Dilema Garuda

Sukses menjadi juara grup dengan rekor tak terkalahkan di penyisihan grup untuk kali pertama sejak AFF Suzuki Cup digeber 1996 menyisakan dilema buat Timnas Indonesia. Delapan pemain dilaporkan jadi pesakitan. Mereka mengalami masalah dengan kebugaran usai berjuang habis-habisan di Stadion Utama Gelota Bung Karno (SUGBK) Senayan, Jakarta.

Delapan pemain itu di antaranya, Firman Utina, Hamka Hamzah, Bambang Pamungkas, Eka Ramdani, Oktovianus Maniani, Maman Abdurahman, Zulkifli Syukur, dan Tony Sucipto. Bambang dan Oktovianus alami kram, Utina dan Hamka bermasalah dengan lutut, sedangkan Zulkifly dan Eka ada gangguan di lutut serta hamstring. Sementara Tony derita hamstring kemudian Maman alami memar di kaki.

”Dari daftar pemain cedera, Hamka dan Eka yang paling mengkhawatirkan. Saat ini kondisinya 80 persen. Semoga nanti saat semifinal, sudah bisa kembali main normal kembali,” ungkap fisioterapis Timnas Indonesia Mathias Ibo kemarin (8/12).

Pasukan Garuda memiliki waktu sepekan untuk mengatasi problem cedera ini. Sebelum akhirnya kembali bertarung di babak semifinal melawan runner up Grup B. Ada tiga tim yang berpeluang menantang Timnas di semifinal, seperti Filipina, Vietnam, atau Singapura. Indonesia dijadwalkan main away dulu pada 16 Desember dan main kandang tiga hari kemudian.

Dikatakan mantan fisioterapis Persiba Balikpapan ini, cedera Hamka dan Eka
merupakan bawaan dari klub. Diakuinya, Timnas harus kerja keras untuk kembalikan kondisi mereka semula karena waktunya sempit. Usaha terakhir yang akan ditempuh adalah mengurangi rasa sakit untuk cedera Hamka dan Eka. Tapi, yang lainnya kemungkinan besar bisa main saat semifinal.

”Benar, kaki saya masih cedera. Saya kurang konsumsi air dan ikan makanya kena kram. Semoga kondisi kembali bagus saat semifinal,” ujar Oktovianus kemarin (8/12).

Dilema cedera juga sempat menganggu persiapan Timnas Indonesia jelang turnamen terakbar di Asia Tenggara ini. Tiga hari sebelum kickoff lawan Malaysia, Alfred Riedl harus memulangkan bek tengah Nova Arianto akibat cedera otot pangkal paha.

Sebagai gantinya, arsitek asal Austria ini memanggil Yesaya Desnam. Selama training center, 11 pemain dari 25 nama dilaporkan mengalami masalah dengan hamstring dan seputar kaki efek dari kerasnya lapangan latihan Timnas Indonesia. Jauh sebelum itu, Ricardo Salampessy harus tinggalkan Timnas untuk sembuhkan cedera lutut. Demikian dengan Atep yang harus terbuang dari skuad Garuda karena cedera otot perut.

Sementara itu, asisten pelatih Timnas Indonesia Wolfgang Pikal optimistis anak asuhnya bakal kembali bugar saat semifinal nanti. Berbagai program terapi disiapkan untuk mempercepat kesembuhan mereka. ”Kabar terakhir, semua tak ada yang alami cedera parah. Tapi kami akan lihat kondisi pemain saat kembali latihan Jumat nanti (10/12). Semoga semuanya tak ada masalah saat semifinal,” ujar Pikal kemarin (8/12)

Sekadar memberitahukan cedera pemain berusia 20 tahun ini, bersama skuadra Alfred Riedl sebenarnya bukan kali pertama. Sebelumnya, pemain yang juga pernah merumput di Persitara Jakarta Utara ini sempat mengalami cedera retak tulang kaki saat menjalani training camp (TC) atau pemusatan latihan.

Dengan cedera itu, pemain asal Papua itu harus absen pada beberapa laga yang di jalani Laskar Wong Kito (julukan Sriwijaya FC). Okto sendiri juga terpaksa pulang kampung guna menjalani perawatan itensif. ”Semua pemain kami rasa tidak mau cedera. Namun, bila itu terjadi bagaimana lagi,” tukas dia.

Meski banyak pemain yang mengalami cedera saat membela Timnas, manajemen Sriwijaya FC tetap tidak mempermasalahkan. “Cedera itu kan tidak di sengaja. Sehingga, kita tidak bisa menuntun dan menghindarai cedera. Terpenting, bagi pemain Timnas untuk fokus menjalani pertandingan yang tersisa dan membawa harum Indonesia,” ujar Direktur Teknik dan SDM, PT Sriwijaya Optimis Mandiri (PT SOM), H Hendri Zainuddin.

Read Also:

Related Posts
Disqus Comments