• Mewaspadai Filipina di Leg Kedua

    Filipina terbukti sudah bukan Filipina yang delapan tahun lalu bisa diremukkan 13-1 oleh Indonesia. Dan seperti dikatakan Alfred Riedl, Indonesia belum menyingkirkan mereka di semifinal. Filipina bermain cukup bagus di semifinal pertamanya di turnamen Piala AFF tadi malam, Kamis (16/12/2010), walaupun tampil di bawah tekanan 70 ribu suporter publik Stadion Gelora Bung Karno, Jakarta.

    Sebelum pertandingan pelatih Simon McMenemy dengan rendah hati mengatakan bahwa pertandingan timnya melawan Indonesia baik David versus Goliath. Walaupun banyak pemainnya yang berkarir di Eropa, yang secara kultur dan manajemen lebih baik, tapi pengalaman adalah sebuah modal besar, dan Filipina kalah jauh dari pasukan Garuda.

    Akan tetapi, teknik bermain The Azkals menunjukkan sebab apa mereka bisa lolos dari Grup B, menyingkirkan tim kuat Singapura, plus cuma kebobolan satu gol. Ditambah keunggulan postur tubuh, Filipina memberi perlawanan ketat pada Indonesia. Tidak sampai istimewa barangkali, tapi memiliki potensi.

    Di luar hal teknis, Filipina juga tampak menikmati keberadaannya di Gelora Bung Karno. Alih-alih minder, dari awal mereka malah mengatakan sangat penasaran untuk bermain di depan puluhan ribu orang -- di negaranya, 3 ribuan orang saja sudah bagus.

    Dan excitement itu terlihat betul di lapangan tadi malam. James Younghusband dkk seperti tidak terpengaruh oleh "teror" mental dari publik Senayan. Jikalau terganggu oleh suara super bising, hal itu bahkan dirasakan pula oleh kubu Indonesia. Baik McMenemy dan Riedl sama-sama tarik urat leher lebih kencang supaya suaranya pada pemain lebih terdengar.

    Organisasi permainan dan mental bermain yang cukup baik menjadikan Indonesia "hanya" bisa menang 1-0 atas Filipina. Skor itu menunjukkan bahwa Filipina adalah tim paling sulit yang dihadapi Firman Utina dkk sejauh ini, karena mereka "mudah" mengalahkan Malaysia (5-1) dan Laos (6-0), serta unggul tipis 2-1 atas Thailand di babak grup.

    Maka, seperti sudah disimpulkan oleh Riedl jauh hari sebelum pertandingan, Filipina bukan lagi tim yang “sakit”, yang di Piala Tiger 2002 bisa dilumat begitu mudah oleh Indonesia dengan skor 13-1.

    "Ini kemenangan yang sangat penting buat kita. Tapi kita mesti ingat, tempat ke final belum kita amankan. Kita masih akan punya pertandingan yang sangat sulit hari Minggu nanti," ujar Riedl seusai leg pertama semalam.

    "Filipina bermain sangat baik. Mereka punya pemain-pemain yang jangkung, bagus dalam menjaga bola dan mereka sangat menyulitkan kami dalam perebutan bola dan menciptakan peluang. Itu sebabnya saya sangat senang dengan hasil ini, terutama ini kemenangan 'tandang' buat kami," sambungnya.

    Di leg kedua hari Minggu (19/12) mendatang, boleh jadi tidak ada bedanya buat Filipina bermain di GBK. Buat mereka, kekalahan 0-1 tidaklah besar, tapi juga tidak mudah untuk membalasnya. Indonesia di atas kertas masih lebih difavoritkan, tapi jalannya pun tidak semudah kelihatannya.
  • Klasmen Sriwijaya FC

    Klasmen Go-Jek Traveloka Liga 1 2017/2018.

    Alamat

    Palembang, Sumatra Selatan

    EMAIL

    atobelitang@gmail.com