, meliputi, fitnes atau pemulihan kebugaran fisik, jogging dan berbagai macam latihan lain yang bermakna untuk meningkatkan kebugaran tubuh. Yang jelas berbeda dengan latihan biasa.

”Pemain tersebut memang kami harapkan bisa kembali dimainkan. Apalagi saat akan menghadapi PSPS kami bakal kehilangan tiga pemain macam Thierry Ghatussi, Dirga Lasut dan Mahyadi Panggabean akibat akumulasi kartu kuning,” terang pelatih berambut putih ini.

Kolev menambahkan, untuk peluang memainkan mereka masih cukup terbuka. Apalagi, waktu istirahat saat ini terhitung lama (sembilan hari) sebelum kembali berlaga (30/10) mendatang. “Kami belum berani pastikan mereka semua bisa dimainkan. Namun kami berusaha untuk segera mengembalikan kondisi mereka,” tambah dia.

“Untuk Ponaryo, Ferry, Okto, Kayamba, Fauzal dan Arif kemungkinan bisa dimainkan. Namun lihat dulu kondisi mereka hingga mendekati pertandingan nanti,” pungkasnya.

Sriwijaya FC Minta Bonus Juara Piala Indonesia Dicairkan


Tak kunjung mendapat kabar mengenai kepastian pencairan bonus juara Piala Indonesia 2010 dari PT Liga Indonesia, ternyata hal itu membuat Sriwijaya FC gerah.Terlebih, beberapa pemain SFC musim lalu, sudah mempertanyakan, bahkan berprasangka manajemen klub yang menahan pencairan bonus itu.

Sehingga, mau tak mau SFC pun meminta PT Liga Indonesia segera mencairkan bonus juara yang mencapai Rp1 miliar itu.

"Kami minta PT Liga Indonesia segera mencairkan bonus juara, karena beberapa pemain lama sudah menagih kepada manajemen," kata Presiden SFC H Dodi Reza Alex.

Alex menuturkan, pencairan bonus juara kali ini terbilang lebih lama dibandingkan saat SFC menjadi juara Piala Indonesia musim kompetisi 2008/09.

"Pada saat SFC juara Piala Indonesia di tahun 2009, pencairan bonus relatif lebih cepat karena kami hanya menunggu sekitar dua bulan," ujar dia.

Hal ini kemudian dikeluhkan SFC, karena gelar juara Piala Indonesia diraih pada awal Agustus 2010, tepatnya setelah menaklukkan Arema Indonesia dengan skor 2-1, di Solo, 1 Agustus 2010.

"Jika dihitung-hitung, sudah tiga bulan kami menunggu bonus cair. Tapi, hingga kini belum ada tanda-tanda akan ada pencairan," kata putra sulung Gubernur Sumsel ini.

Menurut Alex, manajemen SFC sangat menyayangkan hal itu mengingat berkaitan dengan reputasi klub di mata mantan skuat "Laskar Wong Kito".

"Kami sebenarnya tidak nyaman lagi dengan kondisi ini, karena beberapa pemain lama, baik asing maupun lokal, telah beberapa kali menghubungi. Seolah-olah kami yang menahan uang mereka," ucap dia.

Untuk itu, dalam waktu dekat, manajamen SFC yang dimotori PT Sriwijaya Optimis Mandiri akan melayangkan surat resmi ke PT Liga Indonesia.

"Jika tidak ada kepastian, kemungkinan besar kami akan layangkan surat resmi. Tapi, kami berharap dapat diselesaikan secara lisan saja dengan petinggi PT Liga Indonesia," kata dia.

Jumat, 22 Oktober 2010

Tiga Pemain Absen Lawan PSPS


Tiga pemain Sriwijaya FC bisa dipatikan absen saat melawat ke kandang PSPS tanggal 30 Oktober nanti. Itu karena, Thierry Gathussi, Mahyadi Panggabean dan Mahardirga Lasut terkena akumulasi kartu kuning. Praktis kekuatan Sriwijaya FC bakal tereduksi dengan absennya tiga pilar penting ini.
Sekadar memberitahukan, kartu kuning Thierry masing-masing didapat saat menghadapi PSM Makassar pada menit 80 dan Persiba menit 53. Untuk Mahyadi juga pada dua pertandingan yang sama masing-masing didapat pada menit 63 dan 53. Sedangkan untuk Dirga Lasut dua kartu kuning didapat saat menghadapi Deltras Sidoarjo menit 53 dan Persiba menit (36).

