• Kongres PSSI Diboikot

    Langkah kubu Nurdin Halid Cs menggelar kongres PSSI seperti diperintahkan FIFA bakal gagal. Sebanyak 87 pemilik suara sah PSSI tidak akan mengikuti kongres yang digelar kubu Nurdin Halid. Mereka akan menggelar kongres sendiri di Surabaya pada 26 Maret 2011.
    Sriwijaya FC

    “Kita menggelar kongres sendiri melalui mekanisme yang dibuat Komite Penyelamat Persepakbolaan Nasional (KPPN). Kita tak menganggap adanya kongres apapun yang dilakukan PSSI kubu Nurdin Halid,” kata Ketua Pengcab PSSI Gorontalo, Adhan Dambea, di Jakarta, Minggu (6/3).

    Adhan mengaku sudah enam tahun mengikuti kegiatan PSSI di bawah Nurdin Halid yang penuh dengan kebohongan dan manipulatif.

    “Itu sebabnya, jika mereka menggelar kongres, kami tidak perlu berada di sana,” ujarnya.

    Jumlah pemilik sah suara sah PSSI yang membelot dari kubu Nurdin Halid terus bertambah. Jika sebelumnya hanya 84 pemilik suara, tiga lagi pemilik suara bergabung sehingga jumlahnya menjadi 87 suara.

    Ketua KPPN Syahrial Damopolii mengatakan, bergabungnya tiga suara baru ke dalam gerbong revolusi PSSI bakal diikuti beberapa pemilik suara lainnya.

    “Sampai hari ini suara yang masih setia terhadap Nurdin Halid hanya 13 suara,” ungkapnya.

    Dia meyakini 87 pemilik suara PSSI tidak akan luntur hingga revolusi PSSI usai. Itu sebabnya, pihaknya tidak khawatir jika memang waktu kongres yang digelar KPPN bentrok dengan kongres kubunya PSSI kubu Nurdin Halid.

    “Tak ada yang perlu dikhawatirkan. Kalau mereka menggelar kongres, 87 suara sah PSSI tetap ke Surabaya dan Solo. Tidak ada urusan ikut mereka,” jelas Syahrial.

    KPPN akan menggelar kongres pertama di Surabaya pada 26 Maret mendatang. Kongres pertama itu untuk membentuk Komite pemilihan, Komite Banding, dan membahas penyempurnaan Statuta PSSI yang telah melenceng jauh dari Statuta FIFA.

    Setelah tiga agenda utama tersebut rampung dibahas dalam kongres pertama di Surabaya, selanjutnya KPPN menentukan arah kebijakan organisasi, melalui Kongres Luar Biasa di Solo, April mendatang.

    Delegitimasi Kongres pertama PSSI yang diusung KPPN secara tidak langsung telah membatalkan Nurdin Halid sebagai ketua umum PSSI. Sebanyak 87 pemilik suara sah PSSI mengklaim kini PSSI mutlak milik mereka setelah terbentuknya Komite Penyelamat Persepakbolaan Nasional (KPPN).

    “Sekarang tidak ada dua kubu PSSI. Yang punya kewenangan itu kami. Otorita sepakbola sekarang ada pada KPPN, bukan PSSI-nya Nurdin Halid. Kami adalah representasi suara sah PSSI mayoritas, dan telah mencabut mandat Nurdin Halid sebagai ketua umum PSSI yang sah,” kata Syahrial Damopolii.

    Secara de-facto, sebut dia, Nurdin dan jajarannya di PSSI sudah tidak lagi sebagai pengurus.

    Namun menurut Syahrial FIFA sudah tahu keberadaan KPPN.

    “KPPN yang pegang kendali untuk menggelar kongres. Kami sudah dapat surat dari FIFA sementara PSSI-nya Nurdin Halid belum dapat surat,” pungkasnya.


  • Klasmen Sriwijaya FC

    Klasmen Go-Jek Traveloka Liga 1 2017/2018.

    Alamat

    Palembang, Sumatra Selatan

    EMAIL

    atobelitang@gmail.com