Pembuktian Sang Mantan

Selama tiga musim striker Anoure Obiora Richard memperkuat Sriwijaya FC. Selama itu pula, Obigol julukannya mempersembahkan tiga gelar Piala Indonesia dan satu gelar Liga Indonesia. Bahkan ia menjadi bagian dari suksesi Laskar Wong Kito meraih double winner 2007/2008.

Namun musim 2010/2011, Obiora dibuang. Kedatangan pelatih anyar Ivan Venkov Kolev membuatnya tersisih. Pemain asal Nigeria ini pun berkelana hingga kemudian berlabuh ke PSM Makasar. Kini, Obi sapaannya kembali ke Jakabaring sebagai musuh. Ia membawa sejuta kenangan bersama SFC, sekaligus ingin membuktikan bahwa dirinya belum habis. Obi akan menjadi andalan coach Robert Rene Albert di lini depan bersama rekannya yang juga mantan pemain SFC, Andi Oddang.

“Banyak kenangan di sini dan SFC memberikan apa yang diinginkan pemain, namun saya akan tetap profesional untuk PSM, klub baru saya,” tegas Obiora di sesi latihan di Stadion Bumi Sriwijaya, Jumat (15/10) petang.

Jika Obi ingin membuktikan bahwa keputusan SFC salah telah membuangnya, begitu juga Park Jung Hwan yang ingin membuktikan diri bahwa dirinya layak pergi meninggalkan PSM dan bergabung bersama SFC. Nasib Park maupun Obi sebenarnya tidak jauh beda, sama-sama pergi bukan karena betul-betul di buang, tetapi karena klub berganti pelatih dan keduanya tidak termasuk dalam rencana tim.

Maka dalam laga SFC versus PSM Makasar di Stadion Gelora Jakabaring, Minggu (17/10) pukul 19.00 nanti akan menjadi pertemuan dan pertarungan dua predator kotak penalti. Obiora dan Park yang sama-sama belum mencetak gol sangat bernafsu menjebol gawang lawan. “Sebagai penyerang tidak lengkap rasanya jika tidak mencetak gol dan memenangkan tim,” urai Park.

Park Lebih Tajam Jika melihat produktivitas, Park lebih tajam. Buktinya pemain yang pernah bermain untuk Persiba dan PSM ini, mampu melesakkan 7 gol dari 22 kali penampilan. Sementara Obiora mencetak 6 gol dari 27 kali penampilannya.

Berdasarkan data ini, Park memang lebih tajam dari Obi, namun bersama klub baru masing-masing, keduanya belum mampu mencetak gol. Obi yang diturunkan selama 28 menit ketika PSM menghadapi Persibo Bojonegoro 29 September belum mampu mencetak gol.

Begitu pula Park Jung Hwan, belum menemukan ketajamannya sebagai seorang pembunuh. Pemain asal Korea Selatan ini, diturunkan dalam dua pertandingan SFC ketika menghadapi Deltras Sidoarjo 29 September dan Persela Lamongan 2 Oktober lalu, namun Park gagal menjalankan tugasnya.

Jika Obi dan Park yang sama-sama terbuang, tetapi kemudian dipertemukan dalam dua klub masing-masing, maka SFC pun memiliki rekor cukup bagus kala menghadapi tim berjuluk Juku Eja yakni, dalam 4 kali pertemuannya, SFC menang dua kali dan imbang dua kali.

Namun kini, fakta di lapangan jauh berbeda, SFC kehilangan 6 pemain pilarnya yakni, Budi Sudarsono, Arif Suyono, Oktavianus Maniani, Ferry Rotinsulu, dan Firman yang cedera, kemudian Kayamba Gumbs yang masih memperkuat negaranya St Kitts-Nevis. Kalaupun Okto dan Utina bisa turun, namun keduanya belum bisa maksimal.

Belum lagi faktor keberadaan Robert Rene Albert, pelatih anyar PSM. Pelatih bertangan dingin yang sudah memberi gelar juara untuk Arema ini, datang dengan kekuatan penuh dan siap mempermalukan Laskar Wong Kito. PSM membawa 19 pemain utamanya.

“Anak-anak dalam motivasi tinggi, tentunya kami ingin mendapatkan poin di kandang SFC,” jelas Robert Rene Albert.

Pelatih SFC Ivan Kolev mengakui timnya memang minim penyerang, namun ia akan memaksimalkan tenaga beberapa pemain memang memiliki potensi seperti Rendy Siregar yang pandai menyerang.

”Kami kehilangan banyak pemain, namun dengan pemain yang ada saya akan berusaha untuk bermain maksimal dan meraih poin di kandang,” jelas Kolev.

Read Also:

Related Posts
Disqus Comments