Follow Us:

RSS

We Are Sriwijaya FC

Launching
comeback
launchpad

Selasa, 30 November 2010

Riedl: Indonesia Tak Remehkan Malaysia

Timnas Malaysia tak bisa tampil full team saat berlaga di babak penyisihan Grup A Piala AFF 2010. Meski demikian, pelatih timnas Indonesia, Alfred Riedl tidak akan meremehkan tim Negeri Jiran tersebut.

Indonesia akan berhadapan dengan Malaysia di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senayan Jakarta, Rabu 1 Desember 2010. Riedl menganggap duel ini cukup berat dan timnya harus bermain maksimal.

"Malaysia tim yang kuat dan punya pemain muda yang bagus. Kalau tidak bekerja keras, kami akan kesulitan saat bertemu mereka," kata Riedl.

Malaysia awalnya berniat untuk memainkan tim U-23 pada Piala AFF 2010. Namun, rencana ini berantakan setelah banyak pemainnya mengalami cedera saat tampil di Asian Games XVII Guangzhou, China 2010.

Pelatih Malaysia, K Rajagopal pun memutuskan untuk mengajukan pergantian pemain kepada AFF. Sebanyak sembilan pemain yang sebelumnya tidak masuk daftar akhirnya disetujui tampil di Piala AFF 2010.

Malaysia akhirnya hanya memboyong 20 pemain saja ke Piala AFF. Namun bagi Riedl, tim Harimau Muda itu tetaplah menjadi ancaman bagi timnas Merah Putih yang tidak bisa dipandang remeh.

"Ini keputusan yang fair. Mereka kehilangan banyak pemain di China sehingga harus mengganti banyak pemainnya," kata Riedl saat ditemui di SUGBK, Selasa 30 Desember 2010.

"Cedera pemain yang menimpa Malaysia tidak bisa dikatakan menguntungkan kami. Karena para pemain baru mereka bakal memiliki motivasi yang tinggi untuk memberikan yang terbaik bagi timnya," beber Riedl.

Mengenai peluang di Piala AFF 2010, Riedl tetap optimistis Indonesia bakal melangkah jauh. Apalagi, Riedl melihat kondisi timnya cukup kondusif untuk berlaga di event yang dulunya bernama Piala Tiger tersebut.

"Mengenai peluang timnas, saya sangat optimistis. Semua pemain dalam kondisi dan motivasi tinggi serta suasana yang bagus," tandas Riedl.

SFC Bantai Persime 6 - 0

Sriwijaya FC mengakhiri pertandingan lawan Persime, klub Divisi III dengan skor 6-0 dalam laga persahabatan di Stadion Sekundang Bara Muara Enim, Selasa (30/11).SFC yang mendominasi pertandingan mencetak gol cepat melalui striker Keith Kayamba Gumbs di menit ke-2 dan 20, kemudian Mahyadi Pangabean di menit ke-10, 33, dan 35, kemudian M Rifky di menit 56.

Pertandingan ini disaksikan sekitar 10 ribu penonton dengan dukungan dari kelompok suporter SFC. Hadir pula dalam pertandingan ini Presiden Klub H Dodi Reza Alex dan Bupati Muara Enim. Dalam duel kali ini pelatih Ivan Kolev menurunkan semua pemainnya.

Ribuan penonton yang hadir merasa sangat terhibur dengan pemain bintang SFC. Setelah gol cepat Kayamba, kini permainan semakin menghibur. Laskar Wong Kito kembali mencetak gol melalui Mahyadi Pangabean di menit ke-10. Bermula dari pelanggaran Sandi terhadap Mahyadi di kotak terlarang, wasit memberikan penalti dan Mahyadi yang menjadi eksekutor sukses menjebol gawang Persime yang dikawal Indra. Kedudukan untuk sementara 2-0 untuk SFC.

Pada babak pertama, Kolev menurunkan para pemain utamanya dengan menggunakan trio Kayamba, Park Jung Hwan dan Rendy Siregar. Sementara di tengah diisi Mahyadi Pangabean, Ponaryo Astaman, Dirga Lasut dengan lini belakangan mengandalkan Thierry Gathuessi, Claudiano Alves dos Santos, Supardi di kanan dan Bobby Satria di kiri. Sementara kiper diisi Fauzal Mubaraq.

Hasilnya Gumbs mencetak gol kedua di menit 20. Kemudian Mahyadi kembali menambahkan dua gol untuk tim tamu di menit ke-20 usai menyambut umpan Gumbs di sisi kiri lapangan. Selanjutnya 4 menit kemudian mantan pemain PSMS Medan ini mencetak gol melalui tendangan kerasnya ke gawang Indra.

Memasuki babak kedua pelatih Ivan Kolev mulai menarik para pemain utamanya dan memasukkan pemain lapis kedua. Dua pemain muda binaan Sumsel M Alfan dan Jeki mendapatkan kesempatan. Keduanya menggantikan Park Jung Hwan dan Ardiles Rumbiak.

Sementara Thierry digantikan Gunawan dan A Jufriyanto digantikan Rahmat Latief. Sementara kiper Fauzal digantikan Andi Irawan. Meski dengan pemain lapis kedua SFC tetap tampil mendominasi.

Rifky mencetak gol Keenam SFC Kolev kembali mengganti pemainnya, kali ini Gumbs digantikan M Rifky sementara ban kapten diberikan kepada Supardi, selanjutnya Kolev menarik Dirga Lasut memasukkan Yong Jie Mu. Meski mengandalkan pemain pengganti, daya gedor SFC tidak berkurang, M Rifku kemudian mencetak gol keenam SFC di menit 56 setelah membuang beberapa peluang. Hingga pertandingan berakhir skor bertahan 6-0 untuk SFC.

Rifky Bobol Gawang Persime

Kolev kembali mengganti pemainnya, kali ini Gumbs digantikan M Rifky sementara ban kapten diberikan kepada Supardi, selanjutnya Kolev menarik Dirga Lasut memasukkan Yong Jie Mu. Meski mengandalkan pemain pengganti, daya gedor SFC tidak berkurang, M Rifku kemudian mencetak gol keenam SFC di menit 56 setelah membuang beberapa peluang.

Kolev Turunkan Alfan-Jeki

Memasuki babak kedua pelatih Ivan Kolev mulai menarik para pemain utamanya dan memasukkan pemain lapis kedua. Dua pemain muda binaan Sumsel M Alfan dan Jeki mendapatkan kesempatan. Keduanya menggantikan Park Jung Hwan dan Ardiles Rumbiak.

Sementara Thierry digantikan Gunawan dan A Jufriyanto digantikan Rahmat Latief. Sementara kiper Fauzal digantikan Andi Irawan. Meski dengan pemain lapis kedua SFC tetap tampil mendominasi.

Babak Satu: SFC Menang 5 - 0

Pertandingan Sriwijaya FC versus Persime di babak pertama berakhir dengan skor 5-0 di Stadion Sekundang Bara Muaraenim, Selasa (30/11) berjalan cepat. SFC yang mendominasi pertandingan mencetak gol cepat melalui striker Keith Kayamba Gumbs di menit ke-2 dan 20, kemudian Mahyadi Pangabean di menit ke-10, 33, dan 35.

Pertandingan ini disaksikan sekitar 10 ribu penonton dengan dukungan dari kelompok suporter SFC. Hadir pula dalam pertandingan ini Presiden Klub H Dodi Reza Alex dan Bupati Muara Enim. Dalam duel kali ini pelatih Ivan Kolev menurunkan semua pemainnya.
Ribuan penonton yang hadir merasa sangat terhibur dengan pemain bintang SFC. Setelah gol cepat Kayamba, kini permainan semakin menghibur. Laskar Wong Kito kembali mencetak gol melalui Mahyadi Pangabean di menit ke-10.

Bermula dari pelanggaran Sandi terhadap Mahyadi di kotak terlarang, wasit memberikan penalti dan Mahyadi yang menjadi eksekutor sukses menjebol gawang Persime yang dikawal Indra. Kedudukan untuk sementara 2-0 untuk SFC. Pada babak pertama ini, Kolev menurunkan para pemain utamanya dengan menggunakan trio Kayamba, Park Jung Hwan dan Rendy Siregar. Sementara di tengah diisi Mahyadi Pangabean, Ponaryo Astaman, Dirga Lasut dengan lini belakangan mengandalkan Thierry Gathuessi, Claudiano Alves dos Santos, Supardi di kanan dan Bobby Satria di kiri. Sementara kiper diisi Fauzal Mubaraq.

Hasilnya Gumbs mencetak gol kedua di menit 20. Kemudian Mahyadi kembali menambahkan dua gol untuk tim tamu di menit ke-20 usai menyambut umpan Gumbs di sisi kiri lapangan. Selanjutnya 4 menit kemudian mantan pemain PSMS Medan ini mencetak gol melalui tendangan kerasnya ke gawang Indra.

Menit ke-20 Mahyadi Tambah Gol SFC

Pada babak pertama ini, Kolev menurunkan para pemain utamanya dengan menggunakan trio Kayamba, Park Jung Hwan dan Rendy Siregar.Sementara di tengah diisi Mahyadi Pangabean, Ponaryo Astaman, Dirga Lasut dengan lini belakangan mengandalkan Thierry Gathuessi, Claudiano Alves dos Santos, Supardi di kanan dan Bobby Satria di kiri. Sementara kiper diisi Fauzal Mubaraq.

Hasilnya Mahyadi kembali menambahkan dua gol untuk tim tamu di menit ke-20 usai menyambut umpan Gumbs di sisi kiri lapangan. Selanjutnya empat menit kemudian mantan pemain PSMS Medan ini mencetak gol melalui tendangan kerasnya ke gawang Indra.

Mahyadi Tambah Gol SFC

Ribuan penonton yang hadir merasa sangat terhibur dengan pemain bintang SFC di Stadion Sekundang Bara Muara Enim, Selasa (30/11). Setelah gol cepat Kayamba, kini permainan semakin menghibur.

Laskar Wong Kito kembali mencetak gol melalui Mahyadi Pangabean di menit ke-10.

Bermula dari pelanggaran Sandi terhadap Mahyadi di kotak terlarang, wasit memberikan penalti dan Mahyadi yang menjadi eksekutor sukses menjebol gawang Persime yang dikawal Indra. Kedudukan untuk sementara 2-0 untuk SFC.

Gumbs Jebol Gawang Persime

Pertandingan Sriwijaya FC versus Persime di Stadion Sekundang Bara Muara Enim, Selasa (30/11) berjalan cepat. SFC yang mendominasi pertandingan mencetak gol cepat melalui striker Keith Kayamba Gumbs di menit ke-2.

Pertandingan ini disaksikan sekitar 10 ribu penonton dengan dukungan dari kelompok suporter SFC. Hadir pula dalam pertandingan ini Presiden Klub H Dodi Reza Alex dan Bupati Muaraenim. Dalam duel kali ini pelatih Ivan Kolev menurunkan semua pemainnya.

Riedl Coret 2 Pemain Timnas

Pelatih Tim Nasional (Timnas) Indonesia, Alfred Riedl akhirnya mencoret dua pemainnya untuk menggenapi kuota pemain ke Piala AFF 2010. Tim Merah Putih menyiapkan 22 pemain.Kedua pemain yang dicoret yakni Slamet Riyadi asal Persela Lamongan dan Dendy Santoso (Arema FC).

"Ini adalah keputusan yang sulit, namun saya harus membuat keputusan. Slamet dan Dendy terpaksa harus keluar dari tim," kata Riedl seusai memimpin latihan timnas Selasa pagi, 30 November 2010.

Riedl menambahkan, banyaknya pemain yang berada di posisi gelandang menjadi pertimbangannya mencoret Dendy dan Slamet. "Kami masih punya banyak pemain di posisi Dendy dan Slamet," kata Riedl.

"Posisi keduanya menjadi pertimbangan kami dalam mengambil keputusan," sambung pelatih asal Austria tersebut.

Sementara itu, latihan timnas pagi tadi masih diikuti oleh 24 pemain. Dendy dan Slamet juga masih bergabung dengan rekan-rekannya. Latihan digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senayan, Jakarta.

"Seluruh pemain dalam kondisi yang bagus," tandas Riedl.

Daftar 22 Pemain Indonesia
Kiper: Markus Harison Rihihina (Persib Bandung), Ferry Rotinsulu (Sriwijaya), Kurnia Meiga Hermansyah (Arema FC)

Belakang: Muhamad Roby (Persisam Samarinda), Zulkifli Syukur, Beny Wahyudi (Arema FC), Maman Abdurrahman (Persib), Muhammad Nasuha, Muhammad Ridwan (Sriwijaya), Hamka Hamzah (Persipura Jayapura), Yesaya Desnam (Persiwa Wamena)

Tengah: Tony Sucipto, Arif Suyono, Octovianus Maniani, Firman Utina (Sriwijaya FC), Ahmad Bustomi (Arema), Eka Ramdani (Persib)

Depan: Christian Gonzales (Persib), Irfan Haarys Bachdim (Persema Malang), Bambang Pamungkas (Persija), Yongki Ari Bowo (Arema), Johan Juansyah (Persijap Jepara)

Berharap Masuk Starting Eleven

Ivan Venkov Kolev mengaku senang tujuh anak buahnya dipanggil tim nasional (timnas) Indonesia proyeksi Piala AFF 2010 di Indonesia dan Vietnam 1-9 Desember nanti. Ketujuhnya yakni Firman Utina, Ferry Rotinsulu, Arif Suyono, M Ridwan, dan Oktavianus Maniani serta dua pemain dalam daftar tunggu Supardi dan Mahardiga Lasut.

