Duel Kiper Terbaik Timnas

Pertemuan Sriwijaya FC versus Persib Bandung dalam laga lanjutan Liga Super Indonesia (LSI) di Stadion Gelora Jakabaring, Rabu (12/1) menjadi ajang pembuktian dua kiper Timnas Ferry Rotinsulu dan Markus Haris Maulana. Bisa jadi pertemuan ini menjadi pertarungan sekaligus pembuktian bagi kedua siapa kiper terbaik di Indonesia.

8 bit


Jika melihat prestasi dan pengalaman, Ferry justru lebih unggul dari Markus. Pria asal Palu yang kini menikah dengan Annisa Katarima itu dan menetap di Palembang, menjadi langganan sebagai kiper Timnas sejak U-23. Sementara Markus berkibar di Timnas Senior. Untuk level klub, Ferry sudah merasakan manisnya gelar Liga Super Indonesia (ISL) 2007/2008 dan tiga kali merengkuh Piala Indonesia bersama SFC.

Sementara Markus belum pernah merasakan gelar di supremasi kompetisi tertinggi di Indonesia. Jika mendapatkan gelar, suami Kiki Amalia ini hanya mengecap gelar turnamen yakni, meraih Piala Bang Yos pada 2004, 2005, dan 2006 bersama PSMS Medan. Meski demikian di level Timnas Markus tetaplah kiper nomor satu dan Ferry menjadi yang kedua. Terbukti dalam ajang AFF Suzuki 2010, Markus menjadi kiper utama, sedangkan Ferry duduk di bangku cadangan.

Markus pun berharap, laga menghadapi SFC nanti merupakan moment terbaik bagi dirinya dan kawan-kawan untuk mencuri poin.”Tahulah, SFC tim berkualitas, dijaga kiper dan bek terbaik. Namun kami datang untuk meraih hasil terbaik untuk mengangkat mental kami,” urai Markus.

Selain duel kiper Timnas, laga ini juga menyajikan uji ketajaman Keith Kayamba Gumbs dengan Cristian Gonzales, striker andalan Maung Bandung julukan Persib. Sama seperti Kayamba, pria asal Uruguay itu juga pemain senior di LSI. Namun keduanya sama-sama menjadi top skorer di klub masing-masing dan sudah teruji. Duel dua predator veteran ini, pantas untuk disimak dan menjadi tontonan menarik.

Pemain muda SFC yang juga anggota Timnas, Oktovianus Maniani pun mengakui, Kayamba dan Gonzales tetaplah yang terbaik untuk jajaran pemain senior. Pemain asal Papua ini tahu betul dengan kualitas pemain berjuluk Elloco yang kini sudah menjadi warga Indonesia merupakan rekannya di Timnas.

Sementara Kayamba adalah kapten tim SFC dan dianggap Okto sebagai salah satu spirit tim dan panutan pemain muda. ”Kayamba tidak pernah mengeluh meski tim dalam kondisi terjepit dan selalu memberikan semangat. Keduanya (Kayamba-Gonzales) tetap yang terbaik sejauh ini,” puji Okto, Senin (10/1).

Pujian Okto memang pantas dialamatkan kepada Gumbs-Gonzales. Keduanya pantas disebut sebagai predator veteran tangguh. Siapa yang meragukan reputasi Gonzales dalam menjebol gawang lawan. Selalu menjadi top skores dan musim 2010/2011 lalu mencetak 18 gol bagi Persib adalah jawabannya.
Begitu juga dengan Kayamba yang mampu menjaringkan 14 gol bagi SFC di musim lalu dan sejak kedatangannya pada 2007/2008 lalu Kayamba tetaplah menjadi top skorer bagi SFC.

Bawa 22 Pemain
Namun di awal musim 2010/2011 ini, keduanya baru mencetak 2 gol untuk tim mereka. Gonzales mencetak 1 gol ketika Persib Bandung dikalahkan 1-4 Deltras Sidoarjo 2 Oktober 2010, dan 1 gol saat Maung Bandung bermain imbang 1-1 lawan Persela Lamongan pada 29 September 2010. Sementara Kayamba juga mengemas dua gol yakni, dilesakkan saat SFC kalah 1-3 dari Sidoarjo, 29 September 2010 dan mencetak 1 gol ketika SFC menang 1-0 atas PSPS Pekanbaru.

Bandingkan dengan striker langanan pencetak gol LSI seperti Boaz Salossa dan Edward Wislon yang telah mengemas 9 gol, kemudian Dzumafo Herman Epandi yang mencetak 6 gol dan Bambang Pamungkas serta Cristiano Lopez yang mencetak 5 gol.

Dipastikan ajang pertemuan ini menjadi pelampiasan bagi Kayamba maupun Gonzales untuk menambah pundi-pundi gol mereka yang sempat tersendat di awal musim. ”Sebagai striker saya memang ditugaskan mencetak gol, tetapi membuat tim menang dan membawa poin pulang adalah segalanya,” jelas Gonzales.

Pelatih Ivan Kolev menegaskan kondisi para pemainnya tidak ada masalah menjelang laga lawan Persib. Ia berharap pertandingan nanti menjadi milik SFC sebagai tuan rumah. ”Persib adalah lawan tangguh, kami harus bekerja keras dan disiplin untuk meraih hasil terbaik dalam pertandingan kandang ini, sebab menjadi modal dalam dua laga tandang berikutnya,” jelas Kolev.

Secara terpisah pelatih Daniel Roekito mengaku anak asuhnya siap tempur. Ia membawa 22 pemain andalannya ke Palembang dan siap untuk diturunkan menahan gempuran para pemain muda SFC. Ia menilai klub asal Palembang ini mengalami banyak perubahan terutama dalam pola permainan dan kualitas para pemainnya.

“SFC banyak mengalami perubahan, permainan mereka cepat dan ngotot. Para pemain muda dan beberapa pemain senior sangat padu, karena mereka sudah beberapa bulan bersama, sementara kami hanya melakukan persiapan selama 25 hari,” jelas Daniel.

Meskipun demikian mantan pelatih Persiba Balikpapan yang sempat mengundurkan diri ini mengaku, kedatangannya ke Palembang bukan untuk dikalahkan SFC, apalagi anak asuhannya memiliki tradisi baik dan selalu bisa mencuri poin di kandang SFC.

Read Also:

Related Posts
Disqus Comments