Punya Jiwa Pemimpin

Gelandang Sriwijaya FC, Firman Utina mendapat kepercayaan besar dari pelatih timnas Indonesia Alfred Reidl. Mantan pemain Pelita Jaya ini diberi tugas dengan menyandang ban kapten saat melawan Timor Leste pada laga uji coba, di stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring kemarin (21/11).

Menurut coach Alfred Reidl, pemberian ban kapten kepada Firman Utina lantaran bermain di tengah serta mempunyai jiwa pemimpin yang besar dan bisa mengayomi teman-temanya.

“Dia (Firman, red) mempunyai kualitas yang bagus dalam bermain. Firman juga lebih tenang dan mempunyai naluri kepemimpinan yang tinggi. Saya lebih memilih Firman saat Bambang tidak kami turunkan,” kata Alfred Reidl usai pertandingan, kemarin (21/11).

Firman sendiri dinobatkan sebagai kapten tim Merah Putih (timnas Indonesia) setelah sang empunya Bambang Pamungkas tidak turun dari menit awal. Bambang sendiri diturunkan oleh Alfred pada babak kedua pada menit ke-57 menggantikan Cristian Gonzales. “Sebenarnya pilihan utama memegang ban kapten adalah Bambang Pamungkas. Tapi, bila Bambang tidak turun dari menit awal, maka pilihan kedua Firman Utina,” sambungnya.

Wajar bila Reidl memilih Firman Utina sebagai pengatur serangan. Ya, sepanjang pertandingan, mantan pemain Persija Jakarta ini selalu bergerak mobile. Tak jarang membantu serangan dan juga turun untuk membantu lini pertahanan.

Gaya permainannya yang ngotot dan lincah yang di topang skill individu menjadi modal bahwa Firman layak menjadi kapten tim Garuda Senior (julukan timnas Indonesia senior).

Sementara itu, bagi Firman meski dirinya merupakan salah satu pemain senior di timnas, tak membuatnya besar kepala. Pemain terbaik Copa Indonesia 2005 ini mengaku masih butuh adaptasi. “Meski di timnas saat ini banyak pemain muda, tapi kualitas mereka juga bagus. Ini juga yang membuat saya harus mengimbangi serta beradaptasi dengan mereka,” ujarnya.

Read Also:

Related Posts
Disqus Comments