Follow Us:

RSS

We Are Sriwijaya FC

Launching
comeback
launchpad

Kamis, 31 Maret 2011

Rahmad Darmawan Siap Masuk Timnas Senior

Rahmad Darmawan dan Jacksen F Tiago menyatakan kesiapannya untuk melatih tim nasional Indonesia senior.

Sriwijaya FC


Nama Rahmad dan Jacksen muncul sebagai kandidat kuat asisten pelatih timnas yang akan menangani tim Garuda senior berlaga di Pra Piala Dunia 2014. Hal ini dikarenakan kesibukan pelatih Alfred Riedl di timnas Indonesia SEA Games.

Ditanya mengenai spekulasi ini, Rahmad mengaku halitu sudah biasa. Namun, pelatih Persija Jakarta tersebut mengatakan kesiapannya melatih tim Merah Putih.

"Kalau masuk nominasi saya sudah biasa. Saya sudah empat kali dinominasikan, dari zaman Sergei Dubrovin, Ivan Kolev, Benny Dolo dan terakhir Alfred Riedl. Kalau untuk timnas, apa sih yang tidak," ujar Rahmad usai laga Persija melawan Persipura Jayapura di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Kamis 31 Maret 2011.

Kesiapan juga diutarakan pelatih Persipura Jacksen F Tiago. Pelatih asal Brasil ini mengaku siap melatih timnas. Namun, Jacksen ingin fokus terlebih dulu ke Persipura.

"Kalau saya sebagai orang asing yang mencari kerja di sini, masuk nominasi saja sudah bersyukur. Untuk terpilih, saya serahkan semuanya kepada Tuhan. Tapi, untuk sementara ini saya ingin fokus melatih Persipura dulu," papar Jacksen.

Persija Kontra Persipura Berakhir Imbang

Setelah sempat tertinggal satu gol di awal babak kedua, akhirnya tuan rumah Persija dapat menyamakan kedudukan di penghujung pertandingan. Skor akhir antara Persija melawan Persipura dalam lanjutan Liga SUper Indonesia di Stadion Gelora Bung Karno, Kamis, 31 maret 2011 berakhir seri, 1-1.

Sriwijaya FC


Di pertandingan babak kedua ini, permainan kedua tim cukup berimbang. Persija dikejutkan oleh gol yang disarangkan penyerang Persipura, Titus Bonai di menit 49. Proses gol ini tercipta setelah lini pertahanan Persija lengah dalam menjaga pergerakan penyerang Persipura Titus Bonai.

Setelah mendapatkan bola dalam kondisi yang tidak terkawal sama sekali, Titus bisa dengan mudah mengatur momentum untuk menendang bola. Setelah sempat membidik, ia melepaskan tendangan kaki kanan yang menusuk gawang Persija yang dikawal Hendro Kartiko.

Usai kebobolan, Persija terus melakukan tekanan kepada Persipura. Namun usaha Persija belum membuahkan hasil. Untuk menambah daya serang, Persija memasukkan dua penyerang, Bambang Pamungkas yang menggantikan pemain belakang Leo Saputra di menit 64 dan Aliyudin menggantikan M. Ilham di menit 69.

Pergantian yang dilakukan oleh Pelatih Persija, Rahmad Darmawan ternyata membuahkan hasil. Berkali-kali, gawang Persipura terancam oleh gempuran pasukan Macan Kemayoran. Peluang emas didapat bambang Pamungkas di menit 76 saat menerima umpan di kotak penalti. Namun tendangan lemah Bambang dapat diantisipasi kiper Persipura, Yoo Jae Hoom.

Gol penyeimbang akhirnya terjadi di menit 86 setelah penyerang Persija, Agu Casmir melakukan sundulan terukur ke gawang Persipura yang dikawal pemain Lorea, Yoo Jae Hoom. Usai menyamakan kedudukan, Persija berusaha menambah gol namun selalu gagal. Dan skor tidak berubah hingg akhir pertandingan. Kedua tim pun harus puas berbagi angka satu poin.

Gunawan-Bobby Masih di Perjalanan

Para pemain Sriwijaya FC mulai berdatangan dan menginap di home base-nya Gedung Graha Sriwijaya, Kamis (31/3/2011). Firman Utina datang lebih awal dari rekan-rekannya.

Sriwijaya FC


"Sebab besok pagi sudah harus latihan," kata Firman.

Beberapa pemain masih dalam perjalanan di antaranya Gunawan Dwi Cahyo dan Bobby Satria. Kemudian asisten pelatih Kas Hartadi juga dalam perjalanan. Sementara itu ada beberapa pemain yang memang istirahat di mess seperti Ferry Rotinsulu, Mahyadi Panggabean, Keith Kayamba Gumbs, Dirga Lasut dan Ardiles Rumbiak, memang tetap bertahan di mess dan tetap melakukan joging ringan setiap pagi.

Pelatih Ivan Kolev mengatakan latihan akan digelar pada Jumat (1/4/2011). Materi latihan hanya pemanasan saja sebelum mengikuti latihan berat untul persiapan lawan Persisam.

"Latihan kita gelar sejak pagi untuk persiapan lawan Persisam. Tentunya kita harapkan pemain hadir tepat waktu," urainya.

Ivan Kolev Siapkan Pengganti Thierry

Lini belakang Sriwijaya FC dalam masalah saat menghadapi Persisam Putra Samarinda 9 April mendatang. Sebab, Thierry Gathuessi absen karena akumulasi kartu kuning. Hilangnya Thierry sudah jelas merugikan Laskar Wong Kito, karena pemain asal Kamerun ini tampil apik dan kerap menjadi solusi serangan alternatif.

Sriwijaya FC


"Dia absen dan saya memiliki waktu untuk menyiapkan penggantinya," jelas Kolev. Hanya saja Kolev tidak perlu risau karena kondisi Claudiano Alves dos Santos dipastikan tampil usai cedera engkel kanannya. Dia tinggal menyiapkan pengganti seperti Bobby Satria ataupun Ahmad Jufriyanto.

"Saya memiliki waktu 8 hari untuk menentukan siapa yang paling siap mengisi posisi Thierry," jelasnya.

Kolev Tahan Jajang Perkuat Timnas SEA Games

Pelatih Sriwijaya FC Ivan Kolev menegaskan skuad asuhannya akan disibukkan dengan pertandingan berat di ajang Liga Super Indonesia (LSI) dan Asian Football Confederation (AFC). Makanya seluruh pemain yang dimiliki SFC sudah disiapkan dalam sebuah skema tertentu saat menghadapi masing-masing pertandingan.
Sriwijaya FC


"Saya banyak pilihan pemain dan saya harap pemain yang kita butuhkan tidak dipanggil Timnas termasuk Jajang Mulyana, saya tolak pemanggilan itu," kata Ivan Kolev, Kamis (31/3/2011).

Menurut Kolev, tenaga Jajang sangat dibutuhkan apalagi dia diplot sebagai pelapis Rudi Widodo yang mengalami. Cedera. Manajemen merekrut Jajang karena dibutuhkan.

"Tetapi tiba-tiba dipanggil Timnas dan kondisi ini membuat kita kesulitan, makanya kami menolak pemanggilan ini," jelasnya.

Berharap Tampil Lawan Persisam

Gelandang Firman Utina mengaku fit dan tidak ada rasa nyeri dilututnya. Ia berharap diturunkan saat Sriwijaya FC menghadapi Persisam Putra Samarinda pada lanjutan LSI, di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring pada 9 April mendatang.

Sriwijaya FC


"Lutut sudah baik, tetapi memang butuh kepercayaan diri untuk tampil. Saya berharap bisa bermain lawan Persisam meski tidak harus full time," kata Firman, Kamis (31/3/2011).

Menurut Firman, sehabis cedera panjang dirinya membutuhkan adaptasi untuk bertanding dalam laga resmi. Baginya diturunkan 20 saja sudah cukup membentunya cepat pulih dan mendapatkan kepercayaan diri dalam laga resmi. "Saat lawan Persipura saya sudah senang diturunkan dan itu membua kepecayaan diriku pulih, tetapi lawan Arema saya ditinggal dan ini membuat saya harus dari awal lagi," urai Firman. Makanya menurut dia, butuh pertandingan resmi salah satunya turun lawan Persisam."Tetapi semuanya tergantung kepada peatih," ungkap Firman. Saat ditanyakan dia tidak berani bentork dengan pemain saat lawan Persipura, apakah lututnya masih nyeri, Firman mengaku tidak ada masalah."Hanya trauma saja, tetapi saya sangat ingin bermain lawan Persisam," urainya.

Fokus Pemulihan Pemain Cedera

Waktu liburan empat hari dan jeda dua minggu menjadi perhatian pelatih Ivan Kolev untuk fokus kepada penyembuhan beberapa pemain yang mengalami cedera.

Sriwijaya FC


"Saya tidak libur, karena saya fokus kepada penyembuhan pemain yang mengalami cedera," tegas Ivan Kolev, Kamis (31/3).

Menurut Kolev ada dua pemain yang cedera seperti Lim Joon Sik dan Jajang Mulyana. sementara Firman, Ponaryo Astaman, Rudi Widodo, dan M Ridwan dalam pemulihan.

"Jika pemain yang cedera kembali fit, setiap laga berat akan terasa mudah," jelasnya.

PS Muba Tantang Gumbs cs

Sriwijaya FC mendapatkan tantangan PS Muba di Stadion Budi Serasan Sekate Sekayu, Muba, Minggu (3/4) nanti.

Sriwijaya FC


Kedatangan Gumbs cs di Sekayu atas undangan Lembaga Misi Aspirasi Ekonomi Rakyat (LMAER) Muba yang merayakan ulang tahun sekaligus menggelar turnamen sepakbola antar klub se-Muba.

“SFC mendapatkan undangan dari Lembaga Lembaga Misi Aspirasi Ekonomi Rakyat, laga persahabatan ini akan menjadi ajang pembukaan dari turnamen sepakbola di Muba,” jelas Direktur Teknik dan SDM PT SOM, Hendri Zainudin, Rabu (30/3).

Menurut anggota DPRD Banyuasin ini, pertandingan melawan PS Muba adalah laga pembuka turnamen dan Presiden Klub SFC H Dodi Reza Alex akan membuka acara ini secara langsung. Tujuan acara ini untuk mendekatkan diri kepada masyarakat.

“Kebetulan SFC memang mendapatkan undangan di Muba dan mereka akan datang full team, sejauh ini semua pemain dan jajaran manajemen serta pelatih siap datang ke Muba,” urainya.

Menurut Hendri, kunjungan ini tidak akan mengganggu agenda dan latihan Laskar Wong Kito, pasalnya pelatih Ivan Kolev menjadwalkan Minggu adalah hari libur bagi para pemain.

Usai pemulihan kondisi atau relaksasi di Sriwijaya Sport Center mereka akan langsung berangkat menuju Muba dan melakoni partai ringan.

“Secara kebetulan pelatih mengistirahatkan pemain setelah Jumat-Sabtu mereka latihan keras, Minggu dan Senin pemain akan istirahat. Selanjutnya Selasa-Rabu kembali latihan karena Sabtu (9/4) tim akan bertanding,” jelas Hendri.

Usulan Pengunduran Jadwal Lawan Bontang Ditolak PTLI

Usulan pengunduran satu hari jadwal pertandingan lawan Bontang FC, 16 April 2011 mendatang yang diajukan manajemen Sriwijaya FC ditolak pihak PT Liga Indonesia (PTLI).

Sriwijaya FC


Manajemen pun tampak kesal meski menerima dengan lapang dada. "Sebagai klub yang mewakili Indonesia di level nasional, kita berharap mendapatkan pertimbangan, karena kami hanya meminta revisi untuk satu pertandingan saja," ungkap Direktur Teknik dan SDM PT Sriwijaya Optimis Mandiri (SOM), Hendri Zainudin, Kamis (31/3).

