• Penyelesaian Akhir yang Buruk

    Big match ISL antara Sriwijaya FC (SFC) dengan Persipura Jayapura di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring (SGSJ) kemarin sore berakhir imbang 0-0. SFC dinilai buruk melakukan penyelesaian akhir sehingga membuat peluang terbuang percuma.

    Sriwijaya FC


    Sebenarnya Laskar Wong Kitoyang mendominasi pertandingan dan memiliki banyak peluang untuk unggul.Sebaliknya, tim tamu terlihat raguragu dalam menyusun serangan. Mereka hanya sesekali mengancam gawang tuan rumah melalui serangan balik yang mengandalkan kecepatan pemain depan. Namun, kesigapan kiper Ferry Rotinsulu dan disiplinnya barisan pertahanan yang digalang Claudiano Alves dan Bobby Satria sukses mementahkan setiap serangan Boaz Solossa dkk. Dipimpin wasit asal Malaysia Shamsudin bin Ibrahim, laga dua seteru abadi ini berlangsung menarik. Keith Kayamba Gumbs dkk langsung menggempur pertahanan tim Mutiara Hitam—julukan Persipura— yang digalang duet center bek Hamka Hamzah dan Victor Igbonefo. Ketatnya pertarungan lini tengah kedua tim membuat setengah jam pertama berlalu tanpa gol yang tercipta.

    Memasuki menit ke-33, SFC melakukan serangan melalui Thierry Gathuessi yangoverlap hingga mendekati kotak penalti Persipura. Melihat pergerakan Budi Sudarsono di dalam kotak penalti,Thierry melepaskan umpan datar. Budi yang ditempel Igbonefo coba menyongsong bola.Terganjal oleh kaki Igbonefo, Budi pun terkapar di kotak penalti. Namun sayang,wasit Shamsudin tidak melihat hal itu sebagai pelanggaran. Peluang terbaik SFC datang pada menit ke-36.Supardi yang merangsek ke kotak penalti dari sisi kiri pertahanan lawan bekerja sama satu dua dengan Gumbs. Tinggal berhadapan dengan kiper Yoo Jae Hoon, Supardi melepaskan sepakan dari sudut sempit. Bola meluncur deras ke gawang Persipura tidak terjangkau lagi kiper. Sayang peluang emas itu masih digagalkan mistar gawang.

    Selepas peluang itu tidak ada lagi serangan berbahaya yang dikreasikan kedua tim. Hingga turun minum, skor kacamata tetap bertahan. Memasuki paruh kedua, SFC coba meningkatkan serangan. Hal itu ditandai dengan ditariknya Budi Sudarsono dan Kim Yong Hee digantikan Rendy Siregar dan Firman Utina. Masuknya kedua pemain tengah itu memang menambah daya gedor Laskar Wong Kito. Namun,banyaknya peluang yang dikreasi tidak diimbangi penyelesaian akhir maksimal. Begitu pun Persipura, sibuk meladeni serangan SFC membuat pasokan bola ke lini depan mereka tersendat. Hingga 90 menit laga usai kedua tim harus berbagi angka satu. Pelatih SFC Ivan Venkov Kolev jelas kecewa dengan hasil laga kontra Persipura.

    Menurutnya, hasil yang diperoleh kemarin bukan pencapaian maksimal anak asuhnya. Selain itu ketidakberuntungan juga menaungi timnya pada laga kemarin. “Anak-anak bukan main tidak ada peluang. Peluang ada, tapi keyakinan untuk menyelesaikannya tidak tinggi. mereka main disiplin dan bagus, tapi hari ini (kemarin) kita kurang beruntung,”ujarnya. Hal senada disampaikan pelatih Persipura Jayapura, Jacksen F Tiago. Menurutnya, pada pertandingan kontra SFC kemarin sore, hasil yang diraih timnya bukan seperti yang diharapkan. Permainan Boaz dkk tidak berkembang dan mampu didominasi SFC.

    “Saya akui anak-anak kesulitan kembangkan permainan. Tetapi, kita bersyukur bisa dapat satu poin di sini. Sebab, sejak awal musim komitmen kami harus dapat poin di kandang lawan terutama tim besar seperti SFC, Persib, Persija,” kata pelatih berpaspor Brasil ini.
  • Klasmen Sriwijaya FC

    Klasmen Go-Jek Traveloka Liga 1 2017/2018.

    Alamat

    Palembang, Sumatra Selatan

    EMAIL

    atobelitang@gmail.com