Pelatih berkebangsaan Bulgaria itu, cukup percaya akan kemapuannya anak didiknya. Tak heran jika Kolev menyebut pilar Sriwijaya itu lebih memiliki banyak peluang menghiasi starting eleven tim Merah-putih. ”Tidak salah bila Ferry, Firman, Arif Okto dan Ridwan masuk line up. Kelimanya memang pemain terbaik pada posisinya masing-masing,” kata Kolev semalam (29/11).

“Namun, keputusan tetap ada di tangan coach Alfred Riedl. Dia (Riedl, red) punya strategi dan formasi sendiri. Tentunya dengan komposisi pemain yang berbeda pula,” sambung dia.

Meski begitu, Kolev tetap saja waswas. Dia takut bila nanti ada pemainnya yang cedera. Bukan apa sampai laga ke-6 Indonesia Super League (ISL) timnya belum pernah tampil full team. Saat itu hampir setiap pertandingan ada pemain yang absen lantaran cedera. ”Kami berharap bisa turunkan kekuatan penuh saat mengarungi laga lanjutan menghadapi Persib (2/1/2011) mendatang,” jelas dia.

Oleh karena itu, pelatih asal Sofia Bulgaria ini berharap anak didiknya tidak ada yang cedera saat timnas Indonesia bentrok dengan Malaysia di Stadion Utama Gelora Bung Karno besok (1/12). Oleh karena itu dia, berpesan pada anak buahnya supaya bisa jaga diri dan bisa memberikan yang terbaik untuk Merah-putih. ”Kami percaya anak-anak bisa memberikan yang terbaik,” tukas dia.

Sementara itu, Oktovianus Maniani mengaku lega. Coach Kolev mau memberikan dukungan motivasi. Meski begitu, kata pemain berposisi winger itu, Kolev selalu mengingatkan untuk jaga fisik dan bisa menghindari cedera. ”Kolev minta kami untuk bisa menjaga diri jangan sampai terkena cedera parah,” timpal pemain asal Papua tersebut.

Main Optimal

Sriwijaya FC kembali melakoni laga uji coba jeda dua bulan kompetisi. Sore ini (30/11) tim berjuluk Laskar Wong Kito itu, dijadwalkan akan mencoba kekuatan Persime Muara Enim di Stadion Utama Sekundang Bara, Muara Enim. Head coach Ivan Kolev menyebut laga uji coba ini teramat penting.

Menurutnya, paling tidak bisa untuk mengembali peforma anak didiknya paska hasil buruk saat ditahan imbang PS AD 1-1 di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring (25/11) lalu. ”Uji coba kali ini bisa membantu kami. Setidaknya bisa menjadi barometer untuk menjadikan bahan evaluasi kedepan sebelum kembali berkompetisi,” kata Kolev kemarin (29/11).

Pelatih asal Sofia, Bulgaria itu juga tidak mempermasalahkan kekuatan calon lawan. Ya, Persime terbilang bukan lawan yang selevel bagi Sriwijaya. Bisa dilihat dari kasta kedua tim. Tim Bumi Sriwijaya berlaga di kompetisi tertingi Indonesia Super League (ISL) sedangkan tim Serasan Sekundang masih bergulat di Devisi III Liga Amatir Indonesia (LAI).

Tidak sampai disitu saja. Sriwijaya banyak dihuni oleh para pemain top Indonesia. Beberapa mantan pemain timnas dan lima pemain asing yang kualitasnya tidak diragukan lagi, sementara Persime hanya diisi oleh barisan pemain lokal. Sebagian besar dari mereka adalah pemain muda U-21 yang terjaring dari Liga Serasan 2010.“Untuk saat ini yang paling penting tim kami bisa melakukan uji coba,” tambah dia.

Lain halnya dengan punggawa Sriwijaya FC. Striker lokal Sumsel M Alfan justru optimis, timnya bakal menang mudah. Meski begitu mantan pemain PS Palembang tersebut engan memperkirakan berapa jumlah gol yang akan diciptakan timnya. “Kalau dilihat dari komposisi pemain sepertinya kami tidak akan kesulitan. Namun kami tetap tidak mengecilkan mereka dan tetap bermain dengan kemampuan terbaik,” timpal Alfan.

Oleh karena itu, Kolev, berharap Ponaryo Astaman dan kawan-kawan bisa bermain lepas dan mampu mengeksplorasi kemampuan terbaiknya. Bukan apa uji coba ini terbilang menjadi waktu yang tepat buat anak buahnya untuk bisa menujukkan peforma terbaiknya.

“Kami cukup yakin anak-anak akan bermain lebih jauh bila disbanding saat seri lawan PS AD. Mereka akan lebih termotivasi pada uji coba kali ini. Meski begitu kami tetap mengangap laga ini sebagai tidak lebih dari latihan biasa dan berharap tidak ada satu pemain pun yang cedera,” tukas dia.

Sementara itu Handono, Kepala Bidang Olahraga Dispora Muara Enim mengaku anak didiknya sedang berapi-api. Menurutnya, meski sulit untuk menang Adi Nurwandani dan kawan-kawan janji untuk menyuguhkan kemampuan terbaik. ”Kalau menang memang sangat sulit. Tapi anak-anak seperti sangat termotivasi,” timpal mantan pemain PS Palembang itu.

Antusiasme penonton Muara Enim untuk menyaksikan laga uji coba ini sangat tinggi. Sebanyak 4.000 tiket gratis sesuai dengan kapasitas stadion telah ludes dibagi-bagikan. Tingginya minat masyarakat untuk menyaksikan pertandingan sepak bola ternyata memunculkan isu tiket gratis tersebut dijual dengan harga Rp50 Ribu hingga Rp100 Ribu . “Tiket dibagikan gratis sesuai dengan kapasitas stadion. Tidak benar kami menjual tiket tersebut,” bantah Handono.

Striker Uzbekistan Lamar SFC

Penyerang andalan Timnas Uzbekistan Alexander Geynerihk dan Timur Kapadze siap bersaing untuk menjadi pemain Sriwijaya FC. Keduanya sudah membuat lamaran melalui agennya Abdussalam ke manajemen SFC, Senin (29/11).

“Keduanya adalah pemain andalan di Timnas Uzbekistan sejak 2000 dan kini menjadi tulang punggung Uzbekistan. Mereka berminat bermain untuk Sriwijaya FC,” kata Abdul Salam, di Sekretariat SFC Kompleks Palembang Square (PS), Senin (29/11).

Menurut Abdul Salam, Alexander berusia 26 tahun, sebagai striker murni dengan postur 183 cm dan 53 caps bersama Timnas, dan mencetak 11 gol.

Prestasi tidak kalah mentereng ditorehkannya bersama klub elit Liga Uzbekistan, FC Pakhtakor Tashkent dan sudah mencetak 21 gol dari 36 penampilannya.

Timur, yang berposisi sebagai penyerang sayap dan bisa menjadi gelandang tengah, sudah mencetak 7 gol. Pemilik postur 185 cm dengan 67 caps untuk Timnas Uzbekistan, tercatat sebagai pemain Bunyodkor, klub Liga Uzbekistan. Dia mampu mengantarkan klub itu meraih juara Liga musim 2008, 2009, dan 2010.

Namun dengan reputasinya sebagai pemain bintang, harga Alex dan Timur di atas rata-rata pemain Asia kebanyakan. Diperkirakan nilai kontrak keduanya satu musim mencapai Rp 1,5 miliar.

“Masalah nilai kontrak bisa dinegosiasikan. Kita jamin keduanya akan bermain bagus untuk SFC,” janji Abdul Salam yang mendatangkan Pavel Solomin ke SFC musim lalu.

Jika keduanya jadi bergabung bersama SFC, tentunya Alex-Timur akan bermain di putaran kedua ISL, mengingat kompetisi di negara meraka sedang berlangsung. Tetapi ada keuntungan bagi manajemen SFC. Mereka bisa dibayar separuh harga karena hanya bermain setengah musim saja.

Direktur Teknik dan SDM SFC Hendri Zainudin akan mendiskusikannya dengan jajaran manajemen dan pimpinan PT Sriwijaya Optimis Mandiri (SOM).

Menurut Hendri yang paling penting, manajemen akan mempertimbangkan tawaran dari Abdul Salam, mengingat sang agen sukses memberikan Pavel Solomin untuk SFC musim lalu.

“Tetapi harus ada videonya agar pelatih Ivan Kolev bisa melihat permainan keduanya,” pinta Hendri.

Ia sempat menyesalkan datangnya Milorad Simonovic, pemain asal Australia yang akhir pekan lalu dipulangkan karena tak layak tampil di ISL.

Kehadiran Milo menjadi kisah tersendiri bagi jajaran manajemen dan pelatih Ivan Kolev. Sebab kedatangan pemain asal Autralia itu merupakan tindakan agen nakal yang memasukkan pemain tanpa persetujuan pihak SFC.

“Setelah kita komunikasi dengan Kolev baru terungkap ini hanya akal-akalan agen yang ingin memasukkan pemain,” urainya.

Senin, 29 November 2010

Sriwijaya FC Bidik Tiket Lolos Play Off Liga Champions Asia

Sriwijaya Football Club menargetkan lolos babak play off Liga Champions Asia 2011 agar mengikuti kompetisi paling bergengsi di kawasan Asia, kata Direktur Teknik PT Sriwijaya Optimis Mandiri Hendri Zainuddin.

"Kami menargetkan lolos playoff LCA karena diakui ajang ini lebih bergengsi dibandingkan AFC Cup. Tapi, jika tidak lolos, kami pun mensyukurinya karena tetap bisa berlaga di kompetisi tingkat Asia seperti tahun-tahun sebelumnya," kata Hendri di Palembang, Sumatra Selatan, Senin (29/11).

Dia menerangkan, keinginan SFC pernah berlaga pada ajang LCA pada musim ini, karena pada edisi 2008-2009 sempat mewakili Indonesia pada ajang itu meskipun terdampar pada babak penyisihan.

"SFC pernah mendapatkan tiket langsung ke LCA tanpa harus melewati babak playoff pada tahun 2009 karena menjadi juara Liga Indonesia. Hal ini yang memotivasi kami untuk berlaga di LCA lagi," ujar dia.

Dia menambahkan, SFC juga sempat merasakan berlaga pada babak playoff LCA pada musim kompetisi 2009-2010 dibawa kepelatihan Rahmad Darmawan. Laskar Wong Kito tidak mendapatkan tiket langsung ke LCA karena hanya sebatas menjadi juara Piala Indonesia 2009.

Namun, SFC mengalami kegagalan pada babak playoff itu, sehingga secara otomatis mendapatkan tiket berlaga di AFC Cup. "Kami berharap kegagalan melewati babak playoff musim lalu tidak terulang lagi, karena manajemen klub benar-benar ingin membawa klub berlaga di LCA," kata dia.

AFC menetapkan, Arema FC sebagai juara Liga Indonesia mendapatkan tiket langsung ke LCA, sedangkan SFC yang menjadi juara Piala Indonesia harus melewati babak playoff terlebih dahulu.

Amankan Semifinal

Timnas Indonesia dalam konfidensi tinggi. Arsitek Timnas Indonesia Alfred Riedl optimistis Firman Utina dkk mampu lewati hadangan Malaysia Rabun nanti (1/12) dan berikan yang terbaik di AFF Suzuki Cup 2010. Rasa percaya diri ini mencuat menyusul pencapaian kesiapan pemain yang sudah mencapai 100 persen.

”Kerja sama antarpemain sudah bagus. Ini modal berharga untuk terjun di pertandingan sesungguhnya. Kesiapan tim juga sudah capai 100 persen. Tapi, kesiapan ini masih perlu ditingkatkan lagi karena tak cukup bermodalkan 100 persen untuk menangi setiap pertandingan,” ujar Pelatih Timnas Alfred Riedl kemarin pagi (28/11).

Coach asal Austria ini menyadari rivalitas di Grup A sangat ketat. Meski berstatus tuan rumah, Tim Garuda (julukan Timnas Indonesia) harus bersaing dengan Thailand, Malaysia, dan Laos. Selama ini, Indonesia susah menang atas Thailand, sementara Malaysia usung skuad jawara SEA Games 2009. Sedangkan tahun lalu Laos menghajar Timnas U-23 di SEAG Games 2009 dengan skor 2-0. So, tak gampang untuk memprediksi tim mana yang bakal lolos dari babak penyisihan grup ini.