Hal itu yang membuat head coach Ivan Venkov Kolev resah. Itu cukup lumrah, mengingat ketiganya merupakan pilar tim double winner edisi 2007 itu pada beberapa laga sebelumnya.

”Jelas kami khawatir dengan absennya mereka (Thierry, Mahyadi dan Dirga). Tapi mau bagaimana lagi,” ujar Kolev usai mengantarkan Sriwijaya meraih kemenangan 2-1 (0-1) atas Persiba di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring, kemarin (21/10).

Yang membuat pelatih asal Sofia, Bulgaria itu pusing karena absennya Mahyadi dan Dirga. Keduanya memang selalu diandalkan di lini tengah. Apalagi stok untuk lini tengah terbilang sedikit. Hanya menyisahkan Ponaryo Astaman, Yong Jie-Mu, Ade Suhendra dan Ponaryo Astaman yang masih belum fit seratus persen.

Untuk belakang terbilang aman. Karena Kolev punya stok yang berlimpah. Sebut saja Claudiano Alves, Ahmad Jufrianto, Racmat Latief, Gunawan Dwi Cahyo, Supardi, Rendi Seregar, M Ridwan dan Bobby Satria. Meski begitu pelatih asing yang sudah mahir berbahasa Indonesia ini, engan berspekulasi dini. Untuk starting eleven baru akan ditentukan menjelang pertandingan.

“Kami memiliki banyak pemain belakang. Itu yang memudahkan kami untuk memilih formasi dan komposisi. Ya, kami berharap pemain tidak ada lagi yang cedara,” tukas dia.

Fauzal - Kayamba Jadi Tumbal


Kemenangan 2-1 atas Persiba Balikpapan, kemarin (21/10) harus dibayar mahal oleh Sriwijaya FC. Pasalnya, dua pemain terbaiknya terancam absen di pertandingan selanjutnya. Yakni, kiper Fauzal Mubarok dan striker kawakan, Keith Kayamba Gumbs.

“Saat ini pemain yang cedera terus bertambah. Saya masih bingung dengan kondisi ini. Sebab, kami susah untuk menentukan permainan bila pemain banyak yang cedera,” kata pelatih Ivan Venkov Kolev, kemarin (21/10).

Wajar bila coach Ivan Kolev pusing dengan cederanya dua pilar Sriwijaya ini. Ya, Keith Kayamba Gumbs sendiri merupakan roh daya gedor Laskar Wong Kito (julukan Sriwijaya FC). Meski terbilang gaek, Kayamba termasuk pemain yang mempunyai tenaga full.

Selain terus memberikan gempuran di lini depan lawan, Kayamba juga tak jarang membantu lini pertahanan Sriwijaya. Dengan kematangan permainannya, Kayamba juga dinobatkan sebagai kapten tim yang bertugas mengatur ritme permainan tim juara double winner 2007 ini.

Tak hanya itu, pemain timnas ST Kits and Neviss ini juga salah satu mesin gol Laskar Wong Kito. Terbukti, sepanjang musim ini, Kayamba telah menciptakan dua gol. Yakni, saat menang 3-1 pada laga uji coba dengan Persikoba (21/9) dan saat kalah 1-3 dari Deltras Sidoarjo, pada laga perdana Super Liga (29/9) lalu. “Kayamba cedera bengkak di kakinya dan sulit digerkakan,” imbuhnya.

Begitu juga dengan Fauzal Mubarok. Pasti, dengan absennya kiper asal Riau ini bakal menjadi momok Laskar Sriwijaya. Maklum, saat ini Sriwijaya hanya menyisakan kiper lapis tiga yang juga masih minim pengalaman, yakni Andi Irawan.

Ini setelah kiper utama, Fery Rotinsullu yang menjadi tumpuan di mistar gawang Sriwijaya juga belum dipastikan bisa turun. Sebab, pemain berjersey 12 ini juga masih dibekap cedera.

Fauzal sendiri mengalami cedera pada otot pahanya, saat melawan Persiba Balikpapan, kemarin (21/10). “Di bagian paha terasa sakit bila digerakkan. Separah apa, saya juga belum tahu,” kata Fauzal sambil meringis kesakitan usai pertandingan.

