• Timnas Indonesia Unggul Sejarah

    Performa Indonesia memang fenomenal di piala AFF 2010. Tiga kali laga, tiga kali pula meraup kemenangan fantastis. Masing-masing 5-1 atas Malaysia (1/12), 6-0 atas Laos (4/12), dan 2-1 atas Thailand (7/12). Kini disemifinal, Laskar Garuda (julukan Indonesia), akan meladeni Filipina. Ini sebuah keuntungan. Baik leg ke-1 maupun ke-2, sama-sama digelar di Gelora Bung Karno-markas timnas Indonesia. Sebab, Filipina tidak punya stadion yang memenuhi standar AFF (federasi sepakbola Asia Tenggara).

    Leg pertama digelar 16 Desember. Sedangkan leg ke-2 pada 19 Desember. Artinya, ini berkah bagi Indonesia untuk lolos ke final.

    Nah, lolosnya Finoy (sebutan Filipina) ke semifinal, memang diluar dugaan. Tak ada yang menyangka kalau skuadra Simon Mcmenemy bisa melibas Singapura dan Myanmar. Stabilnya Finoy, membuat coach Indonesia, Alfred Riedl mewanti-wanti Firman Utina dkk untuk waspada.

    “Disemifinal, tak ada tim favorit. Filipina sekarang tampil luar biasa. Saya pikir, kami harus bermain lebih keras lagi,” kata Riedl.

    Dalam sejarah pertemuan Indonesia dengan Filipina, ternyata Merah Putih sangat dominan. Semifinal pada 16 Desember nanti, akan menjadi sua ke-18. Perlu dicatat, 17 sua sebelumnya, Indonesia memperlihatkan dominasinya dengan tak pernah kalah, menang 16 kali dan hanya sekali seri.

    Bahkan, Indonesia pernah membanjiri gol ke gawang Filipina dua kali. Yaitu 13-1 pada 23 Desember 2002. Serta 12-0 pada 22 September 1972. Totalnya, Indonesia membanjiri Filipina dengan 78 gol atau rataan 4,5 gol per caps. Serta hanya kebobolan 7 gol dari 17 caps.

    “Itu akan menjadi motivasi. Namun, sebenarnya bukan karena sejarah saja, tapi tahun ini kami ingin menjadi juaranya. Semoga saja,” kata kaptem tim, Firman Utina. “Yang kami hadapi nanti bukanlah Filipina yang dulu. Mereka telah berubah dan kami harus benar-benar maksimal nantinya,” timpal Arif Suyono.

    Nah, meski unggul dari sejarah, Indonesia juga tidak boleh jumawa. Sebab, Filipina punya komposisi berbeda pada AFF 2010. Imbang 1-1 dengan Singapira (2/12), menang 2-0 atas Vietnam (5/12), dan 0-0 dengan Myanmar (8/12), adalah buktinya.

    Ibarat kata, Pinoy adalah kuda hitam berkat pemain-pemain naturalisasi. Tercatat ada sembilan pemain naturalisasi. Enam diantaranya menjadi pemain inti. Yaitu kapten tim Alexander Borromeo, Neil Etheridge (dipinjam dari Fulham, klub liga Inggris). Dua bersaudara, Philip Younghusband dan James Younghusband yang sebelumnya memperkuat Chelsea. Serta gelandang Veendam Jason de Jong, dan Christopher Greatwich.

    “Kami telah meyakinkan pendukung kami bahwa kami mampu bersaing di tingkat Asia. Kami juga semakin optimis, tak terkecuali lawan Indonesia nanti,” kata coach Filipina, Simon Mcmenemy seperti dilansir AFF. (nvs)

    Perkiraan pemain
    Filipina (4-4-2): Neil Etheridge (g); Matthew Hartmann, Alexander Borromeo, Jerry Barbaso, Michael Atienza; Mark Ferrer, Jason de Jong, Jose Caminos, Joel Ballo-Allo; David Basa, Ian Araneta.
    Pelatih : Simon Mcmenemy

    Indonesia (4-4-2) : Markus Maulana (g), Maman Abdurahman, M Nasuha, Hamka Hamzah, M Ridwan, Tony Sucipto, Oktovianus Maniani, Firman Utina, Irfan Bachdim, Bambang Pamungkas, Christian Gonzales
    Pelatih : Alfred Riedl
  • Klasmen Sriwijaya FC

    Klasmen Go-Jek Traveloka Liga 1 2017/2018.

    Alamat

    Palembang, Sumatra Selatan

    EMAIL

    atobelitang@gmail.com