Beda dengan Grup B. Vietnam dan Singapura diprediksi bakal lolos mudah ke semifinal. Kualitas mereka masih di atas rival lainnya macam Filipina dan Myanmar. ”Fokus kami saat ini adalah sekuat tenaga lolos ke semifinal dulu. Kami tidak peduli siapa lawan yang akan dihadapi di semifinal nanti. Kami siap menghadapinya,” tegas mantan arsitek Vietnam dan Laos ini.

Di AFF Cup kali ini, Alfred dibebani target juara oleh PSSI. Untuk wujudkan ambisi itu, dia kini sudah menurunkan volume latihan untuk Firman Utina dkk. Dari sehari dua kali menjadi pagi hari saja. Tujuannya, untuk menjaga kondisi pemain yang sudah tercapai sejak latihan 8 November lalu.

Dalam latihan di Lapangan ABC, Senayan, kemarin pagi, Alfred mengasah ketajaman lini depannya dengan perbanyak shooting on goal. Tak hanya itu, ketangguhan barisan belakang juga tak luput dari pembenahan. Secara berulang-ulang pemain belakang diuji ketangguhannya mengantisipasi serangan yang datang dengan model satu bek melawan dua pemain depan lawan.

Meski percaya diri, masih ada yang mengganjal di hati Alfred. Ini karena dia tak bisa maksimalkan tenaga pemain terbaik di tanah air macam bek Persipura Jayapura Ricardo Salampessy dan gelandang Persib Atep yang masih dililit cedera. Begitu juga dengan absennya bomber Persipura Boaz Solossa akibat indisipliner.

”Kami juga terpaksa memulangkan Nova Arianto karena cedera otot pangkal paha. Dia butuh waktu satu hingga dua pekan untuk sembuh. Sebagai gantinya kami akan datangkan bek Persiwa Wamena Yesaya Desnam. Dia akan segera gabung dengan tim,” ungkap Alfred.

SFC VS Persija 15 Desember

Sriwijaya Football Club (SFC) dipastikan akan melakukan laga ujicoba melawan Persija Jakarta pada 15 Desember 2010 nanti, di Stadion Gelora Jakabaring Palembang.Demikian diungkapkan Presiden Klub H Dodi Reza Alex, Senin (29/11). Dodi mengatakan, sejauh ini komunikasi dengan manajemen Persija terus berjalan baik dan mereka sudah memberikan konfirmasi bersedia untuk berlaga di Palembang.

"Kita harapkan masyarakat Sumsel memberikan dukungan dan mendatangi stadion meski ini hanya laga ujicoba," jelas Dodi.

Menurut Dodi, pelatih Persija Jakarta Rahmad Darmawan memang menyetujui sejak lama untuk mengisi kekosongan. Sebab mantan pelatih SFC ini mengaku masih penasaran karena tertahan 0-0 saat berlaga di Liga Super Indonesia (ISL) 3 November lalu.

"Selain itu Persija adalah tim berkualitas dan bermaterikan pemain bintang," urai Dodi.

Anggota DPR RI ini menambahkan, karena ujicoba ini digelar di Palembang, maka sebagai tuan rumah SFC akan menanggung biaya perjalanan Persija, mulai dari akomodasi, penginapan, hingga tiket pulang-pergi.

"Ujicoba memang harus kita lakukan terutama dengan tim-tim ISL," ujarnya.

Sementara itu, untuk laga melawan Semen Padang masih bersifat tentative atau masih berubah-ubah. Sebab Semen Padang yang mengundang SFC sebagai tim Sumatera untuk laga amal di Padang pada 18 Desember nanti.

"Khusus untuk laga amal lawan Semen Padang masih bersifat tentative," jelas Dodi.

Duo Timnas Uzbekistan Lamar SFC

Timur Kapadze dan Alexander Geynerik, dua pemain Timnas Uzbekistan mengajukan lamaran melalui agennya Abdussalam kepada manajemen Sriwijaya FC, Senin (29/11)."Keduanya adalah pemain andalan di Timnas Uzbekistan sejak 2000 dan kini manjadi tulang punggung Uzbekistan," kata sang agen Abdul Salam.

Timur berusia 29 tahun, berposisi sebagai pemain sayap, memiliki postur 185 cm dengan 67 caps untuk Timnas Uzbekistan dan mencetak 7 gol. Dia kini tercatat sebagai pemain untuk klub Bunyodkor, klub Liga Uzbekistas dan mampu mengantarkan klub itu, meraih juara Liga musim 2008, 2009, dan 2010.

Sedangkan Alexander berusia 26 tahun berposisi sebagai striker, postur 183 dengan 53 caps untuk Timnas dan mencetak 11 gol, untuk di tingkat klub bersama FC Pakhtakor Tashkent dia mencetak 21 gol dari 36 penampilannya.

Hanya saja dengan reputasinya sebagai pemain bintang, harga kedua pemain inipun di atas rata-rata pemain Asia kebanyakan. Jika dia jadi bergabung bersama SFC, tentunya akan bermain di putaran kedua, mengingat kompetisi di negara meraka sedang berlangsung. Ada keuntungan bagi SFC, sebab bisa membayar keduanya dengan separuh harga.

"Kalau masalah nilai kontrak tentunya bisa dinegosiasikan. Kita jamin keduanya akan bermain bagus untuk SF," kata Abdul Salam yang sukses mendatangkan Pavel Solomin di musim lalu.

Secara terpisah Direktur Teknik dan SDM SFC Hendri Zainudin mengatakan akan mendiskusikannya dengan jajaran manajemen dan pimpinan PT Sriwijaya Optimis Mandiri (SOM). Tetapi yang paling penting, manajemen akan menerima tawaran dari Abdul Salam."Tetapi harus ada videonya agar pelatih Ivan Kolev bisa melihat permainan keduanya," kata Hendri.

Minggu, 28 November 2010

Totalitas Oktovianus Maniani

Totalitas pemain asal Papua Oktovianus Maniani bersama Timnas Indonesia sudah tidak diragukan. Pemain Sriwijaya FC ini, bermain lugas dan penuh spirit dalam setiap penampilannya bersama rekan-rekannya saat membela Indonesia.Totalitas itu ditunjukkan dengan mencetak tiga gol yakni, lawan Timnas Maladewa, Timor Leste, dan Cina Taipei.

Namun permainan ngotot dengan mengandalkan kecepatan dan aksi individu itu kerap membuat fans dan penggemarnya khawatir, kalau-kalau Okto sapaannya akan diciderai lawan.

Pelatih Ivan Kolev pun berpesan kepada para pemainnya agar pandai menjaga diri. Sebab membela Timnas adalah kewajiban yang tidak bisa ditawarkan sebagai warga negara."Saya pesan agar mereka pandai menjaga diri dan kondisi fisik. Sebab mereka membela negara," kata Kolev, Minggu (28/11).
uk tim.

Permintaan Kolev inipun direspon dengan baik oleh Oktovianus, sebab menurut dia menjaga kondisi agar tetap fit, tidak mengalami cedera sangat penting karena dia pun memiliki kewajiban lain yang juga tidak kalah penting yakni membela klubnya SFC.
"Saya akan selalu tampil maksimal dalam setiap pertandingan baik itu bersama Timnas dan Klub SFC," kata Okto.

Makanya dia tetap menjaga kondisi fisik dan kebugarannya agar tetap bermain maksimal. Baik ketika membela Timnas maupun SFC."Sebagai pemain saya tetap mengikuti instruksi pelatih. Memang Kolev berpesan agar kami pandai menjaga kondisi dan itu kami lakukan dengan baik," urai Okto.

Sabtu, 27 November 2010

Kolev : Turunkan Lapis Kedua

Pelatih Sriwijaya FC Ivan Kolev mengatakan kunjungan ke Muara Enim lawan Persime (Persatuan Sepakbola Muara Enim) adalah rangkaian ujicoba bagi tim. Namun dalam pertandingan di Stadion Sekundang Bara Muaraenim, Selasa (2/12) nanti, pelatih asal Bulgaria ini lebih mengandalkan para super sub atau jatah untuk pemain lapis kedua.

“Sepeti ujicoba lawan PSAD Kamis (25/11), kita menurunkan pemain lapis kedua. Maka dalam ujicoba Selasa (30/11) kami kembali mencoba pemain-pemain yang jarang diturunkan, agar koordinasi mereka semakin baik,” kata Kolev, Sabtu (27/11).
Menurut mantan arsitek Timnas 2007 ini, tidak ada target khusus baginya dalam ujicoba nanti, sebab yang paling penting para pemainnya bisa memahami strategi dan meningkatkan kerjasama tim.

“Target saya agar mereka bisa berkoordinasi dengan baik,” tegasnya.
Disebutkan Kolev, seperti ujicoba lawan PSAD di Stadion Jakabaring, Kamis (25/11) lalu, seluruh pemain lapis kedua mendapatkan giliran untuk unjuk kemampuan, sementara para pemain utamanya seperti Keith Kayamba Gumbs, Ponaryo Astaman, Park Jung Hwan, Thierry Gathuessi, Claudiano Alves dos Santos, dan Dirga Lasut tidak diturunkan.

“Kita tidak ada target khusus dalam ujicoba nanti, sebab yang terpenting pemain memiliki kesempatan tampil dan terus mengasah kemampuannya,” jelasnya.

Ditambahkan Direktur Teknik dan SDM Hendri Zainudin, Sabtu (27/11), lawatan ke Muara Enim bagi Sriwijaya FC tidak hanya menjadi rangkaian ujicoba, tetapi juga menjadi momentum untuk lebih mendekatkan diri kepada masyarakat dan mengenalkan para pemain Laskar Wong Kito.

“Sebab SFC adalah milik masyarakat Sumsel, makanya undangan dari Bupati Muara Enim ini adalah momentum yang tepat bagi kita untuk meningkatkan silaturahmi dan mengenalkan SFC,” jelas Hendri.

Menurut dia, selain untuk ujicoba rangkaian kegiatan ini juga ada coachling clinic bagi pemain dan pelatih, di mana pelatih Ivan Kolev menjadi pembicaranya.
Hendri juga mengatakan, SFC juga siap jika diundang kabupaten/kota untuk datang asalkan momentumnya tepat dan tidak mengganggu jadwal pertandingan SFC.
“Contohnya Muara Enim yang mengundang SFC bertepatan dengan jadwal kompetisi yang kosong dan ada peresemian venues olahraga,” ujar Hendri.

Simonovic Terancam Dipulangkan

Nasib pemain asing seleksi Milorad Simonovic tinggal menghitung hari. Ia terancam dipulangkan setelah dinyatakan manajemen Sriwijaya FC tidak lolos verifikasi karena statusnya statusnya sebagai pemain NSW Primier League atau Divisi II, Liga Australia.

Demikian diungkapkan Direktur Teknik dan SDM PT Sriwijaya Optimis Mandiri (SOM), Sabtu (27/11). Menurut dia, persyaratan seorang pemain asing Asia untuk bermain di Liga Super Indonesia (LSI) harus tercatat sebagai pemain yang berlaga di Australian Super League di negaranya atau kompetisi level tertinggi di kawasan Asia.

“Hasil investigasi kita, Simonovic bermain di kompetisi kelas II dan itu tidak memenuhi persyaratan. Sebab dia tidak akan lolos dalam verifikasi PT Liga Indonesia (PTLI),” kata Hendri.
Dijelaskan Hendri, dalam manual ISL disebutkan, syarat seorang pemain Asing Asia agar dapat bermain di Indonesia adalah tercatat sebagai pemain profesional untuk level teratas. Sementara pemain non Asia seperti dari Eropa, Amerika Latin, Afrika dan lainnya, paling rendah bermain di Divisi II negaranya.

Menurut Hendri, Milorad Simonovic, saat ini masih tercatat dalam daftar pemain Bonnyrigg White Eagles FC, klub yang berkompetisi pada NSW Premier League, Australia. Gelandang serang kelahiran Asutralia, 18 September 1985 ini masih terikat kontrak dengan Bonnyrigg White Eagles FC, hingga akhir Desember 2010 nanti. Dengan demikian statusnya adalah pemain Divisi II.
“Dengan status ini, dia tidak memenuhi persyaratan,” urai anggota DPRD Banyuasin ini.

Meski demikian, pihak manajemen tetap menghargai Kolev dan akan melakukan diskusi yang terbaik bagi klub terutama soal pemulangan Simonovic. Apalagi sejauh ini pihaknya sangat mendukung Kolev untuk menggelar seleksi dan mencari pemain asing terbaik bagi klub. “Sebab kita tahu SFC kekurangan stok penyerang. Lini depan kurang tajam,” jelas Hendri.

Menurut Hendri, ide untuk menyeleksi pemain memang datang dari pelatih Ivan Kolev dan manajemen memberikan dukungan penuh, tetapi dengan catatan-catatan.”Manajemen hanya menanggung biaya makan dan menginap pemain selama mengikuti seleksi, sedang keperluan lainnya ditanggung agen,” urai Hendri.

