Indonesia Harus Main Lepas

Timnas Indonesia tidak boleh menganggap remeh Filipina di laga semifinal 2 meski pertandingan sebelumnya menang 1-0. Apalagi, hasil itu masih belum aman bagi tim Merah Putih. Dengan hasil tipis yang diperoleh Indonesia, pemain Filipina pastinya akan bermain ngotot di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan Jakarta, Minggu 19 Desember 2010 malam.

Pelatih Persema Malang berkebangsaan Jerman, Timo Scheunemann, menilai pada pertandingan pertama, pertahanan Philipina cukup bagus dan disiplin, hal ini membuat Firman Utina dan kawan-kawan kerepotan dalam menerobos pertahanan Philipina.

"Kolektifvitas pertahanan Philipina sangat bagus. Maklum, karena sebagian pemain naturalisasi Philipina terbiasa dengan sistem permainan pola modern, yakni 4-4-2, seperti yang diterapkan di Eropa," kata Timo yang juga melambungkan nama pemain naturalisasi Indonesia, Irfan Bachdim itu.

Dikatakannya, kesulitan Timnas menerbos gawang Philipina dikarenakan terlalu seringnya memainkan bola-bola lambung tanpa melakukan umpan-umpan pendek.

"Saya lihat pada laga pertama kemarin, sejak menit awal pemain Indonesia lebih banyak melakukan umpan panjang, sehingga kurang bisa berkreasi," kata pelatih yang berlisensi A UEFA ini.

Ia menjelaskan, secara individu, pemain Timnas terlihat bermain cukup bagus, namun pada pertandingan pertama Indonesia terlihat tegang di lapangan.

"Kalau nantinya Timnas bisa bermain lepas dan mencetak gol di menit awal, saya prediksi bisa menang lebih dari satu gol," katanya.

Meski demikian, Timo memprediksi dalam laga kedua ini, akan dimenangkan kembali oleh Timnas namun tetap dengan skor tipis.

Tapi, itu baru prediksi apalagi dalam sepakbola segala kemungkinan bisa terjadi, dan tidak mustahil Indonesia akan menang telak atas Filipina seperti saat lawan Laos dan Malaysia.

Read Also:

Related Posts
Disqus Comments