Follow Us:

RSS

We Are Sriwijaya FC

Launching
comeback
launchpad

Jumat, 31 Desember 2010

Kolev Isyaratkan Lepas Park - Mu

Manajemen dan pelatih Ivan Kolev mengisyaratkan segera melepas dua pemain asing Asia Park Jung Hwan dan Yong Jie Mu. Isyarat ini diperlihatkan Kolev ketika menyatakan mencari pemain asing Asia terbaik diputaran kedua. Sementara pihak manajemen terus mendatangkan pemain asing asal Asia untuk diseleksi.

"Kita memang terus mencari pemain yang terbaik untuk tim. Putaran kedua ini merupakan kesempatan terbaik untuk membenahi semua lini terutama untuk pemain asing Asia," urai Direktur Teknik dan SDM PT SOM, Hendri Zainudin, Jumat (31/12).

Hendri menjelaskan, pihaknya juga tengah mencari pemain asing Asia dari klub-klub peserta ISL yang kini memilih berkompetisi di Liga Primer Indonesia (LPI) seperti PSM Makasar, Persibo Bojonegoro dan Persema Malang. "Saat ini belum bisa disebutkan namanya, sebab masih dalam tahap penjajakan, jika nanti sudah sepakat akan kita beritahukan," urai Hendri.

Isyarat soal dilepasnya Park dan Mu terlihat dari pernyataan pelatih Ivan Kolev. Pria asal Bulgaria ini bahkan menegaskan sangat sulit mencari pemain asing Asia berkualitas.

"Makanya kita terus lakukan seleksi, kita akui kuota sudah ada. Tetapi jika ada yang terbaik untuk SFC maka tidak menutup kemungkinan kita ambil pemain itu," jelasnya.

Rudi Widodo Perkuat SFC

Proses negosiasi manajemen Sriwijaya FC dengan Rudi Widodo berjalan mulus. Mantan pemain Persibo Bojonegoro ini sepakat memperkuat Sriwijaya FC hingga akhir musim kompetisi 2010/2011. "Rudi dipastikan Minggu ke Palembang, kita sudah sepakat. Sementara Samsul berubah pikiran," kata Hendri Zainudin, Direktur Teknik dan SDM PT Sriwijaya Optimis Mandiri (SOM), Jumat (31/12).

Menurut Hendri, Rudi Widodo adalah pemain yang direkomendasikan Kolev untuk mengisi lini depan. Dia sepakat dengan harga sekitar Rp 400 juta untuk satu musim bersama SFC.

Secara terpisah teman dekat Rudi Widodo, Ade membenarkan pemain yang pernah mengikuti seleksi bersama SFC, tetapi tidak jadi bergabung bersama Laskar Wong Kito.

"Setelah Persibo pindah ke LPI, dia memang ingin pindah ke SFC. Kerelaannya mengikuti seleksi ketika itu merupakan bentuk keseriusannya," ujar Ade.

Gums Cs Latihan Fitnes

Sriwijaya FC memilih menggelar fitnes di Aryaduta sebagai program lanjutan untuk persiapan menghadapi Liga Super Indonesia (ISL). Ivan Kolev menginginkan anak asuhnya meningkatkan kebugaran dan lebih enjoy setelah mengikuti serangkaian program latihan berat.

"Sore ini kita menggelar fitnes sebagai bagian program persiapan menghadapi ISL. Pemain harus mendapatkan variasi latihan agar tetap bugar," jelas Kolev Jumat (31/12).

Menurut pelatih asal Bulgaria ini, sangat penting menjaga kebugaran pemain. Pengunduran jadwal lawan Persib Bandung menjadi 12 Januari 2011 mendatang menjadi berkah bagi Laskar Wong Kito, tetapi Kolev justru harus memprogram ulang beberapa latihan untuk anak asuhnya hingga dua pekan mendatang.

"Kita diuntungkan karena pemain yang cedera bisa berangsur pulih, sehingga kita bisa mempersiapkan pertandingan dengan lebih baik apalagi pemain Timnas juga sudah bergabung saat pertandingan nanti," jelasnya.

Samsul Arif Dan Rudi Widodo Segera Bergabung Dengan Sriwijaya FC

Amunisi baru akan segera didatangkan manajemen Sriwijaya FC untuk memperbaiki lini depan. Mantan pemain pemain Persibo Bojonegoro, Samsul Arif dan Rudi Widodo, akan menjadi kekuatan baru Laskar Wong Kito pada laga lanjutan Superliga musim ini.

Manajemen klub mengaku telah menemukan kesepakatan nilai kontrak kerja dengan kedua pemain itu, sehingga dapat direkrut dalam waktu dekat.

"SFC sudah sepakat soal harga dengan Syamsul dan Rudi. Harga keduanya berkisar antara Rp 400 juta-500 juta hingga akhir musim," kata presiden klub H Dodi Reza Alex , Jumat (31/12).

Menurut Dodi, manajemen klub akan segera mendatangkan kedua pemain itu, supaya dapat diturunkan saat menghadapi Persib Bandung di Palembang.

"Saat ini manajemen SFC sedang mengurus masalah administrasi kedua pemain itu. Jika sudah selesai, keduanya akan segera datang ke Palembang," ujar dia.

Dia menerangkan, mundurnya Persibo dari kompetisi Superliga Indonesia membuat kedua pemain itu dianggap tidak memiliki klub oleh pihak PT Liga Indonesia, otoritas penanggungjawab kompetisi Superliga.

"Karena dipandang tidak memiliki klub maka Samsul dan Rudi dalam keadaan bebas dan dapat direkrut oleh klub manapun. Sehingga keduanya dapat langsung diturunkan saat menghadapi Persib nanti," kata putra sulung Gubernur Sumatera Selatan ini.

Sementara itu, pelatih Ivan Kolev menyambut gembira keberhasilan manajemen menemukan kesepakatan dengan kedua pemain itu.

"SFC memang membutuhkan penyerang untuk menambah daya gedor SFC. Saya berharap keduanya dapat segera bergabung," ujar dia.

Berharap “SFC” Bisa Seperti “Kramayudha Tiga Berlian Palembang”

25 Tahun yang lalu tepatnya pada hari selasa 29 Oktober 1985 di stadion Prince Sultan Bin Fahd, Jeddah Saudi Arabia. Nama INDONESIA berkibar persisnya usai Klub Asal Palembang ”Kramayudha Tiga Berlian Palembang ”menyabet juara 3 Liga Champions Asia”. (LCA) edisi 1985/1986 (waktu itu masih bernama Asian Club Championship). Kramayudha Tiga Berlian ( KTB) adalah Tim Asli Palembang inilah satu satunya Klub Raksasa Indonesia yang tenar di Asia pada waktu itu. Setelah 25 Tahun berlalu sampai sekarang tak ada lagi Klub Indonesia yang bisa mengulanginya.

Penerus KTB di Palembang sekarang adalah Sriwijaya FC. Tapi akankah Sriwijaya FC bisa seperti KTB”...??? mengingat SFC akan mengikuti Play off Liga Champions Asia 2011 minimal sekarang SFC harus lebih baik dari sebelumnya di Liga Champions Asia pada musim 2011 nanti.

Kramayudha Tiga Berlian (KTB) memang fenomenal dengan pernah tampil di Liga Champions Asia tiga kali berturut turut yaitu pada tahun 1985/1986, 1986/1987, 1987/1988. waktu itu KTB mampu mengalahkan klub asal syiria, al ittihad (Alepo) 1-0 melalui gol Zulkarnain Lubis. Sepanjang babak penyisihan KTB tidak terkalahkan. Bahkan sukses menjadi juara grub di Liga Champions Asia. Mengunguli klub Thailand Bangkok Bank, Tiong Bahru CSC Singapura, Mallaca AFA Malaysia dan APD Brunai.

Dan di kompetisi domestik di Liga Indonesia pada waktu itu Kramayudha Tiga Berlian Palembang (KTB) juga mampu meraih prestasi mengkilap dengan banyak meraih kemenangan dan hanya kalah 2 kali di partai tandang di Liga domestic dengan statistic surplus golnya 21 produktifitas 1,625 gol percaps.

DAFTAR PRESTASI WAKIL INDONESIA DI ”LCA”

1970 : PSMS Medan (Juara ke 4)
1985/86 : KTB Palembang (Juara 3)
1986/87 : KTB Palembang (8 besar)
1987/88 : KTB Palembang (8 besar)
1988/89 : Niac Mitra (8 Besar)
1989/90 : Pelita Jaya (semi final)
1990/91 : Pelita Jaya (Juara 4)
1991/92 : Pelita Jaya (32 Besar)
1992/93 : Arseto Solo (7 Besar)
1993/94 : Arema Malang (12 Besar)
1994/95 : Pelita Jaya (16 Besar)
1995/96 : Persib Bandung (8 besar)
1996/97 : PSM Makassar (32 besar)
1997/98 : Persebaya (32 Besar)
1998/99 : klub Indonesia tidak ikut
1999/00 : PSIS (32 Besar)
2000/01 : PSM Makassar (8 besar)
2001/02 : Persija Jakarta (32 besar)
2002/03 : Persita & Petrokimia (8 besar)
2004 : Persik & PSM (32 besar)
2005 : Persebaya & PSM (32 besar)
2006 : Klub Indonesia Tidak Ikut
2007 : Persik & Arema (32 besar)
2008 : Klub indonesia Tidak Ikut
2009 : Sriwijaya FC Palembang (32 Besar)
2010 : Persipura (32 besar)
2011 : Aremaa dan "Sriwijaya FC (Playoff)"


Sangat jauh berbanding terbalik dengan Klub sepakbola indonesia sekarang yang Cuma sekedar jadi penggembira di Liga Champions Asia dan AFC Cup. Semoga saja suatu saat nanti Sriwijaya FC akan mampu menyamai prestasi Krama Yudha Tiga Berlian (KTB) Palembang.

Buktikan di SEA Games

Kiprah Oktovianus Maniani pada pagelaran Suzuki AFF Cup 2010 cukup mencengankan publik. Winger Sriwijaya FC itu, selalu masuk starting eleven, tampil konsisten serta punya kontribusi luar biasa terhadap lini depan timnas Indonesia. Bahkan, pemain asal Papua itu, sukses ciptakan gol ke gawang Laos saat tim Garuda (julukan timnas Indonesia) menang telak 6-0.

Meski pun demikian Okto begitu akrab disapa tetap tidak besar kepala. Pemilik tinggi 159 cm itu, mengaku masih banyak kekurangan. Bahkan, dia janji tahun depan untuk lebih baik lagi. ”Ini menjadi musim pertama saya bersama timnas Indonesia. Tidak pernah saya pikir sebelumnya jika saya bisa masuk tim inti, dipanggil saja sudah syukur,” kata Okto(30/12).

Untuk bisa tampil lebih maksimal mantan pemain PSMS Medan itu ingin belajar dengan pemainn idolanya Boaz Solossa. Menurutnya Boaz punya skill dan kepercayaan diri yang sangat bagus saat aksi di lapangan. ”Dari kecil saya sudah mengidolakan Boaz. Dia saya anggap kakak. Saya ingin belajar banyak dari dia,” tambah pemuda kelahiran 27 Oktober 1990.

Okto mengaku kecewa pada final leg kedua di Stadion Utama Gelora Bung Karno tidak bisa main akibat akumulasi kartu kuning. Walau demikian dirinya tetap terhibur lantaran Merah-putih berhasil kalahkan Malaysia 2-1. ”Saya tetap bangga. Apalagi teman-teman main all out. Meskipun hasil yang kami capai masih jauh dari yang kami inginkan,” tambah dia.

Oleh karena itu, bila kembali dipercaya Okto bertekad harumkan nama bangsa di even SEA Games XXVI Indonesia 2011. Dia optimis Garuda junior atau timnas U-23 akan sukses menjadi yang terbaik, mengingat bakal bertindak sebagai tuan rumah. ”Mungkin kesempatan timnas Indonesia untuk raih emas SEA Games sangat besar. Namun tetap butuh perjuangan dan kerja keras dari semua pihak, baik pemerintah, PSSI maupun masyarakat Indonesia,” tukasnya.

Langsung Fokus Pra - Olimpiade

Usai gagal berikan trofi juara di Piala AFF 2010, skuad Timnas Indonesia dibubarkan. Sebelum kembali ke rumah masing-masing, kemarin skuad Merah Putih dijamu makan siang oleh apparel Pasukan Garuda di sebuah restoran di Senayan City, Jakarta. Pemain baru benar-benar mensterilkan Hotel Sultan, mulai pukul 15.00 WIB.

Dari sekian pemain, hanya Markus Haris Maulana yang masih menetap di hotel. Dia berencana melaksanakan bulan madu bersama sang istri, Kiki Amalia, sambil merayakan tahun baru di Ibu Kota. Maklum, pasangan selebriti dan kiper Timnas ini belum sempat bulan madu karena usai menikah Markus langsung fokus jaga gawang Merah Putih di Piala AFF 2010.