Menurut Hendri, manajemen sangat berhati-hati dalam menyeleksi pemain. Mereka tidak ingin kejadian kasus Julio Cesar terulang, sebab kala itu manajemen sudah membuang banyak uang untuk keperluan sang pemain, namun kenyataannya pemain asal Brazil itu justru tidak lolos verifikasi.”Makanya dari pada kita mengalami kerugian, makanya manajemen sangat seleksitif, termasuk terhadap status Simonovic,” katanya.

Budigol Siap Lawan Persib

Lini depan Sriwijaya FC bakal kembali solid. Itu karena striker Budi Sudarsono bakal beraksi kembali. Kemungkinan mantan ujung tombak Persik Kediri ini akan memperkuat Sriwijaya FC saat bentrok dengan Persib Bandung, 2 Januari 2011 di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring.

“Kondisi Budi terus membaik. Berdasar keterangan dari tim medis, kemungkinan satu bulan lagi, cedera Budi Sudarsono sudah pulih,” kata skretaris tim Sriwijaya FC, Siswandi. Ini dilihat dari luka yang diderita Budi Sudarsono sudah mulai mengering. Sepatu robot yang merupakan sepatu bantuan untuk berjalan Budi sudah mulai di lepas.

Selama pemulihan, mantan pemain Persebaya Surabaya ini terus menjalani latihan ringan, seperti fitness di hotel Aryadutha Palembang. “Dia (Budi, red) hari ini (Kemarin red) sudah mulai latihan. Meski tidak hanya latihan terpisah, Budi sudah bisa jogging,” lanjutnya.

Membaiknya kondisi pemain Kediri, 19 September 1979 ini jelas menjadi angin segar bagi Sriwijaya. Dengan bergabungnya mantan pemain Persik Kediri ini bakal menjadi amunisi baru tim juara double winner 2007.

Apalagi, saat ini Sriwijaya masih krisis striker untuk menjadi mesin gol. Meski sudah ada Keith Kayamba Gumbs dan Park Jung-Hwan, daya gedor Sriwijaya dinilai masih belum moncer. Praktis, bergabungnya Budi Sudarsono menjadi harapan besar bagi Laskar Wong Kito.

Budi Sudarsono sendiri mengalami cedera luka lantaran menendang kaca pintu Stadion Delta Sidoarjo. Tindakan konyol ini dilakukan lantaran emosi saat melihat Deltras bermain kasar terhadap Sriwijaya FC pada laga perdana Indonesia Super League (ISL), (29/9) lalu.

Dengan tindakanya itu, pemain yang pernah merumput di Liga Malaysia bersama PDRM ini harus absen selama lima laga. Yakni, melawan Persela Lamongan, PSM Makassar, Persiba Balikpapan, PSPS Pekanbaru, dan Persija Jakarta. “Mudah-mudahan Budi bisa segera sembuh dan bisa bermain kembali,” pungkasnya.

Nama lengkap: Budi Sudarsono
Nama panggilan: si Piton
Tanggal lahir: Kediri, 19 September 1979
Tinggi: 174 cm
Posisi bermain: Penyerang
Karir Klub:
Persebaya (1999-2000)
Persija (2000-2001)
Deltras (2001-2002)
Persija Jakarta (2003-2004)
Persik (2005-2007)
PDRM (2008)
Persik (2008)
Sriwijaya FC (2008-2009)
Persib (2009-2010)
Sriwijaya FC (2010-)

Tim nasional Indonesia (2001-2009)

SFC VS Persime

Sriwijaya FC tanpa persiapan khusus menghadapi Persime Muara Enim pada laga uji coba di Stadion Utama Sekundang Bara, Muara Enim (30/11) nanti. Tim berjuluk Laskar Wong Kito juga tidak mematok target apa pun kecuali bisa bermain dengan lepas. Bahkan head coach Ivan Venkov Kolev menyebut laga persahabatan itu nantinya hanya akan menjadi ajang hiburan semata. Oleh karena itu, dia berharap tidak ada pemain yang termakan korban cedera. ”Mungkin hanya bermain dengan happy,”(26/11).

Meski begitu kata pelatih asal Sofia Bulgaria ini, timnya tetap tidak main asal-asalan. Bahkan dirinya berencana untuk menurunkan kekuatan penuh. Tidak terkecuali lima pemain asingnya seperti Keith Kayamba Gumbs, Claudiano Alves Dos Santos, Thierry Gathuessy, Yong Jie-Mu dan Park Jung-Hwan. Bahkan dia juga berencana untuk menurunkan pemain seleksi asal Australia, Milorad Simonovic.

”Bisa saja kami bawa seluruh pemain. Namun, kami harus lihat situasinya terlebih dahulu. Pemain yang cedera kemungkinan tidak akan kami paksakan untuk turun. Yang pasti minus lima pemain yang bergabung ke tim nasional (timnas) Indoneia,” tambah pria kelahiran 14 Juli 1957 itu.

“Teknisnya bisa saja kita turunkan komposisi pemain dua sesi. Sesi pertama pemain inti pada babak kedua gantian pemain pelapis,” sambung dia.

Kolev mengaku uji coba memang sangat penting buat anak asuhnya saat jeda kompetisi yang lumayan panjang hingga dua bulan. Bukan apa saat ini, Park Jung-Hwan dan kawan-kawan seperti kehilangan peforma terbaiknya. Itu bisa dilihat kala tim double winner edisi 2007 ini, menjalani laga uji coba kontra PS AD (25/11) lalu, mereka harus menuai hasil buruk setelah hanya bermain imbang 1-1 (1-1).

Sementara itu, punggawa Persime Muara Enim sangat antusias menanti kedatangan skuad Sriwijaya FC. Mereka mengangap uji coba yang bakal digelar di Stadion Utama Sekundang Bara (30/11) nanti, bakal menjadi kesempatan langka. Oleh karena itu, Adi Nurwandani dan kawan-kawan bersiap diri semaksimal mungkin dengan mengelar latian setiap hari.

“Anak-anak seperti sudah tidak sabar lagi. Mereka cukup penasaran dan selalu bertanya-tanya,” kata Handono, Kepala Bidang Olahraga Dispora Muara Enim
(26/11).

Lanjut dia, anak buahnya menyebut skuadra Ivan Venkov Kolev bakal menjadi tamu agung di Bumi Serasan Sekundang (sebutan Muara Enim). Oleh karena itu mereka tidak ingin mengecewakan masyarakat Muara Enim. “Kalau diibaratkan Persime dan Sriwijaya mungkin bak semut dengan gajah. Jadi sulit bagi kami untuk bisa meraih kemenangan. Namun, kami tidak menyerah begitu saja,” tambah pria yang pernah melatih Persimuba tersebut.

Ditambahkan dia 24 pemain yang ada terbilang pemain muda terbaik Muara Enim. Mengingat mereka terjaring dari kompetisi yang sangat ketat. Yakni Liga Serasan yang diikuti oleh sekitar 360 klub yang ada di kabupaten itu. Di antaranya Febri, Deri, Angga, Adi dan Kadhafi. ”Rata-rata pemain berusia di bawah 21 tahun. Tapi sebagian besar mereka memiliki talenta yang luar biasa jadi punya potensi untuk menjadi pemain besar,” tambah dia.

Bidik Sriker dan Gelandang

Menghadapi putaran kedua kompetisi misim ini, coach Sriwijaya FC, Ivan Kolev masih butuh dua amunisi. Perekrutan dua pemain ini diproyeksikan untuk mempertajam lini serang Laskar Wong Kito (julukan Sriwijaya FC). “Kami butuh striker dan gelandang untuk melengkapi komposisi tim. Kemungkinan, kami akan mendatangkan pemain seleksi,” kata pelatih Sriwijaya FC, Ivan Venkov Kolev.

Saat ini, tim juara double winner 2007 ini telah mendatangkan satu gelandang serang asal Australia, Milorad Simonovic. Pemain kelahiran 18 September 1985 ini telah mengikuti satu kali tahap seleksi saat Sriwijaya menghadapi PSAD pada laga uji coba (25/11) lalu. “Kemungkinan akan ada lagi pemain yang akan kami datangkan,” imbuhnya.

Ambisi Ivan Kolev untuk mendatangkan dua pemain kali ini cukup beralasan. Untuk gelandang, sepeninggal Zah Rahan Krangar, lini tengah Sriwijaya saat ini belum terlihat greget. Terlebih bila ditinggal Ponaryo Astaman dan Firman Utina. Praktis, tim juara double winner pramusim ini hanya menyisakan Ade Suhendra dan Mahadirga Lasut yang notabenya masih di bawah dua kawakan timnas itu.

Begitu juga dengan striker. Sampai saat ini Laskar Sriwijaya belum mempunyai pemain yang di nobatkan sebagai eksekutor serangan. Ini terbukti, dari enam laga yang dijalani, Sriwijaya baru mengoleksi enam gol.

Gol diciptakan oleh Keith Kayamba Gumbs yang mengoleksi dua gol, Park Jung-Hwan, Claudiano Alves do Santos, Supardi, dan Ponaryo Astaman masing-masing mengoleksi satu gol.

Hasil ini jauh lebih buruk dibandingkan tim di bawahnya. Seperti, Persiwa Wamena yang berada di peringkat ke-13 telah mengoleksi 11 gol. Begitu juga dengan Pelita Jaya yang berada di zona degradasi juga telah mengoleksi 11 gol dan Persib Bandung yang menempati sebagai juru kunci telah mengoleksi 8 gol. “Kita lihat kondisi tim saat ini. Mudah-mudahan putaran kedua nanti, kami bisa mendapatkan pemain yang di harapkan,” pungkas mantan pelatih Persija Jakarta itu.

Kolev Minta Pemain Jaga Kondisi dari Cedera

Tidak ingin kejadian yang menimpa tiga pemain Sriwijaya FC terulang lagi, peltih Ivan Kolev pun berpesan kepada pemain yang memperkuat timnas Indonesia berlaga pada Piala Asian Football Federation (AFF), 1-29 Desember 2010, semaksimal mungkin menjaga diri dari cedera.

Hal itu diungkapkan gelandang serang Sriwijaya Football Club (SFC) yang memperkuat timnas Firman Utina,Jumat (26/11).

"Saat bertemu di Palembang beberapa waktu lalu, Kolev sempat berpesan kepada kami (pemain timnas) untuk menjaga diri jangan sampai terkena cedera parah," kata dia.

SFC menyumbangkan lima pemain dalam Timnas Indonesia, yakni Firman Utina, Ferry Rotinsulu, Arif Suyono, M Ridwan, dan Oktavianus Maniani.

Oktavianus mengalami retak tulang kaki dan harus dikeluarkan sementara waktu dari TC timnas. Begitu pula halnya dengan Arif Suyono yang sempat mengalami cedera hamstring pada satu hari sebelum laga uji coba melawan Uruguay.

Sementara, Firman Utina sendiri sempat mengalami cedera selama memperkuat timnas, meski tak sampai dipulangkan ke klub seperti Arif dan Oktavianus.

"Arif, Oktavianus, dan saya sendiri sempat mengalami cedera parah saat mengikuti training center timnas. Mungkin, inilah yang melatarbelakangi Kolev mengingatkan agar kami semaksimal mungkin menghindari cedera," ujar dia.

Meskipun begitu, menurut Firman, Kolev memberikan dukungan seratus persen kepada pemain yang memperkuat timnas.

"Kolev mengatakan memberikan dukungan dan mengharapkan kami fokus saat menjalani training center dan berlaga dalam pertandingan timnas," kata dia.

Mahadirga Masuk Daftar 'Stand By'

Pelatih Alfred Riedl memasukkan nama gelandang Sriwijaya FC Mahadirga Lasut dan Fendry Mofu [Semen Padang] ke dalam daftar 30 pemain skuad Indonesia yang didaftarkan ke federasi sepakbola Asia Tenggara [AFF]. Kedua pemain ini berstatus stand by.

Nama Mahadirga dan Fendry dimasukkan sebagai pengganti dua pemain sebelumnya yang pernah mengikuti pelatnas Piala AFF, gelandang Persija Jakarta Oktavianus dan Hariono [Persib Bandung]. Walau masuk ke dalam daftar, kedua pemain tersebut tidak akan mengikuti pelatnas seperti pemain lainnya.

Menurut Riedl, ia hanya berusaha memanfaatkan perubahan aturan dari AFF yang memberikan izin kepada Malaysia untuk mendaftarkan pemain baru, karena sejumlah pemainnya mengalami cedera saat memperkuat Negeri Jiran di Asian Games 2010 di Guangzhou.

“Karena ada perubahan aturan itu, makanya kami langsung mengganti Oktavianus dan Hariono. Saya sudah memasukkan nama Mahadirga dan Fendry. Mereka tidak mengikuti pelatnas, karena berstatus stand by. Mereka baru dipanggil kalau ada dari 22 pemain yang sudah ditetapkan mendapat cedera,” jelas Riedl.

Dipilihnya Mahadirga dan Fendry dilandasi beberapa pertimbangan. Menrutu Riedl, selain memperlihatkan performa bagus di Superliga Indonesia, kedua pemain itu juga dipersiapkan untuk SEA Games 2011 mendatang.

