PSSI Ganggu Agenda Timnas

ALFRED Riedl menyesali banyaknya agenda tak penting dari PSSI, dan serbuan media untuk mewawancarai para pemainnya yang terlalu berlebihan. Pelatih asal Austria itu menilai, hal tersebut cukup mengganggu konsentrasi skuadnya.

Wartawan Indonesia di Malaysia menanyakan soal ini setelah Cristian Gonzales dkk menelan kekalahan pertamanya di Piala AFF 2010. Bermain di kandang lawan di final leg pertama, Minggu (26/12), mereka kalah 0-3.

Dalam jumpa pers usai laga, Riedl mengamini dirinya, maupun skuadnya, terusik dengan eksploitasi tim baik dari media maupun federasi (PSSI).

“Ya media terlalu banyak minta wawancara tim. Belakangan ini aktivitas dari federasi juga agak mengganggu kami. Kegiatan-kegiatan yang berlebihan dan tidak perlu,” kata Riedl, menyindir.

“Mungkin setelah kekalahan ini, kalian (media) baru akan down to earth,” sambungnya.

Euforia terhadap timnas menggila terutama sejak memenangi dua pertandingan pertamanya di fase grup dengan skor mencolok. Para pemain seperti kurang terlindungi dari kejaran wartawan, mulai dari pinggir lapangan latihan sampai di dalam pesawat.

PSSI juga dinilai melakukan blunder ketika membawa seluruh anggota tim ke rumah seorang politisi (Aburizal Bakrie), dan mengikuti doa bersama yang diadakan di sebuah pesantren di Jakarta, kurang 16 jam sebelum bertolak ke Malaysia.

Tweet sejumlah tweeps di mikrobloging Twitter pun mengkritik keras berbagai kegiatan Timnas. Menjelang final kedua di Senayan pada 29 Desember mendatang, para pengurus PSSI diharapkan tidak membebani pemain Timnas dengan berbagai kegiatan yang dinilai tidak perlu.

“Sebaiknya timnas konsentrasi penuh. Undangan makan, foto-foto, liputan khusus, istaghasah, dan sejenisnya, nanti saja kalau sdh selesai. Ayo!,” demikian tulis Ketua Umum DPP Partai Demokrat, Anas Urbaningrum, dalam twitter-nya @anasurbaningrum. (Tribunnews/cen/yat/adi/mur)

Read Also:

Related Posts
Disqus Comments