Main Optimal

Sriwijaya FC kembali melakoni laga uji coba jeda dua bulan kompetisi. Sore ini (30/11) tim berjuluk Laskar Wong Kito itu, dijadwalkan akan mencoba kekuatan Persime Muara Enim di Stadion Utama Sekundang Bara, Muara Enim. Head coach Ivan Kolev menyebut laga uji coba ini teramat penting.

Menurutnya, paling tidak bisa untuk mengembali peforma anak didiknya paska hasil buruk saat ditahan imbang PS AD 1-1 di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring (25/11) lalu. ”Uji coba kali ini bisa membantu kami. Setidaknya bisa menjadi barometer untuk menjadikan bahan evaluasi kedepan sebelum kembali berkompetisi,” kata Kolev kemarin (29/11).

Pelatih asal Sofia, Bulgaria itu juga tidak mempermasalahkan kekuatan calon lawan. Ya, Persime terbilang bukan lawan yang selevel bagi Sriwijaya. Bisa dilihat dari kasta kedua tim. Tim Bumi Sriwijaya berlaga di kompetisi tertingi Indonesia Super League (ISL) sedangkan tim Serasan Sekundang masih bergulat di Devisi III Liga Amatir Indonesia (LAI).

Tidak sampai disitu saja. Sriwijaya banyak dihuni oleh para pemain top Indonesia. Beberapa mantan pemain timnas dan lima pemain asing yang kualitasnya tidak diragukan lagi, sementara Persime hanya diisi oleh barisan pemain lokal. Sebagian besar dari mereka adalah pemain muda U-21 yang terjaring dari Liga Serasan 2010.“Untuk saat ini yang paling penting tim kami bisa melakukan uji coba,” tambah dia.

Lain halnya dengan punggawa Sriwijaya FC. Striker lokal Sumsel M Alfan justru optimis, timnya bakal menang mudah. Meski begitu mantan pemain PS Palembang tersebut engan memperkirakan berapa jumlah gol yang akan diciptakan timnya. “Kalau dilihat dari komposisi pemain sepertinya kami tidak akan kesulitan. Namun kami tetap tidak mengecilkan mereka dan tetap bermain dengan kemampuan terbaik,” timpal Alfan.

Oleh karena itu, Kolev, berharap Ponaryo Astaman dan kawan-kawan bisa bermain lepas dan mampu mengeksplorasi kemampuan terbaiknya. Bukan apa uji coba ini terbilang menjadi waktu yang tepat buat anak buahnya untuk bisa menujukkan peforma terbaiknya.

“Kami cukup yakin anak-anak akan bermain lebih jauh bila disbanding saat seri lawan PS AD. Mereka akan lebih termotivasi pada uji coba kali ini. Meski begitu kami tetap mengangap laga ini sebagai tidak lebih dari latihan biasa dan berharap tidak ada satu pemain pun yang cedera,” tukas dia.

Sementara itu Handono, Kepala Bidang Olahraga Dispora Muara Enim mengaku anak didiknya sedang berapi-api. Menurutnya, meski sulit untuk menang Adi Nurwandani dan kawan-kawan janji untuk menyuguhkan kemampuan terbaik. ”Kalau menang memang sangat sulit. Tapi anak-anak seperti sangat termotivasi,” timpal mantan pemain PS Palembang itu.

Antusiasme penonton Muara Enim untuk menyaksikan laga uji coba ini sangat tinggi. Sebanyak 4.000 tiket gratis sesuai dengan kapasitas stadion telah ludes dibagi-bagikan. Tingginya minat masyarakat untuk menyaksikan pertandingan sepak bola ternyata memunculkan isu tiket gratis tersebut dijual dengan harga Rp50 Ribu hingga Rp100 Ribu . “Tiket dibagikan gratis sesuai dengan kapasitas stadion. Tidak benar kami menjual tiket tersebut,” bantah Handono.

Read Also:

Related Posts
Disqus Comments