Sementara pelatih Alfred Riedl kembali ke apartemennya di kawasan Senayan. Sedangkan asistennya Wolfgang Pikal terbang ke Bali besok. Namun, jatah libur mereka gak panjang. Pemain akan kembali ke klub untuk berkompetisi di ISL, sementara Riedl harus menyiapkan program untuk membawa Pasukan Garuda hadapi Turkmenistan di Pra-Olimpiade 2012 London usai dipertahankan PSSI meski gagal berikan trofi juara di Piala AFF 2010. Sebab, Indonesia sudah ditunggu Turkmenistan pada 23 Februari dan 3 Maret 2011.

”Program untuk Pra-Olimpiade akan dimulai awal tahun depan. Kami harus melakukan seleksi secepatnya untuk pemain kelahiran 1989,” ungkap Asisten Pelatih Timnas Wolfgang Pikal kemarin (30/12).

Untuk hadapi pertarungan itu, Riedl butuh sekitar 22 hingga 23 pemain. Untuk mencari pemain yang cocok, pihaknya akan melakukan seleksi pemain dua tahap di Jakarta. Seleksi pertama dilakukan selama tiga hari mulai 7-9 Januari 2011. Kemudian dilanjutkan pada 11-13 Januari 2011.

Saat ini, pihaknya mengklaim sudah kantongi 52 nama calon penghuni Timnas U-23 untuk Pra-Olimpiade. Pemantauan juga dilakukan di Divisi Utama selain ISL. Setidaknya ada 10 nama yang kini berstatus perkuat tim Divisi Utama. Selain itu, Kim Kurniawan juga masuk di dalamnya. Gelandang blasteran Jerman-Indonesia itu diharapkan mampu bersaing dengan pemain muda lainnya usai dinaturalisasi.

”Kami juga sedang menunggu perkembangan dari BTN terkait proses naturalisasi tiga hingga empat pemain dari Belanda. Tapi, mayoritas tetap diisi pemain binaan asal ISL U-21,” ujarnya.

Pikal juga tak menampik pemain yang menghuni skuad Piala AFF 2010 ada yang dapat posisi di skuad Pra Olimpiade. Misal, Kurnia Meiga, Yongki Aribowo (Arema), Oktovianus Maniani (Sriwijaya FC), dan Irfan Bachdim (Persema). Keempat pemain ini kualitasnya sudah diketahui selain karena umurnya yang masih di bawah 23 tahun.

Diakuinya, Kurnia memiliki postur ideal sebagai kiper utama. Dengan masuknya empat pemain itu, saat ini dia sedang mencari pemain sayap yang memiliki kecepatan untuk mengimbangi akselerasi Oktovianus Maniani di sayap kiri. Selain itu juga gelandang yang mobile. ”Kami ingin targetkan lebih di Pra-Olimpiade. Jadi kami butuh pemain bagus termasuk di posisi bek. Pemain belakang harus punya kecepatan selain pintar membaca arah serangan lawan,” tukasnya.

Karena program ini merupakan bagian dari persiapan SEA Games 2011, Riedl juga memasukkan jadwal uji coba internasional. Dan, ini yang akan dijembatani PSSI dengan mengadakan turnamen U-23 ASEAN pada Juni di Jakarta. ”Uji coba internasional itu sedang kami rancang. Nantinya, tak hanya diikuti tim U-23 saja, Kalau ada Timnas Senior juga gak masalah,” ucap Sekjen PSSI Nugraha Besoes seperti dilansir situs PSSI.

Kolev Berikan Libur Pemain Timnas

Pelatih Sriwijaya FC, Ivan Kolev, memberikan libur selama empat hari mulai 30 Desember 2010 sampai 2 Januari 2011 kepada lima pemainnya yang memperkuat Tim Nasional Indonesia pada final Piala AFF 2010.

"Saya memaklumi kondisi para pemain yang memperkuat timnas, sehingga memberikan libur selama empat hari," kata pelatih itu di Palembang, Kamis.

Pada ajang Piala AFF, Sriwijaya mendelegasikan lima pemain untuk memperkuat timnas. Kelimanya adalah Arif Suyono, Muhammad Ridwan, Firman Utina, Oktovianus Maniani, dan Ferry Rotinsulu.

Kolev mengharapkan libur itu dimanfaatkan para pemain timnas dari Sriwijaya FC untuk mengunjungi keluarga dan mengembalikan kebugaran. "Setelah menjalani pertandingan berat dan penuh tekanan, sudah sepatutnya para pemain Sriwijaya yang memperkuat timnas diberikan libur. Justru dengan memberikan libur, akan mempercepat proses kebugaran mereka," ujar mantan pelatih timnas Indonesia ini.

Dia menyadari para pemain itu memerlukan waktu untuk beristirahat dan berkumpul bersama keluarga. "Mereka perlu mengembalikan kondisi fisik dan mental dengan berlibur," ujarnya.

Kolev Siapkan Program Khusus untuk Firman Utina cs

Pelatih Sriwijaya FC, Ivan Kolev, sudah mempersiapkan program khusus bagi pemain Sriwijaya FC yang baru saja memperkuat timnas Indonesia. Ada lima pemain Sriwijaya FC yang dipanggil untuk membela tim Merah Putih di kancah Piala AFF 2010 yang berakhir pada Rabu (29/12) kemarin.

“Untuk urusan teknik, saya sama sekali tidak khawatir. Tapi, untuk masalah fisik, saya perlu menyiapkan program khusus untuk mengembalikan kebugaran para pemain yang telah memperkuat timnas,'' kata Kolev.

Kelima pemain Sriwijaya yang memperkuat timnas adalah kiper Ferry Rotinsulu, Firman Utina, Muhammad Ridwan, Oktovianus Maniani dan Airf Suyono. Mereka akan kembali berlaga di laga Liga Super Indonesia dengan langsung menghadapi lawan berat Persib Bandung. Pemain Maung Bandung, sebutan bagi Persib, juga banyak dipanggil timnas seperti striker Cristian Gonzales, Eka Ramdani, Maman Abdulraman dan penjaga gawang Markus Horison.

Kolev yakin kelima pemainnya itu bisa langsung menyesuaikan diri saat bergabung dengan klub. Apalagi, permainan mereka bersama timnas Indonesia sangat bagus. Firman Utina, yang ditunjuk sebagai kapten timnas Indonesia, berhasil meraih penghargaan Pemain Terbaik Piala AFF 2010 dan berhak menerima hadiah sebesar 10 ribu dollar AS.

Laga Bigmatch Sriwijaya Lawan Persib Ditunda

Laga lanjutan Liga Super Indonesia (LSI) antara Sriwijaya FC melawan Persib Bandung yang dijadwalkan berlangsung di Stadion Gelora Sriwijaya, Palembang, pada 2 Januari 2011, ditunda.

Direktur Teknik Sriwijaya FC, Hendri Zainuddin, mengatakan, “Kami mendapat informasi bahwa pertandingan melawan Persib pada 2 Januari ditunda. Lalu, kami cek ke BLI benar bahwa pertandingan ditunda sampai waktu ditentukan kemudian.”

Menurut Faisal Mursyid, Sekretaris PT Sriwijaya Optimis Mandiri (SOM) perusahaan pengelola Sriwijaya FC, salah satu alasan penundaan karena berdekatannya waktu pertandingan laga final kedua Piala AFF 2010 pada 29 Desember 2010 dan pertandingan Sriwijaya FC melawan Persib pada 2 Januari 2011.

“Dimana dua klub ini pemainnya banyak yang bergabung dengan tim nasional. Untuk jadwal penggantinya, Badan Liga Indonesia belum memberi tahu kapan laga Sriwijaya FC melawan Persib di Palembang akan dipertandingkan. Kita masih menunggu surat dari BLI,” ujarnya.

Pada tim nasional Indonesia yang berlaga di Piala AFF 2010, ada lima pemain Sriwijaya FC yang bergabung: penjaga gawang Ferry Rotinsulu, Firman Utina, M Ridwan, Oktovianus Maniani dan Airf Suyono. Sementara pemain Persib di tim nasional ada Cristian Gonzales, Eka Ramdani, Maman Abdulraman dan penjaga gawang Markus Horison.

Sementara itu dalam website www.liga-indonesia.co.id, pertandingan Sriwijaya melawan Persib dijadwalkan berlangsung pada 12 Januari di stadion Gelora Sriwijaya. Pertandingan ini merupakan laga ke76 dari rangkaian laga LSI 2010/2011.

Kamis, 30 Desember 2010

PSSI Degradasikan Tiga Klub yang Hijrah ke LPI

PSM Makassar, Persema Malang dan Persibo Bojonegoro adalah tiga klub ISL yang memutuskan pindah haluan ke LPI (Liga Primer Indonesia). Kini hukuman degradasi ke Divisi Utama pun harus diterima oleh mereka.

Persibo jadi klub pertama yang mengajukan pengunduran diri melalui surat bernomor 290/Persibo/XII/2010 per tanggal 20 Desember. Lalu empat hari kemudian giliran PSM dan Persema yang melakukan langkah serupa.

Tindakan ketiga klub tersebut dianggap sebagai bentuk pembelotan terhadap PSSI. Maka Andi Darussalam selaku Ketua PT Liga Indonesia pun menyatakan sanksi tegas akan diberikan pada tiga klub tersebut.

"PSM, Persema dan Persibo sudah menyatakan bergabung dengan LPI, sebuah kompetisi yang tidak diakui oleh PSSI, maka ketiganya akan terdegradasi dan juga akan menerima sanksi dari PSSI," tegas Andi dalam jumpa pers di Hotel Sultan, Kamis (30/12/2010) siang WIB.

Tak hanya klub, para pemain dan ofisial serta perangkat pertandingan yang terlibat di LPI turut terkena sanksi. Namun, lain hal jika mereka tak ikut dengan klubnya sehingga akan ditanggung sementara oleh PT Liga untuk dicarikan klub baru di ISL.

"Apabila tiga klub benar-benar pindah dari LPI, maka semua perangkat tersebut akan menjadi tanggungjawab PT Liga, dan PT Liga akan membuka transfer bagi semuanya untuk klub-klub yang ada di Liga Super Indonesia," sambung Andi.

Ide itu, imbuh Andi, sudah disampaikan kepada Ketua Umum Nurdin Halid & anggota EXCO, serta telah disetujui. Selanjutnya keputusan tersebut akan disahkan pada rapat Exco pekan depan. Walhasil ISL musim 2010/2011 putaran kedua hanya diikuti oleh 15 klub.

Riedl Tangani Timnas Indonesia Hingga 2012

Meski gagal meraih juara pada AFF Cup 2010, posisi pelatih tim nasional Indonesia, Alfred Riedl, masih tetap akan dipertahankan. Kontrak pelatih asal Austria tersebut baru akan habis pada tahun 2012.

"Alfred berjalan terus, kontraknya baru habis tahun 2012," kata Manajer Tim Nasional Indonesia Andi Darussalam Tabussala saat ditemui di Hotel Sultan, Jakarta, Kamis (30/12/2010).

Menurut Andi, agenda dari Alfred Riedl selanjutnya adalah menyiapkan skuad 26 pemain U-23 untuk diikutsertakan pada ajang Pra Piala Dunia U-23. Selain itu, Riedl juga harus bekerja membentuk tim pra-olimpiade.

"Alfred harus melakukan seleksi 26 pemain U-23 dan pra-olimpiade pada bulan Februari hingga Juni mendatang," ucapnya.

Lebih jauh, Andi berharap bahwa tim nasional akan meraih prestasi tertinggi pada kemudian hari, terutama dalam agenda jangka pendek ke depan. "Kami berharap ya prestasi tertinggi," tandasnya.

Kolev Berikan Libur Kepada Arif cs

Pelatih Ivan Kolev memaklumi kondisi para pemain yang memperkuat Timnas. Sehingga manajemen dan pelatih Sriwijaya FC memberikan waktu libur hingga empat hari. "Libur ini diberikan sebagai kesempatan agar mereka bisa melihat keluarga dan mengembalikan kebugaran," ujar Kolev, Kamis (30/12).

Menurut Kolev, Arif Suyono, M Ridwan, Firman Utina, Oktovianus Maniani, dan Ferry Rotinsulu memerlukan waktu untuk istirahat dan berkumpul bersama keluarga."Mereka perlu mengembalikan psikis mereka dan berlibur. Rencananya malam ini saya baru menghubungi mereka dan membuat kesepakatan kapan mereka libur. Tetapi bisa saja liburan 4 hari," ujarnya.

Wakil Manajer SFC Jamaludin mengatakan, diperkirakan para pemain akan bergabung sekitar 4 Januari 2011 mendatang.

