FR 12 Pun Jadi Penentu

Tak hanya Keith Kayamba, kiper Sriwijaya FC Ferry Rotinsulu juga patut diacungi dua jempol. Pria kelahiran Palu, Sulawesi Tengah, 28 Desember 1982 juga kerap menjadi penentu. Dia juga menjadi aktor kemenangan Laskar Wong Kito (julukan Sriwijaya) atas PSPS Pekan Baru.

Sebab, The Spider, julukan yang diberikan pelatih kiper Sriwijaya FC musim 2006 Arjuna Rinaldi kepadanya, tampil brilian dengan menggagalkan tendangan penalti striker PSPS, Dzumafo Herman Efandi menit ke-23. Diluar penalti, Ferry juga sukses memenangkan 7 kali duel one to one dengan trio Asykar teking (julukan PSPS), Putut waringin Jati, tiga kali one to one dengan Dzumafo Herman, dan dua kali one to one dengan Bennaken Basoken.

Kiprah Ferry sebagai penentu tidak disangsikan lagi. Setidaknya, ternyata ada 4 moment (termasuk lawan PSPS) dirinya menjadi penentu. Terutama drama adu penalti. Yaitu Final Copa Indonesia 2007 di Jakarta (13/1/2008). Dia menggagalkan tiga eksekusi algojo Persipura, Edward Ivakdalam, David da Roca, dan Alberto Goncalves. Sriwijaya menang 4-1 saat itu.

Sebelumnya disemifinal Piala Indonesia 2007, dia juga menjadi penentu kemenangan atas Pelita Jaya (10/1/2008). Sriwijaya pun menang tipis 6-5. Berlanjut di semifinal Piala Indonesia , Selasa, 27 Juli lalu di Gelora Delta Sidoarjo saat lawan Persipura.

Saat itu, Ferry menggagalkan tiga eksekutor Persipura, Victor Igbonefo, Emanuel Wanggai, dan Gerrad Pangkali. Sriwijayapun melaju ke final setelah unggul 3-1. “ Kemenangan ini berkat kerja sama tim dan dukungan dari suporter Sriwijaya FC,” kata Ferry.

Read Also:

Related Posts
Disqus Comments