Program TIMNAS Tetap Jalan Terus

Persoalan suksesi PSSI yang belum jelas episode akhirnya diklaim tak mengganggu program tim nasional (timnas) Indonesia. Salah satunya terkait persiapan timnas U-23 disiapkan untuk SEA Games (SEAG) 2011.
Sriwijaya FC


Timnas U-23 sebelumnya merencanakan training camp (TC) mulai bulan depan. Salah satu agendanya adalah TC di Austria.Sementara untuk timnas senior, skuad Merah Putih bersiap untuk Pra- Piala Dunia (PPD) 2014. Badan Tim Nasional (BTN) tetap fokus meski kondisi sepak bola nasional saat ini tak kondusif.Pemerintah melalui Menpora Andi Mallarangeng sebelumnya sudah membekukan kepengurusan PSSI.

Mereka juga memutus aliran subsidi dana sekaligus membekukan aset negara yang digunakan PSSI. Ketua BTN Iman Arif mengungkapkan,timnas akan menjalankan program sesuai tata waktu yang ditetapkan.”Kami tidak mau mengomentari perkembangan organisasi.Yang jelas,timnas berusaha tetap menjalankan agenda seperti yang sudah dijadwalkan,” kata Iman,kemarin.

Timnas akan memulai TC untuk SEAG pada 25 April.Pasukan muda Merah Putih sudah memilih 20 amunisi,meski berpeluang mengalami penambahan lima sampai enam nama.Seusai berkumpul di Batujajar,Bandung,Yongki Aribowo dkk menjalani TC di Austria selama sebulan mulai 7 Mei. Selang sebulan berikutnya,timnas senior juga memulai persiapan untuk PPD.Cristian Gonzales dkk menggelar TC mulai 20 Juni, lalu menjalani uji coba internasional.BTN mengakui timnas sudah memiliki tiga calon lawan untuk laga pemanasan seperti Belanda,Cile, dan Korea Utara (Korut).

Tapi,soal anggaran,Iman mengatakan dana untuk timnas saat ini masih kosong. ”Kami berusaha menjalankan rencana meski tanpa anggaran.Rencana uji coba dan TC tidak ada perubahan.Saat ini dana timnas sudah tidak ada.Nanti akan dicarikan jalan keluar di internal kami,” lanjutnya. Menurut PSSI,timnas U-23 sebelumnya membutuhkan anggaran Rp15 miliar untuk menjalani persiapan. Untuk memenuhi kebutuhan dana, pemerintah menjanjikan subsidi Rp50 miliar.

Namun,pencairan anggaran tersebut menyisakan tanya,karena status PSSI sekarang. ”Kami akan tunggu realisasi pencairan dana dari pemerintah. Mungkin akan dilewatkan KONI/KOI. Kami tunggu keputusan selanjutnya dan teknis pencairannya.Dalam waktu dekat kami akan laporkan kegiatan timnas ke semua pihak,” cetus Iman. Pemerintah sebelumnya menyebutkan agenda TC timnas menjadi tanggung jawab KONI/KOI.Satlak PRIMA (Satuan Pelaksana Program Indonesia Emas) membenarkan akan menyuntikkan dana kepada timnas,meski nilainya belum diketahui.

Satlak PRIMA mengaku sudah menerima aliran dana Rp50 miliar, tapi anggaran tersebut untuk membiayai operasional TC 43 cabang olahraga (cabor). ”Aliran dana timnas sepak bola masuk ke satlak.Nanti pencairannya sesuai kebutuhan. Gaji pemain akan ditanggung sesuai ketentuan.Untuk rencana ke Austria, itu di luar kewenangan kami,” ungkap Komandan Satlak PRIMA Tono Suratman.

Satlak PRIMA berencana memberlakukan status gaji pemain menurut kelompok atlet.Mereka yang masuk kelompok utama akan mendapatkan gaji Rp5 juta per bulan,sedangkan atlet madya mendapat penghasilan Rp3,5 juta. Skuad muda Merah Putih sebelumnya menjanjikan gaji bagi pemain menurut kontrak terakhir di klub.Gaji tersebut akan ditanggung timnas U-23 karena 20 pemain dikontrak secara permanen

Read Also:

Related Posts
Disqus Comments