Sriwijaya FC Serius Datangkan Rudi - Arief

Manajemen Sriwijaya FC sudah sepakat mendatangkan dua mantan pemain yang memperkuat Persibo Bojonegoro, Syamsul Arief dan Rudi Widodo. Sebab, keduanya bisa langsung diturunkan saat klub menghadapi Persib Bandung 12 Januari nanti.

"Mundurnya Persibo dari ISL dan memilih bermain LPI, membuat keduanya bisa direkrut karena dianggap tidak memiliki klub oleh pihak Badan Liga Indonesia, sehingga bisa langsung diturunkan saat menghadapi Persib nanti," ujar Presiden Klub H Dodi Reza Alex, Kamis (30/12).

Menurut Dodi, SFC sudah sepakat soal harga dengan Syamsul dan Rudi. Harga keduanya berkisar antara Rp400 juta-500 juta untuk musim 2010/2011."Kita sudah sepakat soal harga dan kedua sudah sepakat," jelas Dodi.

Menanggapi ini pelatih Ivan Kolev sangat sepakat, karena SFC memang membutuhkan penyerang untuk menambah daya gedor SFC."Bagus kalau begitu dan kita harap mereka segera bergabung," urainya.

SFC Kedatangan Pemain Asal Iran

Mehdi Gholampour Haroni, pemain asal Iran mengadu nasib dan mengikuti seleksi bersama Sriwijaya FC di Stadion Bumi Sriwijaya, Kamis (30/12). Dia memanaskan persaingan dalam seleksi untuk pemain asing Asia yang digelar SFC. "Dia mengikuti seleksi hari dan kita belum bisa memberikan penilaian karena masih dalam bentuk latihan bukan game," kata pelatih Ivan Kolev, Kamis (30/12).

Mehdi Gholampour Haroni adalah mantan pemain Saba Qom, klub Liga Primer Iran. Ia tercatat sebagai pemain tengah klub elite Iran. Mehdi kini tidak memiliki klub dan berharap bisa bermain di Indonesia.

"Dia mengaku sangat tertarik bermain di Indonesia dan kami memberinya kesempatan untuk mengikuti seleksi," jelas Sekretaris Tim SFC M Siswandi.

Sriwijaya FC Kena Pengurangan Poin Pertandingan

Sriwijaya FC mendapatkan pengurangan tiga poin setelah PSM Makasar dinyatakan resmi mengundurkan diri dari Liga Super Indonesia (ISL). PSM kini memilih berkompetisi di Liga Primer Indonesia (LPI). Perolehan 10 poin Laskar Wong Kito di Klasemen ISL kini dipotong tiga poin, sehingga SFC kini hanya mengantongi tujuh poin. Pengurangan juga diikuti klub-klub lainnya peserta ISL yang meraih kemenangan atas PSM.

"Kita mendapatkan kabar dari Badan Liga Indonesia (BLI) bahwa ada pengurangan tiga poin setelah PSM mengundurkan diri," kata Direktur Teknik dan SDM PT Sriwijaya Optimis Mandiri (SOM) Hendri Zainudin, Kamis (30/12) malam.

Menurut dia, pengurangan ini berlaku untuk tim-tim lain yang meraih kemenangan atas PSM Makasar. Selain PSM, dua klub lainnya seperti Persema Malang dan Persibo Bojonegoro juga mengundurkan diri.

"3 poin itu kita dapatkan ketika menang melawan PSM. Pengurangan juga berlaku untuk klub lainnya yang menang lawan PSM dan dua klub lainnya seperti Persema dan Persibo," urai Hendri.

Sementara pelatih Ivan Kolev mengaku belum tahu dengan pengurangan poin SFC dari sepuluh menjadi tujuh poin."Saya belum tahu dan belum bisa kasih komentar," urainya.

Hadapi Persib, SFC Tanpa 2 Pilar Terbaik

Kekuatan Sriwijaya FC bakal pincang saat jalani laga perdana paska jeda dua bulan kompetisi melawan Persib Bandung. Tim berjuluk Laskar Wong Kito itu bakal kehilangan dua pilar terbaiknya, yakni Thierry Gathuessi dan Arif Suyono.

“Kami sudah menerima surat resminya soal larangan bermain dari PT Liga Indonesia. Kami juga mendapat info jumlah denda yang harus dibayar,” kata Sekretaris PT Sriwijaya Optimis Mandiri (PT SOM), Faisal Mursyid.

Thiery Gatuessi sendiri tak bisa diturunkan lantaran mendapat akumulasi kartu setelah mengantongi kartu merah saat melawan Persija Jakarta, (3/12) lalu. Sedangkan Arif Suyono harus absen lantaran mendapat akumulasi kartu kuning saat melawan PSPS Pekanbaru (27/11) dan Persija Jakarta (3/12) lalu.

Kehilangan dua pilar terbaik ini bakal menjadi momok bagi tim juara double winner 2007 itu. Sebab, lini belakang bakal keropos sepeninggal Thierry Gathuessi. Ini setelah Sriwijaya tinggal menyisakan satu defender tangguh, Claudiano Alves Do Santos.

Meski ada beberapa pemain pelapis yang siap tampil, seperti Ahmad Jufriyanto dan Rahmat Latief maupun Gunawan Dwi Cahyo itu belum menjadi jaminan. Pasalnya, kualitas beberapa pemain muda tersebut masih di bawah Thierry.

Begitu juga dengan lini serang. Absenya Arif Suyono bakal menjadi pekerjaan rumah tersendiri bagi coach Ivan Kolev untuk mencari racikan baru. Sebab, Arif sendiri merupakan salah satu pemain sayap yang produktif.

Gaya permainannya yang mobile dan lincah selalu mengacak-acak lini pertahanan lawan. Tak jarang, pemain asal Batu, Malang itu juga menciptakan gol. Ini di buktikan saat pemain berjersey nomor 14 itu bermain di Timnas dengan koleksi 2 gol.

Selain itu, tim juara Piala Indonesia tiga kali berturut-turut itu juga harus membayar denda sebesar Rp7 juta. Yakni, Rp3 juta untuk denda akumulasi kartu Arif Suyono dan Rp4 juta untuk Thierry. “Sesudah melawan Persib nanti, baru akan kami bayar denda akumulasi kartu itu,” tambahnya.

Sementara, di kubu Persib Bandung sendiri bakal kehilangan defender, Maman Abdulrahman. Pilar Timnas itu harus absen lantaran mendapat dua kartu kuning, yakni melawan PSPS Pekanbaru (2/11) dan Deltras Sidoarjo (2/10) lalu. “Keputusan ini kami dapatkan setelah mendapat surat resmi dari PT Liga bernomor 040/NLB-ISL/XII/2010,” pungkasnya.

Rabu, 29 Desember 2010

Alfred Riedl Puji Karakter Pasukannya

Pelatih Indonesia, Alfred Riedl tak terlalu menyesali kegagalan timnya menjuarai Piala AFF 2010. Menurutnya para pemain Indonesia telah berjuang habis-habisan. "Kami hanya kurang beruntung," kata Riedl dalam jumpa pers seusai pertandingan.

Riedl menyebut tim asuhannya justru tampil bagus di babak I pada final leg kedua Piala AFF, Rabu, 29 Desember 2010. Tim Merah Putih terus berjuang keras setelah ketinggalan 0-1 dari Malaysia lewat gol Safee Sali di menit 56.

"Babak I tadi momen terbaik Indonesia sepanjang Piala AFF. Tim Indonesia justru menunjukkan karakternya setelah tertinggal. Para pemain berjuang keras untuk menyamakan kedudukan," lanjut Riedl.

"Akhirnya satu gol lahir, disusul satu gol lainnya."

Indonesia akhirnya menang 2-1. Muhammad Nasuha mencetak gol penyama di menit 71. Gol kemenangan Merah Putih hadir pada menit 87 setelah penetrasi M Ridwan di sisi kiri pertahanan lawan ia selesaikan dengan sebuah tendangan keras. Bola membentur kepala seorang pemain bertahan Malaysia dan masuk ke gawangnya sendiri.

"Nurdin Turun" di Gelora Bung Karno & Twitter

Kemenangan 2-1 tim nasional Indonesia atas tim nasional Malaysia tak membuat Indonesia menjadi juara Piala AFF 2010. Hasil itu membuat kecewa sebagian suporter timnas Indonesia.

Untuk melampiaskan kekecewaannya itu, sebagian suporter meneriakkan yel-yel mengecam pengurus Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI). para suporter melampiaskan kekesalannya di dekat pintu X Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta. Mereka mendesak Ketua Umum PSSI Nurdin Halid mundur dari jabatannya.

"Kami dukung timnas, tapi tidak untuk pengurus PSSI yang sekarang," kata Husain, salah seorang demonstran, dalam aksi itu di Senayan, Jakarta, Rabu 29 Desember 2010.

Jumlah suporter yang menggelar aksi unjuk rasa ini berjumlah ratusan dan terus bertambah. Dalam aksinya mereka membawa berbagai spanduk sambil meneriakkan yel-yel 'Nurdin mundur, Nurdin mundur, Nurdin mundur'.

Aksi menentang Nurdin Halid ini sendiri juga terpasang dalam bentuk spanduk di Gelora Bung Karno. RCTI, penyiar resmi pertandingan, sekali waktu menyoroti sebuah spanduk bertuliskan "Ganyang Nurdin."

Sementara itu, sejak pukul 21.30, "NURDIN TURUN" menyelusup ke jajaran trending topic. Masuknya topik ini membuat malam ini enam dari sembilan trending topic berkaitan dengan pertandingan final leg kedua Piala AFF antara Indonesia melawan Malaysia malam ini.

Indonesia gagal menjadi juara Piala AFF 2010 meskipun menang 2-1 atas Malaysia dalam pertandingan kedua di SUGBK tadi. Indonesia kalah agregat 2-4 dari Malaysia. Karena dalam laga final pertama yang digelar di Malaysia Indonesia kalah dengan skor 3-0.

Firman Utina Rebut MVP Turnamen

Indonesia harus puas dengan posisi kedua di Piala AFF 2010. Di final leg kedua hari Rabu, 29 Desember 2010, pasukan Alfred Riedl hanya mampu menang 2-1 atas Malaysia. Hasil ini sama sekali tidak cukup. Soalnya di leg pertama tiga hari lalu, Merah Putih kalah 0-3 di kandang Malaysia. Skor 2-1 malam ini menjadikan agregat 2-4.

Firman Utina terpilih menjadi Most Valuable Player Piala AFF 2010. Ini tentu menjadikan hadiah luar biasa bagi Firman yang gagal mengkonversikan tendangan penaltinya menjadi gol di final leg kedua.

Mohd Safee bin Mohd Sali dari Malaysia merebut gelar pemain terbaik partai final leg kedua. Ia juga menjadi top scorer dengan total lima gol.

Malaysia selain merasakan nikmatnya merebut trofi juara, juga mendapatkan hadiah sebesar US$100 ribu.

Rekor Sempurna 'Pasukan Garuda' di GBK

Timnas Indonesia tidak berhasil keluar jadi juara Piala AFF 2010. Namun, 'Pasukan Garuda' tetap harus bangga karena sudah mampu menjaga kesempurnaan di Stadion Utama Gelora Bung Karno.

Asa Indonesia menjadi jawara Asia Tenggara dikandaskan oleh Malaysia. Setelah kalah telak 0-3 di partai pertama, Firman Utina cs hanya bisa menang 2-1 di laga kedua.

Dengan dua hasil di partai puncak tersebut, Indonesia pun harus mengakui keunggulan Malaysia setelah kalah dengan agregat gol 2-4.

Akan tetapi, Indonesia tetap harus berbangga diri karena mampu menghindarkan diri dari kekalahan saat menjamu Malaysia di leg II, Rabu (29/12/2010) malam WIB, di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) meski harus ketinggalan lebih dulu.

Berkat kemenangan tersebut maka Indonesia pun berhasil mencatatkan rekor sempurna, alias selalu menang, saat berlaga di Piala AFF 2010.

Sebelumnya Indonesia, yang jadi salah satu tuan rumah, meraih tiga kemenangan pada fase grup yakni atas Malaysia, Laos dan Thailand.

Setelah itu 'Merah Putih' juga memetik dua kemenangan di partai semifinal kontra Filipina --kedua partai itu digelar di SUGBK karena ketidakmampuan Filipina menyediakan stadion yang layak.

Indonesia boleh tak juara, tapi para punggawa timnas tidak boleh tertunduk terlalu dalam karena setidaknya sudah mampu menjaga "kehormatan" di kandang sendiri.

