Kombinasi Strategi Menyerang Dan Bertahan

Pertandingan leg pertama final AFF Suzuki Cup 2010 tanggal 26 Desember lawan Malaysia menjadi ujian sesungguhnya kekuatan Timnas Indonesia. Inilah kali pertama Tim Merah Putih main di luar kandang. Selama tiga laga babak penyisihan dan dua pertandingan semifinal, semuanya dijalani di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) Senayan, Jakarta.

Dari kelima pertandingan itu, Pasukan Garuda mencetak rekor 100 persen. Yakni, menang 5-1 atas Malaysia, gelontor setengah lusin gol ke gawang Laos, pulangkan Thailand setelah unggul 2-0, dan masing-masing menang 1-0 atas Filipina di semifinal. Namun, pelatih Alfred Riedl tak gentar meski harus mainkan pertandingan di luar Jakarta dalam leg pertama final turnamen bergengsi di Asia Tenggara ini.
Bukti bahwa Timnas Indonesia akan berikan perlawanan adalah psywar yang keluar dari mulut arsitek asal Austria tersebut. ”Mungkin kami hanya akan tampil bertahan di awal pertandingan. Setelah itu kami akan tampil menyerang. Tim ini cukup kuat untuk main menyerang,” ujar Alfred kemarin (21/12).

Langkah bertahan di awal pertandingan diambil untuk melihat kekuatan Malaysia saat ini. Sebab, menurut pengamatannya tim berjuluk Harimau Malaya itu sudah alami perkembangan pesat usai dipermak 5-1 di babak penyisihan grup A pada 1 Desember lalu. Dengan sedikit defense di awal laga, timnas bisa melancarkan serangan balik menusuk ke jantung pertahanan.

Taktik ini sudah pernah dicoba ketika memulangkan Thailand dari persaingan juara AFF Cup tahun ini. Meski saat itu kebobolan lebih dulu melalui tendangan spektakuler Sruree Sukha menit ke-68, Indonesia langsung bangkit. Gelombang serangan yang dilancarkan mampu membuat pertahanan tim asal Gajah Putih kelabakan hingga menghasilkan dua penalti. Kedua titik putih itu sukses dimaksimalkan Bambang Pamungkas menjadi gol. ”Pada prinsipnya kami tidak tampil baik saat bertahan. Permainan menyerang menjadi pilihan saat melawan Malaysia nanti,” tukasnya.

Taktik Riedl ini didukung kondisi pemain. Cedera Oktovianus Maniani dan Firman Utina sudah mengalami perkembangan bagus. Di lima laga sebelumnya, kedua pemain ini memiliki peran penting dalam mengekplorasi permainan menyerang Pasukan Merah Putih.
Tusukan dari sayap kiri dengan andalkan kecepatan Oktovianus kerap membuat lawan kelabakan. Begitu juga dengan kejutan dari Firman yang tiba-tiba menusuk dari lini tengah. ”Kondisi cedera saya sudah enakan. Tapi, belum bisa dipaksakan. Saya diminta untuk lebih banyak istirahat,” ujar Firman.

Dalam latihan di Lapangan ABC kemarin, mereka memang masih latihan terpisah. Mereka didampingi fisioterapis Mathias Ibo dan Muhammad Yanizar. Keduanya hanya menjalani latihan ringan dan selesai lebih dulu dibanding pemain lainnya. ”Kami akan berusaha agar keduanya bisa tampil maksimal saat lawan Malaysia nanti,” tukas Mathias.

Read Also:

Related Posts
Disqus Comments