Awas Provokasi Zecevic

Sasa Zecevic, defender Persiwa Wamena sempat menjadi perhatian publik Sumsel ketika mampu memprovokasi striker Sriwijaya FC Budi Sudarsono, di final Inter Island Cup (IIC) pada 5 September 2010 lalu. Ketika itu, Budi yang terprovokasi memukul wajah Zecevic yang membuatnya dikartumerah wasit Okky Dwi pada menit ke-80.

SFC Mania


Kini semuanya sudah berlalu, publik pun sudah melupakan aksi provokasi pemain bertahan asal Serbia-Herzegovina dan aksi pemukulan Budi. Karena sang striker kemudian melanjutkan sikap emosional dengan aksi tendang kacanya saat SFC melawan Deltras Sidoarjo, Oktober 2010 lalu. Si Piton julukan Budi pun harus absen selama 2 bulan.

Namun saat SFC menghadapi Persiwa Wamena di Stadion Pendidikan Wamena, Rabu (2/2) nanti, membuat semua aksi pemukulan Budi dan sikap provokatif Zecevic kembali terekam. Peristiwa serupa dikhawatirkan banyak pihak kembali terulang, lantaran keduanya kembali bertemu meski dalam posisi berbeda.

Budi yang kini mengoleksi 3 gol untuk SFC dipastikan menjadi andalan di lini depan bersama Rudi Widodo yang sudah mencetak gol saat menghadapi Persipura Jayapura, Minggu (30/1) kemarin.

Sementara Zecevic yang kini menjadi andalan lini belakang klub berjuluk Badan Pegunungan Tengah itu diberikan tugas khusus mengawasi dan menghentikan Budi.

Pelatih Suharno pun menegaskan tidak hanya Kayamba yang patut dijaga, tetapi Budi Sudarsono dan Rudi juga sangat berbahaya dan dia menugaskan Zecevic secara khusus. ”Semua pemain SFC berbahaya, namun Saya meminta dia (Zecevic) dan pemain belakang lainnya untuk berkonsentrasi mengawal ketiga pemain itu,” jelas Suharno, Senin (31/1).

Lupakan Insiden Budi Sudarsono mengaku sudah melupakan insiden IIC lalu, baginya kejadian itu hanya emosi sesaat dan tidak akan terjadi pada laga Liga Super Indonesia (ISL) saat menghadapi Persiwa nanti.

“Kita membutuhkan poin dan sangat penting bagi kami menjaga kepecayaan diri dan menghindari hal-hal yang merugikan tim,” jelas Budi.

Menurut mantan pemain Persik Kediri ini, provokasi dan intimidasi pasti selalu ada dalam setiap pertandingan. Dia pun mengakui mendapatkan provokasi dari Zecevic ketika final IIC itu, tetapi hal serupa tidak akan terjadi.”Laga ini cukup berat karena kami menghadapi Persiwa di kandang mereka,” urai Budi.

Akhiri Rekor Buruk Sementara itu, rekor buruk memang menghantui perjalanan SFC ke Wamena, pasalnya dalam dua kali lawatan, Gumbs cs selalu kalah.”Perjalanan memang sangat melelahan, karena kami harus melewati perjalanan udara dalam waktu lama, tetapi kita lihat nanti saat di lapangan,” jelas Kolev.

Ketika ditanya soal rekor buruk timnya, Kolev menegaskan secara keseluruhan dia belum banyak tahu kekuatan Persiwa, tetapi dia yakin dalam sepakbola selalu ada kejutan-kejutan. ”Dan kami optimis mampu mengatasi Persiwa,” jelasnya.

Read Also:

Related Posts
Disqus Comments