Indonesia Menang, Malaysia Juara

Timnas Indonesia menundukkan Malaysia 2-1 di partai leg II final Piala AFF 2010. Tapi keunggulan agregat tetap bikin Malaysia keluar jadi juara. Dalam partai leg II Piala AFF 2010, Rabu (29/12/2010) malam WIB, Indonesia membuang peluang untuk unggul lebih dulu setelah Firman Utina gagal menceploskan bola dari titik putih di menit-menit awal laga.

Malaysia lantas unggul duluan lewat Safee Sali di awal babak kedua. Mohammad Nasuha menyamakan skor sebelum tendangan M. Ridwan menjebol gawang Khairul Fahmi setelah terlebih dulu mengenai bek Malaysia.

Dengan kemenangan 2-1 di Stadion Utama Gelora Bung Karno tersebut, Indonesia pada akhirnya tak berhasil jadi juara karena kalah agregat 2-4 dari Malaysia yang menang 3-0 di leg I.

Jalannya Pertandingan

Kelengahan Indonesia di sektor kiri belakang pada menit dua nyaris dimanfaatkan pemain depan Malaysia. Untung buat Indonesia, Firman Utina masih bisa mencuri bola.

Semenit berselang, usaha Indonesia menekan kandas setelah bola umpan Firman terlalu deras lajunya sehingga tak bisa dikejar Arif. Umpan jauh kembali diarahkan ke Arif meski kiper Malaysia masih bisa mengamankan si kulit bundar.

Pada menit enam, umpan silang M.Nasuha sukses meluncur ke muka gawang. Tapi sekali lagi kiper Khairul Fahmi masih sigap menangkap bola.

Kerjasama Arif dan Irfan Bachdim diakhiri dengan sebuah umpan silang ke muka gawang pada menit sembilan masih bisa dipotong M. Fadhli.

Pelanggaran pada menit 11 usai Irfan dijatuhkan beberaoa meter dari luar kotak penalti. Firman mengambil pendek dan mengoper ke M. Ridwan yang dengan mudah kecolongan bola.

Irfan! Bola mengarah ke Irfan yang ada di muka gawang pada menit 16. Tapi ia kurang sigap meneruskan sehingga bola dengan mudah diamankan Khairul Fahmi.

Penalti untuk Indonesia pada menit 17! Wasit menunjuk titik putih usai M Sabre menyentuh bola dengan tangan. Sabre juga dapat kartu kuning.

Firman maju jadi algojo dan sepakannya ke arah kanan dengan mudah terbaca oleh kiper! Sayang sekali, peluang emas terbuang untuk Indonesia.

Markus dipaksa menyelamatkan gawang dari sepakan Ashari pada menit 21. Kemelut kemudian lahir tapi tidak melahirkan apa-apa.

Cristian Gonzales sukses menyambut bola hasil umpan silang dengan tandukan di tiang jauh pada menit 24. Tapi si kulit bundar masih menyisir di sisi gawang. Gonzales kembali berhasil menanduk bola di muka gawang, meski lagi-lagi bola belum menemui sasaran.

M. Ridwan berlari menyongsong bola di sisi kiri dan sukses menembus pertahanan Malaysia tanpa pengawalan. Tapi bola sepakannya lantas dengan sukses dipotong Fahmi.

Lagi-lagi peluang emas terbuang pada menit 29. Dari sebuah umpan terobosan, Ridwan dengan cerdik mendapat celah di pertahanan Malaysia. Tapi ia terlalu lama mengambil keputusan sehingga bola kembali kandas di tangan kiper.

Tiga menit menuju turun minum dengan Indonesia dan Malaysia masih terus membagi skor 0-0. Peluang teranyar dihasilkan Gonzales dengan sepakan kerasnya di kotak penalti walau arahnya masih melambung.

Di tengah-tengah usaha Indonesia menyerang, Malaysia sukses melancarkan serangan balik akibat kesalahan oper Maman. Dengan serangan balik cepat, Mohd Safee Sali berhasil menjebol gawang Markus pada menit 53.

Pergantian pemain dilakukan oleh Alfred Riedl beberapa menit kemudian. Eka Ramdani menggantikan Firman dan Bambang Pamungkas menggantikan Irfan.

Gantian Malaysia melakukan pergantian pemain pada menit 61. Gelandang Amar Rohidan digantikan Razman Roslan yang pemain bertahan. Malaysia tampak cukup puas dengan skor saat ini.

Pergantian terakhir dibuat Indonesia pada menit 70 setelah Arif cedera. Tony Sucipto masuk.

Tak lama berselang, Indonesia mencetak gol! Bustomi melepaskan tembakan keras yang masih bisa ditepis kiper sebelum Nasuha menceploskan bola rebound. Skor 1-1.

Malaysia merancang serangan balik. Dari sisi kiri bola digulirkan ke tengah dan Ashari kemudian melepaskan tembakan dari luar kotak penalti yang masih melebar di sisi gawang Markus.

Pada menit 76 Bepe melepaskan tembakan menyusur tanah dari luar kotak penalti. Tapi arahnya masih tepat ke kiper Fahmi.

Goool! Indonesia berbalik unggul 2-1 setelah sepakan keras Ridwan mengenai kepala pemain belakang Malaysia dan menceplos masuk.

Bepe! Ia melepaskan tendangan bebas dari luar kotak penalti yang susah payah ditepis kiper Malaysia. Skor 2-1 tidak berubah sampai peluit akhir dibunyikan.

Susunan Pemain

Indonesia: Markus; Zulkifli, Maman, Hamka, Nasuha; Ridwan, Firman (Eka Ramdani '57), Bustomi, Arif (Tony Sucipto '70); Gonzales, Irfan (Bambang '57).

Malaysia: Khairul Fahmi; M Sabre, M Faizal, M Muslim, M Fadhli; Safiq, Norshahrul Idlan, Amar (Razman Roslan '61), , Kunanlan Subramaniam; M Safee, M Ashari (Mohd Amri Yahyah '78).

Merah Putih' Berbalik Unggul

Timnas Indonesia berbalik unggul 2-1 atas Malaysia. Tapi hasil ini belum cukup untuk bikin 'Merah Putih' juara karena masih ketinggalan agregat 2-4.

Jalannya Pertandingan

Kelengahan Indonesia di sektor kiri belakang pada menit dua nyaris dimanfaatkan pemain depan Malaysia. Untung buat Indonesia, Firman Utina masih bisa mencuri bola.

Semenit berselang, usaha Indonesia menekan kandas setelah bola umpan Firman terlalu deras lajunya sehingga tak bisa dikejar Arif. Umpan jauh kembali diarahkan ke Arif meski kiper Malaysia masih bisa mengamankan si kulit bundar.

Pada menit enam, umpan silang M.Nasuha sukses meluncur ke muka gawang. Tapi sekali lagi kiper Khairul Fahmi masih sigap menangkap bola.

Kerjasama Arif dan Irfan Bachdim diakhiri dengan sebuah umpan silang ke muka gawang pada menit sembilan masih bisa dipotong M. Fadhli.

Pelanggaran pada menit 11 usai Irfan dijatuhkan beberaoa meter dari luar kotak penalti. Firman mengambil pendek dan mengoper ke M. Ridwan yang dengan mudah kecolongan bola.

Irfan! Bola mengarah ke Irfan yang ada di muka gawang pada menit 16. Tapi ia kurang sigap meneruskan sehingga bola dengan mudah diamankan Khairul Fahmi.

Penalti untuk Indonesia pada menit 17! Wasit menunjuk titik putih usai M Sabre menyentuh bola dengan tangan. Sabre juga dapat kartu kuning.

Firman maju jadi algojo dan sepakannya ke arah kanan dengan mudah terbaca oleh kiper! Sayang sekali, peluang emas terbuang untuk Indonesia.

Markus dipaksa menyelamatkan gawang dari sepakan Ashari pada menit 21. Kemelut kemudian lahir tapi tidak melahirkan apa-apa.

Cristian Gonzales sukses menyambut bola hasil umpan silang dengan tandukan di tiang jauh pada menit 24. Tapi si kulit bundar masih menyisir di sisi gawang. Gonzales kembali berhasil menanduk bola di muka gawang, meski lagi-lagi bola belum menemui sasaran.

M. Ridwan berlari menyongsong bola di sisi kiri dan sukses menembus pertahanan Malaysia tanpa pengawalan. Tapi bola sepakannya lantas dengan sukses dipotong Fahmi.

Lagi-lagi peluang emas terbuang pada menit 29. Dari sebuah umpan terobosan, Ridwan dengan cerdik mendapat celah di pertahanan Malaysia. Tapi ia terlalu lama mengambil keputusan sehingga bola kembali kandas di tangan kiper.

Tiga menit menuju turun minum dengan Indonesia dan Malaysia masih terus membagi skor 0-0. Peluang teranyar dihasilkan Gonzales dengan sepakan kerasnya di kotak penalti walau arahnya masih melambung.

Di tengah-tengah usaha Indonesia menyerang, Malaysia sukses melancarkan serangan balik akibat kesalahan oper Maman. Dengan serangan balik cepat, Mohd Safee Sali berhasil menjebol gawang Markus pada menit 53.

Pergantian pemain dilakukan oleh Alfred Riedl beberapa menit kemudian. Eka Ramdani menggantikan Firman dan Bambang Pamungkas menggantikan Irfan.

Gantian Malaysia melakukan pergantian pemain pada menit 61. Gelandang Amar Rohidan digantikan Razman Roslan yang pemain bertahan. Malaysia tampak cukup puas dengan skor saat ini.

Pergantian terakhir dibuat Indonesia pada menit 70 setelah Arif cedera. Tony Sucipto masuk.

Tak lama berselang, Indonesia mencetak gol! Bustomi melepaskan tembakan keras yang masih bisa ditepis kiper sebelum Nasuha menceploskan bola rebound. Skor 1-1.

Malaysia merancang serangan balik. Dari sisi kiri bola digulirkan ke tengah dan Ashari kemudian melepaskan tembakan dari luar kotak penalti yang masih melebar di sisi gawang Markus.

Pada menit 76 Bepe melepaskan tembakan menyusur tanah dari luar kotak penalti. Tapi arahnya masih tepat ke kiper Fahmi.

Goool! Indonesia berbalik unggul 2-1 setelah sepakan keras Ridwan mengenai kepala pemain belakang Malaysia dan menceplos masuk.

Susunan Pemain

Indonesia: Markus; Zulkifli, Maman, Hamka, Nasuha; Ridwan, Firman (Eka Ramdani '57), Bustomi, Arif (Tony Sucipto '70); Gonzales, Irfan (Bambang '57).

Malaysia: Khairul Fahmi; M Sabre, M Faizal, M Muslim, M Fadhli; Safiq, Norshahrul Idlan, Amar (Razman Roslan '61), , Kunanlan Subramaniam; M Safee, M Ashari (Mohd Amri Yahyah '78).

Nasuha Samakan Skor

Mohammad Nasuha membuat Indonesia menyamakan skor menjadi 1-1 kontra Malaysia. Namun, 'Merah Putih' masih ketinggalan agregat 1-4.

Jalannya Pertandingan

Kelengahan Indonesia di sektor kiri belakang pada menit dua nyaris dimanfaatkan pemain depan Malaysia. Untung buat Indonesia, Firman Utina masih bisa mencuri bola.

Semenit berselang, usaha Indonesia menekan kandas setelah bola umpan Firman terlalu deras lajunya sehingga tak bisa dikejar Arif. Umpan jauh kembali diarahkan ke Arif meski kiper Malaysia masih bisa mengamankan si kulit bundar.

Pada menit enam, umpan silang M.Nasuha sukses meluncur ke muka gawang. Tapi sekali lagi kiper Khairul Fahmi masih sigap menangkap bola.

Kerjasama Arif dan Irfan Bachdim diakhiri dengan sebuah umpan silang ke muka gawang pada menit sembilan masih bisa dipotong M. Fadhli.

Pelanggaran pada menit 11 usai Irfan dijatuhkan beberaoa meter dari luar kotak penalti. Firman mengambil pendek dan mengoper ke M. Ridwan yang dengan mudah kecolongan bola.

Irfan! Bola mengarah ke Irfan yang ada di muka gawang pada menit 16. Tapi ia kurang sigap meneruskan sehingga bola dengan mudah diamankan Khairul Fahmi.

Penalti untuk Indonesia pada menit 17! Wasit menunjuk titik putih usai M Sabre menyentuh bola dengan tangan. Sabre juga dapat kartu kuning.

Firman maju jadi algojo dan sepakannya ke arah kanan dengan mudah terbaca oleh kiper! Sayang sekali, peluang emas terbuang untuk Indonesia.

Markus dipaksa menyelamatkan gawang dari sepakan Ashari pada menit 21. Kemelut kemudian lahir tapi tidak melahirkan apa-apa.

Cristian Gonzales sukses menyambut bola hasil umpan silang dengan tandukan di tiang jauh pada menit 24. Tapi si kulit bundar masih menyisir di sisi gawang. Gonzales kembali berhasil menanduk bola di muka gawang, meski lagi-lagi bola belum menemui sasaran.

