Garuda Muda Punya Potensi

Masa depan sepakbola Indonesia terbuka lebar. Bakat-bakat muda mulai bermunculan seiring penampilan luar biasa Timnas Indonesia pada AFF Cup 2010 akhir tahun lalu.

Pemain-pemain sepakbola muda Indonesia yang mempunyai talenta saat ini tengah dikumpulkan Pelatih Alfred Riedl untuk menjalani seleksi Pra-Olimpiade 2012 dan SEA Games 2011 di Jakarta. Selain para pemain muda yang bermain di kompetisi Tanah Air, Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) pada seleksi yang digelar 7–9 Januari 2010 ini juga memanggil para pemain yang merumput di kompetisi luar negeri.

Mereka yang dipanggil adalah pemain yang mempunyai darah keturunan Indonesia. Beberapa pemain berdarah Indonesia yang bermain di kompetisi luar negeri di antaranya James Zaidan Saragih.Pemain berdarah Indonesia yang lahir di New York,Amerika Serikat ini bermain di klub New York Cosmos. Ada lagi nama Stefano Lilipaly yang bermain di FC Ultrech Belanda.

Pemain tengah berdarah Maluku ini juga mengaku siap menjadi anggota tim Merah Putih dan siap mengikuti seleksi. Nama lain adalah Oliver Rifai yang berdarah Bandung dan tengah membela klub AZ Alkmaar Belanda (lebih lengkap lihat info grafis). Oliver bahkan sudah membela timnas Belanda U-15.Dia juga mengaku siap meninggalkan kewarganegaraan Belanda dan membela Merah Putih.

Deputi Bidang Teknis Badan Tim Nasional (BTN) Iman Arif mengatakan animo pemain dalam mengikuti seleksi cukup tinggi. Dengan kondisi itu pihaknya optimistis memperoleh pemain yang betul-betul berkualitas. ”Tanggal 17 Januari nanti skuad Pra-Olimpiade akan kami umumkan. Selanjutnya mereka menjalani pemusatan latihan,” kata Iman.

Meski baru diumumkan pada 17 Januari nanti, pihak BTN telah menetapkan lima pemain langsung lolos menjalani pemusatan latihan tanpa seleksi. Mereka itu adalah Irfan Bachdim, Kurnia Mega, Yongky Ariwibowo, Johan Juansyah, dan Oktovianus Maniani.Kelima pemain itu sebelumnya telah masuk timnas senior pada Piala AFF 2010.
Arif mengatakan, status pemain naturalisasi tetap sebagai suplemen.

”Naturalisasi dilakukan untuk menutup problem pembinaan usia muda. Hal ini sifatnya sementara saja,” ungkapnya. Iman menambahkan, program naturalisasi akan dihentikan dua atau tiga tahun lagi seiring dengan pembinaan usia muda. Mengenai naturalisasi pemain yang mengikuti seleksi kemarin, Iman mengatakan saat ini masih dalam proses. ”Proses naturalisasi Stefano Lilipaly dkk belum final. Semua tergantung sikap pelatih.

Masa depan timnas, terutama jangka panjang, tetap berada di tangan pemain lokal yang ada di kompetisi. Kami juga menyiapkan alternatif regenerasi melalui SAD (Sociedad Anonima Deportiva) di Uruguay,”lanjutnya. Proyek SAD di Uruguay yang akan memasuki tahun keempat diharapkan menjadi penyeimbang regenerasi timnas. Agenda pengiriman SAD yang diproyeksikan sebagai timnas U-19 mulai menampakkan hasil. Syamsir Alam dan Zainal Haq saat ini sudah berkostum klub Uruguay CA Penarol. Jumlah tersebut berpotensi bertambah karena beberapa klub Cile dan Argentina mengisyaratkan ketertarikan merekrut beberapa pemain SAD.

Sementara itu, Pelatih Persija Jakarta Rahmad Darmawan berharap PSSI bisa menetapkan batas maksimal jumlah pemain yang paspornya akan diputihkan. Lima pemain naturalisasi di timnas dinilainya cukup ideal.

”Secara umum memang tidak ada yang salah dengan naturalisasi. Yang penting BTN atau timnas jeli dalam melihat karakter pemain. Jangan lebih dari lima nama. Bagaimanapun, fungsi mereka hanya sebagai pelengkap saja.Timnas harus memberi apresiasi lebih kepada warga sendiri,” tandasnya.

Read Also:

Related Posts
Disqus Comments