Denda Besar Intai PSPS

Sudah jatuh tertimpa tangga. Pameo ini pas untuk gambarkan kondisi PSPS Pekanbaru. Usai dipermalukan Sriwijaya FC 1-0 di Stadion Kaharuddin, Rumbai, Sabtu lalu (30/10), mereka dipastikan menerima denda besar akibat ulah pendukungnya.

Dikatakan Sekretaris PT Liga Indonesia Tigor Shalomboboy, aksi yang dilakukan pendukung PSPS masuk kategori serius. Melampiaskan kekecewaan atas kekalahan tim dengan melempari pemain lawan bukan tindakan terpuji. Apalagi, kejadian itu memaksa wasit Ahmad Suparman menghentikan pertandingan hingga 10 menit.

”Setelah melihat tayangan dari televisi, kami langsung membuat legal opinion. Follow up dari PT Liga Indonesia untuk segera diberikan ke Komisi Disiplin sebagai rekomendasi bahwa kasus itu harus diberi hukuman berat karena tergolong serius. Soal apa hukumannya kami serahkan ke Komdis, tapi denda besar tak bisa dielakkan,” tukas Tigor kemarin (31/10).

Dikatakan Tigor, PT Liga Indonesia atau Liga memberikan ruang kepada klub untuk memberikan bukti pendukung. Foto atau berita bahkan rekaman kejadian. Ini mengingat ada informasi bahwa bus yang mengangkut penggawa Sriwijaya FC (SFC) dihujani batu oleh suporter tuan rumah ketika keluar dari stadion hingga hotel. Liga juga masih menunggu laporan dari pengawas pertandingan yang menjadi perwakilan di lapangan.
Pihaknya berharap panasnya rivalitas tim dan suporter asal Sumatera ini tak berkepanjangan. Apalagi, benih-benih permusuhan sudah tercium musim lalu. Tak hanya di ISL tapi juga kala Piala Indonesia V. Perseteruan kedua tim itu memaksa Asisten Manajer Dityo Pramono harus dilarikan ke rumah sakit usai pelipisnya terkena pecahan kaca akibat lemparan batu pendukung Sriwijaya FC di Palembang.

”PSPS baru dua musim gabung ISL. Saya pikir pendukungnya tidak fanatik banget lah. Karena itu permusuhan ini harus dihentikan sebelum mengakar,” ujarnya. ”Saya sebenarnya khawatir saat Persija jamu Persib jika melihat rivalitas kedua tim. Nyatanya pertandingan berjalan aman, tapi malah di Pekanbaru yang rusuh,” tambahnya.

Hari ini rencananya surat rekomendasi dari Liga akan diserahkan ke Komdis PSSI. Liga meminta pihak yang terlibat kerusuhan diberi pelajaran. Sebab, tak menutup kemungkinan kejadian itu akan dibalas di Palembang.

Liga juga ingin mendapat penjelasan dari wasit soal penambahan waktu hingga delapan menit. Menurut regulasi, penambahan waktu hanya diberikan maksimal lima menit. ”Kami belum tahu apa alasan pemberian tambahan waktu sebanyak itu. Secara regulasi sih cuma lima menit, mungkin ini extraordinary,” ucapnya.

Read Also:

Related Posts
Disqus Comments