Thierry Gathuessi Jadi Raja Kartu

Musim lalu Sriwijaya FC menjadi klub paling fair play di Djarum Indonesia Super League (DISL). Sebab, tim berjuluk Laskar Wong Kito itu, melanggar dan mendapat kartu paling sedikit. Namun musim 2010/2011 sepertinya sulit. Mengingat pada pertengahan musim mereka sudah mendapat predikat raja kartu dengan mengoleksi 34 kartu kuning dan 4 kartu merah.Empat pemain yang pernah mendapat kartu merah takni Thierry Gathuessi, M Ridwan, Supardi dan Oktovianus Maniani. Dari data PT Liga Indonesia itu, posisi kedua ditempati Persijap Jepara dengan torehan 30 kartu kuning, peringkatketiga Deltrtas Sidoarjo dengan 28 kartu kuning.
Sriwijaya FC

“Jelas kami kecewa dengan kondisi seperti ini,” kata Direktur Teknik dan SDM PT Sriwijaya Optimis mandiri (PT SOM) H Hendri Zainuddin kemarin, (4/3).Namun, Handri sapaan akrabnya sangat menyanyangkan Thierry Gathuessi. Ya, pemain berpaspor Perancis itu, baru 11 kali tampil putaran pertama musim ini. Tapi, pria kelahiran Kamerun itu, sudah mendapat 5 kartu kuning dan 1 merah. “Jelas hal tersebut merugikan tim bukan hanya keuagan lantaran membayar denda namun hukuman akumulasi juga bisa mengurangi kinerja tim,” lanjutnya.

Oleh karena itu, Anggota DPRD Banyuasin itu, ingatkan pada Thierry untuk bisa kontrol diri dan bermain dengan hati. “Kami tetap mempertimbangkan beberapa hal. Namun, kami tidak akan mengampuni bahkan akan memberikan sanksi bila pemain tersebut benar-benar brutal dan diluar kendali,” tambah dia.

Teguran menejemen terhadap Thierry cukup beralasan. Sebab di kompetisi internasional Thierry juga menjadi pemain Sriwijaya paling banyak mengoleksi kartu. Ya, Thierry selalu mendapat kartu kuning dari dua laga playoff Liga Champions Asia (LCA), menghadapi Muangthong United (Thailand) (12/2) dan Al Ain (Uni Emirat Arab) (19/2) lalu.

Karena itu, Thierry harus absen pada laga perdana AFC Cup 2011, menghadapi VB Sport Maladewa. Lebih gawat lagi tandemnya Claudiano Alves dos Santos masih belum pulih benar dari cedera sehingga lini belakang kurang kokoh dan Sriwijaya dipaksa bermain imbang 1-1 oleh VB Sport. “Boleh saja mendapat kartu tai jangan terus-terusan bahkan setiap pertandingan. Karena itu jelas menjadi kerugian bagi tim,” tandas pria berkacamata itu.

Read Also:

Related Posts
Disqus Comments