Pasalnya SFC tidak hanya berijabku di Liga Super Indonesia (LSI) tetapi juga bertarung di ajang Asian Football Confederation (AFC) Cup, yakni lawan Song Lam Nghe An 13 April, selanjutnya SFC menghadapi Bontang pada 16 April."Artinya kita hanya memiliki waktu singkat dan tidak cukup untuk recovery," kata Hendri.

Makanya, menurut Hendra penolakan ini sangat disayangkan, sebab SFC membawa nama Indonesia di tingkat Asia.

"Padahal PSSI selalu mendesak klub jika ada pemain yang masuk Timnas, tetapi permintaan pengunduran untuk klub tidak dipenuhi," jelas Hendri.

Kolev Akui Peforma Korinus Menurun

Pelatih Sriwijaya FC, Ivan Kolev mengakui kualitas permainan striker barunya, Korinus Fringkeuw menurun. Pelatih kelahiran Sofia, Bulgaria, 14 Juli 1957 itu harus memarkir mantan pemain PSM Makassar itu di beberapa pertandingan terakhir. “Korinus sudah kami berikan beberapa kesempatan saat baru bergabung bersama Sriwijaya. Tapi, Dia (Kotrinus, red) masih butuh konsentrasi dan adaptasi lagi,” kata Ivan Kolev.
Sriwijaya FC


Mantan pelatih Timnas Indonesia itu melanjutkan, hal yang paling menonjol kekurangan Korinus adalah soal gaya permainan. Pasalnya, gaya permainan Korinus berbeda dengan gaya yang dipakai Sriwijaya FC. “Jadi, Korinus harus berusaha untuk mengganti gaya permainannya. Bila tidak, maka akan sulit untuk beradaptasi dengan pemain lainnya. Dampaknya sulit memberikan hasil maksimal,” lanjutnya.

Meski demikian coach Ivan Kolev yakin, Korinus mampu beradaptasi dengan Sriwijaya. Dengan begitu, kesempatan untuk turun terbuka lebar bagi mantan pemain Persebaya Surabaya itu. “Saat ini Korinus terus berusaha keras agar bisa merubah gaya main. Serta mampu beradaptasi dengan pemain lainnya. Dengan kerja keras itu, saya yakin dalam waktu dekat Korinus mampu bermain maksimal,” harap mantan pelatih Persija Jakarta itu.

Kolev sendiri yakin, Korinus bisa seperti Bobby Satria yang juga pernah mengalami penurunan peforma. “Sebelumnya ada Boby yang peformanya turun. Tapi, dia (Boby, red) mampu membalikan keadaan. Dia selalu saya masukan sejak menit awal di beberapa laga terakhir,” tambahnya.

Ya, sebelumnya, Bobby merupakan pemain muda yang jarang diturunkan pada awal musim. Tapi, berkat keseriusannya, pemain asal Padang itu mampu menggeser beberapa defender lainnya, seperti Ahmad Jufriyanto, Thierry Gathuessi atau Claudiano Alves Do Santos.

“Yang pasti saya tidak melihat apakah itu pemain asing atau lokal. Bila pemain lokal yang lebih baik maka saya menurunkan pemain itu, begitu sebaliknya. Saya lebih mengutamakan kualitas. Begitu juga dengan Korinus nantinya,” pungkasnya.

Rabu, 30 Maret 2011

10 Pemain Semen Padang Hancurkan Persijap

Semen Padang (SP) berhasil mengamankan tiga poin saat menjamu Persijap Jepara di lanjutan ISL 2010/2011. Bermain dengan 10 pemain sejak menit 54, SP justru mampu menghancurkan Persijap dengan skor telak 3-0.

Sriwijaya FC


Tiga gol kemenangan Kabau Sirah dicetak oleh Muhammad Rizal di babak pertama dan dua gol tambahan dicetak Saktiawan Sinaga dan Edward Wilson Junior di babak kedua. Dengan kemenangan ini, Semen Padang mengoleksi 35 poin dari 19 laga yang telah dilakoni.

Semen Padang sementara menggusur Persija Jakarta di posisi runner up atau unggul tiga poin dari Macan Kemayoran yang baru melakoni 17 laga hingga saat ini. Sedangkan bagi Persijap, kekalahan ini membuat mereka terancam tergusur dari pesaingnya. Persijap nangkring di posisi 12 dengan koleksi 20 poin dari 19 laga.

Bertanding di Stadion H. Agus Salim, Padang, Rabu 30 Maret 2011, Semen Padang langsung tampil menggebrak sejak menit awal. Bahkan Semen Padang berhasil unggul 1-0 saat pertandingan belum genap 10 menit. Pada menit 8, memanfaatkan umpan cantik dari Elie Aiboy, M Rizal berhasil menjebol gawang Persijap yang dikawal kiper M Yasir dengan tembakan keras kaki kanannya.

Tertinggal, tim tamu coba merespon dengan tampil lebih agresif. Usaha itu hampir membuahkan hasil pada menit 23. Striker Persijap Riski Novriansyah berhasil tinggal berhadapan dengan kiper Persijap Samsidar. Sayang usaha Riski masih gagal membuahkan hasil.

Meski beberapa peluang sempat tercipta namun skor 1-0 buat keunggulan Semen Padang ini tetap bertahan hingga turun minum.

Memasuki babak kedua, Semen Padang tetap tampil menekan. Elie Aiboy berhasil membuka peluang di menit 47. Sayangnya tendangan Elie Aiboy memanfaatkan umpan Yu Hyun-koo masih bisa diatasi kiper Persijap M Yasir.

Namun tak butuh waktu lama bagi Semen Padang untuk menggandakan keunggulan. Pada menit 49, Saktiawan Sinaga berhasil menyambut umpan tarik dari Elie Aiboy. Tendangan keras Sakti berhasil menjebol gawang Persijap sekaligus merubah kedudukan menjadi 2-0. Ini menjadi gol keenam Sakti di musim ini.

Petaka bagi Semen Padang. Pada menit 54, tim besutan Nilmaizar harus bermain dengan 10 orang setelah M Rizal dikeluarkan wasit karena mengoleksi dua kartu kuning. Unggul jumlah pemain langsung melecut semangat Persijap. Pada menit 61, tendangan jarak jauh Johan Juansyah memaksa kiper Semen Padang Samsidar berjibaku menepis bola.

Namun alih-alih mengejar ketertinggalan, Persijap justru harus kembali kebobolan di menit 84 lewat gol Edward Wilson Junior. Striker gempal ini tak terkawal saat berhasil mencocor bola umpan dari David Pagbe. Skor sementara 3-0 buat keunggulan tuan rumah.

Sebenarnya pada menit 86, Semen Padang kembali berhasil menjebol gawang Persijap. Sayang pemain pengganti, Suheri Daud lebih dulu berdiri dalam posisi off side saat menerima assists dari Edward Wilson. Skor 3-0 ini akhirnya bertahan hingga pertandingan usai.

Timnas U-16 & U-19 Bergabung Dengan Australia Di Piala Asia

Australia bakal menjadi lawan timnas U-16 dan U-19 dalam pertandingan dua kualifikasi Piala Asia kelompok junior itu menyusul hasil drawing yang dilakukan di markas konfederasi sepakbola Asia [AFC] di Kuala Lumpur hari ini.
Sriwijaya FC


Dibandingkan timnas U-16, timnas U-19 berada di grup yang tak mudah. Indonesia bergabung dengan runner-up edisi sebelumnya, Australia, di Grup G. Grup ini juga berisikan Cina, Singapura, dan Makau.

Juara bertahana Piala Asia U-19, Korea Utara, masuk ke dalam Grup F bersama Vietnam, Malaysia, Myanmar, dan Laos.

Tercatat 39 tim ambil bagian di kualifikasi Piala Asia U-19 2012 ini yang terbagi ke dalam tujuh grup. Masing-masing grup berisi enam atau lima tim. Setiap grup menjalani pertandingan di satu tempat, dan dua tim teratas masing-masing grup lolos ke babak berikutnya.

Tiga tim terbaik dari zona barat dan timur akan melengkapi 16 tim di putaran final pada 2012 mendatang.

Sementara itu, timnas U-16 berada di Grup G yang terdiri dari Australia, Thailand, Hong Kong, Myanmar, dan Guam. Sistem pertandingan kualifikasi Piala Asia U-16 2012 ini tidak berbeda dengan U-19.

Grouping kualifikasi Piala Asia U-19:
Grup A: Arabi Saudi, Irak, Oman, Bangladesh, Nepal, Maladewa
Grup B: Bahrain, Yordania, Tajikistan, Qatar, Kuwait, Bhutan
Grup C: Uzbekistan, Iran, Pakistan, India, Afghanistan, Turkmenistan
Grup D: Uni Emirat Arab, Suriah, Yaman, Palestina, Lebanon
Grup E: Korea Selatan, Jepang, Thailand, Hong Kong, Guam, Cina Taipei
Grup F: Korea Utara, Vietnam, Malaysia, Myanmar, Laos
Grup G: Australia, Cina, Indonesia, Singapura, Makau

Grouping kualifikasi Piala Asia U-16:
Grup A: Irak, Iran, Bangladesh, Qatar, Palestina, Sri Lanka
Grup B: Uni Emirat Arab, Kuwait, Yaman, Pakistan, Afghanistan, Maladewa
Grup C: Uzbekistan, Tajikistan, Bahrain, Kyrgyzstan, India
Grup D: Suriah, Oman, Arabi Saudi, Nepal, Lebanon
Grup E: Korea Utara, Cina, Timor Leste, Singapura, Malaysia, Makau
Grup F: Jepang, Vietnam, Cina Taipei, Laos, Korea Selatan, Kamboja
Grup G: Australia, Indonesia, Thailand, Hong Kong, Myanmar, Guam

Indonesia Jumpa Turkmenistan di Awal Kualifikasi PD 2014

Undian babak kualifikasi Piala Dunia 2014 baru saja dilakukan di markas Kofederasi Sepakbola Asia atau AFC di Kuala Lumpur, Malaysia. Indonesia memulai dari putaran kedua, bertemu Turkmenistan.

Sriwijaya FC


Dari undian yang hasilnya telah dirilis di situs resmi AFC, Rabu (30/3/2011) sore, pertandingan Turkmenistan versus Indonesia digelar dua kali dengan sistem home and away, yakni pada 23 dan 28 Juli 2011, sebagaimana jadwal itu berlaku untuk semua pertandingan putaran kedua.

Indonesia langsung masuk putaran kedua karena tidak termasuk 16 tim ranking terendah dari hasil kualifikasi Piala Dunia 2010. Ke-16 tim tersebut harus memulai perjuangannya dari putaran pertama.

Fase kualifikasi Piala Dunia 2014 untuk Asia tergolong panjang. Sebanyak 15 tim pemenang pertandingan putaran kedua (termasuk Indonesia apabila bisa mengatasi Turkmenistan), akan bergabung dengan lima tim yang otomatis masuk babak grup pertama, yaitu Jepang, Korea Selatan, Korea Utara, Australia dan Bahrain).

Kemudian ke-20 tim itu dibagi ke dalam lima grup yang masing-masing terdiri empat tim. Juara dan runner up tim akan lolos ke putaran keempat, yang kemudian dibagi lagi ke dalam dua grup berisi lima kesebelasan.

Dua tim terbaik dari tiap-tiap grup tersebut akan lolos ke putaran final di Brasil. Tim peringkat tiga dari masing-masing grup kemudian diadu dan memperoleh kesempatan memainkan pertandingan playoff melawan tim kualifikasi dari zona lain.

Sebagai catatan lain, Indonesia belum lama ini juga bertemu Turkmenistan di level U-23 di babak Pra Olimpiade 2012. Di leg pertama (23/2) Indonesia kalah 1-3 di Palembang, lalu menyerah 0-1 di Ashgabat (10/3).

