• Pemerintah Ingin PSSI Jelaskan Keberatan Mereka

    Pemerintah ingin memfasilitasi mediasi dengan pihak-pihak terkait kontroversi Liga Primer Indonesia. PSSI khususnya harus memberi penjelasan kenapa mereka enggan mengakui kompetisi baru tersebut.

    Menurut Menteri Pemuda dan Olahraga Andi Mallarangeng, selama ini dirinya belum pernah menerima penjelasan dari PSSI perihal keberatan mereka pada LPI. Selama ini organisasi pimpinan Nurdin Halid itu selalu berdalih pada UU No. 3 Tahun 2005 tentang Sistem Keolahragaan Nasional.

    Soal undang-undang tersebut, Andi mengingatkan bahwa ada PP No. 17 Tahun 2007 tentang penyelenggaraan pekan dan kejuaraan olahraga. Dari situ ia menilai, bila sesuai PP tersebut, LPI boleh berjalan.

    "Gambarannya, ini ada pemain ingin bikin pertandingan dengan biaya sendiri, tidak minta uang dari pemerintah, juga tidak minta duit dari PSSI. Ya kenapa dilarang?" ujar Menpora dalam bincang-bincang via telepon , Rabu (5/1/2011).

    "Tapi memang ada aturan-aturan, dan saya dengan staf akan mempelajarinya. Salah satu opsi dari pemerintah adalah supaya mereka bertemu, PSSI, LPI dan juga KONI. Saya rasa selama ini mereka belum pernah duduk satu meja."

    Dikatakan Andi, pihak LPI sudah mengirimi pemerintah surat minta rekomendasi. Namun, rekomendasi itu seyogyanya memang dari induk cabang olahraga (PSSI). Masalahnya, selama ini PSSI belum pernah menjelaskan apa alasan mereka menolak LPI.

    "Harus jelas dong, kalau menolak itu karena apa, apakah ada ruginya, dan sebagainya," tukas menteri yang pernah jadi juru bicara Presiden SBY itu.

    Masalahnya, lanjut Andi, ia sudah mencoba menghubungi Nurdin Halid dan pengurus teras PSSI, tapi saat ini mereka sedang berada di Qatar dalam rangka Piala Asia 2011. Alhasil, mediasi yang semestinya bisa cepat dilakukan, jadi terhambat.

    Tentang perizinan yang masih ditunggu LPI dari pihak kepolisian, Andi berharap segera diperoleh jalan keluar yang terbaik untuk semua pihak. "Tapi kalau saya, selama acara itu berjalan aman, tertib, lancar, ya saya mendukung."

    Tapi intinya, kata Menpora, semua pihak harus berpikir jernih untuk menyelesaikan konflik ini, karena semestinya semua tujuan adalah untuk kemajuan sepakbola Indonesia.

    "Baru saja kita bangga dengan timnas, semua orang Indonesia memakai kostum merah, Garuda di Dadaku, tiba-tiba kok langsung muncul konflik seperti ini. Buat saya ini menyedihkan. Tapi ya begitu, semua harus berpikiran jernih. Jangan memikirkan kepentingan sendiri lah."
  • Klasmen Sriwijaya FC

    Klasmen Go-Jek Traveloka Liga 1 2017/2018.

    Alamat

    Palembang, Sumatra Selatan

    EMAIL

    atobelitang@gmail.com