Curi Poin di Wamena

Skuad SFC menebar ancaman besar saat bertandang ke Stadion Pendidikan, markas Persiwa Wamena, Rabu (2/2) pukul 15.30 WITA. Keith Kayamba Gumbs dan kawan-kawan yakin mampu mengubur tradisi untuk mencuri angka dari tim berjuluk Badai Pegunungan Tengah, pada lanjutan Liga Super Indonesia (LSI).

SFC Mania


Meskipun Stadion Pendidikan yang dikelilingi jurang dan pegunungan begitu angker, bukan halangan bagi Budi cs untuk tampil ganas. Pelatih Ivan Kolev yakin anak asuhnya bermain habis-habisan demi memastikan mendapatkan poin.

Kolev diperkirakan akan menurunkan formasi yang hampir sama ketika menghadapi Persipura. Hanya lini pertahanan dan sayap akan menjadi perhatiannya. Dia mengevaluasi lini belakang yang begitu mudah ditembus pada menit-menit akhir saat dikalahkan Persipura 2-3.

Coach asal Bulgaria itu sudah menyiapkan beberapa alternatif, ketika Supardi dan M Ridwan kehabisan tenaga karena kerap naik membantu serangan. Bisa jadi Ahmad Jufriyanto dan Bobby Satria tampil sebagai pelapis keduanya. Jufri center bek yang memiliki kemampuan bermain di sayap, begitu juga Bobby yang kerap dipasang di sayap kiri. Keduanya bisa mem-backup Cluadiano Alves dos Santos dan Thierry Gathuessi.

Sementara sisi kanan yang ditinggalkan Oktovianus Maniani akan dipercayakan kepada Arif Suyono, sedangkan Kayamba ditugaskan mengisi sayap kiri. Arif mempunyai motivasi ganda menghadapi duel ini. Selain berambisi mengubur rekor tak pernah meraih poin di sana, target pulang membawa hasil dikobarkan pemain asal Malang itu.

“Kami harus bisa mencuri poin di Wamena,” tegas Arif.

Jaga Konsentrasi Duet striker Budi Sudarsono dan Rudi Widodo mendapat kepercayaan untuk menyayat jantung pertahanan Persiwa. Namun Budi yang baru mengoleksi 3 gol, dan Rudi yang sudah mencetak satu gol, harus mewaspadai aksi brutal Sasa Zecevic, defender Persiwa. Selain kerap berbuat kasar dan provokatif, tujuan Zecevic justru merusak konsentrasi ujung tombak SFC itu.

Selain itu, lini pertahanan SFC juga harus mewaspadai ketajaman aksi Pieter Romaropen dan Boakay Eddie Poday. Keduanya adalah ruh permainan lawan. Keduanya sangat berbahaya.

Kolev berkeyakinan, timnya cukup tajam dalam hal mencetak gol, namun lini pertahanan kerap lengah sehingga kecolongan terutama di menit-menit akhir. “Saya berharap lini pertahanan tidak lagi kecolongan,” urai Kolev yang berharap anak asuhnya bisa membuat kejutan dalam duel ini.

“Kami yakin bisa mengatasi Persiwa,” janji mantan pelatih Timnas SEA Games 2007 itu.

Optimisme serupa juga disampaikan Direktur Teknik dan SDM SFC, Hendri Zainuddin. “Kami melihat peluang SFC bisa meraih poin di Wamena,” tegas Hendri yang berharap tim mampu meraih angka di sana.

Harapan itu didasari bahwa Persiwa bukan tim yang tak bisa dikalahkan di kandangnya. Lihat saja ketika Persitara Jakarta Utara memaksa Persiwa bermain 1-1 pada 25 Januari 2010, PSPS Pekan Baru juga bermain 1-1 pada 16 Desember, dan baru-baru ini Persisam Putra Samarinda pada 20 Oktober lalu.

Bahkan Arema Indonesia ketika dibesut Robert Rene Albert menang dengan skor 2-0 11 April 2010 lalu.

Read Also:

Related Posts
Disqus Comments