• Sama - sama Pincang

    Sriwijaya FC dan Persija Jakarta bakal kehilangan pilar penting pada laga bigmatch besok (3/11). Sriwijaya FC tidak diperkuat oleh Supardi dan Firman Utina yang mendapat akumulasi kartu. Dengan kondisi ini, membuat kekuatan Sriwijaya tidak pada sebenarnya.

    ”Dari pertama kompetisi dimulai, kami selalu kehilangan tiga sampai empat pemain. Hingga saat ini pun masih ada pemain yang hilang, tapi untung pemain yang kemarin terkena akumulasi kartu bisa diturunkan lagi,” kata pelatih Sriwijaya FC, Ivan Kolev.

    Dengan absenya dua pilar terbaik ini, membuat pelatih kelahiran Sofia, Bulgaria, 14 Juli 1957 ini harus memutar otak. ”Lawan Persija nanti, mungkin kami banyak absen pemain-pemain penting. Apa yang sudah kami persiapkan dari awal, harus kami perbaiki lagi di Jakarta nanti,” sambungnya.

    Sementara itu Persija Jakarta masih optimistis bisa jaga keangkeran SUGBK, Senayan, Jakarta. Sekalipun, di laga ini tim berjuluk Macan Kemayoran minus dua pilar.
    Gelandang Syamsul Chaeruddin dan bek Precious Emuejeraye harus diparkir akibat akumulasi kartu kuning.
    Ini karena Arsitek Persija Rahmad Darmawan sudah temukan ramuan yang pas tanpa mereka. Toni Sucipto bakal dikembalikan ke posisi semula. Toni yang sebelumnya diberi tugas baru sebagai bek, kini diminta memback up pos yang ditinggalkan Syamsul. Eks pilar Sriwijaya FC ini akan berduet dengan Oliver makor di lini tengah.
    Sedangkan untuk pengganti Precious, arsitek yang karib disapa RD ini akan menggeser Ambrizal. Bek asal Pekanbaru yang sebelumnya menjadi bek kanan ini akan bertugas sebagai center bek berduet dengan Erick Bayemi, Ismed Sofyan, dan Ahmad Marzukih.

    ”Kurang lebih seperti itu. Tapi, saya masih menunggu kesiapan Ismed. Apakah dia sudah sembuh total dari cedera engkel. Begitu juga dengan kesembuhan M. Nasuha. Saya hanya ingin turunkan pemain dalam kondisi 100 persen,” tukas RD.
    Toni sendiri siap dengan tugas yang akan diberikan RD. Dia juga mengaku tak akan canggung jika harus berduel amankan lini tengah dengan seniornya, Ponaryo Astaman. Sebab, ini bukan kali pertama dia adu skil dengan eks pemain Persija tersebut.
    ”Secara umur, Ponaryo memang senior saya tapi ini bukan kali pertama saya adu skill dengannya. Ketika Ponaryo di Arema dan Persija dulu, saya juga sudah pernah beradu skill di lini tengah. Jadi kenapa harus takut,” tukas Toni.

    Di tengah kesiapan lini tengah dan belakang, ada kabar kurang mengenakkan dari barisan depan Persija. Di laga nanti, Persija masih harus bersabar untuk bisa menurunkan striker impornya, Agu Casmir. Ini karena bomber Timnas Singapura tersebut masih terganjal regulasi.

    ”Secara administrasi dia memang tidak ada masalah asal Persija sudah selesaikan masalah dengan klub terakhirnya. Tapi, Agu pernah bermasalah dengan Persija musim 2006 lalu. Saat itu dia dikenai persona non grata yang berarti masuk daftar cekal di Indonesia. Jika dia memaksa ya harus dideportasi,” ujar Sekretaris PT Liga Indonesia Tigor Shalomboboy kemarin (1/11).

    Pada 2006 lalu, Agu menjalin kerja sama dengan Persija. Hanya, dia langsung melarikan diri ke Singapura dengan membawa lari uang muka kontrak jadi dari Persija sebesar Rp186 juta. Alasannya kala itu, dia takut main di Indonesia setelah melihat kualitas lapangannya buruk. Akibat ulahnya itu, diminta mengembalikan uang tersebut dan namanya masuk daftar cekal di Indonesia.
  • Klasmen Sriwijaya FC

    Klasmen Go-Jek Traveloka Liga 1 2017/2018.

    Alamat

    Palembang, Sumatra Selatan

    EMAIL

    atobelitang@gmail.com