Jumat, 26 November 2010

Kolev: Evaluasi Mu - Park

Pelatih Sriwijaya FC Ivan Kolev mengisyaratkan jika kedatangan Mirolad Simonovic pada Selasa (23/11) untuk menggantikan posisi dua pemain asing Asia yang ada saat ini yakni Yong Jie Mu dan Park Jung Hwan.Kedua pemain asing Asia ini memang tampil mengecewakan dari enam pertandingan Laksar Wong Kito di ajang Liga Super Indonesia (ISL).

"Kita memang akan menyeleksi pemain asing khususnya Asia," kata Ivan Kolev, Jumat (26/11).

Wajar saja Kolev mengisyaratkan akan mendepak dua pemain asing Asia itu. Park yang selalu turun dalam pertandingan SFC hanya mampu mencetak satu gol. Bahkan dalam pertandingan terakhir lawan PSPS Pekanbaru, pemain asal Korea Selatan itu tidak masuk dalam line up.
Sementara Yong Jie Mu hanya tampil di dua pertandingan lawan Persiba Balikpapan dan tampil mengecewakan. Selebihnya pemain asal Cina itu hanya menjadi pelengkap bangku cadangan.

Namun Kolev tidak ingin mengomentari kontribusi kedua pemainnya itu. Ia hanya menegaskan akan mencari pemain asing Asia terbaik untuk SFC. "Saya akan mencari pemain yang terbaik untuk SFC, makanya kembali kita lakukan seleksi pemain," jelasnya.

Seperti diketahui, manajemen melalui Presiden Klub SFC Dodi Reza Alex mengatakan, mengevaluasi lini depan SFC yang kurang greget. Beberapa nama memang menjadi sorotan seperti Park Jung Hwan, Yong Jie Mu, dan M Rifki. Maka menjelang dibukanya pintu transfer pemain pada awal Januari-Februari nanti, bisa jadi Park dan Jie Mu tersingkir dari skuad SFC. Apalagi pertandingan SFC di ajang ISL baru dilangsungkan pada 2 Januari mendatang lawan Persin Bandung.

Budigol Mulai Gabung Latihan

Kabar gembira bagi Sriwijaya FC, sebab strikernya Budi Sudarsono sudah mulai bergabung dalam latihan, meski secara terpisah."Dia sudah kembali fit dan mulai latihan, tetapi masih terpisah," kata Sekretaris Tim M Siswandi, Jumat (26/11).

Budigol kemarin sudah melepaskan penyanggah kakinya pasca operasi. Kakinya sudah kembali normal. Meski sudah bisa berlari, namun Kolev memintanya latihan terpisah berlari mengelilingi lapangan bersama M Rifky dan Rendy Siregar.

Seperti diketahui pasca menjalani operasi kedua penyambungan ototnya yang putus pada 14 Oktober lalu, Budi Sudarsono diwajibkan istirahat total. Bahkan diperkirakan dia akan istirahat lama. Namun, kenyataannya Budi kini sembuh lebih cepat dari perkiraan.

"Dia sembuh lebih cepat dan ini berkat penanganan tim medis SFC," urai Siswandi.

Tinggal Bek dan Striker

Timnas Indonesia memang belum teruji meski baru saja selesaikan dua uji coba di Gelora Sriwijaya, Jakabaring. Namun, bukan berarti duel lawan Timor Leste dan China Taipei tak memberikan benfit buat Merah Putih. Arsitek Timnas Indonesia Alfred Riedl mengaku sudah mengantongi 9 hingga 10 nama untuk isi starting eleven.

”Kami masih pertimbangkan satu atau dua pemain untuk isi komposisi inti. Antara pemain berposisikan bek tengah dan striker,” ujar Pelatih Timnas Indonesia Alfred Riedl kemarin (25/11).

Coach asal Austria ini memang tidak menyebut satu per satu siapa saja yang sudah pasti masuk starting eleven. Namun, dari latihan kemarin sudah bisa dipetakan siapa saja yang dipercaya jadi tim inti. Alfred memisahkan dalam 4 kelompok dalam latihan kemarin. Kelompok pertama Ferry Rotinsulu dan Kurnia Meiga yang dapat menu latihan dari pelatih kiper Edy Harto.

Selanjutnya, grup Bambang Pamungkas dan Oktovianus Maniani yang mendapat menu latihan ringan hanya jalan mengitari lapangan dan sesekali lakukan peregangan. Materi ini dilahap karena Bambang dan Oktovianus tidak dalam kondisi bugar. Bambang bermasalah dengan otot leher sementara gelandang Sriwijaya FC itu alami cedera tulang kering di kedua kakinya.

Satu grup lagi berisikan 10 pemain dan berada di bawah asuhan asisten pelatih Wolfgang Pikal dan Widodo C. Putro. Mereka menerima menu latihan seperti biasa. Di antaranya, Benny Wahyudi, Nova Arianto, Maman Abdurrahman, Toni Sucipto, Slamet Riyadi, Dendi Santoso, Johan Juansyah, Arif Suyono, Yongky Aribowo, dan Eka Ramdhani.

Terakhir, grup yang berisikan delapan pemain dan langsung menerima materi khusus dari Alfred. Mereka adalah Markus Horison (kiper), Cristian Gonzales (striker), Zulkifly Syukur (bek kanan), M Ridwan (bek kiri), Ahmad Bustomi (tengah), M Robby (bek tengah), Hamka Hamzah (bek tengah), dan Irfan Bachdim (striker). Nah, delapan pemain inilah yang berpotensi mengisi starting eleven Timnas Indonesia. Sisanya tinggal menunggu masuknya Firman Utina dan Oktovianus Maniani.

Namun prediksi ini berusaha dimentahkan Alfred. ”Semua masih ada peluang untuk bersaing tak terkecuali buat Gonzales. Dia memang selalu jadi starter dalam uji coba tapi bukan berarti dia pasti masuk tim inti. Yang pasti, saya sudah kantongi siapa saja yang akan saya coret,” ujarnya.

Alfred memang harus memulangkan dua pemain dari 24 nama yang gabung pelatnas Timnas Indonesia. Ini karena kuota yang akan dibawa ke Piala AFF hanya 22 pemain. Pengumuman siapa yang dipulangkan baru akan diberitahukan satu hari sebelum pertandingan resmi turnamen dua tahunan tersebut.

Butuh Dua Ujicoba Lagi

Pelatih Sriwijaya FC, Ivan Kolev belum menentukan nasib pemain seleksi Milorad Simonovic. Pelatih kelahiran Sofia, Bulgaria 14 Juli 1957 ini tidak mau gegabah untuk merekrut pemain incarannya. Kemungkinan butuh dua laga lagi untuk melihat kemampuan pemain asal Australia ini.

“Seperti biasa, saya tidak pernah langsung bisa menilai pemain hanya pada satu laga saja. Termasuk soal kualitas Milorad Simonovic. Saya masih butuh dua atau tiga pertandingan lagi,” kata Ivan Kolev, kemarin (25/11).

Keputusan mantan pelatih timnas Indonesia ini cukup beralasan. Pada laga perdana ini, pemain kelahiran Australia, 18 September 1985 itu belum terlihat kualitasnya yang berlebel pemain asing. Selain skill dan kecepatannya juga belum teruji, gelandang berpostur 173 cm ini juga belum menunjukan tajinya soal gol. Menghadapi tim gurem sekelas PSAD, mantan pemain Sydney Olympic Football Club ini belum bisa menciptakan gol.

Milorad Simonovic sendiri diturunkan oleh Ivan Kolev menggantikan Ade Suhendra pada babak kedua. Mantan gelandang Blacktown City Football Club ini diproyeksikan sebagai sconstriker yang mendampingi Park Jung-Hwan yang juga diturunkan pada babak kedua.

Duet duo asing Asia yang di bantu Yong Jie Mou juga belum menujukan permainan yang maksimal. Terbukti, beberapa serangan yang dibangun kandas dan bisa patahkan oleh pemain PSAD. “Dia (Milorad Simonovic) baru saja bergabung. Sehingga, dia belum mengetahui karakter permainan kami. Tapi, kami akan melihat di game selanjutnya,” lanjut mantan pelatih Persija Jakarta itu. Coach Ivan Kolev rencananya akan memberikan kesempatan kepada pemain berberat badan 75 kg ini pada laga uji coba melawan Persime Muara Enim, 30 November nanti.

Sementara, menurut Direktur Teknik dan SDM, PT Sriwijaya Optimis Mandiri (PT SOM), Hendri Zainuddin, nasib Milorad Simonovic sendiri belum bisa dipastikan. Sebab, manajemen masih akan berkoordinasi dengan pelatih Ivan Kolev.

“Kami belum tahu pasti soal seleksi Milorad Simonovic. Karena itu keinginan pelatih Ivan Kolev. Jadi, kami belum tahu, apakah akan di rekrut langsung atau pada putaran kedua masih akan di bicarakan dengan pelatih,” ujar Hendri. (mg43)

Nama: Milorad Simonovic
TTL: Australia, 18 September 1985
TB/BB: 173 cm/ 75 kg
Karir Klub:
- Blacktown City Football Club (2006)
- Sydney Olympic Football Club (2007-2008)
- Bonnyrigg White Eagles Football Club (2009-2010)

Rifki - Rendy Cedera

Ujicoba dengan PS AD yang berakhir 1-1, di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring, kemarin, (25/11) memakan korban. Ya, dua pilar Sriwijaya FC, yakni Muhammad Rifky dan Rendy Siregar harus ditarik keluar lapangan lantaran cedera.

Kondisi seperti ini membuat sang allenatore Ivan Venkov Kolev resah. Mengingat ini merupakan kali pertama anak didiknya beruji coba paska libur 10 hari, 3-14 November lalu. Bukan apa dia berfikir kebugaran fisik anak didiknya memang masih belum optimal.

“Hal ini jelas menjadi masalah baru. Untuk itu kami akan bekerja lebih keras lagi untuk mengembalikan kebugaran fisik pada top peformanya,” kata Kolev kepada wartawan kemarin (25/11).

Rifki sendiri harus bergulat dengan cedera betis dan digantikan Park Jung-Hwan pada babak pertama. Namun, menurut Kolev mantan pemain Persiba dan Selebriti Football Club (SFC) itu, kondisinya tidak terlalu menghawatirkan. ”Rifki hanya keram. Mungkin karena dia (Rifki, red) terlalu memaksakan diri,” tambah dia.

Kalau Rendy katanya cederanya cukup serius. Ya, engkel kanan pemain timnas U-23 itu kembali bermasalah. Itu bisa dilihat kala pemain berambut ikal itu, mengeram kesakitan usai mendapat takling keras dari pemain belakan PS AD. Saat itu mantan pemain PSM Makasar itu. Langsung terkapar dan harus ditandu keluar lapangan oleh tim medis dan digantikan Muhammad Alfan pada penghujung babak kedua.

”Kami belum bisa menyimpulkan kondisi Rendy. Besok (hari ini, red) setelah mendapatkan pemeriksaan dari tim kesehatan saya baru bisa putuskan. Kami sih berharap cederanya tidak begitu serius,” tambah dia.

Sebelumnya Rendy juga sempat mengalami cedera yang sama. Ya, saat itu Sriwijaya melakoni laga uji coba kontra Persibo Bojonegoro. Semua pihak menyayangkan kondisi seperti ini apalagi Rendy sendiri bermain bagus pada pertandingan tersebut. Buktinya dia menjadi satu-satunya pemain tim Laskar Wong Kito yang menciptakan gol pada lag tersbut pada menit 23.

Kamis, 25 November 2010

Simonovic Butuh Adaptasi

Gelandang serang asing Mirolad Simonovic tampil di bawah performa terbaiknya saat diturunkan dalam laga ujicoba Sriwijaya FC (SFC) versus Persatuan Sepakbola Angkatan Darat (PSAD) di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring, Kamis (25/11).

Diturunkan pada babak kedua dan bermain selama 45 menit, gelandang asing asal Australia itu tampak kesulitan menunjukkan kemampuan terbaiknya. Bahkan dari segi postur yang kurang proporsional tampak membuat pergerakannya lamban.

Pemilik postur 173 cm/74 kg ini tampak kerap kalah sprint dengan para pemain-pemain PSAD, tim Sumsel yang berlaga di di Divisi II Liga Indonesia.

Meski tampil mengecewakan Pelatih Ivan Kolev akan memberikan kesempatan untuknya. Pelatih asal Bulgaria ini mengatakan, masih memberikan kesempatan kepada pemain yang terdaftar

sebagai pemain di klub Bonnyrigg White Eagles FC, klub yang berkompetisi pada NSW Premier League, Australia.

“Terlalu cepat menilai dia dan membuat penentuan, karena dia baru bergabung,” kata Kolev.

Menurut pelatih Timnas era 2007 ini, Simonovic masih membutuhkan adaptasi dan perlu dilihat hingga satu pekan mendatang.