Hasil undian babak kualifikasi Piala Dunia 2014 zona Asia:

Putaran 1 (29 Juni & 3 Juli)
Malaysia vs China Taipei
Bangladesh vs Pakistan
Kamboja vs Laos
Sri Lanka vs Filipina
Afghanistan vs Palestina
Vietnam vs Macau
Nepal vs Timor Leste
Mongolia vs Myanmar

Putaran 2 (23 Juli & 28 Juli)
Thailand vs Afghanistan/Palestina
Lebanon vs Bangladesh/Pakistan
China vs Kamboja/Laos
Turkmenistan vs Indonesia
Kuwait vs Sri Lanka/Filipina
Oman vs Mongolia/Myanmar
Arab Saudi vs Hong Kong
Iran vs Maladewa
Suriah vs Tajikistan
Qatar vs Vietnam/Macau
Iraq vs Yaman
Singapura vs Malaysia/China Taipei
Uzbekistan vs Kyrgyzstan
UEA vs India
Yordania vs Nepal/Timor Leste

Putaran 3 (dari 2 September 2011 sampai 29 Februari 2012)
Lima grup, satu grup terdiri empat tim

Putaran 4 (dari 3 Juni 2012 sampai 18 Juni 2013)
Dua grup, satu grup terdiri lima tim.

Putaran 5 (6 & 10 September 2013)
Playoff AFC

Putaran 6 (15 Oktober dan 19 November 2013)
Playoff Interkontinental


Saat Liburan, Kolev Justru Sibuk

Pelatih Sriwijaya FC Ivan Kolev mengaku liburan empat hari yang diberikan manajemen justru membuat dia semakin sibuk. Pelatih asal Bulgaria ini, justru sibuk merancang skema tim untuk pertandingan sisa Laskar Wong Kito.

Sriwijaya FC


"Liburan ini saya tidak bisa libur tetapi lebih fokus menyusun dan mempersiapkan program latihan untuk para pemain," kata Kolev. Menurut pelatih asal Bulgaria ini, sangat banyak pemain yang cedera dan kini dalam fokus pemulihan. Makanya dia harus jeli melihat dan menentukan beberapa pemain yang diturunkan setiap laga. Kolev pun mengatakan, sudah mengoleksi pertandingan 9 tim Liga Super Indonesia (LSI) termasuk yang paling dekat adalah lawan Persisam di Stadion Gelora Sriwijaya pada 9 April 2011.

"Terutama lawan Persisam, karena ini pertandingan yang paling dekat," kata Kolev.

Ketangguhan FR12 Menjadi Penentu

Ketangguhan kiper Ferry Rotinsulu di bawah mistar benar-benar teruji, kemampuannya menahan penalty Noh Alam Shah mampu membawa Sriwijaya mencuri satu poin dari Arema Malang, Minggu (27/3/2011).

Sriwijaya FC


"Ferry mampu membaca tendangan penalty dan menjadi salah satu penentu kita membawa satu poin," kata pelatih Ivan Kolev, Rabu (30/3/2011).

Menurut Kolev, anak asuhnya tampil sangat baik terutama Ferry. Setidaknya ada empat peluang digagalkan Ferry termasuk penalty Noh Alam Shah. Kemampuan Ferry juga diakui pelatih Miroslav Janu, pelatih Arema Malang dalam mengawal mistar gawang Laskar Wong Kito.

Menurut Janu kemampuan Ferry dalam membaca arah bola terutama penalti Noh Alam Shah menjadi titik balik keberhasilan SFC mencuri satu poin.

Sriwijaya FC Minta Perubahan Jadwal ISL

Sriwijaya FC meminta kepada PT Liga Indonesia (PT LI) untuk revisi jadwal pertandingan. Permohonan itu diajukan lantaran padatnya jadwal pertandingan yang dilakoni Laskar Wong Kito (julukan Sriwijaya FC).
Sriwijaya FC


“Kemarin (28/3) kami telah mengajukan surat permohonan perubahan jadwal pertandingan. Ini melihat mepetnya jadwal antara pertandingan yang satu dengan lainnya,” kata Direktur Teknik dan SDM, PT Sriwijaya Optimis Mandiri (PT SOM), Hendri Zainuddin, kemarin (29/3).

Jadwal yang ingin dirubah adalah saat Laskar Sriwijaya menjamu Bontang FC, Sabtu 16 April 2011 nanti. “Kami berharap PT Liga bisa mengundur satu hari dari jadwal sebelumnya. Dan berubah tanggal 17 April,” lanjut anggota DPRD Banyuasin itu.

Wajar, bila tim juara double winner 2007 itu meminta perubahan saat bentrok lawan Bontang FC. Ya, sebelumnya, skuadra Ivan Kolev harus menjalani sedikitnya dua pertandingan yang jadwalnya mepet. Yakni, melawan Persisam Putra Samarinda (9/4) kemudian menjamu Song Lam Nghe An (Vietnam) pada laga lanjutan AFC Cup, (13/3).

Praktis, bila jadwal tidak dirubah, Keith Kayamba Gumbs dkk hanya mempunyai waktu rekoveri selama dua hari. Sehingga, mepetnya jadwal yang dijalani bakal berpengaruh kepada kondisi fisik pemain.

Selain berdampak kelelahan yang berakibat loyo dalam bertanding, skuadra Ivan Kolev juga terancam mengalami cedera. Otomatis bila hal itu terjadi, maka bakal menjadi hal buruk bagi tim juara Piala Indonesia tiga kali berturut-turut itu.

Apalagi, Sriwijaya berambisi untuk menyapu bersih laga home yang tersisa. Otomatis, Sriwijaya tak mau dirugikan soal jadwal pertandingan yang bakal menjadi ganjalan menepati targetnya.

Padatnya soal jadwal pertandingan sebenarnya bukan kali pertama dijalani Sriwijaya. Hal serupa juga dialami pada putaran pertama. Tim juara double winner pra musim itu harus menjalani sedikitnya 11 laga dalam satu bulan. Hasilnya, Sriwijaya diterpa badai cedera dan hanya mampu finis diperingkat ke-7 pada putaran pertama. “Mudah-mudahan permohonan kami direspons oleh PT Liga. Sehingga, kami bisa bermain maksimal,” pungkasnya.

Program TIMNAS Tetap Jalan Terus

Persoalan suksesi PSSI yang belum jelas episode akhirnya diklaim tak mengganggu program tim nasional (timnas) Indonesia. Salah satunya terkait persiapan timnas U-23 disiapkan untuk SEA Games (SEAG) 2011.
Sriwijaya FC


Timnas U-23 sebelumnya merencanakan training camp (TC) mulai bulan depan. Salah satu agendanya adalah TC di Austria.Sementara untuk timnas senior, skuad Merah Putih bersiap untuk Pra- Piala Dunia (PPD) 2014. Badan Tim Nasional (BTN) tetap fokus meski kondisi sepak bola nasional saat ini tak kondusif.Pemerintah melalui Menpora Andi Mallarangeng sebelumnya sudah membekukan kepengurusan PSSI.

Mereka juga memutus aliran subsidi dana sekaligus membekukan aset negara yang digunakan PSSI. Ketua BTN Iman Arif mengungkapkan,timnas akan menjalankan program sesuai tata waktu yang ditetapkan.”Kami tidak mau mengomentari perkembangan organisasi.Yang jelas,timnas berusaha tetap menjalankan agenda seperti yang sudah dijadwalkan,” kata Iman,kemarin.

Timnas akan memulai TC untuk SEAG pada 25 April.Pasukan muda Merah Putih sudah memilih 20 amunisi,meski berpeluang mengalami penambahan lima sampai enam nama.Seusai berkumpul di Batujajar,Bandung,Yongki Aribowo dkk menjalani TC di Austria selama sebulan mulai 7 Mei. Selang sebulan berikutnya,timnas senior juga memulai persiapan untuk PPD.Cristian Gonzales dkk menggelar TC mulai 20 Juni, lalu menjalani uji coba internasional.BTN mengakui timnas sudah memiliki tiga calon lawan untuk laga pemanasan seperti Belanda,Cile, dan Korea Utara (Korut).

Tapi,soal anggaran,Iman mengatakan dana untuk timnas saat ini masih kosong. ”Kami berusaha menjalankan rencana meski tanpa anggaran.Rencana uji coba dan TC tidak ada perubahan.Saat ini dana timnas sudah tidak ada.Nanti akan dicarikan jalan keluar di internal kami,” lanjutnya. Menurut PSSI,timnas U-23 sebelumnya membutuhkan anggaran Rp15 miliar untuk menjalani persiapan. Untuk memenuhi kebutuhan dana, pemerintah menjanjikan subsidi Rp50 miliar.

Namun,pencairan anggaran tersebut menyisakan tanya,karena status PSSI sekarang. ”Kami akan tunggu realisasi pencairan dana dari pemerintah. Mungkin akan dilewatkan KONI/KOI. Kami tunggu keputusan selanjutnya dan teknis pencairannya.Dalam waktu dekat kami akan laporkan kegiatan timnas ke semua pihak,” cetus Iman. Pemerintah sebelumnya menyebutkan agenda TC timnas menjadi tanggung jawab KONI/KOI.Satlak PRIMA (Satuan Pelaksana Program Indonesia Emas) membenarkan akan menyuntikkan dana kepada timnas,meski nilainya belum diketahui.

Satlak PRIMA mengaku sudah menerima aliran dana Rp50 miliar, tapi anggaran tersebut untuk membiayai operasional TC 43 cabang olahraga (cabor). ”Aliran dana timnas sepak bola masuk ke satlak.Nanti pencairannya sesuai kebutuhan. Gaji pemain akan ditanggung sesuai ketentuan.Untuk rencana ke Austria, itu di luar kewenangan kami,” ungkap Komandan Satlak PRIMA Tono Suratman.

Satlak PRIMA berencana memberlakukan status gaji pemain menurut kelompok atlet.Mereka yang masuk kelompok utama akan mendapatkan gaji Rp5 juta per bulan,sedangkan atlet madya mendapat penghasilan Rp3,5 juta. Skuad muda Merah Putih sebelumnya menjanjikan gaji bagi pemain menurut kontrak terakhir di klub.Gaji tersebut akan ditanggung timnas U-23 karena 20 pemain dikontrak secara permanen

Kolev Senang dengan Performa Duo Korea

Sriwijaya FC (SFC) sukses mencuri satu angka di Stadion Kanjuruan,Malang,markas Arema FC. Racikan strategi Ivan Venkov Kolev pada laga ini dinilai tepat.
Sriwijaya FC


Selain itu kejelian pria asal Bulgaria tersebut menempatkan para pemain di luar posisinya terbilang berhasil. Eksperimen serupa sebelumnya memang tak maksimal dan Kolev dianggap terlalu berani melakukan perubahan. Kemenangan atas Persiwa Wamena plus hasil imbang kontra Persipura Jayapura dan Arema menunjukkan Kolev mampu memaksimalkan pemain baru SFC.Para pemain yang dimaksud adalah duo Korea Selatan (Korsel) Lim Joon-sik dan Kim Yong-hee serta Jajang Mulyana.

Keberadaan dua pemain asing yang baru direkrut pada putaran kedua tersebut mampu mengisi kekosongan lini tengah Laskar Wong Kito, julukan SFC. Sebab,SFC tak bisa memainkan Firman Utina dan Ponaryo Astaman yang didera cedera parah. Bersama pemain muda berbakat Mahadirga Lasut,ketiganya mampu memaksimalkan kinerja lini tengah dan depan SFC.Dengan semakin kokohnya lini tengah SFC membuat tugas para pemain bertahan lebih mudah dalam menghalau serangan lawan.

”Setiap pemain memiliki kelebihan masing-masing.Itu yang saya kerjakan sebagai seorang pelatih,memaksimalkan potensi mereka.Saya juga memiliki alasan kenapa sering kali berganti-ganti pola permainan dan menempatkan seorang pemain di posisi yang berbeda pada setiap pertandingan,”kata Kolev. Pada laga terakhir melawan Arema, Kolev tidak ragu-ragu menerapkan pola menyerang.

