• Pembuktian Punggawa Sriwijaya FC

    Sriwijaya FC (SFC) menjadi aktor di balik kemenangan 5-1 (2-1) Timnas Indonesia atas Malaysia tadi malam. Empat pemain tim berjuluk Laskar Wong Kito yang dimainkan pada laga perdana AFF Suzuki Cup 2010 di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) Senayan, Jakarta, menjadi kunci permainan Tim Garuda.

    Meski Oktovianus tak mencetak gol, akselerasi gelandang asal Papua memaksa bek Malaysia lakukan gol bunuh diri (21'). Tandukan bek Malaysia Mohammad Asraruddin itu membuat mental tim asal Negeri Jiran ambruk meski empat menit sebelumnya Malaysia unggul 1-0 melalui Norshahrul Putra. Mantan gelandang Persitara Jakarta Utara ini juga membidani lahirnya gol pamungkas timnas yang diukir Irfan Bachdim (93').

    Lahirnya gol Cristian Gonzales menit ke-33 juga tak lepas dari umpan yang diberikan playmaker SFC Firman Utina. Umpan datar yang disodorkan sukses diolah Gonzales dengan skil individunya menjadi gol. Sementara dua gol Merah Putih lainnya diborong pilar SFC macam Mohammad Ridwan (52') dan Arif Suyono (76'). “Pemain Sriwijaya FC tampil bagus dan mereka memang menjadi kunci kemenangan Timnas (tadi malam),” aku Sekjen PSSI Nugraha Besoes usai pertandingan.

    Karena itulah tak berlebihan jika Timnas berterima kasih kepada Laskar Wong Kito. Atas kemenangan ini, Pelatih Timnas Indonesia Alfred Riedl murah senyum saat konferensi pers usai laga. Joke-joke segar juga keluar dari mulutnya. Dia juga tak sungkan menyanjung permainan anak asuhnya di pertandingan semalam.

    “Kunci kemenangan kami lebih karena pemain memiliki semangat tinggi memenangkan pertandingan. Mereka tak kenal lelah berjuang meski sempat tertinggal. Dan anak-anak memang tampil bagus terutama di 25 menit pertama,” puji Alfred.

    Bahkan, kemenangan 5-1 atas Malaysia ini di luar prediksinya. Sebelumnya dia hanya berpikir bahwa Indonesia hanya akan menang 3-1. Tapi, kenyataannya lebih. “Namun ini baru kemenangan awal dan belum apa-apa jadi jangan terlalu bermimpi. Masih ada Laos dan Thailand yang menunggu kita. Kita masih harus kerja keras untuk lawan mereka,” ucapnya.

    Sementara itu, Pelatih Malaysia Rajagobal Krishnasamy juga tak menyadari bahwa timnya bakal kalah telak dari Indonesia. Sebelum laga, dia hanya berpikir bermain imbang. Ini sebagaimana hasil yang dipetik Thailand dan Laos di laga sebelumnya. “Jelas kecewa dengan hasil ini. Kami berharap seri tapi ini hasil yang tak diianginkan. Gol Indonesia tercipta karena kelengahan pemain belakang kami. Mereka suka lakukan kesalahan sendiri semenjak sudah unggul 1-0,” keluh Rajagobal.

    Tapi, arsitek beruban ini tetap bersombong diri. Bahwa, kekalahan telak yang diterima di laga perdana turnamen dua tahunan semalam bukan berarti menggambarkan kualitas tim Malaysia sebenarnya. “Tekanan penonton tak pengaruhi mental atau pun konsentrasi pemain. Kami kalah murni karena benteng pertahanan kurang terorganisir,” ucapnya.

    Sayang, kemenangan Timnas Indonesia semalam dinodai aksi tak simpatik suporter. Pendukung Malaysia yang berjumlah sekitar 30 orang harus menyingkir dari tempat duduknya di sektor 22. Mereka terpaksa diungsikan ke tribun atas tepatnya di atas VVIP untuk hindari hal-hal yang tidak diinginkan.

    Suasana di stadion menang terasa panas sejak Malaysia unggul di menit 17. Penonton dengan sahut-sahutan teriakkan yel-yel 'maling....maling....maling' kepada Timnas Malaysia. Teriakan itu mengingatkan sikap arogansi Malaysia yang mencaplok dua pulau yang diklaim milik Indonesia, Sipadan dan Ligitan.

    “Keadaan kembali kondusif setelah pendukung Malaysia kami pindahkan ke tribun atas,” ujar Ketua Keamanan LOC AFF Suzuki Cup Ashar Soeryobroto. Selain pengusiran pendukug Malaysia, laga tadi malam juga diwarnai pencopotan spanduk bernada dukungan untuk Ketua Umum PSSI Nurdin Halid.
  • Klasmen Sriwijaya FC

    Klasmen Go-Jek Traveloka Liga 1 2017/2018.

    Alamat

    Palembang, Sumatra Selatan

    EMAIL

    atobelitang@gmail.com