• Wawancara Dengan Pelatih Ivan Kolev

    PELATIH Sriwijaya FC, Ivan Kolev kemarin (10/3) mengundang seluruh media di Palembang untuk melakukan klarifikasi pemberitaan akhir-akhir ini. Termasuk soal pemberitaan pesimisme dirinya untuk merebut juara Indonesia Super League (ISL), setelah tumbang 1-2 dari Semen Padang, (5/3) lalu.
    Sriwijaya FC


    Apa saja yang pemberitaan yang diluruskan oleh Ivan Kolev, di hotel Swarna Dwipa Palembang, kemarin (10/3)? Berikut hasil Tanya jawab para wartawan (W) dengan pelatih Ivan Kolev (IK).

    W: Sebenarnya seperti apa pernyataan anda soal “Lempar Handuk” setelah kalah 1-2 dari Semen Padang?
    IK: Saya kaget dengan pemberitaan ini. Saya tidak mungkin mengatakan menyerah dari ISL musim ini. Sebab, saya tidak mau menurunkan mental pemain. Tapi, saya hanya bicara sulit untuk mengejar Persipura dengan kondisi yang tidak baik. Sebagian pemain mengalami cedera dan jadwal sangat padat. Sedangkan Persipura dan Arema jauh lebih baik dari kami. Mereka dalam satu minggu hanya bermain satu kali. Meski demikian, saya terus memberikan motivasi kepada pemain untuk selalu menang di setiap game. Sebab, kami ingin Sriwijaya FC bisa berjaya bukan hanya di level Indonesia saja. Tapi Internasional juga.

    W:Mengapa anda beralasan sulit kejar poin Persipura?
    IK: Kalau kondisi Sriwijaya seperti ini bagaimana bisa bermain baik. Tiga pemain di Timnas, sembilan pemain inti mengalami cedera. Bagaimana kami bisa menerapkan pola permainan maksimal. Tim sekelas Barcelona pun akan kesulitan bila harus kehilangan 2 atau 3 pemain saja. Sedangkan kami, harus kehilangan 9 pemain. Tapi meski demikian, kami tetap akan berjuang keras untuk menang.

    W:Saat di Padang anda bilang pesimis, dan sekarang menyatakan optimis dan merivisi ucapan dulu. Apakah dibalik ini ada intervensi dari manajemen atau pihak lain?
    IK: Tidak ada! Ini murni dari saya untuk melakukan pertemuan ini. Saya ingin meluruskan pembicaraan saya saat di Padang dulu.

    W:Bagaimana soal pernyataan permainan Thierry Gathuessi lebih jelek dibandingkan pemain lokal padahal sudah digaji besar?
    IK: Saya tidak bilang membandingkan pemain lokal. Saya cuma bilang kecewa dengan Thierry. Memang benar saya bicara dia (Thierry) selalu kalah duel dengan striker Semen Padang. Tapi, Thierry sudah tahu soal kekecewaan saya. Sebab, ini sudah biasa sebagai pemain professional. Dan Thierry menerima.

    W:Mengapa pemain saat ini terlihat loyo dan sulit berkembang, apakah ini terkait beratnya latihan yang anda terapkan?
    IK: Tidak. Pola latihan yang saya terapkan sesuai dengan metode yang telah ada. Bahkan, dibandingkan tim lain, kami lebih ringan. Mereka dalam satu minggu latihan hampir full pagi dan sore hari. Sedangkan kami tidak. Soal latihan fisik, kami hanya memberikan jelang game, karena itu sangat perlu. Bila pemain kelelahan, saya juga selalu berkoordinasi dengan pemain. Jadi, tidak ada istilah latihan sangat berat. sebab, ini sudah terpola. Seluruh duniapun latihan memakai pola.

    W: Tapi, mengapa Sriwijaya lebih banyak pemain yang cedera dibandingkan klub lain. Padahal, permainan ISL semuanya sama. Apakah ini juga terkait soal latihan?
    IK: Tidak. Sebab, semua pemain yang cedera saat bertanding. Seperti, Kayamba, Park Jung-Hwan, Budi Sudarsono, Firman Utina dan lainnya cedera didapat bukan dari latihan.

    W:Sriwijaya saat ini selalu melakukan seleksi yang tak berkesudahan. Tapi, saat mendapat pemain terbilang jelek. Seperti Yong Jie-Mu, sebenarnya apa yang terjadi?
    IK: Memang kami selalu melakukan seleksi. Lantaran lima pemain yang kami bidik hanya satu yang kami bisa datangkan. Dan ini menuntut kami untuk mencari pemain alternative. Soal Cesar memang terkendala soal administrasi. Sedangkan Yong Jie-Mu memang kesalahan saya, saat itu kondisinya mepet. Mu saya nilai merupakan pemain terbaik dari pemain seleksi. Memang belum sesuai yang diharapkan. Kami berharap kedepan bisa menunjukan progres. Tapi, kondisinya terbalik. Bahkan, saya pernah berpikir apakah Mu saat seleksi dulu memakai doping? Tapi, itu semua kami lupakan. Kami akan menatap ke depan.

    W: Selalu mendatangkan pemain seleksi. Tapi, semuanya gagal. Bahkan Direktur Teknik (Dirtek) mengumumkan sayembara di facebook soal pemain. Ini terlihat, manajemen dan pelatih kebingungan untuk mencari pemain. Apakah benar?
    IK: Kebingungan? Awal saya bergabung bersama Sriwijaya sudah menyodorkan 24 pemain untuk direkrut. Tapi, hanya lima yang bisa didapat. Saya juga sudah melobi beberapa rekanan dan pelatih yang ada diluar. Seperti saya akan mendatangkan dua pemain timnas Uzbekistan, pemain Qatar, dan dua striker Malaysia. Termasuk Safee Sali. Tapi, semuanya gagal. Padahal, mereka sudah deal semuanya. Mereka menghilang dan putus kontak. Tiba-tiba bisa bermain di Pelita. Saya tidak tahu apa yang terjadi.

    W: Setelah gagal di ISL, apa target anda pada sisa pertandingan nanti?
    IK: Tetap memenuhi target yang dipatok manajemen. Saya yakin, dua-tiga minggu kedepan kondisi pemain kami komplit. Dan saya yakin bisa bermain maksimal dan bisa lebih baik dari sekarang.

    W:Bila target tak bisa dipenuhi, apa konsekuensinya?
    IK: Saya orang yang tak mau menyerah. Bila ditargetkan juara tetap akan saya kejar meski susah. Dan bila gagal memenuhi target manajemen, saya siap menerima apa pun konsekuensinya. Kalau memang masyarakat dan manajemen berkehendak mundur saya siap. Tapi, saya tak mau menjadi orang yang lari dari tanggung jawab. Saya akan berusaha keras membuktikan kinerja.
  • Klasmen Sriwijaya FC

    Klasmen Go-Jek Traveloka Liga 1 2017/2018.

    Alamat

    Palembang, Sumatra Selatan

    EMAIL

    atobelitang@gmail.com