• Bangkitnya Sang Jawara

    Sriwijaya FC mulai keluar dari keterpurukan. Ini setelah tim berjuluk Laskar Wong Kito ini mampu menang tipis 2-1 (2-0) atas PSM Makassar, pada laga lanjutan Indonesia Super League (ISL), di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring, kemarin (17/10).Kemenangan ini merupakan kebangkitan Sriwijaya dari dua kekalahan beruntun. Ya, kemenangan ini merupakan kemenangan perdana bagi Sriwijaya di musim ini. Sebelumnya, skuadra Ivan Venkov Kolev, tampil buruk setelah tumbang 1-3 dari Deltras Sidoarjo (29/10), dan kalah 0-1 dari Persela Lamongan, (2/10) lalu.

    “Saya berterima kasih kepada seluruh pemain yang tampil maksimal di pertandingan ini. Meski dalam kondisi tidak full mereka mampu menjalankan permainan dengan baik,” kata pelatih Sriwijaya FC, Ivan Venkov Kolev, saat konferensi pers, kemarin (17/10).
    Hasil poin penuh ini bukan hanya sebagai kebangkitan Laskar Wong Kito. Dengan penambahan poin tiga ini juga membebaskan Sriwijaya dari zona tegradasi. Ya, saat ini, tim juara double winner 2007 ini berada di peringkat ke-13 menggeser Pelita Jaya yang sama-sama mengoleksi 3 poin.

    Sriwijaya sendiri berhak mendapat poin penuh ini. Ya, meski turun dengan pemain yang maksimal setelah ditinggal beberapa pilar terbaiknya, seperti kiper Ferry Rotinsulu, Budi Sudarsono, Arif Suyono, dan Oktavianus Maniani yang masih bergelut cedera tidak menyurutkan perjuangan Ponaryo Astaman dkk.

    Sepanjang babak pertama, tim double winner pramusim ini mendominasi permainan. Beberapa peluang terus diciptakan Laskar Sriwijaya. Baru memasuki menit ke-19, Sriwijaya mampu memecahkan kebuntuan.

    Hal ini setelah, wasit Jimmy Napitupulu, memberikan hadiah penalti kepada Sriwijaya, setelah pemain belakang PSM, Fadli Hariri melanggar Mahyadi Panggabean di dalam kotak penalti. Ponaryo Astaman yang menjadi eksekutor gagal memanfaatkan dengan baik setelah tendangannya ditepis kiper Deni Marcel. Tapi berkat kesigapannya, Ponaryo mampu memanfaatkan bola rebound tendangan penalti itu. Skor 1-0 untuk Sriwijaya.
    Sukses unggul satu gol semakin membuat beringas Sriwijaya. Juara Piala Indonesia tiga kali berturut-turut ini terus memberikan tekanan. Hasilnya, pada menit ke-29 giliran striker Park Jung-Hwan membobol gawang PSM, setelah mendapat umpan cantik dari Mahyadi Panggabean. Skor 2-0 untuk Sriwijaya hingga turun minum.

    Memasuki babak kedua, PSM mulai memberikan perlawanan. Beberapa tekanan terus dilakukan Obiora Richard dkk. Hasilnya pada menit ke-72, striker Andi Oddang mampu memperkecil ketertinggalan, dengan membobol gawang Fauzal Mubarok setelah mendapatkan umpan lemparan dalam Fadli Hariri. Skor 2-1 untuk Sriwijaya hingga laga usai.

    Sukses memetik poin penuh di laga home perdana, Sriwijaya langsung fokus pada laga home kedua melawan Persiba Balikpapan, Kamis (21/10) nanti. “Mudah-mudahan hasil ini bisa menjadi modal anak-anak untuk menjalani pertandingan selanjutnya,” imbuh mantan pelatih timnas Indonesia ini.

    Sementara itu, meski kalah dari Sriwijaya tak membuat PSM turun peringkat. Tim berjuluk Juku Eja ini tetap berada di peringkat ke-3 dengan perolehan 6 poin dari 3 laga yang dilakoni. Tapi meski demikian, pelatih PSM Robert Rene Albert tak dapat menyembunyikan kekecewaannya dengan kekalahan ini. “Babak pertama kami terus tertekan dan tidak memberikan perlawanan. Sehingga, Sriwijaya mampu menciptakan dua gol ke gawang kami,” kata pelatih Rene Albert.

    Mantan pelatih Arema FC ini juga sedikit menyayangkan kinerja wasit Jimmy Napitupulu yang dinilai kurang maksimal pada pertandingan ini. “Sebelumnya kami bukan takut pada permainan, tapi takut dengan kualitas wasit. Dan kita lihat hadiah penalti tadi. Tapi, kami tak mau berkomentar banyak. Inilah hasil yang kami terima. Dan Sriwijaya berhak mendapatkan poin penuh karena mendominasi permainan,” pungkasnya.
  • Klasmen Sriwijaya FC

    Klasmen Go-Jek Traveloka Liga 1 2017/2018.

    Alamat

    Palembang, Sumatra Selatan

    EMAIL

    atobelitang@gmail.com