Pembuktian sang Arsitek

Perhatian publik sepak bola Indonesia dipastikan tertuju pada Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) Senayan, Jakarta, besok (3/11). Stadion berkapasitas 88 ribu itu menjadi venue duel Persija Jakarta v Sriwijaya FC dalam laga lanjutan Indonesia Super League (ISL) 2010/2011. Laga ini pantas ditunggu karena delapan amunisi Sriwijaya FC plus sang pelatih membelot perkuat panji tim asal ibu kota tersebut.

Sebut saja Hendro Kartiko, Ambrizal, I Gusti Ngurah Trisnajaya, Mohammad Nasuha, Octavianus. Selanjutnya Toni Sucipto, Precious Emeujeraye, Andri Tani, dan arsitek Rahmad Darmawan. Kiper Ferry Rotinsulu juga nyaris ikuti jejak Rahmad sebelum akhirnya putuskan bertahan di Palembang dengan alasan keluarga. Selain Ferry, Bobby Satria, Ponaryo Astaman, dan Arif Suyono merupakan mantan anak asuh Rahmad yang memilih bertahan di Sriwijaya FC.

Gelandang Sriwijaya FC (SFC) Ponaryo Astaman mengaku tak masalah jika harus bentrok melawan mantan rekan. Sekalipun mereka memiliki histori sendiri di SFC karena rata-rata sudah perkuat tim selama tiga musim. Justru laga ini bakal dijadikan momen spesial. Yakni, sebagai ajang pembuktian. Bahwa Sriwijaya juga bisa menang dan juara tanpa mereka.

”Tapi, mereka juga pasti memiliki misi sama juga bisa menang dan juara di luar Sriwijaya FC. Tapi gak masalah, kami sudah siap untuk menang dan menunjukkan kepada publik sepak bola bahwa Sriwijaya FC juga bisa menang dan juara tanpa mereka,” tukas Ponaryo usai latihan pagi di Lapangan Tenis Hotel Santika, Petamburan, Jakarta Pusat, kemarin (1/11).

Karena itulah, mantan gelandang Persija ini tak menampik bahwa laga nanti bakal berlangsung ketat. Tanpa ada embel-embel emosional saja, menurutnya, pertemuan kedua tim berlangsung seru. Apalagi, dibumbui pembelotan beberapa pilar. ”Yang pasti kami tak akan canggung melawan mereka. Kami berburu poin untuk mengatrol peringkat di klasemen. Ini pertandingan terakhir kami sebelum libur. Sangat menggembirakan jika bisa menutupnya dengan kemenangan,” tegas mantan pilar Arema Indonesia ini.

”Tak hanya Pak Rahmad, semua pemain yang pindah ke Persija teman saya. Tapi, kami harus profesional. Kami harus menangkan setiap pertandingan untuk menjadi juara. Karena itulah tujuan saya di Sriwijaya FC,” koar kapten tim Sriwijaya FC Keith Kayamba Gumbs kemarin (1/11).

Toni Sucipto merasa kupingnya panas mendengar komentar rekannya yang masih berkostum Sriwijaya FC itu. Dia pun ingin membungkamnya ketika bersua di SUGBK besok. Ini untuk membuktikan bahwa pilihannya pindah ke Persija bukan langkah yang salah.

”Saya justru lebih tertantang melawan mereka di pertandingan nanti. Ada rasa untuk membuktikan diri bahwa kami juga bisa menang dan juara di luar Sriwijaya FC,” tandas Toni ketika dihubungi kemarin (1/11).

Namun, dia tak menampik bahwa hingga kini masih kepikiran Sriwijaya FC. Terutama momen-momen manis kala mengangkat trofi. Diawali musim 2007 dengan menyabet double winners, selanjutnya dua trofi Piala Indonesia di dua musim berikutnya.

Pelatih Persija Rahmad Darmawan menilai, Sriwijaya FC saat ini tidak mudah ditaklukkan. Ini karena secara materi, dari depan hingga belakang berstatus timnas dan eks timnas. ”Skuad mereka saat ini lebih bagus dari era saya dari skill individu. Jadi tak gampang kalahkan mereka. Butuh kerja keras dan kondisi fisik yang prima,” tukasnya.

Begitu juga dengan Ivan Kolev pelatih Sriwijaya FC jelas akan membuktikan dirinya berhak layak menduduki kursi kepelatihan yang sebelumnya ditinggalkan si empu, Rahmad Darmawan.

Tekad pembuktian Kolev terbuka lebar di laga big match nanti. Sebab, Sriwijaya sendiri mempunyai modal besar untuk menumbangkan Macan Kemayoran (julukan Persija). Ini setelah Laskar Wong Kito (julukan Sriwijaya FC) sudah mulai terbebas dari keterpurukan saat bermain di laga away. Hal itu dibuktikan saat Laskar Sriwijaya mampu menumbangkan musuh bebuyutan PSPS Pekanbaru, dengan skor 1-0 di Stadion Kaharuddin Nasution, Rumbai (30/10) lalu. Praktis, kemenangan itu menjadi spirit baru bagi Keith Kayamba Gumbs dkk untuk melumat Persija.

”Persija tim yang bagus dan mempunyai pelatih hebat. Dia (RD) sudah membuktikannya saat bersama SFC. Tapi, kami akan mencoba mampu memberikan yang terbaik bagi Sriwijaya,” lanjutnya. (kmd/mg43)


Head to head Persija V Sriwijaya FC
* 8 Mei 2010 Sriwijaya FC 0 - 0 Persija
* 19 Feb 2010 Persija 1 - 0 Sriwijaya FC
* 13 Jan 2010 Sriwijaya FC 1 - 1 Persija
* 10 Mei 2009 Persija 3 - 4 Sriwijaya FC
* 10 Agu 2008 Sriwijaya FC 1 - 2 Persija

Read Also:

Related Posts
Disqus Comments