Mantan arsitek Persipura dan Persija Jakarta itu enggan anak asuhnya bertahan,seperti lazimnya klub yang sedang melakoni partai tandang. Hasil menahan Arema merupakan sinyal positif bagi SFC untuk menghadapi pertandingan selanjutnya.Berikutnya Laskar Wong Kito tiga kali menjadi tuan rumah,baik di Djarum Indonesia Super League (ISL) maupun Piala AFC. Tamu pertama yang dihadapi SFC adalah Persisam Putra Samarinda,Sabtu (9/4).

Lalu tiga hari berikutnya kedatangan klub Vietnam Som Lam Nghe An.Selanjutnya Keith Jerome ’Kayamba’ Gumbs dkk akan menjamu Bontang FC,Sabtu (16/4). Meski terbilang sukses dalam memoles para pemain yang baru,Kolev masih harus memutar otak untuk meningkatkan kembali penampilan Oktovianus Maniani.Pemain mungil yang akrab disapa Okto ini belum menunjukkan kualitas terbaiknya sejak kembali dari tim nasional U-23 Indonesia.

”Penampilan Okto kurang baik.Dia sering melakukan kesalahan dan merugikan tim.Tapi,saya yakin ke depan dia akan lebih baik. Hal itu terjadi lantaran Okto terlalu lama terpisah dari tim.Secara menyeluruh,kolektivitas dan koordinasi tim antarlini semakin baik,” ungkapnya.

Selasa, 29 Maret 2011

Lim Tonton VCD Pertandingan Sriwijaya FC

Untuk mengasah kemampuan dan mengevaluasi diri, gelandang Sriwijaya FC, Lim Joon Sik memiliki cara khusus dengan menonton rekaman dirinya saat bertanding. Lim kini terus berburu VCD pertandingan Laskar Wong Kito dimana dirinya turun sebagai pemain.

Sriwijaya FC


Bahkan, Lim sudah punya dua rekaman pertandingan Sriwijaya. Tepatnya, saat mengalahkan Persiwa Wamena 2-1, (20/3) dan bermain imbang 0-0 melawan Persipura Jayapura, (23/3). Kini, Lim juga memburu VCD pertandingan Sriwijaya kontra Arema FC, yang digelar di Stadion Kanjuruhan Malang.

“Dia minta saya untuk merekam setiap pertandingan SFC. Terakhir, Lim minta rekaman melawan Arema,” ujar Jhon Aprijaya, official bagian dokumentasi, Senin (29/3). Namun menurut Jhon yang dikenal cukup dekat dengan pemain mengatakan, Lim tidak meminta dua rekaman pertandingan yang menjadi debutnya di Liga Super Indonesia (LSI). Tepatnya, saat Sriwijaya ditekuk Pelita Jaya 1-0, (15/3) dan Semen Padang 2-1, (18/3) lalu.

“Dari lima laga, ia hanya meminta rekaman pertandingan dimana SFC menang atau minimal seri. Dia tidak mau melihat rekaman saat SFC menelan kekalahan. Dia mengaku mau mengevaluasi penampilannya,” jelasnya.

Ponaryo Diharapkan Turun Lawan Song Lam

Song Lam Nghe An merupakan calon lawan kuat Sriwijaya FC berikutnya di fase Grup Asian Football Confederation (AFC) Cup di Stadion Gelora Jakabaring 13 April mendatang.

Sriwijaya FC


Sebuah laga berat bagi Laskar Wong Kito yang masih krisis pemain di sektor gelandang. Namun, kabar gembira datang dari Ponaryo Astaman yang mulai membaik. Gelandang jangkar ini diperkirakan kembali fit saat SFC menghadapi tim asal Vietnam itu. Sebab berdasarkan jadwal, Ponaryo masih membutuhkan waktu sekitar dua pekan lagi untuk kembali ke lapangan hijau.

"Cederanya parah, tetapi terus membaik dan diperkirakan dua minggu lagi dia sudah fit, sejauh ini terus dipantau tim medis" kata Pelatih Ivan Kolev, Selasa (29/3). Seperti diketahui, Popon divonis cedera hamstring usai melawan VB Sport (Maladewa) di ajang AFC Cup, Rabu (29/2) lalu. Tapi, setelah menjalani pemeriksaan lebih lanjut ternyata otot kaki kanan Ponaryo mengalami luka robek.

Menurut terapis SFC Encu Wijaya, cedera Ponaryo sangat serius. Terdapat luka robek di kaki kanannya. Untuk menyembuhkannya butuh waktu yang lama.

"Jika dipaksakan otot kakinya bisa putus,” terang Encu. Namun dari hasil pemantauan terakhir kondisi Ponaryo terus menunjukkan perkembangan positif. Tapi, dibutuhkan waktu minimal dua pekan untuk pulih secara normal. “Setelah istirahat dua pekan serta terus menjalani terapi Ponaryo akan kembali normal. Bisa dipastikan dia bisa bermain selama 90 menit,” tegasnya.

Dengan kepastian tersebut, Ponaryo baru akan tampil saat Sriwijaya menjamu Song Lam Nghe An (Vietnam), di ajang AFC Cup, Rabu (13/3) nanti. Ponaryo masih harus absen kala Sriwijaya menghadapi, Persisam Putra Samarinda, (9/3) mendatang.

Senin, 28 Maret 2011

Sriwijaya FC Resah dengan Sikap Pemerintah

Sriwijaya FC resah dengan sikap pemerintah yang tak lagi mengakui kepengurusan PSSI di bawah Ketua Umum Nurdin Halid. Laskar Wong Kito khawatir tak bisa lagi tampil di AFC Cup 2010/2011.
Sriwijaya FC


Kekhawatiran SFC disampaikan Direktur PT. Sriwijaya Optimis Mandiri, PT. SOM, Dodi Reza saat dihubungi, Senin, 28 Maret 2011. Menurutnya SFC pun menginginkan kejelasan atas masalah ini.

"Saya ingin kejelasan dulu. Kalau liga diambil alih oleh otoritas yang bukan PSSI bagaimana interaksinya dengan badan dunia? Kita mungkin masih bisa tampil di liga lokal, tapi keikutsertaan kami di ajang internasional kan bisa dianulir," kata Dodi.

Siang tadi, Senin, 28 Maret 2011 pemeritah melalui Menpora, Andi Mallarangeng menyampaikan sikapnya terkait dengan kegagalan Kongres PSSI di Pekanbaru, Riau, 26 Maret lalu. Ada 14 keputusan yang disampaikan Andi dalam jumpa pers di kantornya.

Salah satunya adalah tidak mengakui lagi kepengurusan PSSI di bawah kepemimpinan Ketua Umum Nurdin Halid dan Sekjen Nugraha Besoes serta tidak mengakui lagi seluruh kegiatan keolahragaannya.

Poin lainnya menyebutkan, seluruh pertandingan ISL, Divisi Utama, Divisi I, II, dan III tetap berjalan sebagaimana mestinya dengan supervisi KONI/KOI bersama Pengprov PSSI dan klub setempat.

SFC sendiri tidak hanya berlaga di pentas ISL 2010/2011 namun juga ikut ambil bagian pada AFC Cup 2010/2011. Saat ini Laskar Wong Kito bahkan menjadi pimpinan grup F dengan koleksi 4 poin dari 2 laga.

"Kita sudah habis dana, anak-anak juga sudah berjuang mati-matian demi membawa nama bangsa. Kami bahkan harus kehilangan beberapa laga di liga lokal karena padatnya jadwal dengan AFC Cup 2010/2011," kata Dodi.

"Kalau sampai kita tidak bisa tampil di ajang internasional tentu kami akan rugi besar. Untuk biaya yang dikeluarkan saja sudah mencapai lebih dari Rp1 Miliar. Pemain juga akan sangat dirugikan," lanjutnya.

Dodi mengaku sangat mendukung upaya reformasi di tubuh PSSI. Namun dia sangat menyangkan bila langkah yang diambil oleh pemerintah justru berpotensi membuat sepakbola Indonesia dibekukan oleh FIFA.

"Untuk reformasi PSSI, saya selalu katakan SFC akan berada di garda paling depan. Tapi reformasi itu jangan sampai merugikan sepakbola nasional termasuk klub yang terlibat di dalamnya," pungkas Dodi.

Pemerintah Akhirnya Bekukan PSSI Nurdin Dan Besoes

Pemerintah akhirnya mengambil langkah tegas menyikapi kekisruhan di tubuh Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI). Pemerintah melalui Kementerian Pemuda dan Olahraga serta Komite Olahraga Nasional Indonesia/Komite Olimpiade Indonesia (KONI/KOI) akhirnya menyatakan tidak mengakui PSSI di bawah kepemimpinan Nurdin Halid dan Nugraha Besoes.

Sriwijaya FC


Hal itu ditegaskan Menpora Andi Mallarangeng dalam konferensi pers di Jakarta, Senin (28/3) sore. Hadir dalam acara itu Ketua KONI/KOI Rita Soebowo. Pemerintah pun memutuskan menghentikan kucuran dana ke wadah sepak bola Indonesia itu.

Seperti dilansir metrotvnews, Senin (28/3) sore, Andi menyatakan keputusan pemerintah itu mengacu pada Undang-Undang Nomor 3/2005 tentang Sistem Keolahragaan Nasional. Dalam UU itu, khususnya pasal 13, menyebutkan bahwa pemerintah berwenang mengatur, membina, mengembangkan, melaksanakan dan mengawasi sistem keolahragaan nasional.

Dan, dalam rangka aktivitas pengawasan itu, pemerintah mulai dari menteri, gubernur hingga bupati wali kota berhak menjatuhkan sanksi administratif kepada setiap orang atau organisasi olah raga yang melakukan pelanggaran admistratif keolahragaan.

Di bagian lain, kepengurusan Nurdin Halid dianggap gagal menyelenggarakan Kongres PSSI di Pekanbaru, Riau, setelah terjadi pengambil-alihan oleh anggota PSSI. Saat itu, Nurdin dan Sekjen PSSI Nugraha Besoes tidak hadir. Pengurus PSSI dianggap telah meninggalkan tugas dan tanggung-jawab penyelengaraan kongres di Pekanbaru. Lagipula persiapan penyelenggaraan kongres pada 26 Maret itu dinilai tidak mengikuti prosedur dan mekanisme yang berlaku.

Atas pertimbangan itu, pemerintah pun menghentikan kucuran dana untuk PSSI. Andi menyatakan, kebijakan itu diambil dengan satu tujuan melindungi dan menyelamatkan organisasi PSSI yang membawahi persepakbolaan nasional.

Selain tak mengakui PSSI kepemimpinan Nurdin Halid dan Besoes, pemerintah bersama KONI/KOI menunggu keputusan resmi dari FIFA terkait pelaksanaan Kongres PSSI dengan agenda pembentukan Komite Pemilihan dan Komite Banding Pemilihan pengurus organisasi sepakbola itu yang digelar di Pekanbaru 25-26 Maret lalu.

Menurut dia, jika hasil kongres benar-benar disikapi positif oleh FIFA maka semua tahapan pelaksanaan kongres yang dibentuk oleh 78 dari 100 pemilik suara sah PSSI itu harus dilaksanakan agar tidak terjadi keterlambatan dari jadwal yang ditetapkan FIFA.

FIFA sebelumnya telah menetapkan jika pelaksanaan kongres PSSI dengan agenda utama pemilihan Ketua dan Wakil Ketua Umum serta anggota Eksekutif Komite (EXCO) PSSI periode 2011-2015 sebelum 30 April mendatang.

“Jika FIFA bersikap lain maka pemerintah bersama KONI/KOI mendukung segera dilaksanakannya kongres untuk memilih Komite Pemilihan dan Komite Banding Pemilihan yang baru dan selanjutnya melaksanakan kongres pemilihan pengurus dan anggota EXCO,” tegas Andi.

