Tusuk dari Sayap

Timnas Indonesia tak akan mengubah cara bermain. Pasukan Garuda bakal menyerang dengan andalkan kecepatan pemain sayap. Tusukan dengan manfaatkan lebar lapangan dianggap efektif untuk membombardir pertahanan Malaysia dalam first leg final AFF Suzuki Cup 2010 di Stadion Bukit Jalil, Kuala Lumpur, Minggu nanti (26/12).

“Kami sukses membobol gawang Malaysia lima gol di penyisihan grup setelah andalkan kecepatan pemain sayap. Kami juga akan lakukan hal sama ketika ketemu lagi di final nanti. Tapi tetap tak boleh lengah dengan pertahanan,” tukas Asisten Pelatih Timnas, Wolfgang Pikal, ketika dihubungi kemarin (22/12).

Penerapan taktik ini tak lepas dari potensi Malaysia bakal memainkan sepak bola menyerang di pertandingan nanti. Bermain di depan publik sendiri, pelatih Malaysia Rajagobal Krishnasamy tak akan meminta anak asuhnya bertahan. Permainan menyerang pasti menjadi pilihan mengingat mereka main di depan publik sendiri.

Pikal menegaskan, untuk meredam amukan Harimau Malaya (julukan Malaysia) pihaknya meminta menjaga ketat playmaker Safiq bin Rahim, dua bomber Mohammad Safee Sali, Norshahrul Talaha, dan penyerang Izzaq Ramlan. Merekalah nyawa permainan Timnas Negeri Jiran tersebut.

Untuk imbangi tekanan Malaysia, Merah Putih tak akan gambling menurunkan pemain lapis kedua. Sekalipun ada lima pemain kantongi kartu kuning. Artinya, jika mereka kantongi satu kartu lagi bisa absen di final kedua di Jakarta 29 Desember mendatang.

So, Mohammad Ridwan dan Oktovianus Maniani diharapkan mampu mengepakkan sayap Garuda terbang tinggi dan raih trofi AFF Cup untuk kali pertama sejak turnamen ini digeber pada 1996. Mereka akan dibantu Zulkifly Syukur, Mohammad Nasuha ataupun Firman Utina dan Ahmad Bustomi dalam melancarkan tekanan.

“Meski Ridwan kantongi satu kartu kuning tak ada pilihan lain untuk tidak menurunkannya. Beda dengan Oktovianus. Kami masih akan melihat kondisi terakhirnya karena cedera hamstring-nya masih payah,” ungkap Pikal.

Bahkan, Pikal ragu gelandang Sriwijaya FC itu bisa tampil di pertandingan nanti. Namun, Pikal telah siapkan alternatifnya. Jika memang kondisi Oktovianus tak memungkinkan, tak ada pilihan lain untuk menurunkan Arif Suyono sebagai starter gantikan tugas Oktovianus. Di lima pertandingan terakhir, Arif selalu cadi cadangan dan punya kemampuan tentukan hasil akhir pertandingan.

“Logikanya memang begitu. Arif yang akan handle tugas Okto. Tapi, kami minta fisioterapis untuk membantu mengembalikan kondisinya agar bisa dimainkan pada pertandingan final di Malaysia,” tambahnya.

Selain Oktovianus, tim pelatih juga dipusingkan dengan cederanya Maman Abdurrahman. Bek tengah Timnas dan juga pilar Persib Bandung itu alami cedera lutut di latihan kemarin pagi. Beruntung kondisi tak terlalu parah.

“Melihat cederanya, kami yakin Maman masih bisa main. Kami juga senang dengan perkembangan terbaru Firman Utina. Dia juga berpeluang tampil di pertandingan nanti,” jelas arsitek asal Austria ini.

Jelang hadapi Malaysia, konsentrasi latihan di Lapangan ABC Senayan, Jakarta, kemarin terbagi dua. Yang pertama, pemain inti diberikan jatah recovery lebih banyak. Latihan mereka diakhiri lebih cepat biar bisa recharge. Sementara pemain cadangan diberi materi fisik dan selalu memainkan bola. “Prinsipnya, semua pemain dalam kondisi bagus dan siap tempur di pertandingan final nanti,” cetus Pikal.

Read Also:

Related Posts
Disqus Comments