• Berikutnya Sriwijaya FC Siap Hadang Al Ain ( UEA )

    Kemenangan 2-0 atas Persijap Jepara menjadi modal berharga Sriwijaya FC (SFC) untuk menjamu Al Ain dalam babak final playoff Liga Champions Asia (LCA), Sabtu (19/2).
    SFC Mania

    SFC tampil menawan saat menjamu Persijap di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring (SGSJ), Palembang, kemarin sore. Pada laga penutup putaran pertama Djarum Indonesia Super League (ISL) musim ini, Laskar Wong Kito sudah mengendalikan keadaan pada menit-menit awal. Itu terbukti dengan gol cepat striker Keith Kayamba Gumbs saat laga baru berdurasi tujuh menit. Kemudian, Budi Sudarsono melengkapi seremoni tim Kota Pempek itu dengan golnya pada menit ke-45.

    Tambahan tiga poin ini mengangkat SFC naik satu tingkat ke peringkat 6 dengan nilai 23. Namun, Gumbs dkk tak boleh terlalu lama berpesta. Sebab, dua hari ke depan tugas lebih berat sudah di depan mata. SFC harus menerima kedatangan Al Ain di SGSJ. Pasti, tim asal Uni Emirat Arab (UEA) itu bukan lawan yang mudah untuk ditaklukkan SFC yang berambisi tampil di babak utama LCA musim ini. Apalagi, Pelatih SFC Ivan Venkov Kolev mengaku masih buta kekuatan Al Ain.

    Dia belum mengantongi peta kekuatan mantan tim yang pernah merengkuh trofi LCA 2003 itu. ’’Yang saya tahu, Al Ain itu tim besar. Mereka juga langganan juara di Divisi Utama Liga UEA. Tapi mengenai sejauh mana kekuatan mereka, saya tidak begitu mengetahuinya,” ungkap Kolev seusai pertandingan melawan Persijap, kemarin. Selain tidak begitu paham kekuatan Al Ain, pelatih asal Bulgaria itu juga mengeluhkan padatnya jadwal ISL. Sampaisampai, SFC harus bermain setiap tiga hari sekali.

    Kondisi ini membuat Kolev merasa PT Liga Indonesia dan PSSI tidak pernah mendukung tim Indonesia yang akan bertanding di kompetisi tingkat Asia, baik itu LCA maupun AFC Cup. ’’Akibatnya, waktu yang kami miliki hanya dihabiskan untuk memulihkan kondisi pemain yang kelelahan dan cedera daripada melakukan latihan strategi dan skema pertandingan,” ujar Kolev.

    Menurutnya, seharusnya PSSI dan Liga bisa lebih fleksibel dalam pengaturan jadwal dengan memberikan sedikit kelonggaran waktu bermain kepada tim-tim yang memiliki jadwal padat seperti SFC. ’’Belum lagi kalau timnas mau main, pemain kami yang memperkuat timnas otomatis akan dipanggil. Kondisi ini jelas memengaruhi persiapan kami,” tutur Kolev.

    ’’Seperti yang terjadi saat ini, pada saat tim membutuhkan seluruh pemain, kami tidak bisa meminjam Oktovianus Maniani, Rahmat Latief, dan Gunawan Dwi Cahyo yang sedang mengikuti pelatnas timnas U-23. Sebelumnya, saat Piala AFF, kami juga tidak bisa memainkan lima pemain karena memperkuat timnas,” paparnya. Dengan kondisi seperti ini, ke depan Kolev berharap PSSI dapat melakukan perubahan.

    Dengan demikian, tim-tim yang akan berlaga di kompetisi tingkat Asia bisa mempersiapkan pemain agar lebih bugar agar mereka bisa maksimal saat bertanding. ’’Bayangkan saja, dalam 34 hari, kami memainkan 10 game. Akibatnya, empat pemain mengalami cedera serius seperti Firman Utina dan M Ridwan. Praktis, kami terpaksa terus memainkan 14 pemain yang tersisa. Saya rasa di dunia ini tidak ada kompetisi seketat ISL,” ujarnya, kesal.

    Pelatih Persijap Suimin Diharja pun ikut prihatin dengan kondisi yang sedang dialami SFC. Pria asal Medan itu turut angkat bicara dengan karut-marutnya jadwal kompetisi di ISL. Dia sangat berharap agar PSSI segera berbenah jika ingin melihat klub asal Indonesia berprestasi di tingkat Asia.

    ’’Karena jika tidak, sampai kapan pun tidak mungkin ada tim Indonesia yang akan mengukir prestasi di Asia. Jangan hanya memikirkan kuantitas, tapi juga kualitas. Pikirkan juga kondisi pemain, berikan mereka waktu lebih lama untuk melakukan recovery agar bisa tampil maksimal dan memberikan yang terbaik bagi bangsa dan negara,” pungkasnya.
  • Klasmen Sriwijaya FC

    Klasmen Go-Jek Traveloka Liga 1 2017/2018.

    Alamat

    Palembang, Sumatra Selatan

    EMAIL

    atobelitang@gmail.com