M. Ridwan berlari menyongsong bola di sisi kiri dan sukses menembus pertahanan Malaysia tanpa pengawalan. Tapi bola sepakannya lantas dengan sukses dipotong Fahmi.

Lagi-lagi peluang emas terbuang pada menit 29. Dari sebuah umpan terobosan, Ridwan dengan cerdik mendapat celah di pertahanan Malaysia. Tapi ia terlalu lama mengambil keputusan sehingga bola kembali kandas di tangan kiper.

Tiga menit menuju turun minum dengan Indonesia dan Malaysia masih terus membagi skor 0-0. Peluang teranyar dihasilkan Gonzales dengan sepakan kerasnya di kotak penalti walau arahnya masih melambung.

Di tengah-tengah usaha Indonesia menyerang, Malaysia sukses melancarkan serangan balik akibat kesalahan oper Maman. Dengan serangan balik cepat, Mohd Safee Sali berhasil menjebol gawang Markus pada menit 53.

Pergantian pemain dilakukan oleh Alfred Riedl beberapa menit kemudian. Eka Ramdani menggantikan Firman dan Bambang Pamungkas menggantikan Irfan.

Gantian Malaysia melakukan pergantian pemain pada menit 61. Gelandang Amar Rohidan digantikan Razman Roslan yang pemain bertahan. Malaysia tampak cukup puas dengan skor saat ini.

Pergantian terakhir dibuat Indonesia pada menit 70 setelah Arif cedera. Tony Sucipto masuk.

Tak lama berselang, Indonesia mencetak gol! Bustomi melepaskan tembakan keras yang masih bisa ditepis kiper sebelum Nasuha menceploskan bola rebound. Skor 1-1.

Susunan Pemain

Indonesia: Markus; Zulkifli, Maman, Hamka, Nasuha; Ridwan, Firman (Eka Ramdani '57), Bustomi, Arif (Tony Sucipto '70); Gonzales, Irfan (Bambang '57).

Malaysia: Khairul Fahmi; M Sabre, M Faizal, M Muslim, M Fadhli; Safiq, Norshahrul Idlan, Amar (Razman Roslan '61), , Kunanlan Subramaniam; M Safee, M Ashari.

Indonesia Ketinggalan Lewat Gol Safee

Timnas Indonesia ketinggalan 0-1 dari Malaysia di awal babak kedua. Gol dibuat oleh Mohd. Safee lewat serangan balik. Dengan hasil sementara di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Rabu (29/12/2010) malam WIB, Malaysia kini unggul agregat 4-0 atas Indonesia berkat kemenangan 3-0 di leg I.

Jalannya Pertandingan

Kelengahan Indonesia di sektor kiri belakang pada menit dua nyaris dimanfaatkan pemain depan Malaysia. Untung buat Indonesia, Firman Utina masih bisa mencuri bola.

Semenit berselang, usaha Indonesia menekan kandas setelah bola umpan Firman terlalu deras lajunya sehingga tak bisa dikejar Arif. Umpan jauh kembali diarahkan ke Arif meski kiper Malaysia masih bisa mengamankan si kulit bundar.

Pada menit enam, umpan silang M.Nasuha sukses meluncur ke muka gawang. Tapi sekali lagi kiper Khairul Fahmi masih sigap menangkap bola.

Kerjasama Arif dan Irfan Bachdim diakhiri dengan sebuah umpan silang ke muka gawang pada menit sembilan masih bisa dipotong M. Fadhli.

Pelanggaran pada menit 11 usai Irfan dijatuhkan beberaoa meter dari luar kotak penalti. Firman mengambil pendek dan mengoper ke M. Ridwan yang dengan mudah kecolongan bola.

Irfan! Bola mengarah ke Irfan yang ada di muka gawang pada menit 16. Tapi ia kurang sigap meneruskan sehingga bola dengan mudah diamankan Khairul Fahmi.

Penalti untuk Indonesia pada menit 17! Wasit menunjuk titik putih usai M Sabre menyentuh bola dengan tangan. Sabre juga dapat kartu kuning.

Firman maju jadi algojo dan sepakannya ke arah kanan dengan mudah terbaca oleh kiper! Sayang sekali, peluang emas terbuang untuk Indonesia.

Markus dipaksa menyelamatkan gawang dari sepakan Ashari pada menit 21. Kemelut kemudian lahir tapi tidak melahirkan apa-apa.

Cristian Gonzales sukses menyambut bola hasil umpan silang dengan tandukan di tiang jauh pada menit 24. Tapi si kulit bundar masih menyisir di sisi gawang. Gonzales kembali berhasil menanduk bola di muka gawang, meski lagi-lagi bola belum menemui sasaran.

M. Ridwan berlari menyongsong bola di sisi kiri dan sukses menembus pertahanan Malaysia tanpa pengawalan. Tapi bola sepakannya lantas dengan sukses dipotong Fahmi.

Lagi-lagi peluang emas terbuang pada menit 29. Dari sebuah umpan terobosan, Ridwan dengan cerdik mendapat celah di pertahanan Malaysia. Tapi ia terlalu lama mengambil keputusan sehingga bola kembali kandas di tangan kiper.

Tiga menit menuju turun minum dengan Indonesia dan Malaysia masih terus membagi skor 0-0. Peluang teranyar dihasilkan Gonzales dengan sepakan kerasnya di kotak penalti walau arahnya masih melambung.

Di tengah-tengah usaha Indonesia menyerang, Malaysia sukses melancarkan serangan balik akibat kesalahan oper Maman. Dengan serangan balik cepat, Safee Sali berhasil menjebol gawang Markus pada menit 53.


Susunan Pemain

Indonesia: Markus; Zulkifli, Maman, Hamka, Nasuha; Ridwan, Firman, Bustomi, Arif; Gonzales, Irfan.

Malaysia: Khairul Fahmi; M Sabre, M Faizal, M Muslim, M Fadhli; Safiq, Norshahrul Idlan, Amar, Kunanlan Subramaniam; M Safee, M Ashari.

Indonesia Belum Mampu Bobol Gawang Malaysia

Selesai sudah babak pertama laga leg II final Piala AFF 2010. Indonesia sementara masih berbagi skor 0 - 0 dengan Malaysia, setelah sebelumnya membuang satu peluang emas dari titik penalti.

Dengan hasil di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Rabu (29/12/2010) malam WIB tersebut, Malaysia untuk sementara masih unggul agregat 3-0 atas Indonesia berkat kemenangan di leg I.

Jalannya Pertandingan

Kelengahan Indonesia di sektor kiri belakang pada menit dua nyaris dimanfaatkan pemain depan Malaysia. Untung buat Indonesia, Firman Utina masih bisa mencuri bola.

Semenit berselang, usaha Indonesia menekan kandas setelah bola umpan Firman terlalu deras lajunya sehingga tak bisa dikejar Arif. Umpan jauh kembali diarahkan ke Arif meski kiper Malaysia masih bisa mengamankan si kulit bundar.

Pada menit enam, umpan silang M.Nasuha sukses meluncur ke muka gawang. Tapi sekali lagi kiper Khairul Fahmi masih sigap menangkap bola.

Kerjasama Arif dan Irfan Bachdim diakhiri dengan sebuah umpan silang ke muka gawang pada menit sembilan masih bisa dipotong M. Fadhli.

Pelanggaran pada menit 11 usai Irfan dijatuhkan beberaoa meter dari luar kotak penalti. Firman mengambil pendek dan mengoper ke M. Ridwan yang dengan mudah kecolongan bola.

Irfan! Bola mengarah ke Irfan yang ada di muka gawang pada menit 16. Tapi ia kurang sigap meneruskan sehingga bola dengan mudah diamankan Khairul Fahmi.

Penalti untuk Indonesia pada menit 17! Wasit menunjuk titik putih usai M Sabre menyentuh bola dengan tangan. Sabre juga dapat kartu kuning.

Firman maju jadi algojo dan sepakannya ke arah kanan dengan mudah terbaca oleh kiper! Sayang sekali, peluang emas terbuang untuk Indonesia.

Markus dipaksa menyelamatkan gawang dari sepakan Ashari pada menit 21. Kemelut kemudian lahir tapi tidak melahirkan apa-apa.

Cristian Gonzales sukses menyambut bola hasil umpan silang dengan tandukan di tiang jauh pada menit 24. Tapi si kulit bundar masih menyisir di sisi gawang. Gonzales kembali berhasil menanduk bola di muka gawang, meski lagi-lagi bola belum menemui sasaran.

M. Ridwan berlari menyongsong bola di sisi kiri dan sukses menembus pertahanan Malaysia tanpa pengawalan. Tapi bola sepakannya lantas dengan sukses dipotong Fahmi.

Lagi-lagi peluang emas terbuang pada menit 29. Dari sebuah umpan terobosan, Ridwan dengan cerdik mendapat celah di pertahanan Malaysia. Tapi ia terlalu lama mengambil keputusan sehingga bola kembali kandas di tangan kiper.

Tiga menit menuju turun minum dengan Indonesia dan Malaysia masih terus membagi skor 0-0. Peluang teranyar dihasilkan Gonzales dengan sepakan kerasnya di kotak penalti walau arahnya masih melambung.

Susunan Pemain

Indonesia: Markus; Zulkifli, Maman, Hamka, Nasuha; Ridwan, Firman, Bustomi, Arif; Gonzales, Irfan.

Malaysia: Khairul Fahmi; M Sabre, M Faizal, M Muslim, M Fadhli; Safiq, Norshahrul Idlan, Amar, Kunanlan Subramaniam; M Safee, M Ashari. ( krs / arp )

Penalti Firman Gagal

Timnas Indonesia membuang peluang emas untuk unggul lebih dulu dari Malaysia setelah tendangan penalti Firman Utina kandas di tangan kiper pada menit 17.

Jalannya Pertandingan

Kelengahan Indonesia di sektor kiri belakang pada menit dua nyaris dimanfaatkan pemain depan Malaysia. Untung buat Indonesia, Firman Utina masih bisa mencuri bola.

Semenit berselang, usaha Indonesia menekan kandas setelah bola umpan Firman terlalu deras lajunya sehingga tak bisa dikejar Arif. Umpan jauh kembali diarahkan ke Arif meski kiper Malaysia masih bisa mengamankan si kulit bundar.

Pada menit enam, umpan silang M.Nasuha sukses meluncur ke muka gawang. Tapi sekali lagi kiper Khairul Fahmi masih sigap menangkap bola.

Kerjasama Arif dan Irfan Bachdim diakhiri dengan sebuah umpan silang ke muka gawang pada menit sembilan masih bisa dipotong M. Fadhli.

Pelanggaran pada menit 11 usai Irfan dijatuhkan beberaoa meter dari luar kotak penalti. Firman mengambil pendek dan mengoper ke M. Ridwan yang dengan mudah kecolongan bola.

Irfan! Bola mengarah ke Irfan yang ada di muka gawang pada menit 16. Tapi ia kurang sigap meneruskan sehingga bola dengan mudah diamankan Khairul Fahmi.

Penalti untuk Indonesia pada menit 17! Wasit menunjuk titik putih usai M Sabre menyentuh bola dengan tangan. Sabre juga dapat kartu kuning.

Firman maju jadi algojo dan sepakannya ke arah kanan dengan mudah terbaca oleh kiper! Sayang sekali, peluang emas terbuang untuk Indonesia.

Markus dipaksa menyelamatkan gawang dari sepakan Ashari pada menit 21. Kemelut kemudian lahir tapi tidak melahirkan apa-apa.


Susunan Pemain

Indonesia: Markus; Zulkifli, Maman, Hamka, Nasuha; Ridwan, Firman, Bustomi, Arif; Gonzales, Irfan.

Malaysia: Khairul Fahmi; M Sabre, M Faizal, M Muslim, M Fadhli; Safiq, Norshahrul Idlan, Amar, Kunanlan Subramaniam; M Safee, M Ashari.

Irfan Starter, Arif Gantikan Okto

Irfan Bachdim kembali menjadi starter setelah di dua laga terakhir posisinya ditempati Yongki Aribowo. Sedangkan Arif Suyono dipasang dari awal untuk mengisi posisi Oktovianus Maniani.

Absennya Okto akibat akumulasi kartu membuat Arif, yang selama ini menjadi supersub, akan mengawali partai leg II final Piala AFF 2010 kontra Malaysia sebagai starter.

Di lini depan, Irfan kembali menemani Cristian Gonzales menyusul absennya Yongki. Di dua partai sebelumnya, Yongki menggeser posisi Irfan sebagai starter.

Inilah starting line up Indonesia melawan Malaysia di final kedua Piala AFF di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Rabu (29/12/2010).