Minggu, 27 Maret 2011

Persib Gagal Mempertahankan Keunggulan

Persib Bandung gagal mempertahankan keunggulannya dan hanya imbang 2-2 dengan tamunya Persipura Jayapura dalam lanjutan pertandingan Liga Super Indonesia (LSI) 2010/2011 di Stadion Si Jalak Harupat Bandung, Minggu 27 Maret 2011.

Sriwijaya FC


Sebenarnya, Tim Maung Bandung sudah unggul 2-0 di babak pertama lewat gol sundulan Airlangga di menit 7 dan Abanda Herman di menit 42. Namun Persipura mampu membalasnya lewat pemain tengah Zah Rahan di menit 75 dan Titus Bonai di menit 89.

Dengan hasil ini, Persib tertahan di posisi 8 klasemen sementara dengan nilai 23 hasil dari 19 pertandingan. Sementara itu, Persipura kokoh di puncak klasemen dengan mengantongi nilai 40 dari 18 pertandingan.

Sriwijaya Dan Arema Sama - Sama Kecewa

Pelatih Sriwijaya FC Ivan Kolev mengaku hasil imbang dalam laga tandang kontra Arema Indonesia sangat disayangkan. Pasalnya Sriwijaya FC ia akui mencatatkan banyak peluang.

"Sayang sekali, kedudukan imbang. Kami mempunyai banyak peluang tadi," katanya usai pertandingan.

Ivan menambahkan, sejak pertama pertandingan bergulir, anak asuhnya banyak menguasai permainan. Tapi kesempatan di lini depan masih belum dimaksimalkan. "Sejak awal kami banyak menguasai bola, tapi mengapa tidak ada gol," keluhnya.

Selain tidak puas dengan hasil, Kolev juga tak puas dengan kepemimpinan wasit. "Wasit banyak salah, tapi itu bukan untuk kami atau Arema. Melainkan murni dia melakukan kesalahan."

Ia juga mengungkapkan Sriwijaya FC tengah dirundung masalah internal. Komposisi tim inti menjadi masalah dalam laga melawan Arema. "Kita ada masalah di tim inti," jelasnya.

Arema Juga Kecewa

Hasil imbang saat menjamu Sriwijaya FC turut membut kubu Arema kecewa. Apalagi di dalam laga itu Arema sempat unggul terlebih dahulu.

"Sudah saya bilang anak-anak harus disiplin menjaga lini belakang. Termasuk untuk menjaga Budi Sudarsono," sesalnya, merujuk kepada pemain lawan yang menyamakan kedudukan.

Video Sriwijaya FC Tahan Arema 1-1




Arema Indonesia hanya bisa bermain imbang 1-1 saat menghadapi tamunya Sriwijaya FC dalam lanjutan Indonesia Super League (ISL) di Stadion Kanjuruhan, Malang, Minggu, 27 Maret 2011.

Gumbs cs Diliburkan 4 Hari

Para punggawa Sriwijaya FC akan mendapatkan jatah libur selama 4 hari usai menghadapi Arema FC pada lanjutan Indonesia Super League (ISL) 2010/2011. Setelah itu Keith Kayamba Gumbs Cs harus kembali berkumpul untuk menjalani sesi latihan rutin pada, Jumat (1/4/2011).

Sriwijaya FC


“Manajemen memberikan waktu libur selama empat hari. Seluruh pemain diperbolehkan pulang asalkan harus pulang tepat waktu. Jika mangkir tanpa alasan yang jelas maka pemain akan diberikan sanksi,” ujar Wakil Manajer SFC, Jamaluddin di Hotel Kartika Graha Malang, Minggu (27/3/2011).

Dari 20 pemain yang diboyong ke Malang, hanya 8 pemain yang akan pulang ke Palembang. Pemain tersebut adalah Ferry Rotinsulu, Mahyadi Panggabean, Keith Kayamba Gumbs, Kim Yong Hee, Lim Joon Sik, Thierry Ghathuessi, Dirga Lasut dan Ardiles Rumbiak.

Sementara 12 pemain sisa akan pulang kampung dan berlibur. Misalnya, Bobby Satria akan pulang ke Padang, Oktovianus Maniani dan Rendy Siregar berlibur ke Jakarta, Budi Sudarsono ke Kediri, Korinus Fingkrew ke Surabaya, Supardi Nasir ke Pekanbaru, serta Arif Suyono yang tetap berada di Malang.

“Diharapkan dengan pemberian libur pemain bisa lebih rileks dan santai. Kami sadar pemain mulai jenuh karena jadwal yang padat. Jatah libur adalah salah satu solusi untuk menghilangkan rasa bosan,” tukas Jamal.

Arema Vs Sriwijaya Berakhir Imbang

Arema Indonesia harus puas berbagi poin saat menjamu tamunya Sriwijaya FC dalam lanjutan Indonesia Super League (ISL) di Stadion Kanjuruhan, Malang, Minggu, 27 Maret 2011. Kedua tim bermain imbang dengan skor akhir, 1-1.

Sriwijaya FC


Arema yang sempat unggul terlebih dahulu pada babak pertama lewat gol T.A. Musafri pada menit ke-34 akhirnya mampu dibalas oleh Sriwijaya. Tim Laskar Wong Kito mampu menyamakan kedudukan lewat gol striker Budi Sudarsono pada menit ke-64.

Dengan hasil imbang ini, kedua tim mengoleksi poin yang sama. Arema mengoleksi 28 poin, sedangkan Sriwijaya juga mengoleksi 28 poin.

Jalannya pertandingan

Arema yang bermain di hadapan pendukungnya tampil agresif sejak menit awal. Pelatih Miroslav Janu yang menurunkan dua strikernya yaitu Roman Chmelo dan Noh Alam Shah langsung membuat pertahanan tim tamu kewalahan.

Sriwijaya sebenarnya tidak tinggal diam. Pasukan Ivan Kolev juga beberapa kali menekan jantung pertahanan Arema. Tim Laskar Wong Kito mempunyai peluang pada menit ke-7 lewat tandukan striker Jajang Mulyana. Sayang, tandukan Jajang hanya melebar ke sisi kanan gawang Arema yang dikawal oleh Kurnia Meiga.

Merasa tertekan, Arema mencoba bangkit. Dengan memainkan permainan cepat, Arema yang mengandalkan Alam Shah di lini depan kembali mempunyai peluang manis setelah mendapatkan hadiah penalti. Penalti itu terjadi setelah kiper Ferry Rotinsulu melakukan pelanggaran terhadap Alam Shah di dalam kotak penalti.

Namun, pemain asal Singapura itu saat mendapatkan tugas untuk menjadi algojo gagal menjalankan tugasnya. Bola tendangan Alam Shah mampu dibaca oleh Ferry.

Baru pada menit ke-34, Arema akhirnya sukses menjebol gawang Sriwijaya lewat sontekan T.A. Musafri. Gol terjadi saat Musafri mendapatkan umpan lambung dari Esteban Guillen dari sisi kanan lapangan, dengan tenang, mantan pemain Persija Jakarta itu melesakkan bola ke gawang Sriwijaya. Hingga turun minum, Skor tetap bertahan 1-0.

Memasuki babak kedua, Sriwijaya yang mencoba untuk menyamakan kedudukan langsung mengubah strategi dengan memasukkan striker Budi Sudarsono. Masuknya Budi itu langsung membuat serangan tim tamu lebih berwarna.

Keputusan Kolev memasukkan Budi akhirnya berbuah hasil pada menit ke-64. Sriwijaya mampu menyamakan kedudukan setelah Budi memanfaatkan bola muntahan dari kiper Arema Kurnia Meiga. Dengan tenang, Budi langsung mengarahkan bola ke gawang Arema.

Skor imbang itu langsung membuat Arema dan Sriwijaya kembali bermain terbuka. Kedua tim saling bergantian menyerang. Namun, hingga peluit panjang dibunyikan, skor tetap bertahan 1-1.

Susunan pemain

Arema Indonesia: Kurnia Meiga, Alfarizi, Purwaka Yudhi, Leonard Tupamahu, Zulkifli Syukur, TA Musafri, Ahmad Bustomi, Esteban Guillien, M Ridhuan, Roman Chmelo, Noh Alam Shah.

Sriwijaya FC: Ferry Rotinsulu, Mahyadi Panggabean, Bobby Satria, Thierry Gathuessi, Supardi, Oktovianus Maniani, Kim Yong Hee, Lim Jun Sik, Dirga Lasut, Jajang Mulyana, Keith Kayamba.

Goool...Budi Samakan Kedudukan

Sriwijaya FC berhasil menyamakan kedudukan menjadi 1-1 melalui Budi Sudarsono di menit ke-64. Masuknya Budi membawa hasil, bermula umpan jauh dari tengah lapangan oleh pemain berjuluk Piton ini, tetapi ditepis Budi sehingga menjadi bola rebound.

Sriwijaya FC


Khususnya Kurnia Meiga sempat berjibaku dengan Okto dan Miega terjadi, bola jatuh di kaki Budigol dan kembali ditendang merobek gawang Arema.

Budi Gantikan Kim di Babak Kedua

Untuk mengejar ketertinggalan satu gol, pelatih Ivan Kolev memasukkan striker Budi Sudarsono menggantikan Kim Yong Hee menghadapi Arema di babak kedua LSI di Stadion Kanjuruhan Malang, Minggu (27/3).
Sriwijaya FC


Dengan harapan duet Budi dan Jajang Mulyana di lini depan bisa memencahkan kebuntuan SFC. Saat ini kedudukan kedua kesebelasan 1-0 untuk Arema Malang.

Babak Pertama SFC Tertinggal 0 - 1

Sriwijaya FC ketinggal 0-1 dari tuan Arema FC pada lanjutan Liga Super Indonesia (LSI), di Kanjuruhan Malang, Minggu (27/5/2011).

Sriwijaya FC


Gol dilesakkan Musafri di menit ke-35. Sebenarnya Arema bisa unggu dua di babap pertama, sayang tendangan penalti Noh Alam Shah digagalkan Ferry.

Sejak kick off, kedua tim saling menyerang, pertarungan berjalan cukup keras hingga 20 pertama, bahkan Ferry menerima kartu kuning karena melanggar Noh Alam Shah di kotak penalti. Sehingga wasit menunjuk titik putih, namun Ferry yang berhasil membaca bola tendangan Noh dan memblok dengan kakinya di menit ke-20.

Setelah Kegagalan penalti Noh Alam Shah menit 20, Arema Malang terus menekan lini pertahanan SFC. Roman Chemelo berhasil merebut bola dan mengirim umpan kepada Musafri yang kemudian mencocor bola di menit ke-35. Kedudukan 1-0 untuk Arema.

Usai gol itu, mental anak asuh Kolev menurun, berkali-kali para punggawa Arema melakukan tekanan-tekanan, Roman behasil menjebol gawang Ferry, namun dianulir karena terperangkap offside. Kedudukan 0-1 bertahan hingga akhir babak pertama.

Musyafri Bobol Gawang Ferry

Setelah Kegagalan penalti Noh Alam Shah menit 20, Arema Malang terus menekan lini pertahanan SFC.
Sriwijaya FC


Roman Chemelo berhasil merebut bola dan mengirim umpan kepada Musafri yang kemudian mencocor bola di menit ke-35. Kedudukan 1-0 untuk Arema.

Ferry Gagalkan Penalti Alam

Ferry Rotinsulu berhasil mengagalkan peluang Arema Malang pada lanjutan Liga Super Indonesia (LSI), di Kanjuruhan Malang, Minggu (27/5/2011), setelah tendangan penalti Noh Alam diblok melalui kaki kiper andalan Laskar Wong Kito.
Sriwijaya FC


Pelanti bermula dari pelanggaran Ferry yang menggalkan peluang Noh. Wasit menunjuk titik putih, namun berhasil digagalkan Ferry yang berhasil membaca bola tendangan Noh dan memblok dengan kakinya di menit ke-20.

