Mahyadi, Gelandang Berdarah Defender

Krisis pemain akut menyertai Sriwijaya FC (SFC) sekitar dua bulan terakhir.Sejumlah pilar utama klub berjuluk Laskar Wong Kito seperti Firman Utina,Ponaryo Astaman,M Ridwan,Claudiano Alves dos Santos,dan Budi Sudarsono tak kunjung fit 100%.
SFC Mania

Bahkan,jika beberapa nama ini dipaksakan tampil,mereka tak bisa 90 menit bertarung.Kondisi itu diperparah dengan tiga nama pemain muda SFC Rahmat Latief,Gunawam Dwi Cahyo,serta Oktovianus ’Okto’ Maniani yang membela tim nasional (timnas) U-23 Indonesia dan otomatis tenaganya tak dapat dimanfaatkan klubnya. Komposisi pemain SFC yang tak terlalu banyak membuat Pelatih Ivan Venkov Kolev harus putar otak lebih keras.

Terutama di barisan gelandang, ketidaksiapan Firman,Ponaryo,Ridwan, hingga tak bisa bergabungnya Okto membuat arsitek asli Bulgaria ini harus kreatif mencari solusi. Beruntung Kolev punya pemain “kesayangan”yang bisa meringankan tugasnya sebagai pelatih dalam kondisi terjepit ini.Orang itu adalah utility player yang bernama Mahyadi Panggabean. Pria kelahiran 8 Januari 1982 ini tak hanya piawai memerankan posisi main di tengah.

Tapi,mantan pemain Persik Kediri ini juga jago saat harus ditempatkan sebagai defender. Untuk posisi tengah dan belakang, kemampuan Mahyadi juga sangat komplet. Sebagai pemain bertahan,tak hanya bek kanan atau kiri,pemilik tinggi 178 cm itu bisa berperan sebagai stoper. Lalu untuk gelandang,Mahyadi tak melulu bagus sebagai seorang jangkar. Tapi,putra pasangan Mahdun Panggabean dan Dewana Silitonga ini juga selalu tampil memukau saat menjadi wingeratau playmakersekalipun.

Kolev pun mengakui sangat beruntung dengan banyaknya peran yang bisa dilakoni Mahyadi.Semua itu terlihat pada laga perdana SFC di Grup F Piala AFC 2011,empat hari lalu.Ketika Laskar Wong Kitomenjamu jawara Maladewa VB Sports, peran Mahyadi sangat dominan. Meski sejak menit awal ditempatkan Kolev sebagai bek kiri,dia kemudian bisa langsung beradaptasi menggantikan posisi Ponaryo,ketika pemain ini ditarik karena cedera.

Kenyataan ini pun hal yang biasa. Sebab,hampir di setiap pertandingan Mahyadi selalu menempati posisi yang berbeda sesuai instruksi pelatih. Tapi,tugas berbeda ini tidak membuatnya mengeluh.”Sebagai pemain, saya hanya berusaha bermain semaksimal mungkin sesuai instruksi yang diberikan pelatih,”kata Mahyadi. Kolev juga punya pendapat terkait anak asuhnya itu.Apalagi,saat Mahyadi didatangkan ke markas SFC awal musim ini banyak pro dan kontra soal anggapan sikap keras kepala yang selama ini dimiliki Mahyadi.

”Saya tidak sependapat jika ada orang yang mengatakan hal buruk mengenai Mahyadi.Dia pemain yang bisa dan mampu ditempatkan di posisi mana saja.Kalau pemain lain saya taruh di posisi lain,mati dia di sana.Tapi,Mahyadi tidak pernah mengeluh dan berusaha untuk tetap maksimal,”ujar Kolev,dengan nada tinggi. Bersama SFC pun Mahyadi punya obsesi tinggi.Asanya membawa Laskar Wong Kito jadi juara Indonesia Super League (ISL) musim ini.

Mahyadi pun ingin suporter SFC total mendukung perjuangan mereka. ”Tanpa dukungan dari suporter,kami tentu tidak ada apa-apanya,”pungkasnya.

Read Also:

Related Posts
Disqus Comments