Indonesia: Markus; Zulkifli, Maman, Hamka, Nasuha; Ridwan, Firman, Bustomi, Arif; Gonzales, Irfan


Philips Arnold Punya Khans Besar Merapat Ke SFC

Striker asal Australia Philips Arnold memiliki kans besar untuk bergabung bersama Sriwijaya FC di putaran kedua. Sebab, dia tidak memiliki saingan dalam seleksi lanjutan. Sebab pemain Korea Selatan yang dikabarkan akan tiba di Palembang, Rabu (29/12) tidak terlihat.

Seperti diketahui, pelatih Sriwijaya FC Ivan Kolev sempat menyebutkan bahwa akan ada pemain asing asal Korea Selatan yang akan mengikuti seleksi. Dia merupakan rekan satu angkatan Park Jung Hwan di Timnas Korsel pada tahun 2002.

Khusus untuk Philips, pelatih Ivan Kolev menegaskan belum bisa memberikan penilaian kepada pemain bertinggi 186 cm itu, sebab dia tidak melihat Phil sapaannya bermain di level tertinggi di Indonesia.

"Lawan UNJ dia mencetak gol, tetapi tim yang kita hadapi bukan tim yang seimbang. Penilaian akan terus dilakukan, sebab akan ada beberapa pemain yang datang untuk mengikuti seleksi," jelas Kolev.

Rahmat Latief Cedera lutut kiri

Cedera yang dialami Rahmat Latief cukup parah. Diperkirakan pemain asal Makasar ini, akan istirahat lebih lama karena mengalami cedera di lutut kirinya cukup serius. "Cederanya cukup serius, sebab dia terjatuh kemudian tertimpa tubuh Jufriyanto.Makanya setelah menjalani perawatan medis dia kami izinkan pulang ke Makasar untuk menjalani pengobatan tradisional," kata Pelatih Sriwijaya FC Pelatih Ivan Kolev, Rabu (29/12).

Seperti diketahui Latief mendapatkan cedera saat bertanding menghadapi Persija Jakarta. Cedera di bagian lututnya memang cukup serius. Sementara pemain lainnya seperti Bobby Satria, Park Jung Hwan, Gunawan, dan Claudiano Alves dos Santos terus menunjukkan perkembangan positif. Bobby dan Park sudah bergabung latihan, sementara Claudiano dan Gunawan masih menjalani latihan terpisah.

Budi Gol cs Bermain Takraw

Meski pertandingan diundur menjadi 12 Januari 2011 mendatang, namun latihan Sriwijaya FC tetap berlangsung secara intensif. Pelatih Ivan Kolev meneruskan beberapa program latihan rutisn termasuk mengasah ketepatan kontrol dan shotting dari bola-bola atas.

Dalam latihan di Stadion Bumi Sriwijaya Kampus, Rabu (29/12), Budi Sudarsono cs diminta Kolev bermain takraw, tetapi tetap menggunakan bola standar sepakbola. Hanya aturannya menggunakan sepak takraw."Ini salah satu program latihan lanjutan sebagai persiapan meski pertandingan diundur," kata Pelatih Ivan Kolev.

latihan kemarin pemain menggunakan aturan sepakbola takraw. Kolev membuat dua lapangan takraw dan 1 lapangan kecil dengan satu gawang. Kemarin tampak Budi Sudarsono yang satu tim dengan Supardi dan Rendy Siregar bermain enjoy menghadapi tim yang diperkuat Mahyadi Pangabean, M Rifky dan Jufriyanto. Skor dimenangkan tim Budi dengan 14-13. Usai bermain takraw, kedua tim kemudian pindah ke lapangan kecil. Di sini Budi cs mengasah tendangan keras melalui bola-bola atas atau voli.

Puluhan Ribu Suporter Mulai Masuki GBK

Pintu-pintu masuk Stadion Utama Gelora Bung Karno mulai dibuka untuk pertandingan Indonesia kontra Malaysia. Puluhan ribu penonton pun berduyun-duyun masuk ke tribun masing-masing.

Pembukaan pintu tersebut dilakukan serentak mulai Pukul 14.30 WIB. Semua pintu mulai dari sektor 1 sampai sektor 24 sudah dibuka, kecuali pintu VVIP yang akan dipakai Presiden SBY nanti.

Saat ini, puluhan ribu penonton pemilik tiket kategori 1, 2, 3, VIP Barat dan VIP Timur mulai mengantre dengan pemeriksaan keamanan yang cukup ketat.

Ketatnya pengamanan itu ditunjukkan dengan digeledahnya semua barang bawaan penonton saat masuk ke stadion. Para penonton dilarang membawa botol air minum. Petugas menuangkan isi botol tersebut ke plastik besar dan membuang botolnya.

Pertandingan final AFF Suzuki Cup 2010 antara Indonesia melawan Malaysia akan dimulai pukul 19.00 WIB.

Video Head to Head Pemain Indonesia Vs Malaysia

Final AFF Suzuki Cup 2010 di Gelora Bung Karno, Rabu (29/12), menjadi pertemuan yang ke-64 antara Indonesia dan Malaysia di level senior yang tercatat secara resmi dalam database FIFA.

Secara keseluruhan, Indonesia unggul dalam rekor pertemuan atas Malaysia sejak kedua tim bertemu untuk pertama kalinya pada 7 September 1957 di Kuala Lumpur. Dari semua kompetisi termasuk laga ujicoba, skuad Merah-Putih mengantongi 28 kemenangan atas Malaysia, 15 kali seri, dan sisa 20 pertandingan dimenangkan Malaysia.



Di Piala AFF, baik Indonesia maupun Malaysia sama-sama menang tiga kali dalam rekor pertemuan kedua tim, termasuk hasil 3-0 di Bukit Jalil, Minggu lalu.

Ini bukan untuk pertama kalinya kedua tim bertemu di sebuah partai puncak. Pada 1968, Indonesia pernah membantai Malaysia dengan skor 6-1 untuk menjuarai Piala Raja Thailand. Bahkan kedua tim berhadapan di babak penyisihan terlebih dulu dalam turnamen tersebut, dan Indonesia menang 1-0.

Pertandingan lainnya yang patut dikenang adalah final SEA Games 1987, ketika gol tunggal Reibut Waidi di masa injury time menghasilkan medali emas bagi Indonesia di hadapan 120.000 penonton yang memadati Stadion Senayan. Indonesia juga mengalahkan Malaysia di babak grup SEA Games 1991 di Manila, Filipina, dengan skor 2-0. Di bawah bimbingan IGK Manila, Indonesia kemudian melangkah ke final dan menaklukkan Thailand melalui adu penalti. Juara SEA Games 1991 menjadi gelar terakhir yang diraih Indonesia di kancah sepakbola internasional.

Malaysia menelan kekalahan paling telak dari Indonesia tepatnya di ajang SEA Games 1999 yang digelar di Bandar Seri Begawan, Brunei Darussalam. Bambang Pamungkas dan Rochi Putiray masing-masing menyumbangkan dua gol dalam pertandingan tersebut, ditambah kontribusi Hariyanto Prasetyo dan Ali Sunan sehingga Indonesia menggilas Malaysia enam gol tanpa balas.

Sedangkan skor 7-1 merupakan kemenangan terbesar Harimau Malaya atas Indonesia, tepatnya di babak grup Merdeka Cup 1976 di Kuala Lumpur. Namun diketahui Indonesia tidak menurunkan skuad terbaiknya dalam turnamen tersebut.

SBY Pastikan Tonton Laga Hidup Mati Timnas

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) memastikan diri untuk menyaksikan laga kedua final Piala AFF antara Indonesia melawan Malaysia malam nanti. Ini ketigakalinya Presiden SBY menyaksikan kompetisi Piala AFF di Senayan.

Informasi dari Biro Pers Istana Presiden menyebut, Presiden SBY akan hadir di Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Rabu 29 Desember 2010, sekitar pukul 19.00 WIB.

Ini merupakan pertandingan penentuan bagi tim 'Merah Putih'. Bila agregat skor yang diperoleh 'Garuda' di bawah angka tiga, maka Firman Utina dan kawan-kawan harus berpuas diri sebagai runner up Piala AFF.

Pada laga pertama di Bukit Jalil, Kuala Lumpur, Malaysia, 26 Desember lalu, skuat asuhan Alfred Riedl ditekuk Safiq Rahim dan kawan-kawan. Dua gol disarangkan penyerang Safee Sali dan satu lainnya oleh gelandang M Ashari Samsudin.

Kegagalan Markus Horison menjaga gawang diduga juga karena ada pengaruh buruk dari suporter Malaysia. Bahkan, Markus sempat protes karena mendapat sorotan laser berwarna hijau saat akan menghadang tendangan bebas.

Dalam babak penyisihan grup, Indonesia berhasil melibas Malaysia dengan skor 5-1. Saat itu Indonesia sebagai tuan rumah.

Uji Kesetiaan Suporter 'Merah Putih'

Selain performa timnas, satu hal yang sangat membanggakan dari gelaran Piala AFF 2010 adalah dukungan luar biasa dari suporter 'Merah Putih'. Setelah kalah di leg pertama, malam ini kesetiaan fans yang sesungguhnya akan diuji.

Setelah hampir satu bulan dihelat, Piala AFF 2010 akhirnya akan segera memutar partai pamungkasnya, Rabu (29/12/2010) malam. Malaysia berpeluang besar menjadi kampiun setelah menang telak 3-0 atas Indonesia di final leg 1.

Laga malam nanti di Gelora Bung Karno akan jadi ajang pembuktian buat Indonesia. Bukan cuma buat Firman Utina dkk yang akan bertarung di atas lapangan, tapi juga buat semua suporter 'Merah Putih' yang hadir di GBK dan pendukung timnas pada umumnya.

Keriuhan yang terjadi di dalam dan luar stadion saat tim Garuda berlaga sejauh ini selalu berakhir manis. Yang ada hanya nyanyian, teriakan, dan dukungan buat timnas, tanpa aksi rusuh dan anarkis. Hal positif ini tentu harus dipertahankan hingga berakhirnya turnamen.

Peluang Indonesia untuk juara memang tipis. Tapi bukan berarti nihil. Yang dibutuhkan oleh anak buah Alfred Riedl adalah dukungan membara dari publik tanah air, baik di dalam maupun di luar Gelora Bung Karno, untuk mengubah peluang kecil itu menjadi kemenangan besar.

Tapi kalau pada akhirnya harapan juara tak berakhir dengan kenyataan di lapangan, sudah selayaknya kita bisa legowo. Perjuangan Firman dkk sudah sangat maksimal. Aksi mereka sepanjang babak penyisihan hingga akhir turnamen juga sangat menghibur dan membanggakan publik tanah air. Di sinilah ujian sesungguhnya buat suporter fanatik Indonesia.

Kekecewaan yang mungkin saja akan kita alami seandainya timnas gagal juara tak perlu disalurkan aksi-aksi rusuh, baik di dalam maupun luar stadion. Tindakan anarkis tak akan mengubah apapun, dan justru akan merugikan timnas di masa depan.

Soal tudingan aksi tak sportif yang dilakukan suporter Malaysia di Kuala Lumpur, hal itu tak perlu kita sikapi secara berlebihan. Anggap saja dukungan yang mereka berikan baru bisa sebatas serangan laser ke pemain lawan.

Suporter kita sudah sepantasnya jauh lebih dewasa daripada mereka. Tak usah merencanakan aksi balasan kepada pemain Malaysia di GBK dalam bentuk apapun. Bukankah kita memang lebih baik dari suporter Malaysia?

"Kalau menjadi suporter jangan seperti yang ditunjukkan Malaysia tadi. Mari kita menjadi bangsa yang sportif," seru Presiden SBY usai nonton bersama final leg 1 di kediaman pribadi di Cikeas, Bogor, Minggu (26/12/2010) malam.

Pernyataan Presiden SBY ini tentu harus kita amini. Tak perlu menodai laga final malam ini dengan tindakan-tindakan tak sportif, apalagi anarkis. Perjuangan timnas di lapangan harus kita barengi dengan dukungan yang positif pula.

"Jadilah suporter sportif dengan semangat persaudaraan, gigih berjuang Insya Allah kekalahan adalah kemenangan tertunda, tetap beri dukungan," pungkas SBY.

Mari buktikan bahwa suporter Indonesia memang bisa lebih baik!

Selasa, 28 Desember 2010

Lapangan SUGBK Siap Gelar Final Leg 2

Direktur Pengembangan dan Pengelola Gelora Bung Karno, Mahfudin Nigara memastikan Stadion Utama Gelora Bung Karno siap digunakan untuk final leg 2 Piala AFF 2010 besok malam, Rabu 29 Desember 2010.