“Dia butuh adaptasi. Tentunya kita akan lihat dia hingga satu pekan lagi, sebab kita ingin yang terbaik buat klub,” urainya.

SFC VS PSAD ( 1 - 1 )

Pemain lapis kedua Sriwijaya FC hanya mampu bermain imbang dengan skor 1-1 dalam ujicoba PSAD (Persatuan Sepakbola Angkatan Darat), di Stadion Gelora Jakabaring, Kamis (25/11).Dalam laga ini, Kolev memberikan kesempatan kepada seluruh pemain yang jarang mendapatkan kesempatan untuk diturunkan dalam laga resmi, sementara para pemain utamanya seperti, Kayamba Gumbs, Thierry Gathuessi, Claudiano Alves dos Santos, Ponaryo Astaman, dan Park Jung Hwan tidak diturunkan.

Hasilnya SFC harus puas bermain imbang. Gol Laskar Wong Kito dicetak Rendy Siregar di menit ke-25, sementara gol balasan PSAD dicetak Andi di menit ke-29.

Bermain dengan hampir seluruh pemain lapis keduanya di babak pertama, kecuali Supardi. Anak-anak asuh Ivan Kolev tampil menekan dan terus membangun serangan cepat ke pertahanan lawan. Namun hanya satu gol tercipta di babak pertama, melalui tandukan Rendi di menit ke-25 memanfaatkan tengan sudut.

Namun empat menit berselang, kiper Fauzal Mubarak justru kebobolan. Lemahnya koordinasi lini belakang SFC, membuat tim lawan mampu membalas melalui tendangan keras Andi di menit ke-29 memanfaatkan kelengahan Rahmat Latief. Hingga turun minum kedudukan berakhir 1-1.

Memasuki babak kedua, pelatih Ivan Kolev merubah skema permainan dengan mulai memasukkan pemain lapis kedua lainnya. Supardi ditarik keluar dan digantikan dengan Gunawan. Sementara itu Ade Suhendra ditarik keluar dan digantikan Bobby. Dalam pertandingan ini, Kolev juga mencoba pemain seleksi asal Australia, Milorad Simonovic. Pemain yang berposisi sebagai gelandang serang itu masuk menggantikan M Rifki.

Sementara pemain asing asal Cina Yong Ji Mu tetap dimanikan hingga akhir pertandingan. Masuknya para pemain ini tidak mengumbah skema permainan, bahkan Keinginan pendukung SFC menyaksikan kemampuan Milorad Simonovic sedikit kecewa, sebab gelandang asal Australia itu tampil di bawah performa. Dengan tubuh yang kurang proforsional, tampak pergerakannya lamban sehingga kerap kalah sprint dengan para pemain PSAD, tim Divisi II Sumsel. Beberapa peluang diciptakan para penyerang SFC, tetapi tidak ada gol tercipta hingga akhir pertandingan.

Timnas Indonesia Peringkat 135 FIFA

Sepekan menjelang penyelenggaraan Piala Suzuki (AFF) 2010 di Indonesia dan Vietnam, peringkat Indonesia di Federasi Sepakbola Dunia (FIFA) masih menempati urutan kedua di kawasan Asia Tenggara.

Seperti dikutip dari situs resmi FIFA, dalam ranking dunia untuk kawasan ASEAN tersebut Indonesia menempati urutan ke-135. Sedangkan Thailand masih teratas dan terpaut cukup jauh yakni urutan ke-114 dunia.

Posisi urutan tersebut sesuai ranking FIFA dengan "up date" terakhir pada 17 November 2010, dimana perubahan ranking berikutnya baru akan dirilis pada 15 Desember mendatang.

Sementara Malaysia dan Laos yang akan menjadi lawan Indonesia pada putaran Grup A Piala Suzuki di Jakarta dan Palembang masing-masing berada di peringkat 144 dan 171 dunia.

Sedangkan Singapura dan tuan rumah putaran Grup B Vietnam masing-masing di peringkat ke-138 dan 139.

Dua kontestan Grup B lainnya yakni Myanmar dan Filipina masing-masing berada di peringkat ke-144 dan 151.

Ketua Panitia Lokal (LOC) Piala Suzuki di Jakarta, Joko Driyono mengakui persaingan tim pada putaran Grup A memang lebih menarik dibanding Grup B ditinjau dari aspek komersial.

"Saya tidak ingin mengatakan bahwa grup ini `grup neraka`. Tetapi dalam kapasitas saya sebagai panitia penyelenggara memang Grup A lebih menarik dari sisi komersial," ujarnya.

Putaran Grup A akan berlangsung pada tanggal 1, 4 dan 7 Desember 2010 dengan dua pertandingan terakhir digelar secara bersamaan di Stadion Utama Gelora Bung Karno Senayan Jakarta dan Stadion Jakabaring Palembang.

Simonovic Tampil Mengecewakan

Keinginan pendukung Sriwijaya FC menyaksikan kemampuan Milorad Simonovic dalam laga ujicoba SFC versus PSAD, di Stadion Gelora Jakabaring, Kamis (25/11) sedikit kecewa, sebab gelandang asal Australia itu tampil di bawah performa. Dengan tubuh yang kurang proforsional, tampak pergerakannya lamban sehingga kerap kalah sprint dengan para pemain PSAD, tim Divisi II Sumsel.

Babak 2 : Kolev Coba Milorad Simonovic

Memasuki babak kedua, pelatih Ivan Kolev merubah skema permainan dengan mulai memasukkan pemain utamanya. Namun Supardi ditarik keluar dan digantikan dengan Gunawan. Sementara itu, Ade Suhendra ditarik keluar dan digantikan Bobby. Dalam pertandingan ini, Kolev juga mencoba pemain seleksi asal Australia, Milorad Simonovic. Pemain yang berposisi sebagai gelandang serangan ini masuk menggantikan M Rifki.

Babak 1: SFC - PSAD Bermain Imbang ( 1 - 1 )

Ujicoba Sriwijaya FC versus PSAD (Persatuan Sepakbola Angkatan Darat) untuk sementara berlangsung dengan skor 1-1 di babak pertama, di Stadion Gelora Jakabaring, Kamis (25/11).Gol dari SFC dicetak winger Rendy Siregar melalui tandukan terarahnya usai menyambut tendangan sudut. Sementara gol balasan PSAD dicetak Andi menit ke-41 memanfaatkan blunder Rahmat Latief.

Bermain dengan hampir seluruh pemain lapis keduanya, kecuali Supardi, SFC tampil menekan dan terus membangun serangan cepat ke pertahanan lawan. Namun hanya satu gol tercipta di babak pertama melalui kaki Rendi menit ke-25. Sebaliknya lemahnya koordinasi lini belakang SFC membuat tim lawan mampu membalas melalu tendangan keras Andi di menit ke-40.

Fokus Kembalikan Peforma

Pasukan Sriwijaya FC tak mau terlalu lama berdiam diri. Sembari menunggu bergulirnya laga lanjutan Indonesia Super League (ISL) (2/1/2011) nanti menghadapi Persib Bandung Keith Kayamba Gumbs dan kawan-kawan bakal kembali beraksi.

Ya, sore ini mereka dijadwalkan akan meladeni Persatuan Sepak Bola Angkatan Darat (PS AD) di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring.Rupanya ini merupakan yang kedua kalinya skuadra Ivan Venkov Kolev duel dengan tim yang mayoritas diperkuat oleh anggota Tentara Nasional Indonesia (TNI).

Saat itu (9/10) tim Laskar Wong Kito (sebutan Sriwijaya FC) menang 3-0 dalam waktu pertandingan 40 menit.Kalau dilihat dari hasil pertandingan sebelumnya tim kebanggaan masyarakat Sumsel ini, kembali memiliki kans untuk menang.

”Kami tidak mencari kemenangan pada pertandingan nanti. Kami hanya fokus untuk mengembalikan peforma pemain setelah 21 hari tidak bertanding,” ujar Kolev kepada wartawan usai latihan di Stadion Bumi Sriwijaya Kampus, kemarin, (24/11).Sehubungan dengan itu, pelatih asal Sofia Bulgaria ini berencana untuk memaksimalkan semua pemainnya. Tidak hanya itu saja dia juga berniat untuk mencoba beberapa formasi dengan komposisi yang berbeda.

”Semua pemain dalam kondisi siap. Gunawan Dwi Cahyo, Rachmat Latief yang kemarin sempat cedera ringan sudah membaik. Ahmad Jufrianto yang kemarin pulang kampung juga sudah berada di mes,” tambah dia.”Kami akan coba bermain tanpa pilar tim nasional (timnas) Indonesia. Memang kondisi seperti ini sedikit berpengaruh terhadap kekuatan tim. Namun, kami optimis anak-anak terus berpacu untuk meningkatkan kualitas,” sambung dia.

Apakah laga ini menjadi langkah persiapan tim double winner edisi 2007 itu, menghadapi laga lanjutan ISL nanti? Mantan pelatih Persipura dan Persija ini, tidak mau berkomentar banyak. Pertandingan pemanasan ini sifatnya hanya sebagai hiburan. Bukan apa memang idealnya sebuah tim dalam seminggu melakukan games atau pemanasan dengan tim lain. Tujuannya kata dia jelas untuk melakukan evaluasi dari hasil latihan setiap hari.

”Dengan begini, kami bisa tahu mana pemain yang mengalami perkembangan. Kami juga tahu pemain yang peformanya merosot. Dari sinilah kami bisa lakuan evaluasi dan membuat tim lebih baik lagi,” tukas pelatih asing yang sudah mahir berbahasa Indonesia itu.

Rabu, 24 November 2010

Timnas Hajar Cina Taipei 2 - 0

Timnas Indonesia meraih kemenangan kedua dalam laga persahabatan di Stadion Gelora Jakabaring setelah membekuk Cina Taipei dengan skor 2-0, Rabu (24/11) malam. Dua gol yang dilesakkan Cristian Gonzales menit ke-10 dan Firman Utina menit ke-18 .

Dua hari sebelumnya Timnas membantai Timor Leste 6 gol tanpa balas. Pada laga yang berakhir pukul 20.30 tadi, Timnas dapat perlawanan ketat Cina Taipei, terutama di babak kedua dengan menciptakan sejumlah peluang emas.

Pelatih Alfred Riedl coba memperbaiki permaianan dengan memasukkan Bambang Pamungkas ganti El Loco, Yongki ganti Bachdim, dan Kecenk ganti Ridwan. Firman juga diganti Johan.

Cina taipei lebih kuat di lin tengah, sementara timnas terapkan serangan balik. Kedua tim banyak dapat peluang. Markus dikartu kuning karena pegang bola di luar kotak penalti.

Bambang Pamungkas dan Yongki sempat dapat peluang emas jelang akhir laga, tapi tak berbuah gol. Laga disaksikan sekitar 15 ribu penonton jauh lebih ramai ketimbang waktu lawan Timor Leste.

Manajemen Datangkan Simonovic

Apa yang tengah terjadi dalam tubuh Sriwijaya FC?. Sebab manajemen dan pelatih tiba-tiba mendatangkan Milorad Simonovic, pemain asing asal Australia untuk diseleksi. Padahal, kouta pemain asing Laskar Wong Kito sudah mencukupi.Kedatangan Simonovic yang berposisi sebagai gelandang serang ini, sebenarnya nyaris luput dari perhatian, sebab tidak ada sinyal dari pihak manajemen ataupun pelatih Ivan Kolev.

Sekretaris Tim SFC M Siswandi yang dikonfirmasi Rabu (24/11) pun membenarkan bahwa tim asal Sumsel ini kembali mendatangkan pemain asing.

“Saya hanya menjemput pemain baru pukul 15.30 dan dia langsung bergabung dalam latihan,” kata Siswandi.

Munculnya Simonovic memang menimbulkan tandatanya, sebab SFC sudah memiliki dua pemain asing Asia Park Jung Hwan dan Yong Jie Mu. Kemudian 3 pemain non Asia Claudiano Alves dos Santos, Keith Kayamba Gumbs, dan Thierry Gathuesi.

Namun Siswandi mengaku tidak tahu, sebab semuanya berdasarkan kebijakan manajemen dan pelatih.

“Kalau soal itu silahkan tanya kepada pelatih sebab dia yang memiliki kebijakan, saya hanya menjemput dan mengurus keperluan pemain ini,” urainya.

Jika melihat sepak terjangnya, pemain usia 24 tahun ini merupakan pemain penuh talenta dan masih tercatat sebagai pemain Bonnyrigg White Eagles FC, klub yang berkompetisi pada NSW Premier League, Australia.

Gelandang serang Asutralia ini masih terikat kontrak dengan Bonnyrigg White Eagles FC hingga akhir Desember 2010.

Pemilik tinggi 173 cm ini dipastikan berstatus sebagai pemain seleksi, tetapi tidak menutup kemungkinan, jika Simonovic mampu menunjukkan kualitasnya dalam seleksi akan membuat Kolev merekrutnya.

