Turkmenistan vs Indonesia Riedl Pesimistis

Tim nasional (Timnas) Indonesia U-23 akan menjalani misi sulit saat menghadapi Turkmenistan pada leg kedua laga Pra Olimpiade 2012 di Stadion Ashgabat Olympic, Turkmenistan, Rabu (9/3) ini. Pasukan Garuda Muda harus mampu membalas kekalahan 1-3 di leg pertama.
Sriwijaya FC

Indonesia membutuhkan minimal tiga gol tanpa kebobolan untuk melaju ke babak berikutnya. Jelas ini menjadi misi yang berat dan Tim Merah Putih butuh keajaiban.

Pelatih Indonesia, Alfred Riedl, pun pesimistis dengan peluang timnya. Apalagi mereka tampil di kandang lawan.

“Peluangnya sangat kecil,” ujar pelatih asal Austria itu.

Kondisi diperburuk dengan persiapan Garuda Muda yang tak maksimal. Beberapa pemain inti tidak bisa tampil.

Titus Bonai —pencetak gol di leg pertama tidak bisa dibawa karena telah dikeluarkan dari tim akibat indispliner. Nasution Karubaba harus menemani ayahnya yang sedang sakit, Dendi Santoso cedera engkel, dan Ahmad Farizi sakit tipus.

Dua pemain naturalisasi yang disiapkan untuk posisi center bek, Diego Michiels dan Ruben Wuanbanaran, tidak bisa di-mainkan. Urusan paspor mereka belum beres, selain itu keduanya juga cedera.

Riedl hanya berusaha memberikan motivasi pada para pemainnya untuk bisa menampilkan permainan terbaik. Ia meminta anak asuhnya untuk tidak menyerah sebelum bertanding.

Pelatih bertangan dingin ini yakin, Yongki Ari Bowo cs akan tetap menyulitkan The Green di hadapan pendukungnya. “Kami tetap harus mempertahankan Merah Putih dan Garuda di dadaku,” katanya.

Riedl tetap akan memainkan formasi 4-4-2. Kurnia Meiga tetap menjadi pilihan utama di bawah mistar. Ia dilapis Djayusman Triasdi dan Septia Hadi serta dua bek sayap Safri Umi dan Diaz Angga Putra.

Di tengah, Egi Melgiansyah berduet dengan David Lali. Mereka dibantu dua sayap, Oktovianus Maniani dan Engelberth Sani.

Yongki akan menjadi striker pertama dengan tandemnya, Rishadi Fauzi -pemain jangkung setinggi 180 centimeter yang sebelumnya diturunkan di leg pertama.

Bagi Rishadi, ini akan menjadi kesempatan untuk unjuk gigi. Selain menjaga gengsi negara, striker Persita Tangerang ini juga harus mampu membuktikan diri menjadi penyerang masa depan Indonesia, tak lagi tampil sebagai pemain pelapis.

“Setiap pemain harus siap tampil kapanpun dibutuhkan. Jika diberi kepercayaan, bertanding di manapun, kami akan melakukan yang terbaik,” ujar Rishadi.

Read Also:

Related Posts
Disqus Comments