Kado Indah Ultah SFC


Tandukan Claudiano Alves dos Santos di menit ke-48 dan lesakkan gol penentu dari bek sayap Supardi Nasir di menit ke-78, membawa Sriwijaya FC meraih kemenangan atas tamunya Persiba Balikpapan dengan skor 2-1 di Stadion Gelora Jakabaring, Kamis (21/10).

Sentuhan dua algojo lini belakang ini, sukses mengakhiri rekor buruk Laskar Wong Kito saat bertemu Persiba di kandang. Selama dua musim ISL, SFC tidak pernah menang jika menjamu Persiba di kandang. Berdasarkan catatan dua laga kandangnya, SFC selalu tertahan yakni, 1-1 ketika menjadi skuad Beruang Madu julukan Persiba pada 25 April 2009 dan bermain 3-3 pada 21 Oktober 2010 lalu. Kemenangan ini merupakan kado ulang tahun Sriwijaya FC yang jatuh pada Sabtu (23/10) nanti.

Makanya, Supardi terlihat emosional usai mencetak gol penentu kemenangan. Pemain binaan Palembang ini, berlari kencang menuju tempat pemain, pelatih dan ofisial SFC. Disambut rekan-rekannya, Supardi membuka baju dan menghempaskannya ke tanah. Akibatnya wasit memberikan kartu kuning.

Usai pertandingan Supardi mengaku sangat emosional, karena gol yang dicetaknya merupakan gol pertamanya untuk Laskar Wong Kito, terlebih lagi gol itu penentu kemenangan. “Ini gol pertama saya, terimakasih untuk rekan-rekan, pelatih, manajemen dan penonton yang mempercayai kami,” kata Supardi.

Pelatih Ivan Kolev pun bangga kepada para pemainnya yang telah bekerja keras sepanjang pertandingan. Baginya kemenangan yang diraih Diano cs sangat berat, Persiba bermain dengan kualitasnya sebagai tim kuat.

“Sangat tidak mudah bermain tanpa 4 pemain utama yang cedera setelah Kayamba juga ditarik keluar,” urai Kolev.

Menurut Kolev, kemenangan menambah spirit dan motivasi bagi pemain untuk menghadapi laga berikutnya melawan PSPS Pekanbaru pada 30 Oktober mendatang. Sebab dalam laga ini ada empat pemain yang menerima kartu kuning seperti, Thierry Gathuesi, Mahyadi Pangabean, Dirgalasut, dan Supardi. Sementara tiga pemain dipastikan absen lawan PSPS karena akumulasi kartu kuning adalah Mahyadi, Dirga dan Thierry. “Tetapi kami memiliki waktu 10 hari, ada pemain yang absen, tetapi ada pula pemain yang sembuh dan bisa dimainkan. Dalam laga ini Kayamba dan Fauzal mengalami cedera di paha kanannya,” ujar Kolev.

Kerja Keras Pertandingan baru berjalan 13 menit, SFC sudah ditinggalkan sang kapten Kayamba yang mengalami cedera. Ia ditarik keluar dan pelatih Ivan Kolev dengan memasukkan Rendy Siregar. Setelah itu, serangan tuan rumah kurang greget. Memasuki Yong Ji Mu masih mendapatkan peluang, namun tendangannya melenceng ke kiri gawang Persiba. Memasuki menit ke-33, Persiba ungul lebih dulu melalui Khairul Amri. Bermula dari tendangan lemah kiper SFC Fauzal, bola kemudian jatuh di kaki Doni dan memantul di kaki Khairul Amri penyerang Persiba, dengan kecepatannya pemain asal Singapura ini menggiring bola dan memperdaya kiper Fauzal.

Namun memasuki babak kedua SFC bangkit. Claudiano membawa SFC menyamakan kedudukan 1-1 di menit 48. Bermula dari pelanggaran terhadap Yong Jie Mu. Firman Utina yang mengambil tendangan bebas memberikan bola yang disambar Diano dengan tandukan melewati kiper Persiba I Made Wirawan. Usai gol ini, SFC terus membuka serangan untuk menyamakan kedudukan. Akhirnya Supardi mencetak gol penentu kemenangan di menit 78. Bermula dari umpan terobosan Mahyadi Pangabean, dari sisi kanan lapangan pemain binaan Palembang ini, menyambar bola untuk menjebol gawang I Made Wirawan.