Dipimpin Wasit Asing

Pertandingan Arema menghadapi Sriwijaya FC dipastikan bakal dipimpin wasit asing. Tepatnya wasit dari Malaysia, Mohammad Yusuf Mat Karim, dibantu dua wasit asal Indonesia Jaka Mulyana dan Kusprianto sebagai asisten wasit.

Sriwijaya FC


Kepastian wasit asing disampaikan Bambang Irianto, Direktur Perwasitan PSSI yang hadir dalam acara tehnical meeting di kantor Arema, kemarin siang. Menurut keterangannya, wasit asing ini memimpin beberapa pertandingan pilihan.

Dari 19 pertandingan kompetisi Indonesia Super League (ISL) yang diajukan kepada otoritas sepakbola Asia atau AFC, hanya sepuluh pertandingan yang rencananya bisa dipimpin oleh wasit asing, termasuk laga sore ini.

“Kita mengusulkan ada 19 pertandingan, namun keterbatasan wasit di Asia, hanya sepuluh pertandingan yang yang akan dipimpin wasit asing. Termasuk pertandingan Arema lawan Sriwijaya FC besok dipimpin wasit asal Malaysia,” ungkap Bambang.

Beberapa pertandingan lainnya yang sudah dipimpin wasit asing antara lain Persija vs Persiba, Persib vs Persija, Persisam vs Pelita Jaya, Sriwijaya Fc vs Persipura dan Persija vs Persipura yang sudah dipimpin wasit asing.

“Wasit asing yang datang dari Malaysia atas rekomendasi dari AFC, rencananya nanti juga ada wasit dari Vietnam. Kemungkinan wasit ini akan memimpin pertandingan Arema lawan Persija, 10 April nanti,” terang Bambang.

Perihal keterbatasan wasit di Asia, menurutnya karena saat ini AFC tengah menggelar even AFC Champions League atau Liga Champions Asia dan AFC Cup. Termasuk masih bergulirnya kompetisi di masing-masing negara peserta AFC.

“Harapan kita dengan mendatangkan wasit asing ini adalah sebagai pencerahan bagi tim yang bertanding, sekaligus agar wasit-wasit kita belajar hal-hal yang positif. Kalau rule of the game sudah sama,” yakin Bambang.

Sementara itu panpel Arema dalam pertandingan sore ini menyiapkan 725 personil keamanan. Lalu untuk harga tiket, ekonomi Rp 25 ribu, VIP Rp 85 ribu dan VVIP Rp 110 ribu.

Khusus VIP dan VVIP mendapatkan satu nomer perdana Axis yang menjadi sponsor tim Arema.

Akui Pertahanan Arema Terkuat

Bertanding di kandang Arema, stiker Sriwijaya FC (SFC) Budi Sudarsono tetap memiliki keyakinan timnya mampu menggondol poin penuh, sore ini. Meski kini timnya dilanda krisis dengan cederanya lima pemain inti, namun pemain yang memiliki julukan Budigol merasa semangat kebersamaan dan juga spirit membara rekan-rekannya akan jadi kekuatan tersendiri bagi SFC di hadapan ribuan Aremania.
Sriwijaya FC


Haus tiga poin dan juga keinginan untuk tetap bertahan di papan atas demi menjaga asa juara Liga Super musim ini, menurut Budi menjadi spirit bersama yang kini diusung di dada para punggawa SFC.

’’Saya yakin besok (hari ini.Red) kita bisa menang, karena memang SFC sangat ingin bertahan terus di papan atas dan jadi juara,’’ujar mantan bomber Persib Bandung tersebut pada Malang Post.

Budipun mengungkapkan siap bermain total bila memang dipercaya Ivan Kolev untuk bisa turun dalam laga lawan Arema sore ini.

’’Saya siap untuk memberikan kemampuan terbaik saya, bila memang nanti pelatih memberikan kepercayaan untuk aya bermain, baik itu sebagai starter maupun juga cadangan,’’ papar pemain yang juga pernah merasakan berkostum timnas Indonesia tersebut.

Terkait dengan target berapa gol yang akan dicetaknya, Budi tidak berani memprediksi berapa gol yang bakal dia buat ke gawang Arema. Karena mantan pemain Persija Jakarta dan Persik Kediri tersebut menilai pertahanan Arema salah satu yang terkuat di Indonesia, meski tanpa diperkuat oleh mantan kaptennya Pierre Njanka.

’’Kalo julah gol saya masih belum berani bicara. Namun yang pasti memang sulit untuk bisa membongkar pertahanan Arema, meski sekarang tidak ada Njanka. Tapi yang penting bagi saya bisa membantu tim membawa pulang tiga poin ke Palembang,’’ pungkas Budi.

Keith Termotivasi Aremania

Salah satu penyerang senior Sriwijaya FC (SFC) Keith Kayamba Gumbs mengakui suasana pertandingan di Stadion Kanjuruhan selalu membuatnya semakin semangat. Dukungan penuh suporter tuan rumah Aremania, dirasa pemain yang sudah tiga musim membela SFC tersebut bukanlah sebuah teror yang akan menyurutkan nyalinya. Melainkan menjadikan suntikan motivasi untuk bisa bermain lebih baik.

Sriwijaya FC


Selama tiga musim lebih merasakan euforia dukungan Aremania di Stadion Kanjuruhan, ternyata tak membuat Keith Kayamba menjadi merasa tertekan setiap kali timnya bermain di Malang. Hal tersebut lantaran dukungan atraktif yang selalu ditunjukkan Aremania.

’’Saya sangat menikmati setiap kali bermain disini karena supporternya luar biasa. Bahkan saya semakin bersemangat saat bermain, ketika melihat aksi mereka (Aremania.Red) dalam mendukung Arema,’’papar pemain berusia 37 tahun tersebut.

Bagi Keith bermain di Malang melawan Arema adalah salah satu pertandingan paling ditunggu-tunggu dalam jadwal tiap musimnya. Karena memang suasana gemuruh Kanjuruhan tidak dirasakan oleh pemain asal St Keith & Nevis tersebut pada laga-laga Superliga lainnya.

’’Saya selalu menantikan bermain di Kanjuruhan, karena memang saya sangat suka melihat Aremania, yang bisa sangat kompak dan sportif, sehingga kami pemain lawanpun bisa bermain lepas, walaupun bukan bermain di kandang sendiri,’’ jelas Keith lebih lanjut.

Target Keith Kayamba pada pertandingan sore hari ini bukanlah berapa gol yang bakal dia cetak. Melainkan lebih bagaimana dia bisa membantu tim dalam bisa mencuri poin bahkan mengamankan poin penuh dari Arema.

’’Saya tidak bisa bicara berapa gol yang bisa saya cetak, karena tentu pemain Arema akan beri pengawalan ketat terhadap saya. Namun bila ada kesempatan bagus untuk buat gol pasti tidak akan saya sia-siakan. Dan saya juga janji akan mengeluarkan semua kemapuan untuk bisa memberikan poin pada SFC, saat laga lawan Arema,’’ tutup pemain yang memiliki tinggi 182cm tersebut.

Kecenk Berharap Tampil

Salah satu pemain andalan Sriwijaya FC, Arif ‘Kecenk’ Suyono kemungkinan bakal kembali dibangku cadangkan saat timnya menghadapi Arema di Stadion Kanjuruhan, sore ini. Setidaknya dari latihan terakhir kemarin pagi, pemain timnas PSSI ini tampaknya tak dipersiapkan masuk dalam starting line up.

Sriwijaya FC


Meski mantan pemain Arema itu sebenarnya berharap bisa diturunkan. Namun tim pelatih dan pengurus Sriwijaya FC rupanya punya pertimbangan tersendiri untuk ‘menyimpan’ gelandang enerjik yang akrab disapa Keceng itu.

“Ya, mungkin seperti biasanya, besok saya tidak main. Setiap disini (di Stadion Kanjuruhan), saya tidak main, saya tidak mengerti,” ungkap Arif kepada Malang Post ditemui usai latihan di Stadion Kanjuruhan, kemarin pagi.

Menurut pengakuannya, dirinya tidak tampil lawan Arema ini bukan atas kemauannya sendiri. Melainkan kemauan pengurus Sriwijaya FC yang sepertinya mempertimbangkan psikologis Arif yang adalah pemain asli Malang.

“Beberapa kali pertemuan dengan Arema, ya sekitar enam kali pertemuan dengan Arema saya tidak main. Ini adalah kemauan pengurus, karena kalau saya sebenarnya berharap bisa main,” terang pemain yang pernah dibesarkan Persema ini.

“Pengurus sepertinya mengerti dan tidak menurunkan saya karena salah satu faktornya Aremania, meski sebenarnya tekanan supporter itu sudah biasa,” sambung Arif yang sebelum gabung Sriwijaya FC, sempat menjadi icon tim Arema.

Sementara itu, terkait peluang timnya untuk memetik poin, Arif berharap rekan-rekannya bisa mengulang sukses Sriwijaya FC saat mengalahkan Arema 3-1 dalam pertandingan Community Shield di Stadion Kanjuruhan, awal musim kompetisi lalu.
“Peluang tetap terbuka, dan mudah-mudahan kita bisa mengulang saat sukses di Community Shield beberapa waktu lalu di Kanjuruhan,” harap pemain yang biasa berposisi sebagai gelandang atau striker sayap kanan ini

Mencuri Poin di Kandang Singa

Sriwijaya FC (SFC ) akan melakoni laga ketat saat dijamu juara bertahan Indonesia Super League (ISL) Arema Indonesia di Stadion Kanjuruhan, Malang, sore ini.

Sriwijaya FC


Mencuri poin dikandang Singo Edan – julukan Arema – dibutuhkan SFC untuk memperbaiki posisi di klasemen. SFC kini masih tertahan diperingkat 6 klasemen sementara dengan poin 27 dari 18 laga yang dijalani. Nilai poin tersebut sama dengan yang dikantongi Arema yang berada diposisi 5. Namun poin tersebut dicapai hanya dengan memainkan 17 laga.

Dari rekor pertemuan kedua tim disemua ajang,SFC lebih unggul. Meski demikian, SFC hanya mampu sekali menahan imbang Arema dikandangnya. Yaitu pada musim 2006 dimana kedua tim mengakhiri laga 1-1. Setelah itu, Laskar Wong Kito selalu bisa dikalahkan Singo Edan di Malang. Pada pertemuan sebelumnya diputaran pertama, Ahmad Bustomi dkk sukses mencuri satu poin di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring ( SGSJ ) Palembang. Sehingga mau tidak mau SFC harus mencuri poin pula dikandang Arema untuk menjaga rekor head to head mereka. Keinginan tersebut bukan sesuatu yang tidak mungkin diwujudkan.Pasalnya pelatih Ivan Venkov Kolev merasa kondisi timnya lebih baik saat menghadapi Arema di Palembang.

Pada pertandingan nanti, SFC mendapat tambahan amunisi anyar asal Korea Selatan, Lim Joon Sik dan Kim Yong Hee dan striker yang direkrut dari Pelita Jaya Jajang Mulyana. Belum lagi winger lincah asal Papua Oktovianus Maniani sudah bisa diturunkan. Semakin meningkatnya permainan pemain muda seperti Mahadirga Lasut dan Rendi Siregar diharapkan memperkokoh lini tengah Laskar Wong Kito untuk menahan laju serangan Arema yang digalang Roman Chmelo, Ahmad Bustomi, Esteban Guillen, Muhammad Ridhuan dan TA Musafri dalam memberikan umpan-umpan matang kepada Noh Alamsyah yang beroperasi sendirian di depan. “Kondisi tim sekarang berbeda seperti saat ditahan imbang pada putaran pertama lalu.

