Misi Jaga Reputasi Di Kandang

Sriwijaya FC (SFC) sedang on fire. Hasil gemilang dengan kemenangan besar pada derby Sumatera kontra Semen Padang, tiga hari lalu, tentu siap diteruskan klub berjuluk Laskar Wong Kito di kandangnya, sore ini.
SFC Mania


Kemenangan atas Semen Padang, yang merupakan runner-up sementara, lima gol tanpa balas tentu modal bagus saat menjamu Pelita Jaya. Pada laga di Stadion Gelora Sriwijaya (SGS) Jakabaring, SFC siap meneruskan tren positif tersebut. Selain itu, SFC selalu menang atas Pelita setiap main di Jakabaring. Menjaga reputasi Laskar Wong Kito yang sejak tiga musim ini selalu berada di atas klub milik keluarga Bakrie itu.

Hanya, anak asuh Ivan Venkov Kolev, termasuk sang pelatih, wajib waspada dengan kekuatan teranyar tim tamu. Sejak ditangani Misha Radovic, Pelita seolah menjelma menjadi kekuatan baru yang patut diwaspadai. Mungkin statistik mereka pada laga tandang buruk, empat away Pelita selalu berakhir dengan kekalahan. Tapi, performa The Young Guns, julukan Pelita, bisa saja meledak di Palembang setelah sebelumnya menyulitkan tuan rumah Persib.

Bahkan, pada saat menghadapi Persib, Pelita hanya kalah satu gol. Mereka pun menunjukkan permainan spartan. Cedera pemain dan absennya tiga nama amunisi muda yang bergabung di tim nasional U-23 bisa jadi persoalan SFC. Kenyataan yang kurang menyenangkan ini langsung ditepis Kolev. Dia menyatakan akan tetap melakukan rotasi pemain.

Untuk itu pria asal Bulgaria ini telah mencoba sejumlah strategi dan skema terbaru untuk mendukung perubahan komposisi starter. ”Saya rasa setiap pemain memiliki kelebihan. Saya akan mencoba memaksimalkan itu dengan melakukan rotasi serta mencoba menempatkan pemain di posisi yang baru,” kata Kolev. ”Seperti saat melawan Semen Padang, saya menaruh M Ridwan sebagai winger dan Mahyadi Pangabean di bek kiri.

Ternyata eksperimen saya berhasil dan membuat kami menang besar,” lanjutnya. Kolev enggan komentar soal kekuatan Pelita. Sang arsitek hanya berharap menjelang laga hari ini para pemainnya yang tak fit 100% bisa segera pulih dan dapat dimainkan. Kolev pun mengaku penentuan starting eleven SFC akan dilakukan mepet menjelang pertandingan. Soal kinerja pemain depan SFC yang berbagi gol saat pesta atas Semen Padang, Kolev senang.

Namun, duo striker paling gres milik Laskar Wong Kito, yakni Rudi Widodo dan Korinus Fingkrew masih butuh adaptasi lebih. ”Rudi dan Korinus sebenarnya merupakan salah satu striker terbaik di Indonesia. Hanya, mereka harus membutuhkan waktu lebih untuk beradaptasi dengan pola permainan SFC. Saya yakin mereka akan memberikan yang terbaik bagi SFC,” cetus Kolev.

Optimisme tuan rumah untuk siap tempur demi melanjutkan torehan tiga poin tak membuat Pelita gentar. Berbekal kekuatan amunisi muda usia, Manajer Pelita Lalu Mara Satria Wangsa sangat yakin Joko Sasongko dkk bakal berbuat banyak di kandang SFC. “Pelita bermaterikan para pemain muda. Tapi, pada setiap pertandingan, kami mampu mengimbangi lawan.

Bahkan, anak-anak menyulitkan tim mana pun yang dihadapinya,” tandas Lalu Mara. Lalu Mara menyebutkan, dua pemain mudanya, yakni Feriansyah Mas’ ud dan Jajang Mulyana sekarang semakin bagus menjalankan tugas. Apalagi, kinerja mereka disokong empat legiun asing seperti duo Jepang Tomoyuki Sakai dan Shibakoya Yuichi plus pemain impor lainnya, Walter Benitez dan Juan Ramirez, yang makin menyatu.

”Kami hanya belum beruntung. Saat melawan Persib, Pelita mampu mendominasi jalannya pertandingan. Sayang, tiga kali peluang emas gagal dimaksimalkan. Kondisi sama terjadi saat laga melawan Persisam Putra,” tuturnya. Sementara itu, manajemen SFC mengharapkan kepada suporter agar memenuhi stadion. Semua diharapkan demi memberikan dorongan semangat kepada Ponaryo Astaman dkk agar hasil maksimal seperti saat membungkam Semen Padang terulang.

Read Also:

Related Posts
Disqus Comments