Jika sudah demikian akan ada pemain Asia yang menjadi tumbal alias tersingkir dari skuad SFC. Jika melihat posisi Simonovic yang bisa berposisi sebagai gelandang serang, pemain sayap maupun

striker, maka akan ada tiga pemain asing yang terancam posisinya. Yakni Kayamba, Park Jung Hwan, dan Yong Ji Mu.

Namun Kayamba tidak mungkin tergusur, karena dia sudah mampu mencetak dua gol. Maka kemungkinan besar Park dan Yong Jie masih tandatanya mengingat keduanya adalah pemain Asia sama dengan Simonovic.

Namun belum ada komentar resmi dari pihak manajemen maupun pelatih. Bahkan pelatih Ivan Kolev untuk sementara belum bisa memberikan komentar.

Babak 1 : Unggul 2 - 0

Timnas Indonesia unggul untuk sementara di babak pertama dengan skor 2-0 dalam laga ujicoba di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring, Palembang, Rabu (24/11) malam. Gol kemenangan tuan rumah dilesakkan Cristian Gonzales di menit ke-10, Firman Utina lewat titik penalti menit ke-18.

Firman Gandakan Keunggulan

Ketinggalan 1-0 membuat Cina Taipei berusaha menekan. Namun 8 menit berselang mereka justru kembali kebobolan. Melalui skema serang balik cepat yang dibangun Ridwan dan Firman Utina. Ridwan membawa bola dengan cepat menyusuri sisi kanan lapangan. Pergerakannya dihentikan Li Cheng Yi yang berbauh pelanggaran di kotak penalti. Wasit Sunghbir Singh menunjuk titik. Firman yang menjadi algojo sukses menjebol gawang Chi di menit 18.

Gonzales Bawa Timnas Unggul 1 - 0

Cristian Gonzales membawa Timnas Indonesia unggul atas tamunya Cina Taipei dalam ujicoba di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring, Palembang, Rabu (24/11) malam. Gol pemain naturalisasi Uruguay ini mampu menyelesaikan umpam tarik Irfan Bachdim di menit ke-10 menundukkan kiper Lu Kun Chi.

SFC Kembali Seleksi Pemain Asing

Meski kuota pemain asing Asia dan non Asia sudah penuh, namun Sriwijaya FC masih menerima kedatangan pemain asing baru untuk diseleksi. Jelas kedatangan pemain asal Australia bernama Milorad Simonovic ini menjadi tanda tanya. Apakah manajemen akan melakukan evaluasi terhadap pemain asingnya?

"Kita kembali kedatangan satu legiun asing Asia asal Australia," kata Sekretaris Tim Sriwijaya FC, M Siswandi, Rabu (24/11).

Dengan demikian bisa jadi, manajemen SFC bakal mendepak salah satu dari lima pemain asing yang sudah ada saat ini. “Kalau itu saya tidak tahu, karena tugas saya siang ini (kemarin) hanya menjemput pemain baru, kalau mau jelasnya silahkan tanya langsung ke head coach,” ujar Sekretaris tim SFC, Siswandi.

Supardi Berpeluang Masuk Timnas

Bek sayap Sriwijaya FC Supardi masih memiliki peluang untuk masuk timnas. Namun sangat kecil kemungkinan, sebab di posisi yang sama sudah bercokol nama Zukifli Syukur dan Slamet Riyadi."Peluang dia masih ada, tetapi sebagai cadangan jika ada dua pemain di posisinya mengalami cedera," kata Asisten Pelatih Widodo, Rabu (24/11).

Menurut Widodo, Supardi dipanggil timnas dengan sistem on-off, artinya ada pemain yang masuk dan ada yang keluar. Baik itu berhalangan seperti sakit atau cedera dan bermasalah."Bisa saja dia masuk dan dipanggil," jelas Widodo.

Seperti diketahui nama Supardi masuk dalam daftar panggil Timnas yang kini ditangani pelatih Alfred Riedl sebagai cadangan. Selain Supardi, Budi Sudarsono dan Fauzal Mubarak. Seperti Fauzal misalnya sempat bergabung bersama Timnas menggantikan Ferry yang cedera. Namun seiring dengan sembuhnya Ferry, maka tempat di Timnas itu menjadi miliknya.

Direktur Teknik dan SDM SFC, Hendri Zainudin membenarkan Supardi memang masuk dalam daftar panggil timnas sebagai cadangan jika ada pemain di poisisi beka sayap mengalami cedera.

"Wajar saja dia dipanggil, karena penampilannya konsisten dan dia pun pernah memperkuat timnas saat ditangani Ivan Kolev pada tahun 2007 lalu," urai Hendri.

Pemain SFC Terima Bonus PI

Bonus Piala Indonesia yang sudah diterima manajemen Sriwijaya FC sejak 3 November lalu akan dibagikan pihak manajemen dalam bulan November 2010. Artinya, lima hari lagi para pemain yang turut andil dalam membawa SFC meraih Piala Indonesia Agustus lalu akan mendapatkan kucuran bonus sebesar Rp 510 juta dari 60 bonus PI yang diterima.

"Bonus Piala Indonesia untuk para pemain akan segera dibagikan pada bulan ini," kata Direktur Keuangan SFC Augie Bunyamin, Rabu (24/11).

Seperti diketahui, CEO PT Liga Indonesia (PTLI) Joko Driyono Jumat (19/11) mengatakan, bonus yang diterima SFC sebenarnya sebesar Rp 1,25 miliar. Yakni dengan rincian insentif SFC Rp200 juta dan bonus pemain terbaik untuk Keith Kayamba Gumbs Rp50 juta serta bonus PI Rp1 miliar.

Perihal penerimaan bonus itu dibenarkan Direktur Teknik dan SDM PT Sriwijaya Optimis Mandiri (SOM) Hendri Zainudin menambahkan, besaran dana yang diterima SFC memang Rp1,25 miliar. Namun Rp200 juta untuk insentif klub, sementara dana Rp1 miliar dipotong pajak sebesar 15 persen, sehingga bonus PI yang diterima Rp850 juta.

"Sementara sesuai janji kita bonus PI akan diberikan 60 persen kepada pemain sebagai bonus untuk pemain," urai Hendri.

Trio Asing SFC Jadi Ikon Merchandise

Trio asing Sriwijaya FC Keith Jerome ‘Kayamba’ Gumbs, Thierry Ghatuessi dan Claudiano Alves dos Santos bakal menjadi ikon atau model untuk mengangkat brand penjualan Merchandise SFC.

Sekretaris Tim SFC, Siswandi, mengungkapkan, Rabu (24/11), pimpinan PT Imagica Imaging, Welly Gunawan selaku pihak ketiga yang mengelola marchendise SFC ini menjadi Gumbs, Diano, dan Thierry sebagai ikon produk.

“Bahkan Kamis (25/11) pagi, ketiga pemain asing ini akan melakukan pengambilan gambar atau difoto untuk merchandise tersebut,” ujarnya.

Menurut Welly nama SFC sudah sangat membumi di Indonesia, namun para pengagumnya masih sulit untuk mencari merchandise yang original.“Nanti produk-produk yang dikeluarkan itu ada ciri khas dan ada tanda tangan langsung dari pemain,” jelasnya, kemarin.

Menurut dia untuk memproduksi barang-barang itu tidak membutuhkan waktu lama, paling lambat satu bulan sudah ada produk-produk merchandise.

Desember Launching Merchandise SFC

Merchandise Sriwijaya FC akan diluncurkan pada Desember 2010. Produk-produk seperti baju koes, mug, aksosoris dan lainnya ini diproduksi oleh pihak ketiga PT Imagica Imaging.Pimpinan PT Imagica Imaging, Welly Gunawan Rabu (24/11) mengatakan, ia yakin merchandise SFC banyak diminati, karena SFC sudah populer di masyarakat Sumsel bahkan untuk para pendukung luar Sumsel.

“Nanti produk-produk yang dikeluarkan tersebut ada ciri khas dan ada tanda tangan langsung dari pemain,” jelas Welly.

Menurut Welly, pihaknya untuk sementar waktu akan membuat beberapa item dulu, seperti baju kaos. Jika nantinya minat cukup tinggi, maka akan dipersiapkan beberapa item berikutnya seperti lemari dan display.

Ditambahkan Sekretaris Tim M Siswandi, jika prosesnya berjalan lancar, produk-produk bercirikhas SFC ini akan segera diluncar sekitar akhir Desember atau paling lambat awal tahun 2011 mendatang.

Bakal Jadi Ajang Seleksi Timnas

Peringkat Timnas Cina Taipei memang 20 strip di bawah Timnas Indonesia. Dibandingkan Timor Leste, kekuatan tim asal Asia Timur ini dipandang mampu mengimbangi permainan Cristian Gonzales Cs. Karena Chen Po Liang Cs cukup berpengalaman di kompetisi domestik maupun ajang Asia. Makanya Timnas harus berhati-hati jika tidak ingin terpeleset dalam laga ujicoba internasional di Stadion Gelora Jakabaring, Rabu (24/11).



Asisten pelatih Timnas Widodo yang dimewakili pelatih Alfred Rield dalam jumpa pers di Hotel Aryaduta, Selasa (23/11) mengatakan, laga ujicoba lawan Cina Taipei di Stadion Gelora Jakabaring, hari ini menjadi penentuan seleksi pemain Timnas Indonesia. Akan ada 22 nama dari 24 pemain yang kini menjadi bagian dari skuad ujicoba Timnas.

“Ini laga persiapan timnas, sebab usai lawan Timor Leste, masih kurang memuaskan dan itu normal dimana satu tim dan kekuatannya memang harus diperbaiki hingga menjelang Piala AFF,” jelas Widodo.

Menurut dia laga menghadapi Cina Taipei menjadi kesempatan bagi tim dan pemain untuk memperbaiki kesalahan-kesalahan dalam ujicoba lawan Timor Leste. Sebab tim ini memiliki pemain-pemain berkualitas.”Kesempatan untuk memperbaiki kinerja dan teamwork, sebab dalam laga lawan Timor Leste kemarin ada tempo permainan naik turun terutama di menit akhir,” katanya.

Riedl ingin melihat kinerja tim dari semua lini, terutama dari lini tengah. Firman Utina diharapkan tampil semakin solid bersama Ahmad Bustomi dalam mengalirkan bola kepada pemain sayap kiri ataupun kanan seperti Oktovianus Maniani dan M Ridwan.

Kedua winger Sriwijaya FC ini, diharapkan banyak mendapatkan bola untuk diberikan kepada pemain depan seperti Cristian Gonzales yang sudah menyumbang dua gol saat menghadapi Timor Leste, Minggu (21/11) lalu.

Sedangkan kiper tetap dipercayakan kepada Markus Haris Maulana dan dibantu bek Hamka Hamsah dan Maman Abdurahman yang disokong M Nasuha dikiri dan Zulkifli Syukur di kanan. Sementara lini depan disiapkan beberapa alternatif seperti Gonzales yang akan didampingi Irfan Bachdim ataupun Bambang Pamungkas.

Mampu Imbangi Sementara pelatih Cina Taipei, Lo Chih-tsung mengatakan, meski mengakui timnas Indonesia berada di level di atas, tetapi Cina Taipei yakin mampu mengimbangi untuk menang untuk memperbaiki peringkat internasional.

“Kami sadar pemain yang kami bawa bukan pemain profesional tetapi dari amatir, tetapi kami harap bisa memberikan yang terbaik saat menghadapi timnas Indonesia,” kata Lo Chen Tsung. Ditambahkan Presiden Assosiasi Sepakbola Cina Taipei, Lu-Kun Sham, Cina Taipei berada di peringkat 155, sementara Timnas Indonesia di peringkat 135.”Dengan laga ini, kami harap bisa memberikan permainan terbaik untuk memperbaiki peringkat internasional,” ujarnya.

Menurut Chih-tsung, dia mengandalkan para pemain muda yang berlaga di kompetisi domestik seperti kapten Chen Po Liang yang sangat mobile mengawal ini tengah. Dia akan berharap langsung dengan Firman Utina dan ditugaskan mengawal pergerakan playmaker Timnas itu.

Hanya saja Chih-tsung mengakui, mereka cukup mengalami kelelahan saat pertama kali datang, karena harus 3 kali transit dan baru saja mengikuti turnamen di Hongkong dan Cina.

“Kami sangat capek, karena 3 kali transit dari Cina kemudian Makau dan transit lagi di Singapura, kemudian ke Jakarta barulah ke Palembang namun kami lega ketika tiba di Palembang mendapatkan pelayanan yang baik, mendapatkan hotel yang bagus dari panitia,” pujinya.

Selasa, 23 November 2010

China Taipe Siap Lawan Timnas Indonesia

Meski bermaterikan pemain-pemain liga amatir, China Taipe (Taiwan) bertekad memetik kemenangan, dalam laga ujicoba persahabatan Internasional di Stadion Gelora Jakabaring, Palembang, Kamis 24 November 2010 sore.