Namun semenit kemudian ia menerima kartu kuning karena aksi lepas bajunya. SFC dan Persiba bergantian melakukan penyerang, namun hingga bubaran kedudukan tetap bertahan 2-1 untuk kemenangan SFC.(ndr)

Kolev Acungi Jempol Untuk Pemain Pelapis


Tanpa diperkuat beberapa pemain pilar seperti Budi Sudarsono, Arif Suyono, Oktavianus Maniani, dan Ferry Rotinsulu, tentunya bukan perkara mudah bagi Sriwijaya FC.Tapi, berkat kinerja optimal dari pemain pelapis, kondisi krisis pemain itu dapat teratasi. Sriwijaya FC bahkan bisa meraup poin penuh pada dua laga kandang terakhir, saat melawan PSM Makassar (17/10) dan Persiba Balikpapan (21/10).

Pelatih Sriwijaya FC Ivan Kolev pun memuji kerja keras pemain pelapisnya itu.

"Kemenangan ini berkat kerja keras pemain pelapis. Saya berterima kasih kepada mereka yang mau tampil maksimal,".

Menurut Kolev, berkat usaha dari pemain pelapis itu, kendala krisis pemain pilar yang melanda sejak beberapa laga terakhir dapat teratasi.

"Tidak bisa diperkuat oleh beberapa pemain inti, tentunya menjadi masalah besar dalam tim. Tapi, saya bersyukur sekali, karena pemain yang menggantikan bisa mengimbangi kwalitas dari pemain inti," ujar pelatih asal Bulgaria ini.

Kolev tak menampik, kondisi ini demikian merepotkan mengingat beberapa pemain pilar yang absen itu adalah andalan tim.

"Dua laga kandang yang telah kami lalui ini memang sangat berat bagi tim. Pemain-pemain yang selama ini diplot sebagai pemain lapis kedua, harus siap diturunkan untuk mengantikan posisi pemain utama," ujar dia.

Oleh karena itu, Kolev berpendapat, meraup poin penuh dalam dua laga terakhir adalah suatu pencapaian luar biasa.

"Dalam kondisi krisis, tim bisa menang. Itulah saya sangat mengapresiasi para pemain pelapis yang telah berjuang seperti Rendi Siregar dan Muhammad Rifki," kata dia.

Kolev Tak Kecewa Jie Tampil Kurang Greget


Penampilan kurang greget dari striker anyar Yong Jie Mu pada laga melawan Persiba Balikpapan di Palembang, Kamis (21/10) sore, ternyata tidak membuat pelatih Sriwijaya FC Ivan Kolev kecewa.Maklum saja, pemain asing Asia asal China itu, baru bergabung bersama tim, sepekan lalu.

"Yong Jie Mu baru ikut latihan dengan tim selama satu minggu. Dia masih memerlukan banyak waktu untuk beradaptasi dengan pemain lain," kata Kolev, seusai laga SFC melawan Persiba di Palembang.

Oleh karena itu, Kolev memaklumi, Jie belum bisa memberikan kontribusi signifikan dalam tim pada laga melawan "Beruang Madu" itu.

"Saya pun telah memprediksi, Yong Jie Mu belum bisa menampilkan penampilan terbaiknya pada laga melawan Persiba. Jadi, saya tidak terlalu kecewa atas performa dia," ujar pelatih asal Bulgaria ini.

Menurut dia, seiring dengan waktu, Jie akan semakin memahami tipikal permainan SFC.

"Sebenarnya, penampilan Jie tidak terlalu buruk juga. Tapi, memang diakui dia terkadang sulit mengerti dengan skema yang dijalankan," kata dia.

Pada laga melawan "Beruang Madu" itu, Jie diplot Kolev sebagai "second striker" untuk menopang kerja pasangan penyerang Keith Kayamba Gumbs dan Park Jung Hwan.

Namun, pada debut perdananya itu, Jie belum bisa memberikan dukungan pada sektor depan, terlebih saat menggantikan posisi Kayamba yang ditarik keluar lapangan karena mengalami cedera.

Kondisi ini pun disadari oleh Kolev, dengan menarik Jie pada pertengahan babak kedua.Sementara Jie, yang diwawancarai dalam kesempatan berbeda tak membantah masih belum padu dengan pemain SFC lainnya.

"Saya akan berupaya maksimal untuk memberikan yang terbaik dalam tim. Ini adalah pertandingan pertama saya dengan SFC, jadi saya harap para penggemar SFC dapat memahami," kata dia.