Minim Gol, Gumbs Cs Jadi Sorotan

Presiden Klub H Dodi Reza Alex melakukan evaluasi terhadap kinerja lini depan Sriwijaya F selama jeda kompetisi. Pasalnya, produktivitas gol skuad SFC di awal musim ini masih terbilang minim. Selain itu, pra evaluasi ini agar para pemain lebih bersemangat menghadapi pertandingan berat berikutnya.

“Banyak hal perlu dievaluasi dalam tubuh SFC, tetapi tidak untuk saat ini. Kita memberikan penilaian agar pemain mampu meningkatkan kinerjanya untuk putaran pertama 2010/2011 ini. Sedangkan evaluasi secara keseluruhan akan kita cari waktu yang tepat,” kata Dodi, Senin (8/11).
Pengusaha muda ini menilai, kinerja para pemainnya sejauh ini sangat memuaskan, namun

menurut dia dari 6 kali pertandingan Laskar Wong Kito baru berada di peringkat 9. Jika ingin bersaing maka harus ada perubahan sejak saat ini atau setelah SFC melewati masa jeda kompetisi. Keith Kayamba Gumbs dkk baru akan bertanding lagi menjamu Persib Bandung di Jakabaring 2 Januari mendatang.

Menurut Dodi, meski baru 6 pertandingan namun sejauh ini kinerja dan kontribusi para pemain sudah terlihat jelas.
Tetapi dalam hal mengontrol emosi para pemain, hal ini perlu menjadi perhatian agar tidak merugikan tim,” urai Dodi.

Menurut putra sulung Gubernur Sumsel Alex Noerdin ini, manajemen sudah memiliki agenda evaluasi dan penilaian untuk pra evaluasi yakni masih kurang tajamnya kinerja lini depan.
“Belakang dan tengah sudah bagus, tetapi lini depan memang belum terlihat, bandingkan dengan tim-tim lain seperti Arema dan Persipura yang mencetak lebih dari 10 gol, bahkan Persipura sudah 25 gol,” kata Dodi.

Kinerja lini depan seperti Kayamba, Park Jung Hwan, Budi Sudarsono dan Oktovianus Maniani menjadi sorotan, namun tetap diberikan kesempatan. Apalagi Budi yang menjadi salah satu ujung tombak andalan, tidak bisa diturunkan dalam empat pertandingan terakhir karena masih

bermasalah dengan kakinya pasca operasi dan terkena pecahan kaca beberapa waktu lalu.
Bandingkan dengan kinerja lini belakang, di mana SFC hanya kebobolan 6 gol, namun hanya mampu mencetak 6 gol. Kolaborasi dua asing, Claudiano dan Thierry Gathusi membuat pertahan SFC termasuk yang paling sulit ditembus lawan.

Dari enam pertandingan yang sudah dilakoni memang skornya minim. Di laga awal, SFC menyerah 1-3 dari Deltras Sidoarjo (29/9), kalah 0-1 dari Persela Lamongan (2/10), menang 2-1 atas PSM Makassar (17/10), dan Persiba Balikpapan di Jakabaring (21/10), menang 1-0 atas PSPS Pekan baru (30/10), dan seri 0-0 lawan Persija di Jakarta (3/11).

Direktur Teknik dan SDM SFC, Hendri Zainudin menambahkan, pra evaluasi sudah dilakukan, dan penilaian terhadap kinerja pemain ini akan diberlakukan usai putaran pertama. “Saat ini bisa dikatakan pra evaluasi terhadap kinerja pemain, jika hingga akhir putaran pertama tidak ada perubahan, maka manajemen dan pelatih akan melakukan evaluasi,” urai Hendri.

Read Also:

Related Posts
Disqus Comments