"Kami tahu Indonesia mempunyai liga sepak yang bagus, tetapi kami yakin bisa menang dalam pertandingan besok," ujar Pelatih kepala China Taipe, Lo Chih Tsun dalam jumpa press di Hotel Arya Duta Palembang, Rabu 23 November 2010

Menurut Lo Chin Tsun peringkat Indonesia memang jauh di atas China Taipe, tetapi itu bukan ukuran bahwa Indonesia akan menang. Data peringkat terbaru yang dikeluarkan FIFA, Indonesia di peringkat 135, sementara China Taipe 155.

China Taipe mengerahkan kekuatan 20 pemain ke Indonesia, yang terdiri dari pemain-pemain muda berusia 20 hingga 23 tahun.

Menurut Presiden Football Asosiasi China Taipe Lu Kun Sham mereka hanya persiapan satu minggu, tetapi dianggap cukup. "Dengan persiapan satu minggu kami rasa cukup, karena kami baru saja usai mengikuti kompetisi di Hongkong," jelasnya.

Dikatakannya kondisi para pemain, walaupun telah melakoni perjalanan jauh dengan tiga kali terbang tidak menjadi masalah. "Kami terimakasih kepada Indonesia yang telah memberikan fasilitas hotel sangat baik sehingga rasa kelelahan perjalanan jauh terobati," tuturnya.

Laga ujicoba sebelumnya, timnas Indonesia berhasil menundukkan Timor Leste dengan kemenangan telak 6-0.

Arema Batal Ikut Turnamen Segitiga SFC

Arema FC dipastikan batal mengikuti turnamen segitiga yang bakal digelar Sriwijaya FC di Stadion Gelora Jakabaring pada 8-18 Desember 2010 mendatang.

"Baru Persija yang dipastikan mengikuti turnamen segitiga yang kita rancang. Sementara Persija dipastikan bisa mengikuti turnamen," kata Direktur Teknik dan SDM PT Sriwijaya Optimis Mandiri (SOM), Hendri Zainudin Selasa (23/11).

Menurut Hendri, pihak Tim asal Malang itu sebenarnya memberikan tanggapan positif terhadap undangan itu, namun pelatih/manajer SFC, Ivan Venkov Kolev yang kurang setuju dengan keikutsertaan Arema dalam turnamen ini karena alasan teknis.

"Bukan Arema yang membatalkan, tetapi Kolev yang tidak mau dan kita tentunya menghargai pendapat Kolev. Untuk itu dengan batalnya Arema membuat manajemen harus bekerjakeras mencari tim lain untuk diundang dalam Turnamen Segitiga ini. "Alternatif klub masih dicari," kata anggota DPRD Banyuasin ini.

Sakit Ferry Terancam Absen Bela Timnas

Asisten pelatih Timnas Indonesia, Widodo C Putra memastikan kiper tim nasional Ferry Rotinsulu tidak masuk line up saat menghadapi Cina Taipei di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring, Rabu (24/11). Sebab kiper andalan Sriwijaya FC itu terserang diare.

"Dalam laga nanti ada dua pemain kita yang tidak bisa tampil yakni Ferry yang terserang diare dan Eka Ramdani yang belum fit," kata Widodo, Selasa (23/11) Sementara itu Ferry membenarkan tengah terserang diare dan kini beristirahat di rumahnya.

Ia mengaku kecewa dengan kondisi ini, karena tidak bisa bermain untuk Timnas. Padahal pelatih Alfred Riedl memberikan sinyal dia akan diturunkan saat melawan Cina Taipei. "Saya tentunya sangat kecewa dengan kondisi ini dan berharap bisa segera fit sebelum pertandingan," kata Ferry.

Widodo pun mengatakan, meski dipastikan tidak masuk line up, tetapi masih ada kesempatan bagi Eka dan Ferry untuk diturunkan. Sebab pelatih Riedl selalu menentukan line upnya satu jam sebelum pertandingan."Tergantung dengan kondisi pemain," jelasnya.

Mulai Bisa Bicara Bahasa Indonesia

Striker Sriwijaya FC Park Jung-Hwan sudah tidak susah lagi untuk mencari teman. Saat ini pemain asal Korea Selatan (Korsel) itu sudah bisa berkomunikasi menggunakan bahasa Indonesia dengan baik, meskipun baru sedikit-sedikit.

“Saya mengerti kalau orang bicara bahasa Indonesia. Namun, untuk mengungkapkannya saya masih sedikit kesulitan,” kata Park, sapaan akrabnya, kemarin (22/11).

Hal itu tentu membuat bangga pemain yang gemar nomor jersey 88 tersebut. Bukan apa, sebelumnya dirinya mengaku kesulitan mencari teman lantaran masalah komunikasi. Tidak hanya itu, manajemen juga harus bersusah payah mencarikan seorang penerjemah bahasa dan harus melakoni privat bahasa. “Saat ini saya bisa lebih bebas dan merasa tidak minder lagi. Saya sudah bisa mengerti apa yang dibicarakan oleh orang sekitar,” tambah dia.

Sementara itu, asisten pelatih Sriwijaya FC Kas Hartadi menambahkan, Park bisa berbahasa Indonesia, karena berusaha keras. Menurutnya, setiap saat Park selalu ingin belajar. Misalnya, saat latihan Park selalu berbicara walaupun sedikit terbatah-batah. Seperti kata ayo lari, minum maupun istirahat.

Ditambahkan Mas Kas, sapaan akrabnya saat ini Park juga sudah mau ngobrol atau bicara via ponsel. Tak jarang anak-anak (para pemain) yang ada di mes (Graha Sriwijaya Mandiri, red) menghubungi pemain dengan tinggi 180 cm ini. Lanjut dia Park juga kerap kali datang ke mes untuk ngobrol atau bercanda dengan teman-temannya.

“Park suka bercanda dan cukup konyol. Jadi anak-anak yang ada di mes senang kalau Park datang. Mungkin karena belum terlalu lancar berbahasa itu yang membuat dia lebih lucu kalau berbicara,” tutup mantan pemain tim nasional (timnas) Indonesia yang sukses meraih medali emas SEA Games 1991.

Punya Jiwa Pemimpin

Gelandang Sriwijaya FC, Firman Utina mendapat kepercayaan besar dari pelatih timnas Indonesia Alfred Reidl. Mantan pemain Pelita Jaya ini diberi tugas dengan menyandang ban kapten saat melawan Timor Leste pada laga uji coba, di stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring kemarin (21/11).

Menurut coach Alfred Reidl, pemberian ban kapten kepada Firman Utina lantaran bermain di tengah serta mempunyai jiwa pemimpin yang besar dan bisa mengayomi teman-temanya.

“Dia (Firman, red) mempunyai kualitas yang bagus dalam bermain. Firman juga lebih tenang dan mempunyai naluri kepemimpinan yang tinggi. Saya lebih memilih Firman saat Bambang tidak kami turunkan,” kata Alfred Reidl usai pertandingan, kemarin (21/11).

Firman sendiri dinobatkan sebagai kapten tim Merah Putih (timnas Indonesia) setelah sang empunya Bambang Pamungkas tidak turun dari menit awal. Bambang sendiri diturunkan oleh Alfred pada babak kedua pada menit ke-57 menggantikan Cristian Gonzales. “Sebenarnya pilihan utama memegang ban kapten adalah Bambang Pamungkas. Tapi, bila Bambang tidak turun dari menit awal, maka pilihan kedua Firman Utina,” sambungnya.

Wajar bila Reidl memilih Firman Utina sebagai pengatur serangan. Ya, sepanjang pertandingan, mantan pemain Persija Jakarta ini selalu bergerak mobile. Tak jarang membantu serangan dan juga turun untuk membantu lini pertahanan.

Gaya permainannya yang ngotot dan lincah yang di topang skill individu menjadi modal bahwa Firman layak menjadi kapten tim Garuda Senior (julukan timnas Indonesia senior).

Sementara itu, bagi Firman meski dirinya merupakan salah satu pemain senior di timnas, tak membuatnya besar kepala. Pemain terbaik Copa Indonesia 2005 ini mengaku masih butuh adaptasi. “Meski di timnas saat ini banyak pemain muda, tapi kualitas mereka juga bagus. Ini juga yang membuat saya harus mengimbangi serta beradaptasi dengan mereka,” ujarnya.

Senin, 22 November 2010

Tunggu Play Off LCA

Manajemen Sriwijaya FC sudah menerima daftar isian atau kuisioner dari Asian Football Confedertion (AFC) tentang kesiapan sarana dan akomodasi untuk persiapan play off Liga Champions Asia (LCA)."Kita menerima kuisioner mengenai kesiapan sarana akomodasi, tentang Stadion Jakabaring dan yang berkaitan dengan persiapan pertandingan. Semuanya, sudah kita kirim balik ke AFC melalui PT Liga Indonesia (PTLI)," kata

Sekretaris PT Sriwijaya Optimis Mandiri (SOM), Faisal Mursyid, Senin (22/11).
Menurut Faisal, semua data seperti stadion latihan, hotel untuk menginap tim tamu ketika bertanding di Palembang, stadion pertandingan sudah disiapkan.

"Untuk hotel kami pikir tidak ada masalah, sementara untuk latihan kita siapkan Stadion Bumi Sriwijaya, sedangkan stadion pertandingan Gelora Sriwijaya Jakabaring tidak ada masalah," kata Faisal.

Kini menurut dia, manajemen hanya tinggal menunggu informasi tentang kepastian apakah mengikuti play off LCA atau AFC. Tetapi berdasarkan informasi terakhir, SFC mengikuti play off dan keputusannya tinggal menunggu Comitte Eksekutif (CE) AFC pada 26 November mendatang.

"Kemungkinan besar kita mengikuti Play off dan tinggal menunggu keputusan dari rapat CE AFC pada 26 November nanti," urainya.

Menurut dia, tim Indonesia yang dipastikan mengikuti LCA adalah Arema. Sementara beberapa klub juga diusulkan untuk mengikuti AFC Cup seperti Persiba Balikpapan, Persib Bandung, dan Persipura Jayapura.

Butuh Waktu Empat Minggu

Coach Sriwijaya FC, Ivan Venkov Kolev butuh waktu hingga empat minggu untuk mengembalikan kondisi fisik anak asuhnya. Ini setelah, kondisi fisik Keith Kayamba Gumbs dkk terlihat kedodoran pascalibur sepuluh hari. “Saat ini saya tidak bisa menjamin kondisi fisik pemain akan pulih seratus persen. Sebab, untuk mengembalikan kondisi pemain ini butuh waktu tiga atau empat minggu,” kata Ivan Kolev.

Sejak bergabung, Senin (15/11) lalu, seluruh pemain Sriwijaya mengalami penurunan fisik. Bahkan, saat coach Ivan Kolev menjalani tes fisik, hampir semua pemain “nyerah” dan tak bisa menjalani tes hingga akhir. Hanya ada beberapa pemain yang sukses hingga akhir. Seperti, Keith Kayamba Gumbs, Ponaryo Astaman, dan Mahyadi Panggabean.

Tes sendiri diberikan setelah pemain menjalani pemanasan selama 15 menit. Kemudian pemain diinstruksikan untuk berlari jarak pendek dalam hitungan detik. Bukan hanya berlari, tetapi pemain harus sprint bolak-balik dalam 15 detik selama 20 kali.

Dengan kondisi ini, wajar bila pelatih kelahiran Sofia, Bulgaria, 14 Juli 1957 ini berambisi untuk segera mengembalikan kondisi fisik anak asuhnya. Apalagi, Laskar Sriwijaya bakal menjalani beberapa pertandingan uji coba. Sehingga, mantan pelatih Timnas Indonesia ini tak mau anak asuhnya tampil memble pada laga uji coba nanti.

Tapi, misi Ivan Kolev untuk mengembalikan kondisi fisik anak asuhnya bakal sedikit sulit. Ini setelah beberapa pemain saat ini sedang tidak dalam keadaan fit. Pasalnya, ada beberapa pemain yang baru gabung dan masih mengalami cedera.

Seperti, Budi Sudarsono yang masih berkutat dengan luka kakinya yang sampai saat ini belum kunjung sembuh. Begitu juga dengan Gunawan Dwi Cahyo dan Rahmat Latif sedikit bermasalah dengan otot pahanya. Dan kiper Andi Irawan baru saja sembuh dari sakit.

Nah, untuk keluar dari masalah ini, mantan pelatih Persija Jakarta ini akan mencoba mencari alternatif. Seperti, akan memberikan porsi latihan khusus kepada pemain yang terlambat datang maupun yang baru sembuh dari cedera. “Untuk saat ini masih belum ada agenda itu. Tapi, kalau itu memang diperlukan, maka kami akan lakukan itu,” pungkas mantan pelatih Persipura Jayapura itu.

Cari Blog Ini

Arsip Blog

Diberdayakan oleh Blogger.

Label

Laporkan Penyalahgunaan

Halaman

Mengenai Saya

Entri yang Diunggulkan

Sriwijaya FC Hadapi Pusamania di Semi Final PGK

Sriwijaya FC akhirnya harus puas sebagai runner up Grup B, dengan koleksi 6 poin dari tiga pertandingan. Setelah dilaga terakhir takluk...

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *