SFC Serahkan 9 Butir Protes

Meski mengimbau untuk tidak melakukan balasan terhadap kelakuan para pendukung PSPS Pekanbaru, namun manajemen Sriwijaya FC tetap melayangkan surat protes atas jalannya pertandingan, karena Gumbs cs tidak cukup mendapatkan rasa aman selama pertandingan berlangsung.



Seperti disampaikan Asisten Manajer Jamaludin SFC secara tertulis, ada sembilan butir protes yang menjadi dasar laporan. Pertama Paniti pelaksana pertandingan PSPS Pekanbaru tidak mampu memberikan rasa aman, terutama di babak kedua. Kedua, beberapa orang pemain dan ofisial SFC terkena lemparan botol kemasan, botol kaca dan batu pada saat 20 menit terakhir di babak kedua.

Selanjutnya butir ketiga, manajemen menyampaikan pada saat pertandingan terhenti, komisaris pertandingan memanggil manajer kedua tim, pada saat komisaris pertandingan berbicara, satu orang panpel pertandingan melakukan intimidasi dengan cara hendak memukul Asisten Manajer, Jamaludin.
Kemudian keempat, para saat pertandingan dihentikan, walikota Pekanbaru bersama rombongan sempat mendatangi bangku cadangan Tim SFC dan memberikan petunjuk kepada manajer/pelatih Ivan Kolev dan ofisial lainnya, dan ikut menganakan SFC dan beberapa menit turut duduk di bangku cadangan Tim SFC.
Kelima, beberapa oknum yang memakai tanda paniti pertandingan, ketika mendampingi Walikota mengancam dengan perkataan berkaitan dengan keselamatan SFC, keenam, pada saat pertandingan selesai dan menuju ruang ganti, para pemain dan ofisial SFC kembali mendapatkan lemparan botol plastik, botol kaca, kursi dan batu.

Ketujuh, ketika beberapa menit memasuki ruang ganti lampu stadion tiba-tiba mati sehingga suasana tidak kondusif dan mencekam, namun pihak kepolisian setempat berhasil mengamankan situasi, delapan, bus yang ditumpangi SFC mengalami pecah kaca di bagian kiri dan kanan jendela, ketika bus bergerak keluar stadion, bahkan selama perjalanan menuju jalan utama. Barulah memasuki kota Pekanbaru, perjalanan SFC aman berkat adanya tambahan pengawalan dari kepolisian setempat dan koordinator suporter Asykar Theking.
Selanjutnya butir kesembilan, setelah tiba di hotel beberapa pendukung suporter PSPS sempat meneriaki SFC dari luar hotel dengan kata-kata yang tidak pantas, sehingga SFC merasa tidak nyaman dan tidak bisa keluar untuk beberapa keperluan tim.

Presiden Klub H Dodi Reza Alex mengatakan, laporan ini langsung dilayakan pihak manajemen kepada PSSI dan berharap PSSI bersikap tegas agar kejadian yang sama tidak terulang.

"Ini tidak fair, para pemain bertanding tidak nyaman, begitu juga saat pulang ke hotel, intimidasi pelemparan batu oleh suporter, kami harap PT Liga bertindak tegas atas kejadian ini sehingga tidak lagi terulang di kemudian hari," kata Dodi.

Read Also:

Related Posts
Disqus Comments