PSSI Berdalih Regulasi, Pengamat Minta Abaikan Saja

PSSI menggunakan undang-undang dan statuta untuk mempertahankan keyakinan mereka. Tapi demi menyelamatkan sepakbola, kalau perlu undang-undang itu diamandemen oleh pemerintah.

Dua aturan dipegang PSSI terkait akan bergulirnya kompetisi baru bernama Liga Primer Indonesia (LPI), yang sedari awal mereka anggap ilegal. Selain statuta yang selama ini dipegang kuat-kuat oleh PSSI, mereka mengacu pada salah satu pasal dalam Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2005 tentang Sistem Keolahragaan Nasional (Siskornas).

Pada Pasal 51 Bab IX ayat dua (2) disebutkan bahwa penyelenggaraan kejuaraan olahraga yang mendatangkan langsung massa penonton wajib mendapatkan rekomendasi dari induk organisasi cabang olahraga yang bersangkutan dan memenuhi peraturan perundang-undangan.

Dari dua aturan itu PSSI berkali-kali menegaskan bahwa LPI tidak mereka akui dan oleh karenanya melanggar hukum.

"PSSI menyesalkan, menyayangkan dan jelas tidak mengakui keberadaan sebuah kegiatan atau kompetisi sepakbola yang diadakan di luar PSSI, sebagai wadah tunggal organisasi sepakbola yang resmi di Indonesia," demikian diingatkan lagi oleh Sekjen PSSI Nugraha Besoes kepada wartawan di kantornya, Senin (3/1/2011).

Menanggapi hal tersebut, pengamat sepakbola Anton Sanjaya meminta masyarakat untuk mengabaikan dalih apapun yang dipakai PSSI. "Kita tegas saja. Toh mereka juga tidak pernah mendengarkan kita selama ini," ujarnya.

Mengenai UU tentang Siskornas tersebut, Anton menilai hal itu masih bisa diubah.

"Undang-Undang hanya bisa dijalankan dalam keadaan normal. Tapi keadaan sepakbola kita sekarang ini sudah tidak normal. Jadi kita abaikan saja. Kalau perlu amandemen saja. Kita bisa mengerahkan kekuatan rakyat untuk meminta DPR-MPR untuk melakukan perubahan pada pasal-pasal yang dipakai sebagai dalih PSSI itu," tukasnya.

"Yang harus dicatat adalah, sepakbola adalah milik rakyat, bukan punya PSSI," Anton melanjutkan. "Kalau statuta, kita sudah benar-benar tidak percaya pada itu, karena mereka (PSSI) juga pakai standar ganda kok. Sudahlah, kita abaikan saja."

Read Also:

Related Posts
Disqus Comments