SFC Siap Hadang Muangthong United di Play Off LCA

Lawan SFC di Play Off LCA (1)
AJANG Liga Champion Asia (LCA) adalah kompetisi tertinggi bagi Sriwijaya FC. Pertaruhan reputasi, prestasi, dan prestise bagi Keith Kayamba Gumbs dkk, pelatih Ivan Kolev dan manajemen SFC.Sebab manajemen berani mengganti pelatih Rahmad Darmawan (kini pelatih Persija Jakarta) dan merombak hampir 80 persen tim dengan wajah-wajah baru.

Jika ingin lolos play off, Kolev dan manajemen harus melihat kekuatan calon lawan terutama Muangthong United. Sebab, klub berjuluk the Twin Qilins ini dipastikan berada di grup A untuk kawasan Asia Timur.

Klub yang berdiri 1989, kini memuncaki Klasemen Thailand-League. Inilah salah satu lawan terberat Sriwijaya FC di play off LCA awal Januari mendatang. Lawan lainnya Al Ittihat (Suriah), Dempo SC dari India, Al-Ain dari Uni Emirat Arab.

Drawing digelar di Hotel PJ Hilton Kuala Lumpur Malaysia, 7 Desember 2010. SFC mengutus Direktur Teknik dan SDM PT Sriwijaya Optimis Mandiri (SOM) Hendri Zainudin, Sekretaris PT SOM, Faisal Mursyid, Direktur Keuangan Augie Bunyamin, dan media officer Zul Hanan Marwi.

Musim 2009/2010 lalu, Muangthong menjadi salah satu semifinalis AFC Cup. Klub asuhan Rene Desaeyere ini tampil menawan di sepanjang babak penyisihan grup, masuk semifinal dan hanya kalah dari sang jawara AFC Al Itihad Aleppo. Karena kalah agregat gol 2-1 di babak semifinal.

Dengan reputasi Muangthong, pelatih Kolev menegaskan skuad asuhannya siap menghadapi segala kompetisi termasuk play off LCA. Dia menganggap semua pertandingan adalah penting dan harus dimenangkan.

“Play off LCA salah satu pertandingan penting, makanya saya memaksimalkan setiap pertandingan untuk mencapai target yang ditetapkan manajemen,” jelas Kolev.

Hapus Trauma
Kedatangan Kolev diharapkan mampu menghapus trauma dan mampu mempecundangi klub Thailand. Untuk diketahui, klub asal Thailand ini memiliki pemain bintang seperti Dagno Siaka dengan 15 gol di semua ajang musim lalu.

Belum lagi ada striker muda Timnas Thailand, Teerasil Dangda, striker bertinggi 181 cm dengan 32 caps ini, mampu mencetak 16 gol. Sementara bersama Muangthong, dia tampil 59 kali 17 gol di semua ajang.

Pelatih Muang Thong United, Rene Desaeyere seperti dilansir di situs AFC mengatakan, sangat sulit menghadapi play off musim ini, apalagi ada klub sekelas Al Ittihad (juara AFC) dan SFC yang berpengalaman di kompetisi Asia.

“Sulit karena banyak klub terbaik, tetap kami memasang target lolos di play off,” urainya
SFC berpengalaman di ajang Asia, namun Gumbs cs cukup trauma menghadapi klub Thailand.

Sebab di masa kepelatihan Rahmad Darmawan, SFC tampil impresif di sepanjang babak penyisihan AFC. Yakni, menahan Victory SC klub asal Maladewa 0-0 23 Februari 2010, mengalahkan Selangor

FC 6-1 pada 16 Maret 2010 mengalahkan Binh Duong 1-0 24 Maret 2010, kemudian kalah tipis dalam pertemuan kedua lawan Binh Duong dengan skor 2-1, 6 April 2010, mengalahkan Victory 5-0 21 April 2010.

Tetapi harus kalah 1-4 dari Thai Port FC, klub Thailand di babak 8 besar AFC, 12 Mei 2010. Di ajang AFC, para punggawa SFC mampu mencetak 17 gol dan kemasukan 7 gol. Obiora sebagai pencetak 4 gol, Keith Kayamba Gumbs 4 gol, Arif Suyono 3 gol, Zah Rahan Krangar (Persipura) 2 gol, Rahmat Rivai (Persipura) 1 gol, Charis Yulianto (Persela) 1 gol, dan Ponaryo Astaman 1 gol.

Read Also:

Related Posts
Disqus Comments