Sebelumnya, timbul kekhawatiran bahwa SUGBK tidak bisa digunakan untuk final leg 2. Itu setelah SUGBK diinjak-injak ribuan calon suporter yang kecewa dengan proses pembelian tiket pertandingan final kategori 3, Minggu 26 Desember 2010.

Selain rumput lapangan sedikit rusak, sejumlah pintu dan pagar stadion dirusak calon penonton. Kondisi ini sempat menimbulkan wacana SUGBK tidak bisa menggelar final leg 2 karena dianggap tidak layak oleh AFF.

Namun, Nigara memastikan kondisi SUGBK saat ini sudah 95 persen. Ia yakin SUGBK besok siap menggelar pertandingan final Indonesia melawan Malaysia.

"Untuk rumput lapangan, saya pastikan jam 12.00 WIB siang besok dalam kondisi puncak. Saat ini, rumput sedang diberi vitamin, jadi bukan manusia saja yang diberikan vitamin," ujar Nigara dalam jumpa pers di kantor PSSI,
Senayan, Selasa 28 Desember 2010.

Nigara kemudian menegaskan pintu-pintu dan pagar GBK yang dirusak calon penonton juga sudah dibenahi. "Kondisinya juga sudah 95 persen. Pintu dan pagar sudah diperbaiki. Saya berharap suporter menjaga fasilitas stadion ini,"
pungkasnya.

Semangat Timnas Dibakar Cinta Suporter

Ada satu faktor yang memulihkan semangat timnas Indonesia dengan cepat. Itu adalah cinta luar biasa dari suporter Indonesia, yang terus mendukung anak-anak Garuda, apapun yang telah terjadi di Bukit Jalil, Malaysia. Pelatih Alfred Riedl pun kagum.

Hal ini diungkapkan salah satu dokter timnas dr Aditya Wahyudi. Menurut dia bukan hanya satu, tapi tiga momen yang membahagiakan Firman Utina dan kawan-kawan.

"Yang membahagiakan kita, ketika kita datang disambut di bandara, di hotel dan di lapangan. Pendukung di lapangan juga penuh. Semua menyemangati timnas. Itu memberikan efek luar biasa untuk para pemain," kata dr Adit dalam perbincangan dengan detikcom, Selasa (28/12/2010).

Terlebih lagi, kata dr Adit, timnas tidak memiliki psikolog secara khusus. Otomatis mental pemain ditempa oleh pelatih Alfred Riedl. Sehingga, dukungan luar biasa dari fans, sangat membantu tugas Riedl.

"Ada juga foisial yang sudah lama di timnas bilang, baru nih kali ini kita diperlakukan istimewa seperti ini," imbuh dr Adit.

Dukungan tanpa cela dari rakyat Indonesia pun membuat Riedl terkagum-kagum. Hal itu diakuinya kepada para wartawan, bahwa suporter Vietnam pun tidak pernah seperti ini ketika Riedl melatih timnas negeri jiran itu.

"Saya pernah melatih di Vietnam bertahun-tahun, tapi tidak seperti ini. Suporternya juga begitu banyak, tapi saya belum pernah melihat yang seperti ini," tegas Riedl di Lapangan C, Senayan, Jakarta, Senin (27/12) kemarin.

Seperti pepatah Inggris bilang, the friend in need is the friend indeed. Ketika Timnas membutuhkan dukungan, saat itulah rakyat Indonesia berbaris menyanyikan lagu 'Garuda di Dadaku'!

PSM Mundur Dari Liga Super Indonesia

Asisten Manajer Hukum Demisioner PSM Syahril Cakkari mengatakan bahwa surat pengunduran diri PSM dari Liga Super Indonesia (LSI) bernomor 239/6.32/PSM/II/2010 dan telah diteken langsung oleh Ilham Arief Sirajuddin selaku ketua umum PSM resmi diberikan kepada pihak PT LI sebagai badan pengelola LSI pada hari senin (27/12).

“Suratnya sudah saya berikan kepada pihak BLI di Jakarta. Sikap tegas yang kami lakukan semata-mata untuk kebaikan PSM kedepan,” kata Syahril seperti dikutip dari Republika online.

Dengan surat pengunduran diri tersebut, PSM akan segera melakukan merger dengan PSMPL (Persatuan Sepak bola Makassar Primer League) untuk membentuk tim yang akan segera diterjunkan di kompetisi Liga Primer Indonesia. Beberapa waktu yang lalu, PSMPL juga sudah melakukan seleksi pemain.

Sebelumnya tersiar kabar bahwa pelatih PSM di LSI, Robert Rene Alberts tidak akan dimasukan ke struktur klub PSM di LPI. Ini terkait dengan isi klausul kontrak pelatih yang mempunyai tempat tinggal di Malaysia itu yang menyebutkan ia diperbolehkan pulang ke Malaysia sebayak 2 kali per bulannya. Belum lagi, dengan kontrak 780 juta permusim, Robert Alberts juga kerap meminta fasilitas hotel bintang 4 jika PSM melakukan pertandingan tandang. Itu salah satu alasan ia dinilai memberatkan klub.

Marketing Communication PSM LPI, Anno Suparno menegaskan Robert akan diterima jika dia mau merevisi kontraknya. “Agak sulit jika dia yang tangani PSM di LPI. Ini kompetisi profesional, tidak boleh pulang seenaknya,” jelas Suparno seperti yang dilansir Riau Pos.

Latihan Perdana Tak Komplit

Komposisi latihan perdana Sriwijaya FC paska libur dua hari, kemarin (27/12) tidak komplet. Pasalnya, tiga pemainnya, yakni Muhammad Rifky, Ardiles Rumbiak dan Rachmat Latief belum menampakan batang hidungnya saat latihan yang di gelar di stadion Bumi Sriwijaya, kemarin sore (27/12).

“Mereka sudah izin dengan saya. Karena alasanya tepat, maka saya tidak akan memberikan sanksi kepada mereka,” kata pelatih Sriwijaya FC, Ivan Kolev, usai latihan, kemarin (27/12).

Ardiles Rumbiak sendiri belum bisa bergabung pada latihan perdana lantaran pesawatnya mengalami delay. Sedangkan Muhammad Rifky belum bergabung disebabkan Ibunya sedang menjalani operasi Jantung. Rachmat Latief harus molor bergabung lantaran menjalani penyembuhan tradisional di kampung halamannya.

“Ardiles sudah izin atas keterlambatannya, kemungkinan nanti sore (kemarin, red) sudah tiba di Palembang. Sedangkan Rachmat Latief izin untuk penyembuhan lantaran cedera saat uji coba melawan Persipasi, (24/12) lalu,” lanjutnya.

Apakah mereka akan mendapat denda atau sanksi? “Tidak ada sanksi. Sebab, mereka sudah meminta izin terlebih dahulu. Kita lihat alasan mereka memang harus diberi izin,” imbuhnya.

Selain tiga pemain ini, pada latihan perdana itu juga tidak di ikuti lima pemain yang bergabung di Timnas. Mereka adalah, fery Rotinsullu, Firman Utina, M Ridwan, Arif Suyono dan Oktovianus Maniani.

Pada latihan perdana kemarin, coach Ivan Kolev memberikan porsi latihan seperti biasanya. Di awali dengan melakukan fitness, Keith Kayamba Gumbs dkk langsung melahap latihan di Bumi Sriwijaya.

Diawali dengan stretching, pemain langsung melakukan game setengah lapangan yang di bagi dalam dua kelompok mulai pukul 16.00 WIB hingga 17.30 WIB. “Kami akan terus mempersiapkan tim untuk menghadapi kompetisi. Mudah-mudahan pemain yang belum datang bisa segera bergabung,” pungkasnya.

Badai Cedera Masih Melanda Di Sriwijaya FC

Gelombang cedera kembali menghantam pasukan Sriwijaya FC. Kali ini, Claudiano Alves Dos Santos, Park Jung-Hwan dan Gunawan Dwi Cahyo harus merasakannya. Pelatih Ivan Kolev merasa miris melihat kejadian tersebut, mengingat kompetisi Indonesia Super League (ISL) bakal dilanjutkan Januari nanti.

“Kami berharap ketiga pemain itu bisa sembuh lebih cepat. Kami tidak ingin satu dari mereka tidak bisa dimaksimalkan saat Sriwijaya jamu Persib Bandung (2/1/2011) nanti,” ujar Kolev sapaan akribnya kemarin, (27/12).

Menurut Kolev Claudiano derita cedera engkel kaki kanan, Park dan Gunawan harus bergulat dengan masalah lutut kiri. Saat latihan di Stadion Bumi Sriwijaya, Kampus kemarin petang, Diano dan Gunawan terlihat latihan terpisah. Keduanya hanya jalan keliling lapangan. Setelah itu, harus mendapat perawatan dari tim medis dengan dikompres pada bagian cedera.

Park latihan seperti biasa namun, harus ditarik keluar lapangan setelah sekitar 30 menit latihan lantaran merintih kesakitan. “Cedera Park sebenarnya sudah lama mungkin karena terlalu letih sehingga kambuh lagi,” tambah pelatih. Lantas kapan mereka bisa sembuh?

Diakui Kolev cedera ketiganya memang tidak begitu parah hingga tidak butuh banyak waktu untuk proses penyembuhan. Untuk Diano diperkirakan dia, dalam waktu tiga hari kedepan sudah baik. Sedangkan Gunawan butuh proses penyembuhan sekitar empat hari. “Cedera Park sebenarnya tidak begitu parah namun, kami tidak mau memaksakannya berlatih keras. Kalau tidak ada masalah lain kemungkinan besok (hari ini, red) atau lusa (besok, red) Park sudah bisa berlatih kembali,” tambah dia.

Sementara itu Diano sendiri mengaku kondisinya sudah berangsur membaik. Dia optimistis bisa pulih dengan cepat. ”Sebenarnya hari ini saya sudah bisa bermain normal. Lantaran anjuran tim medis untuk beristirahat ya, saya harus istirahat. Lagipula kalau dibawa berlara engkel saya masih terasa nyeri. Ya mudah-mudahan besok (hari ini, red) sudah membaik,” timpal pemain asal Brasil itu.

Senin, 27 Desember 2010

Kolev Pulangkan Pemain Asal Iran

Setelah Philips Arnold asal Australia, Pelatih Ivan Kolev kembali menyeleksi pemain asal Iran, Meisam Armian. Sayang, Meisam justru langsung dipulangkan meski baru satu jam mengikuti seleksi. Kami menyeleksi pemain asing asal Asia untuk mencari yang terbaik bagi klub. Sejauh ini Philips cukup baik, tetapi masih akan dilihat. Saya harus memulangkan Meisam Selasa (27/12), karena dia sangat loyo,” kata Kolev, Senin (27/12).

Meisam yang memperkuat Saipa FC, klub Divisi Utama Iran, berusia 31 tahun ini, dan memiliki postur ideal dengan tinggi/berat 184 Cm/79 Kg. Ia berposisi sebagai gelandang kiri. Meisam pernah mengikuti seleksi bersama Bandung FC salah satu klub peserta Liga Primer Indonesia (LPI). Namun dengan alasan yang tidak jelas dia tidak lolos dalam seleksi.

Sementara Philips Arnold striker murni asal Australia. Dengan tinggi 186 cm, dia jago bola-bola atas dan kemampuanya melindungi bola cukup baik.

Melihat posisi yang dicari Kolev, maka Park Jung Hwan dan Yong Jie Mu sangat rawan tergusur, sebab Park berposisi sebagai striker dan Mu gelandang kiri.

Direktur Teknik dan SDM PT SOM, Hendri Zainudin mengatakan, manajemen menyerahkan proses seleksi kepada Kolev. Namun mereka tetap melakukan verifikasi. “Status kedua pemain ini terdaftar di liga utama negaranya masing-masing. Namun kita tetap berhati-hati, sebab kita tidak ingin kasus serupa terulang,” kata Hendri.

Riedl Sangat Terkesan dengan Suporter Indonesia

Kesan mendalam dirasakan pelatih Alfred Riedl terhadap fans Indonesia. Meski kalah telak 3-0 di leg pertama, antusiasme warga untuk memberikan dukungan seolah tiada henti. Sebuah pengalaman berbeda dengan Vietnam, negara yang pernah dibesutnya.

Indonesia dipukul Malaysia 3-0 dalam partai pertama final AFF Suzuki Cup di Stadion Bukit Jalil, Kuala Lumpur, Minggu (26/12). Dua dari tiga gol Malaysia yang membuat publik Stadion Bukit Jalil bersorak dicetak oleh striker andalannya, Mohd Safee Sali. Satu gol tambahan diceploskan oleh Mohamad Ashari.

Meski begitu, dukungan suporter Merah Putih terus mengalir, baik di dalam maupun di luar stadion. Hal yang sama juga terjadi saat Firman Utina dkk tiba di Bandara Halim Perdanakusumah. Ratusan suporter masih menyimpan harapan bagi mereka.

