Masih Trauma dengan Wasit

Trauma atas keputusan wasit yang dinilai tak memihak sepertinya terus merasuk dipikiran pelatih Sriwijaya FC, Ivan Kolev. Bahkan, saat menjamu Arema FC, di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring, 26/1) nanti, trauma itu masih ada. “Persiapan khusus belum ada. Yang penting waspadai wasit. Sebab, pada beberapa pertandingan, banyak keputusan wasit yang merugikan Sriwijaya FC,” kata Ivan Kolev, kemarin (26/1).
8 bit

Pelatih kelahiran Sofia, Bulgaria, 14 Juli 1957 itu menjelaskan, beberapa keputusan wasit yang masih menjadi traumanya yakni, saat tim juara double winner 2007 itu menjalani tur Kalimantan.

Sebelumnya, pada laga perdana melawan Persisam Putra Samarinda, Ivan Kolev menilai banyak keputusan wasit yang sangat merugikan Sriwijaya. Seperti, gol pertama yang diciptakan oleh Ahmad Sembiring seharusnya pelanggaran lantaran menarik Claudiano Alves Do Santos terlebih dahulu.

Kemudian, yang lebih kontroversial keputusan wasit Oki Dwi Putra memberikan kartu merah kepada Oktovianus Maniani. Padahal, lebih awal, Okto dilanggar oleh Ahmad Sembiring lantaran terlalu tinggi mengangkat kaki. Tapi, wasit tak memberikan peringatan, sehingga membuat emosi Oktovianus Maniani memuncak dan menanduk Oki Dwi Putra.

Bukan hanya saat melawan Persisam, saat melawan Bontang FC, (19/1) lalu juga demikian. Pasalnya, kartu kuning yang diberikan oleh wasit Iis Ishak Permana kepada Ponaryo Astaman. “Ponaryo tidak melakukan pelanggaran, tapi malah diberi kartu kuning. Ini sungguh tidak fair. Dan ini sangat merugikan kami,” tambah mantan arsitek Timnas Bulgaria U-20 itu.

Wajar, bila Ivan Kolev sangat berang dengan keputusan wasit yang tak fair. Pasalnya, dengan keputusan itu, Ponaryo dan Kayamba Gumbs harus absen saat melawan Arema FC. “Kalau masih seperti itu, ini bisa merugikan tim. kami harap, kedepan tidak ada lagi,” tambahnya.

Read Also:

Related Posts
Disqus Comments