Meski tanpa kehadiran Firman dan Ponaryo tetapi saya yakin SFC mampu menyulitkan Arema. Apalagi penampilan Lim sebagai pengatur serangan terus meningkat,”ujar Kolev. Selain Lim,Kolev memiliki Kim yang semakin padu dengan pola permainan SFC. Bersama Okto dan Arif di posisi sayap, penampilan Kim membuat mantan arsitek timnas Indonesia ini lebih percaya diri untuk mengimbangi permainan menyerang yang diterapkan oleh Arema. Meski demikian,Kolev masih merahasiakan siapa saja pemain yang akan mengisi lini depan tim kebanggaan masyarakat Sumsel ini. Karena dirinya masih akan melihat hingga satu jam terakhir menjelang pertandingan siapa saja diantara striker yang dimilikinya seperti Keith Jerome “Kayamba” Gumbs, Budi Sudarsono, Jajang Mulyana dan Korinus Fingkrew yang lebih siap untuk menjadi starter.

Tetapi meskipun lini tengah dan depan sudah siap tempur, Kolev masih berpikir keras untuk meracik pemain yang akan membentengi barisan pertahanan setelah bek tangguh asal Brasil,Claudiano Alves dos Santos dipastikan absen dalam laga penuh gengsi ini akibat cedera. Sementara itu, meskipun ikut serta dalam rombongan ke Malang, namun kondisi pemain asal Prancis Thierry Gautessi tidak begitu baik dan masih diragukan untuk diturunkan. Untuk itu Kolev sepertinya harus memaksimalkan tenaga para pemain muda yang dimilikinya seperti Ahmad Jupriyanto, Bobby Satria dan Gunawan Dwi Cahyo. “Kondisi Thierry masih meragukan untuk dimainkan, tetapi saya masih memiliki para pemain muda untuk mengisi barisan pertahanan.

Meskipun masih muda tetapi saya lihat kemampuan mereka terus meningkat di setiap pertandingan,”jelasnya. Sementara itu,untuk memberikan motivasi tambahan kepada para pemain, pihak manajemen telah menyiapkan tambahan bonus jika Ferry dkk mampu mencuri poin di Malang nanti. “Pemberian bonus kita berikan sebagai penambah semangat bertanding para pemain, tetapi mengenai besarannya saya rasa tidak perlu diberitahukan. Yang pasti itu akan kita berikan,” tambah Direktur Teknik dan SDM SFC Hendri Zainuddin.

Sabtu, 26 Maret 2011

Tekuk PSPS, Persijap Naik Satu Tingkat

Persijap Jepara berhasil memetik poin penuh saat menjamu PSPS Pekanbaru, Sabtu, 26 Maret 2011. Dalam lanjutan Liga Super Indonesia (ISL) 2010/2011 ini, Persijap menang dengan skor 1-0.

Sriwijaya FC


Bertanding di Stadion Gelora Bumi Kartini, tuan rumah Laskar Kalinyamat mendominasi jalannya laga sejak babak pertama. Kebuntuan akhirnya pecah pada menit ke-42 lewat gol Johan Juansyah.

Di babak II, Persijap semakin berpeluang memperlebar jarak setelah salah seorang pemain PSPS, Fajar Handika diusir wasit pada menit ke-72. Fajar diganjar kartu merah usai mengantongi dua kartu kuning.

Unggul jumlah pemain, Persijap lebih leluasa menekan pertahanan PSPS. Sayang, hingga pluit panjang dibunyikan usai pasukan Suimin Diharja tetap gagal menambah gol ke gawang Askar Bertuah.

Kemenangan ini membuat posisi Persijap di klasemen sementara naik satu setrip ke urutan 12dengan koleksi 20 poin dari 18 laga. Sedangkan PSPS tak beranjak dari urutan ke-10 dengan koleksi 21 poin.

Sriwijaya FC Terancam Tanpa Thierry

Gawat Sriwijaya FC terancam kehilangan bek Thierry Gathuessy yang bermasalah dengan hamstring kirinya saat menghadapi tuan rumah Arema Malang di Stadion Kanjuruhan Malang, Minggu (27/3).

Sriwijaya FC


Pelatih Ivan Kolev pun tidak bisa berbuat banyak karena kondisi Thierry belum menunjukkan kemajuan.

"Dia memang kita siapkan lawan Arema tetapi kondisi hamstringnya belum menunjukkan kemajuan," kata Kolev.

Dalam latihan di Kanjuruhan, Sabtu (26/6) sore Thierry tidak terlihat bermain skema tim yang dipersiapkan Kolev untuk Arema. Bek asal Kamerun itu hanya berlari-lari kecil dan latihan terpisah di bawah arahan terafis SFC Encu Wijaya.

"Dia memang bermasalah dengan hamstring," ujar Encu membenarkan.

Sementara Kolev sudah menyiapkan beberapa alternatif, mengingat SFC memang memiliki banyak stok pemain belakang. Dua bek yang absen saat lawan Persipura yakni, Gunawan Dwi Cahyo dan Ahmad Jufriyanto disiapkan untuk menghadapi Arema.

"Saya sudah siapkan, tetapi kami akan tetap pantau Thierry hingga satu jam sebelum pertandingan," urainya.

Pelita Jaya Curi Poin di Kandang Bontang FC

Pelita Jaya sukses mencuri tiga poin saat bertandang ke markas Bontang FC dalam lanjutan Indonesia Super League (ISL) di Stadion Mulawarman, Sabtu, 26 Maret 2011.

Sriwijaya FC


Pelita Jaya membawa pulang tiga poin setelah menang dengan skor 2-1. Dua gol The Young Guns dicetak oleh striker Mohd Safee Mohd Sali pada menit ke-61 dan 74, sedangkan satu gol tuan rumah dicetak oleh Kenji Adachihara pada menit ke-89.

Padahal, pada babak pertama Tim Laskar Bukit Tursina sejak menit awal langsung tampil menekan. Tim besutan Fachri Husaini yang sudah menurunkan Kenji Adachihara sukses membuat pertahanan Pelita goyah.

Sementara Pelita Jaya tidak tinggal diam. The Young Guns yang saat ini berada di posisi 14 klasemen sementara juga bernafsu mencetak gol. Tim besutan Misha Radovic langsung menurunkan striker Safee Mohd Sali.

Pemain asal Malaysia itu sempat mengancam gawang Bontang di pertengahan babak pertama lewat tandukan kepalanya. Sayang, tandukan pemain yang baru bergabung musim ini hanya melebar ke sisi kanan gawang Bontang yang dikawal Eddy Kurnia. Hingga turun minum, belum ada gol yang tercipta. Skor tetap 0-0.

Memasuki babak kedua, Pelita langsung tampil agresif. Melalui Safee, beberapa kali melakukan tekanan ke jantung pertahanan tuan rumah.

Usaha Safee akhirnya berbuah gol pada menit ke-61. Berawal dari umpan Ruben Karel Sanadi dari sisi kiri lapangan, Safee yang berdiri bebas di dalam kotak penalti langsung menyambar umpan Ruben lewat kaki kanannya. Bola yang mengalir lambat tapi tepat mengarah ke sisi kanan gawang tidak mampu dijangkau oleh kiper Bontang, Eddy Kurnia.

Tertinggal satu gol, Bontang mencoba bangkit dari tekanan. Pada menit ke-70, Bontang mempunyai peluang setelah mendapatkan hadiah tendangan bebas di luar kotak penalti. Sayang, Emile Bertrand Mbamba yang menjadi eksekutor, tendangannya hanya melambung di atas mistar gawang.

Alih-alih untuk menyamakan skor, gawang Bontang justru kembali jebol pada menit ke-74. Gol kedua Pelita kembali dicetak oleh Safee lewat tendangan kerasnya dari luar kotak penalti. Bola yang mengalir deras tidak mampu dibendung oleh Eddy.

Tuan rumah baru bisa memperkecil ketertinggalan satu menit sebelum laga usai setelah wasit yang memimpin laga tersebut memberikan hadiah penalti kepada tuan rumah karena kiper I Made Wardana melakukan pelanggaran terhadap pemain Bontang. Kenji yang menjadi algojo sukses menjalankan tugasnya. Hingga laga usai, skor berakhir 2-1 untuk kemenangan Pelita Jaya.


SFC-Arema Sama-sama Kehilangan Stopper

Sriwijaya FC dan Arema sama-sama pincang di lini belakang saat berlaga di Stadion Kanjuruhan Malang, Minggu (27/3/2011). SFC dipastikan kehilangan bek Claudiano Alves dos Santos yang cedera engkel kanannya saat menjamu Persipura Jayapura, Rabu (23/3/2011) lalu.

Sriwijaya FC


"Diano memang kita tinggal dan lini belakang kita memang perlu perhatian ekstra, tetapi saya sudah menyiapkan alternatifnya," kata Pelatih Ivan Kolev, Sabtu (26/3/2011).

Sementara juga Arema dipastikan harus kehilangan salah satu stopper terbaiknya saat menjamu Sriwijaya FC, Minggu (27/3/2011). Waluyo, stopper atau center back Arema ini harus absen karena akumulasi kartu kuning. Satu kartu kuning didapatnya saat Arema mejamu Persipura di Kanjuruhan, beberapa waktu lalu. Sedangkan kartu kuning kedua didapatnya saat Arema menghadapi Persiba Balikpapan, Rabu (23/3).

“Saya absen lawan Sriwijaya FC karena akumulasi kartu kuning. Wasit melihat saya melakukan pelanggaran pada pemain Persiba dan beri saya kartu kuning,” kata Waluyo yang mengaku sempat menyikut pemain Persiba.

Waluyo mengaku mendapatkan kartu kuning saat pertandingan berjalan 27 menit. “Pertama saya yang disikut, ya saya kejar dan saya balas,” kisah Waluyo perihal penyebab kartu kuning yang didapatnya.

Meski kehilangan Waluyo, Arema terbilang beruntung hanya satu pemain belakang yang dapat kartu kuning. Lantaran pemain belakang Arema lainnya seperti Leonard Tumpamahu dan Benny Wahyudi juga sudah punya satu kartu kuning. Untuk pengganti Waluyo saat menghadapi Sriwijaya FC, kemungkinan pelatih Arema, Miroslav Janu akan menurunkan Roman Golian.

Kebetulan stopper asal Slovakia ini masih diparkir saat Arema lawan Persiba. Belum ada keterangan resmi perihal dibangku cadangkannya Golian. Termasuk saat Arema away menghadapi Persiwa, pemain yang akrab disapa Golo itu juga tak mendapatkan kesempatan tampil di starting line up.

Selain ada Golo yang sempat merasakan tampil di kandang Persipura pada babak kedua, Arema juga memiliki Purwaka. Kebetulan Purwaka tak dibawa ke Balikpapan karena ada masalah cedera dengan telapak kakinya.

Namun dari informasi terakhir, kondisi Purwaka sudah membaik. Sehingga kemungkinan Purwaka bakal kembali bisa berduet dengan Leo di lini belakang. Atau Miro akan memberi kesempatan Golo berduet dengan Leo. Arema sebenarnya juga masih memiliki satu stopper lagi, yaitu Irfan Raditya. Namun stopper yang dapat panggilan Timnas U-23 ini jarang mendapat kesempatan tampil, dan terakhir mengalami cedera.

Piala Indonesia 2011 MULAI MEI

Piala Indonesia (PI) 2011 dipastikan segera digelar. PT Liga Indonesia (Liga) mengagendakan drawing ajang ini akan digelar pada pertengahan bulan depan.
Sriwijaya FC


Klub yang lolos ke babak 8 besar PI 2010 ditempatkan sebagai unggulan.CEO PT Liga Indonesia Joko Driyono menyatakan drawingPI akan dilakukan pertengahan April.Sebelum drawingdilakukan,Liga akan menggelar technical meeting terlebih dulu. Sebab,banyak hal yang harus dibicarakan dengan klub peserta.Rapat ini terkait perkembangan proses suksesi kepengurusan PSSI.”Rencananya drawing PI akan dilakukan pertengahan bulan depan,”kata Joko,kemarin.