"Saya juga sangat banggga dengan Timnas Indonesia, saya belum pernah melihat sebuah tim didukung seperti ini. Ketika kami di airport, ada ratusan orang mendukung. Ketika kami latihan juga ratusan mendukung," kata Riedl usai latihan di Lapangan C, Senayan, Jakarta.

"Saya pernah melatih di Vietnam bertahun-tahun, tapi tidak seperti ini. Suporternya juga begitu banyak, tapi saya belum pernah melihat yang seperti ini," tegasnya.

Lewat dukungan ribuan fans, Riedl mengaku para pemainnya bisa menjadi lebih rileks. Tekanan pun tidak terasa lebih berat lagi.

"Kesempatan 10 persen kami ini bisa dimaksimalkan," tegasnya.

Markus Cidera, Yongki Dipastikan Absen

Pelatih Alfred Riedl belum bisa memastikan apakah kiper Markus Haris Maulana bisa diturunkan pada leg kedua final Piala AFF 2010. Sebab, kondisi kiper berusia 29 tahun itu belum fit.

"Kami belum tahu diturunkan atau tidak, hari ini, dia hanya latihan kecil karena kondisinya belum meyakinkan," kata Riedl usai memimpin timnas Indonesia latihan di Lapangan C, Senayan, Jakarta, Senin, 27 Desember 2010.

Lalu siapa pengganti Markus jika kiper Persib Bandung itu absen?, Riedl belum bisa memastikan. Yang pasti, masih ada waktu dua hari untuk memantau perkembangan kondisi Markus.

Markus mengalami cedera saat terkena tendangan kaki pemain Malaysia saat mencoba menghalau bola di dalam kotak penalti pada partai final pertama di Bukit Jalil, Kuala Lumpur, kemarin.

"Jika Markus tidak main, Feri (Rotin Sulu) akan bermain. Tapi kami belum tahu apakah Markus bisa main atau tidak," jelasnya.

Sementara striker Yongky Aribowo dipastikan absen di leg kedua yang akan digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta. Striker muda berusia 21 tahun itu mengalami cedera.

Riedl: Mental Pemain Baik-baik Saja

Kondisi mental para pemain Timnas pasca kekalahan dari Malaysia sudah membaik. Firman Utina dkk kini sudah melupakan pertandingan kemarin dan fokus pada leg kedua di stadion Gelora Bung Karno (GBK).

Demikian disampaikan pelatih Timnas Alfred Riedl saat ditanya kondisi terakhir para pemain. Menurut pria asal Austria itu, para pemain Merah Putih memiliki kemampuan untuk bangkit dengan cepat.

"Mereka baik-baik saja. Mereka mampu bangkit kembali dengan cepat. Mood mereka membaik hanya dalam tempo kurang dari 24 jam," kata Riedl usai latihan di lapangan C, Senayan, Jakarta, Senin (27/12/2010).

Riedl mengaku para pemainnya banyak melakukan kesalahan dalam laga yang dihelat di Stadion Bukit Jalil, Kuala Lumpur, kemarin. Namun, fokus tetap harus dijaga, terutama dalam mencetak gol.

"Fokus kami adalah untuk mencetak gol. Baru kita lihat selanjutnya. Jika kita mencetak gol, itu bisa menaikkan mood dan mengubah pertandingan," ungkap Riedl.

Dalam partai kedua nanti, kemungkinan besar Riedl akan mengubah komposisi pemain. "Formasi juga tidak akan sama. Okto (Okto Maniani) jelas tidak bisa main. Yongki Aribowo cidera dan Markus (Markus Horison) tidak tahu pasti. Kami terus berusaha menyemangati pemain, melupakan apa yang telah terjadi dan menyiapkan para pemain untuk laga hari Rabu," tuntasnya.

Timnas Latihan, Ribuan Suporter Beri Semangat

Dukungan masyarakat terhadap tim nasional Indonesia tak mengendur paska kekalahan 3-0, dalam pertandingan pertama final Piala AFF 2010 melawan tim nasional Malaysia. Seribuan orang masih antusias menyaksikan latihan timnas Indonesia yang digelar di Lapangan C, Senayan Jakarta, Senin 27 Desember 2010.

Masyarakat tampak memadati luar pagar di sekeliling Lapangan C, sambil memberikan semangat kepada timnas yang sedang berlatih di bawah instruksi pelatih, Alfred Riedl dan asisten pelatih Wofgang Pikal.

Tua, muda, laki-laki, dan perempuan, semua setia berdiri dan memberikan semangat dari luar lapangan. Asri misalnya, ibu berusia 45 tahun, bersama anaknya, Dinda yang berusia 9 tahun rela jauh-jauh dari Bekasi datang ke Senayan khusus untuk menyaksikan latihan timnas.

"Saya ingin melihat timnas tetap semangat, makanya saya ajak anak saya ke sini sekalian membeli kaos timnas untuk Dinda," kata Asri.

Asri pun berharap dukungan masyarakat ini bisa memompa semangat timnas yang akan menghadapi Malaysia dalam pertandingan kedua final Piala AFF yang akan digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Kamis 29 Desember mendatang. "Semoga timnas tetap semangat," kata dia.

Sementara itu, Purnomo (29), berharap kekalahan pada pertandingan pertama final tak menjadi beban bagi timnas. Dia berharap, timnas mampu tampil menawan sebagaimana mengalahkan Malaysia 5-1 dalam fase penyisihan grup yang lalu.

"Kekalahan kemarin harus dibalas. Timnas pasti bisa bermain seperti ketika mengalahkan Malaysia dalam penyisihan," kata Purnomo.

Tak hanya para masyarakat, para pedagang atribut timnas pun masih antusias menggelar dagangannya. Yanto misalnya, meskipun mengaku penjualannya menurun, barang dagangannya masih laku keras. "Meski pun tidak seramai kemarin, masih banyak yang membeli kaos saya," kata dia.

Mereka bahkan tak jarang memanggil nama masing-masing pemain saat mendekat ke arah pagar. Nama-nama pemain juga terus diteriaki saat giliran mendapat bola.

Dalam latihan ini, tidak seperti biasanya hadir Ketua Umum PSSI Nurdin Halid. "Saya hanya ingin melihat timnas latihan," kata Nurdin sesaat menuju tribun lapangan.

Selain itu, meskipun tidak terlalu ketat, tampak juga aparat keamanan berjaga-jaga di luar lapangan. Selain polisi, tampak juga sejumlah personel TNI dengan senjata laras panjang berjaga-jaga.

Timnas Harus Belajar dari Kekalahan Vietnam

Tersingkirnya timnas Vietnam di partai semifinal Piala AFF 2010 harus menjadi pelajaran berharga bagi timnas Indonesia. Juara bertahan Piala AFF itu harus mengakui ketangguhan Malaysia setelah kalah 2-0.

"Indonesia harus mengaca kepada Vietnam. Memang peluang juara masih ada, syaratnya harus menjaga konsentrasi agar tidak emosi," kata Direktur Teknik PSSI, Sutan Harharah.

Pada leg pertama, Vietnam yang bermain di kandang Harimau Malaya takluk 2-0. Namun, upaya Vietnam untuk balas dendam pada leg kedua di kandang sendiri gagal setelah hanya bermain imbang 0-0.

Bahkan upaya Vietnam untuk mengalahkan Malaysia saat itu semakin berat setelah Thanh Luong Pham mengoleksi kartu kuning kedua. Akibatnya ia harus diusir wasit pada menit 72.

Kemenangan atas Vietnam itulah yang mengantarkan Malaysia melaju ke final. Di babak ini, Malaysia bertemu dengan Indonesia.

Indonesia memang masih mempunyai kesempatan untuk mengejar ketertinggalannya setelah kebobolan tiga gol tanpa balas di Stadion Bukit Jalil, Kuala Lumpur, kemarin. Peluang itu ada saat Indonesia kembali bertemu dengan Malaysia di Stadion Gelora Bung Karno, Jakarta, Rabu, 29 Desember 2010.

"Tiga gol yang disarangkan oleh Malaysia itu tidak sedikit. Karena itu, peluang sekecil apapun nanti harus bisa mencetak gol," ujar Sutan.

Pemain Iran Ikuti Seleksi SFC

Setelah mendatangkan pemain asal Australia Philips Arnold, kini pelatih Ivan Kolev kembali mendatangkan pemain seleksi dari Iran Meisam Armian, Senin (27/12). Dia akan mengikuti seleksi selama satu pekan bersama Laskar Wong Kito.

"Meisam akan langsung gabung latihan sore ini," kata Sekretaris Tim M Siswandi.

Seperti diketahui, Meisam adalam pemain asal Iran yang memperkuat Siapa FC klub Divisi Utama Iran. Meisam yang berusia 31 tahun ini, memiliki postur ideal dengan tinggi 184 cm/79 kg.

Ia berposisi sebagai gelandang kiri. Meisam pernah mengikuti seleksi bersama Bandung FC salah satu klub peserta Liga Primer Indonesia (LPI). Namun dengan alasan yang tidak jelas dia tidak lolos dalam seleksi. "Pelatih Ivan Kolev yang akan menyeleksi dia untuk di gelandang kiri," jelasnya.

Mental Psikologis Pemain Timnas Dipompa

Tim Nasional Indonesia sudah bersiap untuk menghadapi laga kedua babak final Piala AFF 2010 melawan Malaysia. Selain mempersiapkan taktik, pemain timnas juga akan dipompa mentalnya.

"Sore ini akan berlatih kembali dan nanti malam kita akan evaluasi pertandingan melalui rekaman tv," kata Manajer Timnas Indonesia, Andi Darussalam Tabusala, di Hotel Sultan, Jakarta, Senin 27 Desember 2010.

Selain mempersiapkan taktik permainan, menurut Andi, pelatih juga akan memetakan kondisi psikologis para pemain. Hal ini dibutuhkan untuk membangkitkan kembali semangat tim usai dikalahkan Malaysia 0-3. "Kita coba membangkitkan tim kembali dari sisi psikologis. Pemain dalam keadaan seperti ini, saya kira harus keluar dari tekanan," ujarnya.

Andi menjelaskan, saat ini kondisi pemain sangat bagus. Namun, mental timnas Indonesia sangat terpukul. "Jangankan kalah 0-3, kalah 0-1 pun pemain pasti terpukul. Biar bagaimanapun, harus kita akui itu. Dan adalah kewajiban kami untuk membangkitkan kembali semangat pemain. Kita harus bangkit pada second leg dan kita harus perbaiki sekarang," ujarnya.

Timnas Indonesia akan meladeni Malaysia dalam pertandingan kedua babak final Piala AFF pada 29 Desember di Stadion Utama Gelora Bung Karno. Saat ini Indonesia tertinggal 0-3 dari tim Malaysia.

Okto Minta Maaf dan Janji Lebih Baik

Para pemain Indonesia tetap bertekad menggapai maksimal kesempatan bertanding di Jakarta hari Rabu lusa. Tapi atas kekalahan kemarin, Oktovianus Maniani minta maaf.

"Saya mohon maaf sebesar-besarnya kepada teman-teman suporter krn tidak maksimal di pertandingan kemarin," tulis winger muda asal Papua itu dalam akun twitter-nya, Senin (27/12/2010) pagi.

"Kecewa sudah pasti, tapi saya tetap optimis akan melakukan yang terbaik untuk tim tanggal 29 nanti. Kami berjanji," sambung pemain 20 tahun yang kini memperkuat Sriwijaya FC itu.

Tak cuma Okto, keinginan tampil lebih baik di leg kedua juga dinyatakan kapten Firman Utina, juga melalui twitter.

"Tenanglah kawan kalah kita belom kalah di Final, di GBK masih ada 90 menit untuk menciptakan gol lebih dari 4. Tetap semangat Indonesia!"

Sebelumnya, penyerang senior Bambang Pamungkas juga mengekspresikan optimisme serupa. "Bukankah masih ada 90 menit lagi di Jakarta kawan-kawan. Tetap semangat..!!!"

Di kalangan suporter, umumnya tidak menyalahkan timnas atas kekalahan tadi malam atas Malaysia. Walaupun menilai tampil tidak sebaik biasanya, namun kebanyakan mereka lebih "asik" mempersoalkan laser dari penonton tuan rumah atau kesalahan-kesalahan tak perlu yang dilakukan oleh pengurus PSSI maupun politisi-politisi kesiangan.

Cari Blog Ini

Arsip Blog

Diberdayakan oleh Blogger.

Label

Laporkan Penyalahgunaan

Halaman

Mengenai Saya

Entri yang Diunggulkan

Sriwijaya FC Hadapi Pusamania di Semi Final PGK

Sriwijaya FC akhirnya harus puas sebagai runner up Grup B, dengan koleksi 6 poin dari tiga pertandingan. Setelah dilaga terakhir takluk...

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *