Tinggal Finishing Touch

SRIWIJAYA FC belum berhasil meraih hasil maksimal pada laga lanjutan Indonesia Super League (ISL). Kemarin (30/1), tim dengan sebutan Laskar Wong Kito dipaksa menyerah 2-3 oleh Persipura di Stadion Mandala Jayapura. Meski kecewa dengan hasil pertandingan, coach Ivan Venkov Kolev tetap bangga dengan performa anak didiknya yang ditenggarai menunjukkan progress membaik.
SFC Mania


Menurutnya secara keseluruhan permainan Keith Kayamba Gumbs dkk makin atraktif. Kerja sama dan koordinasi antarlini sudah jalan bahkan berhasil mengimbangi permainan tim Mutiara Hitam (julukan Persipura). Ball position dan peluang juga tidak kalah hanya finishing touch kembali muncul menjadi kendala.

“Kami nyaris memenangkan pertandingan. Kami sangat menyesal tidak mampu menjaga keunggulan 2-1 pada sepuluh menit terakhir,” sesal Kolev sapaan akrabnya kemarin.
Lanjut dia waktu Sriwijaya tertinggal 3-2 sebenarnya punya peluang untuk menyamakan kedudukan. Hanya saja Keith Kayamba Gumbs gagal menciptakan peluang 90 persen gol tiga menit jelang bubaran. Mantan pemain Sabah FC ini sendirian hanya tinggal berhadapan dengan penjaga gawang Yoo Jae-hoon tembakan keras pemilik jersey 17 itu malah melambung deras di atas mistar.

“Kelihatan pemain depan kurang tenang dan sangat terburu-buru. Mungkin karena dia ingin segera mengejar ketertinggalan,” tambah pelatih asing yang sudah mahir berbahasa Indonesia itu.

Penyelesaian akhir memang menjadi masalah klasik bagi tim double winner edisi 2007 itu. Pada pertandingan sebelumnya ketika ditahan imbang Arema 1-1 di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring Budi Sudarsono malah gagal eksekusi penalti. “Dari dulu kami bilang bahwa tim butuh sosok striker targetman. Budi dan Kayamba memang bagus namun dia tipe pekerja dan pembuka ruang,” tambah dia.

Karena itu saat bentrok dengan Persiwa Wamena (2/2) nanti Kolev berharap penyakit tersebut bisa sembuh. Pasalnya, bila penyelesaian akhir bagus bukan tidak mungkin Sriwijaya mampu meraih poin maksimal atas Wamena. Meskipun Persiwa susah dikalahkan di kandang (Stadion Pendidikan Wamena). “Kalau kami bisa memanfaatkan setiap peluang semua bisa terjadi,” tutup dia.

Read Also:

Related Posts
Disqus Comments