Alfred Riedl Waspadai Kekuatan Turkmenistan

Timnas Indonesia U-23 sekitar pukul 13.15 WIB kemarin tiba di Hotel Aryaduta, Palembang.
SFC Mania

Kedatangan anak asuh Alfred Riedl ke Sumsel untuk menghadapi Timnas Turkmenistan U-23 dalam rangka Pra-Olimpiade 2012 di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring, Palembang,Rabu (23/2). Riedl membawa 22 pemain, termasuk calon pemain naturalisasi RubenWuarbanaran yang belum memiliki paspor Indonesia.Meski main di kandang sendiri,Riedl tetap mewaspadai tim asal Eropa Timur itu karena dalam Asian Games, lalu Timnas Turkmenistan U-23 tampil baik dan sempat mengalahkan Timnas U-23 Vietnam dengan sekor telak 6-0. ”Tim lawan merupakan tim yang bagus.Kita tidak boleh lengah dan tetap waspada.Tim kita penuh, hanya Rahmat Latif dan Johan Yoga yang tidak ikut hari ini (kemarin).

Tetapi, pada Rabu nanti Johan tiba di Palembang untuk bergabung dengan rekan yang lain walaupun tidak main,” kata Riedl. Pola formasi permainan yang diterapkan pelatih asal Austria saat menghadapi Turkmenistan yakni 4-4-2. ”Pola tetap seperti biasa 4-4-2. Untuk perubahan kita lihat kondisi permainan di lapangan nanti.Biasanya pola bisa diubah saat pergantian pemain atau ada pemain yang cedera,” ungkapnya. Riedl menjelaskan,materi pemainnya cukupmenunjanguntuk memaksimalkan umpan crossing. Karena itu, dia tetap mengasah permainan bola-bola atas kepada anak asuhnya. ”Walaupun pemain lawan postur tubuhnya lebih tinggi, kita tetap mencoba memainkan umpan crossing.Kita memiliki pemain yang mempunyai kecepatan seperti Oktavianus Maniani,”tambahnya.

Sementara itu,Gunawan Dwi Cahyo berharap dirinya dapat diturunkan dalam tim inti saat melawan Turkmenistan.”Kebetulan saya merupakan pemain Sriwijaya FC. Jadi saya merasa enjoy saja, nantiditurunkanatautidakituterserah pelatih.Tetapi, saya berharap diturunkan karena selama dua kali uji coba,saya diturunkan pelatih,” imbuhnya. Adapun Yongki Aribowo menyatakan siap ditunjuk Riedl sebagai kapten Timnas Indonesia U-23. Diapunberharapdukunganpenuh masyarakat Palembang sebagai suporter di Stadion Gelora Sriwijaya, Jakabaring,Palembang. ”Untuk kapten tim terserah petunjukdaripelatih.Kalausaya siap saja jadi kapten dan yang terpenting sangat membutuhkan dukungan suporter,”katanya.

Yongki menegaskan tidak merasa tegang menghadapi Timnas Turkmenistan karena sudah menyiapkan strategi dan berlatih keras. ”Pelatih sudah punya strategi mengatasi permainan tim Turkmenistan. Kita pemain juga sering diskusi untuk bermain kompak saat di lapangan nanti. Mengenai ada perbedaan bahasa dengan pemain naturalisasi, itu tidak berpengaruh,” ujarnya. Mengenai strategi lawan,Yongki mengaku masih buta dengan kemampuan tim Turkmenistan.

“Permainan tim lawan kita belum tahu yang pasti mereka tim yang bagus.Semuanya kita serahkan ke pelatih dan kita ikuti arahan dari pelatih nanti,” kata pemain yang ikut membela Timnas senior di ajang Piala AFF 2010 ini.


Read Also:

Related Posts
Disqus Comments