Pertandingan Sang Mantan SFC

Pertandingan Sriwijaya FC besok, Rabu (3/11) di Stadion Lebak Bulus, Jakarta, akan jadi momen penting. Pelatih SFC Ivan Venkov Kolev akan menghadapi mantan asistennya sekaligus mantan pelatih SFC Rahmad Darmawan (RD).

Pertemuan kedua pelatih kawakan ini, pantas disebut-sebut sebagai reuni yang sarat gengsi dan emosi. Kolev dan RD adalah dua sahabat lama yang pernah bekerja untuk Timnas Merah Putih. Kala itu, Kolev menjadi pelatih kepala sementara RD menjabat asistennya. Mampukah RD mengalahkan gurunya? Ataukah Kolev dengan mudah dapat mengatasi kehebatan mantan murid.

Momen kebersamaan Kolev dan RD memang sudah berlalu sejak 6 tahun lalu. Atau setelah Kolev membawa Timnas lolos ke putaran final Piala Asia Beijing 2004 lalu.

Ketika Kolev pulang ke negaranya, RD kemudian mencoba peruntungan bersama Persipura Jayapura dan mendapatkan gelar Liga Indonesia musim 2005/2006. Ketika Kolev kembali menangani Timnas tahun 2007, RD semakin menjulang dengan prestasinya bersama SFC dengan 1 gelar Liga dan 3 Piala Indonesia.

Kepergian RD dari SFC pun menyisakan cerita lama, lantaran bulan madunya bersama klub berjuluk Laskar Wong Kito itu berakhir ketika Kolev menginjakkan kaki di Palembang. Kepergian RD juga sempat menimbulkan polemik, sebab pendukung SFC ragu akan kapasitas Kolev.

Sementara dari komposisi pemain pun, kedua tim memiliki ikatan emosional. Sebab 7 pemain Persija adalah mantan pemain SFC yang dibawa RD usai kontrak kerjasama dengan SFC berakhir pada Juli lalu.

SFC sampai saat ini masih mempertahankan 6 pemain lama seperti Ferry Rotinsulu, Ponaryo Astaman, Arif Suyono, Andi Irawan, Keith Kayamba Gumbs dan Bobby Satria. Sebaliknya, SFC juga mengambil 1 pemain Persija yakni Firman Utina. Tak pelak keberadaan para pemain ini, menjadi reuni para pemain dan pelatih kedua tim.

Impresif Kolev pun menegaskan, Persija di bawah arahan tangan dingin Rahmad Darmawan kini menjelma menjadi tim yang berkualitas dan sangat impresif.

Dari 6 kali bermain, Persija duduk di peringkat dua klasemen ISL dengan rekor 4 kali menang, 1 kali seri, dan 1 kali kalah. Ia memuji materi pemain yang dimiliki tim berjuluk Macan Kemayoran itu.

“Seluruh tim peserta ISL sebenarnya memiliki kekuatan yang merata di semua lini. Persija adalah tim berkualitas dengan keberadaan pelatihnya (RD) dan pemain-pemainnya,” urai Kolev.

Dalam laga kali ini, SFC tentunya akan turun dengan kekuatan full team sebab kecuali Budi Sudarsono yang kondisinya sedikit meragukan, semua pemain bisa diturunkan.

Seperti Thierry Gathuesi, Mahyadi Panggabean, dan Dirga Lasut sudah bisa diturunkan usai menjalani hukuman akumulasi kartu kuning.

Begitu juga Park Jung Hwan yang diisirahatkan Kolev saat menghadapi PSPS Pekanbaru, Sabtu (30/10). Kemudian Oktovianus Maniani yang menjadi pemain pengganti tentunya akan diturunkan.

“Kondisi pemain cukup bagus dan kita bisa menurunkan pemain yang siap dalam laga nanti. Tentunya kami dan pemain akan bekerja keras menghadapi Persija,” urai Kolev.

Laga Terberat Sebaliknya RD yang dihubungi di Jakarta, Minggu (31/10) mengakui, melawan SFC adalah laga paling berat yang ia hadapi. Apalagi keberadaan pelatih Ivan Kolev yang mantan rekannya ketika menangani Timnas.

“Dia pelatih berpengalaman dan sangat profesional, berat tentunya melawan ke SFC, tetapi saya meminta pemain bekerja keras dalam laga nanti,” urainya.

Sementara itu, informasi terakhir dari Asisten Manajer SFC Jamaludin, SFC sudah berada di Jakarta dan memilih Hotel Santika sebagai tempat istirahat.

Pemain yang kemarin ditinggalkan seperti Andi Irawan, Thierry Gathuessi, Mahyadi Pangabean, Dirga Lasut, Andi Irawan, Budi Sudarsono dan Bobby Satria sudah bergabung.

“Sejauh semua kondisi pemain bagus dan pemain yang kemarin ditinggal di Palembang sudah bergabung,” jelas Jamal.

Read Also:

Related Posts
Disqus Comments