Atraksi Dua Mesin Gol

Pertemuan Sriwijaya FC versus Semen Padang pada lanjutan Liga Super Indonesia (LSI) di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring, Minggu (6/2) nanti, tidak hanya menjadi simbol gengsi klub Sumatera, tetapi menjadi derby panas lantaran akan tersaji adu tajam dua mesin gol asing, Keith Kayamba Gumbs versus Edward Junior Wilson.
SFC Mania

Keduanya menjadi simbol persaingan kedua tim, karena sama-sama menjadi ikon untuk pemain asing. Kayamba pemain asing paling lama merumput di SFC sejak musim 2007/2008. Ban kapten yang dikenakannya, menjadi bukti bahwa Gumbs menjadi ruh permainan sekaligus menjadi mesin gol. Gumbs pun masih pencetak gol terbanyak di SFC. Musim lalu dia mencetak 14 gol bagi Laskar Wong Kito di ajang LSI.

Sedangkan Edwar Wilson juga menjadi simbol kebangkitan Semen Padang. Sebab, pria asal Liberia ini berperan besar mengangkat tim berjuluk Kabau Sirah mentas ke Liga Super Indonesia. Dia pun menjadi mesin gol dengan mencetak 18 gol di ajang Divisi Utama musim lalu.

Aksi dan atraksi Kayamba versus Wilson akan menjadi sajian menarik karena keduanya memiliki tipe permainan nyaris serupa. Sama-sama memiliki fisik di atas rata-rata, cepat dan kuat. Keduanya pun sangat pandai merancang serangan balik karena sama-sama memiliki kecepatan dan kerap menyisir sisi kanan maupun kiri lapangan.

Hanya saja, musim ini perolehan gol Kayamba menurun karena poisisnya yang selalu dipasang sebagai winger atau pemain sayap. Ia baru mencetak dua gol dari 10 penampilannya, sementara Wilson sudah mencetak 11 gol dari 12 tampil bagi Semen Padang.

Jangan tanya insting gol striker veteran ini, sebab ia bisa mencetak gol dari posisi sulit sekalipun. Perlu diingat Gumbs adalah pencetak gol ke gawang Semen Padang di ajang Piala Indonesia di Stadion Gelora Jakabaring, 16 April 2010.

Pelatih Semen Padang Nilmaizar pun sangat paham dengan tipe permainan Kayamba. Menurut dia, Kayamba pemain yang tidak pernah menyerah dan terus menyerang. Ia menjadi motor bagi pemain SFC lainnya untuk terus menekan tim lawan. Selain itu, di bawah arahan pelatih Ivan Kolev, SFC kini bermain cepat dengan variasi bola-bola panjang maupun pendek.

“Kita berhadapan dengan tim terbaik di LSI dan kami harus waspadai karena ini kandang SFC. Tetapi kami datang untuk mendapatkan poin dalam laga ini,” jelas Nilmaizar, Jumat (4/2).

Namun ia tidak menargetkan berapa poin, sebab yang paling penting pemain tampil tanpa beban dan enjoy melawan SFC. Semen Padang akan menjajal Stadion Gelora Jakabaring pagi.

“Kami membawa 19 pemain termasuk lima pemain asing kami,” jelas Nilmaizar.

Sementara itu, Ivan Kolev pun menegaskan, Semen Padang memiliki pemain-pemain berkualitas. Posisi tim berjuluk Kabau Sirah ini, pun bisa dikatakan sangat baik lantaran berada di runner up.

Ketika disoal tentang rekor SFC yang lebih bagus, sebab dari sembilan kali pertemuan di semua ajang Gumbs cs menang enam kali, imbang satu kali, dan kalah dua kali. Namun, Kolev tidak peduli dengan rekor dan tradisi, sebab Semen Padang merupakan tim terbaik saat ini.”Saya pikir kekuatan tim-tim saat ini berimbang termasuk Semen Padang. Kami tidak boleh lengah dan harus bekerja keras untuk memenangkan laga ini,” urainya.

Read Also:

Related Posts
Disqus Comments