”Tapi,sebelumnya kami harus menggelar pertemuan teknik dengan peserta.Hal ini terkait dengan perkembangan organisasi.Fokus klub ada di kongres PSSI.Kami berharap klub tidak mengabaikan effort PI,”lanjutnya. Sedikitnya 32 klub akan menjalani persaingan di PI 2011.Rinciannya,15 klub berasal dari Indonesia Super League (ISL) dan Divisi Utama 2010/2011.Lalu,sisanya berasal dari finalis Divisi I. Penambahan kuota saat diberikan kepada klub Divisi Utama.Efek mundurnya tiga kontestan ISL 2010/2011.

PSM Makassar,Persema Malang,serta Persibo Bojonegoro kini sudah berganti kompetisi dan bergabung dengan Liga Primer Indonesia (LPI). ”Kami tidak ingin mengecewakan sponsor yang sudah berinvestasi.Tapi, kami juga berharap kongres berjalan lancar.Nanti semuanya akan dibicarakan saat bertemu mereka,”tutur Joko.

Setelah menggelar drawing,babak 32 besar PI akan dimulai 13–24 Mei.Sistem yang digunakan tetap home tournament. Sistem tersebut sudah berlaku pada PI musim lalu dengan venuePalembang, Lamongan,Karawang,Kediri,Malang, Surabaya,Samarinda,dan Jayapura. Status serupa masih berlaku pada babak 16 besar dengan tuan rumah Palembang,Surabaya,Malang,dan Jayapura.

Babak 16 besar PI 2011 direncanakan digelar Juni sampai Juli,lalu fase knock-outdilaksanakan September. ”Tata waktu pelaksanaan tidak mengalami perubahan.Saat ini kami sedang mempertimbangkan sistem seeded,” ungkapnya. Joko mengatakan,tim unggulan babak 32 besar PI 2011 secara umum mengacu pada babak 8 besar musim lalu.Mengacu pada babak 8 besar PI 2010,Pelita Jaya, Persipura Jayapura,Sriwijaya FC, Persebaya Surabaya,Persija Jakarta, Persik Kediri,Arema Malang,dan Persib Bandung berpeluang sebagai tim unggulan.

Saat itu Persija lolos ke babak 8 besar dengan status juara Grup J babak 16 besar. Klub berjuluk Macan Kemayoranotu mengumpulkan nilai tujuh atau unggul dua angka atas runner-up Sriwijaya FC (SFC). ”Seededdiambil dari tim yang sebelumnya masuk ke babak 8 besar.Posisi itu berpengaruh terhadap status tuan rumah.Nantinya klub bisa mengajukan bidding tuan rumah saat drawing.Namun, kami tetap mempertimbangkan aspek geografis dalam menetapkan venue,”lanjut pria asal Ngawi ini.

Wilayah Indonesia yang luas membuat Liga harus cermat dalam menetapkan sebaran venuebabak 32 besar.Musim lalu sebaran venuedisesuaikan dengan komposisi klub menurut pulau,seperti Sumatera,Jawa,Kalimantan,dan Papua. PSM yang berasal dari Sulawesi akhirnya ditempatkan di Jayapura,lalu Persemalra Maluku Utara masuk Grup G dengan venueKalimantan.

Joko mengatakan,aspek geografis menjadi pertimbangan untuk efisiensi. ”Secara prinsip,kami menghindari dalam satu grup ada dua tim babak 8 besar. Tapi,keberadaan geografis tidak bisa diabaikan.Agar efisien,bisa saja venue menyesuaikan geografis.Nanti semua akan dipikirkan,”tandas Joko.

Menjadikan Kanjuruhan Seperti Rumah Sendiri

Usai menjajal Stadion Kanjuruhan Malang, Sabtu (26/3/2011), Keith Kayamba Gumbs cs optimis bisa menghadapi Arema di Kanjuruhan, Minggu (27/3/2011). Untuk meraih poin sempurna para punggawa Sriwijaya FC akan bermain tanpa beban dan menganggap Kanjuruan sebagai rumah sendiri.
Sriwijaya FC


"Dimanapun bertanding saya menegaskan kepada pemain untuk tampil enjoy, tanpa beban, dan anggap bermain di kandang sendiri," jelas Pelatih Ivan Kolev, Sabtu (26/3/2011).

Menurut Kolev laga menghadapi Arema merupakan momen penting yang harus dimenangkan demi menjaga peluang masuk empat besar.

"Setiap pertandingan sangat penting, kami gagal mengamankan 3 poin lawan Persipura, makanua lawan Arema pemain begitu bersemangat untuk meraih poin penuh," kata Kolev.

Jumat, 25 Maret 2011

Waspadai Agresivitas Lini Tengah Arema

Jika dalam kondisi fit seratus persen Noh Alam Shah akan menjadi momok bagi lini pertahanan Sriwijaya FC. Bek Thierry Gathuessy pun mengingatkan, striker asal Singapura ini sangat kuat dalam duel bola-bola udara dan kerap merepotkan lini pertahanan.
Sriwijaya FC


Selain itu ada pula super sub Sunarto, pencetak gol tunggal ke gawang SFC ketika menjamu Arema pada lanjutan Liga Super Indonesia (LSI) di Stadion Gelora Jakabaring pada 26 Januari lalu.

"Jika turunkan keduanya sangat berbahaya bagi lini pertahanan, pelatih mengingatkan kami untuk bermain disiplin menghadapi para penyerang Arema," jelas Thierry mengingatkan rekan-rekannya, Jumat (25/3/2011).

Menurut Thierry, pada dasarnya sebagai pemain dia akan menjaga siapa pun yang memasuki areal penalti, tetapi Noh Alam dan Sunarto memang patut diwaspadai, selain lini tengah Arema juga sangat agresif. "Mereka bermain agresif," jelas Thierry.

SFC Siapkan Trio Penyerang

Pelatih Ivan Kolev akan memaksimalkan pertandingan lawan Arema FC di Stadion Manahan Solo, Minggu (27/3/2011) untuk mendulang poin sempurna. Tetapi hal itu tidak mudah melawan tim tuan rumah, sehingga Kolev akan menyiapkan tiga penyerang sekaligus di lini depan.
Sriwijaya FC


"Lini pertahanan Arema solid dan saya tahu kita selama ini bermasalah dengan penyelesaikan akhir, nanti dalam laga ini saya akan menyiapkan tiga penyerang yang ditentukan satu jam sebelum pertandingan," jelas Kolev, Jumat (25/5/2011).

Menurut dia, SFC memiliki banyak pilihan seperti Oktovianus Maniani, Korinus Fingkrew, Jajang Mulyana, Kayamba, dan Budi Sudarsono serta Arif Suyono. Namun ia belum memberikan pilihan siapa saja pemain yang diandalkan menghadapi Arema, karena nama-nama di atas memiliki kualitas hampir sama.

"Siapa yang paling siap dan tergantung kebutuhan atau skema tim," urainya.

Lim: Semoga Wasit Lebih Adil

GELANDANG bertahan Sriwijaya FC Lim Joon Sik mengaku sangat bersemangat menghadapi Arema FC di Manahan Solo, Minggu (27/3/2011). Baginya laga tandang selalu menghadirkan pertarungan berat tetapi penuh dengan semangat.
Sriwijaya FC


"Motivasi kami tetap terjaga, kami bagus lawan Persipura di kandang, karena wasitnya cukup adil, kami hanya kurang beruntung saja," kata Lim.

Menurut pemiliki postur 180 cm ini, SFC memang kurang beruntung lawan Persipura, tetapi ia bangga karena mampu menguasai permainan ketika berhadapan dengan tim terbaik di LSI. Hal inilah yang membuatnya yakin, dengan kekuatan yang ada SFC mampu mengatasi tim manapun termasuk Arema.

"Kami harap sedikit mendapatkan keberuntungan saat lawan Arema nanti," kata Lim.

Hanya saja Lim berharap laga lawan Arema ini merupakan laga tandang SFC, ia berharap wasit bisa bersikap adil dan tidak memihak, sebab tim kerap dirugikan saat laga tandang. "Kami bagus lawan Pelita dan Semen Padang, tetapi kami kalah, makanya lawan Arema ini wasit harus adil," jelasnya.

Butuh Kehadiran Firman Utina sebagai Pengatur Serangan

Kinerja serangan Sriwijaya FC (SFC) tak maksimal dalam beberapa pertandingan terakhir.Suplai bola dari tengah yang kurang membuat juru gedor klub berjuluk Laskar Wong Kitopun harus bekerja lebih keras.

Sriwijaya FC


Pengisi lini depan SFC yang sering diisi kapten Keith Jerome ’Kayamba’ Gumbs, Budi Sudarsono,Rudi Widodo,hingga Jajang Mulyana pun harus menjemput bola lebih ke belakang.Keadaan ini membuat SFC mendapat hasil kurang memuaskan pada beberapa laga. Kondisi ini tentu akan lain jika Firman Utina dalam kondisi siap tempur.Sebab, playmaker elegan ini adalah sosok yang dibutuhkan untuk mengatasi kurangnya kinerja SFC sekarang.Firman bersama SFC adalah seorang penyeimbang sekaligus pengatur serangan. Kapten timnas Indonesia ini sekarang sudah bisa merumput lagi dan diturunkan pada pertengahan babak kedua saat SFC menghadapi Persipura Jayapura,dua hari lalu.Namun,lama absen karena pemulihan cedera membuatnya belum bisa tampil maksimal.

Firman masih bermain dengan hati-hati. Eks punggawa Persija Jakarta ini masih terlihat trauma terhadap benturan sehingga dia belum berani melakukan adu badan dengan pemain lawan. Kondisi ini jelas memengaruhi penampilan tim secara keseluruhan. Apalagi,sejak kehilangan kapten timnas Indonesia ini akibat cedera panjang yang dideritanya,Pelatih Ivan Venkov Kolev seperti kehilangan sentuhannya. Peran Firman selama absen sempat digantikan sejumlah pemain.Ponaryo Astaman dan para pemain muda seperti Mahadirga Lasut,Rendi Siregar,Ade Suhendra,Jeki Arisandi pernah ditugaskan sebagai suksesor Firman,tapi hasilnya tak sesuai harapan. Kedatangan dua legiun asing asal Korea Selatan (Korsel),Kim Yong-hee dan Lim Joon-sik,juga tak bisa menggantikan peran pemain asal Manado itu.

Namun,dari sekian banyak gelandang yang dimiliki SFC,hanya Firman dan Ponaryo yang memiliki karakter sebagai pengatur serangan. Hal itu diakui Ivan Kolev.Menurut pelatih asal Bulgaria ini,sekarang SFC telah memiliki banyak pemain gelandang,tapi dia tetap butuh sosok Firman plus Ponaryo untuk bermain bersama sebagai kekuatan lini tengahnya. ’’Kami memang sangat membutuhkan mereka (Firman dan Ponaryo) untuk mengatur serangan,”ungkap Kolev. Dari Firman,dia mengaku telah sembuh dan pulih dari cedera yang menimpanya. Namun,ayah dua anak ini memang masih trauma terhadap benturan.

”Saya terus mencoba melawan rasa trauma itu agar dapat bermain selama 90 menit kembali. Saya juga menyerahkan sepenuhnya kepada pelatih,terkait kondisi ini,”tandas Firman

Cari Blog Ini

Arsip Blog

Diberdayakan oleh Blogger.

Label

Laporkan Penyalahgunaan

Halaman

Mengenai Saya

Entri yang Diunggulkan

Sriwijaya FC Hadapi Pusamania di Semi Final PGK

Sriwijaya FC akhirnya harus puas sebagai runner up Grup B, dengan koleksi 6 poin dari tiga pertandingan. Setelah dilaga terakhir takluk...

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *