• Tak Ingin Seperti Vietnam

    Alfred Riedl tak mau Timnas Indonesia kecolongan saat hadapi Filipina di leg pertama semifinal AFF Suzuki Cup 2010, besok (16/12). Karena itulah, arsitek asal Austria ini asah terus taktik untuk jinakkan The Azkals (julukan Filipina). Untuk amankan tiket final, Firman Utina dkk harus kuasai cara bertahan dan menyerang yang benar.

    ”Kami sudah tahu Filipina seperti apa. Yang pasti, anak-anak harus menfaatkan betul peluang saat menguasai bola untuk menyerang. Tapi, kami juga harus mewaspadai serangan balik mereka yang cepat. Karena itu materi latihan saya fokuskan pada pertahanan dan menyerang,” jelas Pelatih Timnas Indonesia Alfred Riedl usai pimpin latihan di Lapangan ABC Senayan, Jakarta, kemarin pagi (14/12).

    Arsitek asak Austria ini tak mau anak asuhnya mengulangi kesalahan Vietnam. Main dengan menguasai 75 persen bola, mereka harus akui ketangguhan Filipina di akhir laga. Ini setelah anak asuh Henrique Calisto gagal antisipasi serangan balik Philip Younghusband dkk. Dua kali counter attack dua-duanya mampu dikonversi jadi gol masing-masing oleh Cristopher Greatwich (38’) dan Philip Younghusband (79').

    Melihat kekuatan lawan, Riedl mengingatkan anak asuhnya untuk tetap fokus. Mantan pelatih Timnas Palestina ini juga meminta Firman Utina dkk untuk tidak jemawa dengan rekor pertemuan kedua tim. Rekor tidak pernah kalah Indonesia di 17 pertandingan lawan Filipina sejak 1958 sudah tidak relevan jika diterapkan di pertandingan nanti.
    ”Tidak tepat jika kita terus agungkan rekor pertemuan di masa lalu. Tim Filipina saat ini benar-benar baru dan sangat kuat. Anak-anak harus waspada dan konsentrasi sepanjang pertandingan karena semua tim yang lolos semifinal adalah tim kuat,” tukasnya.

    Apalagi, Filipina dipastikan bakal on fire di pertandingan nanti. Mereka baru saja dijamu sang Presiden di Istana Negara. Selain itu, Philip Younghusband dkk juga telah diguyur bonus oleh pengusaha Manny V Pangilinan sebesar US$23 ribu atau setara dengan Rp207 juta (US$1 = Rp9.000) untuk apresiasi perjuangan lolos ke semifinal. ”Kami sangat berterima kasih atas dukungan Pangilinan. Ini menjadi sejarah dalam perkembangan dunia sepak bola Filipina,” tukas Manajer Tim, Dan Palami, seperti dilansir di situs AFF.

    Filipina memang tidak identik dengan sepak bola. Di negara pimpinan Benigno Aquino ini olahraga bola basket dan tinju lebih menonjol dan menjadi perhatian. Tak heran jika Filipina menjadi produk petinju kelas dunia macam Manny Pacquiao. ”Langkah Pangilinan ini semoga menjadi sinyal baik atas perhatian perusahaan di Filipina kepada sepakbola. Dengan beberapa pemain di luar negeri, kami telah membuat sejarah mengalahkan juara bertahan Vietnam,” tegasnya.

    Pemain Filipina dijadwalkan tiba ke Jakarta tadi malam dan menginap di hotel yang sama dengan Indonesia, Hotel Sultan, Jakarta. Sebagaimana dilansir Philstar, Filipina mewaspadai Cristian Gonzales dan kecepatan dua pemain sayap Merah Putih di semifinal. Posisi ini biasa ditempati Oktovianus Maniani dan Mohammad Ridwan.
  • Klasmen Sriwijaya FC

    Klasmen Go-Jek Traveloka Liga 1 2017/2018.

    Alamat

    Palembang, Sumatra Selatan

    EMAIL

    atobelitang@gmail.com